cover
Contact Name
Rommy David Watuseke
Contact Email
ymmordivad@gmail.com
Phone
+6281356611122
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado Jl. R.W. Monginsidi Malalayang II Manado 95263
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Juiperdo
ISSN : 22524843     EISSN : 26559382     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo), provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the nursing area. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Articles 248 Documents
DAMPAK PSIKOLOGIS TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19: LITERATUR REVIEW Feiby Frenly Muntu untu; fitry Arofiati
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1295

Abstract

Pendahuluan : Pandemi Covid-19 telah memberi pengaruh besar terhadap kondisi tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19, bahkan pasien yang belum tahu status kesehatannya apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak, seperti yang ditemukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kondisi yang tidak biasa dialami ini, menjadi pemicu adanya dampak psikologis bagi tenaga kesehatan. Tujuan: Studi ini dibuat untuk melihat dampak psikologis yang dialami tenaga kesehatan, selama masa pandemi Covid-19. Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review. Analisis jurnal penelitian menggunakan PIO, untuk jurnal tahun 2020-2021, pada data based Ebsco Host, SAGE dan Proquest. Kata kunci yang digunakan adalah Impact AND Psychological AND Health Workers AND Covid-19. Jurnal penelitian yang teridentifikasi adalah 1014, kemudian dipilih 15. jurnal yang sesuai dengan tujuan studi ini. Hasil Penelitian: Hasil ulasan jurnal penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan mengalami dampak psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kesimpulan: Dampak psikologis tenaga kesehatan, dialami dan menggangu pelayanan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, oleh karena itu penting untuk meminimalkan sumber-sumber situasional yang dapat memperparah dampak psikologis tersebut.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN DENGAN KEJADIAN COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUP PROF. DR. R.D.KANDOU MANADO Abram Babakal; Aaltje E Manampiring; Windy M.V Wariki
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1456

Abstract

Latar Belakang: Wabah Covid-19 menjadi pandemik global setelah diumumkan oleh WHO atau Badan Kesehatan Dunia dan dengan penyebarannya yang begitu cepat membuat Covid-19 menjadi topik utama di penjuru dunia. Tujuan : Mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan tingkat kecemasan dengan kejadian Covid-19 pada tenaga kesehatan di RSUP. Prof. dr. R. D. Kandou Manado. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini di RSUP. Prof. dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Januari sampai April tahun 2021. Populasi yaitu seluruh pegawai yang bekerja sebanyak 2319 pegawai dengan jumlah sampel 293 responden. Teknik pengambilan sampel non- probability sampling dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner online. Hasil: Sebagian besar tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif berada pada usia dewasa awal yaitu sebanyak 76 orang ( 25.9, berjenis kelamin perempuan sebanyak 154 orang (52.6%), berprofesi sebagai perawat sebanyak 128 orang (43,6%), tergolong patuh pada penggunaan APD sebanyak 261 orang (89,1%), tingkat kecemasannya berada pada kategori normal yaitu 184 orang (62.8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara Penggunaan APD dengan kejadian Covid-19 di RSUP. Prof. dr. R. D. Kandou Manado nilai p-value > 0.005, terdapat hubungan yang nyata antara tingkat kecemasan tenaga kesehatan dengan kejadian Covid-19 di RSUP. Prof. dr. R. D. Kandou Manado nilai p-value p <0,000. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang bermakna antar Penggunaan APD dengan kejadian Covid-19 dan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan kejadian Covid-19 di RSUP. Prof. dr. R. D. Kandou Manado.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES ANAK PRASEKOLAH PADA PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL DARAH VENA Tati Setyawati Ponidjan; Dorce Sisfiani Sarimin
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1490

Abstract

Latar Belakang: Prosedur pengambilan sampel darah vena dapat menimbulkan stres pada anak terutama pada anak prasekolah. Sesuai tahap perkembangan, anak prasekolah sangat rentan terhadap ancaman integritas tubuh. Faktor karakteristik anak seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan pendampingan orang tua, diduga dapat berhubungan dengan stres anak saat dilakukan prosedur tersebut. Stres yang dialami dapat mempengaruhi perkembangan anak jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik anak terhadap stres anak yang dilakukan prosedur pengambilan sampel darah vena. Metode: Desain penelitian menggunakan metode Cross Sectional dengan 60 anak prasekolah sebagai responden. Pengukuran stres menggunakan Children’s Fear Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur anak tidak berhubungan dengan stres anak yang dilakukan prosedur pengambilan sampel darah vena, sedangkan jenis kelamin, status sekolah dan orang tua yang mendampingi berpengaruh secara signifikan (p value < 0.05). Kesimpulan: Diharapkan perawat memperhatikan karakteritik anak dalam manajemen stres pada prosedur pengambilan sampel darah vena, terutama pada anak perempuan, belum sekolah dan anak yang didampingi ayah.
CULTURAL COMPETENCE ASSOCIATED WITH CARING EFFICACY FOR NURSES THROUGH MAKASSARESE LOCAL CULTURE AT HOSPITAL BHAYANGKARA MAKASSAR A. Saputri Mulyana
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1242

Abstract

Latar belakang: Perawat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pelayanan di Rumah Sakit. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi budaya (cultural competence). Sebab mempertimbangkan budaya dalam memberikan pelayanan keperawatan merupakan salah satu bentuk kepedulian perawat saat memberikan asuhan keperawatan. Keyakinan terhadap kemampuan dalam mengekspresikan dan mengembangkan kepedulian ini disebut caring efficacy. Tujuan: Diketahuinya hubungan Cultural Competence dengan Caring Efficacy pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, ini memiliki sampel sejumlah 148 orang dan dipilih berdasarkan purposive sampling. Yaitu perawat pelaksana dan berstatus sebagai pegawai di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Uji Chi-square diperoleh dengan nilai p= 0,000 <0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Cultural Competence dengan Caring Efficacy pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Studi ini merekomendasikan kepada seluruh perawat untuk lebih meningkatkan kompetensi budaya (cultural competence) melalui cultural awareness workshop untuk dapat menumbuhkembangkan caring efficacy dalam pemberian asuhan keperawatan.
FAMILY EFFORTS IN LOOKING FOR MENTAL HEALTH SERVICES IN REMOTE AREA OF SANGIHE ISLANDS DISTRICT Nansy Delia Pangandaheng
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1332

Abstract

Background: The problem of mental health services is inseparable from the reach of health services at hospitals or community health center including development in remote. The implementation of health services in remote areas, including the Sangihe Islands district, go through obstacles due to the difficulty of the terrain by frequently. The people have difficulty accessing health services due to the lack of transportation facilities and dependence on the season. The purpose: Elucidate the efforts of families in seeking mental health treatment in remote areas. The methods: This study uses a qualitative method of phenomenological approach, with purposive sampling technique. The informants in this study were seven families who cared for clients with mental disorders. The data analysis process was carried out using the Collaizi method which consists of seven stages. The validity of research data using triangulation methods with interviews, observation and triangulation among members of the researcher to avoid researcher subjectivity. In addition, researchers conducted member cheking, namely by validating data from informant interviews. Result: Four themes were found in this qualitative research, namely behavioral changes, sources of information on the availability of mental health services, treatment seeking behavior, barriers to looking for mental health services. Conclusion: Six families have taken clients to a neurologist, pastor, and psychiatric hospital, but there is a family who never received medical or traditional treatment because the client refused to be treated.
THE RELATIONSHIP BETWEEN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) WITH QUALITY OF LIFE IN POST-STROKE CLIENTS IN SANGIHE ISLANDS REGENCY Gitalia Putri Medea
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1334

Abstract

Latar belakang: Gejala sisa yang ada pada klien pasca stroke dipercaya erat kaitannya dengan kualitas hidup. Adanya klien pasca stroke di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ini maka diperlukan upaya untuk mengetahui kebutuhan mereka. Tujuan: Tujuan umum penelitian mengetahui hubungan antara Activity Daily Living dengan kualitas hidup klien pasca stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel 51 klien pasca stroke. Pengambilan sampel berdasarkan non-probability sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner karakteristik responden, Kuesioner Barthel Index dan Kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil uji analisis diperoleh nilai p value 0,878 > 0,05 dengan koefisien korelasi r = 0,022 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antara Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Klien Pasca Stroke. Kesimpulan: stroke memiliki dampak pada kemampuan klien dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan pada kualitas hidup klien. Bagi pemberi layanan kesehatan untuk mengedukasi klien paska stroke terkait pentingnya rehabilitasi pasca stroke serta memberikan dukungan terkait kesehatan mereka.
FACTOR ANALYSIS OF ATTITUDES, BELIEFS AND DIET ON BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH HYPERTENSION BASED ON LAWRENCE W.GREEN THEORY Neti Anggita Wijaya
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1390

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang jumlahnya terus mengalami peningkatan sepanjang tahun. Bertambahnya umur pada lansia, fungsi fisiologi mengalami penurunan sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada lanjut usia seperti hipertensi. Tujuan : penelitian ini untuk menganalisis faktor sikap, keyakinan dan pola makan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : Desain penelitian kuantitatif yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan metode cross-sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 70 responden di Posyandu Lansia Kelurahan Turen. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 – 16 Januari 2021. Uji statistik yang digunakan yaitu uji analisis regresi linear berganda dengan penyajian data menggunakan tabel. Hasil : penelitian ini didapatkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap analisis faktor terjadinya hipertensi pada lansia yaitu sikap dengan nilai signifikansi (p-value) 0,004 < 0,05. Kesimpulan : Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perubahan sikap dapat menentukan suatu tindakan seseorang untuk mengontrol atau mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa sikap merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada penderita hipertensi, sehingga untuk mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi perlu dilakukan peningkatan evaluasi sikap yang baik yang oleh responden. Kata kunci : Hipertensi, Sikap, Keyakinan, Pola Makan ABSTRACT Backgorund : Hypertension is one of the global health problems whose number continues to increase throughout the year. Increasing age in the elderly, the physiological function has decreased so that many non-communicable diseases appear in the elderly such as hypertension. Aims : The purpose of this study was to analyze the factors of attitude, belief and diet on blood pressure in hypertensive patients. Method : Research design Quantitative using method analytical with approach cross-sectional. Samples were taken using technique purposive sampling in accordance with the criteria inclusion and exclusion with a total of 70 respondents in the Village Elderly Posyandu Turen. This research was conducted on January 5-16, 2021. The statistical test used was multiple linear regression analysis with data presentation using tables. Result : The results of this study found that the most influential variable on the analysis of attitude, beliefs and diet factors on blood pressure in hyppertension patients is attitude with a significance value of 0.004 <0.05. Conclusion : In this study it can be concluded that a change in attitude can determine a person's actions to control or control blood pressure in hypertensive sufferers. Based on these results, it can be seen that attitude is one of the factors that can affect blood pressure in hypertensive patients, so to control blood pressure in hypertensive patients, it is necessary to increase the evaluation of good attitudes by the respondents. Keywords : Hypertension, Attitudes, Beliefs, Diet
THE CULTURE-BASED AUDIOVISUAL EDUCATION TO THE CHANGE IN SELF MANAGEMENT AND ITS IMPLICATIONS TOWARDS THE QUALITY OF LIFE OF THE HYPERTENSION PATIENTS AT PUSKESMAS TAMBELANG Tri Yani Sonoto
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1492

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian hipertensi bukan hanya terjadi pada usia lanjut tetapi juga pada usia dewasa. Self management adalah suatu proses dimana individu diarahkan pada perubahan tingkah laku mereka sendiri, dengan menggunakan satu atau kombinasi strategi. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pengaruh audiovisual education berbasis budaya terhadap perubahan self management dan implikasinya pada kualitas hidup penderita hipertensi dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu Quasi Experiment dengan pre dan post test design tanpa menggunakan kelompok kontrol. Sebanyak 64 subjek penderita hipertensi dewasa dipilih dengan teknik purposive sampling yang menerima intervensi audiovisual education yang dilakukan satu kali setiap minggu selama 5 minggu dari bulan Mei sampai Juni 2021. Hasil: Karakteristik subjek pada penelitian ini adalah 68,8% usia dewasa akhir, 65,6% perempuan, 54,7% pendidikan menengah (SMP dan SMA), dan 62,5% bekerja. Jenis kelamin dan status bekerja penderita hipertensi yang berhubungan dengan self management dan kualitas hidup (p<0,05). Terdapat perbedaan self management dan kualitas hidup antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi audiovisual education (p=0,000). Audiovisual education secara parsial mempengaruhi self management (p=0,046) dan kualitas hidup (p=0,028), dan hanya jenis kelamin yang mempengaruhi self management (p=0,018) dan kualitas hidup (p=0,029). Secara simultan audiovisual education dan karakteristik subjek mempengaruhi self management (p=0,008) dan kualitas hidup (p=0,014). Kesimpulan: Audiovisual education berbasis budaya yang diterapkan pada penelitian ini berpengaruh terhadap perubahan self management dan berimplikasi pada kualitas hidup penderita hipertensi dewasa. Penelitian ini merekomendasikan audiovisual education sebagai metode yang dapat dilakukan dalam asuhan keperawatan untuk upaya penanganan hipertensi dengan materi yang lebih menarik dan terbaru, juga perlunya penelitian lanjut mengenai terapi lain sebagai intervensi perawat dalam asuhan keperawatan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi;Audiovisual Education Berbasis Budaya; Self Management; Kualitas Hidup ABSTRACT Introduction: The incidence of hypertension not only occurs in the elderly but also in adulthood. Self-management is a process by which individuals are directed to change their own behavior, using one or a combination of strategies. Aim: This study to analyze the effect of cultural-based audiovisual education on changes in self-management and its implications for the quality of life of adult hypertension sufferers in the working area of ​​the Tambelang Health Center. Methods: This research is quasi experiment with pre test and post test design without using a control group. A total of 64 subjects with adult hypertension were selected using a purposive sampling technique who received an audiovisual education intervention which was conducted once a week for 5 weeks from May to June 2021. Results: The characteristics of the subjects in this study were 68.8% late adulthood, 65.6% women, 54,7% secondary education (junior and high school), and 62.5% working adults. Only gender and working adults subjects of hypertensive patients were associated with self-management and quality of life (p<0.05). There was an improvement in self-management and quality of life between before and after the audiovisual education intervention (p=0.000). Audiovisual education partially affected self-management (p=0.046) and quality of life (p=0.028), and only gender affected the self-management (p=0.018) and quality of life (p=0.029). Simultaneously, audiovisual education and subject characteristics affected self-management (p=0.008) and quality of life (p=0.014). Conclution: culture-based audiovisual education applied in this study has an effect on changes in self-management and has implications for the quality of life of adult hypertensive patients. This study recommends audiovisual education as a method that can be carried out in nursing care for efforts to treat hypertension with more interesting and up-to-date materials, and also the need for further research on other therapies as nurse interventions in hypertension nursing care. Keywords: Hypertension;Culture-Based Audiovisual Education; Self Management;Quality of Life
IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITY OF NURSE OF NURSE AFTER INTERACTIVE REFLEKTIVE SUPERVISION BY HEADS ROOM NURSES AT HOSPITAL X JAKARTA sulistyo rini; Catharina Dwiana Wijayanti; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1493

Abstract

Latar Belakang : Perawat harus memiliki kompetensi berpikir kritis, sehingga mampu untuk mengenali, menginterpretasi makna, dan merespon dengan tepat setiap masalah kesehatan pasien. Pemenuhan kompetensi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk supervisi klinis oleh kepala ruang secara konsisten dan terstruktur mengacu pada prosedur dan pedoman yang sudah ditetapkan. Tujuan : Mengetahui keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana setelah supervisi reflektif interaktif kepala ruang di Rumah Sakit X Jakarta. Metode : Penelitian menggunakan pre eksperiment dengan One Group Pretest and Posttest Design dengan total sampel 48 orang perawat pelaksana dan 7 Kepala Ruang di ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Jakarta. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner keterampilan berpikir kritis dan evaluasi pelaksanaan supervisi oleh kepala ruang. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Hasil : Kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup 72,9%. Keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana sesudah supervisi reflektif interaktif kepala ruang meningkat secara bermakna (p Value = 0,009).tidak ada hubungan bermakna antara usia (p Value = 0,176), pendidikan (p Value = 0,875), masa kerja perawat pelaksana (p Value = 0,875) dan peningkatan keterampilan berpikir kritis. Ada hubungan bermakna antara jenjang karir dan keterampilan berpikir kritis (p Value = 0,007). Kesimpulan : Supervisi reflektif interaktif mengarahkan perawat secara konsisten dan terstruktur untuk dapat berpikir kritis dan memiliki level kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai jenjang kompetensi klinis yang dimilikinya, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada pasien dan keluarga dan melakukan kolaborasi dengan professional kesehatan lain.
IMPROVED KNOWLEDGE AND REPORTING OF PATIENT SAFETY INCIDENTS BY NURSE EXECUTIVES AFTER ACADEMIC MODEL SUPERVISION IN X HOSPITAL, CIREBON CITY Anita Anita
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1496

Abstract

ABSTRAK Insiden keselamatan pasien (IKP) di RS X yang tidak dilaporkan dalam sistem Q pulse 36%. Pelaporan IKP merupakan salah satu kendali mutu agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Tidak terlapornya IKP dipengaruhi oleh faktor supervisi, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja dan supervisi model akademik. Penelitian dilakukan di RS X menilai peningkatan pengetahuan dan pelaporan IKP oleh perawat pelaksana setelah supervisi model akademik dengan kegiatan educative, supportive, dan managerial. Penelitian menggunakan one group pre-test and posttest design dilakukan bulan Mei -Juli 2021. Alat ukur menggunakan kuesioner valid dan reliabel kepada 77 responden perawat pelaksana dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan IKP rerata nilai 76.88 dan jumlah pelaporan IKP 54,5%. Peningkatan pengetahuan IKP perawat pelaksana setelah supervisi model akademik 3,38 (0,043%). Angka pelaporan IKP sesudah supervisi model akademik meningkat (43,9%). Tidak ada hubungan antara karakteristik perawat dan peningkatan pengetahuan IKP perawat pelaksana setelah supervisi model akademik dengan p value >0.05. Tidak ada hubungan antara karakteristik dan peningkatan pelaporan IKP oleh perawat pelaksana setelah supervisi model akademik. Penelitian merekomendasikan pemberian resosialisasi supervisi model akademik agar konsisten, pendampingan dan penguatan motivasi dari pimpinan dan peer group untuk saling menguatkan. Perlu penelitian mendalam melalui mixed metode kepatuhan pelaporan IKP. Kata Kunci: Insiden Keselamatan Pasien; Pengetahuan; Pelaporan; Perawat pelaksana; Supervisi model akademik. ABSTRACT Patient safety incidents (PSI) in Hospital X that were not reported in the Q pulse system were 36%. IKP reporting is one of the quality controls so that the same incident does not happen again. Unreported PSI is influenced by factors of supervision, age, gender, education level, length of work and supervision of the academic model. The study was conducted at the Hospital X assessing the increase in knowledge and reporting of PSI by implementing nurses after supervision of the academic model with educative, supportive, and managerial activities. The study used a one group pre-test and posttest design carried out in May-July 2021. The measuring instrument used a valid and reliable questionnaire to 77 implementing nurse respondents and analyzed using the Wilcoxon test and Chi Square test. The results showed that the average PSI knowledge was 76.88 and the number of reporting PSI was 54.5%. The increase in PSI knowledge of implementing nurses after supervision of the academic model was 3.38 (0.043%). The PSI reporting rate after supervision of the academic model increased (43.9%). There is no relationship between the characteristics of nurses and the increase in PSI knowledge of implementing nurses after supervision of the academic model with p value > 0.05. There is no relationship between the characteristics and the increase in PSI reporting by nurses after supervision of the academic model. The research recommends providing resocialization of academic model supervision so that it is consistent, mentoring and strengthening motivation from leaders and peer groups to strengthen each other. In-depth research is needed through mixed methods of PSI reporting compliance. Keywords: Patient Safety Incident; Knowledge; Reporting; Nurse implementing; Supervision of academic model.

Page 9 of 25 | Total Record : 248