Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Sosialisasi Program Undewear Rules untuk Meningkatkan Keterampilan Melindungi Diri pada Anak Prasekolah Nurmukaromatis Saleha; Rina Delfina; Nova Yustisia; Titin Aprilatutini; Nurlaili Nurlaili; Sardaniah Sardaniah
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i2.32275

Abstract

Anak korban kejahatan seksual sering kali mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kejadian yang menimpa mereka. Hal tersebut menyebabkan banyaknya penemuan kasus kekerasan seksual sudah berdampak lanjut bahkan sampai dengan penghilangan nyawa. Kasus kekerasan seksual di Kota Bengkulu sudah dalam katagori “Darurat” yang dampaknya telah meluas ke masalah sosial. Tujuan dari kegiatan ini untuk menganalisis pengaruh sosialisasi program Underwear Rules terhadap keterampilan anak melindungi diri dari risiko kekerasan seksual/Personal Safety Skill (PSS) dan hubungan sikap pemberian edukasi seksual orang tua dengan pengetahuan anak tentang PSS. Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat dalam bentuk sosialisasi program Underwear Rules kepada anak prasekolah. Sebanyak 107 orang anak prasekolah direkrut sebagai peserta. Pengetahuan anak tentang PSS diukur pre dan post menggunakan kuesioner yang berisikan tentang keterampilan dalam melindungi diri dari risiko kekerasan seksual yang diadaptasi dari program “Underwear Rules”. Selanjutnya PSS dianalisis dengan Uji Wilcoxon didapatkan hasil p value= 0,000. Hasil analisis terhadap hubungan antara gambaran sikap pemberian edukasi orang tua dengan pengetahuan PSS anak menggunakan Pearson Correlation tests didapatkan kedua variabel memiliki hubungan bermakna (p=0,000). Simpulan yang dapat diambil adalah terdapat pengaruh yang bermakna antara sosialisasi program Underwear Rules terhadap  keterampilan anak dalam melindungi diri, sikap orang tua dalam pemberian edukasi seksual memiliki hubungan yang erat dengan keterampilan anak dalam melindungi diri dari risiko kekerasan seksual. Dengan demikian sosialisasi ini perlu dilakukan secara optimal dan berkesinambungan melibatkan orang tua serta pada anak usia sekolah. Kata kunci: Edukasi seksual, keterampilan melindungi diri, prasekolah.
PENGARUH PELATIHAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KOMUNITAS SEKOLAH Yusran Hasymi Hasymi; Esti Sorena; Sardaniah Sardaniah
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1276

Abstract

Penyebab utama banyaknya korban jiwa pada bencana alam adalah karena kurangnya kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut. Kesiapsiagaan merupakan tindakan yang dilakukan pada masa pra bencana yang bertujuan untuk mengurangi risiko (dampak) yang diakibatkan oleh adanya bencana. Kesiapan kelompok komunitas sekolah di Indonesia untuk menghadapi bencana masih dinilai kurang. Tidak semua kelompok komunitas sekolah telah siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah di SMP Islam Al Hasanah Kota Bengkulu. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan one group pre post test only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra dan putri kelas 7 dan 8 dengan jumlah sampel 60 siswa, yaitu 30 siswa putra dan 30 siswa putri, diambil dengan teknik concecutive sampling. Pengumpulan kesiapsiagaan bencana menggunakan kuisioner. Analisa univariat menampilkan mean, median, SD, nilai minimum - maksimum, serta 95% CI of mean, pengaruh pelatihan terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah menggunakan uji statistik paired dependent t-test pada α 5% (one tail). Hasil yang diperoleh menunjukkan indikator sekolah aman belum memenuhi semua indikator sekolah aman bencana baik struktural maupun non struktural. Skor total parameter kesiapsiagaan bencana siswa sebelum pelatihan pengurangan risiko bencana adalah 63.32 dengan kategori hampir siap, setelah pelatihan adalah 75.52 dengan kategori siap. Ada perbedaan kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) pada siswa dengan asymp sig < α=0.05.
INCREASING COMMUNITY PARTICIPATION IN MAINTAINING CLEANLINESS AND HEALTH TO REALIZE COMFORTABLE TOURISM VILLAGE IN THE VILLAGE OF RINDU HATI Rina Delfina; Sardaniah Sardaniah
Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 3 (2021): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember 2021)
Publisher : Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.543 KB) | DOI: 10.21776/ub.caringjpm.2021.001.03.2

Abstract

A clean and healthy tourist village is the main attraction for visitors because the beautiful and clean environment makes visitors feel comfortable. Based on the results of the FGD conducted by the University of Bengkulu's LPPM in the village of Rindu Hati, several problems were found, such as the cleanliness of the village, the absence of a garbage disposal site. This of course can cause various problems for visitors and the community, one of which can affect public health and the environment. Efforts that can be made are the Guidance of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) to create and preserve hygiene and health-oriented lifestyles in the community, so that people can be independent in preventing and overcoming the health problems they face. The purpose of this community service activity is to provide education to the Rindu Hati village community so that they can maintain environmental cleanliness and health through the proper and correct application of PHBS, improve community knowledge and skills in managing household waste and environmental waste, and improve community skills in disease management. environmental impacts and independently in preventing and overcoming the health problems it faces. The methods used are: health education, training and demonstration. The results of this community service activity show an increase in community participation in maintaining environmental cleanliness and health, this can be seen from the community's ability to implement PHBS and utilize waste that has economic value.
MENINGKATKAN PERAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN DETEKSI DINI KESEHATAN DENGAN IMPLEMENTASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI PONDOK PESANTREN AL-HASANAH BENGKULU TENGAH Esti Sorena; Sardaniah; Yusran Hasymi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.868 KB)

Abstract

Abstraks Pondok Pesantren Al Hasanah is a boarding school which has 650 students. Santri is a potential community that needs special attention in terms of health promotion, considering that they are not yet mature and have high daily activities so that awareness of personal hygiene, environment and physical activity / sports is still lacking, which causes many students to suffer from illness, especially infectious diseases. , such as scabies (skin disease). Santri must also understand diseases that often occur in the community, including infectious diseases such as the Covid 19 pandemic. This Community Service activity aims to increase the knowledge, attitudes and behavior of students about washing hands using soap with running water, doing physical activities, eating fruits and vegetables. This activity was attended by the Student Council Management and the Boarding School UKS Officer. The activities carried out were in the form of training as a gymnastics instructor, making Toga, Health Education about Germas, Covid 19 and Scabies and washing hands properly. The results of the training as gymnastics instructors are now that the students do germas gymnastics every week in the dormitory. The students have practiced a clean lifestyle using soap and running water. Abstrak Pondok Pesantren Al Hasanah merupakan sekolah berasrama (boarding school) yang mempunyai santri sebanyak 650 orang. Santri merupakan potensi masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus dalam masalah promosi kesehatan, mengingat diusia yang belum dewasa dan tingginya aktivitas sehari-hari sehingga kesadaran untuk kebersihan diri, lingkungan serta aktivitas fisik/olahraga masih kurang, yang menyebabkan banyaknya santri yang menderita sakit terutama penyakit infeksi, seperti scabies (penyakit kulit). Santri juga harus memahami penyakit yang sering terjadi di komunitas termasuk penyakit menular seperti pandemi Covid 19. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku para santri tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus OSIS dan Petugas UKS Pondok pesantren. Adapun kegiatan yang di lakukan berupa pelatihan sebagai instruktur senam, pembuatan Toga, Pendidikan Kesehatan tentang Germas, Covid 19 dan penyakit Scabies serta Cuci tangan yang benar. Hasil dari pelatihan sebagai instruktur senam didapatkan sekarang para santri setiap minggu pagi melakukan senam germas di asrama, Para santri sudah melakukan prilaku hidup bersih cucitangan memakai sabun dengan air yang mengalir.
Pemantauan Kesehatan untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kemandirian Pada Lansia  di Panti Sosial Tresna Werda (PSTW) Kota Bengkulu  Rina Delfina; Sardaniah Sardaniah; Esti Sorena
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v3i2.184

Abstract

Maintaining health and improving health in the elderly is something that must be considered. With a healthy body condition will help the elderly body in defending itself against various diseases. The elderly due to age will experience a decline in various functions in all body systems. The elderly are a group that is susceptible to a disease, especially degenerative diseases. One of the efforts to maintain the health of the elderly can be done by conducting regular health checks at least every 6 months. The purpose of this service is to find out the health condition of the elderly at the Tresna Werda Social Home in Bengkulu City. The method used is counseling and health checks. The target of the activity is the elderly who have chronic diseases, totaling 20 people. The results of this service found that 10 elderly people suffered from hypertension, 5 people suffered from gout, 2 cataracts, 1 person suffered from COPD, and 1 person suffered from diabetes mellitus. The results of this health check are coordinated with the social care health officer to be followed up in further treatment and care. The importance of regular health checks on the elderly to find out the health problems they face and get immediate treatment to reduce the risk of further complications in the health of the elderly.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA TANGGAP DAN TANGGUH BENCANA DI KELURAHAN KANDANG KOTA BENGKULU Esti Sorena; Sardaniah; Rina Delfina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak The Healthy Family Response and Disaster Resilience Movement is a movement to create a healthy family and environment through the Pilot Project in the Field of Health, Environmental Conservation and Healthy Planning. This service activity aims to increase the knowledge of PKK cadres about the importance of the health of pregnant, lactating and postpartum women which will be carried out in Kandang Village, Kampung Melayu District, Bengkulu City. focus on 2 sub-activities for Kelurahan TP- PKK cadres and posyandu cadres, namely increasing the knowledge and skills of cadres, Education/counseling activities for Couples of Reproductive Age in spacing births and pregnant women to prepare themselves for health problems during pregnancy, the postpartum period, breastfeeding children and use appropriate contraceptives in family planning, and PKK cadres are ready to provide education and invite couples of childbearing age to improve the health of themselves and their families. Abstrak Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana adalah suatu gerakan untuk mewujudkan Keluarga dan lingkungan yang sehat melalui program Pilot Project Bidang Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader PKK akan pentingnya kesehatan para ibu hamil, menyusui dan ibu nifas yang akan di lakukan di Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. fokus pada 2 sub kegiatan pada kader TP-PKK Kelurahan dan kader posyandu yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader, Kegiatan edukasi/penyuluhan terhadap Pasangan Usia subur dalam mengatur jarak kelahiran dan ibu hamil untuk mempersiapkan kesehatan dirinya dalam masalah kesehatan selama kehamilan, masa nifas, menyusui anak dan menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai dalam berKB, dan para kader PKK siap untuk memberikan edukasi dan mengajak pasangan usia subur untuk meningkatkan kesehatan diri sendiri dan keluarga.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KUALITAS HIDUP ASMA BRONKIAL : SISTEMATIC REVIEW Marlin Sutrisna; Yusran Hasymi; Esti Sorena; Sardaniah Sardaniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19891

Abstract

Asma Bronkial merupakan penyakit pernapasan yang paling sering ditemukan pada semua kelompok usia baik terjadi di Negara Maju dan Berkembang. Angka kematian asma bronkial dapat mencapai 455.000. Berbagai macam komplikasi asma yang terjadi akibat pasien tidak mendapatkan terapi pengobatan yang tepat, salah satunya adalah kualitas hidup yang buruk. Terapi adjuvan yang dapat mengefektifkan fungsi obat asma bronkial dan meningkatkan kualitas hidup adalah terapi pernapasan buteyko. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian literature tentang pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kualitas hidup pasien asma bronkial : sistematice review. Telaah literatur ini menggunakan sumber e-database ; Ebscohost, Proquest, Pubmed, dan Science Direct,  dengan kriteria menerapkan desain RCTs & Quasy Eksperimen. Hasil penelitian terdapat pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kualitas hidup asma bronkial. Teknik pernapasan buteyko dapat digunakan pada pasien asma bronkial baik anak-anak maupu dewasa karena teknik pernapasan buteyko dapat memperbaiki kualitas hidup. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan untuk memberikan edukasi kepada seluruh pasien asma bronkial untuk melakukan latihan pernapasan buteyko dengan benar dan melakukannya setiap hari supaya meningkatkan kualitas hidup.
UPAYA PENGUATAN PROGRAM STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN METODE KPSP DAN PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI Rina Delfina; Sardaniah Sardaniah; Esti Sorena
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.20470

Abstract

Masa tumbuh kembang anak adalah masa yang sangat beresiko bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Gangguan tumbuh kembang pada anak yang diketahui secara dini akan mempengaruhi terhadap penangganan masalah tumbuh kembang yang dihadapi anak. Untuk mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang ini dapat dilakukan dengan metode kuesioner pra skrining perkembang (KPSP) dan pemeriksaan antropometri. Deteksi ini dapat dilakukan oleh guru dan orang tua asalkan mereka paham dengan penggunaan metode ini. Karena masih kurangnya kemampuan guru dan orang tua dalam melakukan stimulasi dan deteksi pada anak usia pra sekolah, maka tim pengabmas akan membantu sekolah dengan melatih guru-guru dan orang tua dalam melakukan stimulasi deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dan orang tua dalam memahami stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Metode yang digunakan berupa pelatihan menggunakan KPSP sebagai instrumen untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang pada anak usia prasekolah dan pemeriksaan antropometri. Pentingnya dilakukan deteksi dini dilakukan pada anak usia prasekolah untuk mengetahui kelainan yang terjadi. Pemahaman guru dan orang tua yang baik tentang tumbuh kembang anak akan membantu dalam mendeteksi kelainan yang terjadi pada anak secara dini dan dapat segera ditindaklanjuti.
UPAYA PENGUATAN PROGRAM STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN METODE KPSP DAN PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI Rina Delfina; Sardaniah Sardaniah; Esti Sorena
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21783

Abstract

Masa tumbuh kembang anak adalah masa yang sangat beresiko bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Gangguan tumbuh kembang pada anak yang diketahui secara dini akan mempengaruhi terhadap penangganan masalah tumbuh kembang yang dihadapi anak. Untuk mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang ini dapat dilakukan dengan metode kuesioner pra skrining perkembang (KPSP) dan pemeriksaan antropometri. Deteksi ini dapat dilakukan oleh guru dan orang tua asalkan mereka paham dengan penggunaan metode ini. Karena masih kurangnya kemampuan guru dan orang tua dalam melakukan stimulasi dan deteksi pada anak usia pra sekolah, maka tim pengabmas akan membantu sekolah dengan melatih guru-guru dan orang tua dalam melakukan stimulasi deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dan orang tua dalam memahami stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Metode yang digunakan berupa pelatihan menggunakan KPSP sebagai instrumen untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang pada anak usia prasekolah dan pemeriksaan antropometri. Pentingnya dilakukan deteksi dini dilakukan pada anak usia prasekolah untuk mengetahui kelainan yang terjadi. Pemahaman guru dan orang tua yang baik tentang tumbuh kembang anak akan membantu dalam mendeteksi kelainan yang terjadi pada anak secara dini dan dapat segera ditindaklanjuti.
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Ppda Perawat di Rumah Sakit Raflesia Kota Bengkulu Septi Andrianti; Ikhsan Ikhsan; Nurlaili Nurlaili; Sardaniah Sardaniah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i2.10687

Abstract

Tenaga keperawatan yang melayani di pelayanan rawat inap cenderung memiliki beban kerja yang lebih banyak dibandingkan ruangan lainnya. Setiap hari, dalam melaksanakan pengabdiannya seorang perawat tidak hanya berhubungan dengan pasien, tetapi juga dengan keluarga pasien, teman pasien, rekan kerja sesama perawat, berhubungan dengan dokter dan peraturan yang ada di tempat kerja serta beban kerja yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan emosional. Tugas yang harus dilakukan perawat seperti melakukan asuhan keperawatan, pencatatan laporan asuhan keperawatan, observasi pasien, menerima pasien baru atau rujukan pasien ke rumah sakit lain. Masalah penelitian masih adanya perawat yang mengalami stress kerja di Rumah Sakit Raflesia. Tujuan penelitian diketahuiya hubungan beban kerja dengan stress kerja pada perawat di Rumah Sakit Raflesia Kota Bengkulu.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional total populasi yaitu  seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini yang artinya jumlah sampel sebanyak 85. Data dianalisis secara univariat dan bivariate dengan uji chi-squareHasil penelitian menunjukkan sebagian besar (58,8%) dengan beban kerja tingkat sedang dan sebagian besar (51,8%) responden dengan tingkat stress rendah dengan nilai p 0,001.Simpulan terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress kerja pada perawat di Rumah Sakit Raflesia Tahun 2018