cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Mewujudkan Dakwah Antar Budaya dalam Perspektif Islam Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1639

Abstract

Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Manusia secara fisik hampir tak memiliki perbedaan yang mencolok antara satu dengan yang lainnya. Kemudian dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap objek dakwah. Dari masa ke masa kegiatan  dakwah  selalu  mengalami  perubahan-perubahan  sesuai dengan kondisi budaya  dan  situasi lingkungan. Dakwah menjadi tugas setiap muslim dalam pengertian yang sederhana dalam skala mikro sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Namun dalam pengertian dakwah secara ideal dan makro, baik yang dilakukan oleh individu terkhusus oleh kelompok dakwah harus dilakukan dengan menguasai berbagai aspek, baik metode, materi, media dan menguasai sasaran dakwah. Munculnya permasalahan dalam dakwah semakin kompleks, apalagi pada zaman yang modern seperti sekarang ini. Para da’i dituntut harus bisa mengetahui  gambaran dakwah atau uraian yang mengandung berbagai keterangan, informasi, dan data yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun suatu rencana kegiatan dakwah secara sistematis dan terinci tentang daerah atau  batasan  geografis  yang  nantinya  akan  mewujudkan  dakwah antar budaya oleh sang da’i. Oleh karenanya dibutuhkan aktivitas dakwah agar senantiasa mampu mewujudkan dakwah antar budaya saling rukun, saling menghormati dan menghargai diantara sesama serta mampu menjalin hidup yang toleran dengan kearifan budaya yang ada. Dakwah antar budaya merupakan sebagai proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antar subjek, objek dakwah serta keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat intra dan antarbudaya agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan tetap terpelihara situasi dan kondisi dengan damai
M. NATSIR DAN PANDANGANNYA TENTANG DAKWAH DALAM BUKU FIQHUD DAKWAH *, Mubasyaroh
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.436

Abstract

PARADIGMA DAKWAH UPAYA MERESPON PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DI ERA MODERN Rakhmawati, Istina
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1654

Abstract

Pada Era modernisasi saat ini telah membawa manusia pada kemajuan peradaban dan teknologi. Hal ini ditandai dengan adanya temuan-temuan baru dan kemajuan di berbagai bidang. Berbagai bentuk perubahan sosial, ekonomi, maupun budaya yang menyertai era modernisasi tersebut pada gilirannya mempengarui cara pandang manusia terhadap kehidupan. Era modernisasi mulai dari  nilai moral, etika dan cara hidup berganti begitu cepat menjadi tatanan baru. Tatanan itu semakin menjauhkan manusia dari kepastian moral dan nilai luhur yang telah dipegang teguh. Salah satu persoalan krusial sebagai dampak proses modernisasi  dan globalisasi yang terkait dengan kehidupan keagamaan adalah makin menipisnya ruang religiusitas dalam kontek kehidupan manusia. Disadari atau tidak ini sudah merambah pada kehidupan kita saat ini. Temuan-temuan empiric menghadapkan kepada manusia yang beragama menjadi sebuah realitas akan kekuasaan manusia dimuka bumi ini. Sementara modernisasi akan menyimpan berbagai tantangan dan hambatan bagi kehidupan beserta masalah yang ditimbulkan merupakan bentuk kenyataan yang tidak bisa dihindari sebagai wujud perkembangan dan peradaban zaman dari ralitas sejarah kemanusiaan yang ada. Selama ini ada semacam kerancuan paradigma dalam dakwah kita, baik secara bil-lisan maupun dakwah secara bil-hal. Sementara Proses dakwah selama ini cenderung mengarah pada konsep komunikasi ala perbankkan, dimana masyarakat diibaratkan sebagai wadah kosong yang harus diisi dengan perangkat keyakinan serta nilai moral dan praktek kehidupan agar disimpan juga dikeluarkan sewaktu  dibutuhkan. Maka dari itu sudah saatnya kita membangun konsep paradigma dakwah yang mampu untuk menjawab tantangan dan hambatan dimasa mendatang misalnya meletakkan Paradigma Tauhid dalam proses dakwah, adanya perubahan masyarakat tentang pemahaman agama yang mereka yakini dan adanya strategi yang imperative dalam dakwah, artinya memiliki kemampuan menangkap tanda-tanda zaman saat ini.
DAKWAH DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Analisis pada Keberagamaan Islam Nusantara) Yuliyatun, Yuliyatun
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3373

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan makna yang terkandung dalam konsep dan fenomena corak keberagamaan masyarakat Nusantara yang mewujud pada fenomena Islam Nusantara. Islam Nusantara yang menandai corak keberagamaan telah melewati proses panjang dalam aktivitas dakwah para pendahulu yang mampu mengkomunikasikan pesan-pesan Islami di tengah budaya local masyarakat yang jauh sebelumnya telah memiliki seperangkat tradisi dan ritual kepercayaan non-Islami. Penelitian dengan pendekatan fenomenologis dan analisis wacana terhadap berbagai sumber data baik di lapangan maupun literer dan media sosial, mengungkapkan fakta bahwa karakteristik keberagamaan Islam Nusantara dapat menginspirasi gagasan-gagasan inklusif, dinamis, dan dialogis bagi pelaku dakwah sebagai model pengembangan dakwah dengan pola komunikasi lintas budaya. Mengingat dunia yang semakin global menjadikan sikap-sikap yang lahir dari corak Islam Nusantara mampu melintasi ragam budaya yang berbeda dalam dakwah dan syiar Islam.
DAKWAH DAN MEDIA SOSIAL: Menebar Kebaikan Tanpa Diskrimasi Sumadi, Eko
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.2912

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep dakwah menurut Islam danperan media sosial dalam berdakwah. Secara mendasar, dakwahmeliputi isi (esensi) dan cara (metode). Isi (materi) memang harusdisampaikan sesuai dengan sumber normativitas agama, namun jugadituntut adanya kontekstualisasi. Apalagi metode penyampainnya,harus senantiasa seiring dan selaras dengan perkembangan zaman.Dari hasil kajian yang penulis lakukan sampai pada kesimpulanbahwa; dakwah merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim.Dakwah juga harus dilakukan dengan cara-cara yang arif danbijaksana, tidak konfrontatif, diskriminatif dan provokatif. Mediasosial dinilai efektif sebagai sarana berdakwah. Namun, berdakwahmelalui media sosial harus memperhatikan etika dan norma-normaber-medsos. Sehingga benar-benar mendatangkan kemanfaatanbukan sebaliknya menimbulkan permasalahan. Artikel iniditulis dengan metode penelitian kepustakaan (Library Research).
BUDAYA POPULER DALAM JURNALISTIK MEDIA ISLAM Rohimi, Primi
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3471

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk menguak budaya populer yang menjadi wacana dalam produk jurnalistik media Islam. Jurnalistik media Islam pada awalnya memiliki konten normatif. Namun akhir-akhir ini dengan tren konvergensi media khususnya media digital, majalah Islam memiliki beragam tampilan dan segmentasi. Hal ini misalnya dapat dilihat dari majalah elFata dan Ummi. Dengan analisis Semiotik dari Barthes dapat ditemukan penanda yang menunjukkan petanda budaya populer dalam majalah elFata dan Ummi. Ketika majalah Islam menjadi konsumsi berbagai segmentasi muslim Indonesia maka negosiasi tersebut melibatkan budaya populer. Analisis Semiotika pada dua majalah Islam tersebut menghasilkan temuan bahwa majalah Islam telah menjadi salah satu budaya populer sebagian muslim Indonesia. Beragam tema budaya populer dalam produk bersegmentasi muslim, menguatkan dan memperbanyak kemunculan kelas muslim menengah.
STRATEGI DAKWAH DALAM MENGHADAPI KEHIDUPAN MODERN Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3612

Abstract

Strategi dakwah diera modern sebenarnya sangat mudah, dimana diera tersebut ditandainya berbagai fasilitas mendukung dan membantu saat kita melakukan misi dakwah. Hanya menggunakan media sebagai alat dakwah kita sudah bisa melakukan aktifitas dan kegiatan dakwah. Diantaranya menggunakan internet, radio, televisi, majalah dan masih banyak lagi yang semua itu semata-mata sebagai media dakwah dalam menghadapi kehidupan modern.  Dunia saat ini mengalami perkembangan yang begitu pesatnya. Arus informasi dan teknologi yang kian marak menjadikan misi dakwah kita semakin tertantang untuk mengembangkan dengan penuh enovasi, dimana akan memberi dampak perubahan dalam kehidupan umat manusia khususnya dalam menghadapi kehidupan modern saat ini. Semua itu tentunya tidak terlepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak pernah absen dalam melakukan sebuah enovasi mengembangkan strategi dakwah yang tiada henti untuk menuju suatu tatanan ketanan kehidupan modern yang lebih berutu dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
PERKEMBANGAN ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM BERMEDIA SOSIAL Andriani, Faricha
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5586

Abstract

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dari kegiatan saling berinteraksi dengan sesama manusia. Melalui kegiatan interaksi inilah manusia otomatis melakukan kegiatan komunikasi. Pada perkembangannya, komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung dalam kehidupan nyata, melainkan juga dapat dilakukan melalui media virtual dengan memanfaatkan akun-akun media sosial. Akan tetapi, pada praktik komunikasi dalam media sosial, masih didapati pelanggaran etika komunikasi dengan adanya penyebaran pesan hoax serta hate speech. Sehingga perlu adanya pengembangan pada etika komunikasi, khususnya etika komunikasi islam. Etika komunikasi islam tidak hanya dijadikan sebagai pemahaman ilmu saja, melainkan adanya implikasi dalam kegiatan komunikasi dalam bermedia sosial. Adanya pemahaman dan pengaplikasian tersebut mampu memberikan pemahaman yang lebih akan pentingnya etika komunikasi dalam bermedia sosial, karena media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan bagian dari budaya interaksi dalam dunia modern.
KOMUNIKASI KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN EFEKTIVITAS MADRASAH DI MTs SABILUL MUTTAQIN JEPANG MEJOBO KUDUS Mohtarom, Mohtarom
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5618

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap tentang peran kepala madrasah dalam hal komunikasi yang efektif dalam rangka mewujudkan Madrasah efektif di MTs Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Efektivitas madrasah merupakan keberhasilan madrasah sebagaimana cita-cita lembaga pendidikan, akan tetapi terkadang madrasah tidak mampu mewujudkannya diantaranya disebabkan komunikasi kepala madrasah yang kurang maksimal, sementara komunikasi kepala madrasah merupakan keterampilan yang harus dimiliki kepala madrasah dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Komunikasi yang efektif akan mampu menggerakkan sumber daya yang dimiliki sekolah, lebih-lebih sumber daya manusia madrasah yaitu para dewan guru, staf madrasah, komite madrasah, wali murid serta stake holder lainnya. 
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM NOVEL “BUMI CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY Zaini, Ahmad
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5596

Abstract

Dakwah bertujuan untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran, penghayatan, dan pengaplikasian terhadap ajaran agama yang dibawa oleh para dai. Novel sebagai media cetak dapat dijadikan sebagai sarana dakwah untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian dan kesejukan bagi para pembacanya. Tulisan ini bertujuan untukmengetahui kandungan makna nilai dakwah novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy dan mengeksplorasi muatan dakwah yang terkandung dalam Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian dalam novel ini tentang nilai-nilai dakwah terlihat dalam tokoh Ayyas yang digambarkan sebagai sosok yang disiplin dalam menjalankan ibadah, jujur, pekerja keras, suka menolong orang lain, bersyukur dan sabar dalam menjalani kehidupan di negara yang liberal. Hidup di negara liberal tidak lantas membuat kita terhanyut dengan kehidupan di dalamnya, namun harus tetap menjaga ajaran agama dan adat ketimuran yang dimilikinya. Novel yang bercerita tentang kehidupan mahasiwa yang bernama Ayyas yang sedang kuliah di Rusia dapat dijadikan sebagai dasar dan gambaran bahwa tinggal di negara-negara yang memiliki prinsip kebebasan merupakan tantangan yang berat sehingga harus disikapi dengan bijak.