cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 184 Documents
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENGENDALIAN EMOSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT INAP (Relationship Blood Glucose Level with Emotional Control for Diabetes Mellitus Patients in Hospital Ward) Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis pasien. Emosi manusia diatur oleh sistem limbik otak, yang sekaligus mengatur sistem endokrin dan fungsi sistem saraf otonom, suasana hati marah, depresi bisa melalui sitem limbik dan sitem saraf otonom mempengaruhi sekresi hormon insulin.Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian adalah kadar gula darah dan pengendalian emosi dengan skala data interval. Data disajian secara deskriptif berupa prosentase, tabulasi frekuensi/cross tabulasi serta analisis dengan uji korelasi pearson product moment, yang terlebih dulu dilakukan uji normalitas. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman.Hasil : Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p < 0.05 sehingga kesimpulannya distribusi data tidak normal. Kemudian digunakan uji non parametrik korelasi Spearman, yang didapatkan nilai p (0.000) < α (0.05).Diskusi : Terdapat hubungan antara hubungan antara kadar gula darah dengan pengendalian emosi. Kekuatan hubungan bersifat sedang dan memiliki arah negatif (-0.715), artinya hubungannya bersifat terbalik yaitu bila kadar gula darah tinggi maka pengendalian emosi akan rendah, sebaliknya bila kadar gula darah rendah maka pengendalian emosi akan tinggiABSTRACTIntroduction: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that causes physical and psychological impact on the patient. Human emotions are governed by the limbic system of the brain, which also regulate the endocrine system and the autonomic nervous system function, angry mood, depression can be through the limbic system and the autonomic nervous system affects the secretion of the hormone insulin.Methods: This research was an observational study with cross sectional design. Variable research was blood sugar levels and control emotions with scale interval. Data analyzed by descriptive statistics in the form of a percentage, frequency tabulation/cross tabulation and analyzed by spearman correlation test, because data was not normally distributed.Results: The results of the test for normality using Kolmogorov-Smirnov, is p value <0.05 so that the conclusions the data distribution is not normal. Then use a non-parametric Spearman correlation test, the p value (0.000) <α (0.05).Discussion: There is a relationship between the blood sugar levels with emotional control. Strength of the relationship is moderate and had a negative direction (-0,715), meaning that the relationship is inverted. If the blood sugar level is high, so the emotional control will be lower. Whereas the blood sugar level is low, the emotional control will be high.
PENGARUH PEMBERIAN ANTIBODI MONOKLONAL HUMAN ZONA PELUSIDA 3 (Mab hZP3) SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI TERHADAP KUALITAS FOLIKEL PRE ANTRAL DAN ANTRAL PADA OVARIUM Mus musculus Reny Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Metode kontrasepsi dengan menggunakan vaksin yang saat ini sedang gencar dikembangkan adalah imunokontrasepsi. Metode kontrasepsi ini dikembangkan sebagai kontrasepsi alternative yang aman, efektif dan reversible. Imunokontrasepsi menggunakan glikoprotein pada zona pellusida 3 (ZP3) mamalia dapat diharapkan karena keberadaan ikatan antibodi spesifik pada antigen ZP3 yang dapat menghambat fertilitas dan tidak menimbulkan kerusakan.Target kontrasepsi adalah pencegahan terjadinya pembuahan antara sperma dan ovum yang disebut dengan fertilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian antibodi monoklonal human Zona Pellucida 3 ( Mab hZP3) sebagai kandidat imunokontrasepsi terhadap kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit Mus musculus .Metode : Penelitian yang akan digunakan adalah true experiment posttest only control group design. Replikasi penelitian mencit sebanyak 48 ekor dan dikelompokkan menjadi 12 yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (Mab hZP3 dosis 20 μg, 40 μg dan 60 μg), pengorbanan mencit masing masing kelompok dilakukan pada hari ke 10, 15 dan 20. Pengamatan kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit melalui pemeriksaan hematoksilen dan eosin.Hasil dan Diskusi :Hasil analisis deskriptif menunjukkan struktur folikel yang normal dan tidak terdapat perbedaan struktur folikel pre antral dan antral pada ovarium mencit. Hasil yang sama juga terlihat pada observasi periode waktu 10-20 hari. Hal ini terkait erat dengan spesifitas monoklonal antibodi yang dihasilkan.Kesimpulan :Mab hZP3 berpeluang cukup baik sebagai sediaan imunokontrasepsi bagi wanita karena aman dan tidak mengganggu proses folikulogenesis.
MENGURANGI NYERI ISCHIALGIA DENGAN AKUPUNKTUR METODE JIN’S 3 NEEDLES Puspo Wardoyo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ischialgia merupakan salah satu nyeri muskulos keletal di daerah lumbosakralis yang menjalar ke pantat bahkan sampai lateral ujung kaki. Tata laksana Ischialgia secara konvensional dilakukan antara lain dengan pengobatan farmakologi, rehabilitasi medik dan operasi. Meskipun dengan efek samping yang menyertai, tindakan kuratif tersebut masih dilakukan. Sedangkan terapi akupunktur juga bermanfaat untuk berbagai kasus nyeri terutama pada ischialgia perlu dibuktikan kemanfaatannya melalui berbagai penelitian. Sampai saat ini pengobatan akupunktur yang secara resmi diakui oleh kedokteran konvensional adalah kemanfaatannya untuk berbagai kasus nyeri. Mengingat pengobatan akupunktur berawal dari pendekatan falsafah tradisional maka masih banyak yang belum terungkap secara ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini merupakan penelitian pemula yang dilakukan untuk membuktikan pengaruh terapi akupunktur metode Jins 3 Needles terhadap intensitas nyeri penderita ischialgia. Diharapkan metode Jins 3 Needles yang menggunakan sedikit jarum ini menjadi alternatif terpilih untuk berbagai kasus nyeri, termasuk ischialgia sehingga responden lebih nyamandan aman memilih pengobatan alami yang relatif tanpa efek samping ini. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Ischialgia yang memanfaatkan pengobatan akupunktur di Laboratorium Klinik Akupunktur Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposiv Sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Tindakan terapi akupunktur dilakukan berdasarkan standar prosedur operasional dan syarat tata laksana terapi. Dalam penelitian ini terapi dilakukan 3x/minggu dengan interval dua hari sekali selama 12 kali terapi. Untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah terapi maka data penelitian yang sudah terkumpul perlu diolah dan dianalisis. Uji hipotesis ditegakkan untuk membuktikan signifikansi pengaruh terapi akupunktur metode Jins 3 Needles terhadap intensitas nyeri penderita ischialgia menggunakan Uji Wilcoxon’s Signed Ranks Test. Hasilnya menyatakan bahwa t hitung lebih kecil dari pada t tabel. Karena H0 ditolak berati ada pengaruh perlakuan terapi Akupunktur metode Jin’s 3 Needles terhadap nyeri ischialgia.
Hubungan Respiratory Rate (RR) dan Oxygen Saturation (SpO2) Pada Klien Cedera Kepala Riki Ristanto
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Evaluasi fungsi respirasi pada pasien cedera kepala merupakan intervensi penting saat penatalaksanaan pasien cedera kepala. Evaluasi fungsi respirasi dilakukan melalui pengukuran RR dan SpO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara RR dan SpO2 pada klien yang mengalami cedera kepala. Metode. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain cohort retrospektif ini dilaksanakan di Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung pada bagian Rekam Medis. Data diambil dari semua rekam medis pasien bulan Januari 2016 hingga Juli 2017 berjumlah 150 rekam medis. Variabel yang digunakan adalah jumlah RR dan Kadar SpO2 saat pasien masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan SPSS 20.0 menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rho. Hasil. Berdasarkan hasil analisis Uji Korelasi Spearman’s Rho didapatkan p= 0,002, r= -0,247. Kesimpulan. Pada pasien cedera kepala, komponen RR memiliki hubungan yang bermakna dengan kadar SpO2 dengan kekuatan lemah dan arah korelasi negatif.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS DENGAN PENGETAHUAN SEKS REMAJA AWAL DI SMP PGRI 01 DAMPIT elsa budi sihsilya rahmawati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola komunikasi orang tua dalam memberikan pendidikan seks dengan pengetahuan seks remaja awal di SMP PGRI 01 Dampit. Saran: pihak sekolah dapat membentuk forum wali murid dan menjelaskan pentingnya pendidikan seks bagi remaja, selain itu juga dengan tetap memberikan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.
INGKAT KETERGANTUNGAN PASIEN ASMA SETELAH DIBERIKAN ALAT BANTU NAFAS SEDERHANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG kumoro asto lenggono
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Alat bantu nafas sederhana di rancang secara sederhana dengan prinsip penghangat dan pelembab bagi penderita gangguan saluran pernafasan. Penderita asma sering mengalami keluhan sesak sehingga menyebabkan kebutuhan dasar/aktifitas sehari-hari terganggu seperti makan minum, aktifitas berjalan pemenuhan BAB atau BAK dan istirahat. Pemberian alat bantu sederhana di rancang secara sederhana dari bahan water pump aquarium dimodifikasi dengan humidifier yang berfungsi sebagai pelembab udara dan penghangat untuk mengurangi respon alergi dan sesak pada pasien asma. Kemudahan alat sederhana ini dapat dibawa kemana-mana serta bisa dipakai sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien asma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kemandirian pasien asma setelah diberikan alat bantu nafas sederhana di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang dengan responden sejumlah 30 orang penderita asma. Rancangan penelitian menggunakan diskriptif. pengukuran kemandirian menggunakan index barthel yang meliputi kemampuan pemenuhan aktifitas makan, mandi, perawatan diri, berpakaian , BAK/BAB dan mobilitas. Analisis data menggunakan prosentase dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana. Dari tingkat ketergantungan mandiri 3% meningkat menjadi 10% setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana.Termasuk ada peningkatan aktifitas dari katagori ringan 17% menjadi 30%. Penurunan kategori aktifitas berat sebelum menggunakan 20 % menurun menjadi 17%. Rekomendasi berdasarkan pemberian alat bantu nafas sederhana dapat membantu untuk meningkatkan kemandirian pasien asma dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan alat bantu sederhana ini sangat efektif dan ekonomis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi penderita asma. Keyword : tingkat ketergantungan, Pasien Asma, alat bantu nafas
PENGARUH TITIK AKUPUNKTUR ST 18, GB 21, CV 17 TERHADAP PENINGKATAN VOLUME ASI IBU MENYUSUI DI BPS E MALANG Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Breast milk is the best food for a baby the early life, this is not only breast milk has many contains of the nutrients for the baby needs but it also contains immunologic substances that protect the baby from infection. The Indonesian Government has launched The Exclusive Breastfeeding Movement for 0-6 months infants who given breast milk only without other foods and drinks. Exclusive breastfeeding can reduce the number of infant mortality in Indonesia. Various efforts are made to increase the breast milk volume by taking drugs and herbs / traditional herbs. However, it causes some side effects. Another traditional way that is relatively safe is acupuncture therapy, which jabs acupuncture needles at some point to get the benefit for the body. This research is to determine the acupuncture points ST18, GB21, CV17 effects to increase the breastmilk volume in breastfeeding mothers. This research was conducted at “E” Midwife Private Practice in Malang. The research design used pre-experimental design with pretest-posttest design. The population of this research are all breastfeeding mothers who visited at “E” BPS in June 2016 are 35 people and samples taken as many as 15 people. The sampling technique using purposive sampling technique. From the research results has known the effect of acupuncture at point ST 18, GB 21, and CV 17 to increase the breast milk of breastfeeding mothers at E Midwife Private Practice in Malang. The calculation using SPSS statistic 21 with paired sample t test obtained result of significant value (0.00)
PENGARUH AKUPUNKTUR TANAM BENANG PADA TITIK ZUSANLI, CHENGSAN DAN SANYINJIAO PADA LOMBA LARI KONTINGEN DAM II SRIWIJAYA DALAM TONTANGKAS 2017 DI PUSDIK ARMED CIMAHI JAWA BARAT mayang - wulandari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Background : Lomba Peleton Tangkas (Ton Tangkas) adalah lomba tahunan yang dilaksanakan oleh TNI AD yang dijadikan sebagai tolak ukur pembinaan fisik setiap prajurit dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi prajurit TNI. Lomba ini merupakan lomba yang bergengsi dikalangan TNI-AD karena membawa nama satuan dan Kodam masing-masing. Berbagai kesiapan dilakukan satuan, baik kesiapan fisik, mental dan moril maupun materi yang akan dihadapi, dengan materi lomba yang meliputi Kesegaran Jasmani, Menembak Pistol dan Senapan, Navigasi Darat, Lintas Medan, dan Peraturan Militer Dasar (Permildas). Selain untuk mengukur tingkat kesiapan, hal ini dilakukan juga untuk memperoleh data kemampuan yang dimiliki peleton-peleton tersebut. Kesemua materi tersebut harus dapat di kuasai oleh masing-masing prajurit. Methods : Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua Kontingen Dam II Sriwijaya yang berjumlah 26 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Results : Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan nilai lari kontingen dalam tontangkas periode I di Cimahi 2017 dengan menggunakan akupunktur tanam benang. Conclusion : Manfaat penelitian ini memberikan alternatif bagi para atlit menambah stamina secara alami dengan akupunktur tanam benang untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan pernapasan. ABSTRACT Background: the race Peloton Agile (Agile Tons) is an annual competition held by TNI AD which serve as a benchmark for physical coaching every soldier with the aim to improve the competence of INDONESIAN soldiers. This race is a prestigious competition among the TNI-AD because bringing the name of unit and Territorial each. Various units done, good readiness readiness of physical, mental and moral as well as material to be faced, with the material of the race which includes Physical Freshness, firing handguns and rifles, Land Navigation, cross terrain, Military Regulations and basic (Permildas) . In addition to measuring the level of preparedness, this is done also to obtain data capabilities platoon-the platoon. All such material must be mastered by each soldier. Methods: design research using quantitative methods. The population of the research was all Contingent Dam II Sriwijaya totalling 26 people. Sampling method using total sampling. Results: the results of the research there is an increase in the value of the contingent in the run tontangkas period I in Cimahi 2017 using acupuncture planting thread. Conclusion: this study provides an alternate Benefit for athletes increase stamina naturally with acupuncture planting threads to increase the strength of limb muscles, arm muscles and breathing.
PENERAPAN MODEL PERILAKU PERAWAT TENTANG HAND HYGIENE BERBASIS TEORY OF PLANNED BEHAVIOUR DAN KEPATUHAN PERAWAT MELAKUKAN HAND HYGIENE 5 MOMENT 6 LANGKAH Apriyani Puji Hastuti; Heny Nurmayunita
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introductions: Hand washing is a way to prevent disease and is a process that mechanically removes impurities from the skin of the hands using a handrub. Hand washing has been regarded as one of the most important measures to reduce transmission of microorganisms and prevent infection for more than 150 years. In 2009 the WHO formulated a strategy for implementing 5 6-step moments for health workers. The hand washing procedure is performed before contact with the patient, before performing aseptic procedures, after exposure to fluid, after contact with the patient, after contact with the environment (Ernawati, 2014). Hand-washing behavior of nurses is one of the factors that have a major influence in preventing the occurrence of nosocomial infections. Previous research from Fatmawati, found the number of nurses who perform handwashing procedures 5 moments 6 steps there are in accordance with the stage, and some are not in accordance with the stages that have been set. It was found that more than 20% of nurses on duty only did hand washing after taking action to the patient and did not wash their hands before contact with the patient. Method: The design of this study used pre experimental design with one shot case study approach. Data analysis in this research use with univariate analysis. Result : Compliance nurse about hand washing 5 moments 6 steps of high compliance as much as 335 times the action (70%) and low compliance as much as 65 times the action (14%). While for 5 moments most have low compliance as much as 289 times action (61%) and a small part 86 times action (18%). The nurse performs hand wash in step 1 as much as 439 (99,7%), step 2 count 413 (93,86%), step 3 counted 421 (95,68%), step 4 342 (77,3%), 5 as many as 335 (76.14%) and step 6 of 335 (76.14%). The nurse performs handwashing at moment 1 of 78 (18%), moment 2 is 61 (14%), moment 3 is 276 (73%), moment 4 and moment 5 are 440 (100%).
STUDI LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI ANTARA UMBILICAL CORD CLAMP DAN BENANG KATUN STERIL (Di PMB Restu Ibu Dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban) umu qonitun
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator penyebab Kematian bayi adalah infeksi neonatal. Infeksi neonatal mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman. Terkait pada tali pusat, tali pusat bisa menjadi jalan masuk untuk terjadinya suatu keadaan proses infeksi, penggunaan alat pengikat tali pusat ini juga dapat mempengaruhi lepasnya tali pusat. Bidan PMB Restu Ibu merupakan salah satu bidan yang menggunakan Umbilical Cord Clamp sebagai alat pengikat tali pusat sedangkan Bidan di Polindes Barokah menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan pengikatan tali pusat antara Umbilical Cord Clamp dan benang katun steril terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan penggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi penelitian seluruh bayi usia 1-12 bulan di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Kabupaten Tuban bulan Juli-Agustus sebanyak 72 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 bayi. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian data diolah dengan menggunakan Uji Spearman , variabel dalam penelitian ini adalah alat pengikat tali pusat dan lama pelepasan tali pusat. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan Umbilical Cord Clamp dalam kategori normal sebanyak 21 bayi (70%). Sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan benang katun steril dalam kategori normal sebanyak 16 bayi (53,3%). Walaupun sama dalam kategori normal namun terdapat perbedaan dalam rata-rata didapatkan rata-rata pada bayi yang menggunakan benangkatun steril lama lepasnya tali pusat 5,3 hari sedangkan bayi yang menggunakan Umbilical Cord Clamp rata-rata lama pelepasan tali pusat 6,9 hari. Berdasarkan hasil penelitian Sehingga dapat disimpulkan bahwa bayi yang menggunakan benang katun steril lebih cepat dari pada yang menggunakan Umbilical Cord Clamp. maka disarankan untuk para petugas kesehatan diharapkan menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat.

Page 5 of 19 | Total Record : 184