cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA Hana, Muhamad Nurul
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i1.359

Abstract

Komputer sebagai media pembalajaran sudah lama menjadi bahan kajian dalam bidang pendidikan. Beberapa model pemanfaatan komputer dalam pembelajaran diantaranya CAI (Computer Assisted Instruction), CML (Computer Managed Learning) dan CMC (Computer Mediated Communication). Ketersediaan computer untuk pemeblajaran saat ini sudah memadai apalagi untuk wilayah perkotaan, namun ketersediaan software sebagai perangkat pembelajaran masih menjadi kendala, terutama ketersediaan software untuk tingkat menengah dan lanjutan dengan pengantar bahasa Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan software yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: tahap analisis kebutuhan pengembangan software, tahap pengembangan software dan tahap aplikasi penggunaan software di lapangan. Hasil kajian menunjukkan adanya kebutuhan software untuk membantu menjelaskan topik Sistim Periodik Unsur. Tahap pengembangan software dilakukan dengan membangun software multimedia menggunakan bahasa compiler Borland Delphi. Tahap aplikasi dilakukan dengan mengujicobakan software yang telah dibuat pada siswa kelas I SMA. Hasil aplikasi software di sekolah menunjukkan bahwa software dapat mengembangkan keterampilan berpikir siswa pada aspek fluency dan aspek flexibility.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN TEKANAN DI SMP NEGERI 1 MERAPI BARAT Juwanda, Rio; Siahaan, Sardianto M; Muslim, M.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran perubahan konseptual terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan Tekanan di SMP Negeri 1 Merapi Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain penelitian adalah nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 siswa yang diambil secara acak dalam 2 kelas yaitu 36 siswa kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual, sedangkan kelas kontrol hanya diajarkan dengan pembelajaran konvensional metode ceramah. Baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen sama-sama diberi tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Berdasarkan analisa data nilai rata-rata pre-test untuk kelas eksperimen adalah 41, dan nilai rata-rata pre-test kelas kontrol adalah 34. Selain itu, nilai rata-rata post-test untuk kelas eksperimen yaitu 83 dan nilai rata-rata post-test untuk kelas kontrol yaitu 62. Dari analisa data gain termormalisasi diperoleh hitungt = 3,89 dan tabelt = 1,996. Ini berarti hitung t > tabel t sehingga hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak ada pengaruh model pembelajaran perubahan konseptual terhadap hasil belajar siswa Pokok Bahasan Tekanan di SMP Negeri 1 Merapi Barat, ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan ada pengaruh model pembelajaran perubahan konseptual terhadap hasil belajar siswa Pokok Bahasan Tekanan di SMP Negeri 1 Merapi, diterima.Kata Kunci: hasil belajar, model pembelajaran perubahan konseptual
PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GAP Carnia, Ema; Aisah, Isah; Sylviani, Sisilia
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.455

Abstract

Strukur Aljabar sebagai salah satu mata kuliah wajib yang diberikan di Program Studi Matematika di Indonesia dirasakan sulit oleh sebagian besar mahasiswa. Sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi hal itu maka diperkenalkan penggunaan software GAP (Group, Algorithm, and Programming) dalam proses belajar mengajar pada mata kuliah Strukur Aljabar. Selain mendukung dalam proses pembelajaran, penggunaan software GAP ini mendukung pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi, khususnya di Program Studi Matematika, yang secara tidak langsung menuntut pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Pengajaran dengan menggunakan software ini akan diujicobakan di Departemen Matematika FMIPA UNPAD. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan motivasi untuk belajar Struktur Aljabar dengan cara yang tidak membosankan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Penelitian ini baru sebatas kajian teori dan belum diimplementasikanKata kunci: GAP, Struktur Aljabar.
PRINSIP VARIASI VAN BAAK SEBAGAI METODE ALTERNATIF DARI TEOREMA SIMPAL KIRCHHOFF UNTUK MENYELESAIKAN PERSOALAN-PERSOALAN RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH Tayubi, Yuyu R.; Suhandi, Andi; Kaniawati, Ida; Noor, Suhendiana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.391

Abstract

This study compared teaching electric circuit by applying Van Baak Variation Principle and by applying Kirchhoff loop theorem in developing students’ ability to solve DC circuit problems. The study was conducted in one high school in Lembang, about eight km from Bandung to the north. Most of the students come from farmer families with social-economic class status between middle and low. Two intact classes were involved in the study. One class was taught to use van Baak’s variational principle, and the other one was taught to use Kirchhoff loop theorem to solve circuit problems. The result indicates that students performed significantly better in applying van Baak variational principle than Kirchhoff loops theorem to solve complex electric circuit problems. No difference was found in student performance for simple circuits.  Keywords: Van Baak variation principle, Kirchhoff loop theorem, DC electric circuit.
AND THEMATIC INSTRUCTIONAL FOR PROSPECTIVE ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS Siahaan, Parsaoran; Lyliyasari, Ms
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.293

Abstract

This research, is part of a research on the development of a learning to improve mastery concept of science and the instructional. The learning model in this research integrate two courses with different subject and different semester in two PGSD of several campuses of an university of teacher training.  PGSD-X, which is in the same city with the University and PGSD Y in other city at the same province. Subject of the research consisted of 25 prospective teacher students in PGSD X and 26 prospective teacher students in PGSD-Y. Scenario of learning was done in 4 phases, namely: (1) modeling phase, (2) discussions phase, (3) enrichment phase, and (4) peer teaching phase. The learning topics is the integration of food’s topic and thematic. The data was collected before learning (pre test) and after learning (post test). Data analysis was done by calculating the normalized gain from Hake <g>. The results from PGSD-X  obtained  <g>=0,72±0,07 in the mastery of food  and  <g>= 0,70±0,14 in thematic. The results from PGSD-Y obtained <g>=0,66±0,10 in the mastery of food and <g>=0,53±0,20 in thematic. The results could be concluded that the ability of prospective teachers in the PGSD X better than PGSD –Y in mastery of food concept and thematic instructional. Key words: learning model, prospective teachers, food, thematic
Jurnal Pengajaran MIPA fpmipa, jpmipa
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISSN 1412-0917Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 1-141 
PEMBELAJARAN EKOLOGI TUMBUHAN MENGGUNAKAN METODE PEMECAHAN MASALAH DENGAN BANTUAN TUTOR SEBAYA Amprasto, MR; Supriatno, Bambang; Safaria, Tina
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i2.325

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi dalam Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan masih belum memuaskan. Karakteristik mata kuliah Ekologi Tumbuhan yang terkait dengan cabang ilmu lainnya menuntut mahasiswa menggunakan konsep-konsep cabang ilmu lainnya dalam mempelajari ekologi. Karakteristik tersebut menyebabkan tidak semua mahasiswa dapat memahami konsep ekologi dengan mudah. Diperkirakan apabila difasilitasi dengan metode yang memungkinkan mahasiswa menggunakan dan menghubungkan banyak konsep dapat membantu mahasiswa memahami konsep ekologi. Penelitian dilakukan dengan metode action research dalam dua siklus . Penerapan metode Pemecahan Masalah yaitu dengan mendisain praktikum sedemikian rupa sehingga masing- masing topik praktikum menjadi suatu masalah yang dipecahkan melalui observasi/penelitian sederhana diharapkan dapat mengoptimasi kemampuan mahasiswa karena sifat materi mata kuliah bersifat interdisipliner (melibatkan banyak konsep biologi lainnya) dan terkait dengan kehidupan sehari-hari, selain itu juga pelaksanaan praktikum menjadi menarik, tidak membosankan. Pelaksanaan praktikum di luar kelas, dengan tempat yang terpisah,  menggunakan Tutor sebaya yang dipilih dengan kualifikasi tertentu yang berperan sebagai katalisator, dinamisator, dan motivator dalam kerja kelompok sehingga pembelajaran lebih efektif. Hasil belajar  mahasiswa menunjukkan rerata nilai tes awal = 13,16; nilai tes pertama = 78,81 dan nilai tes kedua = 68,68. Meskipun sudah ada peningkatan hasil belajar, namun masih perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lain.
MATHEMATICAL COMMUNICATION ABILITY AND DISPOSITION (EXPERIMENT WITH GRADE-11 STUDENTS USING CONTEXTUAL TEACHING WITH COMPUTER ASSISSTED) Yonandi, Mr; Sumarmo2, Utari
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.220

Abstract

Makalah ini melaporkan temuan suatu eksperimen dengan disain tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol yang dilaksanakan dengan mengimplementasikan pendekatan kontekstual berbantuan komputer untuk menemukan kemampuan komunikasi, dan disposisi matematik siswa. Studi ini melibatkan 244  siswa kelas-11 dari  tiga SMA dari level rendah, medium, dan tinggi. Instrumen studi ini terdiri dari tes komunikasi matematik, dan skala disposisi matematik. Studi menemukan bahwa pendekatan kontekstual berbantuan komputer memberikan peran terbesar dibandingkan level sekolah dan kemampuan awal matematika siswa terhadap pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi dan pencapaian disposisi matematik. Kemampuan komunikasi matematik siswa tergolong cukup baik. Studi juga menemukan bahwa peran kemampuan awal matematika siswa tidak konsisten terhadap pencapaian kemampuan komunikasi dan disposisi matematik. Selain itu, studi menemukan tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan awal matematika dan antara pendekatan pembelajaran dan level sekolah terhadap kemampuan komunikasi, dan disposisi matematik siswa. Selama pembelajaran siswa menunjukkan disposisi matematik yang positif, seperti  belajar dengan semangat, bersikap terbuka, jujur, tidak takut menyakatan pendapatnya, dan saling menghargai satu terhadap lainnya. Terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi, dan diposisi matematik. Kata kunci: disposisi matematik, komunikasi matematik, pembelajaran berbantuan komputer, pembelajaran kontekstual
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI LESSON STUDY H, Mr Ahmad; K, Mrs Kokom; Kunkun, Mr; Wartini, mrs; S, Mr Maman; J, Mr Dedi; Trisnahada, Mr; Kosasih, Mr; N, Mrs Hera; S, Mr Iyon
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i1.350

Abstract

Melalui kegiatan lesson study di sub rayon 4 Situraja Telah dikembangkan modelpembelajaran perubahan energi dengan pendekatan pembelajaran kooperatif TipeffCSeW. Sebagai altematif solusi pennasalahan sulitnya mengarahkan perhatiansiswa, mengaktifkan siswa, keterbatasan waktu dibandingkan jumlah materi yangharus disajikan, meningkatkan kemampuan siswa kelompok rendah. Pada tahappersiapan dikembangkan rancangan lima kegiatan utama dalam pembelajaranbemonstrasi, da macam eksperimen, identifikasi berbagai alat yang menggunakanenergi listrik dan presentasi hasil kegiatan beserta alat, LKS, dan evaluasinya. Hasilyang-dicapai modil ini dapat mentbuat suasana pembelajaran yang menyenangkan,merigaktifkan sebagian besar siswa (80%) dan ketuntasan pencapaian prestasibelaj-ar kognitif amat baik (85 %). Melalui Lesson study para guru dapat salingbelajai. daiarir mengatasi berbagai masalah pembelajaran dan peroblema belajarsiswa. Ada prinsif kibersamaan dalam lesson studi sehingga setiap guru tidak salingmenghakimi tapi saling toleransi dalam menyampaikan masukan pada kegiatanrefleksi.Kata Kunci : Lesson study, JIGSAW
VISUALIZATION MULTIMULTIMEDIA TO ENHANCE CONCEPTS UNDERSTANDING AND GENERIC SCIENCE SKILLS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS ON THE HYDROCARBONS CONCEPT Permana, Irvan; Rohman, Ijang
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh multimedia visualisasi terhadap peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains siswa SMK pada konsep hidrokarbon. Metode penelitian yang digunakan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII salah satu SMK Negeri di kota Bandung tahun ajaran 2010/2011, yang terdiri atas satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Kelompok eksperimen berjumlah 33 orang, sedangkan kelompok kontrolnya berjumlah 31 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Untuk memperoleh data yang diperlukan, digunakan instrumen berupa tes pilihan ganda, angket dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia visualisasi dapat meningkatkan penguasaan konsepdan keterampilan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen (55,40%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (43,39%). Peningkatan penguasaan konsep tertinggi terjadi pada konsep minyak bumi dan terendah pada konsep isomer. Peningkatan keterampilan generik sains tertinggi terjadi pada indikatorpengamatan tak langsung, sedangkan yang terendah pada indikator kerangka logika taat azas.Multimedia visualisasi juga mendapat tanggapan yang positif dari guru dan siswa.Kata kunci: multimedia visualisasi, hidrokarbon, penguasaan konsep, keterampilan generik sains, siswa SMK Â