cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Perbandingan Frekuensi dan Durasi Perilaku Seksual Berdasarkan Umur pada Pejantan Ayam Burgo H. D. Putranto; J. Setianto; Y. Yumiati; E. Nurandrianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.38-48

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk membandingkan serial perilaku seksual (courtship, mounting, mating, dan dismounting) berdasarkan umur pada ayam Burgo jantan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2018 bertempat di Zona Peternakan Terpadu (Integrated Livestock Zone) Jurusan Peternakan FP UNIB. Parameter yang diamati adalah frekuensi dan durasi dari serial perilaku seksual pejantan ayam Burgo yang dipelihara secara intensif yang terdiri dari courtship, mounting, mating, dan dismounting pada pejantan nomor 1 dan 2 (dewasa berumur lebih muda) serta pejantan nomor 3 dan 4 (dewasa yang berumur lebih tua). Kemudian data hasil pengamatan ini ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Peneliti mendapati bahwa frekuensi tertinggi perilaku courtship dilakukan oleh  pejantan nomor 1 (rerata 14,1 kali) dengan rerata durasi 27,98 detik. Pada perilaku mounting, mating dan dismounting frekuensi tertinggi dilakukan oleh pejantan nomor 3 dengan rerata masing-masing 4,7 kali;  4,9 kali dan 4,7 kali dengan rerata durasi masing-masing 7,73 detik; 6,79 detik dan 5,75 detik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pejantan ayam Burgo dewasa yang berumur lebih tua lebih tinggi frekuensi perilaku seksualnya, kecuali pada tingkah laku seksual courtship dimana pejantan ayam Burgo dewasa yang berumur lebih muda lebih aktif.Kata Kunci: Ayam Burgo, durasi, frekuensi, pejantan, perilaku seksual, umur.
Respon Fisiologis Sapi Fries Holland Laktasi yang Diberi Ransum dengan Konsentrat Mengandung Kulit Durian (Durio zibethinus) Difermentasi Pleorotus ostreatus E. Sulistyowati; D. Suherman; I. Badarina; S. Mujiharjo; S. Fanhar
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.101-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian konsentrat yang mengandung Kulit Durian Fermentasi (KDF) dalam ransum terhadap konsumsi bahan kering dan kondisi fisiologis sapi perah Fries Holland (FH) laktasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan empat perlakuan, KDF0: ransum dengan konsentrat tanpa KDF (0%),  KDF10: ransum dengan konsentrat 10% KDF, KDF20: ransum dengan konsentrat 20% KDF,  dan KDF30 ransum dengan konsentrat 30% KDF. Sapi perah yang digunakan mempunyai bobot badan rataan sebesar 444.81 ± 17.21 kg. Penelitian ini dilaksanakan selama empat periode dengan 14 hari per periode dan 14 hari pendahuluan, total 70 hari, bertempat  di peternakan sapi perah di desa Suka Sari, kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, propinsi Bengkulu.  Variabel yang diamati meliputi konsumsi bahan kering, kondisi lingkungan kandang (suhu dan kelembaban) dan respon fisiologi (frekuensi respirasi, denyut jantung, dan suhu rektal), diamati pada pagi, siang, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan (suhu dan kelembaban) kandang pada saat penelitian masih dalam kondisi normal untuk sapi perah laktasi, dan pemberian pakan yang mengandung konsentrat dengan kulit durian fermentasi sampai level 30% tidak berpengaruh pada frekuensi respirasi, denyut jantung, suhu rektal, dan konsumsi bahan kering pakan.Kata Kunci: Kulit durian fermentasi, respon fisiologi, sapi perah FH
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan yang Berbeda terhadap Tingkah Laku Makan Burung Puyuh Petelur H. R. Tamba; E. Suprijatna; U. Atmomarsono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.28-37

Abstract

Research aims to evaluate the influence of the frequency and period of the different feed to conduct quail laying on environmental conditions temperaturnya fluctuate tropical.The research uses 180 tail quail female age 21 days randomly placed in a cage battery.Any unit experiment consisting of 5 tail.The research uses commercial feed b11 in the period grower and b82 p in the period layer.The treatment was conducted over 9 sunday that begins at the age of 5 sunday reached the age of 13 weeks.The research uses random design complete ( ral ) pattern factorials with 2 factors, the frequency of (A) and A1 (1 time), A2 (2 times) and A3 (3 times) and period (B) to B1 (5:00 to 21:00 pm) , B2 (07:00 to 21:00 GMT) and B3 (09:00 to 21:00 GMT). The parameters observed were the behavior of feeding, drinking, walking and resting. The data were analyzed variance with F test at 5% level and continued Duncan Double Area Test. The results showed that frequency and feeding period did not show significant interaction with eating behavior, drinking walking and rest, but feeding frequency was 1 times significantly (P <0,05) to feeding behavior at the beginning of production. It was concluded that when viewed from the eating behavior, the combination of frequency treatment 1 times with a period of administration of 14 hours (A1B2) showed more quail feeding activity.Keywords: feeding frequency, period of feeding, behavior, quail laying.
Perbandingan Suplementasi Tepung Kunyit dan Campuran Tepung Kunyit plus Ekstrak Daun Katuk Fermentasi terhadap Performa, Mutu Karkas dan Komposisi Gizi Daging pada Broiler U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.7-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua formula feed additive terhadap performa dan kualitas daging broiler. Empat puluh ekor ayam broiler kemudian didistribusikan ke dalam 2 kelompok. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari 4 ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. 2 perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: 1) ayam broiler diberi pakan ditambah 4,5 g EDKF plus 4,5 g tepung kunyit (TK)/kg pakan (P1) dan; 2) ayam broiler diberi pakan ditambah 9 g TK/kg pakan (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua formula feed additive berpengaruh tidak nyata terhadap berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan,  berat karkas, meat bone ratio, cooking loss, warna daging, bau, rasa dan tekstur daging, protein, lemak, kolesterol, karotin, isoleucine, leucine, lauric acid, miristic acid, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, linolenic acid dan eicosapentaenoic acid, tetapi berpengaruh nyata terhadap warna karkas, drip loss, kadar besi (P<0,05), aspartic acid, glutamic acid, serine, glycine, histidine, arginine, threonine, alanine, proline, tyrosine, valine, methionine, cystine, phenylalanine dan lysine (P<0,01), oleic acid dan docosahexaenoic acid (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa formula 1 (campuran EDK + TK) menghasilkan daging dengan drip loss yang lebih rendah, kadar besi yang lebih baik, komposisi asam amino yang lebih baik dan kadar asam lemak jenuh yang lebih rendah.
Pengaruh Perbedaan Sistem Perkawinan terhadap Lama Bunting dan Litter Size Kelinci New Zealand White P. Utami; D. Samsudewa; C.M.S. Lestari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.70-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lama bunting dan litter size kelinci NZW baik yang dikawinkan secara alami maupun inseminasi buatan. Penelitian ini menggunakan 32 kelinci betina dan 2 kelinci jantan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem perkawinan secara alami dan inseminasi buatan. Parameter yang diamati adalah lama bunting dan litter size. Penelitian ini menggunakan analisis independent sample t-test dan mann whitney u-test. Analisis ndependent sample t-test digunakan untuk mengetahui pengaruh sistem perkawinan terhadap lama bunting dan litter size, serta untuk mengetahui pengaruh status fisiologis kelinci terhadap lama bunting dan litter size kelinci NZW yang dikawinkan secara alami. Analisis Mann whitney u-test digunakan untuk mengetahui pengaruh status fisiologis kelinci terhadap lama bunting dan litter size kelinci NZW yang dikawinkan secara inseminasi buatan. Hasil menunnjukkan bahwa perbedaan sistem perkawinan tidak memberikan pengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap lama bunting dengan rata-rata 31,70 hari dan litter size kelinci NZW dengan rata-rata 4,32 ekor. Pada perkawinan secara alami, ststus fisiologis kelinci dara dan induk tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap lama bunting dengan rata-rata 31,60 hari dan litter size dengan rata-rata 4,89 ekor. Pada perkawinan secara inseminasi buatan, status fisiologis kelinci dara dan induk tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap lama bunting dengan rata-rata 31,88 hari, tapi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap litter size dengan rata-rata 2,50-5,00 ekor.Keywords: Kelinci NZW, Lama Bunting, Litter size
Massa Kalsium dan Massa Protein Daging Akibat Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus Carota L) dalam Ransum Ayam Broiler Prabowo Prabowo; L.D. Mahfudz; U. Atmomarsono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.629 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.201-207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkajii efek pemberian  tepung  limbah wortel (Daucus carota. L) terhadap  massa protein dan kalsium daging ayam broiler. Manfaat dari penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan tepung  limbah wortel sebagai pakan ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 144 ayam broiler (umur 7 hari) dengan rata- rata bobot badan awal 181,40 ± 11,31 g. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing - masing unit percobaan terdiri dari  6 ekor ayam. Perlakuan yaitu pemberian  tepung  limbah wortel pada tingkat T0 (0%), T1 (2%), T2 (4%), dan T3 (6%). Parameter yang diukur adalah, massa protein dan kalsium daging. Data dianalisis secara statistik dengan analisis varians dan dilanjutkan uji Duncan bila terdapat perlakuan yang  signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung limbah wortel ke dalam ransum dapat menurunkan massa daging protein, sedangkan massa kalsium daging  tidak berpengaruh signifikan, kesimpulan adalah pemberian tepung limbah wortel dalam ransum  tidak boleh lebih dari 2%Kata kunci: ayam broiler; tepung limbah wortel; ?- caroten; massa protein dan massa kalsium daging
Ekstraksi dan Karakterisasi Gelatin Tulang Itik Menggunakan Metode Ekstraksi Asam M. H. Khirzin; S. Ton; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.119-127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia gelatin tulang itik yang diekstrak dengan menggunakan metode asam.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana non faktorial dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu (P1) dengan konsentrasi HCl 2.5%, (P2) dengan konsentrasi HCl 5%, dan (P3) dengan konsentrasi HCl 7.5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang dihasilkan dari setiap perlakuan berturut-turut sebesar 4.97%, 6.24%, dan 6.11%.pHgelatin tulang itik sebesar 4.76, 4.0, dan 3.56. Kadar air sebesar 9.01e%, 13.43%, dan 13.84%.Kadar abu sebesar 27.02%, 13.42%, dan 20.3%.Kadar lemak sebesar 6.5%, 6.74%, dan 5.77%. Kadar protein sebesar 51.67%, 65.43%, dan 59.05%.Kadar karbohidrat sebesar 5.80%, 0.98%, dan 1.04%.Secara umum, perbedaan konsentrasi larutan asam tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap karakteristik fisikokimia yang dihasilkan kecuali kadar abu. P2 merupakan perlakuan denagan karakteristik fisikokimia terbaik sehingga dianalisis lebih lanjut derajat warna dan gugus fungsional. Uji derajat warna memberikan hasil yaitu L=30.35, a=-0.46, dan b=3.51. Hasil analisis gugus fungsional memberikan hasil gelatin tulang itik memiliki serapan pada wilayah amida A, B, I, II, dan III. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ekstraksi gelatin tulang itik menggunakan konsentrasi asam 5% memiliki karakteristik yang memenuhi SNI dan mirip dengan gelatin komersial.Kata kunci : Tulang itik, ekstraksi asam, gelatin.
Evaluasi Bahan Pakan Hasil Samping Industri Pertanian Berdasarkan Parameter Fermentabilitas Ruminal secara In Vitro E. Susilo; L. K. Nuswantara; E. Pangestu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.128-136

Abstract

Bahan pakan dari hasil samping industri pertanian sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia, namun nilai nutriennya belum banyak dikaji.  Penelitian bertujuan mengevaluasi bahan pakan hasil samping industri pertanian terhadap fermentabilitas ruminal secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas janggel jagung, kulit kopi, onggok, bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit, bungkil kelapa dan ampas tahu. Cairan rumen berasal dari kambing PE berfistula dengan pakan standar protein kasar 12% dan TDN 62%. Parameter yang diukur adalah konsentrasi asetat, propionat, butirat, konsentrasi metan, amonia dan adenosin triphosphate. Data dianalisis ANOVA dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukan perlakuan bahan pakan hasil samping industri pertanian berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi asetat, propionat, butirat, konsentrasi metan, konsentrasi amonia dan adenosine triphosphate. Kesimpulannya, janggel jagung menghasilkan konsentrasi asetat, propionat, butirat dan adenosin triphosphate tertinggi. Namun, janggel jagung juga menghasilkan konsentrasi metan tertinggi. Konsentrasi amonia tertinggi diperoleh pada bungkil kelapa sawit dan diikuti bungkil kedelai.Kata kunci: fermentabilitas, hasil samping industri pertanian, in vitro
Peran TTP Cigombong pada Usaha Ternak Ayam Kampung KUB sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Peternak S. Rusdiana; L. Praharani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.171-181

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran TTP Cigombong pada usaha ternak ayam kampung KUB dalam upaya meningkatkan penapatan peternakk. Berbagai kendala dan permasalahn yang sering dihadapi oleh TTP Cigombong, seyogyanya menjadi fokus perhatian, sehingga TTP Cigombong dapat dimainkan peran besar sebagai wahana untuk pengembangan usaha ternak ayam kampung KUB. Usaha ayam kampung yang berorientasi komersial sangat diperlukan perencanaan dan penanganan yang lebih detail, agar usaha mendapatkan keuntungan. Penelitian dilakukan pada tahun 2017, peternak inti dan peternak plasma ayam kampung KUB dilokasi TTP Cigombong Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Peternak inti dan peternak Peternak plasma telah melakukan rintisan usaha ayam kampung KUB secara intensif, sebagai bibit, potong dan telur (DOC). Pengeluaran dan pendapatan peternak dapat dihitung berdasarkan B/C ratio,  yaitu imbangan keuntungan dan biaya produksi. Hasil penelitan menunjukkan, nilai jual ternak ayam kampung KUB umur 8 minggu keuntungan bersih sebesar Rp.995.000,-/peternak nilai B/C ratio 1,3. Hasil analisis  usaha pemeliharaan ternak ayam kampung KUB pada umur 8 minggu, secara ekonomi finansial layak untuk diusahakan kembali.Kata kunci: TTP, usaha ayam kampung KUB, pendapatan peternak
Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa Dengan Komposisi yang Berbeda Serta Tingkat Akseptabilitas Pada Ternak Kambing S. U. Marhamah; T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.145-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah industri ampas kelapa dan ampas tahu melalui kualitas fisik, kandungan nutrisi dan tingkat penerimaan pada ternak kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017 di CZAL dan bulan April-September di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kualitas kimiawi pakan dan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) untuk uji biologi (akseptabilitas) pakan. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan P0 (ampas tahu + jagung + dedak + gula + garam + mineral + starbio), perlakuan P1 dengan pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 20% ampas kelapa,  P2 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 30% ampas kelapa dan P3 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan penggunaan 40% ampas kelapa.Ternak yang digunakan sebanyak 4 ekor kambing Nubian jantan. Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik, kualitas kimiawi, konsumsi bahan segar,  bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan konsumsi protein kasar (PK) pakan konsentrat fermentasi. Kualitas fisik pakan konsentrat setelah terjadi proses fermentasi mengalami perubahan aroma yang lebih asam, tekstur yang berubah menjadi lebih lembut, pH yang menurun dan temperatur pakan yang cenderung meningkat. Dari hasil penelitian kandungan bahan organik pakan konsentrat fermentasi berkisar antara 86,93%-88,76% sedangkan kandungan protein berkisar antara 15,16%-18,00%. Rataan konsumsi bahan kering pada kambing perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 553,33 gram, 355,05 gram, 259,04 gram dan 225,64 gram. Pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah ampas tahu dan ampas kelapa dengan persentase penggunaan ampas kelapa yang meningkat dapat menurunkan kualitas fisik, cenderung menurunkan kualitas kimiawi (kandungan nutrisi protein kasar) dan menurunkan konsumsi sehingga menurunkan akseptabilitas pakan.Kata kunci : Ampas kelapa, Ampas tahu, Konsumsi BK, BO & PK, kualitas fisik, kualitas kimiawi.