cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
Framing Pemberitaan SKH Kompas Terhadap Boediono Terkait Kasus Bailout Bank Century Niko Niko
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i2.3792

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana SKH Kompas menunjukkan sikap mereka dengan melakukan framing liputan media SKH Kompas Boediono terkait kasus terhadap Bailout Century Bank (Edisi Januari-Maret 2010). Boediono dipilih karena dalam hal ini ia yang memiliki kewenangan dalam pencairan Bank Century, yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan Framing Analysis Research Methods (Framing Analysis) yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model analisis framing ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana menyusun fakta (sintaks), bagaimana fakta-fakta yang diriwayatkan (naskah) dan tertulis (tematik), lalu bagaimana fakta-fakta diberikan penekanan (retoris). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Kerangka SKH Kompas memiliki kecenderungan untuk mendesak pemerintah untuk menyelesaikan sepenuhnya kasus Century, tanpa intervensi politik di dalamnya serta hal-hal lain yang hanya dapat membuat kasus ini terseret tanpa penyelesaian apapun. Dan dalam kasus terkait yang dilaporkan sosok Boediono Bank Century, SKH Kompas memiliki kecenderungan untuk tidak melakukan berita apapun atau membuat berita menyerang Boediono yang membuat seolah-olah Boediono tidak bersalah. Tren ini lebih diarahkan untuk menyelesaikan kasus Desakkan Century oleh Pemerintah. Pengabulan dan penekanan serta penonjolan peristiwa pada berita Boediono selaku tokoh terkait dengan kasus Bailout Bank Century, cara dan teknik yang dilakukan oleh SKH Kompas adalah melakukan pemilihan kata-kata yang digunakan dalam menyiapkan teks laporan secara keseluruhan. Hal ini akan membuat berita dicerna lebih mudah oleh audiens dan mudah dimengerti atau dipahami sehingga audiens akan terpengaruh oleh sikap SKH Kompas pada sebuah isu.
News Construction of COVID’s Crisis Management of Indonesian Government through Detik.com Prayudi Prayudi; Virginia Ayu Sagita
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v19i1.4503

Abstract

The COVID-19 pandemic has hit all parts of the world. This led to crises in various governments regarding how the government deals with the effects of this virus. This study aims to analyze the text of the Indonesian government’s crisis communication news in the face of the COVID-19 issue in the online media Detik.com. The research method used is qualitative research with a textual analysis approach. The results showed that Detik.com reports the problem straightforwardly. Detik.com maintains a firm editorial policy and commits to presenting an even-handed and fair view of issues. Detik.com seeks to reveal how the Government responded at the start of the crisis, government policies during the crisis, and how the public responded to government policies. This research shows how online media in Indonesia constructed news on Indonesian government crisis communication in handling the COVID-19 pandemic. The substance of this research contributes in the form of new policy recommendations for online media news leaders to deliver news openly, straightforwardly, and critically that prioritizes social responsibility to the public.
Metode Guru dalam Mengajarkan Komunikasi pada Siswa Tunanetra Kharisma Ayu Febriana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i3.3803

Abstract

Manusia dalam hidup mereka tidak terlepas dari kegiatan komunikasi. Melalui komunikasi, mereka merasakan kebersamaan sebagai anggota masyarakat. Mereka juga dapat membuat dua cara interaksi dengan sesama mereka. Tanpa komunikasi, manusia tidak tahu dan tidak bisa memahami satu sama lain. Setiap manusia normal dapat dengan mudah menggambarkan objek dan berkomunikasi dengan mengirim pesan secara lisan. Bagi mereka yang memiliki cacat fisik terutama dalam arti visual atau buta, akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi karena indra visual mereka terkait dengan pemahaman tentang konsep objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana metode guru dalam mengajarkan simbolisasi terhadap masyarakat tunanetra di SLB YAAT Klaten. Penelitian ini menggunakan metode survei kualitatif dengan penjelasan data deskriptif di mana penulis berusaha menggali lebih dalam dan metode yang tidak menemukan atau menjelaskan hubungannya tetapi mencari pengamatan secara langsung dan menggambarkan gejala berdasarkan fakta dan bagaimana seharusnya. Studi deskriptif menggunakan teknik wawancara, dan teknik pengumpulan data terhadap siswa dan guru SLB YAAT Klaten. Berdasarkan teori interaksi simbolis, dengan menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi, dan inti dari pendekatan ini adalah individu (anak buta). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mengatasi kesulitan, siswa membutuhkan alat komunikasi lainnya dengan menggunakan alat bantuan visual, simbol bahasa, dan untuk objek yang tidak dilambangkan, sebagai deskripsi warna, dan deskripsi beberapa objek yang tidak dapat disentuh karena karakteristiknya yang panas, atau jaraknya yang jauh, dapat dilakukan dengan kegiatan mengajar. karakteristik, api yang panas, awan, atau jarak langit. Simbolisasi terhadap siswa tunanetra dengan menggunakan media, alat bantu visual, field trip, sosialisasi lingkungan, dan deskripsi akan lebih efektif jika penyampaian pesan melalui metode tersebut.
An Analysis of Speech Functions Realizations on the Electronics and Furniture Billboard Texts Muhammad Hasyimsyah Batubara
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i3.3563

Abstract

This research analyzes the dominant category and to explains the tendency to use the speech functions model in electronics and furniture billboard texts. The research method used descriptive qualitative. Data was collected by applying documentary techniques from 32 commercial electronics and furniture billboard texts (headline, subhead, slogan, and images) in Medan. The results of the research found the four speech functions were used, the statement model was 62.5%, the question model was 3%, the command model was 18.8%, and the offered model was 15.6%. The statement model is used as the dominant one, in line with the billboard text pattern, where it is assumed to only see the display of billboard text and images with a duration of 5-7 seconds while driving. The substance of this research contributes in the form of new policy recommendations for advertisers to pay attention to speech in advertising communication messages conveyed correctly, precisely, and firmly. Advertisers are directed to pay more attention to the concept of the speech function with an efficient, effective, and hypnotic approach to readers.
Strategi Segmentasi dan Positioning Radio Global FM Jogja dalam Merebut Pangsa Pasar Galih Akbar Prabowo; Basuki Agus Suparno; Edwi Arif Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i2.3798

Abstract

Sebagai stasiun radio yang bersaing dengan stasiun radio lain di Yogyakarta, Radio Global FM menggunakan strategi segmentasi dan positioning untuk merebut pangsa pasar. Penelitian ini berjudul Strategi Segmentasi dan Positioning Radio Global FM dalam Merebut Pangsa Pasar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perencanaan, penegakan, dan evaluasi strategi segmentasi dan positioning Radio Global FM Jogja dalam menangkap pangsa pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitati. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan Divisi Pemasaran, Kepala Operasional serta Editor Berita/ Program Radio Global FM Jogja, dan menggunakan dokumen dan catatan yang diperoleh dari Radio Global FM Jogja. Validasi data dalam penlitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Setelah data dikumpulkan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan dijelaskan dalam bentuk deskripsi diurutkan dengan cara yang rinci dan sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menangkap pangsa pasar, Radio Global FM Jogja telah merencanakan strategi segmentasi dan positioning dengan menganalisis peluang pasar, membagi segmen pendengar potensian berdasarkan faktor demografis, serta memutuskan konsep positioning yang sesuai dengan sumber daya yang dimiliki Radio Global FM Jogja, menegakkan segmentasi dan positioning dengan cukup baik meskipun masih ada beberapa kekurangan di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari konsistensi Radio Global FM Jogja dalam memenuhi kebutuhan segmen pendengar dan kesuksesan Radio Global FM Jogja untuk menggambarkan dirinya sebagai Radio Berita Jogja yang diwujudkan dengan keberhasilan Radio Global FM Jogja meraih berbagai penghargaa, khususnya di bidang penyiaran berita di radio.
Social Distance Into Factual Information Distance about COVID-19 in Indonesia Whatsapp Groups Muhammad Taufiq Syam; Zulkifli Makmur; Askar Nur
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i3.3684

Abstract

WhatsApp has become a forum for communication and information related to the COVID-19 pandemic, so there are messages that ignore the identification and validation of news facts. This creates an information gap on WhatsApp. This study aims to analyze the form of information gaps related to information on the COVID-19 pandemic in Indonesia shared by WhatsApp group users. This research uses quantitative research methods, with data collection techniques through documentation of text messages and pictures, as well as the results of a survey conducted on WhatsApp group users. The results of this research indicate that the information gap in reporting the COVID-19 pandemic occurs due to information gaps in the form of uncertainty, strong beliefs and opportunities to choose information and decisions to choose information values. The substance of this research contributes in the form of new policy recommendations in assessing information gaps in social media by validating the truth of the facts in each message received and shared to another users.
Tanggung Jawab Media kepada Masyarakat Pada Pemberitaan Kasus Ledakan Bom Di Hotel J.W Marriot Dan Ritz Carlton Eka Prabowo Putra
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i2.3793

Abstract

17 Juli 2009 Indonesia diguncang oleh ledakan bom yang terjadi di Ritz Carlton dan JW Marriott. Ledakan bom yang terjadi sehari sebelum tim Manchester United menginap di Hotel Ritz Carlton yang menewaskan delapan orang dan melukai 53 orang. Bom bertenaga tinggi di Ritz Carlton dan JW Marriot menuai kritik keras dari masyarakat internasional, termasuk dari Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Prancis, Selandia Baru, Jepang dan negara-negara anggota ASEAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi publisitas tentang kasus ledakan bom JW Marriot Hotel dan Ritz Carlton di SKH Compass periode Juli-September 2009. Metode yang digunakan adalah analisis konten. Analisis konten adalah metode penelitian untuk menggambarkan secara objektif, sistematis, dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ledakan bom berita di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di SKH Compass periode Juli-September 2009. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel total dengan total 47 berita. Kategori yang digunakan dalampenelitian ini adalah dimensi berita, sumber, orientasi berita, jenis liputan, sifat berita, posisi berita, jenis berita, teknik pengumpulan fakta, tema, berita, dan berita tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi berita yang banyak digunakan adalah kombinasi dimensi politik-hukum. Pembicara yang sering muncul adalah kombinasi dari Pemerintah Indonesia dengan saksi. Jenis cakupan yang banyak digunakan jenis cakupan dua sisi oleh berita orientasi psikologis. Jenis yang digunakan dalam berita lurus dengan kombinasi teknik pengumpulan fakta pengamatan wawancara. Sifat berita informatif. Kategori tema berita sering tergambar proses menemukan pelaku. Tren berita yang disajikan adalah netral.
Konstruksi Sosial Soft Masculinity dalam Budaya Pop Korea Eka Perwitasari Fauzi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v19i1.3687

Abstract

Budaya memengaruhi pemaknaan terhadap konsep maskulinitas melalui sistem kepercayaan, nilai-nilai dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sudut pandang Generasi Y dalam memandang konsep soft masculinity yang bertentangan dengan hegemoni maskulinitas di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam semi tersturuktur dengan delapan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan informan informan menerima konsep soft masculinity melalui proses konstruksi sosial media massa. Proses eksternalisasi berupa adaptasi dengan konsep gender terjadi melalui konsumsi media. Objektifikasi karakteristik tender charisma, politeness, dan purity terjadi ketika informan melakukan interaksi dengan lingkungan sekitarnya dan nilai budaya lokal. Internalisasi konsep soft maskulinity berupa penerimaan nilai maskulinitas baru dan dijadikan sebagai pemahaman baru dalam memandang konsep maskulinitas. Hasil penelitian ini memperkuat asumsi bahwa media sebagai agen budaya memiliki peran penting dalam melakukan konstruksi sosial nilai-nilai maskulinitas baru. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi terkait maskulinitas yang terbentuk sebagai hasil konstruksi sosial oleh media, dan dijadikan sebagai perspektif baru dalam memandang konsep gender di masyarakat.
Pola Komunikasi dan Interaksi Kaum Gay dalam Masyarakat Aprilia Dwi Utami
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 3 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i3.3804

Abstract

Judul penelitian ini adalah "Pola Komunikasi dan Interaksi Gay dalam Masyarakat (Studi Kasus di Yogyakarta)". Kaum gay adalah kaum minoritas dalam masyarakat heteroseksual. Dalam kehidupan masyarakat, semua orang sebagai makhluk sosial selalu melakukan interaksi, sedangkan kaum gay sebagai minoritas sampai sekarang tidak diterima di masyarakat. Jika keberadaan mereka sebagai kaum gay dapat diterima di masyarakat, mereka perlu mengekspresikan diri mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi dan interaksi gay di Masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan studi kasus deskriptif kualitatif. Informasi atau akses data yang didapatkan melalui pengamatan wawancara dan studi buku. Sedangkan validitas data pengujian dalam penelitian ini menggunakan triangulasid data. Informasi atau data yang kami dapatkan sudah sesuai dengan sumber lain. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa gay dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas terbuka dan kelas tertutup. Gay terbuka lebih mudah untuk berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan dibandingkan dengan komunitas gay ditutup. Ketika berkomunikasi dan berinteraksi gay di Kota Yogyakarta tidak bisa langsung datang. Pro kontra membuat gay sulit untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam masyarakat. Hal ini membuat orang gay tidak menjadi dirinya sendiri. Ketika berkomunikasi dengan public yang heteroseksual, mereka akan bertindak tenang dan menjalankan norma-norma yang ada dan mengikuti aturan yang ada di masyarakat. Tidak adanya hukum yang ketat untuk menjadikan agama sebagai dasar hukum untuk fenomena homoseksualitas saat berbicara. Jadi ada banyak elemen dalam nama agama untuk pembenaran dalam kekerasan terhadap gay.
Self Disclosure Generasi Milenial melalui Second Account Instagram Edy Prihantoro; Karin Paula Iasha Damintana; Noviawan Rasyid Ohorella
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i3.3919

Abstract

Generasi milenial yang lahir bersamaan dengan teknologi membuat tidak jauh dengan teknologi, antara lain internet dan media sosial saat ini, yaitu Instagram. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan keterbukaan diri atau self disclosure dengan kebebasan berekspresi dan menghilangkan rasa insecure yang dirasakan oleh generasi milenial di second account Instagram. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif dimana peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap beberapa informan yang dipilih secara acak berawal dari usia 20 sampai 24 tahun (dewasa awal). Teori yang digunakan adalah teori self-disclosure dari Joseph Luft dan Hary Ingham, dan paradigma konstruktivisme sosial. Hasil penelitian menjelaskan rata-rata generasi milenial memiliki tingkat keterbukaan yang berbeda-beda karena setiap manusia memiliki kepribadian yang tidak sama persis. Di second account bebas berekspresi dan membagikan apa yang mereka ingin bagikan. Second account dapat membantu diri untuk lebih percaya diri tampil lebih besar di first account dan menghilangkan rasa insecure. Komunikasi yang dilakukan lebih intim di second account karena akun tersebut dikunci dan pengikutnya hanya orang-orang terdekat saja. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada seluruh generasi milenial untuk selalu percaya diri dan menjadi diri sendiri.

Filter by Year

2008 2025