cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Analisis Semiotik Pesan Dakwah Dalam Film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” Perspektif Roland Barthes Zaini, Ahmad
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6460

Abstract

Tulisan ini bertujuanuntuk mengetahui lambang-lambang (signs) pesan dakwah yang dimunculkan dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah dan untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat masalah akidah, syariah dan akhlak. Materi akidah tercermin pada keimanan Hamid dan ibunya kepada Allah swt. yang sudah tertanam pada dirinya sejak kecil. Hamid mengatakan kepada ibunya bahwa dalam kehidupan ini janganlah mengukur segala sesuatu dengan yang kelihatan saja, karena pada dasarnya apa yang kelihatan berasal dari yang tidak terlihat. Dan yang tidak terlihat itu adalah Allah swt. Materi syariah (ibadah dan muamalah) tampak dalam ilustrasi Zainab yang sedang membaca al-Quran, Hamid, ibunya serta Zainab yang sedang salat dan ibadah haji yang diilustrasikan bahwa Hamid sedang melaksanakan rangkaian manasiknya. Sedang materi akhlak tampat ketika Hamid beserta ibunya mengucapkan salam saat berkunjung ke rumah Engku Ja’far dan Hamid yang sedang menolong seorang ibu yang jatuh barang bawaannya.
DIALOGIS KOMUNIKATIF KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MEMAHAMI AGAMA Masturin, Masturin
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5604

Abstract

Selama ini perkembangan ilmu-ilmu Islam hanyalah berupa dekodifikasi (penjabaran, penafsiran, sistematisasi) dari teks-teks Al-Quran dan Hadis, seperti Tafsir, Fiqih, dan Tasawuf. Teks-teks didekodifikasi menjadi teks baru, yaitu ilmu-ilmu Islam. Dengan kata lain, dekodifikasi berangkat dari teks menuju ke teks yang baru. Gampang­nya, dekodifikasi adalah gerak dari teks ke teks. Sementara itu, ada perkembangan baru yang populer mulai 1980-an, yaitu gagasan Islamisasi ilmu. Ilmu-ilmu yang sudah ada (ilmu-ilmu alam, sosial, humaniora) "diislamkan" dengan mengembalikannya pada teks-teks Islam. Dalam Skala global, ada sedikitnya empat persoalan yang dihadapi agama dan kebudayaan, sendiri-sendiri atau bersama-sama, pertama, agama menghadapi sekularisasi. Kedua, kebudayaan meng­hadapi uniformasi, yaitu proses digantikannya diversifikasi kebudayaan yang berupa pilihan budaya individual oleh uniformasi kebudayaan. Ketiga, agama dan kebudayaan bersama-sama menghadapi persoalan alienasi metafisik, yaitu perasaan tak berdaya manusia menghadapi realitas. Keem­pat, pemecahan dari persoalan pertama, kedua, dan ketiga dalam bentuk spiritualisme pasca-modern yang non-rasional yang merupakan gejala anti-agama dan kontradiksi budaya, justru menimbulkan persoalan baru dari pada memecahkan persoalan. 
Komunikasi Islam Dalam Lintas Budaya Mahadi, Ujang
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6439

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar, urat nadi dan ciri eksistensi kehidupan manusia. Tanpa komunikasi, manusia akan sulit  mengungkapkan isi hati, perasaan, keinginan, pendapat dan menjalankan hubungan silaturahmi dengan manusia lainnya. Komunikasi Islam, yaitu proses menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan etika dan prinsip-prinsip Islam,  materi atau isi pesan (content) komunikasi bersumber dari Al-Quran dan Hadis Nabi saw. Komunikator dalam koumunikasi Islam harus memiliki integritas dan menjunjung tinggi moralitas dalam menyampaikan pesan. Enam prinsip dalam komunikasi Islam, yaitu: Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layinan, dan Qaulan Maysura. Komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan di antara peserta komunikasi yang berbeda latar belakang budaya, bisa berbeda bangsa, kelompok ras, atau komunitas bahasa. Komunikasi Islam dalam komunikasi lintas budaya mengandung maksud bahwa umat Islam dalam berkomunikasi harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran, dan kesantunan serta senantiasa mempertimbangkan keragaman dan pluralitas budaya masyarakat sehingga terwujud komunikasi yang komunikatif dan humanis.
Pidato Presiden Soekarno Tahun 1958-1966 (Kajian Analisis Isi Perspektif Komunikasi Islam) Oka Merta Jayano, I Made; Batubara, Abdul Karim
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi Islami yang ada dalam pidato presiden Soekarno, tema-tema keagamaan (Islam) yang ditonjolkan dan konsistensi isi pidato-pidato presiden Soekarno dalam mengkomunikasikan pesan-pesan keagamaan; yang pembahasannya ditelaah dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari koleksi buku seri pemikiran  Bung Karno yang  diterbitkan oleh PT. Gramedia Widiasarana Indonesia atau Grasindo, Jakarta yang dipilih secara purposif, yaitu buku Bung Karno dan Wacana Islam yang segmentasi pasarnya sama-sama secara umum namun tentu saja visi dan misi yang diemban setiap buku berbeda satu dengan lainnya yang juga akan mempengaruhi konten berita atau pesannya. Penelitian dilakukan selama tiga bulan ( Desember hingga maret) dengan menggunakan sampel probabilitas untuk menentukan peluang yang sama terhadap semua pidato, maka terpilihlah judul-judul pidato yang akan diteliti dari tahun 1958-1966 sehingga sampel penelitian ini adalah total berjumlah 26 judul pidato. Dengan terlebih dahulu melakukan koding terhadap prinsip-prinsip komunikasi Islami dari keduapuluhenam judul pidato sepanjang tahun 1958-1966 oleh presiden Soekarno yang dijadikan sampel penelitian diperoleh hasil 26 judul pidato yang menggunakan prinsip komunikasi Islam yang pertama yaitu memulai pembicaraan dengan salam yaitu ucapan assalamu’alaikum warahmatullah wabarakattu. Dari tema-tema keagamaan yang diteliti ditemukan penonjolan tema: Islam adalah agama kehidupan dan perjuangan, Islam adalah agama yang menuju kepada hati dan otak, Islam adalah agama perbuatan, Islam, agama yang toleran, Islam harus mengadakan perjuangan habis-habisan terhadap imperialisme, kolonialisme, dan neokolonialisme; Islam , agama yang mempersatukan Tuhan dengan manusia; Islam, agama amal. Konsistensi pidato cenderung positif dan konstan dalam mengkomunikasikan pesan-pesan keagamaan (Islam). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kendati tidak semua prinsip komunikasi Islam dapat diterapkan, tetapi secara umum tidak sedikit prinsip komunikasi Islam yang telah dipraktikkan. Terkait dengan isi pesan komunikasi Islami presiden Soekarno yang ingin mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera lahir batin serta membentuk dunia baru yang bebas dari segala bentuk penindasan dan penghisapan manusia atas manusia yang senafas dan sebangun dengan ajaran Islam.impian itu tampaknya masih diliputi mendung yang tebal.
Perjanjian Damai Dengan Masyarakat Non Muslim Sebagai Model Komunikasi Islam Oleh Rasulullah pada Masyarakat Multikultural di Madinah Dan Relevansinya pada Masa Sekarang Mubasyaroh, Mubasyaroh
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6438

Abstract

Membincang gerakan dan strategi dakwah rasulullah tidak akan pernah habis, karena pada beliaulah terdapat berbagai kisah suka duka, gagal dan berhasilnya dakwah yang dilakukan sejak beliau menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun. Pada tulisan ini akan membahas tentang komunikasi Islam pada rasulullah dan strategi dakwahnya pada masyarakat multi kultural di Madinah serta relevansinya pada masa sekarang. Pesan dakwah dari da’i terhadap mad’u akan tersampaikan melalui komunikasi yang dibangun antara kedua belah pihak. Komunikasi yang dibangun rasulullah merupakan sistem komunikasi Islam yang berlandaskan pada Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyina dan Qaulan Maysura. Disamping itu, komunikasi yang dibangun rasululllah tersebut akan memberikan gambaran sebagaimana dalam komunikasi konvensional yang dikenal dengan dua sistem  yaitu talk to people dan  talk with the people. Hal ini menjadi penting karena komunikasi akan berpengaruh terhadap keberhasilan dakwah itu sendiri, terutama pada`masyarakat multi kultur sebagaimana masyarakat yang ada di Madinah dengan kondisi masyarakat yeng terdiri dari berbagai agama dan ras. Indonesia sebagai negara dengan dengan beragam budaya kiranya perlu mengadopsi sistem komunikasi yang sudah dibangun oleh rasulullah.
Kolaborasi Dakwah Religi Sampak Gus Uran Dalam Dialog Budaya Suluk Maleman Ahmad, Nur; Muna, Fitria
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6891

Abstract

Pada tulisan artikel kali ini, penulis mencoba mengkolaborasikan strategi dakwah dengan penggabungan antara dakwah media musik religi yang dikemas dengan alunan lirik puisi atau lelagon tembang-tembang bernuansa religi. Artikel ini juga merupakan ringkasan dari hasil reset penelitian atas kolaborasi dosen dengan mahasiswa pada fakultas dakwah dan komunikasi. Pada kolaborasi riset tersebut akhirnya menghasilkan temuan ilmu untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh seorang pendakwah sekaligus budayawan religi dan seniman yakni Beliau Romo Yai Anis Sholeh Baasyin. Beliau adalah salah seorang yang memimpin dan mengasuh Orkes Religi Puisi Sampak GusUran Pati. Semoga dengan kehadiran artikel ini akan memberi kontribusi serta nuansa baru tentang dakwah melalui media musik relisi yang dikemas dalam bentuk dakwah yang mengkolaborasikan dalam dialog budaya Suluk Maleman yang disampaikan oleh Romo Yai Anis Sholih Baasyin Pati Jawa Tengah.  Artikel ini akan memberi warna tersendiri dalam pengembangan strategi dakwah melalui media musik yang dilakukan oleh Orkes Religi Sampak GusUran Pati. Maka dari itu pada Orkes Religi Sampak GusUran dalam mengembangkan musik dan dakwahnya pada dialog Suluk Maleman. Acara  diadakan sebulan sekali di Rumah Adat Indonesia Mulia di wilayah Pati jawa tengah. Bagaimana pesan dakwah Orkes Sampak GusUran dan Suluk Maleman pimpinan Anis Sholeh Ba’asyin. Bagaimana strateginya  yang dilakukan oleh Orkes Religi Sampak GusUran dan Suluk Maleman pimpinan Romo Yai Anis Shalih Baasyin.
Masjid Sebagai Pusat Dakwah Islam di Kampung (Studi Masjid Darus Sa’adah Desa Hadipolo Kec. Jekulo Kab. Kudus) Zaman, Wahyu Khoiruz
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6777

Abstract

Masjid menjadi salah satu simbol penting bagi agama Islam, baik sejak masa awal perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW maupun masa kini. Meskipun masjid menjadi simbol terpenting, namun pengelolaan dan karakter masjid memiliki gambaran yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan situasi keberadaan masjid tanpa mengurangi fungi utama masjid sebagai tempat ibadah. Artikel ini mendiskripsikan tentang masjid Darus Sa’adah yang terletak di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Masjid tersebut memiliki karakter tersendiri yang tidak lepas dari perjalanan sejarah dan letak masjid yang berada di sebuah kampung di kota kretek. Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut menjadi pusat dakwah bagi pendirinya yakni KH Zainal Khafidzin.
Analisis Nilai Foto Jurnalistik dalam Konten Citizen Journalism pada Tribun Bone Qudratullah, Qudratullah; Adawiyah, Radiatul; Rasmi, Rasmi
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7153

Abstract

Penelitian ini mencoba menganalisis foto jurnalistik dalam konten Jurnalisme Warga pada media cetak Tribun Bone. Untuk menilai layak dan tidaknya sebuah foto untuk dimuat dalam media, maka foto jurnalistik harus berisi nilai-nilai informatif, minat manusia, faktual, kualitas gambar. Artikel utama adalah jurnalisme warga Harian Harian Tribun Bone. Jurnalisme warga diambil dari bulan Oktober dan November 2019 dan Maret 2020. Penelitiam ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kepustakaan. Berita-berita dikumpulkan kemudian disusun dengan berbagai kumpulan yang dikategorikan sesuai dengan jenis foto jurnalistiknya. Teknik pengumpulan data dikelompokkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitan ini juga melakukan wawancara dengan Pimpinan redaksi Harian Tribun Bone sebagai data pendukung atas hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan foto jurnalistik yang membahas beberapa nilai-nilai berita dalam diskusi dengan aktualitas, relevan, kejadian luar biasa, promosi dan universal.
Pesan-Pesan Dakwah Da’i Pada Khalayak (Analisis Konten Pada Ceramah Da’i tentang Covid-19 di Youtube) Munir, Muhammad; Fauzi, Mohammad; Putra, Robby Aditya
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7685

Abstract

Analisis Semiotik Charles Sanders Pierce Pada Trailer Film The Santri fitriyah, aini
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7150

Abstract

Pada era informasi saat ini, media memiliki peran penting sebagai pembentuk moral agar lebih baik dengan memberikan tayangan yang  dapat membentuk moral untuk penontonnya.Karya ilmiah ini bertujuan  mengungkap makna  kontroversi  dalam Trailer film The Santri yang di sutradari oleh Livi Zheng, film tersebut bekerja sama dengan NU Chanel yang akan tayang untuk memeriahkan hari Santri Nasional, namun saat penayangan perdana trailernya, banyak komentar  negatif dari para netizen bermunculan dan  beberapa artikel  mengomentari  Trailer film tersebut.Sehingga muncul himbauan untuk tidak menonton film The Santri karena tidak mencerminkan sikap dan budaya santri yang semestinya. Tidak berhenti sampai di situ isue tersebut sempat menjadi trending media tweeter. Peneliti ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu analis semiotik Charles Sandessrs Pierce. Metode semiotik, yaitu metode analitis untuk menilai signifikasi. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui pemilihan adegan di Trailer  film "The  Santri” metode analisis semiotika charles  Sanders Pierce, berdasarkan model analisis semiotika dengan menggunakan segitiga makna yaitu dengan menggabungkan antara representament, objek dan interpretant. Dari analisis tersebut penulis menemukan jika tanda-tanda digali lebih dalam bisa memunculkan banyak makna dan tidak semua scene atau potongan dalam trailer The Santri bernilai kontroversi.Kata kunci :Trailer film, Representasi,  Santri, Semiotik, C.S Pierce.