Articles
504 Documents
Model Komunikasi Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Telkom dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa
Puji Lestari;
Eny Endah Pujiastuti;
Ida Wiendijarti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i2.3799
Masyarakat mengeluh usahanya terancam gagal yang menyebabkan perekonomian terganggu pasca bencana gempa. Tujuan penelitian ini untuk menemukan model komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Telkom untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat korban gempa pada UKM di Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan subjektif dengan data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan interview dan FGD (Focus Group Discusion). Subjek penelitian ini adalah para pengusaha kecil menengah (UKM) yang menjadi korban gempa di Sleman Yogyakarta, dan tim CSR dari PT. Telkom Kandatel Yogyakarta. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan cara reduksi data, sajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan model komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Telkom untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat korban gempa pada UKM di Sleman Yogyakarta. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kepada perusahaan-perusahaan pemerintah maupun swasta untuk menerapkan model komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Studi Fenomenologi: Penggunaan Aplikasi Weverse Shop oleh ARMY
Syanaz Luthfina;
Irwansyah Irwansyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v18i3.3527
Aplikasi Weverse Shop merupakan teknologi media baru yang menghadirkan komunitas baru untuk saling berkomunikasi berbagai bentuk budaya pop. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis konstruksi sosial teknologi dalam perkembangan teknologi yang terjadi di media baru serta penggunaan aplikasi Weverse Shop. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara individu semi-terstruktur terhadap empat orang Indonesia berusia 21-28 tahun yang menggunakan smartphone, berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek), penggemar BTS, mengumpulkan album atau merchandise, mengunduh dan menggunakan aplikasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian ini menghasilkan lima tema utama kemunculan dan penggunaan aplikasi Weverse Shop, yaitu: (1) Antusiasme kehadiran aplikasi; (2) Penggunaan dan pengembangan aplikasi; (3) Pemilihan untuk penggunaan aplikasi; (4) Alasan pembelian barang koleksi menggunakan aplikasi, dan (5) Aplikasi Weverse Shop sebagai salah satu bentuk konstruksi teknologi sosial, Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru mengenai penggunaan teknologi aplikasi berbasis e-commerce sebagai wawasan baru yang tercipta akibat konstruksi sosial, dan digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan fandom.
Strategi Eksternal Public Relations dalam Membangun Citra Perusahaan
Deasy Crisnatalin H
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i2.3794
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan penyediaan tenaga kerja persiapan untuk sekolah tinggi dan perguruan tinggi, CIM contoh sebagai lembaga pengembangan karir profesional mengatakan oposisi tersebut. Selama pengembangannya, instans CIM tidak lepas dari upaya membentuk citra positif perusahaan. Karena citra positif akan selalu melekat dan mempengaruhi umur panjang bagi lembaga CIM sendiri. Untuk itu dibutuhkan usaha dan peran humas, penelitian ini berjudul Strategi Eksternal Public Relations dalam Membangun Citra Perusahaan. Sedangkan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis strategi hubungan masyarakat eksternal di lembaga Manajemen Cristal Indonesia dalam membangun citra perusahaan? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan situasi atau peristiwa. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Laporan Penelitian berisi kutipan data untuk menggambarkan presentasi laporan. Para peneliti menganalisis data pada penulisan laporan ini. Hasil penelitian ini adalah lembaga Humas CIM menggunakan proses komunikasi dua arah atau komunikasi yang efektif dengan beberapa langkah melakukan pengumpulan fakta melalui survei dan penelitian, perencanaan dan program menggunakan strategi promosi dan publisitas, perencanaan jangka pendek dan panjang, tindakan dan komunikasi dengan melakukan kegiatan operasi seperti: seminar, lokakarya, kunjungan media, dan kunjungan sosial dan evaluasi yang dilakukan dengan mengukur hasil yang telah dicapai sesuai dengan standar yang telah dirumuskan juga menciptakan indikator keberhasilan program dan analisis SWOT. Sehingga menunjukkan bahwa dengan keterbatasan anggaran di biro humas CIM dapat dikatakan cukup berhasil dalam membangun citra perusahaan dengan melihat jumlah kepentingan publik dan target yang belum terpenuhi yang telah ditetapkan dari program yang ditawarkan oleh lembaga CIM unggul.
Audit Komunikasi Media Sosial di Masa Krisis COVID-19
Chusnina Dwi Saputri;
Puji Lestari;
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4720
Komunikasi krisis sektor pariwisata terjadi akibat oleh adanya pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit proses komunikasi pada akun media sosial Instagram @kemenparekraf.ri milik Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di masa krisis COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi dengan menggunakan pendekatan audit komunikasi. Desain audit komunikasi pada penelitian ini menggunakan lima tahapan utama pendekatan Npower Northwest. Hasil dari audit komunikasi menyatakan bahwa proses komunikasi yang dilakukan oleh Kemenparekraf melalui platform Instagram sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam melakukan komunikasi publik, meskipun ada beberapa kekurangan-kekurangan yang terjadi. Secara keseluruhan permasalahan tersebut lebih dominan pada kurangnya instrumen kebijakan, optimalisasi proses, konsistensi aktivitas, koordinasi internal organisasi, dan tidak adanya instrumen monitoring evaluasi dalam rangka pengelolaan media sosial Instagram secara konsisten. Rekomendasi yang diberikan dari penelitian ini kepada Kemenparekraf diharapkan melakukan pengelolaan akun instagram melalui kajian kebijakan secara spesifik, optimalisasi proses, pemberian saran, koordinasi dalam organisasi, melakukan aktivitas monitoring dan evaluasi secara periodik, serta menciptakan dan mengelola komunikasi dua arah untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia
Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v8i3.3743
Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan kekerasan aktual dan simbolis pada wanita.Tujuan penelitian ini menggambarkan kekerasan personal dan struktural pada perempuan dalam pro-gram televisi anak-anak seperti Ronaldowati, Jagoan Si Pitung, Ben7 dan Baim Anak Sholeh. Teori strukturasi gender sebagai turunan dari pendekatan media politik ekonomi pada paradigma kritis digunakan untuk menganalisis fenomena ini. Teori tersebut mencoba menjelaskan proses produksi dan reproduksi hubungan gender dalam masyarakat melalui optimalisasi aturan dan sumber daya yang diduduki oleh aktor laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial. Aktor dinegosiasikan dalam skema interpretatif, yang melibatkan interaksi aturan dan berbagai fasilitas yang ada . Dalam negosiasi, aktor laki-laki memiliki posisi sosial yang lebih unggul dari aktor perempuan. Pengaruh situasi tersebut menciptakan sebuah relasi gender asimetris dalam masyarakat.Aktor laki-laki mengalahkan aktor perempuan dalam setiap lembaga-lembaga sosial. Media adalah salah satu lembaga dimana keunggulan aktor laki-laki dimuliakan. Aktor perempuan tidak bisa memberdayakan posisi mereka untuk mengatasi struktur laki-laki dalam industri media. Analisis wacana kritis telah diterapkan untuk membingkai studi ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekerasan struktural pada perempuan terkait stereotip gender. Tulisan ini direkomendasikan untuk menghasilkan program yang menggambarkan peran gender secara berimbang.
Pola Komunikasi Siswa dan Pengajar dalam Belajar Fotografi
Dwi Putra Septiyana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i3.3805
Dimulai di Jakarta, Kelas Pagi adalah komunitas pembelajaran yang didirikan dan dikembangkan oleh fotografer profesional Anton Ismael pada awal tahun 2006 yang telah berlangsung hingga generasi keempat di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola komunikasi antara instruktur dan siswa Kelas Pagi Yogyakarta dalam belajar tentang fotografi yang berkaitan dengan program belajar fotografi yang diterapkan kepada siswa. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif, menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berfokus pada pengamatan dan suasana ilmiah (pengaturan naturalistik). Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara, dokumentasi, literatur, dan pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskripsi secara rinci dan sistematis diatur. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh siswa itu sendiri, sementara guru di sini hanya berfungsi sebagai pemandu, fasilitator dan motivator bagi siswa. Selain itu, berdasarkan analisis data yang diperoleh di lapangan, dapat dijelaskan bahwa ada tiga pola komunikasi yang digunakan dalam interaksi siswa dan guru, yaitu: pola komunikasi interpersonal, pola komunikasi kelompok kecil, dan pola komunikasi kelompok besar. Pola komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok berfungsi sebagai pendukung komunikasi kelompok kecil sebagai proses komunikasi utama. Tujuan dari proses pembelajaran di Kelas Pagi Yogyakarta adalah agar siswa dapat meraih kesuksesan maksimal dengan tidak hanya mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang fotografi saja tetapi juga untuk menjadi diri mereka sendiri sesuai dengan slogan Kelas Pagi: jadilah fotografer diri sendiri.
Pencarian Informasi Dakwah Islam melalui Media Online Pada Masa Pandemi COVID-19 bagi Komunitas Muslim
Ditha Prasanti;
Kismiyati El Karimah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v18i3.4000
Masa pandemi COVID-19 menjadikan individu memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi terbaru, namun banyak informasi yang diperoleh tentang COVID-19 yang meresahkan. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui alasan pencarian informasi dakwah islami melalui media online pada masa pandemi COVID-19, 2) mengungkapkan dampak masa pandemi COVID-19 bagi pencarian informasi dakwah islami bagi komunitas remaja muslim X, 3) mengetahui proses pencarian informasi dakwah islam yang dilakukan komunitas remaja muslim X melalui media online. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus COVID-19, dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan komunitas remaja muslim di Bandung. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: 1) alasan pencarian informasi dakwah islam berawal dari adanya kebanjiran informasi tentang pandemi COVID-19 sehingga mendorong komunitas tersebut untuk mencari solusinya, 2) dampak masa pandemi COVID-19 menyebabkan komunitas remaja muslim aktif dan selektif dalam pencarian informasi dakwah islam melalui media online, 3) proses pencarian informasi dakwah islam tersebut mulai dari mengelompokkan kebutuhan, membuat jadwal dan kelompok diskusi online, menggunakan wadah atau platform diskusi online seperti Google Meet, Zoom Meeting, dan WA Video Call. Masa pandemi COVID-19 telah mendorong komunitas tersebut tetap aktif dalam pencarian informasi dakwah Islam. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru para remaja dalam mencari informasi melalui media online harus selektif agar tidak merugikan lainnya.
The Unique Shopping Family Mall Sebagai Strategi Pencitraan Galeria Mall Yogyakarta
Ayu Fanika Hapsari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i3.3800
Saat ini, Yogyakarta mengalami pertumbuhan pesat di pusat perbelanjaan dam menawarkan berbagai pilihan alternatif yang mampu mempengaruhi malnya. Pusat perbelanjaan dalam menghadapi kompetisi ini harus mampu secara kreatif, inovatif dalam bertindak, dan memiliki nilai perbedaan dalam menciptakan citranya. Penelitian ini untuk menyelidiki strategi citra Galeria Mall Yogyakarta yang dianalisis dari perspektif diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor pembeda yang menjadi keunggulan strategi citra Galeria Mall Yogyakarta dan menentukan strategi citra yang digunakan Galeria Mall Yogyakarta. Penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah PT. Sawokembar Galeria, khususnya pada analisis citra Galeria Mall Yogyakarta dilihat dari perspektif diferensiasi. Teknik pengumpulan data adalah studi literatur dan wawancara. Pada penelitian kualitatif ini, validitas data diproses menggunakantriangulasi data, khususnya triangulasi sumber. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Galeria Mall mengimplementasikan penyampaian pesan pada citra dalam bentuk The Unique Family Shopping Mall, secara baik mengadaptasi kebudayaan Yogyakarta yang diperlihatkan di pusat perbelanjaan didukung dengan beragam even atau program acara, upacara, salam, tagline yang didukung dengan mascot dan layanan “Kang Gale” serta seragam. Namun program terkait konsep dan hasil yang dicapai kurang dipublikasikan. Saran untuk Galeria Mall lebih intensif dalam publikasi program dan kegiatan yang dimiliki dan lebih mengintensifkan fungsi hubungan masyarakat untuk menjaga citra sebagai dunia pusat perbelanjaan.
Online Dating dalam Relasi Percintaan Friends with Benefit di Media Sosial Whisper
Aissyah Dwi Fitriyani;
Cici Eka Iswahyuningtyas
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v18i3.3404
Kencan dalam hubungan Friends with Benefit (FWB) berbeda dengan kencan online pada umumnya karena pada hubungan ini tidak ada kesepakatan ataupun komitmen. Tujuan penelitian yaitu menganalisis tahapan pengembangan hubungan yang dijalankan melalui media sosial yaitu kedekatan atau keakraban, keterbukaan diri, penetrasi dan depenetrasi. Teori yang digunakan dalam melihat pengembangan hubungan FWB di media sosial Whisper yaitu teori Penetrasi Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada remaja usia 17-22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengembangan hubungan FWB bertujuan untuk mencari hiburan, memperluas relasi serta mencari teman. Remaja yang terlibat FWB memiliki pemahaman mengenai kencan online melalui media sosial Whisper sebagai suatu hal yang positif dan efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kepada pengelola dan pengguna online dating untuk memerhatikan etika komunikasi virtual, melakukan persiapan seperti mencari informasi mengenai hubungan yang dijalankan secara virtual agar mengetahui baik dan buruknya serta tidak merugikan salah satu pihak.
Manajemen Krisis Peristiwa Tenggelamnya Kapal Di Alur Pelayaran Pelabuhan
Fika Suci Windriati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i2.3795
Sebagai perusahaan di sektor bisnis jasa pelabuhan, PT. Pelindo II (Persero) Cabang Pontianak adalah untuk mencoba aktivitas arus kapal, dan orang-orang di pelabuhan tidak terganggu.Februari 2011, Pelindo II (Persero) Pontianak menghadapi kendala operasional akibat kapal karam yang dihadapi KLM Rahmatia Sentosa di jalur pelayaran laut setelah bertabrakan dengan KM Wewah. Akibatnya, KLM Rahmatia Sentosa tenggelam dan sulit dievakuasi sehingga mengganggu arus lalu lintas pelayaran laut ke Pontianak. Kejadian tersebut berdampak luas pada ekonomi Kalimantan Barat secara keseluruhan dan menuntut pihak perusahaan pengelola pelabuhan untuk segera menangani masalah yang disebabkan oleh situasi krisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi observasi, wawancara, dan perpustakaan. Tujuannya untuk mengetahui strategi manajemen krisis dan peran humas PT. Pelindo II Pontianak dalam krisis tenggelamnya kapal di jalur pelayaran laut pelabuhan dan untuk dibandingkan dengan teori yang digunakan. Teori dalam penelitian ini adalah hubungan masyarakat, krisis, dan teori manajemen krisis. Krisis harus dikelola dengan cepat, tepat, dan akurat, dengan manajemen krisis. Kapal karam dan evakuasi yang sulit adalah contoh krisis yang dihadapi oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak pada tahun 2011. Dalam insiden tersebut, Pelindo II (Persero) Pontianak menangani krisis dengan strategi adaptif dengan langkah-langkah penanganan citra komunikasi krisis. Tidak adanya tim manajemen krisis secara khusus membuat Pelindo menyiapkan rencana umum dalam manajemen untuk bereaksi terhadap krisis. Peran public relation dalam krisis Pelindo dilakukan oleh General Manager karena peran public relation kurang dalam Manajemen Pelindo karena orientasi Pelindo adalah untuk bisnis dan itu membuat public relations hanya sebagai back up manajemen di sektor pemasaran.