cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengujian Konsistensi, Waktu Adaptasi, Palatabilitas dan Persentase Disintegrasi Ransum Blok Khusus Ternak Sapi Potong Antarpulau I Made Adi Sudarma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.265-273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ransum blok khusus ternak sapi antarpulau dan mengevaluasi respon ternak sapi potong antarpulau yang mendapatkan ransum blok tersebut. Ransum blok memiliki berat 2 kg bahan kering serta mengandung PK 16,31% dan energi 9,17 MJ/kgBK. Ransum blok mengandung level protein dan energi yang tinggi diupayakan agar ternak sapi potong antar pulau dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya walaupun hanya mengkonsumsi sebagian dari ransum blok yang disediakan. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan tekanan 1000N(P10), 2000N(P20), dan 3000N(P30) pada ransum blok yang diberikan pada 5 ekor ternak sapi Bali jantan dengan sistem kafetaria selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P10 dan P20 lebih mudah dikonsumsi dibandingkan P30 (berturut-turut 2,174; 2,308 dan 0,018 kg/24 jam). Hasil terbaik ditunjukkan pada P20 yang memiliki persentase disintegrasi yang tidak mudah hancur dibandingkan P10 (9,64% : 24,98%). Dapat disimpulkan bahwa ransum blok khusus dapat diujicobakan sebagai pakan tunggal untuk ternak sapi antarpulau yang diharapkan mampu menekan penyusutan bobot badan selama masa karantina dan transportasi laut.
Domestication: A Case Study of Red Jungle Fowl Coops Management by the Communities in Bengkulu J. Setianto; Sutriyono Sutriyono; H. Prakoso; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.274-281

Abstract

Red junglefowl domestication has been carried out by communities in the region of Bengkulu Province. This research aimed to study the management of keeping red junglefowl and the offsprings and the coops. The research was carried out in Bengkulu Province. The sample of breeders was selected using snow-ball sampling method. The selected samples were recorded and used as the data and information sources. The data were collected by interviewing, questionnaires, and direct observation. The data obtained were processed, presented in the form of tables, drawings and analyzed descriptively. Based on research method, out of a total of 200 red junglefowl breeders and or the offsprings were chosen 50 (25%) respondents from Bengkulu city, 50 (25%) respondents from Seluma District, 50 (25%) respondents from Central Bengkulu District and 50 (25%) respondents from North Bengkulu District. The red junglefowl and the offsprings breeding is divided into keeping the hens, roosters and chicks. The hens were kept in the coop during the day and night (41%), released during the day and night (22%) and kept during the night in the coop and released during the day (37%). In the same way, in sequence, the breeding of roosters was 71%, 12.5% and 16.5%, while the breeding of chicks was 37%, 18% and 45%. 31% respondents provided quarantine coop, while 69% respondents did not. 75% provided hens coop and 25% did not, 61% provided roosters coop and 39% did not. Finally, the respondents who provided chicks coop were 40.5% and 59.5% did not. The breeding management has not been done intensively, some respondents have completed coops system, but not yet meet the criteria of good coop.Keywords: Domestication, red junglefowl, coops
Analisis ekonomi penerapan pengolahan beberapa produk susu di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu E. Sulistyowati; S. Mujiharjo; E. Soetrisno; A. N. Rohmah; Sistanto Sistanto; N. Khotimah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.252-257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa produk pengolahan susu di kecamatan Selupu Rejang, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Berdasarkan rata-rata skoring penilaian warna, rasa, aroma, kesukaan, kehalusan dan keempukan pada karamel stroberi 0% dan 2% adalah yang paling disukai. Biaya produksi karamel susu sapi perah dengan penambahan buah stroberi perbungkus/mika 20 potong adalah Rp. 4.425, harga jual perbungkus/mika Rp. 8.000, margin perbungkus/mika Rp. 3.575, penerimaan total Rp. 80.000, keuntungan per kg susu Rp. 35.750. Dari perbandingan nilai ekonomis pengolahan produk menjadi karamel rasa stroberi memiliki keuntungan yang lebih tinggi dengan keuntungan sebesar Rp. 35.750/liter susu segar apabila dibandingkan dengan susu pasteurisasi dengan keuntungan sebesar Rp. 11.769/liter susu segar dan susu jahe dengan keuntungan Rp. 10.074/liter susu segar.Kata kunci: Susu, Karamel, Stroberi
Imbangan Media Penetasan terhadap Kemampuan Tetas dan Daya Hidup Jangkrik Gryllus mitratus W. Sugma; Sutriyono Sutriyono; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.287-294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh imbangan media penetasan terhadap kemampuan tetas dan daya hidup jangkrik Gryllus mitratus.  Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0= 100% pasir sungai; P1= 100% pasir pantai; P2= 50% pasir sungai + 50% pasir pantai; P3= 75% pasir sungai + 25% pasir pantai; P4= 25% pasir sungai + 75% pasir pantai; P5= tanpa media pasir. Data yang dikumpulkan adalah lama waktu menetas, daya tetas, mortalitas, dan daya tahan hidup anak jangkrik. Data dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tetas telur jangkrik paling tinggi diperoleh pada media tanpa pasir (87,2%) dan daya tahan hidup jangkrik yang paling baik selama 15 hari pembesaran jangkrik adalah pada penggunaan media campuran (75% pasir sungai + 25% pasir pantai) dengan rataan daya tahan hidup sebesar 92,8%.Kata kunci: Gryllus mitratus, media penetasan, kemampuan tetas, daya tahan hidup
Analisis Model Jaringan Sosial Rantai Pemasaran Telur Ayam Ras di Yogyakarta K. R. Purba; S. P. Syahlani; F. T. Haryadi; S. Andarwati; A. R. S. Putra
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.295-302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model jaringan sosial pada rantai pemasaran telur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2017 di Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul, Yogyakarta sebagai salah satu pusat agribisinis telur ayam ras. Informan yang terlibat dalam penelitian ini dipilih secara purposif dari para peternak ayam petelur dan pedagang perantara yang telah memiliki pengalaman lebih dari satu tahun. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan emosi (sentiment) yang lebih dominan untuk membentuk jaringan di rantai pemasaran. Kedekatan antara peternak dengan pedagang perantara terbentuk oleh hubungan kekerabatan, pertemanan dan ketetanggaan. Hal ini membentuk hubungan sosial, kepercayaan, kepedulian, kontrol, dan kerjasama yang terjalin kuat antar pelaku pemasaran telur ayam di Desa Triwidadi. Kondisi ini mengarah kepada homogenisasi sehingga tericipta tingkat kepercayaan (trust) untuk meningkatkan efisiensi biaya transaksi. Kepercayaan yang tinggi menyebabkan mekanisme pemasaran telur dapat berjalan dengan baik untuk memasok pasar maupun konsumen.
Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Daging Kuda pada Rumah Tangga di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara I. Sihite; S. Kadarsih; Dwatmadji Dwatmadji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.303-309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi daging kuda pada rumah tangga di kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera utara. Dimana penelitian ini melihat apakah faktor jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, harga daging kuda, barang subsitusi, alasan mengkonsumsi daging kuda, suku, dan selera berpengaruh  terhadap konsumsi daging kuda. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling (disengaja) dengan jumlah sampel sebanyak 99 kepala keluarga (KK). Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda yang dibahas secara deskriptif. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel  umur, pendidikan, pendapatan, jenis kelamin, pekerjaan, jumlah anggota, barang subsitusi dan selera berpengaruh signifikan terhadap konsumsi  daging kuda, sedangkan variabel suku dan alasan berpengaruh secara negatif terhadap konsumsi daging kuda, dimana  p?0,05. Berdasarkan uji F, dimana F hitung sebesar 1,899 lebih kecil dari F tabel yakni 16,054 maka dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, harga, jumlah anggota, barang subsitusi, suku, alasan dan selera berpengaruh signifikan terhadap konsumsi daging kuda. Kata Kunci: daging kuda, konsumsi daging kuda
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap dalam Ransum terhadap Isoflavon LDL dan HDL Telur Itik Mojosari H. Saputro; L. D. Mahfudz; T. A. Sarjana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.238-243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan ampas kecap dalam ransum terhadap LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High density lipoprotein) dan Isoflavon telur itik mojosari. Materi yang digunakan adalah 240 ekor itik Mojosari petelur umur 24 minggu dengan rata – rata bobot badan awal 1.385,0 ± 130,8 gram (CV = 9,44%). Bahan pakan yang di gunakan adalah jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, premix dan ampas kecap. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan ampas kecap ke dalam ransum adalah sebagai berikut T0 : 0%, T1 : 5%, T2 : 7,5% dan T3 : 10%. Parameter yang di amati adalah Isoflavon LDL dan HDL kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% kemudian dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas kecap nyata meningkatkan (P<0,05) kadar Isoflavon LDL dan HDL kuning telur itik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ampas kecap dalam ransum sampai level 10% dapat meningkatkan kualitas kimiawi telur.Kata kunci : itik petelur, ampas kecap, LDL, HDL, Isoflavon.
Pengaruh Pemberian Probiotik pada Level Protein Pakan Berbeda terhadap Perlemakan Ayam Kampung P. R. Mubarak; L.D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.357-364

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh probiotik dan tingkat protein pakan terhadap deposit lemak ayam. Bahan yang digunakan adalah ayam berumur 3 minggu sebanyak 120 ekor dengan berat awal rata-rata 149,11 ± 7,25 g dengan koefisien varian (CV 13,45%). Ransum yang digunakan adalah ayam broiler komersial umur 3 minggu. Desain eksperimental adalah faktorial (3 x 2). Faktor pertama adalah kadar probiotik sebagai berikut: L1 = 0 ml x 107 cfu / ml, L2 = 1,25 ml x 107 cfu / ml dan L3 = 2,5 x 107 cfu / ml. Faktor kedua adalah tingkat protein sebagai berikut: P1 = 18% dan 16% untuk stater dan P2 = 16% dan 14% untuk finisher. Kombinasi perlakuan adalah = L1P1, L1P2, L2P1, L2P2 dan L3P1, L3P2. Parameter yang diteliti adalah konsumsi energi konsumsi, massa lemak daging dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kadar protein dan probiotik pada semua parameter. Tingkat protein 18% secara signifikan (P <0,05) meningkatkan konsumsi pakan, konsumsi energi massa lemak daging dan pertambahan berat badan. Kesimpulan menggunakan tingkat protein 18% dan 16% lebih baik dari 16% dan 14%.Kata Kunci : probiotik, level protein pakan, lemak, ayam kampung
Pengaruh Penambahan Fruktosa dalam Pengencer Air Kelapa Hijau terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi PO (Peranakan Ongole) D. Muhammad; N. Isnaini; Kuswati Kuswati; A. P. A. Yekti; Aryogi Aryogi; M. Luthfi; L. A. Sunarto; T. Susilawati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.318-324

Abstract

Air kelapa merupakan bahan lokal yang murah dan dapat menjadi bahan baku alternatif dalam proses pembuatan pengencer semen karena mengandung beberapa zat yang dibutuhkan oleh spermatozoa seperti sumber energi berupa fruktosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fruktosa dalam pengencer air kelapa hijau terhadap motilitas spermatozoa sapi PO (Peranakan Ongole). Penelitian ini menggunaan semen dari bangsa sapi Peranakan Ongole yang ditampung menggunakan metode vagina buatan. Metodologi yang digunakan adalah eksperimental laboratorium menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitihan ini menggunakan 3 perlakukan, P1 = Pengencer air kelapa +  kuning telur20%, P2 = Pengencer air kelapa + kuning telur 20% + putih telur 0,4%+ fruktosa 1 mg/ml. P3 = Pengencer air kelapa +kuning telur20% + putih telur 0,4% + fruktosa 2 mg/ml dengan 10 ulangan. Hasil memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motilitas spermatozoa dan total spermatozoa motil antara formulasi pengencer air kelapa (P1, P2, P3) selama peyimpanan suhu 2-5 oC. Pengencer air kelapa baik dalam menjaga motilitas spermatozoa dan total spermatozoa motil hingga hari ke lima.Kata kunci: air kelapa, total motilitas motil, semen cair
Uji Kelayakan Sinbiotik (Lactobacillus plantarum) dan Limbah Ekstraksi Temulawak) sebagai Upaya Produksi Sinbiotik Rendah Kolesterol A. I. Fauzi; G. B. Pramana; M. Z. Asror; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.395-401

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sinergitas simbiosis probiotik (L. plantarum) dan prebiotik (limbah ekstraksi temulawak), ketahanan L. plantarum terhadap bakteri patogen,pH asam dan garam empedu.Tiga puluh enam sampel probiotik dalam medium agar berisi limbah temulawak dengan persentase yang berbeda digunakan dalam uji daya hidup bakteri, Empat isolat bakteri L. plantarum digunakan dalam uji tantang bakteri dan enam isolat bakteri L. plantarum digunakan dalam uji ketahanan pH asam dan garam empedu. Data hasil penelitian daya hidup bakteri L. plantarum dianalisis menggunakan analisis varian, sedangkan parameter yang lain menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada persentase temulawak 1%, 2% dan 3 % berturut-turut adalah 0,8 x 108, 2,3 x 108 dan 1,3 x 108. Uji tantang bakteri L. plantarum terhadap Salmonella sp dan Staphylococcus sp. menunjukkan daya tahan yang baik. Uji ketahanan pH asam dan garam empedu menunjukkan ketahanan L. plantarum pada pH 1,5-6,5 dan garam empedu 1-6 mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah L. plantarum memiliki sinergitas simbiosis dengan limbah ekstraksi temulawak untuk menyusun sinbiotik rendah kolesterol. L. plantarum juga memiliki ketahanan terhadap bakteri Salmonella sp. dan Staphylococcus sp, pH 1,5-6,5 dan garam empedu 1-6 mL.Kata kunci : Limbah temulawak, Lactobacillus plantarum dan sinbiotik