cover
Contact Name
Muchlisin Z.A.
Contact Email
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pencerahan
ISSN : 16937775     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pencerahan adalah jurnal bidang pendidikan yang meliputi semua aspek pendidikan pada semua tingkatan pendidikan baik formal maupun non formal. Jurnal ini diterbitkan bersama oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala, terbit dua nomor setiap tahun pada tiap Bulan Maret dan September. Paper yang diterbitkan telah melalui proses review oleh editor dan mitra bebestari. Jenis artikel yang dapat dipertimbangkan adalah hasil penelitian murni, kajian kepustakaan dan opini pakar terhadap suatu topic dengan mengacu kepada kaedah-kaedah ilmiah yang berlaku.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
INSTRUCTIONAL LEADERSHIP: AN ISLAMIC PERSPECTIVE Muhammad Hatta
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.323 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2044

Abstract

This paper discusses descriptively the instructional leadership from an Islamic perspective. It also attempts to review the literature pertinent to the instructional leadership and to discuss the concepts and roles of the principal as an instructional leader and their tasks or dimensions. The effective instructional education characteristics comprises the education through good example, education through norms, education through advise and counselling, education through observation and supervision and education through rewards and punishment also discussed in the paper. The paper   identified that the leadership model of Mohamad Johdi and Bakare (2009) is an applicable model of Islamic instructional LEADERSHIP (L-Leader, E-Educational, A-Aim, D-Delivery, E-Empowerment, R-Robust, S-Style, H-Humble, P-Piety), and I-Intelligent. The leader with the Imam concept is the one who is supposed to be obeyed by the followers
PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMAN 1 MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT . Farmilawati
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.425 KB) | DOI: 10.13170/jp.7.2.2035

Abstract

Penerapan Manajemen Berbasis sekolah merupakan upaya pelaksanaan otonomi sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.  Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Program Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan SMA 1 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah pada SMA 1 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Evaluasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada SMA 1 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat dan Faktor pendukung penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada SMA 1 MeulabohKabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada SMA 1 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada SMA 1 Meulaboh Aceh Barat meliputi beberapa bidang, di antaranya adalah bidang pembelajaran dan kurikulum, bidang kesiswaan, bidang ketenagaan, bidang sarana dan prasarana, bidang pembiayaan serta bidang peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan. 2) Penerapan bidang pembelajaran dan kurikulum adalah dengan cara menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, membuat silabus, Program Semester dan program tahunan (prosem dan Prota) dan Rencana Program Pembelajaran (RPP), di bidang kesiswaan meliputi persiapan penerimaan siswa baru, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan belajar, di bidang ketenaga kerjaan dengan membuat usulan penambahan guru mata pelajaran atau guru bimbingan belajar, memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan pendidikan, mengusulkan sertifikasi guru, di bidang sarana dan prasarana dengan mengusulkan sarana dan prasarana, membuat laboratorium computer dengan jaringan internet dan melakukan perawatan terhadap sarana dan prasarana, di bidang pembiayaan, pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan, di bidang peran serta masyarakat, sekolah melibatkan komite sekolah dalam membuat program-program sekolah. 3) Evaluasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah pada SMA 1 Meulaboh dengan melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap bidang-bidang yang ada serta melakukan revisi atau perbaikan terhadap kesilapan atau kekeliruan dalam pelaksanaannya. 4) Faktor pendukung penerapan Manajemen Berbasis Sekolah adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis, kualifikasi guru yang semuanya S1, sarana dan prasarana yang memadai
Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Pada SMP Negeri di Kota Banda Aceh Feralys Novauli
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.422 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2026

Abstract

Kompetensi guru dapat memberikan kontribusi atas peningkatan prestasi belajar mampu menjadi teladan aktif kreatif inovatif dan mempunyai integritas yang tinggi di sekolah.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional guru dalam peningkatan prestasi belajar pada Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, ketua musyawarah guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompetensi Pedagogik lebih diprioritaskan kepada pengelolaan peserta didik dengan memahami potensi dan keragaman peserta didik, memahami akan landasan dan filsafat pendidikan, mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan dan tidak semua guru mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas. (2) Kompetensi kepribadian antara lain, guru menghargai keanekaragaman suku dan agama yang dianut oleh masing-masing peserta didik dan menjadi teladan yang jujur, tegas, bijaksana dan mampu menjaga nama baik. (3) Kompetensi sosial, guru dapat  berkomunikasi  secara lisan dan tulisan, mampu bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; dan dapat bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. (4) Kompetensi profesional, guru sudah menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar
Pendidikan Islam, Tantangan dan Prospektif di Wilayah Syariat Islam Aceh Abu Bakar
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.397 KB) | DOI: 10.13170/jp.7.1.2054

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia, negara, maupun pemerintah, tidak ada perbedaan antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, berbeda terjadi tak kala  menekankan  pada demensi-demensi yang ingin dikembankan, seakan-akan  menjadi suatu paradigm. Karena Aceh adalah wilayah Syariat, maka pendidikan Islam  harus selalu ditumbuhkembangkan secara sistimatis oleh para pengambil kebijakan yang berwenang. karena pendidikan yang dilakukan suatu bangsa selalu memiliki hubungan yang signifikan dengan rekayasa bangsa tersebut di masa mendatang. Pendidikan  selalu dihadapkan pada perubahan, baik perubahan zaman maupun perubahan masyarakat. Maka, mau tidak mau pendidikan Islam harus di design mengikuti irama perubahan tersebut, kalau tidak pendidikan akan ketinggalan atau akan ditinggalkan  oleh masyarakatnya
ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN DAN KEMISKINAN DI ACEH M Shabri Abd Majid
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.135 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan di Aceh dan kaitannya dengan tingkat kemiskinan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan tingkat pendidikan penduduk di 34 Provinsi lainnya di Indonesia, indikator tingkat pendidikan penduduk Aceh seperti APK, AMH, ARLS, dan APM sudah jauh lebih baik dan bahkan berada di atas level nasional. Indikator tingkat pendidikan mayoritas kabupaten/kota di Aceh sudah cukup baik, namun mutunya masih sangat memprihatinkan. Mutu pendidikan Aceh berada di atas rangking 25 dari 34 Provinsi di Indonesia, padahal dana yang dialokasikan untuk sektor ini menempati rangking ketiga terbesar di Indonesia. Pembangunan sektor pendidikan belum merata antar kabupaten/kota di Aceh. Rendahnya tingkat pendidikan di sebagian kabupaten/kota di Aceh, khususnya di kabupaten yang baru dimekarkan telah menyebabkan tingkat kemiskinan masyarakat di kawasan tersebut sangat tinggi, yaitu melebihi 20 persen (melebihi tingkat kemiskinan nasional, 14,44persen). Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan di Aceh harus dilakukan: (1) Pemerintah harus mengadakan program-program peningkatan kualifikasi dan mutu tenaga pendidik dan pendistribusian guru berkualitas antar kabupaten/kota yang lebih merata; (2) Pemerintah harus mengalokasikan dana pembangunan Aceh untuk sektor pendidikan secara berkeadilan antarkota/kabupaten di Aceh; dan (3) Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pendidikan harus meningkatkan efisiensi, profesionalisme dan transparansi pengelolaan dana pendidikan
Manajemen Pembelajaran Al-Qur’an Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Cabang Iii Ingin Jaya Aceh Besar . Mariati
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.702 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.2.2031

Abstract

Manajemen pembelajaran Al-Qur’an yang efektif merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan pembentukan nilai-nilai Qur’ani.. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang Perencanaan Program pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi program pembelajaran Al-Qur’an pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Cabang III  Ingin Jaya Aceh Besar serta hambatan yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada SDIT Nurul Fikri Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Perencanaan program pembelajaran; perencanaan yang dibuat oleh guru dengan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan cara membentuk Kelompok Kerja Guru Al-Qur’an, RPP disusun secara bersama-sama oleh guru bidang studi Al-Qur’an, guru terlebih dahulu menentukan indikator yang akan dicapai dan disesuaikan dengan kompetensi dasar, selanjutnya guru menentukan metode dan langkah-langkah pembelajaran 2). Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal dimulai dengan membaca do’a belajar bersama-sama, absensi dan muraja’ah secara klasikal, pada kegiatan inti, siswa menyetor hafalannya secara individual kepada guru, kemudian siswa muraja’ah dan talaqqi hafalan surah-surah secara individual, pada kegiatan akhir guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mengulang hafalannya di rumah  dan membaca do’a penutup secara bersama-sama. 3). Evaluasi yang dilakukan melalui ujian praktik membaca  dan menghafal. Aspek yang dinilai adalah kualitas bacaan atau hafalan, makharijul huruf, tajwid serta kelancaran. 4). Hambatan yang dihadapi oleh guru adalah kurangnya motivasi intrinsik siswa, kurangnya bimbingan dan dorongan orang tua di rumah serta kurang baiknya  manajemen pengelolaan kelas oleh guru.
MEMBANGUN PENDIDIKAN BERKARAKTER DI ACEH . Nurlina
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.034 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.2.2156

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era serba digital telah memberikan berbagai dampak posistif  dan negatif terhadap dunia pendidikan Aceh. Dampak positif yang dirasakan antara lain adalah telah mempermudah proses pembelajaran dilakukan, segala bentuk kegiatan manusia bisa lebih cepat dan mudah diakses oleh siapa saja  dengan memanfaatkan teknologi modern. Sebaliknya, dampak negatif diantaranya adalah bergesernnya nilai-nilai moral bangsa, menurunnya etika di kalangan anak-anak maupun remaja, hingga merebaknya berbagai tindak kriminal, bahkan memudarnya semangat membaca. Kondisi menyedihkan seperti ini, perlu ditangani serius oleh para stakeholder di Aceh dengan membangun karakter pendidikan di Aceh yang lebih bermartabat
PROBLEMATIKA KURIKULUM 2013 DAN KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH Syarwan Ahmad
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.436 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.2.2158

Abstract

Sejak kemerdekaan 1945, Indonesia telah mengalami sebelas kali perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum, antara lain, bertujuan untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, setiap kali perubahan kurikulum dilakukan, selalu saja disambut pro dan kontra. Kurikulum 2013 menuai banyak kritik dan protes. Kritik dan protes datang dari berbagai kalangan menyangkut isi dan kemasan kurikulum, kesiapan guru dan lain-lain. Tulisan ini mencoba memberikan salah satu solusi terhadap masalah-masalah implementasi kurikulum 2013. Kepemimpinan instruksional kepala sekolah direkomendasikan menjadi salah satu solusi bagi efektivitas implementasi kurikulum 2013. Kepemimpinan instruksional merupakan kepemimpinan kepala sekolah yang memprioritaskan belajar-mengajar dalam kepemimpinanya. Kepala sekolah yang berpihak kepada akademik, kepemimpinan instruksional diyakini akan mampu menyelesaikan masalah-masalah implementasi kurikulum 2013. Pengutamaan keterlibatan kepala sekolah dalam orientasi dan pelatihan-pelatihan implementasi kurikulum 2013 direkomendasikan
PERAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PENJAKES DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SMP NEGERI DAN SWASTA KOTA BANDA ACEH . Rahmania
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.367 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.2.2159

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah sangat tergantung pada peran guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Guru sebagai pengajar berperan aktif dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dan mempersiapkan kelengkapan administrasi guru. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting, kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar sangat dibutuhkan guna meningkatkan hasil belajar siswa. Fokus penelitian adalah terkait dengan penggunaan model Problem Based Learning dalam Musyawarh Guru Mata Pelajaran untuk kalangan guru Penjakes di SMP Negeri dan Swasta Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari  dua kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru SMP Negeri dan Swasta Kota Banda Aceh yang berjumlah 20 guru terdiri dari 12 guru laki-laki dan 8 guru perempuan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3(dua) bulan yaitu bulan Januari sampai Maret 2014. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui pembinaan model PBL dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP dan pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri dan Swasta Kota Banda Aceh
ANALISIS PENGARUH IKLIM LINGKUNGAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SANTRI DAYAH BERBASIS LONG- LIFE LEARNING DI ACEH Nuriman Abdullah
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.956 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.2.2160

Abstract

Penelitian ini mengalisis dampak iklim lingkungan dayah (pesantren) terhadap motivasi, sikap, dan nilai pembelajaran long-life learning (pembelajaran sepanjang hayat) para santri pada dayah di Aceh. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, pembelajaran teori Albert Bandura telah diadopsi. Penelitian ini menggunakan metode qualitative-descriptive. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik snowball sampling dengan mengadakan depth interview dan datanya dianalisis dengan pengkodean (coding) dan triangulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim lingkungan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi, sikap dan nilai pembelajaran long-life learning para santri. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua jenis motivasi belajar santri, yaitu bentuk motivasi horizontal dan motivasi vertical. Ini menunjukkan bahwa motivasi santri ditentukan oleh faktor internal dan eksternal