cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
Komunikasi Terapeutik Perawat untuk Meningkatkan Konsep Diri Pasien Skizofrenia Rosa Apriliyanti; Andria Saptyasari; Ratih Puspa S
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v19i2.4687

Abstract

Pasien skizofrenia memiliki stigma dan konsep diri negatif di mata masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi terapeutik yang dilakukan  perawat pada pasien yang memiliki penyakit psikologis  skizofrenia agar dapat meningkatkan konsep diri secara lebih positif. Metode penelitian conversation analysis digunakan untuk menganalisis percakapan antara perawat dan pasien skizofrenia sehingga semua interaksi verbal dan nonverbal di antara mereka secara detail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam percakapan atau komunikasi terapeutik setiap perawat memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada giliran bicara (turn-taking), urutan berbicara (sequences), perbaikan (repair) dan pilihan (preference), selain itu pada penelitian ini juga ditemukan bahwa masing-masing perawat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari aspek verbal maupun non verbal dalam penggunaan 5 komponen pada komunikasi terapeutik untuk meningkatkan konsep diri pasien. Dalam penerapan komunikasi terapeutik komponen kepercayaan adalah komponen yang paling dominan digunakan oleh perawat untuk meningkatkan konsep diri pasien. Perbedaan penerapan komunikasi terapeutik tersebut juga dipengaruhi latar belakang perawat, kemampuan perawat dalam komunikasi terapeutik, keterbukaan pasien dan juga lama durasi perawatan pasien.
Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre Sesilia Seli
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v19i2.4326

Abstract

Motivasi terbesar untuk meneliti mantra tolak bala komunitas Dayak didasarkan pada fenomena bahwa mantra tersebut masih hidup dan digunakan sebagai sarana komunikasi dalam menghadapi dan memaknai setiap peristiwa hidup yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis dan interpretasi terhadap makna mantra tolak bala melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik; matrik dan model dalam mantra tolak bala; dan hipogram dalam mantra tolak bala komunitas Dayak Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan semiotik Riffaterre. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa secara heuristik dan hermeneutik, makna mantra tolak bala berisi permohonan kepada Tuhan agar masyarakat terhindar dari COVID-19, bencana, malapetaka, dan hal-hal buruk yang menggangu kehidupan manusia. Matriks tidak hadir secara langsung dalam teks mantra,  model tampil sebagai aktualisasi matriks, dan makna mantra terfokus melalui penetuan model. Hipogram dalam mantra ini merupakan hipogram potensial yang didasarkan pada realita bahwa penggunaan mantra tolak bala telah menjadi ritual yang sakral dan turun-temurun yang mereka yakini dan percayai dapat melindungi mereka dari ancaman marabahaya, malapetaka, dan sakit-penyakit termasuk COVID-19. Mantra tolak bala berfungsi sebagai media komunikasi untuk mengusir makhluk halus yang mendatangkan penyakit, bencana, atau malapetaka.
Indeks Literasi Digital Generasi Milenial di Kabupaten Bandung Kharisma Nasionalita; Catur Nugroho
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i1.3075

Abstract

Beragam persoalan seperti informasi hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan dan pornografi, dan adiksi media digital dianggap sebagai persoalan masyarakat digital terkini. Selain kesenjangan terjadi, berbagai kasus penyalahgunaan Internet juga marak, mulai dari Internet fraud, adiksi, pelanggaran privasi, bias realitas hingga paling mutakhir adalah meluasnya hoaks atau informasi palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel yang diambil adalah generasi milenial baru yaitu kelompok remaja atau kaum muda usia Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Bandung. Penelitian ini berusaha untuk memetakan sampai dimana tingkat literasi digital remaja di kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di kabupaten Bandung berada pada level intermediate. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pemerintah Kabupaten Bandung agar melakukan pemetaan awal terkait tingkat literasi digital.
Reception Analysis of Millennials Generation to Ads in Social Media Setiya Hertanti Oktayusita; Basuki Agus Suparno; Christina Rochayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i2.3696

Abstract

Gerindra presented an ad under the title of “Indonesia Bergerak Bersama Gerindra dan Rakyat version Sarjana Kerja Kerja Kerja!”, but due to the use of symbols and visualization, it became viral and caused controversy in the community. This study aims to determine the opinion of millennials response after watching the ads. The research is qualitative research approach used is the analysis of the reception, the technique of collecting data is using interviews, observation and document analysis. The theory used to analyze the meaning of the audience is the encoding-decoding, reception analysis theory and new media theory. The result of this study indicate three position of millennials reception, namely a dominant, negotiated, and oppositional position. In the dominant position, it’s considered as a good political ad because it successfully criticizes the government by presenting the reality of the existing problems. In the negotiating position, millennials saw the ads containing a message of criticism without a solution, in this condition millennials refused some symbols such as the use of profession symbols and titles in it, while in the opposition position, millennials considered the ads irrelevant and interpret it as a black campaign. There are several factors that become the benchmark of the millennials in perceiving that ads in social media like the character of millennials, education background, job, experience and view or tendencies to political parties. This research contributes in the form of policy recommendations to the Gerinda Party to pay more attention to solutions to criticism of advertising so as not to cause new problems.
Model Manajemen Bisnis dan Komunikasi Pemasaran Stasiun Radio di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0 Sadeli Sadeli; Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3774

Abstract

Persaingan bisnis siaran radio semakin membuncah karena kondisi persaingan kanal yang rapat di Yogyakarta disertai dengan kondisi perubahan sosial akibat adanya revolusi 4.0. Digitalisasi dari revolusi industri 4.0 turut menurunkan jumlah pendengar radio karena lebih mudah mendapatkan informasi dan musik yang selama ini diperoleh hanya dari radio. I-Radio Jogja sebagai radio berjaringan tentunya memiliki tantangan dalam bersaing dengan pemain lama bisnis radio di Yogyakarta selain radio baru lainnya. Penelitian ini bertujuan menemukan model manajemen bisnis dan komunikasi poemasaran stasiun radio di era disgitgalisasi revolusi 4.0. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model manajemen bisnis radio harus mengedepankan konten lokal dengan menggabungkan antara acara musik dan informasi. Waktu prime time untuk kalangan muda sebagai pendengar adalah saat pagi dan sore hari. Dari sisi klien model manajemen yang ideal adalah menggunakan penawaran diskon dan mempertimbangkan keseimbangan keuntungan kedua belah pihak dengan penawaran terintegrasi dengan jaringan radio lainnya.
Penentuan Strategi Pengembangan Website Perguruan Tinggi Menggunakan Quality Function Deployment Nur Indrianti; Ariez Rizqullah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i2.2328

Abstract

Lingkungan pasar global telah menjadikan institusi pendidikan tinggi bersaing dengan ketat, sehingga institusi pendidikan tinggi harus dapat menciptakan strategi promosi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication, IMC) berbasis media sosial website. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengembangan website perguruan tinggi yang efektif menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan konsep QFD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan snowball sampling, dan subjek penelitian adalah website Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data Crosstabs dan tampilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode QFD, yang mengintegrasikan suara konsumen dan aspek teknis, dapat digunakan untuk menentukan strategi pengembangan website perguruan tinggi yang dapat meningkatkan efektivitas website sebagai media IMC sekaligus meningkatkan peringkat Webometrics. Strategi tersebut dapat meningkatkan mutu website secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi lain ataupun instansi lain untuk memaksimalkan pengembangan website sesuai dengan mutu dan kebutuhan konsumen.
Konstruksi Realita Sosial City Branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB) Gladi Dwinta Kusuma; Prayudi Prayudi; Christina Rochayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3783

Abstract

Kota Magelang merupakan salah satu Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang sedang melaksanakan city branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB) dengan slogannya MKSB masih dianggap belum mewujudkan karakter. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi realita yang telah dibangun di Kota Magelang sejak delapan tahun melaksanakan city branding Magelang Kota Sejuta Bunga dari segi pemerintahannya dan segi secara realitas pada masyarakat Kota Magelang dengan menggunakan pemikiran melalui Teori Konstruksi Realitas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak selarasnya pemahaman dan komunikasi pemerintah terhadap masyarakat Kota Magelang dalam City branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB). Kurangnya pemahanan masyarakat Kota Magelang terhadap konstruksi yang dibangun oleh pemerintah Kota Magelang. Kegiatan City branding MKSB yang dilaksanakan di Kota Magelang selama 8 tahun ini dianggap masih perlu adanya pendekatan dan komunikasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Magelang. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi stategi baru kepada pemerintah untuk memerhatikan kunci penting berupa perhatian, komunikasi, dan kepedulian masyarakat agar dapat mewujudkan city branding MKSB.
Perempuan dan Komunikasi Politik pada Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Erfina Nurussa'adah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i1.3236

Abstract

Perempuan sering dianggap memiliki citra yang dipandang lemah dan tidak pantas untuk terjun ke dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam komunikasi politik pada pemilihan umum di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal dan pendekatan fenomenologis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah standpoint theory milik Sandra Harding dan Julian T. Wood yang memaparkan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perspektif yang terpisah, dan tidak dipandang sebagai sesuatu yang setara. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) adanya partisipasi politik perempuan dalam komunikasi politik di DIY (partisipasi affirmative action) yaitu menjadi vote getter, menjadi mitra setara bagi laki-laki dalam pengambilan kebijakan yang responsif gender, tegaknya hak asasi perempuan dalam panggung politik daerah; 2) perempuan sebagai komunikator politik dalam pemilihan umum DIY yaitu menjadi media penghubung ke masyarakat dan juga menjembatani kepentingan perempuan secara khusus, dan masyarakat secara umum; 3) faktor yang memengaruhi peran perempuan dalam pemilihan umum DIY yaitu faktor Internal dan eksternal (Empowering Role): tingkat pendidikan, kemandirian ekonomi, nilai budaya dan sistem politik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat untuk peningkatan pemberdayaan perempuan dalam panggung politik daerah.
Nilai-Tanda sebagai Jantung Makna Relasi Konsumen dan Merek Bambang Sukma Wijaya; Faruk Tripoli; Hermin Indah Wahyuni
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i2.3699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas konstelasi pembentukan relasi konsumen dan merek dalam dimensi simbolik. Metode yang digunakan adalah reflektivitas dan kajian literatur mendalam untuk mengonstruk teori merek Lury dan nilai-tanda Baudrillard atau konsep berkaitan dengan konteks isu yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi konsumen dan merek terbentuk melalui proses penandaan (signifikansi). Merek merupakan institusi nilai-tanda yang menstimuli produksi dan konsumsi makna-makna simbolik oleh konsumen yang secara hasrati menciptakan berbagai kesenangan simbolik. Makna merek sering digunakan sebagai simbol gaya hidup tertentu, simbol kesuksesan, simbol kejantanan, simbol kepedulian sosial, simbol kekerenan dalam pergaulan, simbol percaya diri, simbol prestise, dan makna-makna simbolik lain. Merek menjadi obyek kenyamanan dan kesenangan individual yang secara terus-menerus direproduksi oleh konsumen melalui berbagai akrobat makna yang dikonstruknya. Penelitian ini juga menunjukkan relasi konsumen dan merek berkelindan dalam ruang-ruang simbolik perseptual konsumen melalui kekuasaan nilai-tanda yang terartikulasikan dalam berbagai kharisma. Nilai-tanda hadir untuk mengalienasi subyek dari obyek riil dan membiak di tataran pemaknaan konsumen. Kajian ini memberi implikasi bagi pengembangan teori komunikasi merek dari perspektif kajian-kajian budaya.
Nilai Budaya dan Gaya Komunikasi Warga Minangkabau, Jawa, dan Bugis Pawito Pawito; Widodo Muktiyo; Hamid Arifin
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3775

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi yang berkembang di masyarakat Minangkabau, Jawa, dan Bugis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in-depth), pengamatan (obsevasi), dokumentasi, dan literatur. Wawancara dan observasi dilakukan di tiga kota penting: Padang (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Minangkabau), Surakarta (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Jawa), dan Makassar (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Bugis). Hasil peneltian ini mendeskripsikan gaya komunikasi yang berkembang di masyarakat Minangkabau, Jawa, dan Bugis dengan memberikan titik berat pada empat aspek: (a) kecenderungan dalam penggunaan kata benda atau kata kerja (nouniness and verbiness), (b) penggunaan kalimat pasif atau aktif, (c) penggunaan cara pengutaraan gagasan secara langsung (direct) ataukah tidak langsung (indirect), dan (d) penggunaan kata-kata atau kalimat ketika mendapati diri berbeda posisi pendapat atau pandangan dengan orang lain yang menjadi partner dalam berbincang. Perbedaan di keempat aspek gaya komunikasi tersebut dapat dinilai sebagai implikasi dari kebudayaan dari ketiga masyarakat Minang, Jawa dan Bugis.

Filter by Year

2008 2025