cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
KONSELING KELUARGA ISLAMI (SOLUSI PROBLEMATIKA KEHIDUPAN BERKELUARGA) Atabik, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1075

Abstract

Artikel ini membahas tentang konseling keluarga Islami yang akan mengarah kepada konseling keluarga Islami. Pembahasan awal dimulai degan pengertian, tujuan dan macam-macam konseling Islami.  Pembahasan selanjutnya  tentang konsep keluarga, konseling  keluarga dengan menitik beratkan kepada berbagai problematika yang dihadapi keluarga dan bagaimana cara mencari solusinya. Hal ini merujuk arti dan fungsi dari konseling keluarga yang merupakanproses pemberian bantuan dan bimbingan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk melakukan bimbingan. Di akhir bagian dari artikel ini dibicarakan tentang Islam dan kebahagiaan keluarga. Pasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga  ideomnya menjadi keluarga bahagia. Ini berarti bahwa tujuan dari setiap orang membina mahligai rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh masyarakat menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang hakiki. Bangunan  keluarga yang ideal adalah dilandaskan atas dasar sakinah, mawaddah dan rahmah. Yang dimaksud dengan rasa kasih (mawaddah) dan sayang adalah rasa tenteram dan nyaman bagi jiwa raga dan kemantapan hati menjalani hidup serta rasa aman dan damai, cinta kasih bagi kedua pasangan.Kata Kunci: Konseling, Hukum Islam, Keluarga Islami.ISLAMIC  FAMILY   COUNSELLING (FAMILY   PROBLEM SOLUTION). This  article  discuss  about Islamic  family counselling that will lead to the Islamic family counselling. The initial discussion begins with understanding the purpose and various kinds of Islamic  counselling. Further  discussion about the concept of the family, family counselling by focusing on various problems faced by the family and how to find the solution. This refers to the meaning and the function of the konseling family which is the process of assistance and guidance to the individual in a sustainable and systematic, conducted by an expert who has received special training to perform guidance. At the end of the section of this article talked about Islam and the happiness of the family. The ideal candidate from the family is happy, so ideomnya become a happy family. This means that the purpose of each of the build household edifice is looking for the happiness of life. Almost all people put family life as the size of the real happiness.  Building an ideal  family  is based  on the  basis of the sakinah, mawaddah and rahmah. What is meant  by the taste of love (mawaddah) and compassion is a sense of safety and comfort for the soul of sport and the stability of the heart of living and a sense of safety and peace, love for both partners.Keywords: Counseling , Islamic Law and the Family.
SHALAT SEBAGAI TERAPI BAGI PENGIDAP GANGGUAN KECEMASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOTERAPI ISLAM Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1029

Abstract

Manusia pada hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu fisik dan psikis. Berdasarkan hal itu, manusia merupakan mahluk yang memiliki  kesadaran. Kesadaran manusia berpusat pada psikis atau jiwa, dan bersifat langsung. Tabiat jiwa adalah mengenal Allah swt.  dan senantiasa ingin mendekat kepada Allah swt. Melupakan  Allah swt. berarti penyimpangan dari tabiatnya, dan hal ini menjadi sumber gangguan jiwa (psikis). Oleh karena itu orang yang terganggu jiwanya perlu dibantu melalui  layanan psikoterapi Islam.  Layanan psikoterapi Islam dilakukan dengan mendudukkan semua persoalan yang dihadapinya pada tempatnya sehingga ia dapat mengukur dirinya dimana posisinya berada, dapat merencanakan sesuatu untuk meluruskan yang tidak benar, dan mengharapkan ampunan serta petunjuk Allah.  Salah satu terapi yang digunakan adalah terapi shalat. Ritual shalat memiliki faidah yang sangat besar. Ibadah tersebut mampu menciptakan rasa tenang dan tenteram dalam jiwa, menghilangkan  perasaan berdosa pada diri seseorang,  menyingkirkan perasaan takut, gelisah, dan cemas, memberikan kekuatan spiritual yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit fisik maupun psikis.THE PRAYER AS THERAPY FOR FOWL ANXIETY DISORDERS IN THE PSYCHOTHERAPY  PERSPECTIVE OF ISLAM. Men are  essentially  composed  of two substances, namely physical  and psychological. Accordingly, humans  are creatures who have awareness. Human consciousness is centered on psychic or soul, and direct. The character of the soul is knowing about God and always want to draw closer to Allah swt. Forget Allah mean deviation of its sort, and it is a source of mental disorder (psychic). Therefore, the mentally ill need to be helped through Islamic psychotherapy. Islamic psychotherapy is performed by putting all the problems it faces in place so that he can measure himself where the position is, can plan something for rectifying incorrect, and expect forgiveness and God’s instructions. One therapy that used is a Shalat. Shalat gives many advantages. It’s worship  is able to create a sense of calm and peace in the soul, eliminating the sense of sin in a person, get rid of feelings of fear, anxiety, and gives a spiritual power that can help the healing process of various physical ailments and psychological.
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DI SEKOLAH (SEBUAH UPAYA PEMBINAAN MORAL ISLAM) Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1010

Abstract

Tulisan  ini  bertujuan  untuk  memperkenalkan pentingnya bimbingan dan konseling Islam di sekolah dalam membangun keseimbangan antara  emosi,  intelektual,  spiritual dan  sikap kepribadian para  peserta didik.  Adapun sasaran tulisan ini adalah  lembaga-lembaga pendidikan  dan   para  mahasiswa fakultas Dakwah dan  Tarbiyah yang berkepentingan untuk memberikan pembinaan dalam membangun keseimbangan ilmu dan mental kepribadian  serta mental keagamaan para peserta didik.  Secara ringkas, dari tulisan ini dapat dipahami,  bahwa lembaga pendidikan berkewajiban menugaskan kepada para peserta didik untuk memberikan pembekalan kepada para peserta berupa ilmu pengetahuan. Sama pentingnya dengan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan kepada para peserta didik ini, para pengelola lembaga pendidikan juga dituntut untuk menugaskan kepada para guru yang memiliki kompetensi untuk memberikan pendampingan kepada para peserta didik selama menjalani proses belajar mengajar. Pola dampingan ini haruslah dipegang oleh para guru yang menguasai dan memiliki kemampuan mengaplikasikan bimbingan dan konseling Islam di sekolah.Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Nilai-nilai Islam, Peserta DidikROLE OF  ISLAMIC GUIDANCE AND COUNSELLING IN SCHOOL. This paper aims to introduce the importance of Islamic guidance and counseling in schools in establishing a balance between the emotional, intellectual, spiritual and personable attitude  of the learners. The goal of this paper is the educational institutions and the students of Da’wa Faculty and Tarbiyah Faculty concerned to provide guidance in establishing  mental  balance  of science  and religious personality and mental learners. In summary, from this article can be understood, that the institution is obliged to assign the student to give a briefing to the participants in the form of science. Equally  important through providing knowledge to the learners of this, the managers of educational institutions are also required to assign to the teachers who have the competence to provide assistance to the students during their learning process. The pattern of this assistance must be held by teachers who have the ability to master and apply the Islamic guidance and counseling in schools.Keywords: guidance and counseling , the values of Islam, Students
KONSELING ADIKSI NARKOBA DI PESANTREN DENGAN PENDEKATAN TAZKIYATUN NAFS IMAM AL-GHAZALI Hasan, Aliah B. Purwakania; Tamam, Abas Mansur
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2754

Abstract

Kecanduan narkoba masih merupakan masalah utama di Indonesia, sehingga membutuhkan konseling masyarakat yang terpadu, termasuk dengan pendekatan religi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi konseling narkoba menggunakan pendekatan tazkiyatun nafs berbasis pemikiran klasik ulama Islam Abu Hamid Muhammad Al Ghazali. Penelitian ini menggunakan analisis isi terhadap tinjauan literatur dengan sumber utama buku klasik Imam Al Ghazali, pemikiran Islam kontemporer, teori psikologi kesehatan dan ilmu konseling. Penelitian ini menkonstruksi secara teoritis indikator kesehatan spiritual terdiri dari kekokohan aqidah, terbebas dari penyakit hati, berkembangnya akhlak yang mulia, terbinanya adab yang baik dalam interaksi kehidupan, dan tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk mencapai kesehatan spiritual, konsep mujahadah dan riyadah merupakan hal yang penting sebagai prinsip modalitas penanganan, dalam melaksanakan penanganan narkoba dengan berbasis tazkiyatun nafs dalam pemikiran ilmiah Al Ghazali. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan tazkiyatun nafs Imam Ghazali dalam konseling adiksi narkoba pada panti rehabilitasi yang diselenggarakan oleh masyarakat. 
SHALATSEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VERTIKAL TRANSENDENTAL Bachtiar, Edi
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1056

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa shalat merupakan media komunikasi vertikal transendetal. Komunikasi transendental ini dapat dilakukan melalui berbagai macam media yang biasa dikenal dengan ritual ibadah, baik itu ibadah wajib maupun sunnah. Salah satu media komunikasi transendental yang terjalin untuk berkomunikasi dengan Allah  adalah shalat. Habsilnya adalah bahwa shalat sebagai tiang agama. Shalat merupakan ibadah rutinitas harian yang akan merugi jika ibadah yang telah rutin dilakukan tapi esensinya terlupakan, yaitu terjalinnya komunikasi yang harmonis antara seorang hamba dan Sang Khalik. Langkah yang paling tepat agar komunikasi transendental melalui shalat ini berhasil adalah dengan shalat secara khusyuk. Khusyuk bermakna kesadaran penuh akan kerendahan kehambaan diri kita sebagai manusia di hadapan keagungan Rububiyyah (Ketuhanan). Sikap khusyuk ini timbul sebagai konsekuensi kecintaan sekaligus ketakutan kita kepada Zat Yang Maha Kasih dan Maha Dahsyat ini. Sebagai implikasinya, orang yang memiliki sikap seperti ini akan berupaya memusatkan seluruh pikiran kepada Kehadiran- Nya dan membersihkannya dari apa saja yang selain Allah.kata kunci: Shalat, Komunikasi Vertikal, TransedentalTHE PRAYER AS COMMUNICATION  MEDIA VERTICALLY TRANSCENDENTAL MEDITATION. This  article aims  to explain that prayer is communication  media vertically transendetal. Communication  transcendental meditation this can be done through various media that used to be known as the ritual of worship, either of worship  and the sunnah.  One  of the  communication  media transcendental  meditation  interwoven  to communicate with God is prayer. Habsilnya  is that the prayer as a pillar of the religion. The prayer is worship of the daily routine will be lost if the acts of worship that has been routinely done but politico-wonder, the establishment of a harmonious communication between a slave and the Khalik. The most appropriate steps to communication transcendental meditation through this prayer is successfully with the prayer in humility. Humility means full awareness of the humility  kehambaan  ourselves as human beings before the  majesty  of Rububiyyah (Godhead). This humble attitude arise as a consequence of love as well as fear us to Substances That Is Full Of Love and the most terrible. As the implication, people who have attitudes like this will attempt  to focus the whole mind to Kehadiran-Nya  and clean them from what other than God.Key Words: Prayer, Vertical Communication, Transcendental
KETERAMPILAN KOMUNIKASI KONSELING BERBASIS AYAT ALQUR’AN DALAM LAYANAN KONSELING SUFISTIK Rachman, Ali; Setiawan, Muhammad Andri
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2236

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang keterampilan komunikasi konseling berbasis ayat Alqur’an sebagai solusi alternatif praktis dalam konseling sufistik. Selama ini dalam proses konseling terjadi hambatan komunikasi karena adanya kecemasan komunikasi disebabkan moral judgment antara konselor dengan konseli yang ditengarai karena adanya konseli menghindari memberi informasi yang bisa menimbulkan kritik, atau penilaian buruk terhadap pribadinya. Khusus tentang pelaksanaan konseling melalui pendekatan Islam dapat dilakukan dengan menggunakan ayat Alqur’an sebagai dasar pelaksanaan komunikasi konseling sufistik. Hasil dari pembahasan ini adalah sebagai berikut: 1) Gambaran dimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ dalam proses konseling merupakan dimensi manusia mencapai fitrah yang terdiri dari taubat, wara,’zuhud, sabar, qana’ah, ridha, tawakal, ikhlas, muqarabah, muraqabah, khawf dan rajā,’maḥabbah dan ma’rifah. Melalui pisau bedah analisis menggunakan model Skilled Helper yang digagas oleh Gerad Egan pada tataran tertentu dapat digunakan sebagai proses keterampilan komunikasi konseling berdimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal.’ 2) Keterampilan komunikasi konseling yang digunakan berdasarkan ayat Alqur’an  keterampilan komunikasi konseling sufistik untuk mencapai ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ adalah surah Al-Furqaan ayat 63, An-Nisa ayat 46, Al-Baqarah ayat 155, An-Nahl ayat 125 dan Ali Imran ayat 159.
KONSEP QONA’AH DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH MAWADDAH DAN RAHMAH Noorhayati, S Mahmudah
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1861

Abstract

Tulisan ini menjelaskan konsepsi tentang pentingnya qonaah (nafsiologi) yang sungguh-sungguh terhadap apa yang diterima atau dimiliki dalam konsteks kehidupan rumahtangga, merupakan prioritas dominan untuk menjaga, menyeimbangkan dan merealisasikan suatu keluarga yang sakinah,mawaddah dan rahmah (samarah). Ditengah realitas masyarakat modern saat ini yang menggambarkan kecenderungan pola hidup konsumtif, hedonis, kompetitif dan teknologis secara berkesinambungan. Pola hidup tersebut berpotensi menyebabkan munculnya sikap atau perilaku berlebihan bagi setiap individu yang mengarah kepada sikap individualis, ataupun antipati sosial. Bahkan bisa menguatkan sifat kebencian, kesombongan, dendam dan sifat tercela lainnya. Melalui kajian pustaka dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana konsep qonaah dalam mewujudkan sebuah keluarga samarah?. Jati diri seorang muslim atau muslimah saat ini dan mendatang terus diuji melalui perubahan-perubahan dalam semua aspek di lingkungan terdekatnya. Harapan dan impian setiap anggota keluarga dalam mendambakan kehidupan rumahtangga yang tentram, rukun, harmonis pada saatnya termanifestasikan dalam realitas interaksi sosial, bila keberadaan individu memiliki kematangan falsafah yang tampak melalui spiritual dan sosialnya secara berimbang.Kata kunci: qonaah, sakinah, mawaddah, rahmah, keluarga. THE QONAAH: A CONCEPT TO REALIZING SAKINAH MAWADAH WA RAHMAH FAMILY. This article is describe about the concept of the important of qonaah that they have received and belonged wholeheartedlyy in the context of household, it is the dominant priority to keep, to balance and to realisize the family that has sakinah, mawaddah and rahmah (samarah). In the middle of modern era, the societies are tend to be consumtive, hedonis, competitive and thechnologic lifestyles as continuity. This lifestyle had influences for a negative effects such as an excessive attitudes and behaviours especially whose style was an indiviualistic or an anthipathy social. Moreover they would be strenghten the aversions, arrogants, grudges and another negative behaviors. This article is the review of literature that use an analysis of descriptive qualitative, it purpose is to answere the question of the qonaah concept to make a samarah family? This time the identity of a moslem are challenced by the changes of the whole aspects in their surroundings day and night. Some families have hope and dreams for the better life in their quite, peaceful and harmony household if the existence of individual has the mature philosophies are equally appeared both in spiritual and social that will be manifest in their social interaction.Key  Words: qonaah, sakinah, mawaddah, rahmah, family.
METODE DAKWAH PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH TERHADAP PASANGAN CALON SUAMI ISTRI DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) Novaili, Novaili
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1036

Abstract

Metode dakwah penyuluh agama Islam terhadap calon pasangan suami istri di Kantor Urusan Agama (KUA) sangat penting diterapkan dalam memberikan bekal membangun rumah tangga. Bekal dalam hal ini terkait dengan kiat membangun  rumah tangga yang sehat dan sesuai dengan tuntunan agama Islam, sehingga para pasangan calon suami istri dapat hidup bahagia. Dengan begitu angka perceraian bisa diminimalisir.  Sejatinya  manusia mempunyai keunikan yang ditandai dengan perbedaan watak dan latar belakang kehidupan, sehingga dapat menyatukan perbedaan itu dalam kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, kesadaran sangat diperlukan oleh pasangan calon suami istri.  Namun, kadang-kadang kesadaran juga perlu didorong oleh orang lain, dalam hal ini oleh penyuluh agama Islam. Oleh karena itu, tulisan ini berupaya melihat signifikansi metode dakwah yang digunakan oleh penyuluh agama Islam di KUA dalam menyuluh pasangan calon suami istri.   Realitasnya metode dakwah yang digunakan oleh penyuluh agama Islam terhadap pasangan calon suami istri di KUA bisa menetukan keberhasilan pasangan calon suami istri dalam membangun  keluarga hingga mencapai taraf kebahagiaan atau sakinah.  Dengan kata lain, metode dakwah yang sesuai dengan konteks masyarakat mampu memberikan dampak positif bagi calon pasangan suami istri.THE METHOD DAkWA DISSEMINATORS ISLAM IN REALIZING   THE    FAMILY SAKINAH   AGAINST   THE CANDIDATE PAIR OF  HUSBAND AND  WIFE  IN  THE OFFICE OF RELIGIOUS  AFFAIRS (KUA)Method of preaching (dakwah) by Islamic  instructor  in the  Office of Religious  Affairs (KUA) is crucial in providing the applicable provisions of domestic building. Provisions in this case related to tips on building a healthy household and in accordance  with Islamic  guidance,  so  that the husband and wife candidat  can live happily.  With so the divorce rate can be minimized.  Indeed, the man have a unique human being characterized by differences in the character and background of life, so it can unifies the differences in domestic  life. Therefore, awareness is needed  by the prospective couple of husband and wife. However, sometimes the awareness also needs to be driven by someone  else, in this case by Islamic instructor. Therefore, this article seeks to look at the significance of preaching methods used by Islamic instructor at KUA in the counsel of the candidate of husband and wife. The reality preaching methods used by Islamic instructor in KUA can determine the success of the candidate of husband and wife in a family until it reaches the level of happiness or sakinah. In other words, the method according to the preaching that suitable with social context is able to provide a positive impact for prospective spouses.
BIMBINGAN KONSELING KEAGAMAAN BAGI KESEHATAN MENTAL LANSIA Jannah, Noor
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1034

Abstract

Fase kehidupan manusia setelah  kelahiran  yaitu: bayi,  kanak- kanak, anak-anak, remaja, tua, lansia. Di mana setiap fase memiliki karakteristik dan  tugas perkembangan yang  berbeda  serta tingkatan perkembangan keagamaannya. Lansia sebagai manusia dewasa,   diharapkan keagamaannya sudah matang  sehingga mampu membedakan antara yang baik dan buruk.  Sehingga dalam merespon ajaran agama secara psikis sudah mantap dalam melakukan penghayatan, baik secara eksistensial dan fungsional maka terwujudlah  kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai agama secara integral. Meskipun lansia akan menghadapi berbagai masalah: penurunan dan keterbatasan  kemampuan fisik, kondisi mental yang kesepian setelah  pensiun, keterlibatan organisasi sosial dan aktivitas beribadah yang terbatas, kegiatan hobby yang tertunda, dan lain-lain.  Namun pada umumnya permasalahan yang dihadapi pada usia lansia adalah gangguan fisik yang tidak memungkinkan   lagi dalam merespon ajaran agama se-optimal seperti pada usia remaja maupun pada masa dewasa (meskipun tidak menafikan ada sebagian lanjut usia yang masih kuat secara fisiknya).  Semua masalah lansia  membutuhkan solusi secara komprehensif agar mendapatkan kehidupan yang bahagia.RELIGIOUS COUNSELING GUIDANCE MENTAL HEALTH FOR ELDERLY Phase  of human life after  birth,  namely:  baby, child, children, teenagers, parents, the elderly. Where each phase has characteristics and different development tasks and level of religious development. Elderly as an adult human, religious ripe expected to be able to distinguish between good and bad. So that in response to the religious teachings of psychic been steady in doing appreciation, both existential  and functional,  the  realization  of personality  in accordance with religious values are integral. Although  the  elderly will face many problems: the decline and limited physical capabilities, mental condition lonely after retirement, the involvement  of social organizations and activities are limited to worship, hobby activities were delayed, and others. But in general, the problems faced by the age of the elderly is a physical disorder is no longer possible in responding to religious teachings as optimal  as in adolescence and in adulthood (although it does not deny there are some elderly who are still strong physical). Regarding the religious life of the elderly is William  James stated that the religious life of an extraordinary  look at old age, due to the turmoil of sexual life at this age are not aggressive anymore. And all the problems elderly people need a comprehensive solution in order to have a happy life.
EFEKTIVITAS TEKNIK KONSELING DENGAN MENULIS JURNAL BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR (PERSPEKTIF KONSELING LINTAS BUDAYA) zaduqisti, esti
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1675

Abstract

AbstrakMenulis Jurnal Belajar (Writing learning journal) dalam teknik konseling termasuk dalam salah satu media yang dapat membantu peserta didik meningkatkan kemandirian dalam belajarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan rancangan true experiment pretest-posttest control group design. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan teknik analisis wilcoxon signed-rank non-parametric test dan wilcoxon signed-rank non-parametric test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang berbunyi “kemandirian belajar mahasiswa setelah diberi perlakuan (posttest) dalam kelompok eksperimen, lebih tinggi daripada kemandirian belajar mahasiswa sebelum diberi perlakuan (pretest)” berhasil secara signifikan terbukti. Tidak seperti pada hipotesis yang pertama, hipotesis kedua, dan ketiga dalam penelitian ini, ternyata tidak secara signifikan terbukti. Analisis hasil yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori-teori yang dikembangkan terkait wrtiting learning journal (menulis jurnal belajar), teknik konseling Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT), self regulated learning (kemandirian belajar), dan konseling lintas budaya.AbstractTHE EFFECTIVENESS OF WRITING-LEARNING JOURNAL COUNSELLING IN ENHANCING SELF-REGULATED LEARNING (THE PERSPECTIVE OF CROSS-CULTURAL COUNSELLING). Counselling by means of writing learning journal is a medium through which to help students enhance their self-regulated learning. The current research tested this idea using true experiment pretest-posttest control group design. Hypotheses in the current research were examined on the basis of wilcoxon signed-rank non-parametric test and wilcoxon signed-rank non-parametric test. The results supported the first hypothesis stating that “in the experimental group, students’ post-test self-regulated learning were significantly higher than students’ pre-test self-regulated learning. However, the second hypothesis and third hypothesis in the current research were unsupported. Theoretical and practical implications of the current research  were discussed through the lens of theories on  writing-learning journal, a counselling technique of rational emotive behavioral therapy, self regulated learning, and cross-cultural counseling.

Page 8 of 47 | Total Record : 470