cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 184 Documents
PENURUNAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN HEMODIALISA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR irma sari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik dapat dilakukan dengan mengukur Interdialytic Weight Gain (IDWG). Pengontrolan nilai IDWG selama periode hemodialisa dapat dipengaruhi oleh kepatuhan dalam pembatasan cairan. Pemberian edukasi terstruktur berlandaskan Theory of Planned Behaviour tentang asupan cairan dapat memberikan keyakinan pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir yang menjalani hemodialisa sehingga berdampak pada penurunan IDWG. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis penurunan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa melalui aplikasi Theory of Planned Behaviour. Metode Penelitian : Quasy experiment dengan menggunakan pretest postest with control group design. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa rutin di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 44 orang dengan consecutive sampling. Analisis menggunakan paired t test. Hasil : Terdapat penurunan nilai IDWG pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan edukasi Theory of Planned Behaviour dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Edukasi berlandaskan Theory of Planned Behaviour dapat digunakan untuk menurunkan nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci : hemodialisa, interdialytic weight gain, Theory of Planned Behaviour
PENGARUH POSISI ELEVASI TERHADAP EDEMA TUNGKAI BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPS “A” KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan sesuatu yang menggembirakan, namun perlu diwaspadai adanya sesuatu kelainan/komplikasi yang menyertai. Saat pemeriksaan antenatal ada beberapa keluhan-keluhan fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil, dan salah satunya adalah edema pada tungkai bawah. Edema pada tungkai bawah ini di sebabkan karena peredaran aliran darah dari kaki ke jantung terhambat, maka dilakukan posisi elevasi yaitu posisi kaki di tinggikan 300 lebih tinggi dari kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Posisi Elevasi Terhadap Edema Tungkai Bawah Ibu Hamil trimester III di BPS “A” Kec. Bantur Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dengan menggunakan rancangan Pretest-posttest, dengan sampel ibu hamil trimester III yang mengalami edema tungkai bawah fisiologis sebanyak 7 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui tingkat derajat edema sebelum melakukan posisi elevasi 2 orang (28,6%), mengalami tingkat derajat edema ringan, 3 orang (42,9%) mengalami tingkat derajat edema sedang, dan 2 orang (28,6 %) mengalami tingkat derajat edema berat. Kemudian setelah melakukan posisi elevasi 5 orang (71,4%) menjadi tingkat derajat edema ringan dan 2 responden (28,6%) mengalami tingkat derajat edema sedang. Dan hasil uji Wilcoxon signed ranks test diperoleh data yang dapat disimpulkan (Z hitung > Z tabel , H1 diterima) yaitu 2,237 > Z tabel (1,96) sehingga taraf signifikasinya < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh posisi elevasi terhadap edema tungkai bawah pada ibu hamil trimester III di BPS “A” Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Diharapkan bagi keluarga dapat memberikan dukungan dan motivasi karena hal tersebut salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS DALAM 12 JAM PERAWATAN PASIEN CEDERA KEPALA BERAT anissa cindy nurul afni
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Distribusi kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Dampak cedera kepala akan memberikan gangguan yang sifatnya lebih kompleks seperti gangguan fungsi neurologis, kecacatan, hingga kematian. Hal ini dikarenakan kerusakan primer dan sekunder yang sering terjadi pada 6-12 jam pertama terhadap struktur anatomik dan fisiologik isi tengkorak. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berperan pada mortalitas dalam 12 jam perawatan pasien CKB. Metode: Penelitian dilakukan di rumah sakit Tipe A Pendidikan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta dengan studi rekam medis menggunakan desain deskriptif korelatif pendekatan crossectional dan rancangan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling sejumlah 50 sampel. Uji multivariat yang digunakan adalah analisis regresi logistik ganda. Hasil dan analisis: Hasil Uji Regresi logistik berdarakan variabel yang dapat diukur yaitu kekuatan hubungan terbesar dilihat dari hasil OR (Odd Ratio). Kekuatan hubungan terbesar yaitu diameter pupil (OR=2,76) dan terkecil yaitu nilai GCS (OR=0,044). Diskusi: Fungsi pupil yang abnormal, adanya gangguan gerakan ektraokular, pola-pola respon motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postru ekstensor, semuanya memprediksikan keluaran yang buruk pada pasien CKB
HUBUNGAN USIA REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI PADA PASIEN MIOMA UTERI DI RUANG TULIP RS TK. II dr. SOEPRAOEN KESDAM V BRAWIJAYA zainal alim alim
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Masalah kesehatan reproduksi yang dialami wanita adalah terjadinya penyakit mioma uteri yang prevalensinya terus mengalami peningkatan yaitu lebih dari 70%. Jumlah kejadian penyakit ini di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri pada pasien mioma uteri di Ruang Tulip di RS dr.Soepraoen Kesdam V Brawijaya Malang. Metode penelitian yang akan digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien mioma uteri yang pernah dirawat di ruang Tulip pada bulan Januari – Desember 2017. Pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Total sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder berupa status pasien dan rekam medis. Hasil Penelitian Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan menggunakan rumus Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0.05 diperoleh nilai p value 0,000, maka H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian mioma uteri di Ruang Tulip RS dr. Soepraoen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pasien yang berusia 36-45 tahun ditemukan sebagian besar 55,6% mengalami mioma uteri sub mukosa. Saran diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan dini pada kasus kebidanan khususnya penyakit mioma uteri yang lebih sering terjadi pada wanita. Kata kunci : Usia Reproduksi, Mioma Uteri
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Masyarakat semakin menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Ukuran keberhasilan suatu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat diwujudkan bila perawat memiliki dan menerapkan perilaku caring. Namun permasalahan yang mendasar pada profesi keperawatan saat ini adalah rendahnya perilaku caring. Perilaku caring bisa dipelajari oleh semua perawat, bukan merupakan sifat bawaan dan dipengaruhi oleh faktor psikologis dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tipe kepribadian dan budaya organisasi dengan perilaku caring perawat. Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Tempat RST Dr. Soepraeon Malang pada bulan Agustus 2017. Sampel sejumlah 15 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik total smpling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data dengan uji satistik Chi Square dan korelasi Spearman. Hasil : Perilaku caring perawat terbanyak adalah kategori kurang sejumlah 9 orang (60 %), tipe kepribadian mayoritas ekstrovert 8 orang (53,33 %) dan budaya organisasi terbanyak adalah kategori kurang (53,33 %). Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi (p value) pada tipe kepribadian adalah 0,773 sedangkan pada budaya organisasi 0,018. Sehingga dapat disimpulkan hanya budaya organisasi yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku caring perawat. Diskusi : Budaya organisasi turut membentuk seseorang dalam berperilaku. Budaya organisasi akan menjadi pendorong bagi karyawan untuk bersikap positif, dedikatif dan produktif sehingga akan berdampak pada peningkatan efektivitas kinerja seseorang. Disarankan kepada institusi rumah sakit, agar terus memperbaiki budaya organisasi dan mempertahankan aspek-aspek budaya organisasi yang sudah positif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA KONTRUKSI DI PT X KABUPATEN PASURUAN erma wahyu mashfufa
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung diri adalah seperangkat alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kepatuhan menggunakan APD pada pekerja konstruksi. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 di PT X Kabupaten Pasurun. Jumlah Sampel 41 Pekerja, pengambilan sampel menggunakan teknikTotal Sampling , dengan menggunakan kuisioner pengetahuan alat pelindung diri dan Lembar Observasi untuk kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. Analisa data dilakukan dengan Uji Spearman Rank.Hasil penelitian didapatkan Pengetahuan Alat Pelindung Diri yaitu Sedang dengan jumlah 35 responden (85,4%) dan kepatuhan Alat pelindung diri dengan kategori tidak patuh didapatkan sebanyak 34 responden (87,8%).Pengetahuan dan kepatuhan menggunakan alat pelindung dir pada pekerja konstruksi dengan perhitungan Uji Spearman Rank dengan probabilitas (sig.)= 0.290 > α = 0.05, maka H1 ditolak. Sehingga, didapatkan hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan alat pelindung diri dengan kepatuhan menggunakan Alat pelindung diri pada pekerja Konstruksi.
EFFECT OF FAMILY CHILDREN MODIFIED MODEL ON FAMILY EMPOWERMENT IN MALANG ELEMENTARY SCHOOL Apriyani Puji Hastuti; Hanim Mufarokhah Mufarokhah
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Malnutrition and over nutrition in school-age children is a serious problem because it will continue into adulthood which is a risk factor for various metabolic and degenerative diseases such as cardiovascular disease, diabetes mellitus, cancer, osteoporosis, etc. In children with malnutrition and over nutrition can also cause a variety of health problems that interfere with the quality of life such as disorders of leg growth, sleep disturbances, stop breathing for a moment and other respiratory disorders. The high number of malnutrition and over nutrition in Indonesia needs to get easy and affordable treatment by quality health services, one of which is through family empowerment called family empowerment. The family is the first and closest person that affects the child's lifestyle. Healthy lifestyles and not determined by parenting from family or family including diet, eating behavior and children's activities. The application of a balanced lifestyle to school children is not an easy thing. This requires support from various parties, namely parents, family, teachers, health workers and other parties. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of modified model family empowerment on the level of family empowerment. Methods: This study was a semi-experiment one group pre and post test design with 172 respondents were taken by purposive sampling technique. Family Empowerment was measured by using Family Empowerment Scale (FES) before and after family empowerment modified model. Family empowerment model was performed at one time and evaluate in 2 month to the family. Analysis of the data was analyzed using Wilcoxon Signed Rank test. Result The level of family empowerment of the control group before intervention was mostly 73 people (85%) and a good small portion was 13 people (15%) with a mean ± SD of 89.54 ± 5.91. The level of family empowerment in the treatment group in the pre-majority was 73 people (85%) and a small portion less than 3 people (3%) with a mean ± SD of 89.02 ± 5.65. After the intervention became quite large as many as 70 people (81%) and a small portion was enough as many as 16 people (19%) with a mean ± SD of 90.17 ± 5.28. The results showed that the Family Empowerment Modified model can increase the level of family empowerment ((Z= 4,226 dan α=0,000) Conclusion: According to the results of this research and because of knowledge increasing and understanding’s family about diet model. Family is the first and closest person that affects the child's lifestyle, it would be balance in nutrition fulfillment of children.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN JIWA REMAJA DI SMPN KOTA MALANG Yeni - Fitria
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa pada anak dan remaja adalah perilaku yang tidak sesuai dengan tahapan usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi. Pada masa muda dengan perilaku gangguan dan penyalahgunaan zat, masalah hukum, agresi, menjadikan risiko tinggi bunuh diri pada remaja. Banyaknya masalah dan perilaku menyimpang pada masa remaja menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok risiko terhadap masalah kesehatan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional untuk mengetahui hubungan antara dukungan social keluarga dengan kesehatan jiwa pada remaja di SMPN Malang. Sampel penelitian terdiri 94 responden. Teknik sampling mengunakan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan sosial dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman rank. Hasil dan analisis: Sebagian besar responden mendapatkan dukungan sosial dari keluarga dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 81 responden (86,2%) dan lebih dari setengah responden memiliki kesehatan jiwa dalam kategori normal, yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Dari uji statistik didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,021 (
PENGARUH TERAPI DINGIN CRYOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERTUTUP Lenni Sastra; Lola Despitasari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Keluhan utama yang sering ditemukan pada pasien fraktur adalah nyeri. Terapi dingin secara klinis dapat meningkatkan ambang nyeri, mencegah pembengkakan dan menurunkan performa motorik local. Salah satu cold therapy adalah cryotherapy. Cryotherapy merupakan penggunaan es (ice pack) dan air es dalam pengobatan cedera dan modalitas pengobatan yang umum digunakan dalam pengelolaan cedera.. Secara fisiologis es mengurangi aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan sekunder dan mengurangi nyeri ke sistem saraf pusat. Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Cryotherapy Ice Pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur tertutup. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre dan post test dan rancangan yang digunakan adalah rancangan one group pretest and postest design.. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan fraktur terutup di ruang trauma centre RSUP DR. M. Djamil Padang sebanyak 12 orang. Teknik purposed sampling digunakan dalam penentuan sampel. Instrument yang akan digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu Paired sample T Test . Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan p value 0, 00 (p value< 0,05) sehingga ada pengaruh terapi dingin cryotherapy terhadap penurunan nyeri pasien dengan ekstremitas tertutup. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi efek dari terapi dingin cryotherapy pada penurunan nyeri pasien dengan fraktur ektremitas tertutup.
PERBEDAAN TANGGUNG JAWAB ANAK DAN ORANG TUA DALAM PENGELOLAAN DIABETES ANAK DENGAN DM TIPE 1 DI KOTA MALANG Aloysia Ispriantari; Dian Pitaloka Priasmoro
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DM tipe1 merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak yang terjadi pada anak-anak. Pengelolaan diabetes pada anak sangatlah kompleks sehingga membutuhkan dukungan dari orang tua untuk melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif komparatif dan dilakukan di IKADAR Kota Malang pada Desember 2017. Sampel berjumlah 19 anak dan 19 orang tua yang diambil secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah tanggung jawab pengelolaan diabetes dengan menggunakan instrumen Diabetes Family Responsibility Questionnaire (DFRQ). Untuk melihat perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil yang didapatkan adalah skor DFRQ anak 35,6 ± 7,3 dan skor DFRQ orang tua 37,9 ± 7,7. Berdasarkan uji t tidak berpasangan didapatkan p (0.346) > 0.05 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Anak dan orang tua memiliki persepsi yang sama bahwa orang tua lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan diabetes anak. Berdasarkan hasil di atas, diharapkan perawat dapat sebagai penengah komunikasi bagi orang tua dan anak dalam pembelajaran pengelolaan diabetes anak serta mempersiapkan anak untuk mengelola diabetesnya secara mandiri.

Page 6 of 19 | Total Record : 184