Articles
504 Documents
Pengaruh Persepsi Mengenai Performa BlackBerry dan Intensitas Penggunaan Fitur BlackBerry Messenger Terhadap Perilaku Komunikasi Interpersonal
Gita Adistya Annabella
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i3.3806
Ponsel dengan teknologi canggih telah berhasil menyedot perhatian para pelaku komunikasi, khususnya pecinta gawai. Salah satu ponsel pintar yang menjadi fenomena di kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa saat ini adalah merek ponsel BlackBerry (BB). BlackBerry adalah ponsel yang membawa pesona sendiri dengan menawarkan segala macam kenyamanan dan keuntungan bagi penggunanya daripada ponsel pintar lainnya. Pengaruh Persepsi Terhadap Kinerja BlackBerry dan Intensitas Penggunaan Fitur BlackBerry Messenger terhadap Perilaku Komunikasi Interpersonal Jenis studi ini bersifat kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei yang mengambil sampel dari 96 responden mahasiswa FISIP UPN "Veteran" Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Korelasi Momen Produk, Analisis Korelasi Ganda, Analisis Regresi Linear Sederhana dan Analisis Regresi Ganda dengan SPSS V.15.0 untuk windows. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang kinerja BlackBerry dan intensitas penggunaan fitur BlackBerry Messenger perilaku komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana yang diperoleh bahwa ada persepsi pengaruh tentang kinerja BlackBerry dan intensitas penggunaan fitur perilaku komunikasi interpersonal BlackBerry Messenger. Analisis menunjukkan bahwa teori Perilaku Sosial dan teori pembelajaran sosial relevan untuk digunakan dalam menguji pengaruh persepsi tentang kinerja BlackBerry dan intensitas penggunaan fitur BlackBerry Messenger dari perilaku komunikasi interpersonal.
Komunikasi Budaya Kebudiluhuran melalui Kebijakan Inovasi Teknologi di Masa Pandemi COVID-19
Umaimah Wahid;
Wendi Usino;
Nawiroh Vera;
Mardi Hardjianto;
Utomo Budiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.3740
Perguruan Tinggi menghadapi perubahan drastis dalam proses belajar mengajar dari rumah di situasi COVID-19. Tujuan penelitian ini menganalisis kebijakan mengenai penciptaaan inovasi teknologi berbasis nilai-nilai kebudiluhuran dan menginterpretasikan komunikasi organisasi dalam pemanfatannya oleh Universitas budi Luhur di masa COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah pimpinan universitas yang bertanggung jawab merancang inovasi dan komunikasi dan objeknya adalah inovasi teknologi dan upaya komunikasi budaya di tengah pandemi COVID-19. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Universitas Budi Luhur menciptakan delapan (8) inovasi yang sangat membantu proses perkuliahan dan kerja online, yaitu: 1) Sistem kuliah online 100 persen Online, 2) Menciptakan modul aplikasi untuk pengajuan keringanan pembayaran uang kuliah, 3) Aplikasi Rapat Online Monitoring Kegiatan Kampus, 4) Aplikasi keringanan SPP bagi calon mahasiswa baru yang terdampak COVID-19, 5) Aplikasi WFH untuk memantau pekerjaan selama WFH, 6) Application Programming Interface (API) untuk pembayaran uang kuliah kelas karyawan, biaya wisuda, sidang proposal dan tesis, 7) Aplikasi Sistem Monitoring Follow up calon mahasiswa baru, dan 8) Aplikasi Sistem pendaftaran online versi lite bagi guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mencari calon mahasiswa baru. Inovasi tersebut merupakan upaya kearifan luhur untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjaga keberlangsungan kerja dan belajar mengajar dari rumah. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan inovasi teknologi kepada perguruan tinggi lain dengan menerapkan komunikasi berbasis nilai-nilai kebudiluhuran agar memperlancar proses inovasi.
Meaning Transfer Model pada Social Media Influencer
Jasmine Alya Pramesthi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4293
Tidak sedikit usaha milik social media influencer ramai dikunjungi oleh masyarakat pada awal peluncuran, namun usaha yang dijalankan tidak dapat bertahan lebih lama atau bahkan tidak memiliki brand attitude yang lebih baik dibandingkan brand yang di-endorse. Tujuan penelitian ini adalah menguji meaning transfer model untuk mengetahui perbandingan dari seorang social media influencer sebagai brand endorser dan brand entrepreneur pada pengaruhnya terhadap brand attitude dari kedua marketplace. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei kepada 110 responden yaitu followers Arief Muhammad. Hasil penelitian membuktikan Arief Muhammad sebagai social media influencer memiliki kredibilitas untuk memengaruhi brand attitude secara signifikan baik Tokopedia maupun Grebe, namun kredibilitas Arief Muhammad memiliki pengaruh lebih besar kepada brand attitude Tokopedia dibandingkan pengaruh kredibilitasnya terhadap brand attitude Grebe. Keahlian yang dimiliki oleh Arief Muhammad memiliki pengaruh paling besar terhadap brand attitude Tokopedia dan Grebe. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa kebaruan studi meaning transfer model untuk dilakukan pada social media influencer untuk menguji pengaruh kredibilitas yang dimiliki baik sebagai brand endorser dan brand entrepreneur.
Media Sosial Ruang Dayak dalam Mereduksi Stigma Kebudayaan Dayak
Pricilla Pascadeany Frelians;
Yudi Perbawaningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v18i2.3230
Media sosial sebagai bentuk perkembangan teknologi memberi peluang bagi generasi muda Dayak untuk menjadikan media komunikasi dan informasi tersebut sebagai sarana mereduksi stigma yang melekat pada kebudayaan Dayak di kalangan masyarakat nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mereduksi stigma kebudayaan Dayak. Metode penelitian ini yaitu eksplanatif kualitatif dengan pendekatan studi kasus Stigma budaya Dayak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan pihak founder media sosial Ruang Dayak serta followers di Instagram, Facebook, dan Twitter yang berjumlah empat orang sebagai sumber triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pada kebudayaan Dayak termasuk pada jenis stigma berupa prasangka, stereotip, dan label. Stigma tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kebudayaan Dayak. Persebaran informasi di new media dan cepat menjadikan media sosial berkonten kebudayaan berperan dalam mereduksi stigma kebudayaan dengan mengoptimalkan pendekatan pendidikan lewat persebaran informasi. Pemberian informasi yang cukup dan dapat dipercaya mampu mengatasi masalah munculnya suatu stigma kebudayaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kepada pengelola akun Ruang Dayak untuk mengoptimalkan pendekatan pendidikan melalui media sosial dalam mereduksi stigma kebudayaan.
Analisis Tekstual Representasi Nilai Sosial dalam Buku Cerita Legenda Robin Hood Karya Peter Holeinone (Perspektif Analisis Cultural Studies
Ajeng Cindy Larasati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v11i3.3801
Latar belakang penelitian ini adalah bahwa banyak buku cerita yang dijual di pasaran dan akhirnya tokoh legendaris di buku tersebut menjadi contoh atau pedoman dalam masyarakat. Hal itu terlihat dalam sebuah cerita yang ditulis oleh Peter Holeinone yang berjudul Legenda Robin Hood. Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda yang berjuang untuk hak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai sosial yang disajikan dalam cerita, terutama pada nilai nasib yang sama, nilai pengorbanan dan nilai loyalitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis tekstual yang menggunakan studi budaya. Studi budaya adalah pembentukan wacana untuk berbicara tentang topik kegiatan sosial tertentu dalam masyarakat. Paradigma studi budaya sangat relevan dalam menetapkan makna yang disajikan dalam teks-teks tentang hubungannya dengan konteks. Penulis penelitian ini membagi buku menjadi tiga bagian: pengenalan, konten, dan penutupan. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah inter-textuality. Inter-textuality mencakup teks dan konten. Penelitian ini mencakup elemen perwakilan sosial, di mana mencakup nilai nasib yang sama yang lebih identik dengan bagaimana penerimaan seseorang dalam masyarakat dengan latar belakang yang sama. Nilai nasib yang sama didefinisikan sebagai kesediaan untuk berkorban bagi orang lain untuk mendukung orang-orang yang tertindas oleh pemerintahan meskipun itu akan menderita sendiri. Kesetiaan dalam penelitian ini adalah kesetiaan sebagai dedikasi kepada seseorang yang mereka hormati, antara pemimpin dan teman-teman mereka. Berdasarkan penelitian ini, nilai-nilai sosial muncul dari awal hingga akhir cerita. Nilai yang mendominasi dalam cerita adalah nilai loyalitas. Itu terlihat dari banyak nilai loyalitas teks yang ditemukan daripada nasib yang sama dan nilai-nilai pengorbanan. Oleh karena itu, legenda Robin Hood oleh Peter Holeione lebih menunjukkan nilai loyalitas.
Moralitas Kebaikan dan Kesalehan di Seputar Tubuh dan Pakaian dalam Ruang Media Sosial
Puji Rianto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i2.4512
Penelitian ini mengkaji wacana moralitas yang berpusat di sekitar tubuh dan pakaian di ruang media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan strategi netnografi di mana semua unggahan di media sosial dalam bentuk tulisan, foto, video dan bahkan emoticon dianggap sebagai data. Analisis menggunakan pendekatan Paula Saukko yang melihat teks tidak terlepas dari konteksnya. Dengan menganalisis unggahan dan komentar pada laman Instagram Salmafina, ini penelitian menunjukkan bahwa unggahan foto Salmafina dengan bikini telah memantik wacana moralitas di sekitar tubuh dan pakaian. Wacana itu dapat dilihat dari penilaian-penilaian terhadap pribadi Salmafina, dan menganggap baik buruk, shaleh tidaknya Salmafina berdasar pada pakaian yang digunakan. Wacana moralitas di sekitar tubuh dan pakaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari konteksnya, yakni liberalisasi pasca-Orde Baru, kegairahan Islam dan peran agama dalam masyarakat, serta meluasnya penggunaan media sosial.
Identitas Keindonesiaan dalam Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945
Anang Sujoko;
Fidelis Anggiornamento Saintio;
Dicky Wahyudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i2.4609
Kolonialisme menghilangkan jati diri dan kepribadian Indonesia, karena penjajahan identik dengan hegemoni kebudayaan dan pemikiran stereotip. Untuk melawan praktik ini, Soekarno telah merintis pemikiran yang menonjolkan identitas bangsa Indonesia. Kristalisasi pemikiran ini tertuang dalam pidato 1 Juni 1945. Tujuan dari penelitian untuk membongkar third space of communication pidato Soekarno dalam membangun identitas bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis hermeneutika untuk mengetahui usaha apa yang dilakukan oleh Soekarno untuk menemukan identitas bangsa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pidato 1 Juni 1945 adalah ruang komunikasi bersama untuk memfasilitasi nilai-nilai dan kebudayaan yang berbeda di Indonesia. Pertemuan nilai dan kebudayaan tersebut pada akhirnya berujung pada penemuan identitas bangsa dan narasi untuk melawan hegemoni kolonialisme. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan konsep third space of communication sebagai kajian Ilmu Komunikasi pada fenomena komunikasi di Indonesia.
Komunikasi Bencana Palang Merah Indonesia melalui Siaga Bencana Berbasis Masyarakat dalam Menanggulangi COVID-19
Fajar Rizali Rakhman;
Edy Prihantoro
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i2.4718
Kota Bekasi di tahun 2020 mempunyai jumlah penduduk mencapai 2.543.676 jiwa dengan tersebar di 12 kecamatan dan 56 Kelurahan. Terdapat banyak kasus COVID-19 sejak tahun lalu sehingga PMI Kota Bekasi melibatkan masyarakat melalui program siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT) dalam menanggulangi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses komunikasi bencana dan keterlibatan masyarakat dengan PMI Kota Bekasi melalui pendekatan program SIBAT. Penelitian ini menggunakan Teori Modal Sosial, dan konsep Komunikasi Bencana Haddow dan Haddow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal single analysis menggunakan wawancara kepada enam informan yaitu Kepala markas, Humas dan Kepala Divisi Kebencanaan PMI pusat dan Kota Bekasi serta dua relawan SIBAT, melakukan observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi bencana yang dilakukan PMI Kota Bekasi dengan program SIBAT sangat berperan dalam menanggulangi COVID-19 sebagai pendamping, pembimbing, penyuluh, dan motivator dalam menyampaikan informasi kebencanaan dengan membentuk modal sosial gotong royong. Penerapan modal sosial sangat penting untuk dijalankan sebagai sinergitas kerja sama di masa pandemi COVID-19. Substansi penelitian memberikan rekomendasi kepada semua sektor yang ada di Indonesia untuk melakukan kerja sama yang bertanggungjawab antar berbagai sektor untuk menangani COVID-19.
Communication and Transition of Self-Identity of Ex-Prostituted Women to Residents of Rehabilitation Institutions
Syaiful Rohim
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i2.4001
The arrest and the process of guidance rehabilitation activities for ex-prostitution make them and their identities become different before undergoing the arrest and guidance process. These are that maybe felt by all ex-prostitution in rehabilitation. The purpose of this study was to explore the phenomenon of communication in the rehabilitation program as well as the changes of identity and self of ex-prostitution after experiencing an arrest by the law enforcement officers or Civil service police Unit (Satpol PP) and the rehabilitation program in rehab place. This research method was using qualitative approach as an analysis in this research activities, by tracing the changes in self-concept or psychological changing and consciousness which is experienced by an Ex-prostitute womenafter being caught in a “raid” operation and put into a rehabilitation center. The results of this study reveal that ex-prostitutes or other nicknames that they usually called slut before being caught, had a concept and awareness of themselves as someone who has a typology of work as Professional, Semi-Professional and Amateur prostitutes according to their background and their reasons for choosing to be prostitutes. After the arresting and guidance in the rehabilitation center, make the subject reformulate his physical, psychological and social existence as a new identity, including physical appearance, attitude and social orientation. This research gives contribution in the form of recommendations for policy-making and the process of guidance for ex-prostitutes, so it can make easier communication and the effectiveness of guidance because it sees from the aspect of awareness and identity as objects and subjects in the rehabilitation process.
Efek Twitter di Masa Pandemi COVID-19 pada Sikap dan Perilaku
Nurasyfina Rihhadatul'aisyi;
Saafira Muthmainnah;
Humaira Phinata Zahra;
Tazqya Wanda Putri;
Faisal Tegar Febrian
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i2.4178
Peningkatan pengguna Twitter secara pesat selama masa pandemi COVID-19 menandai pentingnya media sosial tersebut dalam proses penyebaran informasi kesehatan. Di samping manfaatnya, tingkat akses Twitter yang tinggi dapat menyebabkan masyarakat kewalahan dengan informasi seputar COVID-19. Pesan dalam Twitter juga tidak luput dari disinformasi yang dapat menimbulkan keraguan hingga pengabaian khalayak terhadap pandemi. Hal ini sehubungan dengan Teori Cognitive Response dan Teori Elaboration Likelihood Model (ELM) yang menyatakan bahwa sikap dan perilaku individu dapat dipengaruhi oleh pesan yang diterima individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan dan kredibilitas pesan dalam Twitter terhadap sikap dan perilaku kesehatan mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 120 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini menemukan bahwa variabel intensitas penggunaan dan kredibilitas pesan tidak memiliki hubungan terhadap perubahan perilaku kesehatan, namun berhubungan dengan perubahan sikap kesehatan mahasiswa.