cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknik dan Ilmu Komputer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
Pengukuran Kinerja Protokol Routing Hierarchical Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy pada Wireless Sensor Network Johan, Vivi Margaret; M., Veronica Windha; B., Sandra O.; Tanudjaja, Harlianto; ., Lukas
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 13 Januari - Maret 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi Wireless sensor network (WSN) berkembang dengan cepat. Hal ini disebabkan karena teknologi WSN memiliki beberapa keunggulan, seperti praktis, memiliki hasil yang akurat, dan biaya operasional yang rendah. Akan tetapi, keterbatasan energi pada nodesensor menyebabkan kinerja WSN menjadi kurang maksimal. Keterbatasan energi ini dapat diatasi dengan penggunaan protokol routing yang hemat energi. Hierarchical Low Energy AdaptiveClustering Hierarchy (H-LEACH) merupakan salah satu protokol routing hemat energi. Protokol routing ini merupakan pengembangan dari protokol routingLow Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH). Pembentukan cluster master menjadi prinsip utama H-LEACH dalam mengirimkan data ke base station (BS). Tujuan pembentukan mastercluster ialah mengurangi tingkat konsumsi energi clusterhead ketika mengirimkan data ke BS. Pengukuran kinerja protokol H-LEACH dilakukan melalui simulasi menggunakan program NetworkSimulator (NS) versi 2.35. Hasil simulasi protokol routing H-LEACH pada WSN menunjukkan adanya pengaruh yang cukup signifikan antara jumlah cluster master dengan tingkat konsumsi energi dan thorughput yang berhasil diterima node tujuan. Kata kunci: H-LEACH, konsumsi energi, NS, throughput, WSN  Abstract Wireless Sensor Networks (WSN) technology has grown by leaps and bounds. The growth is due to the technology advantages such as practicality, accuracy, and low operation cost. However, the limited energy of the node sensor reduces the WNS performance. This energy limitation can be overcome by using the energy efficient routing protocol, such as Hierarchical Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy (H-LEACH). This routing protocol is an enhancement of the Low Energy Adaptive routing protocols Clustering Hierarchy (LEACH). The formation of the cluster master is a fundamental principle of H-LEACH in sending data to the base station (BS). The aim is to reduce the formation of the cluster-master level energy consumption when the cluster head sends the data to the BS. The measurement of H-LEACH protocol performance is done by a simulation performed by using the program Network Simulator (NS) 2.35 version. The simulation results of H-LEACH routing protocol in WSN showed a significant effect of the number of cluster-master on the energy consumption level and the amount of throughput sent successfully. Keywords : energy consumption, H-LEACH,NS, throughput, WSN  
The Internet Banking Service Quality at PT Bank XYZ Towards Costumer Loyalty using E-Service Quality Method (E-SERVQUAL) Chandra, Yakob Utama
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan Internet Banking. Pengukuran kualitas pelayanan internet banking menggunakan metode E-Servqual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan internet banking PT Bank XYZ terhadap loyalitas nasabah, mengetahui fitur yang sering digunakan oleh nasabah, dan mengetahui fitur yang perlu dikembangkan. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis kualitas pelayanan Internet Banking PT Bank XYZ terhadap loyalitas nasabahnya secara kuantitatif dan kualitatif. Pengolahan data penelitian yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, diharapkan membuahkan suatu hasil yang selanjutnya dapat berguna baik untuk pihak PT Bank XYZ, pembaca lainnya, dan peneliti untuk penelitian lebih lanjut. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah faktor kualitas pelayanan yang paling berpengaruh pada loyalitas adalah faktor efficiency, fulfillment, system availability, dan privacy. Faktor yang belum berpengaruh terhadap loyalitas adalah responsiveness. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan responsiveness agar loyalitas nasabah dapat lebih ditingkatkan. Kata Kunci: internet banking, kualitas pelayanan, e-servqual, loyalitas nasabah  Abstract Every Bank always improves the service quality of its Internet Banking. Service Quality can be measured by using E-Servqual. The Purpose of this research is to determine the service quality of PT. Bank XYZ internet banking on customer loyalty, to know the features that are often used by the customer, and to learn the features that need to be developed. This research will analyze the service quality of internet banking to the loyalty of its customers quantitatively and qualitatively. The data obtained through the interviews and questionaires is expected to produce an outcome which in turn can be useful both for PT. Bank XYZ, other readers, and researchers. The result of this research suggest that the most influential service quality factor on the loyalty are efficiency, fulfillment, system availability, and privacy. The factor that does not influence loyalty is responsiveness factor. It is therefore necessary to improve the quality responsiveness to increase the customer loyalty. Key words: internet banking, service quality, e-servqual, customer loyalty
Reability Analysis of Substation Parent Capacity (GI) using Distributed Power Generation (PLT) at Distribution Network 20 KV Setiadji, Julius Sentosa; Hosea, Emmy; Penangsang, Ontoseno; Kosasi, Hary Kurniawan
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keandalan jaringan distribusi merupakan sebuah aspek penting dalam merencanakan dan mengoperasikan sistem distribusi. Pembangkit Listrik Tersebar (PLT) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keandalan yang dapat diterima oleh pelanggan selama pertumbuhan beban.Paper ini menyajikan sebuah model keandalan untuk menentukan ekivalensi PLT dengan sebuah fasilitas distribusi berdasarkan perbandingan tingkat keandalan (SAIFI, SAIDI, dan AENS) yang diberikan. Penambahan satu unit PLT dengan ukuran yang besar, yaitu 1 MW atau dua unit PLT dengan ukuran yang lebih kecil, yaitu 800 kW dan 300 kW, dapat mengurangi nilai SAIFI sebesar 18.38 % (dari 1.98695 menjadi 1.62178), SAIDI sebesar 12.17 % (dari 0.09681 menjadi 0.08503), dan AENS sebesar 12.00 % (dari 162.74686 menjadi 143.20978). Pengurangan nilai SAIFI, SAIDI, dan AENS menunjukkan perbaikan keandalan jaringan distribusi. Kata kunci: keandalan, Pembangkit Listrik Tersebar (PLT), SAIFI, SAIDI, AENS.  Abstract Distribution system reliability is an important aspect  in planning and operating distribution system. Distributed Generation (DG) is one of the ways to improve reliability levels to customers as load increases. This paper presents a reliability model for determining the DG equivalence to a distribution facility based on the comparable reliability levels (SAIFI, SAIDI and AENS). Adding one unit DG with bigger size, which is 1 MW, or two unit DG with smaller size, which are 800 kW and 300 kW, can decrease the value of SAIFI by 18.38 % (from 1.98695 to 1.62178), SAIDI by 12.17 % (from 0.09681 to 0.08503) and AENS by 12.00 % (from 162.74686 to 143.20978). The decrease value of SAIFI, SAIDI and AENS showed the improvement of the distribution system reliability.                               Key words: Reliability, distributed generation (DG), SAIFI, SAIDI, AENS   
Costumer Value Creation Strategy Based On Company Internal Data Sukwadi, Ronald; Suef, Mokh; Widawati, Enny; Lucky, Novryan
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Globalisasi ekonomi dan ketatnya persaingan merupakan tantangan baru bagi setiap perusahaan, terutama untuk usaha kecil menengah (UKM). UKM seharusnya dapat memuaskan pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk. Dalam memperbaiki kualitas produk, metode survei sering dilakukan untuk memeroleh pendapat dan kebutuhan pelanggan. Namun, UKM di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya menghadapi masalah terkait dengan sumber daya dan pengarahan. Studi ini meneliti penggunaan data internal perusahaan sebagai input alternatif suara pelanggan menggantikan survei pelanggan. Hasil studi kasus pada industri makanan dan minuman menunjukkan bahwa suara konsumen yang didapat dari data internal lebih mudah bagi UKM dibandingkan dari survei pelanggan. Selanjutnya, Blue Ocean Strategy (BOS) and refined Kano model digunakan untuk menciptakan nilai pelanggan dan juga untuk memperoleh nilai dari pelanggan. Kata kunci:  nilai pelanggan, data internal, model refined Kano,  Blue Ocean Strategy, UKM  Abstract Economic globalization and intense competition pose new challenges to all companies especially for small and medium enterprises (SMEs). SMEs should be able to satisfy their customers by improving the quality of their products. In improving the quality of products, survey methods are often conducted to obtain customer opinions and needs. However, SMEs in Indonesia and other developing countries often face problems implementing those survey methods due to lack of resources and direction. This study examines the use of company’s internal data as an alternative input for the voice of customer (VOC) replacing a customer survey. The results of this case study in food and beverage industries show that the VOC from the company’s internal data are much simpler than that of the customer need survey. Moreover, Blue Ocean Strategy (BOS) and refined Kano model are applied to create Customs value and to obtain value from the customers. Keywords: customer value, internal data, refined Kano model, Blue Ocean Strategy, SMEs
LTE Analysis and Fabrication of Microtrip Antenna with a Fixed Frequency 2,6 GHz and 2,3 GHz Mobile Julius, Wilson; Alam, Syah; Arjadi, Harry
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 12 Oktober-Desember 2014
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antena mikrostrip merupakan antena yang saat ini cukup terkenal karena memiliki keunggulan sehingga compatible dan mudah diintegrasikan. Kebutuhan manusia dalam berkomunikasi tidak hanya terbatas pada komunikasi suara saja, akan tetapi manusia menuntut untuk dapatnya dilakukan komunikasi data. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan memfabrikasi antena mikrostrip yang dapat bekerja pada frekuensi fixed standar LTE, yaitu 2,6 GHz dan mobile 2,3GHz agar menghasilkan pola radiasi, VSWR, return loss, dan gain yang lebih baik. Setelah mendapatkan spesifikasi antena yang diinginkan pada simulator kemudian antena dicetak atau direalisasikan. Kata Kunci: antena mikrostrip, LTE, pola radiasi, VSWR, return loss, gain  Abstract Microstrip antenna is currently popular due to its compatibility and easy integration. With the LTE technology, people need not only voice but also data communications. The purpose of this study was to analyze and fabricate microstrip antenna which can work on the fixed LTE standard at the frequency of 2.6 GHz and 2.3 GHz mobile. The results expected were radiation pattern, VSWR, return loss and better gain. After getting the desired specifications of the antenna on the simulator,  the antenna was then printed or realized. Keywords: microstrip antenna, LTE, radiation pattern, VSWR, return loss, gain
Rancang Bangun Car Audio Breaker Berbasis Mobile Phone Mandagi, Albert
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 14 April - Juni 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCar audio breaker berbasis mobile phone adalah sebuah alat yang direalisasikan untuk memutuskan saluran audio pada mobil ketika terdeteksi radiasi dari mobile phone yang sedang digunakan. Car audio breaker berbasis mobile phone ini terdiri dari rangkaian penguat, rangkaian clamping, rangkaian komparator, rangkaian multivibrator monostabil dan rangkaian penggerak relay. Pada alat ini, untuk membungkamkan saluran audio digunakan saklar relay yang akan memutuskan saluran audio yang terhubung antara sumber audio dengan penguat audio. Dengan menggunakan alat ini maka pembicaraan menggunakan mobile phone dalam mobil tidak akan terganggu oleh suara audio mobil.Kata kunci: breaker, car audio, mobile phone.
IMPLEMENTASI HONEYPOT DENGAN RASPBERRY PI SEBAGAI ALAT BANTU PENDETEKSI KEAMANAN JARINGAN DAN PENANGKAP MALWARE Andros, Refan; ., Lukas
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 13 Januari - Maret 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini internet sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam hal komunikasi. Salah satu permasalahan keamanan dalam internet adalah malware. Malware adalah sebuah program atau perangkat lunak yang diciptakan untuk tujuan tidak baik. Untuk menangani masalah malware, diperlukan suatu alat yang dapat membantu mendeteksi malware dengan menangkapnya terlebih dahulu tanpa menjalankannya. Alat yang tepat untuk menangani masalah tersebut adalah Honeypot Dionaea. Honeypot Dionaea tidak memerlukan spesifikasi tinggi untuk dapat dijalankan sehingga Raspberry Pi cocok digunakan sebagai sensor Honeypot Dionaea. Data yang diperoleh Dionaea bukan hanya malware, tetapi juga data yang berkaitan dengan malware tersebut. Data tersebut akan diproses oleh server untuk ditampilkan dalam bentuk halaman web. Server tersebut akan dibangun menggunakan Django berbasis Python dan menggunakan basis data SQLite. Dari hasil pengujian, Honeypot Dionaea mampu menangkap malware yang kemudian dapat digunakan untuk membuat laporan dalam halaman web.Laporan tersebut dapat membantu analisis tentang frekuensi asal malware, frekuensi port yang diserang, dan frekuensi serangan rata-rata dalam sehari.  Kata kunci:django, python, SQLite3, honeypot,raspberry pi.  AbstractInternet has become a fundamental need in Communications today. One of the internet security issues is malware, a program or software created to harm computers or computer system. A tool to detect and remove malware before it infects the computer is required to deal with this problem. The most appropriate tool to perform the task is Honeypot Dionaea. Since Dionaea Honeypot does not require high specifications to run, the Raspberry Pi is suitable for a Honeypot Dionaea sensor. The data obtained from the Honeypot Dionaea are not only malware but also other data related to the malware. The data are then processed by the analysis server and presented in a form of a web page. The server is built using the Phython-based Django and SQLite Database. The test results showed that Dionaea honeypot was able to capture the malware, of which the data can be used to create a report in the web page. The report could be used to analyze the original malware frequency, the frequency of attacked port, and the average frequency of attacks per day.Keywords:django,python, SQLite3, honeypot,raspberry Pi.
Proposed Improvements in Work Postures to Reduce Musculoskeletal Disorder Risk of The Workers Posture in the Packing Division PT XYZ Widianty, Yenny; Sudri, Ni Made; Nendissa, Bendjamin Ch.; Fajar, Rachmat
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ adalah perusahaan yang memproduksi produk kemasan fleksibel (Flexible Packaging). Dalam penanganan aktivitas pekerjaannya, PT XYZ masih melakukannya secara manual dimana terdapat pekerja yang bekerja dengan frekuensi gerakan yang berulang dan melakukan pengangkatan beban berlebihan pada bagian packing. Penelitian ini diawali dengan penyebaran kuisioner keluhan dan Nordic Body Map (NBM) kepada setiap pekerja. Dari hasil kuisioner tersebut, semua pekerja mengalami keluhan MSDs pada bagian tubuh bahu kanan (77,8%), bahu kiri (66,7%), leher bagian atas, punggung, dan pinggang (44,4%). Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan salah satu metode yang efektif untuk melakukan evaluasi postur kerja. Dari evaluasi postur kerja (risiko dari faktor pekerjaan) dengan piranti lunak RULA untuk aktivitas proses pengemasan dan aktivitas penempatan produk pada bagian Packing diperoleh hasil adalah pada level 4 dengan tingkat risiko dan tindakan yang perlu diadakan perubahan dan perbaikan segera. Selain itu, risiko dari faktor pekerja, seperti umur, jam tidur, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok juga berpotensi mempercepat terjadinya keluhan MSDs. Oleh karena itu, usulan perbaikan yang dilakukan berupa perubahan meja kerja yang ergonomis, yaitu dengan panjang 178,04 cm, lebar 76,91 cm, dan tinggi yang disesuaikan untuk setiap pekerja 88,92 cm, 94,78 cm, dan 100,64 cm, penambahan alat handling berupa jib crane, perbaikan terhadap postur kerja yang benar, dan perubahan layout tata letak fasilitas kerja yang baru. Kata Kunci:  keluhan MSDs, nordic body map (NBM), rapid upper limb assessment (RULA), ergonomis Abstract PT XYZ is a manufacturing company of flexible-packaging product. In the operational side, manual processes are still dominant in the company. The workers work in very repetitive movements and sometimes lift up overload product packages. This research begins with dissemination of complaint questionnaires and Nordic Body Map (NBM) to the workers. The research result shows that all sampling workers have MSDs complaints on their right shoulders (77.8%), left shoulder (66.7%), upper neck, backbones, and hips (44.4%). Rapid Upper Limb Assessment (RULA) is one of the most effective methods to evaluate the working posture. The evaluation of work posture (risk factors of work) with the software RULA for packaging process activity and product placement activity show that the results obtained is at level 4. Thus, it needs immediate changes and improvements. In addition, risk factors of workers such as age, sleeping time, sport and smoking habits, potentially enhance the MSDs complaints. Four solutions are then proposed. First, changes in work-desk dimensions to be more ergonomic with length of 178.04 cm, width of 76.91 cm, and heighst that can be adjusted to each worker: 88.92 cm, 94.78 cm and 100.64 cm. The second solution is adding more handling equipment such as jib cranes. Correcting work postures is another and changing the layout of the work facilities are the third and fourth solutions. Key words: MSDs complaints, nordic body map (NBM), rapid upper limb assessment (RULA), ergonomic
Room Tranquility Reminder Circuit Tandi, Wisely; Wiyanto, Eddy; Tandian, Erlando Christiawan; Sutanto, Thomas; Madra, Quinta Nadya
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketenangan merupakan suatu kondisi yang diperlukan di beberapa lokasi atau tempat tertentu, misalkan perpustakaan, tempat ibadah, dan sebagainya. Seringkali ketenangan ini terganggu dikarenakan adanya orang-orang yang mengobrol atau bahkan bersenda gurau. Alat ini dapat memberikan peringatan secara otomatis kepada pengguna ruangan untuk tetap menjaga ketenangan ruangan. Alat ini akan aktif saat mendeteksi tingkat kebisingan ruangan meningkat. Tingkat suara yang dikategorikan mengganggu ketenangan dapat diatur sesuai dengan tingkat kebisingan masing-masing yang dapat ditolerir. Dengan sistem ini diharapkan ketenangan akan tetap terjaga dan memberikan efek malu kepada pihak-pihak yang mengganggu ketenangan ruangan. Kata Kunci: Ketenangan Ruangan, Otomatisasi, Pemberi Peringatan  Abstract Tranquility is a necessary condition in some locations or certain places such as libraries and places of worship. The tranquility is often boreken when people talk excessively or even frolic. This tool can provide automatic alerts to the room users to maintain the room quietness. This tool will be activated when the noise level increases. The sound level categorized as disturbing can be adjusted according to the respective noise levels that can be tolerated. This system is expected to maintain the tranquility and give shame effect to the parties disturbing the tranquility of the room. Keywords: Room Tranquility, Automation, Warning Giver
Strategi Pengembangan Plastic shopping Bag Berdasarkan Preferensi Konsumen dengan Pendekatan Metode Kansei Engineering (Studi Kasus: PT Era) Salomon, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson; Saputra, Natalia Lydia
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 14 April - Juni 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemenuhan kebutuhan konsumen merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan suatu produk dalam suatu perusahaan. Namun, saat ini konsumen semakin kritis dalam memilih produk sehingga tidak hanya aspek fungsional saja yang diperhatikan, melainkan juga aspek lain, seperti emosi, perasaan, dan impresi (kansei) terhadap produk yang akan dipilih. Kansei engineering merupakan metode untuk menerjemahkan kansei seseorang terhadap produk yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kansei engineering untuk membantu perusahaan memahami kebutuhan konsumen serta menerjemahkannya ke dalam rancangan produk baru yang memiliki daya guna dan citra yang baik di mata konsumen. Pengumpulan data utama dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner dengan teknik semantic differential. Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh 11 kata kansei yang menjadi kriteria penting konsumen dalam memilih produk plastic shopping bag. Analisis konjoin dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kata kansei tersebut dengan enam item dan 18 kategori elemen desain produk. Hasil analisis konjoin meliputi nilai utilitas dan tingkat kepentingan masing-masing elemen desain. Melalui nilai utilitas tersebut diperoleh spesifikasi produk baru yang merupakan kombinasi elemen desain dengan nilai utilitas optimum.Kata kunci: kansei engineering, semantic differential, analisis konjoin