cover
Contact Name
Anwar Ilmar Ramadhan
Contact Email
anwar.ilmar@ftumj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteknologi@ftumj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 20851669     EISSN : 24600288     DOI : -
This journal is a scientific journal to develop knowledge in the field of Engineering & Technology. Editors invite professionals from education and researcher to write about the progress of science in the field of Engineering & Technology. The journal is published 2 (two) times in 1 year.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAH AIR LIMBAH (IPAL) INDUSTRI BATIK BESUREK DI KOTA BENGKULU Meilani Belladona; Narlis Nasir; Endri Agustomi
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.1-8

Abstract

Kelurahan Anggut Atas merupakan Kawasan Sentra Kerajinan Tangan di Kota Bengkulu. Kerajinan yang dijual di kawasan ini beragam dan merupakan ciri khas Provinsi Bengkulu, salah satunya yang terkenal adalan batik besurek. Proses pembatikan melalui tahapan pemalaman, pencelupan dam penghilangan malam. Pada setiap proses menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat rancangan instalasi pengolah air limbah. Metode yang digunakan berupa kajian teknis, pengujian laboratorium dan pengukuran limbah aliran air limbah batik pada saluran dan badan air. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan kadar BOD, COD dan minyak/lemak sangat tinggi yaitu 173,14 mg/l O2 untuk BOD dengan standar mutu 50 mg/l O2, 509,87 mg/l O2 untuk COD jauh di atas standar mutu yaitu 150 mg/l O2 serta kadar minyak/lemak sebesar 540,65 mg/l dengan standar mutu 3,6 mg/l. Berdasarkan data tersebut maka limbah cair harus diolah menggunakan instalasi pengolah air limbah (IPAL) sebelum dibuang ke badan air. Hasil perhitungan dan analisis mendapatkan konstruksi IPAL terdiri atas bak koagulasi (panjang : lebar = 1 : 1,  lebar = 0,3 m, panjang = 0,3 m, H rencana = 0,7 m), bak flokulasi (L tiap kompartemen = 0,05m, diameter paddle = 0.12 m, lebar paddle = 0,06 cm, panjang paddle = 0,3 cm), bak sedimentasi (panjang : lebar = 3 : 1 dengan lebar = 1,2 m dan panjang = 3,6 m), serta bangunan filter (L = 0,6 m; P = 1,2 m; H = 3 m).
DESAIN KONTROL MOTOR DC MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION Muhammad Ruswandi Djalal; Rahmat Rahmat
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.49-56

Abstract

Aplikasi motor DC sangat banyak digunakan, karena motor DC sangat cocok untuk aplikasi terutama pengontrolan, sehingga dibutuhkan desain kontroler motor DC yang tepat, dalam hal ini sangat diusulkan untuk menggunakan kontroler PID karena sangat simple untuk pengontrolan sistem dengan penalaan parameter menggunakan metode cerdas yang tepat akan didapatkan kinerja yang baik. Algoritma Ant Coloni pada prinsipnya mencari sumber makanan berdasarkan jejak feromone yang kemudian secara berkelompok akan mengikuti jejak yang memiliki feromone yang terbesar. Dengan prinsip ini algoritma akan mencari parameter yang paling optimal untuk diisikan pada parameter PID, sehingga didapatkan kendali optimal pada kecepatan motor dc. Dengan menggunakan metode cerdas Ant Colony Optimization sebagai metode penalaan PID Controller, didapatkan hasil penalaan parameter nilai PID yang optimal di mana, P sebesar 164.9826, I sebesar 23.4705, dan D sebesar 10.5060. Kombinasi parameter yang optimal ini didapatkan kinerja respon kecepatan motor dc yang optimal, ditandai dengan respon settling time kecepatan motor yang cepat dibanding dengan metode PID trial dan system tanpa kontrol.
PENGARUH PENGGUNAAN SODA ASH TERHADAP PARAMETER pH DAN TURBIDITY PADA EXTERNAL WATER TREATMENT Istianto Budhi Rahardja; Ahdiat Leksi Siregar; Anna Windia Lestari
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.9-20

Abstract

Water Treatment Plant merupakan stasiun yang berfungsi untuk mengolah dan mengkondisikan air agar sesuai dengan baku mutu air yang diharapkan. Air baku adalah air yang dipakai untuk keperluan air minum, rumah tangga, dan industri. Air yang digunakan dan dikonsumsi oleh manusia memiliki standar mutu yang dikendalikan secara ketat karena berpengaruh terhadap kualitas maupun estetika air. PMKS XYZ menggunakan air sungai dan air sumur sebagai sumber air pada waduk. Kondisi kualitas air pada parameter pH dan turbidity rata-rata untuk pH adalah 6,7-6,9 sedangkan untuk turbidity adalah 6,09 NTU – 14,91 NTU. Proses koagulasi bekerja pada rentang pH yang optimum yaitu kisaran pada pH 5,5-8,0 untuk menghasilkan kualitas air yang diinginkan. Metode penelitian dilakukan pada tanggal 29 Mei – 8 Juni 2018 di PMKS XYZ. Kajian ini menggunakan metode literatur dan metode observasi.Berdasarkan kajian ini diperoleh perbandingan menggunakan soda ash dan tidak menggunakan soda ash, untuk menghasilkan kualitas air dengan parameter pH dan turbidity yang dihasilkan. Dengan tidak menggunakan soda ash untuk pH 6,4-6,5 dan turbidity 0,17 NTU – 1,11 NTU sedangkan yang menggunakan soda ash untuk pH 7 dan turbidity 0,1 NTU – 1,02 NTU.
ANALISIS PERFORMA BATERAI JENIS VALVE REGULATED LEAD ACID PADA PLTS OFF-GRID 1 KWP Handoko Rusiana Iskandar; Clarez Bebby Elysees; Rijal Ridwanulloh; Atik Charisma; Hajiar Yuliana
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.129-140

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan solusi pembangkit listrik dengan energi terbarukan yang dapat diaplikasikan baik secara komunal maupun bersifat mandiri. Peran utama storage system khususnya baterai menjadi dasar keberlangsungan energi yang dapat disalurkan dalam sistem PLTS jenis off-grid. Penelitian ini sistem PLTS off-Grid merupakan bahasan utama terlebih pada penggunaan baterai sebagai tempat menyimpan energi, dimana baterai memiliki performa yang tidak selalu berada pada kondisi 100% selama penggunaan berkala dalam jangka waktu tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memodelkan baterai jenis Valve Regulated Lead Acid (VRLA) yang terhubung ke dalam sistem PLTS 1 kWp di Laboratorium Teknik Elektro, Universitas Jenderal Achmad Yani. Pengujian operasi baterai dilakukan dengan penggunaan beban lampu 1000 W selama 24 jam dengan berbagai karakteristik output antara lain nilai arus baterai saat charging dan discharging, kemudian siklus baterai selama 1 tahun, rasio state of charge (SOC) terhadap depth of discharge (DOD), efisiensi siklus baterai dan performa baterai saat hari otonom.  Berdasarkan hasil simulasi dan pengujian pada baterai Volta 6FMX100 dengan spesifikasi 12 V/100Ah yang dilakukan, nilai charging baterai rata – rata dalam 1 tahun 90603,9 A dan discharging baterai 85834,3 A. Nilai DOD baterai ideal berdasarkan spesifikasi 2,4%. Usia baterai mengalami penyusutan 10% akibat pemakaian selama 1 tahun. Hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini bergantung data meteorologi di site PLTS yang dimasukkan pada karakteristik panel surya pada PLTS 1 kWp.
PENGELOMPOKKAN DAERAH BERDASARKAN KETERSEDIAAN MASJID MUHAMMADIYAH DENGAN ALGORITME K-MEANS Vega Purwayoga; Budi Susanto
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.75-80

Abstract

The importance of the mosque's role in daily life as it is known is for worship facilities. However, the availability of mosques in an area is not yet fully distributed, even there are still areas that do not yet have a mosque. The financial surplus in the Muhammadiyah organization has not been put to good use. One solution is to map and group an area based on the number of mosques in the area. The grouping of regions in this study uses the K-Means algorithm. Characteristics for the process of grouping regions are the name of the district, the name of the sub-district and the number of mosques in a sub-district or branch. The study area in this research is West Java Province. Determination of K or number of clusters in this study is 3. The number of clusters is determined based on 3 categories, namely small, medium and large. There are 4 regions that are categorized with a large number of mosques, 21 regions with moderate numbers and 78 for regions that are classified as few. Evaluation of the results of the grouping showed good results with an SSE value of 90.05%.
ANALISIS PRODUKSI BERSIH DI UKM PENGOLAHAN TAHU DI GAMPONG ALUE NYAMOK KEC. BIREM BAYEUN KAB. ACEH TIMUR Yusri Nadya; Yusnawati Yusnawati; Nurlaila Handayani
Jurnal Teknologi Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.2.133-140

Abstract

Tahu merupakan ciri khas makanan Indonesia, jadi bukan hal yang biasa jika makanan tahu ini dijumpai di Kabupaten Aceh Timur. Tahu biasa diproduksi dalam industri skala kecil menengah yang banyak dijumpai di wilayah Aceh Timur. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi tahu masih sangat sederhana, masih menggunakan tenaga manusia, dan proses kurang optimal. Proses produksi tahu berawal dari proses pencucian, penggilingan, dan pengepresan dilakukan oleh manusia. Selain menghasilkan tahu sebagai produk utama, proses tersebut juga menghasilkan secondary product seperti limbah padat dan limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan akan dibuang langsung ke saluran air yang ada di sekitar rumah. Hal ini mengakibatkan pencemaran Lingkungan, seperti bau menyengat dan mengurangi budidaya ikan air tawar. Pencemaran Lingkungan akibat volume limbah yang besar dan pembuangan langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai sangat meresahkan masyarakat. Tingkat kesadaran pengusaha dan kemampuan finansial menjadi sulit dalam mengelola industri tahu. Produksi bersih menjadi strategi yang diterapkan pada industri tahu karena mampu menurunkan biaya dan mengurangi risiko Lingkungan. Dalam rangka menciptakan industri hijau dan meningkatkan daya saing industri tahu maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini mendapatkan alternatif strategi produksi yang dapat diterapkan di UKM Pengolahan Tahu. Tahapan penelitian ini adalah observasi lapangan, studi literatur, masalah perumusan, tujuan penelitian, pengumpulan data, dan pembahasan. Hasil yang diperoleh adalah penanganan limbah cair dilakukan melalui perbaikan fasilitas produksi dan perbaikan prosedur kerja guna memanfaatkan limbah cair menjadi pupuk organik, sedangkan pengelolaan limbah padat memerlukan pupuk organik atau sebahgai bahan makanan.
SINTESIS METANOL DARI HIDROGENASI KARBON MONOKSIDA DENGAN KATALIS Cu/ZnO/Al2O3 Edwin Permana; Reni Desriyanti; Lenny Marlinda; S.D. S. Murti
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.217-226

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh temperatur reaksi dengan katalis Cu/ZnO/Al2O3 menggunakan metode Hidrogenasi karbon monoksida. Reaksi dilakukan di dalam mini reaktor Micromeritic fixed-bed reactor dengan kondisi reaksi tekanan 14 bar menggunakan variasi temperatur reaksi 200, 240 dan 2600C. Pebandingan reaktan CO/H2/N2 yang digunakan adalah 15/30/5 mL/min. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa katalis A memiliki komposisi Cu:Zn:Al 53:20:4%.  yang pada XRD nampak CuO, ZnO, Al2O3 di 2θ 32,540; 36,250;  67,240 dengan luas permukaan katalis 78,94 m2/g. Berdasarkan hasil analisis GC-TCD dan GC-FID, katalis A mampu menghasilkan konsentrasi metanol hingga 0,412% pada temperatur 2600C dengan selektivitas mencapai 85,794% pada 2000C. Sedangkan katalis B memiliki komposisi Cu:Zn:Al 10:8:40%, yang pada XRD nampak CuO, ZnO, Al2O3 di 2θ 35,890; 31,680;  66,660 dengan luas permukaan katalis 214,44 m2/g. Berdasarkan hasil analisis GC-TCD dan GC-FID, katalis B mampu menghasilkan metanol hingga 0,085% pada temperatur 2600C dengan selektivitas mencapai 43,516 % pada temperatur 2000C. Dengan demikian diketahui bahwa katalis A mampu menghasilkan selektivitas dan yield metanol yang lebih tinggi dibandingkan katalis B karena katalis A memiliki komposisi Cu yang lebih banyak dari pada katalis B. Semakin tinggi temperatur yang digunakan pada reaksi sintesis metanol, maka selektivitas pembentukan metanol semakin menurun, sedangkan yield metanolnya semakin meningkat.
PENGARUH MEDAN MAGNET MENGINDUKSI BUSUR PADA PENGELASAN AUTOGENOUS TUNGSTEN INERT GAS SAMBUNGAN TUMPUL BAJA TAHAN KARAT 304 Haikal Haikal; Moch. Chamim; Ario Sunar Baskoro; Isnarno Isnarno; Apri Wiyono
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.89-100

Abstract

Dalam studi ini, penelitian mengenai penggunaan metode External Magnetic Field - Tungsten Inert Gas pada aplikasi sambungan tumpul dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pemampatan busur las terhadap kualitas hasil sambungan tumpul pelat tipis SS 304. Proses pengelasan ini dilakukan tanpa menggunakan logam pengisi tambahan (autogenous weld). Pada penelitian ini medan magnet luar ditimbulkan dengan meletakkan solenoid magnetik di sekeliling obor las TIG. Pengaktifkan medan elektromagnetik ini dilakukan secara dinamis dengan menggunakan mikrokontroler. Parameter pengelasan yang digunakan yaitu arus pengelasan 100; 105; 110 A dan kecepatan pengelasan 1,6; 1,8; 2,05 mm/s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelasan EMF-TIG dapat menghasilkan lebar manik yang lebih seragam di sepanjang jalur las dengan standar deviasi sebesar 0,08 dibandingkan dengan las TIG konvensional sebesar 0,12. Peningkatan kecepatan las sebesar 2,05 mm/s menyebabkan tidak berpengaruhnya penambahan medan magnet luar terhadap lebar manik las. Parameter arus 105 A dengan kecepatan 1,6; 1,8; 2,05 mm/s menghasilkan pemampatan lebar manik atas berturut- turut sebesar 0,87; 0,61; 0,1 mm. Parameter pengelasan dengan arus 105 A dan kecepatan las 1,6 mm/s memiliki efek pemampatan manik atas yang lebih besar yaitu sebesar 0,84 mm dibandingkan arus 110 A yaitu 0,38 mm.
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTROPOMETRI DAN MATERIAL SELECTION PADA INDUSTRI SEPATU Ratna Dewi Anjani; Asep Erik Nugraha; Rianita Puspa Sari; Deri Teguh Santoso
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.15-24

Abstract

MSMEs of shoes and sandals producers in Cibaduyut centers in the process of work that is carried out continuously, are known to have a high enough risk, namely in the process of installing sole. The sole installation process in the Home Industry is still using modest work facilities. Besides this sole installation is often done not on the table but on the thigh of the worker, this is very dangerous for the worker because he has a high enough risk of accidents, so that workers become uncomfortable at work. The purpose of this research is to design a working aid in the form of a workbench at the sole of shoe installation station with material selection so that the worker's body position becomes safer, more comfortable and healthier so as to reduce the risk of work accidents due to unfavorable work positions and will increase work productivity. The method used in this study, is an anthropometric method to measure the level of risk of danger from the worker's posture that is using the RULA (Rapid Upper Limb Assessment) method. This calculation is only done at the sole station. Furthermore, using the results of the RULA method, a working tool design in the form of a sole of shoe mounting table can be designed using an appropriate software based on raw material selection, as well as the principles of mechanics and ergonomics.
PENGARUH PENGGUNAAN BOILER 20 TON UAP/JAM TERHADAP KENAIKAN KAPASITAS PABRIK 40 TON/JAM PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT (PMKS) XYZ Istianto Budhi Rahardja; Ahmad Mahfud; Prabu Diga Bawana
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.227-236

Abstract

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) adalah suatu industri yang bergerak untuk mengolah Tandan Buah Segar/TBS menjadi beberapa produk yang dihasilkan, produk utama pabrik kelapa sawit yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK), dalam prosesnya untuk mengolah kelapa sawit menjadi CPO maupun PK membutuhkan uap. Uap yang digunakan untuk pengolahan, dihasilkan dari boiler. Boiler adalah suatu pesawat untuk menghasilkan uap, sedangkan uap tersebut digunakan di luar pesawat. Kajian ini dilaksanakan pada tanggal 10 – 20 April 2017 yang bertempat di pabrik minyak kelapa sawit PMKS XYZ, Bengkulu. Metode yang digunakan dengan observasi, wawancara, studi literatur, penggalian data, dan analisa data. Pengaruh penggunaan boiler kapasitas 20 ton uap/jam terhadap kenaikan kapasitas pabrik 40 Ton/jam. Kebutuhan uap pada PMKS Ipuh pada saat  ini adalah 19.800 kg uap/jam, sedangkan uap yang dapat dihasilkan oleh boiler adalah sebesar 17.630 kg uap/jam. Maka, kebutuhan uap pada PMKS XYZ belum dapat tercukupi. Karena, masih terdapat selisih antara kebutuhan uap dengan uap yang dapat dihasilkan, yaitu sebesar 2.170 kg uap/jam. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya tekanan pada boiler dan sterilizer, yaitu ; Efisiensi boiler di PMKS XYZ telah menurun dari 73% menjadi 67,23%, Squencing time pada PMKS XYZ tidak sesuai, yang seharusnya 45 menit, aktualnya hanya 35 menit, dan kebutuhan uap pada PMKS XYZ meningkat dari yg hanya membutuhkan 14.850 kg uap/jam menjadi 19.800 kg uap/jam. Sehingga tidak dapat tercukupinya kebutuhan uap PMKS XYZ dengan menggunakan boiler dengan kapasitas 20 Ton uap/jam yang memiliki efisiensi 67,23%.