cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
ZIARAH WALI SEBAGAI MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM UNTUK MEMBANGUN KESEIMBANGAN PSIKIS KLIEN Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1031

Abstract

Tulisan  ini  bertujuan  untuk  mengungkapkan relasi   antara kegiatan keberagamaan dengan kegiatan layanan  bimbingan konseling   Islam.   Salah satu  penunjang layanan   bimbingan konseling Islam diantaranya penggunaan media. Melalui media tersebut diharapkan pesan yang ingin disampaikan dalam proses bimbingan konseling Islam akan tersampaikan sesuai sasaran dan tujuan layanan. Dalam hal ini penulis mengkategorikan kegiatan ziarah wali salah satu tradisi keberagamaan  muslim di Jawa sebagai media alternatif yang dapat digunakan dalam layanan bimbingan konseling Islam. Ziarah khususnya dimaksudkan  sebagai upaya membangun  keseimbangan psikis  klien.  Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan makna terapis dalam kegiatan ziarah wali, dimana para peziarah merasakan ketenangan hati dan kemantapan untuk mengambil  suatu keputusan setelah  berziarah dan bertawashul kepada para wali. Hasil penelitian ini menginspirasi penulis untuk mengungkapkan  bahwa kegiatan ziarah wali juga menjadi media dalam kegiatan layanan bimbingan konseling Islam baik yang diselenggarakan di lingkungan sekolah maupun bagi masyarakat umum, terutama untuk mengondisikan keseimbangan psikis klien sehingga lebih arif dan tenang dalam menghadapi permasalahan.ZIARAH     WALI     AS     MEDIA     SERVICE GUIDANCE COUNSELING   ISLAM    TO     BUILD PSYCHOLOGICAL BALANCE CLIENTS. The  goal  of this  paper  is  to reveal the relationship  between religious activity  with the activities of Islamic guidance and counseling services. One of support  services including counseling Islamic is media usage. Through the media, the message to be conveyed in the process of Islamic counseling will be covered in the goals and objectives of the service. In this case, the authors categorize activities  guardian  pilgrimage-one Muslim   religious traditions  in Java- as an alternative media that can be used in Islamic counseling. Pilgrimage especially intended as an attempt to build a client psychic equilibrium.  Based on the results of research, discovered the meaning of the therapist in the activities of trustees pilgrimage, where the pilgrims feel sobriety and steadiness to take a decision after the pilgrimage and tawashul. The results of this research inspired the author to reveal that the activities of pilgrimage trustee is also a media of Islamic counseling that had been held in the school as well as for the general public, especially for conditioning the clients psychic equilibrium so that more sensible and calm in the face of problems.
TAHSINU AL-SALAH SEBAGAI MEDIA SPIRITUAL BIMBINGAN KONSELING PERSPEKTIF MULTIKULTURAL Tanzilulloh, M. Ilham
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1815

Abstract

AbstrakKeberagaman dalam lapisan masyarakat terkadang melahirkan problem sosial yang sangat kompleks hingga mengakibatkan adanya penyakit kejiwaan pada setiap individu. Hal ini tentunya memerlukan adanya pemecahan solusi. Salah satu metode yang digunakan untuk meminimalisir tingkat kerawanan penyakit jiwa yaitu dengan bimbingan konseling yang disesuaikan ajaran Islam. Konseling Islam adalah sebuah layanan bantuan bagi individu dari seorang konselor dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang berupaya untuk membantu ketidak mampuannya dalam menghadapi permasalahan. Sebagai bagian dari media spiritual konseng Islami shalat merupakan salah satu kewajiban yang diamanahkan kepada umat muslim. Di dalamnya terdapat gerakan dan bacaan yang sangat dalam maknanya. Pelaksanaan konsep shalat yang benar serta sanggup menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya  mampu menjadikan umat muslim yang muhsinin disertai dengan akhlaq mulia. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan tulisan ini membahas tentang model pendidikan moral menggunakan terapi tahsinu al-salah (memperindah shalat) yang berimplikasi pada pembenahan perilaku kehidupan seseorang. Dengan tertatanya paradigma berpikir individu, solusi yang sebelumnya menjadi sebuah harapan akan hadir untuk mengatasi problem yang ada.Kata kunci: implementasi, tahsinu al-salah, bimbingan konseling, multikultural.AbstractTAHSINU AL-SALAH AS A SPIRITUAL MEDIA GUIDANCE COUNSELING MULTIKULTURAL PERSPECTIVE. Diversity in society has sometimes spawned very complex social problems that have caused several mental illnesses in individuals. This is certainly in need of resolving solutions. One method used to minimize the vulnerability of mental illnesses is counseling tailored to the teachings of Islam. Islam is a counselor-to-individual assistive consultation service; utilizing certain techniques seeking to assist a person's inability to deal with problems. As part of a spiritual medium, consent Islamic prayer is one of the duties mandated to Muslims. There are movement and recitations involved that evoke a very deep meaning. Implementation of the concept of prayer is rightly able to internalize the values contained in it, making Muslims who are here as muhsinin to be accompanied with a nobler sense of morality. This paper, through quantitative studies, literarily approaches the moral education model used in therapeutic improvement prayers (tahsinu ala al shalah) which implicates an improvement of a person's behavioral life. With a well-organized individual thinking paradigm, a solution which had previously been an expectation, will be present to address many of  the existing problems that affect people's mental health.Keywords: Implementation, tahsinu al-salah, counseling guidance, multicultural
METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN KONSELING ISLAMI UNTUK MEMBANTU PERMASALAHAN PADA ANAK-ANAK Atikah, Atikah
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1044

Abstract

Perkembangan pada usia anak akan mempengaruhi perkembangan pada fase berikutnya.  Jika  anak usia dini dalam pengasuhan yang benar dan sesuai dengan karakter anak maka akan mampu menghadapi tugas perkembangan (task development) berikutnya, dan akan sebaliknya ketika anak usia dini dalam pengasuhan yang salah atau perlakuan yang salah pada anak (child abuse). Sehingga dibutuhkan pemahaman tentang usia anak,  lengkap dengan karakteristik-kebutuhan-permasalahan untuk membantu tumbuh kembang anak agar optimal sesuai dengan tahapan kemampuan yang harus dimiliki anak. Cara-cara membantu masalah yang sering dialami anak-anak disesuaikan dengan tahapan usia. Ciri khas pada anak adalah bermain dan bergembira, sehingga anak-anak dapat menyelesaikan masalah yang sering muncul dengan suasana senang dan ceria. Memahamkan anak-anak tentang penyelesaian masalah juga diperlukan agar siap menghadapi permasalahan dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu teknik dalam metode kelompok yaitu karyawisata. Dengan mengunjungi tempat-tempat wisata,  memberi kesempatan pada anak-anak berganti situasi (rutinitas ke obyek wisata) untuk mengatasi masalah dengan tetap bersenang-senang bermain. Sehingga permainan di tempat obyek wisata akan memberikan dampak kesegaran fisik  dan beban- beban masalah yang terjadi terbantukan dengan mengalihkan ke permainan yang di setting untuk membantu pemecahan masalah. Dan teknik-teknik bimbingan konseling Islam yang lainnya dapat digunakan untuk menyelesaikan sesuai dengan berbagai macam permasalahan.kata kunci: Metode Bimbingan  Konseling, Konseling Islami, Permasalahan AnakMETHODS AND TECHNIQUES TO HELP THE ISLAMIC GUIDANCE COUNSELING PROBLEMS IN  CHILDREN. Development of the child’s age will affect the development of the next phase. If early childhood in the care of the correct and in accordance with the character of the child will be able to face the developmental task(taskdevelopment)next,  and will instead when early childhood in the care of the wrong or the wrong treatment in children(childabuse). So it takes  an understanding  of the  child’s  age,  complete  with characteristic-needs-issues  to help the  development  of the  child in order to optimally  match the phases of the ability to be possessed child. Ways to help the problems often experienced by children adjusted for age stages. Characteristic of the children are playing and having fun, so that children can solve problems that often arise with happy and cheerful atmosphere. Children hang on the settlement issue also needed to be ready to face the problems of his ability. One technique in which a field group method. By visiting tourist spots, provide opportunities for children to change the situation (routine into a tourist attraction) to solve the problem with fixed fun playing. So the game where tourism will impact the physical freshness and the loads that occur terbantukan problem by switching to a game in setting thefor  help  solving the problem. And techniques for other Islamic counseling can be used to resolve in accordance with a variety of problems.Keywords:  Guidance and Counseling Method, Counseling Islamic, Son problem
BIMBINGAN KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN MORAL ANAK Syamsiyah, Nur
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1045

Abstract

Membahas tentang anak adalah sebuah fase yang masih sangat membutuhkan bantuan bimbingan dan arahan untuk mengetahui banyak hal tentang kehidupan, dengan segala potensi yang sudah dimiliki. Sehingga pemahaman  tentang moral anak perlu dilakukan oleh orang dewasa (orang tua, guru, masyarakat) agar sejak dini sudah tertanam tentang batasan boleh dan tidaknya serta kejelasan sanksi “pelanggaran”, sehingga  anak siap untuk memasuki tugas perkembangan berikutnya.  Dengan ciri khas karakteristik anak adalah awal bersosialisasi  dengan lingkungan sosial yang lebih luas maka anak-anak cenderung memiliki keinginan untuk diterima oleh kelompok bermain (peer group), meskipun nilai-nilai keluarga  tetap menjadi pedoman perilaku anak karena sudah terjadi pembiasaan.Kondisi  tersebut yang memungkinkan bimbingan kelompok dalam upaya membentuk moral anak. Dengan berkelompok (memiliki beberapa kesamaan), maka anak akan saling mencontoh dengan arahan keteladanan dari pembimbing. Selain bimbingan kelompok, lingkungan yang kondusif akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak untuk mentaati norma yang berlaku, sehingga pembentukan moral anak terhindar dari tekanan ketakutan.  Karena untuk memahamkan pada anak bahwa aturan (norma sosial dan norma agama) dalam kehidupan bermasyarakat agar terjadi keteraturan (ketentraman) dan saling membantu mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki oleh seorang anak yang merupakan generasi penerus yang berprestasi dan membanggakan. Dengan moralitas, maka anak-anak akan mampu  untuk  menjalani tugas-tugas perkembangan dan memenuhi semua kebutuhan sesuai dengan norma yang berlaku.Kata Kunci: BK Kelompok, Moral AnakCOUNSELING GROUP EFFORT AS A MORAL FORMATION OF CHILDREN.Discusses Child is a phase that still need guidance and direction to help determine a lot of things about  life, with all the potential that is already owned. So the moral understanding of children needs to be done by adults (parents, teachers, community) that is  embedded   early  on allowed  limits  and the  presence and clarity  of sanctions  “offense”, so  that children  are  ready  to enter the next development task. With the typical characteristics of children is beginning to socialize with the wider social environment, the  children tend to have  a desire  to be  accepted  by the  group play(peergroup),although the family values remain a guideline for the child’s behavior has occurred habituation. The conditions that allowed the guidance of the group in order to form the morals. With the group (has some similarities), then the child will imitate  each other with referrals exemplary of the supervisor. In addition to group counseling , an enabling environment will provide an enjoyable experience for the child to obey the norm, so the moral formation of children avoid the pressure of fear. Due to hang on a child that the rules (norms of social and religious norms) in public life to occur regularity (tranquility) and mutual help optimize the potential that has been owned by a child who is the next generation that their achievement. With morality, then the children will be able to undergo developmental tasks and meet all requirements in accordance with norms.Keywords: BK group, Moral Children
KONSELING ISLAM BAGI INDIVIDU BERPENYAKIT KRONIS MORBUS HANSEN Hidayanti, Ema
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1072

Abstract

Penderita kusta atau morbus hansen secara umum mengalami cacat ganda yaitu cacat fisik dan cacat psikososial. Komplesitas problem yang dihadapi penderita kusta ditangani melalui program lintas terpadu, yang meliputi rehabilitasi medik, rehabilitasi mental psikologik, pendidikan kekaryaan dan rehabilitasi sosial. Bentuk rehabilitasi mental psikologis salah satunya bisa dilakukan melalui pemberian layanan konseling Islam sebagaimana yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo sebagai pusat rujukan kusta di Jawa Tengah. Berangkat dari fenomena tersebut, kajian ini mencoba menjawab dua permasalahan penting yaitu bagaimana kondisi psikologis dan bagaimana pelaksanaan konseling Islam bagi individu kronis morbus hansen di RSUD Tugurejo Semarang. Hasilnya kondisi psikologis pasien kusta sangat beragam antara mulai dari shock, stres, stigmatisasi  diri, isolasi diri, keinginan bunuh diri,  dan gangguan konsep diri.  Sedangkan pelayanan konseling Islam diberikan secara rutin baik individu maupun kelompok, dan menerapkan model hikmah, mauidzah hasanah dan mujadalah.Kata Kunci: Konseling Islam, Individu, Penyakit Kronis Morbus Hansen.ISLAMIC COUNSELLING FOR THE INDIVIDUAL DISEASED CHRONIC MORBUS HANSEN. Patients with leprosy or morbus hansen in general experience a double disability namely physically and psychosocial  disability.   Complex   ecology  problem faced  by patients with leprosy handled through integrated traffic program that includes medical rehabilitation, mental rehabilitation psychological, public works education and social rehabilitation. The form of mental rehabilitation  psychological one only can be done through the gift of Islamic counselling service as was done in the Regional General Hospital Tugurejo as referral center of leprosy in Central Java. Journeyed from the phenomena the study attempts to answer two important issues that is how the psychological condition and how the implementation of Islamic counselling for the individual  chronic morbus hansen in RSUD Tugurejo Semarang. As a result the psychological condition of leprosy patients very varied between the start of the shock, stress, stigmatisasi himself self isolation, desire suicide, and disruption of the concept of self. While  counseling services Islam given routinely both individuals and groups and apply the model of wisdom, mauidzah  hasanah and mujadalah. Keywords: Counseling Islam, the individual Diseased Chronic Morbus Hansen.
KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL) Azizah, Azizah
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1008

Abstract

Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder), perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil)  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial) yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain). Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab.Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remajaHAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes secondary),  emotional development (psychic  or mental  volatile  / emotionally unstable)  and social development (demand or social burden) which will lead to fear, anxiety and even insecurity. So that the teenage years are vulnerable to the emergence of various problems (both  problems with: self / less satisfied with what have, playgroup or peer group / disagreement, parents / rebellious attitude  against the rules, community  / not involved in community  activities, school / in violation of school rules, the norms of religion/not carried out the orders of religion, law / hukun violations in the form of criminal acts and others). With the information picture of happiness and problems in their teens, are expected to be used guide the youth to create their own happiness, or are in the teenager problems are endless. Happiness  is a choice that needs to be fought in order to reach maturity mature and problems is the state that should be pursued in order to be an effective solution formidable  mature and responsible.Keywords: Happiness   teenager,  teenagers  problems,   individual guidance
TERAPI HOLISTIK TERHADAP PECANDU NARKOBA Mulkiyan, Mulkiyan; Farid, Ach
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2753

Abstract

Terapi holistik merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam penyelesaian masalah terhadap pecandu narkoba yang diantaranya meliputi aspek biologi, psikologi, sosial, dan spritual. Dengan terapi tersebut maka dapat diselesaikan masalah-masalah yang telah dihadapi para pecandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi holistik dan faktor-faktor yang menjadi penhambat dalam pengaplikasian terapi holistik terhadap pecandu narkoba serta solusinya. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimaksudkan untuk meneliti fenomena sesuai dengan kondisi real di lapangan dengan menggunakan analisis data yang bersifat tringulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tahap metode penyembuhan pecandu narkoba yang doterpkan di Balai Rehabiitasi BNN Baddoka Makassar terdapat empat tahapan, yaitu tahap detoxifikasi, psikologi, sosial, religius. Keempat tahap ini merupakan pengelompokan medis dan non medis dan terdapat tiga faktor penghambat dalam penerapan terapi holistik terhadap pecandu narkoba diantaranya tipe residen, kepribadian residen dan sumber daya manusia.
KONSTRIBUSI KONSELING ISLAM DALAM PENYEMBUHAN PENYAKIT FISIK Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1054

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa seorang penderita penyakit fisik  terutama yang dikategorikan  akut,  tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan pengobatan psikis dan religius. Pengobatan psikis-religius ini akan membantu penderita penyakit fisik untuk menguatkan mentalnya menjalani hari-hari dengan kondisi fisiknya yang sakit. Konseling Islam sebagai salah satu kegiatan membantu penderita penyakit fisik dalam mengelola problem psikisnya, akan sangat membantu untuk mempercepat penyembuhan. Kondisi psikis yang stabil, kondisi religi yang baik akan menjadi daya imun bagi seseorang yang sedang sakit fisik  yang pada gilirannya  akan membantu mempercepat proses sembuhnya.kata   kunci:   Konseling   Islam,  Penyakit  Fisik,   Dimensi PsikoreligiusCOUNSELING    CONTRIBUTION    OF ISLAM    IN THE HEALING OF PHYSICAL DISEASE.  This article aims to explain that a physical disease patients especially that categorized acute not only need medical treatment,  but also need psychological treatment and religious. psychological treatment  of this religious will help physical disease patients to strengthen his mental through the days with the physical condition that sick. Counseling Islam as one of the activities help physical disease patients in managing the problem psikisnya, will be very helpful to speed up the healing. Psychological condition of a stable, the condition of the religious aspects of the good will be immune power for someone who is sick physically which in turn will help speed up the process of sembuhnya.Key  Words: Counseling   Islam,   Physical   Disease, Psikoreligius Dimension
TERAPI SUFISTIK UNTUK PENYEMBUHAN GANGGUAN MENTAL DAN MEWUJUDKAN PRIBADI YANG SEHAT Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2598

Abstract

Setiap individu berharap memiliki kesehatan mental dan pribadi yang sehat. Ia ingin jasmani dan rohani dalam keadaan seimbang, tidak mengalami masalah yang berarti. Di era yang serba modern ini, muncul beragam masalah yang menghantui masing-masing individu, sehingga ia membutuhkan solusi atas masalah yang menimpanya. Terapi/konseling sufistik merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan mental dan pribadi yang sakit. Terapi sufistik meliputi tiga hal, yaitu: takhalli (mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela), tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan tajalli (kenyataan Tuhan). Ketiga tahapan terapi apabila dilalui dengan berkesinambungan diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap individu yang mengalami gangguan mental. 
KONSELING PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Basit, Abdul
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.2140

Abstract

Problem-problem rumah tangga yang diakibatkan dari perkawinan, seperti perselingkuhan, konflik antar anggota keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, dan perceraian merupakan fenomena nyata yang ada di masyarakat. Untuk membantu mengatasi problem-problem rumah tangga tersebut, diperlukanadanya konseling perkawinan. Salah satu sumber rujukan dalam mengkaji konseling perkawinan berasal dari Al-Qur’an. Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai sumber rujukan dalam pengembangan konseling karena di dalam Al-Qur’an banyak dibahas tentang manusia dan relasinya dengan Tuhan, antar sesama, dan dengan alam semesta. Pandangan Al-Qur’an tentang manusia yang komprehensif dapat menjadi alternatif dalam menutupi kelemahan yang ada dalam beberapa pendekatan konseling yang ada. Konseling perkawinan dalam Al-Qur’an mencakup proses pendidikan, pendampingan, pengembangan, dan pemecahan masalah perkawinan. Selanjutnya, konseling perkawinan dalam Al-Qur’an juga tidak memisahkan antara konseling keluarga, konseling individu, dan konseling perkawinan itu sendiri. Semuanya menjadi satu kesatuan dalam konseling perkawinan, diawali dari pendidikan pra nikah, proses pernikahan, pasca pernikahan, pembentukan keluarga, hingga proses perceraian (jika terjadi). Pendekatan yang digunakan Al-Qur’an dalam melaksanakan konseling perkawinan bersifat komprehensif dan multifungsional, yakni gabungan dari pendekatan premarital counseling, structured modalities, multifamily group counseling, dan marital therapy.Kata Kunci: Konseling, Perkawinan, Al-Qur’an, keluarga, dan Islam. MARRIAGE COUNSELING IN AL-QURAN PERSPECTIVE. Household problems resulting from marriage, such as infidelity, conflicts between family members, domestic violence, and divorce are a real phenomenon in society. To help overcome the problems of the household, the needed marriage counseling. One source of reference in assessing marriage counseling comes from al-Qur'an. Al-Qur'an can be used as a reference source in the development of counseling because in the Qur'an, there are a lot of discussion about people and their relationships with God, among others, and with the universe. The views of the Al-Qur’an on human being comprehensivelyand it can be an alternative to cover the weaknesses in some of the existing counseling approach. Marriage counseling in the Qur'an includes the process of education, advocacy, development, and problem solving of marital. Furthermore, marriage counseling in the Qur'an also does not separate between family counseling, individual counseling and marriage counseling itself. Everything becomes a unity in marriage counseling, begins from premarital education, the process of marriage, after marriage, the family formation, to the process of divorce (if it happens). The approach of the Qur'an in performing marriage counseling is comprehensive and multi-functional, i.e, a combination of approaches premarital counseling, structured modalities, multifamily group counseling, and marital therapy.Key words: counseling, marriage, Al-Qur’an, family, and Islam

Page 11 of 47 | Total Record : 470