cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Fibusi (Jurnal Online Fisika)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI SENSOR KONDUKTIVITAS BERBASIS TEKNOLOGI FILM TEBAL UNTUK ANALISIS KUALITAS AIR Rama, Beni; Wiranto, Goib; Rusdiana, Dadi
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi film tebal merupakan salah satu teknik dalam fabrikasi komponen-komponen mikroelektrik. Dengan teknologi ini, ukuran komponen-komponen elektronik dapat dibuat menjadi lebih kecil tanpa mengurangi kemampuannya. Dalam penelitian ini dibuat sensor konduktivitas air yang berbasis teknologi film tebal dengan metode screen printing. Elektroda sensor konduktivitas dibuat dari bahan AgPd yang merupakan konduktor yang cukup baik. Elektroda dilapisi pada substrat Alumina 96% dengan konstanta sel desain sekitar 50 cm-1 . Agar pengukuran konduktivitas menjadi lebih valid, sensor temperatur yang elektrodanya terbuat dari campuran Ru-based dengan Polyethilene Glycol diintegrasikan dengan sensor konduktivitas dan ditempatkan pada sisi substrate yang lain. Jenis sensor temperatur yang dibuat merupakan jenis RTD (Resistance Temperatur Detector) dengan sensitivitas sebesar 0,0014 kΩ/°C. Sensitivitas sensor temperatur dengan elektroda campuran PEG denga Ru-based lebih besar dari pada sensor temperatur dengan elektroda berbahan Ru-based saja yang memiliki sensitivitas 0,0002 kΩ/°C. Persamaan konduktansi terukur sensor (C) dengan konduktivitas larutan uji (σ) dapat dinyatakan sebagai C = (1,6707σ + 0,0268) mS. Dari persamaan tersebut didapatkan sensitivitas sensor sebesar 1,6707 cm serta nilai konstanta sel pengukuran sekitar 0,6 cm-1. Kemudian waktu yang dibutuhkan sensor agar pengukuran benar-benar stabil ialah empat menit. Sensor dapat merespon perubahan temperatur dengan baik. Dengan menggunakan persamaan hubungan antara konduktansi (C) terukur dengan temperatur (T) yaitu C = (0,0056T + 0,0733) mS serta konduktansi acuan 0,211 mS, faktor kompensasi temperatur (α) larutan uji KCl yang diperoleh ialah 2,65%/°C. Nilai ini sesuai dengan referensi yang menyatakan nilai α larutan garam berada pada rentang 2,2-3%/°C.
PENGARUH BANDWIDTH FREKUENSI TERHADAP KUALITAS PENAMPANG SEISMIK PADA DATA SEISMIK REFLEKSI 2D DI PERAIRAN WETAR MALUKU Sukmadraeni, Peby; Subarsyah, Subarsyah; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi sinyal seismik di lapangan mempunyai bandwidth yang cukup lebar namun tidak semuanya mengandung sinyal seismik yang diinginkan karena sebagian merupakan noise sehingga dapat mempengaruhi kualitas penampang yang dihasilkan baik S/N ratio, penetrasi dan resolusinya. Filter lolos-pita merupakan salah satu metode filtering yang mampu menekan noise dalam spektrum frekuensi dari sinyal. Ketepatan pemilihan bandwidth frekuensi yang diloloskan merupakan hal yang sangat penting dalam proses filter lolos-pita. Proses filter lolos-pita dilakukan pada data seismik refleksi 2D di Perairan Wetar, Provinsi Maluku. Untuk mendapatkan penampang yang optimal secara kualitatif, dilakukan pengujian bandwidth frekuensi yang bervariasi pada filter lolos-pita. Bandwidth frekuensi yang lebar yang meloloskan seluruh frekuensi pada selubung pertama dari spektrum frekuensi menghasilkan penampang seismik dengan kualitas optimal. Bandwidth frekuensi 5Hz-100Hz menghasilkan penampang seismik terbaik di Perairan Wetar lintasan 15. Hal tersebut terlihat dari resolusi yang tinggi, penetrasi yang dalam dan noise teratenuasi cukup baik dibandingkan dengan penampang yang lain.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH DAUN SUKUN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN ROCKWELL KOMPOSIT PE/DAUN SUKUN Rohmah, Siti; Satoto, Rahmat; Suhandi, Andi
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penambahan persen komposisi massa daun sukun dalam komposit PE/daun Sukun yang ramah lingkungan. Daun sukun yang digunakan merupakan limbah daun kering yang telah gugur dari pohonnya. Pembuatan dilakukan dengan membuat daun sukun menjadi serbuk berukuran 140 mesh menggunakan mesin penghancur untuk kemudian disaring dengan penyaring wire mesh machine. Selanjutnya dilakukan pencampuran daun sukun dengan polyethylene dalam internal mixer Labo Plastomill pada suhu pelelehan 145oC. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan %massa daun sukun 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap kekuatan tarik, modulus elastisitas, %elongasi dan kekerasan Rockwell. Penelitian menunjukan, penambahan daun sukun dalam komposit PE/daun sukun menurunkan nilai kuat tarik, %elongasi, dan kekerasan Rockwell tetapi meningkatkan nilai modulus elastisitasnya.
ANALISIS SPASIAL KETERSEDIAAN AIR TANAH DI WILAYAH BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE NERACA AIR THORNTHWAITE-MATTER Iryanti, Mimin; Mujtahiddin, Muhammad Iid
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber daya vital dalam menunjang pembangunan ekonomi seperti sektor industri, pertanian, pariwisata dan lain-lain. Laju perkembangan di wilayah Bandung yang pesat pada setiap sektor kehidupan menyebabkan permintaan air bersih terus meningkat dan kebutuhan air bersih tersebut sebagian besar masih menggantungkan kepada sumberdaya air tanah yang diperkirakan sekitar 60%. Salah satu sumber air yang sering digunakan yaitu air tanah. Saat ini Bandung termasuk ke dalam wilayah zona merah air tanah.  Dengan fakta tersebut perlu dilakukan tindakan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti kekurangan air. Untuk itu, perlu diketahui kondisi ketersediaan air tanah berdasarkan dinamika neraca air dalam tanah salah satunya dengan metode Thronthwaite-Matter berdasarkan data curah hujan dan temperatur selama 10 tahun (tahun 2000-2009) dari 12 titik stasiun pengamatan yang dapat mewakili wilayah Bandung dan digambarkan dengan analisis spasial menggunakan ArcView 3.2 berupa peta spasial. Analisis spasial curah hujan memperlihatkan bahwa wilayah Bandung mengalami musim kemarau di bulan Juni-September dengan nilai curah hujan <150 mm/bulan. Dan analisis spasial ketersediaan air tanah memperlihatkan bahwa wilayah Bandung mengalami defisit air tanah pada bulan Juni-September. Pada bulan Juni-September ini dapat dikatakan bahwa bandung mengalami musim kemarau sesuai dengan analisis spasial curah hujan yang di dapat dengan bulan September sebagai puncak musim kemarau. Namun di stasiun Cibuni tidak mengalami penurunan ketersediaan air tanah atau tidak mengalami defisit karena nilai curah hujan di  Cibuni yang tinggi dan nilai evapotranspirasi potensial (PE) yang hampir sama dengan nilai evapotranspirasi aktual (EA). 
Pengaruh Heat Treatment Terhadap Karakteristik Listrik Termistor NTC Berbasis (CuxMnyZnzNit)Fe2O4 Dilaga, Jovi Kusuma; Syarif, Dani Gustaman; Wiendartun, Wiendartun
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Heat Treatment Terhadap Karakteristik Listrik Termistor NTC Berbasis (CuxMnyZnzNit)Fe2O4. Telah dilakukan pembuatan film tebal termistor NTC dengan mencampukan bahan yang terdiri dari CuO 15%, MnO 20%, ZnO 5%, NiO 30% dan Fe2O3 30% dan digerus selama 30 menit lalu ditambah OV (Organic Vehicle) untuk bahan pasta dan dilapiskan diatas substrat alumina dengan metode screen printing dan disinter pada suhu 11000C. nilai resistivitas setelah uji resistivitas sebesar 0.808 Mohm.cm dan mengalami penurunan nilai resistivitas setelah heat treatment. Pada hasil difraksi sinar-x didapat pola yang tidak beraturan yang kemungkinan merupakan pengaruh dari bahan penyusun film tebal. Hasil SEM menunjukan struktur yang berongga. Pada sampel satu didapat besar nilai nilai konstanta termistor sebesar 3925.10K dan yang terbesar dibandingkan HT1 dan HT2. Namun hal ini menunjukan bahwa sampel yang dapat digunakan baik dalam termistor adalah saat awal dengan nilai konstanta termistor tersebut maka masuk ke dalam termistor pasar dimana untuk kebutuhan pasar nilai konstanta termistor adalah ≥20000K.
VARIASI NILAI MIGRATION APERTURE PADA MIGRASI KIRCHOFF DALAM PENGOLAHAN DATA SEISMIK REFLEKSI 2D DI PERAIRAN ALOR Nuraisah, Siti; Subarsyah, Subarsyah; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migrasi merupakan salah satu tahapan dalam pengolahan data seismik dengan tujuan untuk memindahkan posisi pemantul semu (hasil rekaman) ke posisi pemantul yang sebenarnya (pemantul geologi). Proses migrasi dilakukan setelah data di-stack dalam domain waktu (post stack time migration) dengan menggunakan migrasi Kirchoff pada data seismik refleksi 2D di perairan Alor. Untuk mendapatkan penampang bawah permukaan yang terbaik dilakukan pengujian beberapa nilai migration aperture. Perbandingan dari setiap penampang untuk nilai migration aperture yang berbeda dianalisis dan digunakan untuk mengidentifikasi struktur geologi yang terdapat di Perairan Alor. Nilai migration aperture sebesar 512,5 meter memberikan penampang terbaik untuk data seismik di Perairan Alor lintasan 21, terlihat dari kemampuan menghilangkan efek bowtie di sekitar CDP 15421 sampai CDP 16261, kontinuitas reflektor yang jelas dan menerus pada CDP 13741 sampai CDP 18151 dan mempunyai penampang dengan resolusi lateral lebih baik dibandingkan dengan penampang dengan nilai migration aperture yang lain. Struktur geologi yang terdapat pada penampang yaitu struktur berupa patahan, antiklin dan sinklin.
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI ELEKTRODA DETEKTOR pH DAN TEMPERATUR TERINTEGRASI DALAM SATU LAPISAN SUBSTRAT Batara, Dimas Sukma; Wiranto, Goib; Tayubi, Yuyu Rachmat
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cabang kajian fisika material adalah pemrosesan bahan dengan teknologi film tebal. Pemilihan, pemrosesan dan performa material menjadi perhatian utama penelitian fisika material dan mikrofabrikasi film tebal. Teknologi film tebal merupakan metode fabrikasi produk-produk teknologi khususnya elektronika dalam meminiaturisasi produk elektronika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan performa sensitivitas sensor pH potensiometrik berbasis mikrofabrikasi film tebal dengan teknik screen printing, sehingga mampu mendekati nilai sensitivitas ideal berdasarkan persamaan Nerst, material yang digunakan antara lain Ag/AgCl sebagai elektroda referensi, RuO2 sebagai elektroda kerja, AgPd untuk lapisan konduktor, Ruthenium kompleks untuk bahan resistor, dan gelatin sebagai bahan tambahan pelapisan KCl pada elektroda referensi. Penelitian ini menghasilkan sensitivitas sensor pH potensiometrik berbasis film tebal sebesar 52,97 mV/pH dengan metode pembentukan elektroda Ag/AgCl melalui klorinasi FeCl3 dan penambahan gelatin pada lapisan elektrolit KCl 3,5 M. Elektroda kerja yang digunakan adalah RuO2. Nilai pH suatu larutan terkait dengan aktivitas ion-ion dalam larutan, sehingga tingkat temperatur akan sangat mempengaruhi aktivitaas ion-ion H+ dalam larutan sehingga mempengaruhi kadar pH larutan. Dengan sebab itu, maka dipilihlah sensor temperatur sebagai pasangan multisensor kualitas air berbasis film tebal terintegrasi dengan sensor pH dalam satu lapisan substrat.
RANCANG BANGUN SISTEM ALAT UKUR TURBIDITY UNTUK ANALISIS KUALITAS AIR BERBASIS ARDUINO UNO Maemunnur, Abdul Fatah; Wiranto, Goib; Waslaluddin, Waslaluddin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Dewasa ini keberadaan air di sekitar semakin menurun kualitasnya akibat banyak tercemar oleh limbah. Salah satu parameter dalam menentukan kualitas air ialah tingkat kekeruhan air (turbidity). Kekeruhan air menentukan banyak tidaknya partikel dalam air, partikel yang dimaksud bisa berupa organik maupun anorganik. Dan keberadaan partikel dalam air tersebut bisa saja membahayakan apabila dikonsumsi langsung oleh manusia. Oleh karena itu untuk dapat mengetahui tingkat kekeruhan air maka diperlukan alat ukur untuk mengukurnya. Dalam penelitian ini telah dibuat alat ukur tingkat kekeruhan air untuk analisis kualitas air yang berbasis arduino UNO dengan menggunakan sistem sensor yang terdiri dari dioda laser dengan panjang gelombang 650 nm dan fotodioda TSL250 sebagai detektornya. Serta LCD karakter 2x16 sebagai penampil data hasil pengukuran. Alat ukur yang telah dirancang bekerja berdasarkan konsep hamburan cahaya oleh partikel-partikel tersuspensi di dalam air, dengan posisi TSL250 adalah 90o terhadap cahaya yang datang dari dioda laser disebut sebagai metode nephelometrik. Alat ukur yang dibuat mempunyai tingkat akurasi pengukuran 98,70%, serta mempunyai tingkat presisi yang cukup baik. Rentang pengukuran yang dapat dilakukan oleh alat ukur ini adalah dari 0 – 150 NTU. Dan daya resolusi dari alat ukur yang dibuat adalah 0,17 NTU.
RANCANG BANGUN SCANNER 3D MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DENGAN TAMPILAN REALTIME BERBASIS MIKROKONTROLER Junaidi, Edy; Waslaluddin, Waslaluddin; Hasanah, Lilik
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scanner 3D adalah sebuah sistem untuk membuat model 3D dari suatu bidang atau benda. Scanner 3D terdiri dari dua jenis, yaitu scanner yang menggunakan laser dan scanner yang menggunakan sensor ultrasonik. Scanner 3D yang menggunakan laser memiliki kelemahan yaitu membutuhkan banyak biaya karena sistem scanner ini juga menggunakan kamera, serta pengolahan data hasil scan yang masih cukup rumit. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti akan membuat sistem scanner 3D yang tidak membutuhkan banyak biaya, pengolahan data yang tidak rumit dan hasil pemindaian dengan akurasi tinggi. Scanner 3D yang dibuat adalah menggunakan sebuah sensor ultrasonik dan dua buah motor stepper serta akan menampilkan hasil scan dari benda secara realtime. Semua sistem scanner 3D pada penelitian ini dikontrol secara otomatis menggunakan mikrokontroler. Setelah dilakukan pengujian scan pada lima botol, diperoleh lima model botol dengan akurasi botol 1 96,50 %, botol 2 87,28 %, botol 3 59,54 %, botol 4 78,88 %, dan botol 5 92,77 %. Berdasarkan akurasi model hasil pemindaian, sistem scanner pada penelitian ini hanya untuk memindai benda silinder yang tidak terdapat banyak lekukan.
IDENTIFIKASI LUAS DAERAH AKTIF DI MATAHARI PENYEBAB KEJADIAN BADAI GEOMAGNET Kholidah, Kholidah; Kesumaningrum, Rasdewita; Utama, Judhistira Aria
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian badai geomagnet dapat diidentifikasi dengan menggunakan indikator indeks Dst yang menunjukan gangguan medan geomagnet pada komponen H. Badai geomagnet merupakan salah satu fenomen penting dalam sistem cuaca antariksa karena merupakan dampak dari hubungan Matahari-Bumi. Cuaca antariksa sangat dipengaruhi oleh aktivitas di Matahari seperti misalnya bintik Matahari, CME, dan flare yang biasanya berasal dari daerah aktif di Matahari. Hasil identifikasi dan analisis karakteristik badai geomagnet dengan indikator indeks Dst < -100 nT sepanjang siklus Matahari ke-23 dan ke-24 diperoleh 104 kejadian badai geomagnet dan sekitar 75,9 % disebabkan oleh CME yang umumnya merupakan CME Halo dan sebesar 92,4 % CME ini dipicu oleh flare yang terjadi di atas daerah aktif. Data yang ditinjau yaitu data kejadian badai geomagnet dengan indeks Dst < -100 nT yang disebabkan oleh CME yang dipicu oleh flare yang terjadi di atas daerah aktif yang teridentifikasi yaitu sebanyak 60 data. Hasil analisis menunjukan bahwa luas daerah aktif penyebab terjadinya badai geomagnet kuat dan sangat kuat sepanjang siklus Matahari ke-23 dan ke-24 memiliki kecenderungan dihasilkan oleh daerah aktif dengan keluasan sempit dan sedang. Daerah aktif dengan keluasan sempit dan sedang dapat menghasilkan intensitas badai geomagnet yang lebih besar dibandingkan intensitas badai geomagnet yang dihasilkan oleh daerah aktif dengan keluasan luas. Hal ini menunjukan bahwa luas daerah aktif memiliki keterkaitan yang kecil terhadap intensitas badai geomagnet.Kata Kunci : Badai Geomagnet

Filter by Year

2013 2014


Filter By Issues
All Issue