cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
BIMBINGAN KELUARGA DALAM MEMBANTU ANAK AUTIS (KEHEBATAN MOTIF KEIBUAN) Farida, Farida
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1040

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pola bimbingan yang dilakukan oleh keluarga.  karena tidak bisa dipungkiri anak-anak kenal pertama kali dengan kedua orang tuanya dan mengalami tumbuh kembang dalam lingkungan  keluarga. Keluarga  adalah tempat pertama dan utama untuk tumbuh dan kembang anak (baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus, misalnya autis). Ciri utama anak autis adalah mengalami gangguan komunikasi dan interaksi sosial. Hasilnya upaya orang tua, khususnya ibu (dengan motif keibuan yang dimiliki) dalam memberikan bimbingan pada anak autis dengan pembiasaan perilaku baik sampai pemahaman perilaku, penyesuaian perilaku secara keumuman/kelaziman  dan dukungan keluarga akan membantu anak autis untuk tumbuh secara optimal, bahkan meraih prestasi yang sama atau bahkan melebihi anak-anak normal,   seperti  yang  dialami Stephen Wiltshire. Kata Kunci: Bimbingan Keluarga, Anak Autis, Motif Keibuan.FAMILY     COUNSELLING   IN    HELPING   CHILDREN AUTIS (THE     EXCELLENCE   OF     THE    MOTIF     OF MOTHERHOOD).The first time children know with both parents and experiencing growth and development in a family environment. The family is first and foremost a place for growth and development of children (both normal children and children with special needs, such as autism). The main characteristic of children with autism  is impaired  social interaction  and communication. So that the efforts of parents, especially mothers (the motherhood of motive owned) in providing guidance in autistic children by habituation good behavior to understanding  behavior, behavioral  adjustment  in generality  / prevalence  and family  support  will help autistic children to grow optimally, even achievements, equal or even exceed normal kids, like that of Stephen Wiltshire. Keywords:  Family Guidance, Autistic, Motherhood Motive.
DAKWAH PADA SETTING RUMAH SAKIT: (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP SISTEM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM BAGI PASIEN RAWAT INAP DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG) Hidayanti, Ema
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1049

Abstract

Artikel ini mencoba mendeskripsikan salah satu aktivitas dakwah pada ranah kehidupan manusia yaitu pada setting rumah sakit. Fokus kajian pada sistem pelayanan bimbingan dan konseling Islam yang dilaksanakan  di rumah sakit Islam Sultan Agung Semarang.  Sebuah pelayanan  bimbingan dan konseling  Islam pada dasarnya merupakan sistem yang terdiri dari berbagai unsur yang terlibat dalam pelayanan tersebut. Dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling di rumah sakit, sistem yang dimaksud setidaknya terdiri dari penyelenggara, petugas, pasien, materi, media, metode,  sarana prasarana,  pendokumentasian/ pengarsipan dan evaluasi.  Berdasarkan unsur  dalam sistem pelayanan inilah, akan diurai lebih lanjut berkaitan dengan sistem pelayanan bimbingan dan konseling Islam bagi pasien rawat inap di RSI sultan agung Semarang. Dimana pada realitasnya setiap unsur dalam pelayanan tersebut memegang peran penting dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling Islam oleh bagian Bimbingan dan Penyuluhan Islam melalui satu unit yang bernama Bimbingan Kerohanian Islam.kata kunci: Dakwah, Sistem Pelayanan Bimbingan Konseling Islam, Pasien Rawat Inap. DAKWA IN HOSPITAL SETTINGS :(DESCRIPTIVE  STUDY OF   THE  SERVICE SYSTEM  GUIDANCE COUNSELING ISLAM FOR PATIENTS HOSPITALIZED IN  RSI SULTAN AGUNG SEMARANG).   This article attempts to describe one  of the missionary activity in the realms of human  life is in the hospital setting. The assessment focused on the system of Islamic guidance and counseling services are carried out in hospitals Islam Sultan Agung Semarang. A guidance and counseling services Islam  is basically  a system that consists  of various  elements involved  in these services. In the context of guidance and counseling services in hospitals, the system that is at least composed of the organizers, officials, patients, materials, media, methods, infrastructure, documentation / archiving and evaluation. Based on the elements in this service system, will be parsed further relates to a system of Islamic guidance and counseling services  for inpatients in RSI Sultan  Agung Semarang. Where  in reality every element in these services play an important  role in the implementation of guidance and counseling  services by the Islamic Guidance and Counseling section Islam through a unit called Islamic Spiritual Guidance.Keywords: Dakwa, System Services Counseling Islam, Inpatient.
PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP Khoirun Nida, Fatma Laili
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1076

Abstract

Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai  which termasuk: nilai- nilai  kreatif,  nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi  logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E.  Frankl  dalam metode terapis meaningfulness  kehidupan, di  mana  Frankl  percaya bahwa semua aspek-aspek  arti hidup menyimpan.  Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness  kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan. Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan  HidupTHE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental  motivation  present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal  values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl  believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus, spiritual quetion  is contributing  to the achievement of the meaning fulness of life, in which role he was able to become the media, control and guidance for individual sindynamics of life, so that individual under any circumstances while maintaining the quality of humanexistence as intellectually, emotionally and spiritually so that he able to achieve the meaning of life. Keywords: Role, Spiritual Quetion, Meaning of Life
PENTINGNYA KECERDASAN SPIRITUAL DALAM MENANGANI PERILAKU MENYIMPANG Maslahah, Ani Agustiyani
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1067

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pentingnya kecerdasan spiritual dalam menangani perilaku menyimpang. Dekadensi moral bangsa yang terjadi sebagai bukti tidak adanya kseimbangan antara kecerdasan intelektual,  kecerdasan emosional,  dan kecerdasan spiritual. Salah satu upaya menghindari fenomena tersebut adalah mengintegrasikan antara ketiganya. Membimbing dan membantu menyelesaikan masalah dibutuhkan kecerdasan spiritual.  Di mana seorang konselor harus memiliki motivasi spiritual dengan tetap konsisten beribadah kepada Allah  dan takwa. Membimbing memerlukan kecerdasan spiritual agar dapat menjadi pendidik sekaligus orang tua bagi klien, sehingga konselor mampu membimbing, membina, mendidik sesuai kaidah-kaidah spiritual religius. Seorang konselor merupakan mitra dan uswah (teladan) bagi anak didik dalam membangun sebuah karakter sehari-hari (caracter building). Kata Kunci:  Kecerdasan Spiritual,   Perilaku  Menyimpang, KonselorTHE  IMPORTANCE OF  SPIRITUAL INTELLIGENCE IN DEALING WITH ABERRANT BEHAVIOR. This article aims to discuss the importance of spiritual intelligence in dealing with aberrant behavior. The decadence of the morality of the nation that occur as evidence lack kseimbangan between intellectual, emotional intelligence and spiritual intelligence. One of the efforts to avoid the phenomenon is to integrate between the three. Guides and help resolve the problem needed spiritual intelligence. Where a counselor must have a spiritual motivation to remain consistent to serve God and piety. Guide requires spiritual intelligence in order to become educators as well as parents for the client so that the counselor is able to guide, build, educate according to the rules of the religious spiritual  rule. A counselor  is a partner and uswah (EXAMPLE) for students in building a daily character (caracter building).Keywords: Spiritual Intelligence, Deviant behavior, Counselor
URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI REMAJA (UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG) Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1012

Abstract

Dunia remaja adalah dunia yang penuh dengan dinamika yang menarik.Umumnya  mereka menginginkan hal-hal baru  yang belum pernah dicobanya selama ini. Sesuatu yang baru apabila berimplikasi kepada perbuatan yang positif tentu tidak masalah, namun apabila  mengarah kepada perbuatan yang negatif  ini akan menimbulkan masalah.  Remaja yang memiliki  masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maka hal tersebut bernilai positif. Namun, sebaliknya kalau memiliki masalah dan tidak dapat menyelesaikannya  sendiri serta melampiaskannya kepada perbuatan yang negatif ini berarti perlu bantuan orang lain. Secara sederhana dalam perspektif bimbingan dan konseling, orang yang membantu menyelesaikan permasalahan  orang lain disebut sebagai konselor. Konselor inilah yang diharapkan dapat membantu remaja yang bermasalah untuk dicarikan solusinya yang terbaik sesuai dengan ringan dan beratnya problematika yang dihadapi oleh remaja tersebut. Adapun upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang remaja yaitu menciptakan keluarga yang harmonis, tidak menyamaratakan antara remaja satu dengan lainnya, pengembangan  remaja melalui pendidikan, mendorong remaja agar aktif di organisasi, pengembangan  remaja melalui minat dan bakat. Dan selanjutnya teknik penanganan terhadap menyimpang remaja  yaitu:  pertama,   penanganan individual yang meliputi  pemberian petunjuk atau  nasihat, konseling, dan psikoterapi, kedua, penanganan  keluarga, ketiga, penanganan kelompok dan keempat penanganan pasangan.Kata Kunci:bimbingan konseling, remaja, perilaku menyimpangURGENCY OF GUIDANCE AND COUNSELING FOR TEENS. Adolescent  world  is a world full of interesting dynamic. Generally they want the new things that have never been tried during this time. Something  new if it has implications  for positive actions is certainly not a problem, but if it leads to negative acts that would cause problems. Teenagers who have a problem and can solve their own problems then it is positive. However, on the contrary that have a problem and can not solve it alone and take it to the negative acts that this means they need the help of others. Simply put in the perspective of guidance and counseling , the person who helped solve the problems of others is called as a counselor. The counselor is expected to help troubled teens to find a solution that best suits light and severity of the problems faced by the youth. Further technical handling  of juvenile deviant behavior are: first, individual  handling including giving instructions or advice, counseling , and psychotherapy, secondly, the handling of family, third, and fourth treatment group handling partner.Keywords:  Guidance and Counseling , Teenager, Deviant Behavior
PROSES KOMUNIKASI DALAM KONSELING KAJIAN ISLAM BAGI MASYARAKAT DIGITAL DI BANDUNG Prasanti, Ditha
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2645

Abstract

Jika berbicara mengenai konseling, maka kita akan teringat pada berbagai hal yang berhubungan dengan konsultasi. Konseling bisa mencakup semua aspek dalam kehidupan manusia. Pada era ini, kecenderungan masyarakat di Indonesia dikenal dengan masyarakat digital. Hal ini menyebabkan proses komunikasi pun sebagian besar dilakukan melalui media digital. Penulis juga menemukan fenomena adanya proses komunikasi konseling mengenai kajian islam yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Bandung dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, penulis tertarik mengangkat fenomena tentang model komunikasi dalam konseling kajian islam bagi masyarakat digital di Bandung. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa proses komunikasi dalam konseling kajian islam bagi masyarakat digital di Bandung meliputi beberapa tahapan, yaitu : (1) Adanya komunikator yang kredibel dari segi pendidikan agama islam; (2) Proses komunikasi dalam konseling kajian islam bagi masyarakat digital terjadi dalam aspek pesan verbal maupun non verbal; (3) Adanya kesepakatan untuk menggunakan media sosial Whatsapp dan LINE sebagai wadah konseling kajian islam bagi masyarakat digital di Bandung.
KONTRIBUSI PENYULUH AGAMA DALAM MEMINIMALISASI BUNUH DIRI Rosyid, Moh.
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1055

Abstract

Bunuh diri merupakan tindakan (oleh dan pada diri) untuk mengakhiri hidup  dengan berbagai cara, motif, dan  faktor. Naskah ini  bersumber dari  enam pemberitaan koran yang ‘tersadap’ penulis dengan teknik kliping selama tahun 2007. Dari harian Kompas 33 pemberitaan,  Jawa Pos 66, Suara Merdeka 12, Republika 7, Wawasan dan Malang Pos sekali pemberitaan. Pemberitaan terbanyak pada harian JP 66 kali, ditemukan 96 kasus bunuh diri dalam negeri, 9 kasus bunuh diri di luar negeri, dan 13 kasus bom bunuh diri di luar negeri. Jadi total pemberitaan bunuh diri dari dalam dan luar negeri 118 kasus. Hasil temuan berupa bentuk, teknik dan motif, jenis kelamin dan usia, strategi dan piranti, waktu, dan penemu/penolong bunuh diri. Data tersebut, idealnya seorang penyuluh memahami pertama, tiga fungsinya yakni informatif dan edukatif, konsultatif, dan advokatif. Kedua, memahami metode penyuluhan dari aspek enam M yakni man, matter, media, market, money, dan methode. Adapun cara yang dilakukan  penyuluh agama dalam menyumbangkan  karyanya untuk meminimalisasi terjadinya bunuh diri dengan menjaring klien yang mengidap ’penyakit’ agar diluruskan dengan data riil bahwa bunuh diri berdampak buruk,  terutama bagi keluarga atau lingkungan yang ditinggalkannya. Dengan suntikan pesan agamalah usaha menjaring pada klien (yang berinisiatif atau tidak) agar tidak melakukan bunuh diri.kata kunci: Kontribusi, Penyuluh, Bunuh DiriTHE   CONTRIBUTION   OF    THE DISSEMINATORS  IN MINIMIZING SUICIDE. Suicide  is an action (by and on themselves) to end of life in various ways, motif,  and factors.  This script sourced from six  preaching the newspaper  ‘largely untapped resource’ writer with the technique of clippings during the year 2007. From Kompas daily 33 preaching , Jawa Pos 66, Suara Merdeka 12, Republika 7, insights and Malang   Pos once  preaching. The  bulk of the daily news on JP 66 times, found 96 suicide cases in the land, 9 cases suicide abroad, and 13 cases suicide bombing  outside the country. So the total coverage of the suicide bombers from within  and outside the country 118 cases. The results of the form of the technique and motif, gender and age, strategies and tools, time, and inventor/helper suicide. The Data, ideally a elimination  of understanding  the first three functions of informative and educational, cg , and advokatif. Second, understand extension methods from the aspects of the six M i.e. man, matte, media market, money, and methode. Now the way that done disseminators in donate his work to minimise the suicide catches the client gets ‘disease’ so aligned with the real data that suicide impacts, especially for the family or the environment that abandonment. With the injection of religion where the message is a striving after the client (which initiated or not) in order not to conduct a suicide.Keywords: Contribution, Elimination, Suicide
PROBLEM SOLVING BERBSIS KONSELING AL-QUR’AN Mansyur, Ahmad dan Ahmad Yasser
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2224

Abstract

Studi ini meneliti tentang Problem Solving Berbasis Konseling al Qur’an. Subjek penelitian ini terdiri atas 3 orang subjek masing-masing adalah ibu rumah tangga dari latar belakang yang berbeda. Ketiga Subjek mempunyai permasalahan dan bersedia mengikuti konseling al-Qur’an. Pemilihan subjek menggunakan teknik aksidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data kemudian diolah dengan menggunakan kaedah-kaedah penelitian kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga subjek memberikan respon positif terhadap konseling al-Qur’an. Ketiga subjek mengakui bahwa konseling al-Qur’an memberikan solusi atas permasalahan yang mereka alami. Ini menunjukkan bahwa konseling al-Qur’an memberikan pengaruh terhadap pemecahan masalah.
URGENSI ADVERSITY QUOTIENT DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH (PENDEKATAN KONSELING PERNIKAHAN) Sakdiah, Halimatus
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1862

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran konseling perkawinan dalam penanganan problem relasi keluarga dalam membangun keluarga sakinah. Metode yang digunakan library research, dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika relasi keluarga semakin komplek sehingga mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Upaya yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi problem relasi keluarga adalah melalui layanan konseling perkawinan. Konseling perkawinan diarahkan pada lima tahap orientasi yaitu memahami makna keluarga, meningkatkan kesadaran dan dinamika keluarga, komunikasi dan terapi, membangun interaksi dan relasi keluarga, penanganan problem keluarga, membina hubungan keluarga  melalui gaya kelekatan keluarga. Lima orientasi ini merupakan upaya preventif mengurangi dan menangani problem relasi keluarga, selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu strategi membangun hubungan keluarga sakinah.Kata kunci: Konseling perkawinan, problem relasi keluarga, keluarga sakinah. COUNSELING MARRIAGE (HANDLING STRATEGY IN THE PROBLEM OF FAMILY RELATIONS TO BUILD SAKINAH FAMILY). Aim of this paper to describe and analyze the role of marriage counseling in family relations problem to establishing sakinah family. The method used library research, with qualitative descriptive techniques. The results showed that problematic family relations more complex, the effect are disharmony in the family. Efforts that can be used to prevent and reduce the problems of family relationships is through marriage counseling services. Marriage counseling directed at the five stages of the orientation is to understand the meaning of family, raise awareness and family dynamics, communication and therapy, interaction and build family relationships, establishing family problems, family relationships through family attachment style. Five of this orientation is a preventive effort to reduce and tackles the problem of family relationships can then be used as a strategy to establish harmonious family relations.Key Words: marriage counseling, family relations problem, sakinah family
MODEL BIMBINGAN KONSELING ISLAM ANWAR SUTOYO DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Farid, Achmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1035

Abstract

Kenakalan dan masalah remaja bermacam-macam, maka sangat butuh sekali penangan yang serius dan tepat untuk menangani masalah remaja,  dengan melihat  maraknya kenakalan remaja yang terjadi saat ini. Permasalahan remaja telah banyak dibahas oleh Anwar Sutoyo,  baik dari permasalahan kelompok dan permasalahan individu yang kerap ditemukan dalam Bimbingan Konseling  Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui: 1) model bimbingan konseling Islam menurut Dr. Anwar Sutoyo, 2)  karakter kenakalan remaja menurut Anwar Sutoyo,   3) mengatasi kenakalan  remaja menurut Anwar Sutoyo.  Manfaat yang diharapkan oleh penelitian ini dapat menjadikan wawasan untuk seorang konselor  yang hakiki pada problem kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah (library research) studi tokoh yang merupakan sdalah satu jenis penelitian  kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosio historis dan faktual historis. Metode pengumpulan data meliputi  sumber-sumber penulis, dan dikuatkan dengan sumber-sumber penulis yang berkaitan dengan karya-karya tokoh, wawancara. Berdasarkan  penelitian yang dilakukan dalam model bimbingan konseling Islam pada kenakalan remaja menurut pemikiran  Anwar Sutoyo kenakalan remaja itu bermacam-macam yang dihadapi oleh para remaja, akibat perubahan-perubahan  yang terjadi pada dirinya baik dari jasmani maupun rohaninya.THE MODEL GUIDANCE COUNSELING ISLAM ANWAR SUTOYO  IN   ADDRESSING JUVENILE   DELINQUENCY Juvenile delinquency and an assortment of problems, it is needed once a serious and precise handling to deal with teen issues, by looking at the rise of juvenile delinquency is the case today. Adolescent problems have been widely discussed by Anwar Sutoyo, both of the issues and problems of individual  groups that are often found in Counseling Islam. This study aims to determine: 1) model of counseling Islam by Dr. Anwar Sutoyo, 2) the character of juvenile delinquency by Anwar Sutoyo, 3) tackle juvenile delinquency by Anwar Sutoyo. The benefits expected by this research can make to a counselor insight essential to the problem of juvenile delinquency. This type of research is (library research) which  is a character study sdalah one type of qualitative research with a socio-historical approach and historically factual. Data collection methods include the sources of the author, and confirmed by sources the author related to the works of figures, interviews.  Based on research conducted in the Islamic model of counseling on juvenile delinquency in juvenile delinquency Sutoyo Anwar thought it was an assortment faced by teens, as a result of the changes that happened to him both physical and spiritual.

Page 10 of 47 | Total Record : 470