cover
Contact Name
Rommy David Watuseke
Contact Email
ymmordivad@gmail.com
Phone
+6281356611122
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado Jl. R.W. Monginsidi Malalayang II Manado 95263
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Juiperdo
ISSN : 22524843     EISSN : 26559382     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo), provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the nursing area. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Articles 248 Documents
KOMPRES DINGIN TITIK LI-4 KONTRA LATERAL TANGAN MENEKAN RESPON NYERI SELAMA INVASIF ARTERIOVENOUS FISTULA (AVF) PASIEN HEMODIALISA Mahruri Saputra; Herlina A.n Nasution
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1175

Abstract

Latar Belakang: Penusukan Arteriovenous fistula (AVF) akan menimbulkan nyeri berulang yang dapat mengganggu psikologis dan kenyamanan pasien yang menjalani hemodialisa. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri yaitu kompres dingin pada titik LI-4. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas kompres dingin titik LI-4 terhadap penurunan nyeri penusukan AVF pada pasien hemodialisa. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post one sampel test. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 33. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pain Numerical Rating Scale. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hasil: Sebelum dilakukan kompres dingin LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 5,36 (SD=1,47) dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 3,30 (SD=0,95). Hasil uji didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah kompres dingin titik LI-4 pasien hemodialisa (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4. Saran: Diharapkan intervensi kompres dingin titik LI-4 dapat menjadi intervensi mandiri untuk mengurangi nyeri penusukan sehingga bisa meningkatkan kenyaman pasien hemodialisa
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN TERAPI HEMODIALISA Ns Nolla Lisa Lolowang; Welmin M.E Lumi; Amelia A. Rattoe
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.1183

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang berkepanjangan, sangat berbahaya, asimptomatik sejak tahap awalnya. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa sehingga dapat memberikan masukan kepada perawat dalam menetapkan intervensi terapeutik dalam membangun hubungan, memberikan dukungan secara komprehensif kepada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa. Desain penelitian adalah deskriptif, dengan metode sampel adalah total sampling, 45 responden. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa bervariasi antara baik dan buruk. 17 orang (37.8%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain kesehatan, 6 orang (13.3%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain psikologis, 14 orang (31.1%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain hubungan sosial dan 6 orang (13.3) memiliki kualitas hidup yang buruk pada domain lingkungan. Peran perawat dalam memberikan edukasi, dukungan dan motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Kata-kata kunci: kualitas hidup, hemodialisa, gagal ginjal kronis. ABSTRACT Chronic renal failure is a prolonged, very dangerous, asymptomatic disease from its early stages. It is necessary to know and explain the quality of life of patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis therapy so that they can give advice to nurses in determining therapeutic interventions in building relationships, providing comprehensive support to patients and their families. The aim of this study was to offer an overview of the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy. The research design is descriptive with the sampling method is total sampling, 45 respondents. Data were analyzed to find the frequency and percentage. The results showed that the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy varied between good and bad. 17 people (37.8%) had a poor quality of life in the health domain, 6 people (13.3%) had a poor quality of life in the psychological domain, 14 people (31.1%) had a poor quality of life in the social relationship domain and 6 people (13.3) had quality bad life in the environmental domain. The role of nurses in providing education, support, and motivation is needed to improve the quality of life for chronic renal failure patients undergoing hemodialysis therapy. Keywords: quality of life, hemodialysis, chronic kidney disease.
EFEKTIVITAS TRAINING EFIKASI DIRI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DAN NILAI INTRADIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS X MAKASSAR Adolfina Lukas Siamben; Maria Astrid; Sutanto Priyo Hastono
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1187

Abstract

Latar belakang : Peningkatan berat badan intradialitik akibat ketidakpatuhan asupan cairan pasien yang menjalani hemodialisa berdampak pada terjadinya penumpukan cairan secara kronis dan berisiko terhadap gangguan pada kardiovaskuler dan hipertensi, serta meningkatkan mortalitas dan morbiditas pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan: Penelitian ini menganalisis efektivitas Training Efikasi Diri terhadap kepatuhan pembatasan cairan dan nilai Intradialytic Weight Gain (IDWG) terhadap pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada Juni-Juli 2020 di RS. Stella Maris Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment pre-post-test dengan control group terhadap 92 responden (69 di kelompok intervensi dan 23 di control). Intervensi Traning Efikasi Diri diberikan sesuai dengan Booklet selama 4 minggu, seminggu 3 kali dengan total 12 kali pertemuan. Kepatuhan dinilai dengan kuesioner sebelum dan sesudah penelitian serta observasi berat badan setiap kali kunjungan untuk menghitung nilai Intradialytic Weight Gain. Hasil : Hasil uji T Dependen Parametrik Terdapat perbedaan antara kepatuhan pembatasan cairan (p<0.05) dan nilai Intradialytic Weight Gain (p<0.05) sebelum dan sesudah intervensi. Uji T independen Parametrik terdapat perbedaan signifikan kepatuhan pembatasan cairan (p< 0.05) dan nila Intradialytic Weight Gain (p< 0.05) antara kelompok intervensi dengan kontrol. Hasil uji Ancova, Training efikasi diri berpengaruh terhadap kepatuhan pembatasan cairan sebanyak 17,7%, sementara 82,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Training efikasi diri sangat berpengaruh terhadap nila Intradialytic Weight Gain sebanyak 18,5%, sementara 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kesimpulan: Training efikasi diri sebagai salah satu jenis terapi komplementer untuk meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan dan nila Intradialytic Weight Gain penderita GGK dengan hemodialisa. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Kepatuhan Pembatasan Cairan, Nilai IDWG Dan Training Efikasi Diri
PERAN TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH DAN MENANGGULANGI STUNTING Henry Imbar; Nita Riani Momongan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1194

Abstract

Latar belakang Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, WHO / UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status stunting bayi yang ibunya mendapat bimbingan / konseling dari tokoh agama sejak hamil sampai menyusui hingga dua bulan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment, sedangkan desain penelitiannya adalah pre post test control group. Jumlah sampel penelitian adalah 84 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok diberikan konseling oleh tokoh agama berjumlah 42 ibu hamil dan tidak mendapat konseling berjumlah 42 ibu hamil. Hasil analisis statistik T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, menemukan tidak ada perbedaan yang bermakna tentang naiknya berat badan berdasarkan KMS antara kelompok perlakuan dengan kontrol (P = 0,248) dantidak ada perbedaan persentase penambahan berat badan antara kelompok perlakuan dan kontrol ( P = 0,297). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan bermakna tentang pengetahuan, sikap, dan kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, terdapat perbedaan bermakna perilaku menyusui ekslusif pada kelompok perlakuan dan kelompok control, serta terdapat perbedaan yang bermakna antara kenaikan berat badan berdasarkan KMS dengan perilaku menyusu eksklusif. Kata Kunci : Tokoh Agama; Perilaku Menyusui Ekslusif; Status Stunting Bayi
EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI Vega Roosa Fione; Jeanne d’arc Zavera Adam
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1197

Abstract

Pendahuluan : Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks PHP (Patient Hygeine Performace Index) Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji One Way Annova. Hasil : Nilai rata-rata indeks PHP pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi. Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE PADA PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI : LITERATUR REVIEW Maria Kurni Menga; Ely Lilianty; Andi Masyhita Irwan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1235

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker yang memberikan efek samping fatigue yang dapat disebabkan dari berbagai faktor yang dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan : untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi. Metode : Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Cari artikel menggunakan database PubMed, Proquest, Ebsco Host dan Science Direct, dengan batasan publikasi artikel selama 5 tahun terakhir (2015-2020), relevan dengan kata kunci pencarian berdasarkan database pada Judul / Abstrak. Ada 5.337 artikel yang ditemukan dan kemudian kami menyaringnya untuk menilai kelayakannya dan mengeluarkan artikel yang tidak memenuhi kriteria inklusi. Sehingga hanya ada 7 artikel yang relevan sebagai referensi utama. Hasil : Diperoleh 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusidiantaranya 5 artikel merupakan penelitian prospektif dan 2 artikel merupakan penelitian cross-sectional observasional. Ulasan ini ini menyatakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memicu fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi yaitu usia, ras, tekanan psikologis, anemia, body mass index (BMI) /Indeks Massa Tubuh, komorbiditas, tingkat fatiguesebelum kemoterapi. Kesimpulan : Fatigue merupakan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani kemoterapi, Hal ini dapat terjadi disebabkan beberapa faktor yang perlu di deteksi secara dini dan menjadi perhatian dari semua pihak baik pasien, keluarga dan petugas kesehatan yang menagani pasien sehingga mendapatkan intervensi yang tepat.
UMUR PERTAMA KAWIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DIBAWAH USIA DUA TAHUN (BADUTA): STUDI CROSS SECTIONAL Brigitte Inez Maitimo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1236

Abstract

Latar Belakang: Wanita yang menikah pertama kali di umur yang masih mudah cenderung belum memiliki kesiapan fisik mental sosial untuk menjalankan peran sebagai ibu dalam pemenuhan gizi bayi dan anak. Kurangnyanpengetahuan seorang ibu tentang gizinyang seharusnya dipenuhinanak padanmasa pertumbuhannya akan terlihat dalam lingkungan masyarakat yang biasanya ibu justru membelikan makanan yang disukai anak tanpa mengetahui makanan yang dimakan oleh anak itu mengandung gizi yang cukup atau tidak serta makanan yang sehat dan yang mengandung banyak gizi. Berdasarkan fakta yang didapat bahwa 60% ibu dengan usia 25-39 tahun dikatakan lebih memahami cara pemberian makanan yang baik bagi anak sesuai dengan kebutuhannya dari pada ibu dengan usia 15-24 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara. Metode Penelitian: Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 53 orang wanita yang memiliki anak umur 6-23 bulan di Provinsi Sulawesi Utara diperoleh dari SDKI 2017. Hasil: Hasil analisa data mengenai hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi mikro memperoleh nilai p = 0,378 dan hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi makro memperoleh nilai p = 0,615. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara.
PENGGUNAAN MASSAGING SKILLS VIDEO UNTUK IBU EFEKTIF MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI Elisabeth M.F Lalita; Amelia Donsu
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1238

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 5 sampai 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Salah satu perkembangan anak yang penting untuk dipantau adalah perkembangan motorik karena banyak kinerja kognitif yang berakar pada keberhasilan perkembangan motorik. Pijat dapat membantu perkembangan keterampilan motorik bayi. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas pijat bayi dan promosi kesehatan media video terhadap perkembangan motorik bayi berdasarkan skrining KPSP. Metode Penelitian: Desain penelitian ini pre experimental desaign dengan rancangan one group pretest posttes. Sampel dalam penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi yang tinggal di Winangun, jumlah sampel 14 responden ibu dan 14 responden bayi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Video, KPSP, dan Checklist. Teknik analisa data menggunakan uji Paired Simple T-Test. Hasil penelitian yaitu pijat bayi efektif meningkatkan perkembangan motorik bayi dengan nilai p value 0,001 dan promosi kesehatan dengan video terbukti efektif meningkatkan kemampuan ibu melakukan pijat bayi dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan: pijat bayi merupakan teknik yang sederhana dan efektif mendukung perkembangan bayi. secara keseluruhan. Peran ibu sangat penting dalam proses tumbuh kembang bayi sehingga perlu mengeksplorasi pengalaman belajar ibu melakukan pijat bayi serta membangun hubungan emosional dan fisik dengan bayi. Introduction: About 5 to 10% of children are estimated to have developmental delays. One of the important children's developments to monitor is motor development because a lot of cognitive performance is rooted in the success of motor development. Massage can also help the development of baby motor skills. The research objective was to determine the effectiveness of infant massage and health promotion video method on infant motor development based on KPSP screening. Method: This type of research is a pre-experimental design with a one group pretest posttest design. The sample in this research is all mothers who have babies who live in Winangun I, the total sample is 14 respondents. The instruments in this study used video, KPSP, and checklists. The data analysis technique used the Paired Simple T-Test. Results: The results of the study were infant massage was effective in increasing motoric development of infants with a p value of 0.001 and health promotion video method was proven to be effective in increasing the ability of mothers to massage babies with a p value of 0.001. Conclusion: Baby massage is a simple and effective technique supporting the development of the baby. The role of the mother is very important in the process of growing the baby so it is necessary to explore the learning experience of the mother doing the baby massage as well as building emotional and physical relationship with the baby
PERILAKU WORKPLACE INCIVILITY PERAWAT DAN KOMITMENNYA TERHADAP ORGANISASI DI RUMAH SAKIT X peggy Sara Tahulending; Asnet Leo Bunga; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1209

Abstract

Latar Belakang: Workplace Incivility (WI) merupakan perilaku menyimpang dengan intensitas rendah dengan maksud yang tidak jelas untuk melukai target, melanggar norma tempat kerja untuk saling menghormati. Workplace Incivility yang terjadi pada perawat merupakan masalah yang kompleks dan tengah tersebar luas dan menjadi masalah global. Dalam lingkup keperawatan WI dapat memberikan dampak negatif salah satunya menurunnya komitmen perawat terhadap organisasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh incivility terhadap komitmen organisasi perawat di rumah sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Cross sectional yang melibatkan 74 responden. Hasil: analisis didapatkan Workplace incivility berpengaruh terhadap Komitmen Organiasasi (P = 0.036). Uji regresi logistik menyatakan Workplace incivility berpengaruh terhadap komitmen perawat (P = 0,022) dalam organisasi dibandingkan variable lainnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini merekomendasikan dibuatnya suatu pedoman pembelajaran Civility agar meningkatkan persepsi perawat dan komitmen perawat terhadap organisasi meningkat. Kesimpulan: Perilaku incivil yang ada berupa bergosip, menganggu orang lain, menyalahgunakan posisi, tidak berbicara langsung dengan orang yang memiliki masalah. Sebagian besar responden memiliki komitmen afektif baik, komitmen kontinu baik, komitmen normative baik. Kata Kunci: Workplace incivility, Komitmen Organisasi, Komitmen Perawat
PENGARUH PELATIHAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KOMUNITAS SEKOLAH Yusran Hasymi Hasymi; Esti Sorena; Sardaniah Sardaniah
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1276

Abstract

Penyebab utama banyaknya korban jiwa pada bencana alam adalah karena kurangnya kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut. Kesiapsiagaan merupakan tindakan yang dilakukan pada masa pra bencana yang bertujuan untuk mengurangi risiko (dampak) yang diakibatkan oleh adanya bencana. Kesiapan kelompok komunitas sekolah di Indonesia untuk menghadapi bencana masih dinilai kurang. Tidak semua kelompok komunitas sekolah telah siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah di SMP Islam Al Hasanah Kota Bengkulu. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan one group pre post test only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra dan putri kelas 7 dan 8 dengan jumlah sampel 60 siswa, yaitu 30 siswa putra dan 30 siswa putri, diambil dengan teknik concecutive sampling. Pengumpulan kesiapsiagaan bencana menggunakan kuisioner. Analisa univariat menampilkan mean, median, SD, nilai minimum - maksimum, serta 95% CI of mean, pengaruh pelatihan terhadap kesiapsiagaan bencana komunitas sekolah menggunakan uji statistik paired dependent t-test pada α 5% (one tail). Hasil yang diperoleh menunjukkan indikator sekolah aman belum memenuhi semua indikator sekolah aman bencana baik struktural maupun non struktural. Skor total parameter kesiapsiagaan bencana siswa sebelum pelatihan pengurangan risiko bencana adalah 63.32 dengan kategori hampir siap, setelah pelatihan adalah 75.52 dengan kategori siap. Ada perbedaan kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) pada siswa dengan asymp sig < α=0.05.

Page 8 of 25 | Total Record : 248