cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
LAYANAN INFORMASI TENTANG PERILAKU SEKS DALAM BINGKAI ISLAM Muhyidin, Imam
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1059

Abstract

Perilaku  seks merupakan suatu naluriah yang melekat pada manusia. Tujuan penelitian ini bermaksud mengungkap bagaimana bahwa layanan  informasi menjadi jembatan bagaimana Islam memberikan  nilai aturan yang sangat diperlukan agar manusia dapat bertindak sesuai dengan norma, baik norma masyarakat maupun norma agama (Islam). Melalui  pendekatan layanan informasi ini dapat menjadi masukan agar manusia menggunakan potensinya sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual.  Artinya pemenuhan kebutuhan seks tetap berpedoman pada pemenuhan potensinya.  Melalui analisa kasus-kasus yang terjadi memberikan gambaran bahwa Konstruk seksualitas  berakar pada ideologi kultur yang ditegakkan berdasar pada kerangka normatif  yang dominan. Di Indonesia, Islam menjadi kerangka normatif yang dominan, mengingat sebagian besar penduduknya beragama Islam. Sehingga menganggap  seksualitas merupakan kontruksi sosial atas konsep tentang nilai, orientasi,  dan perilaku  yang berkaitan dengan seks. Selain merujuk pada identitas pribadi dan sosial manusia. Hubungan antar jenis merupakan salah satu objek yang diberi perhatian khusus dalam Al-Qur’an, sebagai sesuatu yang harus di atur agar dapat dijalani dengan benar. Artinya Al- Qur’an  sendiri bukan menetapkan larangan,  tetapi mengatur hubungan seksualkata kunci: Layanan Informasi, Perilaku Seks  Abstract SERVICE INFORMATION ABOUT SEX BEHAVIOR IN THE FRAME OF ISLAMTHE HIGH PRIEST MUHYIDDIN. Sexual behavior  is  a instinctively  inherent  in man. The  purpose  of this research is intended  to reveal how that information  services become the bridge how Islam  gives the value of the  rule that is needed so that people can act in accordance with the norms, both the norms of society and religious norms (Islam). Through this information service approach can become inputs for people to use as a potential living bio- psychosocial support socio-spiritual. This means that the fulfillment of sexual needs remain modeled on the fulfillment of potential. Through the analysis  of the cases happened  give description  that the change of sexuality  is rooted in the ideology of the culture that is established  based on the dominant  normative framework. In Indonesia, Islam became the dominant  normative framework, considering that the majority of the population  is Muslim. So consider sexuality is a social construction spending on the concept of the value orientation and behavior that related with sex. In addition  to refer to the personal identity and social man. The relationship between the type of is one of the objects that are given special attention  in the Qur’an, as something that must be set in order to walk properly. This means that the Qur’an itself was not specify the ban, but set sexual relations Key Words:  Service Information, sex behavior in the frame of Islam
GESTALT PROFETIK (G-PRO) BEST PRACTICE PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING SUFISTIK Rahman, Imas Kania
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2216

Abstract

Gestalt Profetik (G-Pro) lahir dari hasil evaluasi dan pengembangan  terhadap konsep dan praktik Terapi Gestalt Frederik S. Perls. Pendekatan bimbingan dan konseling G-Pro merupakan best practice pendekatan bimbingan dan konseling sufistik dengan  merekonstruksi konsep, praktik, dan media layanan bimbingan dan konseling sehingga sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Konsep G-Pro dikenal dengan istilah kesadaran penuh (full awareness), kontak penuh (full contact), dan dukungan penuh (full support). Praktik G-Pro menggunakan strategi bimbingan kelompok dan konseling  individual. Strategi bimbingan  kelompok dilakukan dalam bentuk small group  untuk memberikan layanan dasar pada semua konseli sebagai awal terapi dengan menggunakan pendekatan  permainan kartu SDBHSM. Permainan kartu SDBHSM adalah permainan  interaktif antara konselor dan konseli yang bertujuan mendorong konseli mengalami situasi dalam kontinum kesadaran yang melemah kemudian bergeser pada kesadaran penuh dengan prinsip di sini dan sekarang. Kartu SDBHSM merupakan media G-Pro yang berisi enam slogan, yaitu: (S) siapakah anda?; (D) dari mana anda berasal?; (B) berada di mana anda saat ini?; (H) hendak kemana tujuan anda?; (S) sedang apa anda saat ini?; dan (M) manfaat apa yang anda peroleh?. Strategi konseling individual dilakukan dengan permainan dialog internal meliputi berbagai permainan dialog internal yang diadaptasi dari Terapi Gestalt Frederik S. Perls yaitu permainan dialog internal (empty chair) untuk menghadapi urusan yang belum selesai; teknik “Saya  memikul tanggung jawab“; teknik ”saya memiliki suatu rahasia” dan  “Bolehkah saya memberimu sebuah kalimat”; teknik bermain proyeksi; teknik pembalikan; teknik pengulangan; teknik melebih-lebihkan; teknik “bisakah anda tetap dengan perasaan ini”. Melalui pendekatan G-Pro, konseli dapat dibantu dan dibangun  untuk mampu: meningkatkan kesadaran diri akan eksistensinya sebagai makhluk Allah; secara bertahap dapat mengambil hikmah dari pengalaman dan bersyukur/bersabar atas pengalaman yang telah dilalui; mengembangkan kemampuan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar syariat agama Islam dan atau melanggar  hak-hak orang lain; lebih sadar akan gerak hati, kecenderungan dan perasaannya; belajar bertanggung jawab pada apa yang mereka lakukan termasuk di dalamnya menerima konsekuensi dari pilihan dan perbuatannya; beralih dari dukungan dari luar meningkat menjadi didukung oleh diri sendiri dan dukungan Allah; menyadari membutuhkan orang lain dan dapat menerima pertolongan orang lain  dan mampu  menolong orang lain dengan berharap mendapat ridlaNya. AbstractGESTALT PROFETIK (G-PRO) BEST PRACTICE  GUIDANCE AND COUNCELLING SUFISTIK APPROACH Gestalt[LD1]  of Prophetic (G-Pro) was born from the results of the evaluation and development concept and practice of  Frederik S. Perls Gestalt Therapy . Approach G-Pro guidance and counseling  is a best practice of  approach sufistik guidance and counseling  by reconstruct concept, practice, and media of guidance and counseling so that it aligns with the objective of Islamic education. The concept of G-Pro is known as full awareness, full contact, and full support. G-Pro Practice uses the strategy of group guidance and individual counseling. Strategy of group guidance is in the form of a small group to provide basic service to all counselees as first therapy by using an approach SDBHSM card game. SDBHSM card game is interactive game between counselor and counselee that aims to encourage the counselee experiencing a situation in a continuum of consciousness that weakens then shifts in full awareness of the principle here and now. SDBHSM card is a G-Pro medium that contains six slogans, those are: (S) who are you ?;  (D) where are you from ?;  (B) where are you now ?;  (H) where do you want to go ?;  (S) what are  you doing now?; and (M) what benefit do you get ? Individual counseling strategy used by the internal dialogue game that consists many kinds of internal dialogue games adapted from Frederik S. Perls Gestalt Therapy is a game of internal dialogue (empty chair) to deal with unfinished business; technique "I take responsibility";  technique "I have a secret" and "Can I give you a sentence"; technique of playing projections; reversal technique; technique of repetition; exaggerating technique ; technique "Can you stay with this feeling". Through the G-Pro approach, counselee can be helped and built to be able to: increase the self-awareness of the existence as a creature of God; gradually able to take lessons from the experience and grateful / patient on the experience that has been passed; develop the ability independently to meet needs without violating Islamic law or violating the rights of others; more aware of the impulse, tendency and feeling; learn to be responsible in what they do which includes accepting the consequences of their choice and action; switch from external support to be supported by themselves and the support of God; aware of the need of others and can receive help others and able to help others expecting to get His pleasure.
UPAYA ORANG TUA DALAM MEMBIMBING REMAJA Rahman, Muzdalifah M.
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1039

Abstract

Hilangnya peran orang tua menjadi penyebab timbulnya serius kenakalan remaja.  Kurangnya pemahaman orang tua tentang kebutuhan yang harus  dipenuhi oleh  remaja menyebabkan kekecewaan atau  frustrasi.   Makalah ini  akan  memberikan penjelasan  tentang  remaja harus  dipenuhi  oleh  orang  tua sehingga dapat membimbing pemuda menjadi seorang pria yang bermanfaat. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kontrol orang tua, yaitu: Dalam menentukan standar dari tingkah laku yang dituju, bagaimana ketepatan dan kejelasan peraturan yang dibuat (firmness). Jika norma – norma atau peraturan yang diberikan ingin efektif, maka peraturan tersebut haruslah dimengerti,  jelas dan konsisten dalam pelaksanaannya, standar yang ditentukan harus disesuaikan dengan tingkatan usia dengan kondisi seperti ini anak akan terdorong maju untuk menguasai sesuatu tujuan. Peraturan yang diiringi penjelasan akan mampu membentuk kontrol yang bersifat intrinsik, penjelasan peraturan pada anak tidak saja hanya berbicara pada anak tapi juga mendengarkan reaksi dari anak, memperkuat proses belajar, pengarahan  dan percayaan, hadiah dan hukuman. Dengan demikian kontrol menjadi hal penting dari orang tua pada remaja dalam mengatasi permasalahan remaja yang berkaitan dengan kebutuhan remaja untuk diberi kebebasan. Namun tidak hanya remaja yang memiliki permasalahan, orang tua juga memiliki permasalahan dengan remaja. Kata Kunci: Upaya Orang Tua, Bimbingan, Belajar AnakEFFORTS  IN GUIDING YOUNG PARENTS.  The  loss of the role of parents becomes a serious cause of juvenile delinquency. Lack of understanding of parents about the needs that must be met by adolescents  cause  disappointment   or frustration.  This  paper  will provide an explanation  of adolescents must be met by the parents so as to guide the youth to be a useful man. There are several issues related to parental controls, namely: In determining the standard of behavior that is intended,  how the precision and clarity of regulations made ( firmness). If norms - norms or rules that are given to be effective, then the regulation is to be understood, clear and consistent in its execution, the specified standards should be adjusted to the age level of children with this condition will be pushed forward to master something of interest. Regulations were accompanied by an explanation would be able to form the intrinsic control, regulatory clarification in children is not only just talking to children but also to listen to the reaction of the child, strengthen the process of learning , guidance  and trust, reward and punishment. Thus the control becomes important  from parents in adolescents  in overcoming  problems  associated  with adolescent teenagers need to be given freedom. But not only teenagers who have problems, older people also have a problem with teenagers.Keywords: Efforts of Parents, Tutoring , Learning  Kids
DAKWAH TERHADAP PASIEN: TELAAH TERHADAP MODEL DAKWAH MELALUI SISTEM LAYANAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM DI RUMAH SAKIT Riyadi, Agus
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1050

Abstract

Salah satu kegiatan dakwah yang perlu mendapat perhatian adalah dakwah terhadap pasien di rumah sakit. Dakwah terhadap pasien di rumah sakit seperti ini tentu memiliki cara (manhâj) dan pendekatan berbeda dengan dakwah kepada mad’u  yang terbilang “normal”. Secara normatif Islam sangat menganjurkan melakukan kunjungan kepada orang sakit. Berdasar hasil beberapa penelitian juga ditunjukkan bahwa 91% pasien mencari bantuan spiritual dan  kerohanian untuk  membantu  menyembuhkan penyakitnya. Penelitian yang lain melaporkan bahwa 70 % pasien percaya kekuatan do’a untuk penyembuhan, lebih dari 64 % pasien menyatakan bahwa para dokter hendaknya juga memberikan terapi psiko religius dan doa. Konseling merupakan pelayanan khusus dan unik yang tidak sama antara satu pasien dengan pasien yang lain. Salah satunya dapat diberikan kepada pasien kronis yang secara umum memiliki  “psychogical strenght” yang lemah. Adapun tahapan layanan konseling tersebut terbagi dalam tiga tahapan, yakni tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Konselor dituntut untuk dapat menciptakan hubungan yang baik dan memiliki kreativitas yang tinggi agar dapat membawa klien pada proses konseling secara aktif. Tahap awal ini dapat disebut pula sebagai tahap eksplorasi, karena pada tahap ini konselor harus dapat menerapkan berbagai teknik agar klien dapat secara bebas dan terbuka mengemukakan masalah yang sedang dihadapi. Terlihat jelas bahwa pada dasarnya para pasien membutuhkan terapi keagamaan, selain terapi dengan obat-obatan dan terapi medis lainnya. Pentingnya memberikan bantuan spiritual bagi pasien seperti itu mendorong peningkatan dan pengembangan model layanan bimbingan dan konseling bagi pasien di rumah sakit.kata kunci: Dakwah, Bimbingan Rohani Islam, Rumah Sakit.DAWAH    TOWARD    PATIENTS    (EXAMINATION    OF THE  MODEL OF  THE  DAWAH  THROUGH SPIRITUAL GUIDANCE SERVICE SYSTEM ISLAM IN HOSPITAL). One of the activities of dawah attention is the dawah toward patients in hospital. Dawah toward patients  in hospital such  as these  would have way (manhâj)  and  a different   approach   with  dawah to madyan’u  which numbered  “normal”. In normative Islam strongly recommends a visit to the sick. Based on the results of some research also indicated that 91 percent of patients seeking spiritual assistance and spirituality  to help cure disease. Other Research reported that 70 % patients believe the strength of prayer for healing , more  than 64 % patients stated that the doctors should also provide psychosocial therapy  religious  and prayer. Counseling  is a special  and unique service that is not the same between one patient with other patients. One of them can be given to patients with chronic in general have “psychogical strenght”  the weak. Now the  stages of the counselling service is divided into three stages of the early stages of the middle  ages, stage and the final stage. Counselors are required to be able to create a good relationship and have a high level of creativity in order to bring the client on the counseling process actively. This early stage can be called as exploration  step, because at this stage counselors must be able to apply the various techniques that the client can freely and openly expressing their problem which is faced. It is obvious that basically the patients need religious therapy, besides therapy with drugs and other medical therapy. The importance of providing spiritual assistance for patients like that encourage improvement  and development of service model guidance and counseling for patients in the hospital.Keywords: Dawah, Spiritual Guidance of Islam, Hospital.
KONSELING BUDAYA PESANTREN (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING BAGI SANTRI BARU) Fitri Rahmawati, Rukhaini
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1359

Abstract

AbstrakSetiap lembaga pendidikan tentu mempunyai tujuan pendidikan, salah satunya yaitu mengantarkan para peserta didiknya menjadi manusia yang mampu mengembangkan kompetensi dirinya sehingga mampu menjadi individu yang mempunyai ketrampilan, daya saing dan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Tak terkecuali pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam, yang membekali para santrinya dengan berbagai ilmu dan ketrampilan disamping ilmu agama. Tulisan ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di pondok pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk bimbingan dan konseling yang diberikan pihak pesantren terhadap santri baru pada satu tahun pertama kehidupan di pesantren. Bimbingan yang diberikan khususnya terkait dengan adaptasi santri terhadap budaya pesantren, yang meliputi, kegiatan, bahasa, peraturan, lingkungan dan sosial serta bimbingan akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa praktik bimbingan dan konseling yang dilakukan di pondok pesantren Al-Mukmin dapat dikatakan kurang maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari pemberian konseling yang masih bersifat kastuistik dan belum bersifat preventif. Sehingga permasalahan-permasalahan yang muncul pada santri baru dari tahun ke tahun hampir serupa, sedangkan hal tersebut dapat diatasi atau diminimalisir.AbstractCULTURAL COUNSELLING PESANTREN (DESCRIPTIVE STUDY OF THE MINISTRY OF GUIDANCE COUNSELING FOR NEW STUDENTS). Each education institution of course has the purpose of education, one that drove the participants their students to people who are able to develop competencies itself so that it can be individuals who have the skill and competitiveness and useful to himself and others. Boarding school no exception as one of the Islamic education institutions that cater for his students with a variety of knowledge and skills in addition to the science of religion. This article is the result of research done in  al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung boarding school. This research aims to know and analyze the form of guidance and counselling given by pesantren for new students in the first year of life in boarding school. The guidance given especially related with students adaptation against the culture of boarding school, which covers, activities Bible, regulations, environmental and social as well as academic guidance. This research is a qualitative research method using field research. From the research done obtained the result that the practice of guidance and counseling is done in  al-Mu'min boarding school can say less maximum. This can be seen from the gift that is still impossible counselling and not be preventive measures. So the problems that appear on the new students from year to year almost identical, while it can be overcome or minimised. 
KONSEP BIMBINGAN KONSELING (BK) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DALAM MEMBERIKAN KETERAMPILAN MANAJEMEN DIRI DAN PENCEGAHAN KORUPSI Solihah, Farhatus
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1006

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk memberikan informasi tentang konsep bimbingan konseling yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah Atas guna membantu siswa SMA dalam memanajemen diri dan agar terhindar dari perbuatan korupsi. Adapun tujuan khusus bimbingan konseling di kaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami individu yang bersangkutan, sesuai dengan  kompleksitas permasalahan itu.  Masalah-masalah individu bermacam ragam jenis, intensitas dan sangkut-pautnya, serta masing-masing bersifat unik. Oleh karena itu tujuan khusus bimbingan konseling untuk masing-masing individu bersifat unik pula.  Konsep bimbingan konseling  SMA dalam memberikan keterampilan manajemen diri dan pencegahan korupsi diperlukan untuk  mempersiapkan siswa SMA hidup  di  tengah-tengah masyarakat atau terlibat dalam organisasi kemasyarakatan.Kata Kunci: Keterampilan  Manajemen Diri dan Pencegahan Korupsi.HIGH SCHOOL GUIDANCE COUNSELING CONCEPT TO PROVIDE SKILLS SELF MANAGEMENT AND PREVENTION OF CORRUPTION.   This  paper  intends  to provide  information about the concept of counseling that can be applied in high school to help high school students in managing themselves and to avoid acts of corruption.  As for the specific purpose of counseling in associate directly with the problems experienced by the individual in question, according to the complexity of the problem. Individual  problems multifarious types, intensity and little to do, and each is unique. Therefore, a special purpose counseling for each individual  is unique, too. The concept of high school guidance counseling in providing self-management skills and the prevention of corruption needed to prepare high school students living in the midst of society or involved in community  organizations.Keywords:  Skills Self-Management and Prevention of Corruption
PSIKOTERAPI RELIGIUS SEBAGAI STRATEGI DAKWAH DALAM MENANGGULANGI TINDAK SOSIOPATIC (STUDI DI PONDOK PESANTREN ISTIGHFAR SEMARANG) Susanto, Dedy
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1068

Abstract

Dakwah merupakan upaya seseorang atau  kelompok untuk memberikan penerangan kepada orang lain berdasarkan  ajaran Islam agar hidupnya mempunyai nilai positif terhadap dirinya dan orang lain serta selamat di akhirat. Dalam melaksanakan dakwah, seorang mubaligh harus cakap dalam memilih strategi yang tepat untuk menghadapi objek dakwah agar dakwah yang dilakukan dapat berhasil dengan maksimal. Pondok Pesantren “Istighfar” merupakan satu-satunya pondok  pesantren  khusus mantan preman di Kota Semarang. Dalam pendirian Pondok Pesantren tersebut, para pengasuh mempunyai cita-cita dan komitmen yang sangat tinggi untuk memberikan pembinaan kepada para santri agar memiliki komitmen  yang kuat dalam meninggalkan tindak sosiopatic.  Dalam melaksanakan  tugas dakwahnya,  pengasuh menggunakan pendekatan psikoterapi religius yang secara kontinu dilaksanakan di Pondok Pesantren tersebut. Di antara psikoterapi tersebut antara lain; psikoterapi melalui taubat, melalui keimanan, melalui  amalan ibadah dan juga mengistikomahkan  berzikir, berdoa dan mambaca al-Qur’an.kata kunci: Strategi Dakwah, Istighfar, Psikoterapi Islam.RELIGIOUS       PSYCHOTHERAPY AS        A PREACHING STRATEGY    IN    TACKLING CRIME SOSIOPATIC(Study in Ponpes Asking  Forgiveness of Semarang).  Dakwais  the efforts of a person or a group to provide an explanation to others based on the teachings of Islam so that his life has positive values against himself and others and saved in the hereafter. In implementing the dawah, evangelist must be skilled in choosing the right strategy for dealing with the object of dawah  so that preaching can be done successfully with maximum.  Pondok Pesantren “asking forgiveness” is the  only special pondok pesantren former rowdy in the City of Semarang. In the establishment of the Pondok Pesantren, the guardians have ideals and a very high commitment to provide the construction of the santri in order to have a strong commitment  in the leave sosiopatic acts. In carrying  out his  bringing ,  caregivers use  psychotherapy   approach that  religious  continuously conducted   in  Pondok Pesantren.  In between psychotherapy  were among  other;  psychotherapy  through repentance, through faith, through the practice of worship and also mengistikomahkan  in remembrance, pray and mambaca the Qur’an.Keywords: Preaching Strategy, Ponpes Asking Forgiveness, Psychotherapy Islam.
BIMBINGAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT PERKOTAAN Farihah, Irzum
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1066

Abstract

Setiap masyarakat  pasti membutuhkan agama. Tanpa melihat asal usul maupun tingkatan klas sosial mereka. Bahkan tanpa memperhatikan apak berasal dari pedesaan ataupun perkotaan. Namun cara memahami agama masing-masing kelompok berbeda. Begitu juga yang dialami masyarakat perkotaan, dengan kesibukan pekerjaan yang harus dilalui,  mereka sangat membutuhkan bimbingan keagamaan yang mampu memberikan ketenangan dan pencerahan pada dirinya. Tentunya dengan cara yang mereka pilih berbeda dengan masyarakat pedesaan yang mampu mendapatkan bimbingan keagamaan melalui rutinitas ritual keagamaan secara kolektif. Sedangkan masyarakat kota lebih suka memilih cara yang lebih praktis yang cenderung individualistik, yakni memperoleh bimbingan keagamaan melalui   televisi.  Hal  ini  disebabkan tingkat kesibukan dan bentuk relasi atau pergaulan yang meraka alami,  dapat mempengaruhi pola bimbingan keagamaan  yang mereka pilih.Kata kunci: Agama, Bimbingan Keagamaan, Masyarakat Kota.RELIGIOUS GUIDANCE  FOR URBAN COMMUNITIES. Each community would need religion. Without seeing the origin of and levelsof social satelite them. Even without notice apak come from rural or urban areas. But how to understand the religion of each of the groups of different. So also experienced urban communities, with the rush of work that must be passed through, they need very religious guidance is able to give you peace of mind and enlightenment in itself. Of course with the way they choose different with rural communities who are able to obtain religious guidance through the routine religious rituals collectively. While the city community  prefer to choose a more practical way that tend to be  individualistic,   i.e. obtain religious  guidance through  television. This is caused by the level of enjoyment and the shape of the relation or association that they whispered natural, can affect the pattern of religious guidance that they choose.Key Words:  Religion, Religious Guidance, City Community.
AKHLAK KONSELOR SOSIAL UNTUK PEKERJAAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM saliyo, saliyo
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2756

Abstract

Artikel  ini dibuat dengan tujuan untuk mengeksplorasi akhlak konselor  sosial  pada pekerjaan sosial dalam pandangan psikologi Islam. Artikel   ini merupakan hasil dari eksplorasi literatur sumber bacaan berkaitan dengan konseling sosial, pekerjaan sosial dan psikologi Islam.  Metode analisis yang digunakan dalam mengkaji literatur menggunakan metode deduktif induktif. Akhlak  konseling sosial perspektif psikologi Islam artikel ini hasil dari  mengkaji firman Allah dalam al-Qur'an  al-Imran ayat 159. Hasilnya menunjukan bahwa akhlak konselor sosial dalam melaksanakan tugas, apabila ingin berhasil sebaiknya meniru akhlak Rasulullah saw.   Akhlak     yang melekat pada konselor sosial berdasarkan kajian psikologi Islam  ada pada Rasulullah yang tertera dalam firman Allah surat al-Imran ayat 159. Pertama konselor sosial senantiasa  berdoa ketika dia hendak  menjalankan tugas agar  mendapatkan rahmat dari Allah. Yang kedua konselor sosial memiliki kepribadian  lemah lembut. Ketiga konselor sosial tidak memiliki akhlak yang kasar. Keempat konselor sosial memiliki akhlak selalu memaafkan klien  apabila klien bersalah dengannya. Kelima konselor sosial selalu mengadakan musyawarah bersama klien ketika akan memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan klien. Keenam apabila   konselor sosial memiliki tekad selalu  bekerja dan berusaha dengan keras disertai dengan tawakal kepada Allah.
DAKWAH MELALUI LAYANAN PSIKOTERAPI RUQYAH BAGI PASIEN PENDERITA KESURUPAN Susanto, Dedy
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1053

Abstract

Pengaruh terapi ruqyah terhadap perubahan perilaku penderita dapat digolongkan sebagai psikoterapi Islam. Dalam praktiknya, ruqyah menggunakan ayat-ayat al-Qur’an. Dari sini ada asumsi bahwa ayat al-Qur’an memiliki energi yang dapat memberikan efek psikoterapi terhadap penderita yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat kesurupan. Psikoterapi diartikan sebagai penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan penyesuaian diri setiap hari, lebih longgar lagi, psikoterapi dapat mencakup pula suatu pembicaraan informal dengan para menteri atau duta, penyembuhan lewat keyakinan agama,  dan diskusi personal dengan para guru atau teman. kegiatan pelayanan terapi ruqyah memiliki peran strategis dalam rangka mendukung upaya penyembuhan. Ini bisa dijelaskan lewat hubungan antara sistem kekebalan  tubuh pada diri seseorang dengan kesehatan psikisnya. Hubungan keduanya dalam dunia kedokteran modern, dapat diterangkan dalam sebuah cabang ilmu ”psiko-neuro-imunologi”kata kunci: Dakwah, Psikoterapi, Ruqyah RUQYAH PREACHING THROUGH PSYCHOTHERAPY SERVICES FOR PATIENTS WITH KESURUPAN. The influence of ruqyah therapy to change the  behavior  of the  patients can be classified  as psychotherapy  Islam.  In practice, ruqyah using  the verses  of the Qur’an. From  here there  is the  assumption  that the verse of the Qur’an has the energy that can provide psychotherapy effects of patients who experience mental health disorders caused by kesurupan. Psychotherapy was interpreted as the implementation of special technique on the healing of mental illness or on the adjustment difficulties themselves every day,  more  loosely again, psychotherapy can also include an informal talks with the ministers or ambassadors, healing through religious beliefs and personal discussion with teachers or friends. Service activities ruqyah therapy has a strategic  role  in order to support the efforts of healing. This can be explained through the relationship between the immune  system on the individual with psikisnya  health.  The  relationship both in the  world  of modern medicine, can be explained in a branch of the science of ”psycho neuro- on immunology have been”Key Words: Dawah, psychotherapy, Ruqyah