cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknik dan Ilmu Komputer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
Computer Application for Early Detection of Eye Floaters, Cataracts, and Myopia Fortunata, Sherly Angelia; Sevani, Nina
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit mata merupakan salah satu kasus yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia, khususnya penyakit floaters, katarak, dan rabun jauh (miopi) yang dapat menyebabkan kebutaan. Salah satu penyebab banyaknya penderita penyakit mata di Indonesia adalah karena  kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia di bidang kesehatan mata serta kemiskinan yang dialami oleh sebagian masyarakat sehingga mereka sulit untuk melakukan konsultasi dengan pakar kesehatan mata. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan pembuatan sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan pada mata secara dini. Aplikasi ini menggunakan sekumpulan data sebagai basis pengetahuan yang diperoleh dari studi pustaka dan diskusi dengan pakar kesehatan mata. Pengetahuan tersebut direpresentasikan dalam bentuk dan metode pembobotan untuk setiap gejala kemudian dari setiap gejala yang telah dipilih oleh pengguna dijumlahkan oleh aplikasi untuk mendapatkan kesimpulan. Aplikasi ini dapat diakses dan digunakan secara gratis oleh pengguna di lembaga kesehatan masyarakat setempat. Pembuatan aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih dini mengetahui kesehatan mata. Kata kunci: penyakit mata, aplikasi, rule-based  Abstract Eye disease is one case that is often experienced by Indonesian people, especially floaters disease, cataracts, and nearsightedness (myopia), which can cause blindness. The lack of knowledge about eye health and poverty are among the constraints for people to get proper consultation from the eye experts which result in the increasing number of eye disease in Indonesia. One way to overcome this problem is by making an application that aims to detect eye disorders early. This application uses a set of data as the basis for knowledge gained from the literature and discussions with an eye health. The knowledge is represented in the form of rules and methods of value for each symptom. Symptoms that have been selected by the user are added by the application for conclusion. This application can be accessed and used free of charge by users of the local public health agencies. This application is expected to help the community to monitor the health of their eyes. Keywords: eye diseases, applications, rule-based.
An Analysis of The Multi-Channel and Multi-phase Queuing System for The Single Trip Commuter Line Kurniawan, Agus; C., Friscilla Dwitama; Felicia, Johana; ., Nico; Marpaung, Budi
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 12 Oktober-Desember 2014
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sarana transportasi merupakan aspek yang sangat penting bagi suatu kota, termasuk kota Tangerang. Namun sayangnya sarana transportasi di kota Tangerang masih belum memadai. Salah satu jenis transportasi yang banyak digunakan saat ini adalah kereta api commuter line. Namun akhir-akhir ini kereta api commuter line mulai mengalami berbagai masalah, seperti antrian yang semakin panjang dan waktu antrian penumpang yang semakin lama. Penelitian ini melakukan analisis sistem pelayanan di Stasiun Tangerang. Sistem antrian di stasiun Tangerang dimodelkan dan diolah dengan bantuan software Win QSB dan software simulasi ARENA. Sebanyak empat skenario dikembangkan untuk mendapatkan konfigurasi sistem layanan yang optimal menggantikan sistem existing. Penelitian ini merekomendasikan perubahan konfigurasi sistem layanan di stasiun Tangerang yang dapat menurunkan biaya sistem pelayanan. Kata kunci: antrian pembelian tiket, multi-channel, multi-phase, WinQSB, simulasi, ARENA  Abstract Transportation is an important aspect for Tangerang. The transportation system in Tangerang unfortunately are insufficient for to meet the demand. One of the mass transportation mode used recently is commuter line train, which now have some problems, such as the long queue and long queuing time passengers. This research was done in Tangerang city station. Queuing system was modelled and solved by Win QSB and ARENA software. There were four scenarios developed to get the optimal configuration for the service system in the station. This research recommended  a new service system configuration which can reduce the service system cost. Keywords: ticket purchasing queue, multi channel, multi phase, WinQSB, simulation, ARENA 
Persyaratan Desain Komponen Struktur Lentur Beton Bertulang Tunggal antara SnI 03-2847-2002 dan SNI 2847-2013 Setiawan, Agus
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 14 April - Juni 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStandar perencanaan untuk struktur beton bertulang di Indonesia mengalami pembaharuan dengan dikeluarkannya SNI 2847:2013 “Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung” sebagai pengganti dari SNI 03-2847-2002. Meskipun tidak terdapat perubahan secara signifikan, namun terdapat beberapa pembaharuan konsep yang seharusnya dipahami oleh pelaku teknis di bidang struktur, terutama seorang perencana struktur. Salah satu perubahan yang dilakukan dalam SNI 2847:2013 adalah dalam masalah perencanaan komponen struktur lentur. Konsep baru dalam SNI 2847:2013 adalah dalam hal perencanaan komponen struktur lentur, yang didasarkan pada regangan tarik netto dari tulangan baja tarik terluar, εt. Berdasarkan nilai εt, maka suatu penampang struktur lentur dapat dikategorikan sebagai penampang terkendali tarik, tekan, atau berada dalam zona transisi. Apabila dalam SNI 2002 nilai faktor reduksi kekuatan, φ untuk komponen struktur lentur adalah seragam sebesar 0,80, maka dalam SNI 2013 nilai φ ditentukan oleh besarnya εt. Kajian berikut menunjukkan hubungan antara nilai εt terhadap rasio tulangan, ρ, serta hubungannya terhadap kapasitas momen lentur penampang. Selain itu juga untuk menentukan rasio tulangan maksimum yang diizinkan untuk tiap mutu beton berdasarkan nilai batas regangan tarik yang diizinkan, yaitu sebesar 0,004. Kata Kunci: komponen struktur lentur, regangan tarik neto, rasio tulangan, faktor reduksikekuatan
Ekspektasi Penumpang Terhadap Kualitas Layanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Sukwadi, Ronald; Chandra, Philip
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 13 Januari - Maret 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan harapan penumpang berdasarkan kewarganegaraan, destinasi, tujuan perjalanan, dan terminal keberangkatan/kedatangan. Dimensi kualitas layanan yang dikembangkan oleh Parasuraman (1985) digunakan untuk menilai harapan penumpang. Data primer diperoleh dari 409 penumpang di bandara internasional Soekarno-Hatta dan melalui survei online. Terkait dengan ekspektasi penumpang, hasil menunjukkan bahwa tak ada perbedaan ekspektasi yang signifikan antara penumpang yang berbeda kewarganegaraan dan berbeda tujuan perjalanan, seperti untuk kepentingan bisnis, liburan, dan mengunjungi keluarga. Namun, terdapat perbedaan ekspektasi yang signifikan di antara penumpang yang bepergian domestik maupun internasional, dan juga diantara penumpang yang berangkat dari/datang ke terminal bandara yang berbeda. Kata kunci: kualitas layanan, ekspektasi penumpang, bandara  Abstract This study aims at comparing the passengers expectations of airport service quality in terms of the passengers’ nationality, destination, travel purposes, departure/arrival terminals. The five service quality dimensions instrument developed by Parasuraman et al. (1985) is applied to assess the passengers’ expectations. The primary data were collected from 409 passengers at the Soekarno-Hatta International Airport and through online surveys. Regarding the service quality expectations, the analysis showed no statistically significant differences between the passengers of different nationalities and those who travelled for different purposes, such as business, holiday, and family visit. However, there were significant differences among domestic flight passengers and international ones who departed from or arrived at different airport terminals. Keywords: service quality, passengers’ expectations, airport 
The Selection of IT Disaster Recovery Location and Work Area Recovery in IAAB Banks with BIA Method and Decision Table ., Surjandy
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada umumnya seluruh bank di Indonesia harus mempunyai IT Disaster and Recovery (IT DR) dan Work Area Recovery (WAR) site untuk melanjutkan operasional bank dalam keadaan bencana. Peraturan ini tertulis di dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) tahun 2007 mengenai Manajemen Risiko. Bank IAAB adalah sebuah bank multinasional yang telah mengubah bisnis strateginya dengan menjual bisnis ritel kepada bank lain. Oleh karena itu, bank  hanya memiliki satu lokasi di Jakarta sejak bulan Juni 2010. Karena kondisi awal bank tidak memiliki lokasi IT DR dan WAR, bank telah memulai proyek untuk membangun lokasi IT DR dan WAR sejak tahun 2009. Selama proyek berlangsung, 20% hingga 30% dari waktu proyek digunakan untuk menganalisis, dimanakah tempat yang baik sebagai lokasi IT DR dan WAR. Buku-buku tidak pernah menyebutkan secara jelas lokasi yang baik, oleh sebab itu Bank kesulitan  untuk menemukan tempat yang tepat. Dalam mencari lokasi yang tepat Bank menggunakan Threat Assessment Methodology (Qualitative) dan Tabel Keputusan. Kata kunci: BCP, IT DR Site, work area recovery, tabel keputusan, manajemen bencana  Abstract All banks in Indonesia basically must have an IT Disaster Recovery (IT DR) and Work Area Recovery Site (WAR) to continue bank operation in the event of disaster. This regulation is  stated in the Peraturan Bank Indonesia (PBI) 2007 about Risk Management.  Bank IAAB is a multinational bank, and has changed the business strategy to sell retail businesses to other banks.  For that reason, the bank will only have one location in Jakarta starting in June 2010. Regarding the condition of having no IT DR & WAR site, the bank has started a project to build IT DR and WAR site since October 2009.  During the project, 20% to 30% of project time was used to analize a good location for IT DR & WAR site. The books never stated clearly about this good location therefore the bank had difficulties in finding the right location.  In order to find the right location, the bank used Threat Assessment Methodology (Qualitative) and decision table as a solution Key words: BCP, ITDR Site, work area recovery, decition table, disaster management
An Analysis of The Tuition Fee Payment System in UKRIDA using Analytical Hierarchy Process (AHP) Method Kurniawan, Velianny; Hayat, Cynthia
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 12 Oktober-Desember 2014
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis sistem pembayaran perkuliahan di Ukrida yang mudah bagi mahasiswa. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada analisis pengambilan keputusan sebagai alternatif sistem pembayaran. Sistem pembayaran yang tersedia adalah sistem manual dan sistem autodebit. Jenis dan sumber data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari studi literatur. Analisis penelitian dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan software Expert Choice v.11 untuk memastikan bahwa keluaran konsisten dengan penskalaan yang dilakukan dari analisis data kuesioner. Hasil analisis dengan metode AHP menunjukkan bahwa Jadwal Pembayaran mempunyai vector eigen tertinggi dan nilai vector eigen dari sistem pembayaran, yaitu sistem pembayaran autodebet. Kata Kunci: analisis sistem pembayaran, Analytical Hierarchy Process (AHP), Expert Choice v.11. Abstract This research aimed at finding an easier tuition fee payment system for the Ukrida students. Its scope was limited to the decision-making analysis that could serve as an alternative payment system. The payment systems available were autodebit and manual payments. The data type and source selected for this research were primary and secondary data. The method applied was the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Expert Choice v. 11 software. The result comparison was done using Analytical Hierarchy Process (AHP) method and software Expert Choice v. 11 to ensure that the output was consistent with the data analysis of the questionnaire. The research found that an alternative payment system appropriate for the students were the autodebit payment as it showed the highest value of eigenvector.  Keyword: Payment System Analysis; Analytical Hierarchy Process (AHP); Expert Choice v.11.
An Optimality Analyisis of Hand to Mouth and N-Forward Buying with Mixed Integer Programming Method Jodiawan, Panca; Tannady, Hendy
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berjalannya waktu, peningkatan jumlah perusahaan mendorong masing – masing perusahaan untuk mengembangkan strategi yang lebih baik dalam menghadapi kompetisi. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan tersebut, salah satunya adalah dengan mengatur aktivitas pembelian. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas dari metode – metode yang umum digunakan dalam aktivitas pembelian, hand to mouth buying dan N – Forward buying. Metode yang digunakan untuk menguji optimalitas dalam penelitian adalah pemodelan matematika. Model tersebut berbasiskan mixed integer programming yang diimplementasikan di dalam data hipotetikal. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditemukan bahwa terdapat suatu kasus dimana hasil kedua metode tidak optimal. Namun demikian, ketika analisis sensitivitas dilakukan dalam bentuk perubahan biaya penyimpanan pada contoh kasus yang diberikan, akan terlihat bahwa optimalitas terjadi, baik oleh Hand to Mouth buying atau N – Forward buying. Karena itu, akan lebih baik mempertimbangkan optimalitas dari kedua metode pembelian ini karena metode ini tidak mampu memberikan solusi terbaik dalam beberapa keadaan permasalahan pembelian walaupun dapat memberikan hasil yang optimal dalam sebagian besar keadaan.    Kata kunci: Hand to Mouth Buying, N – Forward Buying, model Matematika  Abstract The increasing number of companies forces each organization to develop better strategies for facing the competition. Different ways can be utilized to help the organization; one of which is to modulate the purchasing activity. Having a good purchasing decision will maximize profis and minimize spending. This research aims at examining the optimality of common purchasing methods, Hand to Mouth buying and N – Forward buying. The method used for testing the optimality is mathematical modelling. The model is based on mixed integer programming principles utilizing  both general and binary integer variables. After the model was implemented in hypothetical data, it was found that there was a case in which both of these methods are not optimal. The mathematical modelling provided a better solution than these purchasing methods. However when the sensitivity analysis in its holding cost of the sample problem is conducted, the optimality was achieved by either Hand to Mouth buying or N – Forward buying. It is recommended to consider the optimality of these methods in the implementation as they are not the best solution for all purchasing problems.  Keywords: Hand to Mouth Buying, N – Forward Buying, Mathematical Model
The Design of Wind Speed and Direction Detector with Microcontroller AT89S52 Mandagi, Albert; Harsono, Budi; ., Wiryadi
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 12 Oktober-Desember 2014
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDetektor Kecepatan dan Arah Angin Berbasis Mikrokontroller AT89S52 berfungsi sebagai pengamat keadaan cuaca, khususnya kecepatan dan arah angin. Untuk mendeteksi kecepatan angin digunakan Generator DC yang dipadukan dengan ADC0804,  sedangkan untuk medeteksi arah angin digunakan sensor LDR yang dipadukan dengan reflektor, yang dapat bergerak otomatis. Output detektor arah angin dan ADC akan diteruskan ke mikrokontroler AT89S52 untuk diproses dan ditampilkan pada rangkaian LCD. Alat ini efektif bekerja sampai kecepatan angin maksimum 5 m/s  dengan delapan arah mata angin. Kata kunci: angin, kecepatan, arah, mikrokontroler. Abstract Wind  Speed and Direction Detector based on Microcontroller AT89S52  functions as an observer of weather conditions, especially the wind speed and direction. DC generators combined with ADC0804 are used to detect wind speed, while sensor LDR coupled with a reflector that can move automatically are used to detect wind direction. Output wind direction detector and output  ADC will be forwarded to the microcontroller AT89S52 to be processed and displayed on the LCD. This instrument effectively works to a maximum wind speed of 5 m/s with 8 cardinal directions. Keywords: wind, speed, direction, microcontroller.
The Design of SSB Suppressed Carrier Generator using OP AMP Based Phase Shift (SSBSC) Mandagi, Albert
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangkit SSBSC adalah suatu alat yang berfungsi untuk membangkitkan sinyal Single-Side Band (SSB) dengan menggunakan  metode pergeseran fasa sebesar 900. Pada salah satu bagian di alat ini, sinyal informasi dan sinyal carrier dimodulasi dengan rangkaian balanced modulator akan digeser fasanya sebesar 900 kemudian dijumlahkan atau dikurangkan. Alat ini terdiri dari  rangkaian buffer, rangkaian phase shift 900, rangkaian balance modulator,  rangkaian  adder, dan rangkaian substractor. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan menerapkan metode phase shift sebesar 900, keluaran alat ini akan menghasilkan sinyal SSB, yaitu sinyal lower sideband (LSB) dan sinyal upper sideband (USB). Kata kunci: phase shift, single sideband, balanced modulator  Abstract SSBSC generator is a device used to generate Single-Side Band (SSB) signals by using the method of 90o phase shift. On one part of the device, the information signal and carrier signal will be modulated by using balanced modulator circuit of 900phase shift and further be added or subtracted. The device consists of buffer circuit, 90o phase shift, balance modulator circuit, adder and substractor circuits. The results show that by applying the method of 90o phase shift, the device  will produce an SSB sigma consisting of  the lower sideband (LSB) signal and the upper sideband (USB)signal. Keywords:  phase shift,  single-sideband, balance modulator
Analisis Kemacetan di Jalan Lingkar Dalam Kota Jakarta (Gerbang Tol Cililitan) Santoso, Chaniago Helmi; Tannady, Hendy; Caesaron, Dino
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 14 April - Juni 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAntrian adalah suatu kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Menunggu di depan loket untuk mendapatkan tiket kereta api atau tiket bioskop, gerbang tol, bank, kasir supermarket, dan situasi-situasi lain yang sering ditemui. Antrian terjadi disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Penelitian ini membahas tentang sistem antrian di Gerbang Tol Cililitan, yang berada di bawah naungan PT Jasa Marga,Tbk. Volume kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cililitan dapat dikategorikan padat setiap harinya. Hal ini membuat sering terlihat antrian yang cukup panjang, terutama pada jam sibuk di saat pagi dan menjelang sore hari. Fenomena ini terjadi dikarenakan sistem jalan tol yang belum maksimal, yaitu sebelum masuk gerbang tol terdapat empat jalur, kemudian setelah memasuki gerbang tol dari empat jalur tersebut meluas menjadi 18 jalur, untuk menuju masing-masing gardu, setelah selesai pembayaran dari 18 jalur kembali menyempit menjadi empat jalur lagi, sehingga terjadi bottleneck (sumber kemacetan). Salah satu ukuran performansi dari sebuahsistem antrian adalah faktor utilisasi, dimana suatu sistem antrian yang baik memiliki faktor utilisasi di atas 60%. Faktor utilisasi merupakan persentase waktu kerja efektif dari sebuah sistem selama rentang waktu tertentu. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa faktor utilisasi dari tiap gardu tol pada shift-nya masih belum maksimal sehingga salah satu dampaknya adalah kepadatan yang cukup signifikan di gerbang pintu tol. Terdapat beberapa alternatif yang diusulkan dalam penelitian ini untuk memperbaiki kinerja dari gerbang tol tersebut, yaitu peluasan ruas jalan tol setelah pembayaran, pemberlakuan sistem ‘petugas tol asongan’ pada shift 1 dan 2, serta mengurangi jumlah gardu tol pada shift 3.Kata Kunci: sistem antrian, kemacetan, gerbang tol, utilisasi