cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Respon Kinerja Perteluran Ayam Kampung Super Betina terhadap Level Protein Pakan pada Masa Pertumbuhan H. F. Trisiwi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.83-93

Abstract

Delapan belas ekor ayam Kampung Super betina umur 21 minggu yang pada masa pertumbuhan (13-21 minggu) diberi pakan dengan level protein berbeda. Ayam dibagi secara acak menjadi 3 kelompok level protein pakan. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari seekor ayam. Perlakuannya   yaitu pakan dengan protein kasar (PK) 13,54 (P1); 12,00 (P2); dan 9,80% (P3).Semua perlakuan pakan isoenergi 2600 kcal ME/kg. Pada masa bertelur awal (21-27 minggu), ayam diberi pakan yang sama dengan PK 11,79%dan 2718 kcal ME/kg (P4). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa level protein pakan pada masa pertumbuhan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur, berat telur, massa telur, konversi pakan,  konsumsi protein,  komponen-komponen telur, tebal shell, fertilitas, dan daya tetas pada masa peneluran 21-27 minggu, tetapi level protein pakan berpengaruh  (P<0,05) terhadap pertambahan berat badan ayam pada umur 21-27 minggu. Kata kunci : Ayam kampung super, protein pakan masa pertumbuhan, produksi telur.
Strategi Pemasaran Madu Hutan di Kota Bengkulu M. Nurrahmi; R. Saepudin; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.157-171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran madu hutan di Kota Bengkulu, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi, menilai faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey (pengamatan dan kuesioner) dengan konsumen madu pada berbagai outlet. Data yang diperoleh berupa analisis segmentasi konsumen madu dengan menggunakan analisis deskriptif, serta uji pemasaran dianalisis dengan metode analisis SWOT yang mencakup faktor Internal kekuatan (Strenght) dan kelemahan (Weaknesses) serta faktor Eksternal peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat). Berdasarkan analisis tersebut, alat yang di pakai untuk menyusun faktor-faktor strategis usaha adalah dengan menggunakan matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang di hadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki usaha tersebut. Hasil analisis SWOT yang diperoleh, dapat diketahui pada pemasaran madu di Kota Bengkulu berada pada kuadran I merupakan situasi yang sangat menguntungkan dan mendukung strategi agresif. Hal ini dapat di lihat dari besarnya total tertimbang dari faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan sebesar 1,71, dan faktor peluang dan ancaman sebesar 0,9. Hal ini menggambarkan bahwa strategi pemasaran yang ada dapat ditingkatkan.Kata kunci : Dorsata, strategi pemasaran, SWOT
Kolaborasi Messessaba (Media Feses Sapi dan Feses Domba) terhadap Respon Cacing Tanah (Pheretima Sp) I. R. Dani; Jarmuji Jarmuji; A. W. N. Pratama; D. A. Nugraha
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.308-316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi imbangan feses sapi dan domba sebagai media untuk pertumbuhan dan mortalitas cacing tanah (Pheretima sp). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing–masing ulangan berisi 10 ekor cacing tanah Pheretima sp berumur 2-3 hari dengan perlakuan yang diberikan antara lain ; P1 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses sapi), P2 = 50% sekam padi + 50% feses (75% feses sapi + 25% feses domba),  P3 = 50% sekam padi + 50% feses (50% feses sapi + 50% feses domba), P4 = 50% sekam padi + 50% feses (25% feses sapi + 75% feses domba), P5 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses domba). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan feses domba dapat menurunkan pertambahan bobot badan dan meningkatkan mortalitas cacing tanah (Pheretima sp).  Penggunaan 100% feses sapi sebagai media menghasilkan pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan. Kata kunci: cacing tanah, pertumbuhan, imbangan media, mortalitas
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit, Minyak Sawit, dan Bungkil Inti Sawit Fermentasi Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Pertumbuhan Kambing Nubian Dara Suhendro Suhendro; Hidayat Hidayat; T. Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.55-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan kambing Nubian dara yang menggunakan pakan mengandung bungkil inti sawit sebagai sumber protein, baik bungkil inti sawit asal maupun yang difermentasi, serta penggunaan minyak sawit dalam menggantikan ampas tahu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) sebanyak 2 bujur sangkar dengan 4 macam perlakuan (2 x 4). Ternak yang digunakan sebanyak 8 ekor kambing Nubian berumur 6 bulan dengan berat antara 20-25 kg. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pakan konsentrat yang berbeda, yang terdiri dari bungkil inti sawit segar (P1), bungkil inti sawit segar dan minyak sawit (P2), bungkil sawit fermentasi (P3), dan ampas tahu (P4). Variabel yang diukur adalah konsumsi bahan kering (BK) pakan (hijauan dan konsentrat), konsum bahan organik (BO) pakan (hijauan dan konsentrat, konsumsi protein kasar (hijauan dan konsentrat) dan pertambahan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BK hijauan, BO hijauan, PK hijauan dan PK total. Pemberian konsentrat ampas tahu sangat nyata (P<0,01) lebih disukai dari pada konsentrat berbahan bungkil inti sawit. Rata-rata pertambahan berat menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata, dengan hasil untuk masing-masing perlakuan P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah 70, 60, 60, dan 40 gram/ekor/hari. Penggunaan konsentrat BIS, dapat menggantikan ampas tahu dalam ransum tanpa berdampak negatif terhadap pertumbuhan kambing NubianKata kunci: Kambing Nubian, bungkil inti sawit, pertumbuhan.
Kualitas Semen Produksi UPTD Bengkulu dan Tingkat Keberhasilan Inseminasi pada Sapi Bali dan Peranakan Simental di Bengkulu T. Suteky; Sutriyono Sutriyono; Dwatmadji Dwatmadji; M. I. Sholihin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.221-229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas semen yang di produksi Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan (UPTD IB) Provinsi Bengkulu dan hasil Inseminasi Buatannya. Pemeriksaan semen dilakukan di laboratorium UPTD-IB Bengkulu, untuk mengevaluasi keberhasilan IB materi yang dipergunakan adalah 163 ekor sapi yang di IB dengan semen beku produksi UPTD-IB, sapi tersebut milik 30 peternak tersebar di 3 wilayah kotamadia Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Data sekunder diperoleh dari kartu IB di Dinas Peternakan dan inseminator meliputi karakteristik peternak meliputi umur, pendidikan, lama memelihara sapi potong, mata pencarian pokok dan jumlah kepemilikan sapi. Paramater yang diamati 1. Kualitas semen yang meliputi volume, warna, pH, motilitas dan konsentrasi 2. Performan reproduksi Service per conception (S/C) dan Non Return Rate (NRR). Hasil penelitian menunjukkan kualitas semen segar telah memenuhi standar dengan volume 5,4-7 ml, warna putih-kream, pH 7, gerakan masa skor positif 2, spermatozoa motil 65-70%, konsentrasi 650-700 juta ml-1. Hasil penelitian juga menunjukkan S/C sapi Bali tidak berbeda nyata,rata-rata NRR dan S/C sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Tengah 77%, S/C 1,2, sapi Bali di Kotamadia Bengkulu 84%, S/C 1,1, sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Utara 77%, S/C 1,2 sedangkan sapi peranakan Simental 46%, SC 1,8. Kesimpulan dari penelitian bahwa tingkat keberhasilan sapi Bali lebih baik dari pada sapi Peranakan Simental. Kata kunci : kualitas semen, sapi Bali, S/C dan NNR
Perbandingan Produksi Lebah Madu Apis cerana pada Dua Sistem Integrasi yang Berbeda di Kabupaten Rejang Lebong R. Pasaribu; H. D. Putranto; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.432-443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produksi dan populasi lebah madu A. cerana pada dua sistem integrasi yang berbeda, integrasi pada tanaman tomat dan tanaman stroberi yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilakukan dengan metode survey; responden adalah peternak lebah madu dengan sistem integrasi dengan jumlah 9 orang, Data yang dikumpulkan meliputi produksi madu pada tanaman tomat dan produksi madu pada tanaman stroberi. Data pendukung yang dikumpulkan meliputi karakteristik peternak dan kondisi umum lokasi penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengisian data peternak, dan pengamatan langsung serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan produksi dan populasi lebah madu A.cerana yang diintegrasikan pada tanaman tomat dan dengan tanaman stroberi, diperoleh rerata produksi madu pada integrasi tanaman tomat adalah 2,722 liter/stup/tahun, dan pada integrasi pada tanaman stroberi adalah 3,96 liter/stup/tahun. Kesimpulan dari penelitian adalah produksi dan produktivitas lebah madu A.cerana dari tiap koloni lebah menunjukan tidak terlihat perbedaan karena sumber pakan berjarak di bawah radius 1000 meter, artinya setiap anggota koloni lebah memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pakan yang sama dengan jumlah yang memadai.Kata kunci: A.cerana, produksi madu, kebun tomat dan stroberi, Kabupaten Rejang Lebong
Pengaruh Body Condition Score (BCS) Berbeda terhadap Intensitas Birahi Sapi Induk Simmental Peranakan Ongole (SIMPO) E. Anisa; Y. S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.133-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Body Condition Score (BCS) berbeda terhadap intensitas birahi pada sapi Simmental Peranakan Ongole. Sapi SimPO yang digunakan berjumlah 20 ekor. Parameter yang diamati adalah tingkah laku birahi, perubahan warna vulva, suhu vulva dan kebengkakan vulva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkah laku birahi dengan intensitas tinggi yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 4 dan yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 3, warna vulva dengan intensitas merah tua yang paling sering muncul ditunjukan oleh BCS 5 dan intensitas merah pucat yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 3, suhu vulva dengan rata-rata paling tinggi (38,37OC) ditunjukkan oleh BCS 6 dan rata-rata suhu yang paling rendah (38,12OC) ditunjukan oleh BCS 4, rata-rata kebengkakan vulva dengan ukuran yang paling besar (5,31 cm) ditunjukan oleh BCS 6 dan ukuran yang paling kecil (4,38 cm) ditunjukan oleh BCS 5. Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa sapi SimPO dengan BCS berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkah laku birahi, perubahan warna vulva, suhu vulva dan kebengkakan vulva. Kata kunci : Intensitas birahi, body condition score dan sapi SimPO
Profil Lemak Darah Sapi Perah Laktasi Akibat Suplementasi Baking Soda dalam Pakan A. F. Faza; C. B. Soejono; S. M. Sayuthi; S. A. B. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.353-359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi baking soda terhadap profil lemak darah yang meliputi trigliserida, kolesterol, low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (T0 = kontrol; T1 = suplementasi baking soda 0,8% BK; dan T2 = Suplementasi baking soda 1,0% BK) dan 4 ulangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 12 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) laktasi pada periode laktasi 1 dan bulan laktasi ke-5 dan ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar trigliserida pada T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah 56,11; 63,56; 60,14 mg/dl, kadar kolesterol darah 250,16; 224,30; 221,18 mg/dl, kadar LDL darah 132,09; 112,69; 103,01 mg/dl; dan kadar HDL darah 106,80; 100,50; 106,20 mg/dl. Kadar trigliserida, kolesterol, LDL dan HDL darah tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi baking soda dalam pakan sampai taraf 1% BK tidak mempengaruhi metabolisme di dalam rumen.Kata kunci : baking soda, trigliserida, kolesterol, lipoprotein.
Penambahan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus undatus) dan Kunyit (Curcuma domestica rhizomes) sebagai Pigment Feed Additive terhadap Kualitas Telur Puyuh (Cortunix cortunix japonica) M. Hilmi; A. U. Prastujati; A. Khusnah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.18 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.111-118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu efektivitas kulit buah naga merah dan kunyit sebagai pigments feed additiv  ke dalam pakan dalam meningkatkan kualitas telur puyuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing menggunakan 8 puyuh. Perlakuan yang diberikan pada saat in vivo (lapang) sebagai berikut : (T0) ransum basal, (T1) T0 + 3% kulit buah naga merah, (T2) T0 + 6% kulit buah naga merah, (T3) T0 + 3% kulit buah naga kuning, (T4) T0 + 6% kulit buah naga kuning, (T5) T0 + 3% kulit buah naga merah + 3% kulit buah naga kuning. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa penambahan kunyit 6% sangat nyata (P<0.01) meningkatkan berat telur, kuning telur, skor warna kuning telur dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan kombinasi 3% kunyit dan 3% tepung kulit buah naga sangat nyata (P<0.01) meningkatkan warna kuning telur dan menurunkan haught unit. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penambahan kunyit 6% mampu meningkatkan berat telur, kuning telur, skor warna kuning telur dan kombinasi perlakuan 3% kunyit dan 3% tepung buah naga dapat meningkatkan warna kuning telur dan menurunkan haught unit.Kata kunci : buah naga, telur, pigmen, kunyit, puyuh.
Keragaman Fenotipe Sifat Kualitatif Ayam Burgo di Provinsi Bengkulu T. Rafian; Jakaria Jakaria; N. Ulupi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.47-54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman sifat kualitatif ayam burgo ayam hutan merah (Gallus gallus gallus), dan ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Jumlah ayam ayam menggunakan adalah 74 ekor yang terdiri atas ayam burgo 47 ekor, ayam hutan merah (Gallus gallus gallus) 9 ekor, dan ayam kampung (Gallus gallus domestica)18 ekor yang dikoleksi di Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Muko-muko, Provinsi Bengkulu. Karakteristik sifat kualitatif yang diamati adalah warna bulu, corak bulu, pola bulu, kerlip bulu, warna shank, tipe jengger, warna cuping, dan warna mata. Data sifat kualitatif berupa frekuensi fenotipe, frekuensi gen, nilai heterozigositas, nilai introgresi, dan gen asli. Ayam burgo dan ayam hutan merah memiliki keragaman yang rendah pada sifat kualitatifnya, sedangkan ayam kampung memiliki keragaman yang tinggi pada sifat kualitatifnya. Berdasarkan hasil penelitian, ayam burgo perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai sumber daya genetik ayam lokal Indonesia di Bengkulu.Kata kunci: Ayam burgo, ayam hutan merah, ayam kampung, sifat kualitatif