cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) dan Tepung Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Kualitas Karkas pada Broiler yang Diberi Pakan Berprotein Rendah B. Nurkhasanah; Kususiyah Kususiyah; U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.230-238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dan tepung kunyit (Curcuma domestica) terhadap kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah. Hipotesis penelitian ini bahwa suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dan tepung kunyit (Curcuma domestica) diduga dapat meningkatkan kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah. Enam puluh (60) ekor ayam broiler umur 14 hari dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 3 ekor broiler. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (protein 19% tanpa EDK dan TK), P1 (4,5 g/kg EDK plus 0,5% TK dengan protein 17%), P2 (4,5 g/kg EDK plus 1% TK dengan protein 17%), P3 (4,5 g/kg EDK plus 0,5% TK dengan protein 15%), P2 (4,5 g/kg EDK plus 1% TK dengan protein 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan TK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase karkas, meat bone ratio (P<0,05) dan drip loss, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak. Perlakuan  meningkatkan warna karkas. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi EDK plus TK meningkatkan kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah.Kata kunci : Ekstrak daun katuk, tepung kunyit, kualitas karkas, protein rendah, broiler.
Kualitas Nutrisi Rumput Setaria spachaellata yang Dipanen Berdasarkan Interval Pemotongan P. R. Fitriana; Hidayat Hidayat; T. Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.444-453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrisi rumput Setaria spacellata yang dipanen berdasarkan interval pemotongan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P1 (umur potong 28 hari), P2 (42 hari), dan P3 (56 hari). Variabel yang diamati, yaitu kadar air, abu, lemak kasar, serat kasar, protein kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian rumput Setaria spacellata menunjukkan bahwa perlakuan interval pemotongan yang lebih pendek menghasilkan kandungan abu (P1 21,17%, P2 17,97%, dan P3 13,94%) dan protein (P1 23,11%, P2 23,44%, dan P3 20,31%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan umur potong yang lebih panjang (P<0,01). Bahan organik berkisar antara (78,83% - 86,06%), serat kasar berkisar antara (24,02% - 30,41%), dan BETN, yaitu P1 sebesar 27,25%, P2 sebesar 26,00% dan P3 sebesar 31,17% untuk perlakuan umur potong yang lebih pendek nyata lebih rendah dibandingkan dengan umur potong yang lebih panjang (P<0,01), sedangkan lemak kasar (P1 4,45%, P2 3,90%, dan P3 4,17%) menunjukkan pengaruh yang tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Produksi nutrisi rumput Setaria spacellata menunjukkan bahwa interval pemotongan yang panjang dapat meningkatkan produksi nutrisi rumput Setaria spacellata (P<0,01). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interval pemotongan yang semakin panjang meningkatkan kandungan bahan organik dan serat kasar. Protein kasar tidak berbeda sampai interval pemotongan 42 hari. Semakin panjang interval pemotongan meningkatkan produksi nutrisi rumput Setaria spacellata.Kata kunci: interval pemotongan, proksimat, Setaria spachaellata
Pengaruh Beberapa Campuran Media pada Feses Sapi Kaur yang Diberi Pakan Rumput Setaria dan Pelepah Sawit terhadap Biomassa dan Kualitas Vermikompos Cacing Tanah Pheretima sp B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.142-151

Abstract

Tujuan penelitian mengevaluasi pengaruh berbagai madia feses dari sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit terhadap biomassa  cacing tanah dan kualitas vermikompos cacing tanah.  Pemberian media 50% serbuk gergaji + 50% feses sapi Kaur yang diberi pakan (50%  rumput setaria + 50% pelepah sawit + sakura blok) memberikan dampak positif terhadap produksi biomassa cacing tanah Pheretima sp, kualitas casting, dan tidak memberikan dampak  terhadap penyusutan sarang cacing tanah.Kata kunci: media, feces, sapi Kaur, biomass dan vermicompos cacing 
Pengaruh Sumber Protein Berbeda terhadap Laju Alir Pakan, Kecernaan Protein dan Retensi Nitrogen Ayam Lokal Persilangan Saraswati Saraswati; U. Atmomarsono; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.372-378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pakan sumber protein berbeda terhadap laju pakan, kecernaan protein dan retensi N ayam lokal persilangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 126 ekor ayam lokal persilangan unsexed umur 2 minggu dengan rata-rata bobot badan 129 ± 6,34 g (CV= 5,08%) dan diberi perlakuan selama 8 minggu. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, sehingga terdiri dari 21 unit percobaan dengan masing-masing unit percobaan berisi 6 ekor ayam. Bahan pakan sumber energi yang digunakan adalah jagung dan bekatul sera feed supplement berupa  CaCO3. Perlakuan yang dicobakan yaitu: T1 (dua sumber protein, tepung ikan dan bungkil kedelai), T2 (tiga sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, dan MBM) dan T3 (empat sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, MBM, dan PMM). Parameter yang diamati adalah laju pakan, kecernaan protein dan retensi nitrogen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan diuji dengan uji F taraf 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter dilanjutkan dengan uji jarak berganda dari Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pakan dan retensi N, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein lokal persilangan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan bahan pakan sumber protein yang bervariasi dan sumber energi yang sama dapat memperlambat laju pakan, meningkatkan retensi N, tetapi menghasilkan kecernaan protein yang sama.Kata kunci :  pakan sumber protein berbeda, laju pakan, kecernaan protein, retensi N, ayam  lokal persilangan.
Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Suplemen Pakan pada Unggas. 1. Pengaruhnya terhadap Performa Ayam Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.151-156

Abstract

Tujuan telaah pustaka ini membahas nilai positif daun katuk sebagai suplemen untuk meningkatkan performa pada ayam. Daun katuk kaya akan provitamin A, protein dan mineral. Daun katuk kaya akan asam benzoat dan androstan-17-one, 3-ethyl-3-hydroxy-5 alpha (steroid). Pemberian tepung daun katuk pada broiler cenderung menurunkan berat badan sedangkan pada ayam petelur meningkatkan produksi telur. Ekstraksi daun katuk meningkatkan daya guna daun katuk, yaitu meningkatkan berat badan ayam broiler dan lebih efektif dalam meningkatkan produksi telur. Dapat disimpulkan bahwa daun katuk meningkatkan performa ayam broiler dan ayam petelur.Kata kunci: daun katuk, ayam broiler, ayam petelur, performa
Pengaruh Integrasi Lebah dengan Palawija terhadap Produksi Madu di Daerah Rejang Lebong Bengkulu R. Saepudin; S. Kadarsih; R. Sidahuruk
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.55-63

Abstract

Salah satu sektor pertanian yang mampu membangun perekonomian di Indonesia adalah usaha budidaya lebahmadu. Luasnya areal pertanian, perkebunan dan kehutanan di Indonesia sangat berpotensi dalammembudidayakan lebah madu karena tidak mendapatkan kesulitan dalam pemberian pakan lebah madu. Selainitu, lebah madu memiliki peran penting dalam penyerbukan tananman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk:1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lebah madu (A. cerana ) di Kecamatan Selupu RejangKabupaten Rejang Lebong, 2) mengetahui produksi lebah madu (A. cerana) di Kecamatan Selupu RejangKabupaten Rejang Lebong, dan 3) mengetahui rata-rata produksi nektar per hektar jenis tanaman di KecamatanSelupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja (purposive) yaitu diKecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Responden yang diambil dilakukan dengan metodesensus sebanyak 15 peternak. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yangdigunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pakan radius 1000 m tidakterlihat ada perbedaan produksi dan produktivitas lebah madu juga tidak menunjukkan perbedaan dikarnakanjumlah koloni masih di bawah daya tampung. Produksi madu sudah tergolong tinggi dengan nilai rata-rata 10,3kg/koloni/tahun dan produksi nektar per hektar jenis tanaman cabai rata-rata 17,77 liter/ha/hari, maka dayadukung kebun cabai adalah 122 koloni dan jenis tanaman tomat rata-rata 22,2 liter/ha/hari dengan daya dukungkebun tomat adalah 153 koloni.Kata kunci: integrasi, pertanian, nektar, produksi madu.
Pengaruh Pemberian Ampas Tahu sebagai Campuran Pakan terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah Pheretima sp B. Brata; A. Juliansyah; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.277-289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas tahu sebagai campuran pakan terhadap pertumbuhan cacing tanah Pheretima sp. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kota Bengkulu dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metotede Rancangan Acak Lengakap (RAL) dengan 4 perlakauan serta 5 ulangan: (P1) =  Sekam padi 50% + Feses sapi 50% + (0% ampas tahu), (P2) =  Sekam padi 50%+Feses sapi 45% + (5% ampastahu), (P3) =  Sekam padi 50% + Feses sapi 40% + (10% ampas tahu), (P4) =  Sekam padi 50% + Feses sapi 35% + (15% ampas tahu). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pakan campuran ampas tahu pada media cacing tanah Pheretima sp berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhap pertumbuhan bobot induk cacing tanah Pheretima sp dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan anak per unit pemeliharaan serta berbeda nyata (P<0,05) terhadap rataan bobot badan anak per ekor. Kata kunci: ampas tahu, campuran pakan, pertumbuhan, cacing tanah Pheretima sp.
Profil Lendir Serviks Rusa Timor (Cervus Timorensis) Betina Yang Mendapat Suplementasi Mineral Pada Tiap Fase Berahi W. Purwaningsih; D. Samsudewa; Y.S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.202-213

Abstract

The aims of this research were to observed the effect of zinc (Zn), magnesium (Mg) and selenium (Se) to the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus. The materials used 10 Timor deer with BCS (Body Condition Score) 2-3,25, poel 2 and had different estrous phase. The parameters were observed the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus. The data of abundance and color of cervical mucus were analyzed by Mann Whitney U-test and the data of spinnbarkeit were analyzed by t-test. The treatments were zinc (Zn), selenium (Se) and magnesium (Mg) supplementation (T1) on mineral block form and control (T0). The results showed that Zn, Se, and Mg supplementation had no significant effect (P>0,05) to the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus Timor deer on estrous phase. It was caused by the high zinc level on feed, so the cervical mucus profile had no difference between T0 and T1.Key words : Mineral Supplementation, Cervical Mucus, Timor Deer
Perbedaan Kualitas Makroskopis Semen Segar Domba Batur dalam Flock Mating dan Pen Mating S. Nahriyanti; Y. S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.191-198

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas dan kuantitas semen segar domba Batur secara makroskopis yang dipelihara secara pen mating dan flock mating. Penelitian ini terdapat 2 perlakuan yaitu flock mating dan pen mating serta setiap perlakuan memiliki 4 ulangan. Parameter yang diamati antara lain volume, bau, warna, pH dan konsistensi semen segar. Hasil penelitian menunjukan bahwarata-rata volume pada pen mating adalah 1,28 ml sedangkan pada flock mating adalah 1,25 ml. Rata-rata pH pada pen mating 6,65 sedangkan pada flock mating 6,50. Rata-rata konsistensi pada pen mating yaitu 3,00 sedangkan pada flock mating yaitu 2,50. Setelah dilakukan analisis data didapatkan hasil bahwa kualitas makroskopis semen segar pada flock mating dan pen mating tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kualitas semen segar domba Batur pada perlakuan flock mating dan pen mating memiliki kualitas yang sama. Kata Kunci: domba Batur, semen segar, flock mating, pen mating
Pengaruh Pemberian Glukosa yang Berbeda terhadap Adaptasi Escherichia coli pada Cekaman Lingkungan Asam R. R. S. Wihansah; M. Yusuf; M. Arifin; A. Y. Oktaviana; Rifkhan Rifkhan; J. K. Negara; A. K. Sio
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.29-35

Abstract

Setiap makhluk hidup termasuk bakteri memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan zona nyamannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon bakteri E.coli terhadap kondisi asam atau pH rendah sebagai bentuk adaptasinya. Pada penelitian ini terdapat 5 perlakuan yaitu E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth sebagai kontrol (P0), E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth dengan kondisi asam (pH 4) (P1), E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth dengan kondisi asam (pH 4) dan diberi glukosa 10 % (P2), selanjutnya diberi glukosa 30 % (P3) dan 50 % (P4). Pada setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah populasi dihitung dengan Metode Turbidimetri menggunakan spektrofotometer melalui nilai kekeruhan (OD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media dengan pH rendah (pH 4) dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, sedangkan penambahan glukosa mampu mempertahankan pertumbuhan bakteri E.coli. Penambahan glukosa sampai 50 % terbukti mampu meningkatkan populasi sampai jam ke 29, sedangkan pada pemberian glukosa 10 dan 30 % sudah terjadi penurunan populasi bakteri E.coli pada jam ke 29.Kata kunci:  E.coli, adaptasi, asam,  populasi bakteri