cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PERBANDINGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MENURUT PILAHAN JENIS KELAMIN DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Huda, Muhammad Johan Nasrul
PALASTREN Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu topik penelitian yang paling sering tentang prokrastinasi adalah prokrastinasi akademik. Prokrastinasi adalah perilaku sukarela untuk menunda tindakan, meskipun ia telah mampu memprediksi bahwa penundaan akan membuat hal-hal buruk. Artikel ini membahas perilaku siswa yang menunda sejumlah tugas akademik sampai di dekat batas waktu untuk pengajuan tugas, atau sampai mereka mendapatkan peringatan yang berhubungan dengan mereka dalam tindakan. Berdasarkan survei tahun 2010 pada mahasiswa Universitas Islam Negeri. ditemukan ada perbedaan persentase antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dari kelas 2004/2005. Persentase prokrastinasi siswa laki-laki sebanyak 78,5% sedangkan siswa perempuan yang menunda studinya sebanyak 21,5%. Hal ini kemudian dapat disimpulkan bahwa untuk siswa kelas 2004/2005, siswa laki-laki sering menunda studi mereka dibandingkan dengan yang perempuan. fenomena di UIN Sunan Kalijaga adalah bukti prestasi siswa perempuan dalam pendidikan ditandai kemampuan siswa perempuan ‘untuk menyelesaikan studi lebih cepat dibandingkan laki-laki. One of the most frequent research topic of procrastination is academic procrastination. Procrastination is a voluntary behavior to delay an action, though she/he has been able to predict that the delay will make things Worse. This article examines the behavior of students who put off a number of academic duties until near the deadline for submission of assignments, or until they get a warning related to their in action. Based on the survey in 2010 at the State Islamic University student. it is found there is a difference in the percentage between male and female students of class 2004/2005. Percentage of male students of procrastination as much as 78.5% while the female students who put off her studies as much as 21.5%. It can then be concluded that for the students of class Z004/2005, male students often postpone their studies compared with the female ones. the phenomenon at UIN Sunan Kalijaga is evidence of the achievements of female students in education characterized female students’ ability to complete the study more quickly than male ones.
POLITISASI GENDER DAN HAK-HAK PEREMPUAN KENDALA STRUKTURAL KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PENCALONAN LEGISLATIF Abdullah, Irwan
PALASTREN Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluang partisipasi perempuan dalam politik melalui kuota tiga puluh persen pada kenyataannya masih mengalami sejumlah kendala struktural. Penyebabnya adalah kesalah pahaman dari peran perempuan yang menempatkan perempuan bukan sebagai pemimpin tetapi hanya sebagai ‘pemanis’ politik untuk menarik massa pemilih. Selain itu, kurangnya tindakan afirmatif yang dilakukan oleh pihak partai juga melemahkan posisi perempuan dalam politik. Artikel ini menyimpulkan bahwa hambatan struktural untuk keterlibatan perempuan dalam politik dapat diselesaikan dengan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak, yaitu perempuan itu sendiri, masyarakat, partai politik dannegara sebagai penjamin yang bertanggung jawab untuk pemenuhan hak-hak politik perempuan. Tanpa sinergi berbagai pihak, hak-hak politik perempuan masih akan diabaikan.kata kunci: Calon anggota legislatif perempuan, Hakpolitik perempuan, Reposisi perempuan The opportunities of women participation in politics through a quota of thirty percent in reality is still experiencing a number of structural constraints.The cause is a misconception of women role which places women not as a leader but only as a political‘sweetener’ to attract the masses of voters. Besides,the lack of affirmative actions undertaken by theparties also weakens the position of women in politics.The article concludes that the structural obstacles towomen’s involvement in politics can be solved with the commitment and cooperation of many parties, namelythe women themselves, society, political parties andthe state as the guarantor which is responsible for thefulfillment of the political rights of women. Without thesynergy of various parties, women’s political rights willstill be neglected.Keywords : Candidates for Legislative Women, Women’sPolitical Rights, Women Repositioning
POLIGAMI DALAM PERDEBATAN TEKS DAN KONTEKS : MELACAK JEJAK ARGUMENTASI POLIGAMI DALAM TEKS SUCI Machaly, Imam
PALASTREN Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana poligami dalam pemikiran Islam telah menjadikontroversi dan menarik dibahas. Setiap argumen mempunyai dasar yang sama dari teks Alquran yaitusurah An Nisa; 3 dan hadits nabi. Wacana poligami dapat dibagi dalam tiga pendapat. Pertama, poligami benarbenar diizinkan dalam hukum Islam, kedua, poligami diizinkan dalam kondisi dan konteks tertentu. Ketiga,Poligami benar-benar dilarang, karena prinsip perkawinan Islam adalah monogami. Dalam konteks Indonesia,poligami dapat dibagi ke empat pendapat. Pertama, opini bahwa poligami sebagai pesanan syariah, kedua, opin bahwa poligami secara substantif  bukan ajaran Islam,tapi Islam secara bertahap mengubah praktek poligami di era Jahiliyyah untuk monogami tersebut. Ketiga, opini bahwa poligami bukan hanya masalah agama, tetapi jugamasalah sosial-budaya, dan keempat, pendapat bahwa poligami dapat dipraktekkan untuk anak yatim dan janda dengan tujuan untuk melindungi mereka.kata kunci: Poligami, Keadilan Gender, Teks Suci.
KERENTANAN PEREMPUAN TERHADAP PENULARAN HIV & AIDS : STUDI PADA IBU RUMAH TANGGA PENGIDAP HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Yuliani, Adiningtyas Prima
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia terus meningkat. Di Kabupaten Pati angka prevalensi kasus HIV & AIDS daritahun 1996 hingga bulan September 2014 sebanyak 642 kasus dan angka sebaran infeksi seksual menular yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Pati. Kerentanan perempuan terhadap penularan penyakit seperti HIV ini didasarkan pada beberapa faktor yang terjadi pada level yang berbeda yaitu dari level individu, rumah tangga dan masyarakat serta level makro yang sering membuat perempuan tidak menyadari bahaya HIV danAIDS. Gambaran perilaku berisiko yang menyebabkan kerentanan perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga karena perilaku beresiko dialami oleh pasangannya,pemaksaan secara seksual dan penggunaan kondom yang rendah karena ketidaktahuan dan perasaan tidak enak untuk meminta pasangannya menggunakan kondom. Stigmatisasi dan diskriminasi masih dialami oleh para ODHA perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga.Kata Kunci : Kerentanan Perempuan, Perilaku Berisiko,HIV & AIDS. HIV and AIDS epidemic in Indonesia continues toincrease. Pati Regency prevalence rate in HIV and AIDScases from 1996 to September 2014 as many as 642 casesand the number of sexually transmitted infections spreadin every district in Pati regency. Women’s vulnerabilityto transmission of diseases like HIV is based on several factors that occur at different levels, namely on the levelof individuals, households and communities as well as themacro level often make women aware of the dangers ofHIV and AIDS. Overview risky behavior that led to thevulnerability of women in this case Housewife becauserisky behaviors experienced by their partner, sexualcoercion and low condom use because of ignoranceand feel bad to ask their partners to use condoms.Stigmatisation and discrimination still experienced by HIV positive people are women in this case Housewife.Keywords: Women’s Vulnerability, Risk Behavior, HIV and AIDS
WAJAH MASKULIN TAFSIR AL-QUR’AN : STUDI INTERTEKSTUALITAS AYAT-AYAT KESETARAAN GENDER Atabik, Ahmad
PALASTREN Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

al-Qur’an yang diwahyukan dalam bahasa Arab tidak dapat dilepaskan dari visi gender dalam bahasa Arab. Artikel ini membahas pada aspek-aspek isu-isu gender yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran, yang memberikan bias gender,baik secara tekstual maupun kontekstual. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menemukan bias gender bahasaArab dalam Al-Qur’an. Bias gender ini juga mempengaruhi penafsiran. Ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dan sangat sistematis, dengan menggunakan metodologi penafsiran yang tepat sebagai penafsiran Al-Qur’ankata kunci: Maskulin, Kajian Gender, Tafsir Al-Qur’an. In this simple article, the researcher will be more orientedon those aspects of gender issues contained in the verses of the Koran, which provides gender bias, both in textual and contextual. Through qualitative method, thisresearch will find the gender bias in the Arabic languagein the Qur’an. It is because the Qur’an, religious texts(text) has chosen the Arabic language in which aspects of gender bias in the Arabic language (as language choice inthe Lord Mediation), also affect the interpretation. Thisrequires an understanding of a very systematic and indepth by using the proper interpretation methodology as the interpretation of the Qur’anKeywords: Masculine, Gender Studies, interpretation ofal-Qur’an.
PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN TERHADAP TENAGA KERJA WANITA INDONESIA DI MALAYSIA MELALUI IMPLEMENTASI KONVENSI CEDAW PBB 1979 Qodarsari, Umi
PALASTREN Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan umumnya disebabkan budaya patriarki. Kekhawatiran tentang kondisi perempuan muncul dan diwujudkan melalui gerakan perempuan yang kemudian melahirkan konvensi internasional perlindungan hukum bagi perempuan.Salah satu konvensi tersebut adalah Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). CEDAW mewajibkan negara-negara yang meratifikasi untuk mengutuk segalabentuk diskriminasi dan menerapkan kebijakan yangmenghapus diskriminasi terhadap perempuan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh pekerja Indonesia di Malaysia. Bagaimanapun,artikel ini menemukan bahwa efektivitas CEDAW yangdilihat dari tiga aspek, yaitu kewajiban, presisi, dan delegasi masih relatif rendah. Hal ini memungkinkanpelanggaran isi konvensi, Indonesia dan Malaysia masih belum mampu menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan secara efektif.Kata kunci: Diskriminasi, CEDAW, Efektifitas Perjanjian InternasionalThe discrimination of women generally due to thepatriarchal culture. Concerns about the condition ofwomen is arised and presented through the women’smovement that comes with international conventionsto establish a legal protection for women. One of theseconventions is the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW).CEDAW obliges ratifying countries to condemn allforms of discrimination and implement policies thateliminate discrimination against women. This articleaimed to know the problems faced by the Indonesianworkers in Malaysia. However, this article finds thatthe effectiveness of CEDAW which is seen from threeaspects, namely obligation, precision, and delegation isrelatively low. This allows the violation of the contentsof the convention, Indonesia and Malaysia are still notable to resolve the cases of violence against women effectively.Keyword: Discrimination, CEDAW, Effectiveness of International Agreement
MENGGAGAS PENDIDIKAN KARAKTER RESPONSIF GENDER Hadi, Sofiyan
PALASTREN Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baru-baru ini muncul fenomena krisis karakter bangsa yang menyebabkan krisis nasional dalam berbagai dimensi. Berbagai aspek kehidupan juga bertanggung jawab atas rapuhnya kepribadian bangsa ini. Termasuk sekolah sebagai lembaga yang secara esensial sebagai media pembangun karakter. Pendidikan meminjam istilah dari Shapiro (2006) sudah kehilangan hati, karena dimensi moral dan spiritual telah terpinggirkan. Jadi jika momentum “Hari Pendidikan” (2 Mei 2010), pemerintah menyatakan “gerakan nasional di negara pendidikan karakter,” maka perlu diterima dengan baik, meskipun masih dalam pencarian model. Tulisan singkat ini mencoba untuk meninjau bagaimana esensi dari pendidikan karakter dan desain kurikulum seperti itu harus disiapkan dalam perspektif keadilan gender. Makalah ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter berbeda dengan pendidikan moral. Jika pendidikan moral cenderung mengajarkan dimensi etika, baik dan buruk di tingkat kognitif, maka pendidikan karakter memerlukan pendekatan holistik. pendidikan karakter sebagai dikonfirmasi (Lickona, 1991) harus mencakup tiga aspek mengetahui, merasakan dan bertindak dari kebaikan.Oleh karena itu, dalam merancang kurikulum perlu mempertimbangkan tiga-lingkungan yang didukung oleh upaya intervensi dan habituasi, mulai dari kelas, sekolah, dan lingkungan keluarga. Agar pembangunan kurikulum tidak bias gender, perlu mengedepankan perspektif gender dalam mengembangkan kurikulum pendidikan karakter di semua tingkat.ABSTRACT Problems of character education already started sticking in various aspects of life involving men and women. Efforts are needed breakthrough in the design of character educational that can transform the moral values into action and real personality with gender responsive. This brief paper tries to review how the essence of character education and curriculum design as it should be prepared in the perspective of gender justice. This paper concludes that character education is different from the of moral education. If moral education tends to teach the ethical dimensions, good and bad in cognitive level, then character education requires a holistic approach. Character education should include three aspects of knowing, feeling and acting of the good. Therefore, in designing the curriculum needs to consider the three-sphere which is supported by intervention efforts and habituation, starting at the class, school, and family environment. In order for the construction of curricula is not gender-biased, the need to put forward a gender perspective in developing a character education curriculum especiallya in Islamic education in all level in Indonesia.
MODEL KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI ERA WIKINOMICS Purnamasari, Dewi Laily
PALASTREN Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi berbasis manusia sebagai konsep ekonomi Islam dan penerapannya diikuti oleh kebutuhan untuk mengoptimalkan martabat kehidupan bangssa indonesia di segala bidang. Muhammad Rasulullah Saw adalah model yang tepat, selain sebagai pelaku ekonomidan manajer bisnis, beliau juga memberikan bimbingan dan arahan tentang bagaimana kegiatan ekonomi berbasis manusia. Peran perempuan dalam pembangunan bangsa tidak dapat dipisahkan dari pendidikan yang diperolehnya untuk meningkatkan akses perempuanke pasar tenaga kerja dan meningkatkan keterampilan tertentu, termasuk keahlian di bidang ekonomi dan kepemimpinan. Wikinomics adalah kekuatan baruyang menyatukan orang di internet untuk membuat otak raksasa. Dampak dari Wikinomics sendiri cukup mengesankan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana  konsep Wikinomics telah menjadi kata dalam percakapan sehari-hari. Di berbagai negara dan perusahaan Wikinomics digunakan untuk merujuksebuah komunitas dan inovasi kolaboratif.Kata kunci: Wikinomik, Peran Perempuan, PemimpinPerempuan Human-based economic development as a concept ofIslamic economics and its application is followed by theneed to optimize the dignity of life in all areas of theIndonesian nation. Muhammad is the right model, heprovides guidance and direction on how the economicactivities carried out, also economic actors as a businessmanager. The role of women in nation-building can notbe separated from education which is believed to increasethe access of women to the labor market and improvecertain skills, including expertise in economics andleadership. Wikinomics is a new force that unites peopleon the internet to create a giant brain. Impact wikinomicsquite impressive, the concept itself has become a wordin everyday conversation. Wikinomics word (with a ‘w’small) is used in the manner and by some unexpectedgroups, in many different countries and companies usewikinomics to form a community and collaborativeinnovation.keywords: Wikinomics, Women’s Role, Female Leader.  
KONSTRUKSI SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM LITERATUR PESANTREN KLASIK: (STUDI TERHADAP KITAB UQUD AL-LUJJAYN KARYA NAWAWI AL BANTANI) Mardhiyyah, Ainaul
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kitab kuning klasik yang sudah sangat populer di pesantren Indonesia. Kitab itu adalah Uqud Al-Lujjayn fi Huquq al-Zawjayn karangan Nawawi al-Bantani. Sebagai sebuah buku yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban dari pasangan dalam Islam, ada beberapa penggambaran seksualitas perempuan yang dapat dibahas dalam empat bentuk,yaitu identitas diri, tindakan seksual, perilaku seksual danorientasi seksual. Penelitian ini mendapatkan pernyataan penutup bahwa pandangan Nawawi terhadap seksualitas perempuan tidak terlepas dari kondisi zaman yang membesarkannya. Karenanya, perlu dilakukan beberapa upaya untuk merekonstruksi pandangan Nawawi pada seksualitas perempuan di Pesantren dengan membaca ulang teks Islam.Kata kunci: Seksualitas Perempuan, Pesantren, KitabKuning. This research focuses on an old yellow book which hasbeen very popular in the Indonesian Islamic boarding schools (pesantren). It is Uqud Al-Lujayn  fi Huqu qal-Zawjayn of  Nawawi al-Bantani.  As a book whichdealts with the right and obligation  of a couple in Islam,there are some  illustrate women’s sexuality which canbe discussed in four forms, namely self identity,  sexualaction, sexual behavior and sexual orientation. Thisresearch get a concluding remark that Nawawi’s view on women’s sexuality depend on his zeitgeist, so we needsome attempts to reconstruct Nawawi’s view on women’ssexuality  in pesantren by rereading Islamic text.  Keywords : Women’s Sexuality, Islamic Boarding Schools, Kitab Kuning.
MODEL ADAPTASI DIRI REMAJA MELALUI KOMUNIKASI BAHASA IBU : TELAAH PSIKOLOGIS ATAS PENDIDIKAN KELUARGA DI DESA TANJUNG KARANG, KABUPATEN KUDUS, JAWA TENGAH Muzdalifah, Muzdalifah
PALASTREN Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menggambarkan peran ibu dalam membimbing penyesuaian diri remajadi Tanjungkarang Jati Kudus. Metode penelitian adalah metode kualitatif yang menggunakan wawancara,observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran perempuan (ibu) dalam penyesuaian diri remaja terletak pada pembinaan: belajar  mandiri langsung, pentingnya pendidikan, perhatian pada lawan jenis, kepatuhan pada pemerintah, panduan untuk dapat mengelola waktu,tanggung jawab dalam menggunakan uang, motivasi dalam menyelesaikan kecemasan, konflik dan frustrasi.Kata kunci: Remaja, Adaptasi, Pendidikan Keluarga.