cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
BIMBINGAN KONSELING AGAMA DENGAN PENDEKATAN BUDAYA (MEMBENTUK RESILIENSI REMAJA) farida, farida
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1701

Abstract

AbstrakRemaja merupakan fase kehidupan yang menarik untuk dikaji, tentang perubahan: fisiknya yang cepat, ketidaknyamanan karena fungsi yang berubah-ubah “satu sisi masih dianggap kecil namun sisi lain dianggap sudah besar”, keinginan untuk “terlepas ikatan” dengan orang tua untuk tergabung dalam sebuah peer group, rasa penasaran terhadap perintah-perintah agama. Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya remaja memiliki masalah, sehingga perilakunya aneh dan merasa berbeda dengan lingkungan sekitar. Belum lagi tuntutan budaya, yang menyebabkan remaja semakin sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan. Oleh karenanya, dengan bimbingan konseling agama menumbuhkan kesadaran baru bahwa kondisi perubahan pada diri remaja adalah hal yang normal dan tetap beraktivitas dengan semangat untuk mengoptimalkan daya-daya yang dimiliki (biologis, psikologis, sosial, spiritual) untuk berpretasi meneruskan cita-cita keluarga dan negara. Sehingga membantu remaja untuk memiliki sikap lentur (resiliensi) agar mampu beradaptasi di beragam lingkungan budaya untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas dengan berbagai prestasi yang membanggakan di bidang kemampuan biologis, rasa percaya diri, keberfungsian sosial dan sempurna dengan melaksanakan perintah agama sesuai dengan keyakinannya.  AbstractGUIDANCE COUNSELING RELIGION WITH CULTURAL APPROACH (FORM THE RESILIENCE OF TEENAGERS). Teenagers is a phase of life that is interesting to examined, about changes: sions which quickly, inconvenience because the functions to change "one side is still considered small but the other side is considered to have great", the desire for "free" ties with the parents to joined in a peer group, taste curious about the commandments of religion. The condition causes many teenagers have a problem, so that their behavior strange and feel different with the environment. Yet the demands of culture, which cause adolescents are increasingly difficult to adapt with the environment. Therefore, with guidance counseling religion grow new awareness that conditions change on themselves adolescents it is normal and remains active with the spirit to optimize the power that power belongs to biological (, psychological, social, spiritual) to berpretasi forward the ideals of the family and the state. So helping teens to have a flexible attitude (resilience) to be able to adapt in a variety of cultural environments to become the next generation of quality with a variety of excellent achievement in the field of biological capabilities, confidence social keberfungsian and perfect with fulfilling the commands of religion in accordance with confidence. 
MAKNA TAUBAT DALAM PROSES PENYEMBUHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PERSPEKTIF PSIKOTERAPIS MELALUI MEDIA SURAT AL FATIHAH Ubaidillah, Ubaidillah
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1051

Abstract

Tulisan ini dari hasil penelitian teks keagamaan berbasis pengkajian Islam yang dikaitkan dengan upaya medis untuk penyembuhan penyakit jantung koroner. Alasan melaporkan penelitian ini dalam bentuk tulisan artikel  ilmiah, karena bertujuan memudahkan tersebarnya secara lebih luas konstribusi bagaimana proses penyembuhan penyakit jantung koroner. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi ‘ikhtiyari’ bagi praktisi bidang kedokteran maupun subjek penderita penyakit jantung koroner. Temuan singkat dari penelitian  ini, ternyata psikoterapi Islam mampu menunjukkan solusi praktis-psikologis untuk penderita jantung koroner. Dalam perspektif psikoterapi Islam, pendekatan yang seharusnya dilakukan  bagi penderita penyakit jantung koroner, adalah dengan cara bertaubat dan kembali sepenuhnya kepada Allah swt.kata kunci: Psikoterapi, Taubat, Jantung Koroner. THE MEANING OF REPENTANCE IN THE PROCESS OF THE HEALING OF CORONARY HEART DISEASE PSIKOTERAPIS PERSPECTIVE  THROUGH THE  MEDIA OF  SURAH AL- FATIHAH. This article from the research result religious text based on the study of Islam that is associated  with the medical efforts to cure coronary heart  disease. The reason for this research reported in the writings of scientific articles, because it aims to facilitate the spread of the broader contribution how the healing  process coronary  heart disease. Thus, this article is expected to help provide solutions ‚ikhtiyari‘ to practitioners in the field of medicine as well as the subject of coronary heart disease patients. The findings of this study short, psychotherapy Islam is able to show the practical solution of psychological for patients with coronary heart disease. In the psychotherapy  perspective of Islam, the approach should be done for patients with coronary heart disease, is with how to repent and return fully to Allah SWT.Keywords: Psychotherapy, Ever-returning , Coronary Heart Disease
KRITIK PSIKOLOGI SUFISTIK TERHADAP PSIKOLOGI MODERN: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN AL-GHAZALI DAN DESCARTES (UPAYA MEMPERKUAT BANGUNAN KONSELING ISLAM) Achmad, Ubaidillah
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1071

Abstract

Membahas tema yang didasarkan pada tujuan dalam upaya membuat psikologi sufi  sebagai bangunan integralistic  (ruh/ roh, qalb/hati,  aql/alasan, dan nafs/keinginan)  dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Oleh itu, tema yang dapat digunakan untuk membuat menyeimbangkan dari kepribadian seseorang dalam perspektif  spiritual,  intelektual,  emosional,  dan  sikap. Selain itu, tema ini dapat diidentifikasi  pengembangan arus utama psikologi (aspek kognitif, Behavioristic,  Psychoanalysis, Humanistik), dan hubungan dengan bimbingan dan konseling. Kata Kunci: psikologi sufistik, cartesian  dualisme,  arus utama psikologi, potensi manusiaPSYCHOLOGY  SUFISTIK CRITICISM AGAINST MODERN PSYCHOLOGY:  COMPARATIVE STUDY  THOUGHT  AL- GHAZALI AND DESCARTES (EFFORTS TO STRENGTHEN THE BUILDING OF ISLAMIC COUNSELLING). Discussing the theme  is based on purpose in effort to make  sufi psychology as integralistic building (ruh/spirit, qalb/heart, aql/reason, and nafs/ desire) in activity of guidance and counseling. Thus, the theme can be used to create balancing of individual personality in perspective of spiritual, intellectual, emotional, and attitude. Moreover, this theme can be identified development of mainstream  of psychology (Cognitive, Behavioristic, Psychoanalysis, Humanistic),   and the relation  with guidance and counseling.Keywords:   psychology sufistik, cartesian dualisme, mainstream of psychology, human  potential
KONSELING AGAMA: TERAPI TERHADAP PENGIDAP PENYAKIT MANUSIA MODERN Ahmad, Nur
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1065

Abstract

Diantara fungsi syariah Islam adalah untuk melindungi agama, jiwa,  akal,  jasmani,  harta serta keturunan.  Semua perbuatan yang merendahkan prilaku manusia dimana perbuatan kurang baik akan berimbas pada kehancuran manusia dizaman modern, oleh karena itu ajaran islam sarat dengan tuntutan bagaimana memelihara  kesehatan jasmani dan  rohani,  kesehatan fisik maupun mental.  Ketidak berdayaan manusia bermain dalam pentas  peradaban modern  yang terus  melaju   tanpa  dapat dihentikan dan itu menyebabkan sebagian besar awal manusia modern terjerembab ke dalam situasi sulit yang menurut istilah Psikolog Humanis disebutkan sebagai manusia dalam kerangkeng kehidupan yang terkekang,  satu istilah  yang menggambarkan salah satu derita manusia modern (penyakit manusia modern). Adapun yang dimaksud dengan penyakit manusia modern saat ini adalah gangguan psikologis yang di derita oleh manusia yang hidup dalam lingkungan peradaban yang sebenarnya. Manusia modern seperti itu  sebenarnya adalah manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong, baik kosong dari nilai-nilai agama maupun kekosongan dari nilai  kehidupannya.  Mereka resah setiap kali harus mengambil keputusan, mereka tidak tahu apa yang diinginkan, dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkan pula. Bila sudah terjangkit penyakit seperti ini, maka  peran terapi agama harus mampu untuk mengarahkan agar mereka tidak tambah larut dalam jurang kehancuran diperadaban modern saat ini.Kata Kunci: Konseling Agama, Gangguan  Psikologis, Manusia ModernCOUNSELING RELIGION: THERAPY AGAINST FOWL THE DISEASE  OF MODERN MAN.  Among  the  functions of Islamic law is to protect the religion of the soul, mind, physical wealth and their descendants. All acts that humble prioritising man where works less good will has spillover effects on the destruction of the man of modern dizaman, therefore the teachings of Islam is replete with the demands of how to maintain the health of the physical and spiritual health physically and mentally. The ineffectiveness of human  disability play in the scene of modern  civilisations that passes without  be stopped and that cause most of the beginning of modern man plummet into the difficult situation that according to the term Humanist Psychologist referred to as a man in life that terkekang kerangkeng , a term that describes one of modern man (suffer the disease of modern man).  Now what is meant by a disease of modern man is currently psychological disorders  in pain by the  people  who live  in the  environment  of civilisations that actually. modern man as it is in fact the man who have lost their meanings, man is empty, good empty from the values of religion and the void from the value of his life. They anxious each time must take decisions, they did not know what to expect and are not able to select the desired way of life. When  it is infected with a disease like this, then the role of religious therapy should be able to navigate so that they do not add dissolved in the edge of the modern diperadaban today.Keywords: Counseling   Religion,   Psychological Disorders, Modern Man
KONSEP RIYÂDHAH AL-SHIBYAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER KELUARGA ISLAMI Listiana, Anisa
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2934

Abstract

Seorang anak akan menerima pengaruh apapun dari orang lain, oleh karena itu pelatihan atau pembinaan akhlak merupakan hal yang seharusnya dimulai sejak usia dini. Sejak awal anak harus dihindarkan dari lingkungan yang jelek dan harus diasuh oleh wanita yang shalihah, kuat dalam melaksanakan ajaran agama, dan tidak makan kecuali makanan yang halal. Kemudian pada saat kemampuan membedakan antara yang baik dan buruk (tamyiz) mulai muncul dalam diri anak, perhatian harus lebih ditingkatkan lagi untuk memastikan bahwa ia mampu menempatkan nilai kebaikan pada hal-hal yang memang baik dan nilai keburukan kepada hal-hal yang memang buruk. Gambaran tentang bagaimana membimbing dan membina anak sejak dini supaya berakhlak mulia merupakan  hal yang  relevan dengan tujuan dan fungsi dari bimbingan dan konseling Islami, yaitu suatu usaha membantu manusia agar ia menggunakan potensi ikhtiarnya untuk memiliki dan menciptakan lingkungan yang positif sebagai salah satu upaya, preventif, kuratif dan developmental dari hal-hal yang mengotori jiwa manusia dalam membangun kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat secara Islami. Konsep itulah yang dikenal dengan Riyadhatusy Syibyan.
MEMBANGUN MORAL PROFETIK MENCETAK KONSELOR IDAMAN Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1021

Abstract

Pembahasan tentang moral merupakan bagian yang signifikan dalam kehidupan sosial. Sebagai perekat kehidupan sosial, moral menjadi pendukung utama terbentuknya nilai-nilai sosial yang berbasis kepada kesalehan. Dalam kenyataan ini, masing-masing pribadi dituntut untuk mendudukkan dirinya dan berperan aktif dalam mewujudkan nilai-nilai  moral baik di tingkat individu maupun di tingkat sosial. Penelitian  ini memberikan sebuah konsepsi dasar moral kenabian yang bersandar pada usaha- usaha Rasulullah saw membentuk  akhlak atau moral masyarakat Arab yang cenderung dekaden di zamannya.  Berbekal analisa secara deskriptif analitik dengan model  pengumpulan data secara dokumentatif dan sifat penelitian kualitatif, pembahasan dalam artikel ini dikemukakan. Studi pustaka dapat memberikan kontribusi besar terhadap objektivikasi  moral profetik bagi seorang konselor idaman.  Nilai  profetik yang melekat pada Rasulullah menjadi rujukan bagi para sahabat dan ulama (da’i) dalam menanamkan nilai-nilai moral pada setiap individu. Tidak berhenti pada tataran pemimpin atau tokoh, nilai profetik juga menjadi acuan bagi konselor Islami untuk memerhatikan aspek kasih sayang dalam praktik konseling.PROPHETICALLY TO MORAL BUILDING PRINT DREAM GADGETS COUNSELOR Discussion of morals is a significant part in the social life. As the adhesive social life, moral became the main supporter of the formation of social values based to piety. In this reality, each individual is required to position itself and play an active role in realizing the moral values both at the individual and at the social level. This study provides a basic conception of moral prophetic rely on the efforts of the Prophet to form character or moral of Arab society that tends decadent at the time. To explain about it’s phenomena,  this article have used qualitative method and literature collecting. Literature study can makes a major contribution to the objectification of moral prophetic for a counselor. Prophetic value that attached to the Prophet became a reference for khalifah and the ulama (Muslim preachers) in instilling moral values in each individual. Does not stop at the level of the leader, prophetic value also a reference for Islamic counselor to notice aspects of compassion in counseling practice.
PENDEKATAN PSIKOTERAPI ISLAM DAN KONSELING SUFISTIK DALAM MENANGANI MASALAH KEJIWAAN Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2597

Abstract

Kehidupan modern yang materialistis dan hedonistik hanya menekankan aspek-aspek lahiriyah semata, yang mengakibatkan kehidupan manusia mengalami kegersangan spiritual dan dekadensi moral serta stres menjadi fenomena yang lumrah. Pada titik jenuhnya, manusia akan kembali mencari kesegaran rohaniah untuk memenuhi dahaga spiritualnya dan yang menarik bagi mereka adalah kehidupan yang memberikan ketentraman hati dan kebahagiaan rohani. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang melirik ke dunia mistisisme. Maka William James, seorang filosuf dan ahli jiwa dari Amerika Serikat, mengemukakan tentang pentingnya terapi keagamaan atau keimanan, ia mengatakan bahwa tidak diragukan lagi terapi terbaik bagi kesehatan adalah keimanan kepada Tuhan, sebab individu yang benar-benar religius akan selalu siap menghadapi malapetaka yang akan terjadi. Sedangkan Carl Gustav Jung (Tokoh Psikologi Analistik), sebagaimana dikutip Amir, menyatakan bahwa gangguan psikis pada dasarnya bersumber dari masalah religius. Hal ini juga dapat dilihat dari ungkapan “psikoneurosis” harus dipahami sebagai penderitaan yang belum menemukan artinya, penyebab dari penderitaan ini adalah Stagnasi (penghentian) sepiritual atau Sterisas psikis”. Psikoterapi merupakan pengobatan alam pikiran atau lebih tepatnya pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi berbagai gangguan emosinya, dengan cara memodifikasi prilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam masalah psikis. Dalam psikoterapi Islami, terdapat 3 metode inti, yaitu sentuhan tangan, penggunaan lisan, dan ajakan kepada hati. Dalam tulisan ini akan diungkap tentang pendekatan psikoterapi Islam dan konseling sufistik dalam menangani masalah kejiwaan.
KONSELING PRA NIKAH DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA BAHAGIA (STUDI PENDEKATAN HUMANISTIK CARL R. ROGERS) Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.2128

Abstract

Pernikahan merupakan sunnatullah, karena semua yang ada di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam QS.Adza-Dzariyat: 47-49. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan seseungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan Bumi itu Kami hamparkan maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” ( Adz-Dzariyat:47-49). Pada tulisan ini penulis akan mencoba mengungkap tentang konseling pra nikah dalam menuju kebahagiaan dengan menfokuskan pada studi pendekatan humanistik Carl R. Rogers yang akan mengkaji bagaimanakah pendekatan ini digunakan dalam memberikan konseling pra nikah.Kata Kunci: Konseling Pra Nikah, Bahagia, Pendekatan Humanistik PRE-MARITAL COUNSELING IN REALIZING HAPPY FAMILY (STUDY MOST IMPORTANT HUMANISTIC APPROACH CARL R. ROGER). Marriage is a divine law, because all that is in this world created pairs:. As spoken by Allah swt in surat Adza-Dzariyat: 47-49. "With power and skill did We construct the Firmament: for it is We Who create the astness of pace. And We have spread out the (spacious) earth: How excellently We do spread out. And of every thing We have created pairs: That ye may receive instruction." ( Adz-Dzariyat:47-49). In this article the author will try to reveal about counseling pre-marital in toward happiness with focuses on the most important humanistic approach studies Carl R. Rogers that will examine how this approach is used in the pre-marital counselling.Key Words: Counseling pre-marital, Happy, most important humanistic Approach 
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MENURUNKAN TEKANAN EMOSI REMAJA Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1060

Abstract

Karya ini bertujuan untuk menentukan peran konseling  Islam dalam mengurangi remaja kesesakan emosional.  Emosi adalah kondisi psikologis  yang dialami oleh hampir semua individu. Kesesakan emosional adalah yang dialami oleh banyak remaja. Ini adalah karena remaja sedang dalam masa sulit untuk sedang dalam masa transisi baik psikologis,  fisik, sosial atau agama.  Adalah sulit remaja dan rentan terhadap berbagai konflik-konflik dalam kehidupan mereka.  Review ini biasanya identik dengan istilah krisis identitas, sebuah negara yang dapat tersedot tekanan emosional berat. Oleh karena itu kami memerlukan strategi untuk mengurangi tekanan emosional remaja dan memberikan kontribusi bagi pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. Istilah adalah metoda dari karya ini oleh mendapatkan informasi dalam banyak rujukan. Sebagai hasil dari karya ini adalah petunjuk Konseling Islam adalah sebuah bentuk dari strategi untuk mengurangi remaja kesesakan emosional. Konseling Islam kita maksudkan di sini adalah lebih fokus pada kegiatan layanan bantuan untuk remaja untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Tujuan lainnya adalah lain untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan pengalaman agama Islam untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di bagian dalam dan luar.Kata Kunci: Petunjuk Konseling  Islam, Adolescent, Tekanan Emosional.THE   ROLE   OF    GUIDANCE  COUNSELING ISLAM IN LOWER EMOTIONAL PRESSURE  TEENAGERS. This  paper aims to determine the role of Islamic counseling in reducing adolescent emotional distress. Emotion  is a psychological condition experienced by almost all individuals. Emotional  distress is experienced by many teenagers. This is because adolescents are in a difficult period for being in transition  either psychological, physical, social or religious. Adolescent is quite difficult and vulnerable to the various conflicts in their lives. This periode is usually synonymous  with the term identity crisis, a state that can plunge into heavy emotional pressure. Therefore we need strategies to reduce adolescent emotional pressure and contribute to the achievement of a better quality of life. Descriptive is the methode from this paper by getting information in many references. As result of this paper is Islamic Counseling Guidance is a form of strategies to reduce adolescent emotional distress. Islamic counseling we mean here is more focused on the activities of assistance service for adolescents in order to cope with their problems. Another more goal is to increase awareness, knowledge and experience of Islamic religion in order to achieve a better life in outer and inner.Keywords:    Islamic   Counseling   Guidance,  Adolescent, Emotional Pressure
KONSELING LINTAS BUDAYA MENUJU KEMANDIRIAN KARAKTER PESERTA DIDIK Rakhmawati, Istina
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1850

Abstract

AbstrakSekolah adalah salah satu tempat tumbuh berkembangnya peserta didik dalam perkembangan hidupnya. Hampir separuh dari hari-hari semasa usia sekolah, mereka habiskan di sekolah. Sebagian peserta didik yang pergi ke sekolah dan masuk ruang kelas melalui berbagai perjuangan, mulai dari memahami pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu, sampai bersosialisasi dengan teman-teman sebaya maupun lintas budaya atau budaya hidup sehari-hari. Setiap peserta didik diusia sekolah harus berjuang untuk mengelola emosi, perilaku dan permasalahan di rumah agar ia mampu menjalani harinya dengan baik di sekolah. Kondisi semacam ini membawa dampak timbal balik baik bagi sekolah, maupun peserta didik serta orang tua mereka. Oleh karena itu, tidak jarang hal ini membawa dampak yang tidak menyenangkan seperti ketertinggalan pelajaran, maupun keterlambatan penyesuaian diri dan pengelolaan emosi.Sekolah menjadi salah satu lingkungan terdekat, atau menjadi mikrosistem dari peserta didik. Pada mikrosistem inilah seorang individu berinteraksi langsung dengan agen-agen sosial, yaitu dengan teman sebaya atau guru. Kisah-kisah sukses peserta  yang berprestasi di sekolah membawa nama harum nama sekolah dalam berbagai kompetisi baik di dalam maupun di luar negeri juga tidak sedikit. Hal ini menggambarkan bahwa ada lingkungan sosial yang kondusif walaupun berbeda watak dan karakter lintas budaya tidak lain hanyalah untuk pengembangan prestasi peserta didik tersebut. Secara umum kondisi ini menggambarkan dua sisi yang kontradiktif dari dunia persekolahan kita. Di satu sisi, sekolah dapat menjadi lingkungan yang suportif bagi perkembangan anak dan remaja, di mana pengembangan dan aktualisasi potensi siswa dapat optimal. Namun di sisi lain sekolah dapat menjadi lingkungan yang justru menimbulkan masalah emosi dan perilaku pada peserta didik yang menjadi siswa. Kata Kunci : Konseling Lintas Budaya, Kemandirian Karakter, Peserta DidikAbstractCROSS CULTURAL COUNSELLING TOWARD INDEPENDENCE STUDENTS CHARACTERS. School is one of the growing development of learners in the development of his life. Nearly half of the days during the school age, they spend in schools. Some of the students that go to school and go into the classrooms through various struggle, start from understanding the lesson given by the teacher on that day, to socialize with peers and cross-cultural or culture of everyday life. Each of the learners at the school must strive to manage emotions and behavior and the problems in the house so that he is able to live the day with either in schools. Such a condition is brought the impact of reciprocity is good for schools and learners and their parents. Therefore, not rarely this brought the impact that is not enjoyable as our outdated lessons, or delays in the adjustment of themselves and the management of emotions.schools to become one of the closest environment, or become mikrosistem from learners. On an individual is mikrosistem interact directly with the social agents, namely with peers or teachers. The story of the success stories of participants who have achievement in schools bring perfume name school name in various competitions both within and outside the country is also not a little. This illustrates that there is a conducive social environment although different characters and characters across cultures is not only for the development of the achievements of the learners. In general the condition of this describes the two sides of a contradictory from the world of schooling us. On the one hand, schools can be supportive environment for the development of children and adolescents, where the development and actualisation of potential students can be optimal. But on the other side of the school can become an environment thus causing emotional problems and behavior at the learners who become students. Keywords : Cross-cultural counselling, Independence characters, Learners

Page 9 of 47 | Total Record : 470