cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
MENANAMKAN KONSEP HASTA BRATA PADA SISWA SD DI INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: MAJALAH FASILITATOR
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.15 KB)

Abstract

Ada dua teori kepemimpinan yang banyak ditulis dalam berbagai buku dan referensi lainnya; kedua teori tersebut masing-masing adalah, pertama, pemimpin itu sudah “dicetak” oleh Allah SWT, ia sudah diberi bakat-bakat kepemimpinan sejak lahirnya (the leader was born); dan kedua, pemimpin itu tidak “dicetak” oleh Allah SWT melainkan dapat dididik oleh manusia dan lingkungan (the leader was educated).          Dari kedua teori tersebut di atas mana yang lebih benar? Entahlah, akan tetapi yang jelas perdebatan mengenai hal itu sampai sekarang pun masih sering terdengar. Namun di luar itu, sekarang banyak diyakini orang tentang kombinasi atas keduanya; bahkan ada yang menyatakan sebagai teori ketiga yang menyatakan bahwa pemimpin itu di samping dipengaruhi bakat yang dimiliki semenjak lahir juga sejauhmana pendidikan mampu untuk menga-rahkannya. Kalau seseorang memiliki bakat pemimpin yang baik serta memperoleh pendidikan yang baik maka jadilah ia seorang pemimpin yang berhasil; demikian pula kalau seseorang tidak memiliki bakat pemimpin yang baik serta tidak memperoleh pendidikan yang baik maka akan sangat sulit dapat menjadi pemimpin yang berhasil.        Dari tiga makro teori kepemimpinan tersebut berkembanglah belasan, puluhan, bahkan ratusan teori yang lebih detail atau mikro teori kepemim-pinan. Mikro teori ini ada yang tertulis, misalnya banyak teori modern yang dikenal masyarakat lewat buku-buku, majalah, jurnal, dan penerbitan lain, namun juga ada yang tidak tertulis, misalnya ajaran luhur nenek moyang yang lebih banyak disampaikan langsung dari orang ke orang.          Mikro teori kepemimpinan tersebut berkembang di negara-nagara Barat maupun Timur; bahkan di masing-masing daerah pada suatu negara biasa-nya memiliki teori kepemimpinan yang detail. Hal ini sangat wajar oleh karena karakteristik pemimpin itu sangat dipengaruhi oleh kultur masyara-kat setempat; oleh karenanya di masing-masing kelompok masyarakat bisa saja muncul teori kepemimpinan yang berbeda satu sama lain.
MEMPERKECIL KADAR DEPENDENSITAS PTS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.923 KB)

Abstract

       Apabila inspirasi belum mau singgah pada hal "dewi malam" meminta untuk menulis naskah, maka saya cepat-cepat ambil sepeda butut untuk putar-putar kota sambil menikmati dan mensyukuri kebesaran Tuhan. Tidak peduli jam sepuluh, duabelas atau jam dua malam sekalipun. Kebiasaan ini saya tekuni sejak beberapa tahun terakhir ini.       Malam itu juga! Ketika hasrat hati ingin menulis tetapi inspirasi belum datang maka saya cepat-cepat ambil sepeda butut untuk putar-putar kota sebelum akhirnya berhenti di sebuah tempat untuk "bergudeg lesehan"; makanan rakyat yang konon sudah mendunia (yang jelas merupakan sektor  informal yang  kokoh dipertahankan untuk mengacu predikat kota ini).       Belum lagi pesanan dihidangkan, datanglah tiga pemuda yang mendekati saya. Mereka mengaku berstatus mahasiswa dari sebuah PTS yang cukup punya nama di Yogya ini; ketiganya mengaku sudah kenal saya; mengikuti tulisan-tulisan saya (bahkan yang satu mengaku sering mengikuti seminar saya di berbagai kesempatan); akhirnya ... mereka mengkritik artikel saya pada Kedaulatan Rakyat edisi 17 Desember 1986, di bawah titel "Sejarah Baru PTS Segera Datang".       Dalam artikel tersebut saya menulis bahwa dengan terbitnya SK Mendikbud Nomer: 020/U/1986 tentang pelaknanaan ujian negara bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta, maka salah satu "trouble" ujian negara mulai dapat diatasi (tentunya kalau sudah direalisir pelaksanaannya), terutama yang menyangkut waktu tempuh.
MENGKLARIFIKASI VALIDITAS EMPIRIS UMPTN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.907 KB)

Abstract

       Pikiran Rakyat  edisi 23 Juli dan 6 Agustus 1996  secara simpatik menurunkan tulisan mengenai prosesi UMPTN sebagai metoda seleksi mahasiswa baru PTN.Tulisan yang merupakan rangkuman wawancara dengan Ketua Tim Pengolah Data UMPTN, Toemin A. Masoem,  ter-sebut benar-benar informatif.  Tulisan ini bisa dinikmati oleh pembaca baik dari kalangan pendidikan tinggi maupun masyarakat umum.       Tulisan tersebut juga sangat bermanfaat  serta terasa mulai  dapat membuka ketertutupan "Tim UMPTN" baik di tingkat lokal maupun nasional. Selama ini manajemen UMPTN kita oleh banyak kalangan memang dirasakan sebagai kurang transparan sehingga muncul penilaian, yang mungkin tidak tepat benar, bahwa "Tim UMPTN" bekerja tidak profesional; misalnya saja menyangkut lamanya waktu pengolah-an data untuk mendapatkan hasil akhir.        Ilustrasi riilnya sbb: tahun ini seleksi tertulis UMPTN dilaksanakan 18 dan 19 Juni sedangkan hasilnya baru dapat diumumkan 27 Juli.  Itu berarti perlu waktu selama 38 hari untuk memproses data hingga mendapatkan hasil akhir. Kalau saja "Tim UMPTN" sedikit lebih pro-fesional mungkin dengan 21 hari semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik hingga peserta UMPTN pun tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui hasil akhirnya. Bukankah kini semuanya sudah serba computerized dan tersedia jasa telekomunikasi sehingga banyak pekerjaan yang dapat dilakukan secara akurat dan cepat.       Meskipun tulisan  mengenai UMPTN tersebut  sangat informatif, apalagi dengan nara sumber Pak Toemin yang lama berkecimpung di dunia UMPTN, akan tetapi ada beberapa hal yang kiranya perlu dikla-rifikasi;  misalnya menyangkut tingkat kesulitan soal-soal, pemenuhan persyaratan kesahihan atau validitas, dan sebagainya.
STRATEGI BISNIS PEDAGANG EMPEK-EMPEK (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.366 KB)

Abstract

             Strategi bisnis ketiga dari pedagang empek-empek adalah menggunakan pemasaran yang paling modern. Kawan saya berasal dari Palembang, tetapi telah tinggl di Yogyakarta tersebut lebih dari 25 tahun. Bukan merupakan waktu tidak pendek. Ia menggunakan pengalaman pelanggan makan empek-empek. Pelanggan hobinya makan empek-empek pasti bisa membedakan empek-empek yang ia jual dengan empek-empek yang dibuat bukan dari ikan belida atau ikan kutak. Pengalaman pelanggan itulah yang dijadikan titik pusat dalam memasarkan empek-empeknya. Pengalaman pelanggan tidak hanya hubungan dengan pelanggan. Pengalaman pelanggan (customer experience) merupakan tanggapan pelanggan secara internal dan subjektif terhadap setiap berhubungan dengan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan langsung pada umumnya terjadi pada bagian pembelian, penggunaan dan pelayanan yang biasanya dimulai oleh pelanggan. Hubungan tidak langsung kebanyakan sering melibatkan perjumpaan yang tidak direncanakan dengan penampilan produk, pelayanan dan merek perusahaan dan mengambil bentuk dari rekomendasi atau kritisi kata dari mulut, periklanan, laporan pemberitaan, kajian dan sebagainya. Manajemen pengalaman pelanggan (Customer Experience Management /CEM) berbeda dengan manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management /CRM) pada masalah subjek, waktu, monitor, audien dan tujuannya. Jika manajemen pengalaman pelanggan menangkap dan mendistribusikan apa yang dipikirkan pelanggan tentang sebuah perusahaan, maka manajemen hubungan pelanggan menangkap dan mendistribusikan apa yang perusahaan ketahui tentang pelanggan. Jika manajemen pengalaman pelanggan berfokus pada titik interaksi dengan pelanggan atau ‘titik sentuh’ dengan pelanggan, maka manajemen hubungan pelanggan berfokus pada setelah bersentuhan dengan pelanggan yang merupakan catatan dari interaksi dengan pelanggan. Jika manajemen pengalaman pelanggan melakukan survei, studi yang dibidik dan diobservasi adalah ‘suara pelanggan’, maka manajemen hubungan pelanggan melakukan hal tersebut dari data penjualan, riset pasar, click-through situs web dan pelacakan data pelanggan secara otomatis. Dalam manajemen pengalaman pelanggan yang menggunakan informasi tentang pelanggan adalah pemimpin bisnis atau fungsional agar dapat menciptakan ekpektasi pelanggan yang dapat dipenuhi dan pengalaman pelanggan yang lebih baik terhadap produk dan pelayanan, sedangkan dalam manajemen hubungan pelanggan informasi tentang pelanggan hanya digunakan oleh orang yang bersentuhan langsung dengan pelanggan, misalnya bagian pemasaran, pelayanan lapangan dan pelanggan agar dapat melaksanakan pelayanan pelanggan secara efisien dan efektif. Kadangkala memang kita hrus belajar dari pedagang kecil, seperti halnya pedagang empek-empek.
MERATAKAN PT BERKELAS DUNIA SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.212 KB)

Abstract

Beberapa hari lalu, tepatnya 27 Januari 2009, Centro de Información y Documentación (CINDOC) dalam publikasinya “The World Universities ’Ranking on the Web” mengeluarkan daftar 5.000 perguruan tinggi terbaik dunia berdasarkan aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Publikasi ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat pendidikan; khususnya pendidikan tinggi.          Sebagaimana sudah diduga sebelumnya; perguruan tinggi yang berki-prah di Amerika Serikat (AS) mendominasi papan atas. Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi terbaik dunia adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.          Bukan itu saja, seluruh sel dalam kelompok sepuluh besar (the best ten)  diisi oleh perguruan tinggi di AS; mereka itu adalah Massachusetts Insti-tute of Technology di ranking ke-1, Stanford University (ke-2), Harvard University (ke-3), University of California Berkeley (ke-4), Cornell University (ke-5), University Of Michigan (ke-6), California Institute of Tecnology (ke-7), University Of Minnesota (ke-8), University of Illinois Urbana Champaign (ke-9), dan University of Texas Austin (ke-10).
RELEVANSI PROGRAM SIARAN TERHADAP MISI PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.756 KB)

Abstract

Apabila penulisan ini dapat dipresentasikan secara auditif tentu akan saya pilih Mars Jakarta dalam instrumentalia sebagai tune untuk mengantarkan salam buka penulisan ini serta untuk menyampaikan salam hangat penuh semangat SEKALI DI UDARA TETAP DIUDARA.Kita sebagai warga nusantara baik dikala dalam perjalanan, sedang tiduran, di ladang menggarap sawah, di laut mencari ikan, di kamar sepi untuk menyendiri atau ditempat-tempat lain tetapi begitu mendengar music di atas tentu ingat betul kalau alunan tersebut menandakan kalau program siaran radio (RRI) sudah akan segera dimulai atau akan berakhir.Tanpa terasa usia radio kita hampir sama dengan usia kemerdekaan negara kita ialah 38 tahun. Suatu usia yang relatif lama yang membawa rentetan suka duka, pahit getir dan puja puji.Walau hampir selama sekitar dua puluh tahun terakhir ini hari radio hampir melayang dari ingatan kita karena tidak ditandai dengan pemotongan tumpeng atau upacara yang lainnya, tetapi itu tentu tidak mengendorkan semangat perjuangan dan semangat kerja orang-orang radio kita.
MENGANTISIPASI DAMPAK SIBERKOMUNIKASI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.084 KB)

Abstract

       Pada peringatan Hari Pers Nasional  tanggal 9 Februari yang lalu Presiden Soeharto secara implisit mengingatkan jajaran pers kita agar tidak terjebak pada sistem pemberitaan bermuatan rendah karena hal itu dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.  Nampaknya beliau tengah meneropong pers kita dari sisi perangkat lunak.  Dan itulah "bahaya" yang dihadapi  oleh pers nasional kita sekarang ini.  Seandainya beliau sempat melihat dari sisi perangkat keras sebenarnya ada "bahaya" lain yang perlu kita waspadai bersama;  yaitu "bahaya" yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi komunikasi.       Bahwa teknologi komunikasi telah dan akan berkembang pesat di akhir tahun 1900-an dan di awal tahun 2000-an telah diprediksi oleh banyak pakar komunikasi dan pakar teknologi; setidak-tidaknya oleh Wilbur Schramm  dalam karya tulisnya  The New Media :  Memo to Educational Planners (1965) serta oleh Michael Hacker dan Robert Barden dalam bukunya Technology in Your World (1985).        Khusus tentang perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia telah dilaporkan dan diprediksi oleh Franqois Raillon,  seorang "pakar Indonesia" versi lembaga internasional French National Center for Scientific Research (FNCSR) dalam bukunya Indonesia 2000 : The Industrial and Technological Challenge (1990).  Dalam salah satu bagian uraiannya, Raillon telah membahas perkembangan teknologi komunikasi di negara kita sejak dari diaksesnya teknologi komputer, dipergunakannya satelit sampai dengan kontribusi industri pendukung utamanya PT INTI dan LEN, untuk kemudian memprediksinya.       Prediksi para pakar teknologi dan pakar komunikasi tersebut  ter-nyata memang benar;  perkembangan teknologi komunikasi memang berjalan cepat dan hal ini telah berdampak secara nyata pada perkembangan pers di suatu negara, sudah barang tentu termasuk didalamnya pers nasional Indonesia.
FENOMENA POSITIF PENELITIAN SDSB Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.83 KB)

Abstract

       Penelitian mengenai SDSB! Inilah salah satu topik pembicaraan yang paling aktual di tengah-tengah masyarakat kita kali ini, baik bagi masyarakat awam maupun bagi masyarakat ilmiah. Indikatornya relatif gampang; dalam berbagai kesempatan maka pembicaraan mengenai penelitian SDSB selalu diikuti secara antusiasme. Di jalan, di pasar, di kampung, di koran-koran dan bahkan di kampus pun topik yang satu ini rasanya memang lagi "ngetrend".          Topik tersebut menjadi sangat aktual setelah Menko Polkam, Sudomo, baru-baru ini menginformasikan bahwa Biro Pusat Statistik (BPS) akan diserahi tugas untuk melaksanakan penelitian mengenai SDSB dengan anggaran yang direncanakan sekitar 500 juta rupiah. Waktu penelitian diperkirakan empat bulanan, dan akan segera dilaksanakan secepat mungkin.  Persiapan penelitian sudah sampai pada tahap pembuatan term of reference, dan salah satu alasan penunjukan BPS sebagai peneliti ialah karena lembaga ini memiliki jaringan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air (SK, 13/12/91).          Hasil penelitian tersebut di atas diharapkan bisa memberikan gambaran objektif mengenai permasalahan SDSB itu sendiri yang akhir-akhir ini banyak "diributkan" ma-syarakat.  Seperti kita ketahui di berbagai tempat telah terjadi reaksi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah mengenai peredaran SDSB; meskipun reaksi tersebut nampak nya tidak mengurangi omzet SDSB itu sendiri.
OPTIMISME Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Daniel Goleman, optimisme merupakan kegigihan dalam memperjuangkan sasaran kendati ada halangan dan kegagalan. Orang dengan kemampuan ini tekun dalam mengejar sasaran kendati banyak halangan dan kegagalan, bekerja dengan harapan untuk sukses bukannya untuk gagal, memandang kegagalan atau kemunduran sebagai situasi yang dapat dikendalikan ketimbang kekurangan pribadi. Dr Moustafa Mahmoud, dalam buku Mind and Body, menyatakan bahwa ”Kita akan menghadapi segala yang kita harapkan dan ramalkan menjadi suatu kesuksesan”. Kita harus selalu meningkatkan terus harapan positif dan menjadi orang yang optimis. Kita juga harus belajar dari Helen Keller. Ia seorang yang tuli, buta dan bisu tetapi hatinya bercahaya. Akhirnya ia menjadi seorang penulis terkenal, yang dipenuhi rasa optimisme. Ia pernah mengatakan ”Optimisme adalah keyakinan yang menghantarkan kita menuju kesuksesan”. Saya merasa bersyukur kepada Allah, meskipun saya telah ditinggal oleh kedua orangtua saya pada usia sekitar 3 tahun, sehingga saya harus ikut nenek saya. Ketika masih kecil nenek saya selalu bercerita tentang putra-putranya, termasuk bercerita tentang Bapak saya. Suatu saat, nenek saya bercerita tentang Paman saya yang paling kecil. ”Om Kamil itu dahulu susah hidupnya, harus ikut orang lain supaya dapat sekolah. Tetapi sekarang sudah jadi Orang” kata nenek saya. Om saya ketika itu menjadi Marketing Manager Perusahaan Swedia. Setelah itu, beliau mendirikan pabrik kompresor di Bekasi. Saya mengidolakan beliau yang mempunyai pabrik atau jadi pengusaha. Saat yang lain nenek bercerita tentang Om saya yang bernama Om Tarjo yang selalu memeragakan cara menyetir mobil. Sayapun berharap suatu saat kelak mempunyai mobil seperti Om saya. Bahkan nenek juga bercerita tentang Om saya yang bernama Om Kamal. ”Om Kamal itu jadi guru di sekolah Telale Gajah” kata nenek saya. Saya mendengar sambil tersenyum, karena nenek saya menyebutkan hal yang lucu. Telale gajah adalah bahasa Jawa atau dalam bahasa Indonesianya belalai gajah. Tetapi maksudnya menjadi dosen di Universitas Gadjah Mada. Membangkitkan optimisme saya suatu saat seperti Om saya yang dapat kuliah di Universitas Gadjah Mada. Nenek saya memang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, tetapi mengajarkan optimisme kepada saya dengan hati yang tulus. Ajaran tersebut menggores pada hati saya yang paling dalam, bekas goresan tersebut tidak dapat dihapus hingga saat ini, tetap membara tanpa bisa dipadamkan, kecuali oleh Sang Pencipta. Nenek saya adalah Guru terbaik yang tidak ada tandingannya. Saya sangat berutang budi kepada nenek saya, saya belum sempat membalas kebaikan nenek saya, tetapi Allah telah memanggilNya. Saya hanya dapat berdoa, mudah-mudahan Allah memberikan tempat terbaik di sisiNya. ”Berharaplah terhadap kebaikan, niscaya kalian akan mendapatkannya” sabda Rasulullah SAW.
BISNIS SEKS DAN ANAK-ANAK KITA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.219 KB)

Abstract

       Akhir-akhir ini ada kekhawatiran yang muncul  dari para praktisi organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), End Child Prostitution in Asia Tourism (ECPAT), dsb tentang masa depan anak-anak didunia dewasa ini. Konon sekarang ini sudah sangat banyak anak-anak yang terjerat di dalam bisnis seks. Hal ini tidak saja terjadi pada anak-anak di negara-negara maju akan tetapi juga di nega-ra-negara berkembang.       Jeratan bisnis seks  pada anak-anak yang semula  hanya terjadi di negara-negara tertentu sekarang ini ternyata sudah merambah hampir di seluruh dunia.  Di Eropa dan Amerika hal ini sudah berpuluh-puluh tahun berlangsung;  sedangkan di Asia kemudian mengikutinya. Bah-kan beberapa sumber menyatakan bahwa di Asia pun bisnis seks yang melibatkan anak-anak sudah sangat lama menjadi tradisi di kalangan masyarakat tertentu. Cerita-cerita seks di kalangan anak-anak, yang sebagian dianggap sebagai mitos,  dapat dilacak di Jepang, Cina, dan juga India.      Sekarang ini cerita tentang bisnis seks yang melibatkan anak-anak di bawah umur di Thailand,  khususnya di kawasan Pantai Patayya, "nyaring" terdengar hampir di seluruh jagat.  Konon,  maaf, di daerah itu sudah sangat sedikit wanita muda yang dapat mempertahankan ke-perawanannya sampai usia 15 tahun.  Benar atau salah tentang hal itu, yang jelas menurut badan resmi dunia WHO, Thailand termasuk dae-rah yang "rawan" AIDS di Asia.  Seperti kita ketahui salah satu faktor penyebab munculnya AIDS adalah terjadinya kegiatan seks yang ber-ganti-ganti pasangan pada si penderita.       Di Indonesia sendiri sekarang  terdapat sekurang-kurangnya 13,5 juta anak yang menghadapi berbagai permasalahan hidup; salah satu bentuknya adalah permasalahan seks.  Ada anak yang dipaksa menjadi pelacur (prostitute), dikerasi secara seksual (sexual violence), dsb.

Page 67 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue