cover
Contact Name
Yanuar Surya Putra
Contact Email
yanuar_suryaputra@stieama.ac.id
Phone
+62298321013
Journal Mail Official
jurnalama@stieama.ac.id
Editorial Address
Jalan Diponegoro 39 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Among Makarti
ISSN : 19797400     EISSN : 27745163     DOI : https://doi.org/10.52353
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Among Makarti adalah jurnal ilmiah bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan isu – isu terkini terkait dengan penelitian dibidang ekonomi dan bisnis. Secara khusus cakupan jurnal Among Makarti adalah : a. Di bidang bisnis, kami menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Manajemen Keuangan dan Akuntansi Keuangan 2. Manajemen Operasional. 3. Manajemen SDM dan Perilaku Keorganisasian. 4. Manajemen Pemasaran. 5. Manajemen Strategi 6. Kewirausahaan 7. Sistem Informasi Manajemen b. Di bidang Ekonomi, kami menerima artikel dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Makro Ekonomi 2. Mikro Ekonomi
Articles 267 Documents
DETERMINAN MAKROEKONOMI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA: BUKTI EMPIRIS 2005–2023 Rio Amar
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.931

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze macroeconomic factors affecting Indonesia's economic growth during the period 2005–2023. Independent variables include inflation, exchange rate, foreign debt, Foreign Direct Investment (FDI), Domestic Investment (PMDN), exports, and imports, while the dependent variable is economic growth measured by Gross Domestic Product. Secondary data were obtained from Statistics Indonesia, Bank Indonesia, the Ministry of Investment/BKPM, and the World Bank. The method used is multivariate linear regression analysis with a quantitative approach to test the causal relationship between variables. The estimation results show that macroeconomic variables simultaneously have a significant effect on economic growth. Partially, imports have a positive and significant effect, while PMDN and foreign debt have a negative and significant effect. Inflation, exchange rate, FDI, and exports were not found to have a significant effect during the research period. These findings indicate that Indonesia's industrial structure still relies on imports of capital goods and raw materials, while the effectiveness of domestic investment and foreign debt management needs to be strengthened to support more sustainable economic growth.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2005–2023. Variabel independen meliputi inflasi, nilai tukar, utang luar negeri, Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ekspor, dan impor, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Bruto. Data yang digunakan bersifat sekunder dan diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian Investasi/BKPM, dan World Bank. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier multivariat dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan variabel makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara parsial, impor berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan PMDN dan utang luar negeri berpengaruh negatif signifikan. Inflasi, nilai tukar, PMA, dan ekspor tidak terbukti berpengaruh signifikan dalam periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur industri Indonesia masih bergantung pada impor barang modal dan bahan baku, sementara efektivitas investasi domestik dan pengelolaan utang luar negeri perlu diperkuat agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
THE ROLE OF ENTREPRENEURIAL PASSION FOR INVENTING AND FOUNDING IN DRIVING SME PERFORMANCE: EVIDENCE FROM FEMALE CULINARY ENTREPRENEURS IN MALANG CITY Bintang Nurul Hidayati; Shoimatul Fitria; Astiwi Indriani; Foza Hadyu Hasanatina
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.977

Abstract

ABSTRACTThis study examines the effects of identity-based entrepreneurial passions (EP), specifically passion for inventing (EP for Inventing) and passion for founding (EP for Founding), on the performance of female-owned small and medium-sized enterprises (SMEs). The research employs cross-sectional data collected via questionnaires from 140 female-led culinary ventures in Malang, Indonesia. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS software. The empirical results reveal that while passion for founding (EP for Founding) has a positive and statistically significant coefficient on firm performance, passion for inventing (EP for Inventing) does not exert a significant effect. These findings indicate that the administrative and structural drive to establish a business is a more critical driver of success for female entrepreneurs than product-centric innovation. This study advances the entrepreneurship literature by establishing that in emerging economies, the intrinsic psychological traits of female entrepreneurs, specifically the motivation to build and establish a business, serve as vital, self-sustaining cornerstones that directly propel enterprise growth.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh entrepreneurial passion (EP) berbasis idetitas, khususnya passion for inventing (semangat untuk berinovasi/menciptakan) dan passion for founding (semangat untuk mendirikan) terhadap kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dimiliki oleh perempuan. Penelitian ini menggunakan data lintas sektoral (cross-sectional) yang dikumpulkan melalui kuesioner dari 140 usaha kuliner yang dipimpin oleh pengusaha perempuan di Kota Malang, Indonesia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil empiris menunjukkan bahwa passion for founding memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja UMKM. Sebaliknya, passion for inventing tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dorongan administratif dan struktural untuk mendirikan bisnis merupakan faktor penentu keberhasilan yang lebih krusial bagi pengusaha perempuan dibandingkan dengan inovasi yang berpusat pada produk. Penelitian ini berkontribusi pada literatur kewirausahaan dengan membuktikan bahwa di negara berkembang (emerging economies), karakteristik psikologis intrinsik dari pengusaha perempuan, khususnya motivasi untuk membangun dan mendirikan bisnis, berfungsi sebagai pilar mandiri yang dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha secara langsung.
AUDITING IN THE AGE OF AI: READINESS AND ROLES OF PROSPECTIVE ACCOUNTANTS, ACCOUNTING EDUCATORS, AND CAMPUS INTERNAL AUDITORS Christmas William Adi Pratama; David Adechandra Ashedica Pesudo
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.952

Abstract

ABSTRACTThe main purpose of this study is to examine the perspectives of prospective accountants, educational accountants, and campus internal auditors on AI usage in the audit process using a qualitative phenomenological approach with interview methods. The findings show varying levels of familiarity with AI across groups. While AI is recognized for its potential to improve audit efficiency and accuracy, concerns remain regarding adaptation challenges and possible job displacement. Key competencies identified for future auditors include data analytics, critical thinking, and technological proficiency. The study highlights the need for accounting education to integrate AI concepts and strengthen these competencies, alongside fostering collaboration between academia and industry. Overall, this research provides insights into the impact of AI on auditing and offers recommendations for both educational and professional adaptation.ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji secara kualitatif pandangan calon akuntan, akuntan pendidikan, dan auditor internal kampus mengenai penggunaan AI dalam proses audit melalui pendekatan fenomenologis dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat familiaritas dan pengetahuan AI antar kelompok. Meskipun AI diakui mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi audit, terdapat kekhawatiran terkait tantangan adaptasi dan potensi perpindahan pekerjaan. Keterampilan utama yang dibutuhkan meliputi analisis data, berpikir kritis, dan kemahiran teknologi. Oleh karena itu, pendidikan akuntansi perlu mengintegrasikan konsep AI serta mengembangkan keterampilan tersebut, disertai kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dampak AI pada audit serta menawarkan rekomendasi untuk adaptasi dalam bidang pendidikan dan profesional.. 
WORK CULTURE DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR: STRATEGI PENGUATAN KINERJA PEGAWAI DI NGO TRIPLE F Fauziah Nuraini Siregar; Yanuar Surya Putra
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.989

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine the effect of work culture on employee performance with Organizational Citizenship Behavior (OCB) as a mediating variable at NGO Triple F Indonesia. The research employed a quantitative approach with an explanatory research design. The population consisted of all employees of NGO Triple F Indonesia, and a saturated sampling technique was applied, whereby all employees were included as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS, including Pearson Product Moment validity testing, Cronbach’s Alpha reliability testing, multiple linear regression, and path analysis. The findings indicate that work culture has a positive and significant effect on OCB. Work culture also positively influences employee performance, while OCB contributes positively to employee performance. Furthermore, path analysis reveals that OCB mediates the relationship between work culture and employee performance, as evidenced by the greater indirect effect compared to the direct effect. These findings suggest that a strong work culture can enhance employee performance by fostering voluntary behaviors that support organizational effectiveness. Therefore, strengthening organizational work culture and encouraging OCB are essential managerial strategies for improving employee performance and sustaining organizational effectiveness in non-profit organizations.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel mediasi pada NGO Triple F Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai NGO Triple F Indonesia, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas Pearson Product Moment, uji reliabilitas Cronbach’s Alpha, regresi linier berganda, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Budaya kerja juga berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, meskipun pengaruhnya relatif lebih rendah dibandingkan pengaruhnya terhadap OCB. Selanjutnya, OCB berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa OCB mampu memediasi pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh besarnya pengaruh tidak langsung yang lebih tinggi dibandingkan pengaruh langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya kerja yang kuat dapat meningkatkan kinerja pegawai melalui pembentukan perilaku sukarela yang mendukung efektivitas organisasi. Oleh karena itu, penguatan budaya kerja dan pengembangan OCB menjadi strategi penting dalam meningkatkan kinerja pegawai pada organisasi non-profit.
THE ROLE OF INFORMATION TECHNOLOGY, INVESTMENT LITERACY, AND SOCIAL INFLUENCE ON INVESTMENT INTEREST WITH PERCEIVED VALUE AS A MODERATOR Sukma Ayu Wulandari; Dewi Widyaningsih; Myra Andriana
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i2.959

Abstract

ABSTRACTThe focus of this study is to assess the roles of information technology, investment literacy, social influence, and perceived value in shaping investment interest, as well as to examine the moderating role of perceived value in these relationships. The study population consists of Generation Z individuals in East Ungaran District, Semarang Regency, who have been investing for at least one year. A total of 100 respondents were selected using purposive sampling. This study employs a quantitative approach and uses path analysis conducted with SmartPLS version 4.0. The results show that investment literacy, social influence, information technology, and perceived value all have positive and significant effects on investment interest. Furthermore, perceived value moderates the relationships between investment literacy and investment interest, as well as between social influence and investment interest. However, perceived value does not moderate the relationship between information technology and investment interest. This study is limited to Generation Z investors in East Ungaran District, Semarang Regency, who have been investing for at least one year. Therefore, the findings cannot be generalized to other geographical areas or age groups. The findings provide valuable insights for stakeholders regarding the influence of information technology, investment literacy, and social factors on Generation Z's investment interest through perceived value. These results may support the development of more targeted strategies and policies, such as strengthening digitally driven financial literacy programs, enhancing transparency and investor protection, and leveraging social media platforms and investment communities as channels for investment education.ABSTRAKFokus penelitian ini adalah untuk menilai peran teknologi informasi, literasi investasi, pengaruh sosial, dan nilai yang dirasakan terhadap minat investasi, serta peran nilai yang dirasakan dalam skenario ini sebagai variabel moderasi. Populasi sampel penelitian ini terdiri dari responden Generasi Z di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, yang telah berinvestasi minimal satu tahun, dengan 100 responden dianggap valid melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan path analysis, yang diolah menggunakan SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel literasi investasi, social influence, teknologi informasi, dan perceived value secara positif dan signifikan mendukung minat investasi. Di antara hasil tersebut, perceived value memoderasi pengaruh literasi investasi dan social influence terhadap minat investasi. Namun demikian, terkait teknologi informasi, perceived value tidak memoderasi minat investasi. Penelitian ini difokuskan secara khusus pada populasi penelitian, yaitu Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Generasi Z, dan telah berinvestasi minimal satu tahun, sehingga temuan tidak dapat digeneralisasikan ke daerah lain atau usia yang berbeda. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan mengenai dampak teknologi informasi, literasi investasi, dan social influence terhadap perceived value dari peningkatan minat investasi Generasi Z. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk merancang strategi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti meningkatkan program literasi keuangan berbasis digital, meningkatkan transparansi dan perlindungan investor, serta menggunakan media sosial dan komunitas sebagai alat untuk edukasi investasi. 
MEMPERKUAT STRATEGI RETENSI PELANGGAN MELALUI KEUNGGULAN KOMPETITIF UNTUK MENDORONG TERCIPTANYA PEMASARAN BERKELANJUTAN: STUDI KASUS PADA SEBUAH BISNIS KELUARGA DI INDONESIA Sari Wijayanti; Triana Hasty Kusuma; Stevi Jimry Poluan; Rizka Fatkhin Nisa
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.960

Abstract

ABSTRACTCustomers play a significant role in business sustainability. Therefore, it is necessary to implement the right strategies to retain existing customers and acquire new ones. UMKM Kripik Paru Kidang Mas has been in operation for more than 50 years, so customers, products, and business sustainability are undoubtedly crucial. The objective of this study is to describe how competitive advantages can strengthen customer retention strategies in a family business to foster sustainable marketing and develop a mini-theory on value proposition information based on the concepts that emerge. The method used in this study is a qualitative approach involving in-depth interviews with three informants (the owner, a production department employee, and a marketing department employee). The object of this research is MSEMs Kripik Paru Kidang Mas Salatiga. This study produced 2 propositions: (1) Customer retention strategies influence sustainable marketing, (2) Customer retention strategies reinforced by competitive advantages influence sustainable marketing, and a mini-theory on enhancing customer retention strategies through competitive advantages to foster sustainable marketing.ABSTRAKPelanggan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan sebuah usaha. Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi yang tepat untuk mempertahankan ataupun mendapatkan pelanggan baru. UMKM Kripik Paru Kidang Mas telah menjalankan usahanya lebih dari 50tahun tentunya pelanggan, produk dan keberlangsungan usaha menjadi hal yang penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana keunggulan kompetitif dapat memperkuat strategi retensi pelanggan pada sebuah bisnis keluarga untuk menciptakan pemasaran keberlanjutan dan membangun teori mini dari pembentukan proposisi berdasarkan konsep-konsep yang muncul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (depth interview) dengan tiga narasumber (pemilik, karyawan bagian produksi dan karyawan bagian pemasaran). Obyek penelitian ini adalah UMKM Kripik Paru Kidang Mas Salatiga. Penelitian ini menghasilkan dua buah proposisi: (1) Strategi retensi pelanggan memengaruhi pemasaran keberlanjutan dan (2) Strategi retensi pelanggan diperkuat keunggulan kompetitif memengaruhi pemasaran keberlanjutan serta sebuah teori mini tentang peningkatan strategi retensi pelanggan melalui keunggulan kompetitif dalam menciptakan pemasaran keberlanjutan.
MEMPERLUAS TEORI PERILAKU TERENCANA DALAM PEMBIAYAAN UMKM: KINERJA INOVATIF SEBAGAI MEDIATOR AKSES KREDIT Yulfan Arif Nurohman; Jati Waskito; Imronudin Imronudin
Among Makarti Vol 19, No 1 (2026): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v19i1.969

Abstract

ABSTRACTAccess to bank credit is a major obstacle for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. Rural MSMEs face more complex problems than urban ones. Therefore, this study aims to analyze the influence of personal attitudes, subjective norms, and behavioral control on the intention to financing access, as well as to test the mediating role of innovation performance within the framework of the Theory of Planned Behavior (TPB). A quantitative approach was used through a survey of 90 rural MSMEs in Sragen Regency, with data analysis using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that only personal attitudes significantly influence the intention to access credit, while subjective norms and behavioral control have no direct effect. However, subjective norms have an indirect effect through innovation performance as a mediating variable. These findings indicate that decisions to access financing in rural areas are more influenced by personal evaluations and innovative capacity strengthened by social support, rather than direct social pressure or perceived ease of procedures. This research provides implications for financial institutions and policymakers in designing more contextual and behavior-based financial inclusion strategies. The novelty of the study lies in the integration of innovation performance as a mediator in the TPB model in the context of rural MSMEs.ABSTRAKAkses kredit perbankan menjadi kendala utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM pedesaan memiliki masalah yang lebih kompleks dibandingkan perkotaan, sehingga penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap pribadi, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap niat mengakses pembiayaan perbankan, serta untuk menguji peran mediasi kinerja inovasi dalam kerangka Teori Perilaku Terencana (TPB). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 90 UMKM pedesaan di Kabupaten Sragen dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sikap pribadi yang secara signifikan memengaruhi niat mengakses pembiayaan, sedangkan norma subjektif dan kontrol perilaku tidak memiliki pengaruh langsung. Namun, norma subjektif memiliki pengaruh tidak langsung melalui kinerja inovasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan untuk mengakses pembiayaan di daerah pedesaan lebih dipengaruhi oleh evaluasi pribadi dan kapasitas inovatif yang diperkuat oleh dukungan sosial, daripada tekanan sosial langsung atau kemudahan prosedur yang dirasakan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga keuangan dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi inklusi keuangan yang lebih kontekstual dan berbasis perilaku. Keunikan penelitian ini terletak pada pengintegrasian kinerja inovasi sebagai mediator dalam model TPB dalam konteks UMKM pedesaan.