cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Feses Sapi dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv.Mott) di Kabupaten Kepahiang W. A. Sulaiman; Dwatmadji Dwatmadji; T. Suteky
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.365-376

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv.Mott) dengan pemberian dosis yang berbeda.Penelitian dilakukan di Desa Tugu Rejo, Kec. Kabawetan, Kab. Kepahiang, Prov. Bengkulu dengan menggunakan Rancangan Acak  Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan P0 (Kontrol), P1(pupuk feses sapi 10 ton/ha), P2 (pupuk feses sapi 15 ton/ha) dan P3 (pupuk feses sapi 20 ton/ha) setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan dan mulsa kulit kopi setebal 2 cm. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan dan produksi rumput Odot. Data yang diperoleh di analisa dengan menggunakan sidik ragam (Anova), bila berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman dan panjang daun namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lebar daun dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01)  terhadap jumlah anakan serta produksi bahan kering rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv.Mott). Kesimpulan penelitian ini dengan menggunakan dosis pupuk feses sapi 15 ton/ha + mulsa kulit kopi setebal 2 cm lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv.Mott).Kata kunci : Pupuk feses sapi, pertumbuhan, produksi, Pennisetum purpureum Cv.Mott
Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Pemindangan Ikan dalam Ransum terhadap Efisiensi Penggunaan Protein Itik Persilangan Mojosari Peking Fase Pertumbuhan F. Yunitasari; L.D. Mahfudz; I. Mangisah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.412-419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan limbah cair pemindangan ikan dalam ransum terhadap efisiensi penggunaan protein itik Mojosari Peking pada fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah itik Mojosari Peking (MP) jantan berumur 3 minggu sebanyak 120 ekor dengan bobot badan rata-rata 520,30±47,82 g. Bahan pakan yang digunakan antara lain jagung, bekatul, limbah cair pemindangan ikan (LCPI), dan konsentrat CP 144. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 (pakan tanpa penggunaan limbah cair pemindangan ikan), T1 (penggunaan limbah cair pemindangan ikan 2,5%), T2 (penggunaan limbah cair pemindangan ikan 5,0%), dan T3 (penggunaan limbah cair pemindangan ikan 7,5%). Parameter yang diamati meliputi konsumsi protein, massa protein daging (MPD), rasio efisiensi protein (REP) dan income over feed cost (IOFC). Data hasil penelitian dianalisis ragam dengan uji F pada taraf uji 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan limbah cair pemindangan ikan dalam ransum itik MP tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konsumsi protein, dan REP, tetapi memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap MPD. IOFC terbesar diperoleh pada perlakuan T1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan 2,5% limbah cair pemindangan ikan dapat meningkatkan nilai MPD dan IOFC sehingga pakan akan lebih bernilai ekonomis.Kata Kunci : limbah cair pemindangan ikan, itik persilangan mojosari peking, efisiensi penggunaan protein
Pengaruh Pemberian Limbah Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum terhadap Deposisi Lemak Ayam Broiler J. M. Pasaribu; I. Badarina; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.343-350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian limbah jintan hitam (Nigella sativa) dalam ransum terhadap deposisi lemak ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember sampai bulan Januari 2016 di laboratorium dan kandang Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam broiler dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0 sebagai kontrol  (tanpa pemberian limbah jintan hitam dalam ransum), P1 (pemberian 0,5 % limbah jintan hitam dalam ransum), P2 (pemberian 1 % limbah jintan hitam dalam ransum), P3 (pemberian 1,5 % limbah jintan hitam dalam ransum), P4 (pemberian 2 % limbah jintan hitam dalam ransum). Variabel yang diamati adalah persentase lemak abdomen, persentase lemak gizzard, persentase lemak leher, persentase lemak sartorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian limbah jintan hitam dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap deposisi lemak ayam broiler. Persentase lemak abdomen berkisar 0,85%-1,16%, persentase lemak gizzard berkisar 0,61%-0,85%, persentase lemak leher berkisar 0,03%-0,05%, persentase lemak sartorial berkisar 0,48%-0,58%. Disimpulkan bahwa pemberian limbah jintan hitam sampai level 2% tidak dapat menurunkan deposisi lemak ayam broiler.Kata Kunci : Limbah jintan hitam, ayam broiler, deposisi lemak
Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Ras Petelur dari Umur 20 Bulan I. E. Purba; Warnoto Warnoto; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.377-387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung daun kelor ( Moringa oleifera) dalam ransum terhadap kualitas telur ayam ras petelur umur 20 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2018 sampai 17 September 2018 berlokasi di Comercial Zone Animal Laboratory (CZAL) dan Laboraturium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan, masing-masing ulangan terdiri 1 ekor ayam. Ayam yang digunakan adalah ayam ras petelur cokelat umur 20 bulan. Total ayam yang digunakan adalah 40 ekor yang dipelihara di kandang batteray. Perlakuan terdiri P0 tanpa penggunaan tepung daun kelor, P1 1.5%, P2 3%, dan P3 4.5%. Variabel yang diamati adalah berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, haugh unit, kecerahan yolk, berat yolk, dan tebal kerabang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), bila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun kelor dalam ransum sampai level 4.5% dapat meningkatkan kecerahan yolk, semakin tinggi penggunaan dalam ransum semakin meningkat kecerahan yolk, tetapi sebaliknya semakin menurunkan indeks putih telur dan haugh unit. Penggunaan tepung daun kelor pada ransum 1.5%, 3%, dan 4.5% tidak mempengaruhi berat telur, berat yolk, indek yolk dan tebal  kerabang telur ayam ras petelur coklat umur 20 bulan.Kata kunci : Ayam ras petelur, Moringa oleifera, kualitas telur
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dalam Ransum terhadap Fraksi Lipid Darah dan Persentase Berat Organ Dalam Ayam Buras M. Dorisandi; Y. Fenita; E. Soetrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.325-336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung daun Senduduk (Melastoma malabathirium L.) dalam ransum terhadap fraksi lipid darah dan berat organ dalam pada ayam buras. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2018 sampai 10 Juli 2018 di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) dan Laboratorium Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam buras berumur 5 minggu, terdiri 5 perlakuan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri 5 ekor ayam buras. Perlakuan tersebut, TO: Kontrol, T1: menggunakan 1,5% daun Senduduk, T2: menggunakan 2,5% daun Senduduk, T3: menggunakan 3,5% daun Senduduk, T4: menggunakan 4,5% daun Senduduk. Paramater yang diukur pada penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 20 ekor ayam berumur 10 minggu yakni fraksi lipid darah terdiri trigliserida, kolestrol, HDL (high-density lipoprotein), LDL (low-density lipoprotein), VLDL (verry low- density lipoprotein), index perbandingan antara LDL dengan HDL, dan berat organ dalam terdiri berat liver, berat jantung, berat limfa, berat gizzard, berat usus, dan panjang usus. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut menggunakan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar  kolesterol, berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar LDL-c, kadar index aterogenik, tetapi tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap kadar trigliserida, kadar HDL-c, kadar VLDL, dan juga tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap persentase berat hati, jantung, limpa, gizzard, usus, dan panjang usus.Kata Kunci: daun Senduduk, ayam buras, fraksi lipid darah, organ dalam
Efek Subtitusi Jerami Jagung dengan Pelepah Sawit Fermentasi terhadap Kualitas Susu Sapi Perah Mardalena Mardalena; S. Syarif; H. Ediyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.351-356

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan pelepah sawit fermentasi dengan prolinas (PSFP) sebagai pengganti jerami jagung dalam ransum sapi perah dan melihat pengaruhnya  terhadap kualitas susu sapi perah PFH.  Penelitian ini menggunakan sapi perah PFH  laktasi ke 4 sebanyak 4 ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan bujur sangkar latin (BSL) dengan 4 perlakuan dan  4 periode sebagai ulangan. Perlakuan  terdiri dari P0: Hijauan 55% + Konsentrat 45% (kontrol), P1: Hijauan 55% ( 90% jerami jagung + PSFP 10%) + 45% Konsentrat, P2: Hijauan 55% ( 80% jerami jagung + PSFP 20%) + 45% Konsentrat, P3: Hijauan 55% ( 60% jerami jagung + PSFP 40%)   + 45% Konsentrat. Peubah yang diamati adalah kadar bahan kering, protein, lemak dan bahan kering tanpa lemak susu sapi perah PFH.  Data dianalisis menggunakan program  SAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan subtitusi jerami jagung dengan pelepah sawit fermentasi dengan prolinas tidak mempengaruhi (P>0,05)  kadar protein susu tetapi nyata menurunkan (P<0,05) kadar bahan kering dan bahan kering tanpa lemak susu tetapi  meningkatkan kadar lemak susu. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa subtitusi jerami jagung dengan pelepah sawit yang difermentasi dengan prolinas meningkatkan kadar lemak susu sapi perah.Kata kunci:  Pelepah sawit, prolinas, kualitas susu.
Pemulihan Kondisi Fisiologis, Konsumsi Pakan dan Bobot Badan Domba Ekor Tipis pada Umur Muda dan Dewasa Pasca Transportasi pada Siang Hari T. Nelvita; A. Purnomoadi; E. Rianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.337-342

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui lama pemulihan fisiologis (denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu rektal), konsumsi pakan dan bobot badan  pada domba muda dan dewasa pasca transportasi pada siang hari selama 8 jam dari pukul 11.00 – 19.00 WIB. Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu Boja dan Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor domba ekor tipis jantan yang terdiri dari 6 ekor domba muda kisaran umur 3 – 4 bulan dengan kisaran bobot badan 13 – 16 kg (rata-rata 15,03 kg) dan 6 ekor domba dewasa umur 10 - 11 bulan dengan kisaran bobot badan 21 – 25 kg (rata-rata 23,87 kg). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t, yaitu membandingkan kecepatan pemulihan fisiologis, konsumsi dan bobot badan antara domba muda dengan dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemulihan fisiologis ternak meliputi denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu tubuh antara domba muda dan dewasa tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk domba muda 4 hari dan dewasa 5 hari. Waktu pemulihan konsumsi antara domba muda dan dewasa tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk domba muda dan dewasa 4 hari. Lama pemulihan bobot badan antara domba muda dan dewasa tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk domba muda dan dewasa 5 hari. Disarankan pakan yang digunakan selama pemulihan pasca transportasi sama dengan pakan awal di tempat asal, sehingga waktu pemulihan lebih cepat dan ternak tidak perlu beradaptasi lagi dengan pakan.Kata kunci : domba,  transportasi, pemulihan.
Pengaruh Taraf Protein dan Lisin Ransum terhadap Pelemakan pada Ayam Kampung Umur 12 Minggu O. P. Ramdani; N. Suthama; U. Atmomarsono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.388-394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh taraf protein ransum berbeda dengan suplementasi lisin pada ayam kampung sehingga protein dapat dimanfaatkan dengan maksimal pada ayam umur 12 minggu. Materi yang digunakan penelitian ini adalah Ayam yang digunakan adalah 240 ekor DOC ayam kampung (unsex) dengan rata-rata bobot badan  25,2 ± 1,00 g (CV 3,97%). Rancangan penelitian yang digunakan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3. Faktor utama adalah taraf protein ransum terdiri atas 2 taraf (17% dan 14%) faktor kedua adalah taraf penambahan lisin yang terdiri dari 3 taraf (0,6%; 0,7% dan 0,8%). Parameter yang diamati kolesterol darah, massa lemak daging. Pengambilan data dilakukan pada minggu ke 12 atau pada masa finisher. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara taraf protein dalam ransum dan penamabahan lisin terhadap kolesterol darah dan massa lemak daging. Simpulan penelitian ini adalah pemberian taraf protein dan penambahan asam amino lisin yang berbeda tidak mempengaruhi kolesterol darah dan massa lemak daging.Kata kunci : ayam kampung, taraf  protein, lisin, kolesterol darah, massa lemak daging
Performans Ayam Ketarras pada Umur 2 Sampai 12 Minggu Berdasarkan Pola Warna Bulu M. A. Hidayatullah; Kususiyah Kususiyah; D. Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.4.402-411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans ayam Ketarras pada umur 2-12 minggu berdasarkan pola warna bulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2017 di kandang Commercial Zone Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan 20 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pola warna bulu dengan P1 = Pola warna bulu gelap (coklat hitam), P2 = Pola warna bulu putih blurik dan P3 = Pola warna bulu putih. Setiap ulangan menggunakan 2 ekor ayam, sehingga masing masing pola warna bulu ayam yang dibutuhkan 20 ekor ayam yang ditempatkan secara acak pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, pertumbuhan, dan konversi ransum. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa konsumsi ransum, berat badan, pertambahan berat badan dan  konversi ransum masing masing perlakuan  mulai umur 2 sampai 12 minggu berbeda tidak nyata (P > 0,05) dengan rataan konsumsi ransum kumulatif umur 2-12 minggu P1 (2930,20 g/ekor), P2 (2919,53 g/ekor) dan P3 (2872,08 g/ekor). Capaian berat badan umur 12 minggu pada perlakuan P1 (745,80 g/ekor), P2 (797,53 g/ekor) dan P3 (758,60 g/ekor). Pertambahan berat badan kumulatif P1 (640,88 g/ekor), P2 (697,38 g/ekor), dan P3 (660,90 g/ekor). Konversi ransum perlakuan P1 (4,60), P2 (4,24) dan P3 (4,40). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan pola warna bulu ayam Ketarras tidak menyebabkan performans berbeda pada umur 2 sampai 12 minggu.Kata kunci : Performans, pertumbuhan, ayam Ketarras
Kadar Lemak dan Protein Karkas Ayam Broiler Akibat Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus carota L.) dalam Ransum N. A. Azizah; L. D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.389-396

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji efek pemberian tepung limbah wortel pada kualitas karkas ayam broiler (lemak dan protein karkas, pigmentasi kulit karkas). Materi yang digunakan yaitu 144 ayam broiler umur 7 hari dengan rata-rata bobot badan 181,40±11,31 gram. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 6 ekor broiler. Perlakuan yaitu T1 (kontrol), T2 (ransum dengan 2% tepung wortel), T3 (ransum dengan 4% tepung wortel), T4 (ransum dengan 6% tepung wortel). Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Variabel yang diamati antara lain lemak dan protein karkas, pigmentasi kulit karkas. Hasil menunjukan perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada lemak karkas dan pigmentasi kulit karkas, namun perlakuan secara nyata menurunkan protein karkas. Disimpulkan penggunaan tepung wortel dalam ransum dapat mengaktifkan enzim calcium activated neutral protease (CANP) dan menurunkan protein karkas.Kata kunci : broiler, tepung wortel, lemak dan protein karkas, pigmentasi karkas