Articles
248 Documents
PERAN TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH DAN MENANGGULANGI STUNTING
Henry Imbar;
Nita Riani Momongan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1194
Latar belakang Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, WHO / UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status stunting bayi yang ibunya mendapat bimbingan / konseling dari tokoh agama sejak hamil sampai menyusui hingga dua bulan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment, sedangkan desain penelitiannya adalah pre post test control group. Jumlah sampel penelitian adalah 84 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok diberikan konseling oleh tokoh agama berjumlah 42 ibu hamil dan tidak mendapat konseling berjumlah 42 ibu hamil. Hasil analisis statistik T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, menemukan tidak ada perbedaan yang bermakna tentang naiknya berat badan berdasarkan KMS antara kelompok perlakuan dengan kontrol (P = 0,248) dantidak ada perbedaan persentase penambahan berat badan antara kelompok perlakuan dan kontrol ( P = 0,297). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan bermakna tentang pengetahuan, sikap, dan kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, terdapat perbedaan bermakna perilaku menyusui ekslusif pada kelompok perlakuan dan kelompok control, serta terdapat perbedaan yang bermakna antara kenaikan berat badan berdasarkan KMS dengan perilaku menyusu eksklusif. Kata Kunci : Tokoh Agama; Perilaku Menyusui Ekslusif; Status Stunting Bayi
EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI
Vega Roosa Fione;
Jeanne d’arc Zavera Adam
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1197
Pendahuluan : Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks PHP (Patient Hygeine Performace Index) Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji One Way Annova. Hasil : Nilai rata-rata indeks PHP pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi. Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
PERILAKU WORKPLACE INCIVILITY PERAWAT DAN KOMITMENNYA TERHADAP ORGANISASI DI RUMAH SAKIT X
Tahulending, peggy Sara;
Bunga, Asnet Leo;
Supardi, Sudibyo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1209
Latar Belakang: Workplace Incivility (WI) merupakan perilaku menyimpang dengan intensitas rendah dengan maksud yang tidak jelas untuk melukai target, melanggar norma tempat kerja untuk saling menghormati. Workplace Incivility yang terjadi pada perawat merupakan masalah yang kompleks dan tengah tersebar luas dan menjadi masalah global. Dalam lingkup keperawatan WI dapat memberikan dampak negatif salah satunya menurunnya komitmen perawat terhadap organisasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh incivility terhadap komitmen organisasi perawat di rumah sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Cross sectional yang melibatkan 74 responden. Hasil: analisis didapatkan Workplace incivility berpengaruh terhadap Komitmen Organiasasi (P = 0.036). Uji regresi logistik menyatakan Workplace incivility berpengaruh terhadap komitmen perawat (P = 0,022) dalam organisasi dibandingkan variable lainnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini merekomendasikan dibuatnya suatu pedoman pembelajaran Civility agar meningkatkan persepsi perawat dan komitmen perawat terhadap organisasi meningkat. Kesimpulan: Perilaku incivil yang ada berupa bergosip, menganggu orang lain, menyalahgunakan posisi, tidak berbicara langsung dengan orang yang memiliki masalah. Sebagian besar responden memiliki komitmen afektif baik, komitmen kontinu baik, komitmen normative baik. Kata Kunci: Workplace incivility, Komitmen Organisasi, Komitmen Perawat
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE PADA PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI : LITERATUR REVIEW
Maria Kurni Menga;
Ely Lilianty;
Andi Masyhita Irwan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1235
Latar Belakang: Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker yang memberikan efek samping fatigue yang dapat disebabkan dari berbagai faktor yang dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan : untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi. Metode : Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Cari artikel menggunakan database PubMed, Proquest, Ebsco Host dan Science Direct, dengan batasan publikasi artikel selama 5 tahun terakhir (2015-2020), relevan dengan kata kunci pencarian berdasarkan database pada Judul / Abstrak. Ada 5.337 artikel yang ditemukan dan kemudian kami menyaringnya untuk menilai kelayakannya dan mengeluarkan artikel yang tidak memenuhi kriteria inklusi. Sehingga hanya ada 7 artikel yang relevan sebagai referensi utama. Hasil : Diperoleh 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusidiantaranya 5 artikel merupakan penelitian prospektif dan 2 artikel merupakan penelitian cross-sectional observasional. Ulasan ini ini menyatakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memicu fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi yaitu usia, ras, tekanan psikologis, anemia, body mass index (BMI) /Indeks Massa Tubuh, komorbiditas, tingkat fatiguesebelum kemoterapi. Kesimpulan : Fatigue merupakan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani kemoterapi, Hal ini dapat terjadi disebabkan beberapa faktor yang perlu di deteksi secara dini dan menjadi perhatian dari semua pihak baik pasien, keluarga dan petugas kesehatan yang menagani pasien sehingga mendapatkan intervensi yang tepat.
UMUR PERTAMA KAWIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DIBAWAH USIA DUA TAHUN (BADUTA): STUDI CROSS SECTIONAL
Brigitte Inez Maitimo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1236
Latar Belakang: Wanita yang menikah pertama kali di umur yang masih mudah cenderung belum memiliki kesiapan fisik mental sosial untuk menjalankan peran sebagai ibu dalam pemenuhan gizi bayi dan anak. Kurangnyanpengetahuan seorang ibu tentang gizinyang seharusnya dipenuhinanak padanmasa pertumbuhannya akan terlihat dalam lingkungan masyarakat yang biasanya ibu justru membelikan makanan yang disukai anak tanpa mengetahui makanan yang dimakan oleh anak itu mengandung gizi yang cukup atau tidak serta makanan yang sehat dan yang mengandung banyak gizi. Berdasarkan fakta yang didapat bahwa 60% ibu dengan usia 25-39 tahun dikatakan lebih memahami cara pemberian makanan yang baik bagi anak sesuai dengan kebutuhannya dari pada ibu dengan usia 15-24 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara. Metode Penelitian: Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 53 orang wanita yang memiliki anak umur 6-23 bulan di Provinsi Sulawesi Utara diperoleh dari SDKI 2017. Hasil: Hasil analisa data mengenai hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi mikro memperoleh nilai p = 0,378 dan hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi makro memperoleh nilai p = 0,615. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara.
PENGGUNAAN MASSAGING SKILLS VIDEO UNTUK IBU EFEKTIF MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI
Elisabeth M.F Lalita;
Amelia Donsu
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1238
Latar Belakang: Sekitar 5 sampai 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Salah satu perkembangan anak yang penting untuk dipantau adalah perkembangan motorik karena banyak kinerja kognitif yang berakar pada keberhasilan perkembangan motorik. Pijat dapat membantu perkembangan keterampilan motorik bayi. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas pijat bayi dan promosi kesehatan media video terhadap perkembangan motorik bayi berdasarkan skrining KPSP. Metode Penelitian: Desain penelitian ini pre experimental desaign dengan rancangan one group pretest posttes. Sampel dalam penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi yang tinggal di Winangun, jumlah sampel 14 responden ibu dan 14 responden bayi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Video, KPSP, dan Checklist. Teknik analisa data menggunakan uji Paired Simple T-Test. Hasil penelitian yaitu pijat bayi efektif meningkatkan perkembangan motorik bayi dengan nilai p value 0,001 dan promosi kesehatan dengan video terbukti efektif meningkatkan kemampuan ibu melakukan pijat bayi dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan: pijat bayi merupakan teknik yang sederhana dan efektif mendukung perkembangan bayi. secara keseluruhan. Peran ibu sangat penting dalam proses tumbuh kembang bayi sehingga perlu mengeksplorasi pengalaman belajar ibu melakukan pijat bayi serta membangun hubungan emosional dan fisik dengan bayi. Introduction: About 5 to 10% of children are estimated to have developmental delays. One of the important children's developments to monitor is motor development because a lot of cognitive performance is rooted in the success of motor development. Massage can also help the development of baby motor skills. The research objective was to determine the effectiveness of infant massage and health promotion video method on infant motor development based on KPSP screening. Method: This type of research is a pre-experimental design with a one group pretest posttest design. The sample in this research is all mothers who have babies who live in Winangun I, the total sample is 14 respondents. The instruments in this study used video, KPSP, and checklists. The data analysis technique used the Paired Simple T-Test. Results: The results of the study were infant massage was effective in increasing motoric development of infants with a p value of 0.001 and health promotion video method was proven to be effective in increasing the ability of mothers to massage babies with a p value of 0.001. Conclusion: Baby massage is a simple and effective technique supporting the development of the baby. The role of the mother is very important in the process of growing the baby so it is necessary to explore the learning experience of the mother doing the baby massage as well as building emotional and physical relationship with the baby
CULTURAL COMPETENCE ASSOCIATED WITH CARING EFFICACY FOR NURSES THROUGH MAKASSARESE LOCAL CULTURE AT HOSPITAL BHAYANGKARA MAKASSAR
A. Saputri Mulyana
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1242
Latar belakang: Perawat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pelayanan di Rumah Sakit. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi budaya (cultural competence). Sebab mempertimbangkan budaya dalam memberikan pelayanan keperawatan merupakan salah satu bentuk kepedulian perawat saat memberikan asuhan keperawatan. Keyakinan terhadap kemampuan dalam mengekspresikan dan mengembangkan kepedulian ini disebut caring efficacy. Tujuan: Diketahuinya hubungan Cultural Competence dengan Caring Efficacy pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, ini memiliki sampel sejumlah 148 orang dan dipilih berdasarkan purposive sampling. Yaitu perawat pelaksana dan berstatus sebagai pegawai di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Uji Chi-square diperoleh dengan nilai p= 0,000 <0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Cultural Competence dengan Caring Efficacy pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Studi ini merekomendasikan kepada seluruh perawat untuk lebih meningkatkan kompetensi budaya (cultural competence) melalui cultural awareness workshop untuk dapat menumbuhkembangkan caring efficacy dalam pemberian asuhan keperawatan.
PENGARUH PELATIHAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KOMUNITAS SEKOLAH
Hasymi, Yusran Hasymi;
Sorena, Esti;
Sardaniah, Sardaniah
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1276
Penyebab utama banyaknya korban jiwa pada bencana alam adalah karena kurangnya kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut. Kesiapsiagaan merupakan tindakan yang dilakukan pada masa pra bencana yang bertujuan untuk mengurangi risiko (dampak) yang diakibatkan oleh adanya bencana. Kesiapan kelompok komunitas sekolah di Indonesia untuk menghadapi bencana masih dinilai kurang. Tidak semua kelompok komunitas sekolah telah siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah di SMP Islam Al Hasanah Kota Bengkulu. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan one group pre post test only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra dan putri kelas 7 dan 8 dengan jumlah sampel 60 siswa, yaitu 30 siswa putra dan 30 siswa putri, diambil dengan teknik concecutive sampling. Pengumpulan kesiapsiagaan bencana menggunakan kuisioner. Analisa univariat menampilkan mean, median, SD, nilai minimum - maksimum, serta 95% CI of mean, pengaruh pelatihan terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah menggunakan uji statistik paired dependent t-test pada α 5% (one tail). Hasil yang diperoleh menunjukkan indikator sekolah aman belum memenuhi semua indikator sekolah aman bencana baik struktural maupun non struktural. Skor total parameter kesiapsiagaan bencana siswa sebelum pelatihan pengurangan risiko bencana adalah 63.32 dengan kategori hampir siap, setelah pelatihan adalah 75.52 dengan kategori siap. Ada perbedaan kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) pada siswa dengan asymp sig < α=0.05.
DAMPAK PSIKOLOGIS TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19: LITERATUR REVIEW
Muntu untu, Feiby Frenly;
Arofiati, fitry
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1295
Pendahuluan : Pandemi Covid-19 telah memberi pengaruh besar terhadap kondisi tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19, bahkan pasien yang belum tahu status kesehatannya apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak, seperti yang ditemukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kondisi yang tidak biasa dialami ini, menjadi pemicu adanya dampak psikologis bagi tenaga kesehatan. Tujuan: Studi ini dibuat untuk melihat dampak psikologis yang dialami tenaga kesehatan, selama masa pandemi Covid-19. Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review. Analisis jurnal penelitian menggunakan PIO, untuk jurnal tahun 2020-2021, pada data based Ebsco Host, SAGE dan Proquest. Kata kunci yang digunakan adalah Impact AND Psychological AND Health Workers AND Covid-19. Jurnal penelitian yang teridentifikasi adalah 1014, kemudian dipilih 15. jurnal yang sesuai dengan tujuan studi ini. Hasil Penelitian: Hasil ulasan jurnal penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan mengalami dampak psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kesimpulan: Dampak psikologis tenaga kesehatan, dialami dan menggangu pelayanan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, oleh karena itu penting untuk meminimalkan sumber-sumber situasional yang dapat memperparah dampak psikologis tersebut.
FAMILY EFFORTS IN LOOKING FOR MENTAL HEALTH SERVICES IN REMOTE AREA OF SANGIHE ISLANDS DISTRICT
Nansy Delia Pangandaheng
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1332
Background: The problem of mental health services is inseparable from the reach of health services at hospitals or community health center including development in remote. The implementation of health services in remote areas, including the Sangihe Islands district, go through obstacles due to the difficulty of the terrain by frequently. The people have difficulty accessing health services due to the lack of transportation facilities and dependence on the season. The purpose: Elucidate the efforts of families in seeking mental health treatment in remote areas. The methods: This study uses a qualitative method of phenomenological approach, with purposive sampling technique. The informants in this study were seven families who cared for clients with mental disorders. The data analysis process was carried out using the Collaizi method which consists of seven stages. The validity of research data using triangulation methods with interviews, observation and triangulation among members of the researcher to avoid researcher subjectivity. In addition, researchers conducted member cheking, namely by validating data from informant interviews. Result: Four themes were found in this qualitative research, namely behavioral changes, sources of information on the availability of mental health services, treatment seeking behavior, barriers to looking for mental health services. Conclusion: Six families have taken clients to a neurologist, pastor, and psychiatric hospital, but there is a family who never received medical or traditional treatment because the client refused to be treated.