cover
Contact Name
Muchlisin Z.A.
Contact Email
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pencerahan
ISSN : 16937775     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pencerahan adalah jurnal bidang pendidikan yang meliputi semua aspek pendidikan pada semua tingkatan pendidikan baik formal maupun non formal. Jurnal ini diterbitkan bersama oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala, terbit dua nomor setiap tahun pada tiap Bulan Maret dan September. Paper yang diterbitkan telah melalui proses review oleh editor dan mitra bebestari. Jenis artikel yang dapat dipertimbangkan adalah hasil penelitian murni, kajian kepustakaan dan opini pakar terhadap suatu topic dengan mengacu kepada kaedah-kaedah ilmiah yang berlaku.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Pada SMK Negeri di Kabupaten Aceh Besar . Baihaqi
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.718 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2024

Abstract

Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan proses pengaturan dan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien dalam usaha pembiayaan pendidikan. Biaya pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi dan  menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan: rencana anggaran pendapatan belanja, penggunaan pembiayaan pendidikan, dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi : kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendaharawan sekolah, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses penyusunan anggaran dilaksanakan oleh kepala sekolah, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, ketua jurusan, bendaharawan, guru senior, dan komite sekolah. Penggunaan pembiayaan pendidikan ditinjau dari sisi keuangan, bahwa semua jenis pengeluaran untuk kegiatan pendidikan pada sekolah harus diketahui bersama baik oleh kepala sekolah maupun pihak-pihak internal sekolah yang terlibat dalam proses penyusunan RAPBS. Pengawasan pembiayaan pendidikan pada SMK  Negeri Kabupaten Aceh Besar dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Sistem pengawasan yang dilakukan adalah dengan cara mengamati setiap pemasukan dan pengeluaran dana. Pemantauan atau pemeriksaan dengan melakukan pengamatan secara tidak langsung misalnya setiap pengeluaran dana harus atas persetujuan kepala sekolah atau bendaharawan. Pemeriksaan keuangan juga dilakukan dengan cara memeriksa laporan keuangan pada setiap kegiatan yang dilakukan, yang diserahkan oleh wakil kepala sekolah atau bendaharawan
Tantangan Implementasi Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami (SPBNI) di Aceh Rizanna Rosemary; Saiful Mahdi
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.736 KB) | DOI: 10.13170/jp.7.1.2052

Abstract

Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunankarena dapat mendidik sumberdaya manusia berkualitas yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan daerah.Sebagai daerah dengan otonomi khusus, Aceh memiliki keleluasaan dalam mengatur pemerintahan daerahnya berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Ketentuan tentang penyelenggaraan pendidikan di Aceh termaktub dalam Pasal 6 Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun. Berdasarkan amanat tersebut, disusunlah Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami (SPBNI) dalam Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Aceh sebagai salah satu pilar dari empat pilar Sistem Pendidikan di Aceh.Kondisi ini berbeda dengan Sistem Pendidikan Nasional yang hanya memiliki tiga pilar pendidikan, meliputi aksesibilitas, peningkatan mutu dan daya saing, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik. Berbeda dengan proses perumusan indikator ketiga pilar pendidikan lainnya, penyusun Renstra Pendidikan Aceh mengalami kesulitan dalan menentukan indikator keberhasilan SPBNI yang dituntut dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Indikator yang berhasil dirumuskan selama ini hanya berupa pengukuran SPBNI yang bersifat simbolik, misalnya rasio mushalla per sekolah, atau rasio buku pelajaran Agama Islam dengan buku mata pelajaran lainnya.Hal ini telah memunculkan kritikan dari masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya penyelenggara pendidikan yang dianggap belum berhasil merumuskan indikator yang mencerminkan tujuan SPBNI, khususnya indikator-indikator yang mengukur nilai-nilai substantif yang dapat tercermin dalam perilaku peserta didik. Melalui metode penelitian campuran (mixed method), yaitu kuantitatif (survei) dan kualitatif (FGD dan interview), diperoleh hasil bahwa stakeholder pendidikan memandang SPBNI lebih tepat dijadikan sebagai fondasi bagi Sistem Pendidikan di Aceh, dan bukan sebagai pilar.Masih belum jelas dan konkretnya konsep SPBNI yang dipahami baik oleh stakeholder pendidikan dan pelaksana pendidikan, menjadikan implementasi SPBNI di lapangan berjalan tidak maksimal.Mayoritas responden mengakui bahwa penerapan SPBNI masih sebatas mengukur simbol-simbol keagamaan Islam, bukan mengukur nilai-nilai, khususnya akhlakul karimah peserta didik. Hal ini antara lain disebabkan oleh minimnya sosialisasi, dan proses pengrekrutan tenaga pendidik yang tidak tepat, disamping masih lemahnya peran keluarga dan masyarakat yang seharusnya bersinergi dengan pihak sekolah dalam penerapan SPBNI
OPTIMALISASI KINERJA ORGANISASI SEKOLAH MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA 5 SD DALAM GUGUS GAROT . Nurhayati
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.149 KB) | DOI: 10.13170/jp.7.2.2038

Abstract

Optimalisasi kinerja sekolah melalui MBS merupakan upaya untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas pengelolaan sekolah dengan memanfaatkan segenap sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kinerja warga sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, dan hambatan kepala sekolah dalam pengelolaan organisasi sekolah dalam gugus Garot. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen, subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan siswa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Program pembinaan kinerja organisasi sekolah  pada sekolah dalam Gugus Garot,  sudah  memiliki RKAS, dan KTSP, walaupun belum memenuhi sebagaimana yang diharapkan oleh MBS (2) Pelaksanaan optimalisasi kinerja organisasi sekolah sudah berjalan dengan baik pada sekolah dalam Gugus Garot, walaupun memanfaatkan sumber daya secara optimal malalui pengarahan, pemimpinan, pemotifasian dan pembinaan personil sesuai dengan bidangnya masing- masing. (3) Hambatan-hambatan yang dialami kepala sekolah dalam mengoptimalisasi kinerja sekolah antara lain: rendahnya partisipasi masyarakat terhadap sekolah, rendahnya kemampuan personil, kepemimpinan dan manajemen sekolah, hal ini disebabkan rendahnya intensitas kegiatan pelatihan kepemimpinan dan manajemen yang dilakukan  pihak terkait
Meningkatkan Hasil Belajar Pai Materi Shalat Berjamaah Melalui Metode Demonstrasi Junaidah A. Azis
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.874 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.2.2029

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya pada semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 belum menunjukkan hasil yang memuaskan.Nilai ketuntasan belajar minimal yang harus dicapai siswa adalah 70, namun demikian hanya 38 % siswa yang mampu mencapai nilai KKM 70. Dengan kata lain 62 % siswa , nilai akhir belajar berada di bawah KKM. Oleh karena itu dalam menerapkan kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam harus mampu menggunakan pendekatan, metode yang variatif dan sesuai dengan materi pembelajaran yang diberikan. Adapun salah satu model pembelajaran yang diduga mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI adalah pendekatan kooperatif metode STAD (Students Team Achievement Divisions). Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi perilaku tercela melalui penerapan pendekatan kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besar.Jenis penelitian ini adalah PTK yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 x pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besar yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 12. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan diskusi.Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran selama siklus I mencapai nilai rata-rata 66,2, Aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I berada pada kategori cukup dengan skor 55 atau 78,5 %. Sedangkan skor idealnya adalah 70. Hal ini terjadi karena lebih banyak berdiri di depan kelas dan kurang memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana melakukan pembelajaran secara kooperatif. Hasil belajar terhadap materi pembelajaran dari skor ideal 100, skor perolehan rata-rata hanya mencapai 63 atau 63,1%. Hasil observasi aktivitas siswa dalam PBM selama siklus II mencapai nilai rata-rata  74,3, Hasil observasi aktivitas guru dalam PBM pada siklus kedua tergolong sedang. Hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus pertama. Dari skor ideal 70 nilai yang diperoleh adalah 68 atau 97,1%. Hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran pada siklus kedua juga tergolong sedang, yakni dari nilai skor ideal 100 nilai rata-rata skor perolehan adalah 71 atau 71%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan pendekatan kooperatif tipe STAD merupakan salah satu strategi elaborasi dapat meningkatkan hasil belajar PAI materi perilaku tercela pada siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besar
GOVERNMENT EXPENDITURES ON EDUCATION, RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) AND THEIR IMPACTS ON THE INDONESIAN ECONOMY Muhammad Nasir
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.353 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2043

Abstract

This paper is aimed at descriptively discussing the impact of government expenditures on education, Research and Development (RD) on the national economy of Indonesia. In the analysis, the method used in this research is library research with an in-depth analysis and discussion on many related policies that effect technological change and economic growth in Indonesia. The findings show that Indonesian government has introduced a number of supporting policies related to education as well as RD to promote economic growth of the country. These policies generally have started since New Order government in the late 1960s. However, New Order government has put the strong bases to encourage trade openness and investment especially foreign investment. On the meantime, the government had also involved in free trade cooperation such as Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) which will be applied 2020 for the developing countries and 2010 for the developed countries. Even the government has generated numbers of favourable policies to attract foreign investment and fastening economic growth, the policies in generating public RD has been not well developed. The government budget spends for public RD is still low (around 2 percent every year). Based on the research findings, it is recommended for the government to increase the spending on education and RD in order to increase economic growth
DARI DEWAN PENDIDIKAN NASIONAL SAMPAI DENGAN CSR . Suparlan
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/jp.7.2.2034

Abstract

None
Kompetensi Guru Produktif Dalam Meningkatkan Sikap Kewirausahaan Siswa Pada SMK Negeri 3 Banda Aceh . Darmi
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.423 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2025

Abstract

Kompetensi guru merupakan faktor utama untuk  peningkatan kualitas pembelajaran. Seorang guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengembangan kompetensi guru produktif, Strategi pengembangan kompetensi guru produktif dan hambatan serta faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru produktif.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru produktif dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa yang sedang dijalankan oleh RESA-SI untuk tenaga pengajar dan pengadaan fasilitas sekolah, di dalam raker sekolah dapat juga meningkatkan kompetensi guru melalui  MGMP,  (2) Pelaksanaan pengembangan kompetensi guru produktif ada tiga tahap pertama alat-alat pratikum, tahap kedua staf pengajar, tahap ketiga tentang penggunaan alat-alat pratikum, (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa pada SMK Negeri 3 Banda Aceh  diantaranya sikap guru yang belum menekuni profesinya untuk menjadi guru profesionaldan melahirkan siswa kreatif menjadi terhambat
Ujian Nasional Dalam Perspektif Kebijakan Publik Nurul Hidayah
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.818 KB) | DOI: 10.13170/jp.7.1.2053

Abstract

Tuntutan terhadap mutu pendidikan menjadi syarat penting guna menjawab tantangan perubahan dan perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan. Karenanya dibutuhkan kebijakan dan strategi yang tepat untuk mendukung terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Salah satu Kebijakan Pemerintah yang dianggap strategis dan mudah dalam memetakan dan  mengukur standar Pendidikan adalah Ujian Nasional yang sejak tahun 2005 pelaksanaannya digulirkan  hampir tak pernah lepas dari berbagai permasalahan dan memicu isu kontraversi. Hal ini kita fahami sebagai fenomena yang lazim terjadi pada tataran normative, dimana permasalahan selalu timbul manakala berbenturan antara kenyataan dengan  harapan (das sein das sollen). Ujian yang dimaksudkan untuk mengukur standar kelulusan dengan pencapaian target nilai yang telah ditetapkan , senyatanya bukan justeru mampu mendongkrak dan memotivasi kualitas lulusan, namun lebih menjadi ajang berbagai kepentingan. Anehnya lagi semua kritikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional justeru datang dari akademisi, praktisi pendidikan dan berbagai kalangan yang notabene secara langsung maupun tidak langsung bertanggung jawab terhadap berhasil tidaknya hajat besar nasional tersebut. Sementara masyarakat menanti kepastian sebagai  bentuk pertanggungjawaban publik atas langkah kebijakan yang ditempuh. Ujian Nasional juga sering tergiring dalam ranah yang memancing  isu popular yang ditempatkan pada lokomotif kendaraan politik. Sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meraih mencapai target nilai yang ditetapkan. Karena hasil akhir menjadi begitu penting dan menggambarkan suksesnya pendidikan disuatu provinsi, kabupaten/kota bahkan sekolah tertentu. Performance proses pendidikan  pun terabaikan bahkan isu meredup seiring lemahnya kompetensi mutu lulusan. Apatah lagi menilik peluang untuk mendapatkan kesempatan bekerja. Nyata sudah plus minus UN dalam masa trial and error sejak 2005 hingga 2013, diwarnai puncak kekisruhan persoalan teknis  seperti kesiapan dan terlambatnya pendistribusian soal yang mengakibatkan ujian tak dapat dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang justeru menjadi salah satu syarat dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN. “ruh” Kebijakan strategis terhadap peningkatan mutu pendidikan pun serasa sirna. Lantas mengapa Ujian Nasional  tetap dilaksanakan adalah sisi lain dari sebuah kebijakan yang harus kita lihat.
EFEKTIFITAS MODEL JIGSAW II DALAM MENINGKATKAN KEAHLIAN BERKOMUNIKASI, SIKAP DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI ACEH Nazaruddin Ali Basyah; Muhammad Hussin
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.166 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas pembelajaran koperatif Model Jigsaw II dalam meningkatkan keahlian berkomunikasi, sikap dan prestasi akademik siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Sebanyak 60 orang siswa Kelas XI dari sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh dipilih sebagai sampel dalam kajian ini. Instrumen kajian adalah kuesioner dan ujian esei pencapaian. Hasil menunjukkan bahwa nilai Alfa Cronbach bagi semua konstruk keahlian berkomunikasi dan sikap terhadap mata pelajaran ekonomi berada pada tingkat kepercayaan yang tinggi, yaitu antara 0,848 dan 0,817. Analisis statistik inferensi yaitu ujian-t, one-way analysis of variance (ANOVA), Korelasi Pearson dan Regresi digunakan untuk menguji hipotesis pada tingkat signifikan p 0,05, dengan menggunakan Program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil kajian uji-t, ANOVA, regresi dan korelasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keahlian berkomunikasi siswa dan sikap terhadap prestasi akademik siswa dalam mata pelajaran ekonomi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pengelolaan Pembiayaan Sekolah di SD Negeri 4 Kota Banda Aceh . Susilawaty
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.379 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.2.2030

Abstract

Penerapan Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan salah satu usaha untuk mengangkat mutu pendidikan secara efektif dan produktif. Pengelolaan pembiayaan yang baik sebagai salah satu implementasi MBS dapat memperlancar proses belajar mengajar. Penelitian inibertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisa pengelolaan pembiayaan pada SD Negeri 4 kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah  kepala sekolah, wakil, komite dan guru SD Negeri 4 Banda Aceh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh disusun berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional tahunan. Rencana pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh meliputi penganggaran untuk kegiatan pengembangan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum, pengembangan proses pembelajaran, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan dan implementasi manajemen sekolah, pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan, dan pengembangan dan impelentasi sistema penilaian. Penyusunan perencanaan pembiayaan tersebut didasarkan atas susunan prioritas yang sangat mendesak dan lebih diutamakan dalam setiap tahun anggarannya. Pelaksanaan atau pemanfaatan anggaran diawali dengan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan sesuai rencana, dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa persetujuan. Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang digunakan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana baik pemerintah kota, provinsi, pusat maupun orang tua/wali dan masyarakat