cover
Contact Name
Ade Wahyudin
Contact Email
adewahyudin@mmtc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adewahyudin@mmtc.ac.id
Editorial Address
Jl. Magelang Km. 6 Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pekommas
ISSN : 25021893     EISSN : 25021907     DOI : 10.56873
Core Subject : Science, Education,
Pekommas is a journal published by the BBPSDMP Kominfo Makassar with the aim of disseminating information on scientific developments in communication, informatics and mass media. The manuscript published in this journal is derived from research and scientific study conducted by researchers, academics and observers of communication, informatics and mass media. Rises with frequency of 2 times a year, namely in April, October.
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
Konsep Diri dan Self disclosure Pegawai Honorer dalam Komunikasi Antar Pribadi dengan Pegawai Negeri Sipil Rahayu, Pramudita Budi; Andriansyah, Andriansyah; Dhahir, Darman Fauzan
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3593

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang memiliki jutaan tenaga honorer di berbagai sektor. Selama ini, tenaga honorer tidak memiliki jenjang karir yang jelas. Topik mengenai tenaga honorer selalu hangat diperbicangkan, tenaga honorerpun berharap mendapatkan angin segar terhadap nasib mereka yang tidak memiliki jenjang karir maupun tunjangan selayaknya PNS pada umumnya. Beberapa penelitian telah mengkaji bagaimana hubungan antara Self disclosure dan konsep diri terhadap mahasiswa, remaja difable maupun Self disclosure melalui media. Namun demikian belum ada penelitian yang terkonsentrasi pada konsep diri dan Self disclosure atau keterbukaan diri tenaga honorer ketika mereka berkomunikasi dengan PNS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri dan self disclosure pegawai honorer dalam berkomunikasi interpersonal dengan pegawai negeri sipil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. subjek pada penelitian ini adalah pegawai honorer yang telah bekerja kurang lebih selama lima tahun. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri subjek dalam berkomunikasi dengan pegawai negeri sipil cenderung positif. Self disclosure subjek dalam berkomunikasi dengan pegawai negeri sipil cenderung rendah sehingga komunikasi interpersonal yang lebih dalam jarang terjadi.
Discourse on Rejection of Women Leader in Yogyakarta ; Critical Discourse Analysis of Kompas Daily News Nugroho, Catur; Christianto Richardus, Wisma Nugraha; Wahyono, Sugeng Bayu
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3744

Abstract

The phenomenon of power in Yogyakarta attracted the attention of various groups, including the national media when differences of opinion emerged regarding the requirements for candidates for Governor and Deputy Governor candidates of the Special Region of Yogyakarta. The Governor of Yogyakarta is directly held by the Sultan as the King of the Yogyakarta Palace in accordance with the Yogyakarta Privileges Law. The problem arose when Sultan HB X did not have a son, and some parties interpreted the special law and regional regulations requiring that the governor of Yogyakarta be held, male. This problem has attracted the national media to produce news texts related to the pros and cons of women leaders in Yogyakarta. This research intends to uncover how the national media of Kompas daily constructs discourses on the rejection of female leaders and how the struggle for public acceptance or ideological ideas related to leadership succession in Yogyakarta. With a qualitative approach, the method used in this study is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis model. News texts related to the issue of leadership succession were analyzed starting from the text level, discourse level, and sociocultural level. The results of the study found that the production of the Kompas daily news text in practice represents a group that rejects female leaders in Yogyakarta. Local political elites in parliament, Keraton aristocrats, and Sultan HB X mutually defend their views on women's rights to become leaders in Yogyakarta. Kompas Daily provides a space for discourse on the issue of women's rejection to represent their side of those who reject women leaders
A Prototype of Monitoring and Early Warning System of Public Water Flow Interference based on Arduino, Firebase Realtime DB, and Android Dharmaadi, I Putu Arya; Arsa, Dewa Made Sri; Sasmita, Gusti Made Arya
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3774

Abstract

The majority of the population uses clean water sourced from the PDAM (Indonesian Regional Water Supply Company) pipeline to meet their daily needs. However, clean water utilization is sometimes not smooth because the upstream's water supply is stalled or the PDAM pipeline disrupted. This disruption that often occurs slowly causes routine community activities, such as bathing or cooking, become stop because clean water is a basic need. Thus, a system is needed to provide early warning when the PDAM water supply starts to have problems so that the community can make initial anticipation. This study designed a prototype of an early warning system using an Arduino-based water flow sensor that records water flow discharge data on the PDAM pipeline and sent to the Firebase Realtime Database to be monitored in real-time through an Android application. The system testing is done by black-box testing, i.e. we check all functions of this system, mainly on sending a warning notification when the water flow debt is at a low rate. In the end, by using this system, the user can prepare themselves early, such as collecting residual water debit in the tub and save water when there is a disruption in PDAM water.
Consumerism In Mobile Payment Zul Hilmi, Amalia; Giswandhani, Mariesa
Jurnal Pekommas Vol 7 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v7i1.3799

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the convenience of non-cash transactions offered by mobile payment applications on the wasteful behavior of the people of Makassar city. Along with the increasing use of electronic money, this has changed the style of transactions in society. The new media referred to in this study is a mobile payment application. Judging from the development of the transaction model, people tend to choose the practical and easy one. The result of media technology has also contributed to changing the behavior patterns of new media consumption. The payment model has been transformed from cash to non-cash or digital, which the public can easily do. The ease of this transaction led to a change in consumption patterns to meet excessive needs, which led to a wasteful nature. By using a descriptive quantitative approach, researchers distributed questionnaires to 100 research samples. The results of processing the questionnaire data into primary and secondary data in this study are relevant literature studies. The results showed an influence between the ease of transactions using mobile payments and the wasteful behavior of the people of Makassar city.
Hoaks Kategori Satire Sebagai Cyberbullying dalam Hoaks Isu Politik Iswara, Agus Ari
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3945

Abstract

Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina.Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina.
Sobat Ambyar: The Phenomenon of Fans, Social Media, and Modern Campursari Music in Popular Culture Qorib, Fathul; Dewi, Sulih Indra
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3960

Abstract

The popularity of the local Javanese music “Dangdut Campursari” increased dramatically from 2019 to 2020. Didi Kempot, who is nicknamed the God Father of Broken Heart, is a new phenomenon in Javanese music in the country. This research wants to see how the modern Campursari dangdut lovers “Sobat Ambyar” describe the identity of their community and see this phenomenon from the perspective of popular culture which includes trends, adaptability, and pop music consumerism. We documented Sobat Ambyar’s chat on social media, they managed and conducted in-depth interviews with the Instagram fanbase admin @sobatambyar. The results of this study indicated that Sobat Ambyar identifies themselves with the feelings, attitudes, and emotions of the songs sung by Didi Kempot. These identities tend to be sad and they are proud of that sadness. This Campursari has become a new commodity for industry and is popularized through the ways of modern culture which is simulated and marketed. Based on these findings, this study suggests that Sobat Ambyar remain authentic so that they can block mass culture that the younger generation is not aware of.Keyword : Fans, Instagram, Modern Campursari Music, Sobat Ambyar. 
Framework Cobit 5 untuk Audit Tata Kelola Teknologi Informasi (Studi Kasus: Diskominfo Kota Palopo) Thamrin, Andi Nurlinda
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.4067

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palopo merupakan perangkat kerja daerah yang bertugas di bidang penyelenggara pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika. Guna melaksanakan fungsi dan tugasnya Diskominfo kota Palopo telah mengaplikasikan Tata Kelola Teknologi Informasi. Berdasarkan wawancara bersama pihak Kominfo Kota Palopo terkait pengelolaan IT Governance, ditemukan permasalahan seperti belum adanya Standart Operating Procedure tentang Tata Kelola Teknologi Informasi, kurangnya pemahaman personel terhadap tugasnya masing – masing dan belum adanya bisnis proses terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dari penjelasan tersebut, sehingga dibutuhkan adanya pengukuran buat mengenali seberapa jauh kesiapan Diskominfo Kota Palopo buat mengimplementasikan SPBE ke dalam proses bisnisnya secara merata lewat pengukuran tingkatan kematangan (maturity level). Dalam melakukan pengukuran layanan IT governance pada Diskominfo Kota Palopo digunakan framework Cobit 5 yang memiliki cakupan yang luas untuk proses governance. Adapun domain yang digunakan yaitu DSS (Deliver, Support and Service).  Berdasar pada hasil kajian, ada 3 sub domain dalam domain DSS tertahan di tingkatan 2 (Managed Process) dan 3 sub domain berada di tingkatan 3 (Established Process). Hasil maturity tingkatan itu diaplikasikan sebagai rujukan guna penciptaan rekomendasi. Hasil produk rekomendasi yang disusun ialah membuat SOP agar operasional berjalan lancar dan sesuai dengan proses bisnis.
Aksesibilitas media online pada Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Makmur, Muhammad Ardiansyah
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.4179

Abstract

Aksesibilitas Media Online Pada Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Perkembangan informasi melalui media online terjadi sangat pesat diperlukan peningkatan aksesibiltas dan literasi kepada masyarakat pedesaan untuk peningkatan kualitas hidup dan taraf ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelompok masyarakat dengan pendekatan teori Davis TAM (technology acceptance model)  (1) persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dan (2) persepsi kemudahan (perceived ease of use) mengakses media online. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pertanyaan terbuka yang dilaksanakan pada 2 Desa, Desa Lengkong dan Desa Karang-karangan di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Pemilihan kedua Desa ini karena masih dalam status sebagai Desa berkembang, sampel yang digunakan sebesar 357 responden dengan teknik stratefied sampling menggunakan rumus Morgan & Krecie. Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistik deskriptif serta menggunakan program SPSS (Statistical Programme for Social Studies) dan Microsoft Excel 2016. Hasil Penelitian menunjukkan persepsi kemanfaatan dominan oleh kelompok Aparatur sipil Negara dengan 91% dan  persepsi kemudahan  oleh kelompok pelajar dengan 82% . Media Online accessibility among Communities in 2 Villages in Bua District Luwu Regency. The development of information through online media occurs very quickly, it is necessary to increase accessibility and literacy to rural communities to improve the quality of life and economic standard of rural communities. This study aims to analyze community groups using the Davis TAM theory approach (technology acceptance model) (1) perceived usefulness and (2) perceived ease of use in accessing online media. This research method uses quantitative methods with open-ended questions which are carried out in 2 villages, Lengkong Village and Karang-Karangan Village in Bua District, Luwu Regency. The selection of these two villages is still in the status of developing villages. The sample used is 357 respondents with a stratified sampling technique using the Morgan & Krecie formula. The data analysis used by the researchers in this study used descriptive statistical data and the SPSS (Statistical Program for Social Studies) program and Microsoft Excel 2016. The results showed the dominant perception of usefulness by the State Civil Apparatus group with 91% and the perception of convenience by the student group with 82%.
Harnessing Technology Acceptance Model (TAM) on Information System to Safeguard Accelerated Data Collecting and Processing Amid COVID-19 Pandemic Nofriani, Nofriani; Fatichuddin, Moh.
Jurnal Pekommas Vol 7 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v7i1.4222

Abstract

COVID-19 has penetrated every aspect of human civilization. BPS-Statistics Indonesia, a government institute responsible for conducting statistical surveys across the country, also faces challenges in the aftermath. COVID-19 forces social distancing, preventing data collectors from meeting the respondents in person and collecting data offline. The data collecting that uses printed questionnaires and the centralized data processing in BPS Headquarters Office causes delays in the whole process. The issue needs to be resolved using a reliable system that can fasten the entire procedure without printed questionnaires, decreasing person-to-person contact and decentralizing the data processing to users' ends. This research proposes and evaluates SIDUBES, an information system BPS-Statistics of Bengkulu Province, to collect data on large and medium manufacturing surveys by harnessing the Technology Acceptance Model (TAM). The model evaluates users' perception of Perceived Usability (P.U.), Perceived Helpfulness (P.H.), Perceived Assurance (P.A.), Viewpoint of Using (V.U.), and Continuity Intention (CI) in measuring the acceptance level. The results show that SIDUBES have met most of the users' requirements; V.U. and P.H. have a positive effect on CI; P.U. has a positive impact on P.A., and; P.A. has a positive effect on P.H.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Pencegahan Informasi Hoaks pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe Rusdy, Marhamah
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.4271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap penyebaran informasi hoaks pada remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang menjadikannya rawan terhadap penyebaran informasi hoaks. Melalui peningkatan kemampuan literasi digital pada remaja akan meningkatkan kemampuannya  dalam bermedia sosial dan berinternet, juga mampu menganalisis keabsahan suatu informasi. Penelitian ini dilakukan dengan teknik kuantitatif dan korelasional sebagai  jenis risetnya. Riset ini menggunakan representatif responden sebanyak 72 orang dan instrument penelitian angket. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara signifikan dan negatif  literasi digital berpengaruh terhadap penyebaran linformasi hoaks sebesar 20,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi yang tinggi menjadikan penyebaran informasi hoaks bertambah rendah. Tingkat literasi digital remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe termasuk pada kategori tinggi yaitu sebesar 56.94%,  dan tingkat penyebaran informasi hoaks termasuk pada kategori rendah yaitu 69,44%.