cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Level Larutan McDougall dan Asal Cairan Rumen pada Teknik In Vitro N. Suningsih; S. Novianti; J. Andayani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.341-352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai level larutan McDougall, asal cairan rumen, dan kombinasi berbagai level larutan McDougall dengan asal cairan rumen terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut meliputi: A1B1 = 2:1 (26,67 ml larutan McDougall : 13,33 ml cairan rumen sapi), A1B2 = 2:1 (26,67 ml larutan McDougall : 13,33 ml cairan rumen kerbau), A2B1 = 3:1 (30 ml larutan McDougall : 10 ml cairan rumen sapi), A2B2 = 3:1 (30 ml larutan McDougall : 10 ml cairan rumen kerbau), A3B1 = 4:1 (32 ml larutan McDougall : 8 ml cairan rumen sapi), A3B2 = 4:1 (32 ml larutan McDougall : 8 ml cairan rumen kerbau).  Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan protein kasar (KcPK).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi antara larutan McDougall dan asal cairan rumen tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) namun faktor level larutan McDougall (Faktor A) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar (KcPK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan berbagai level larutan McDougall yang dikombinasikan baik dengan cairan rumen sapi maupun cairan rumen kerbau menunjukkan kecernaan bahan kering dan bahan organik yang relatif sama. Namun pada level 2 : 1 memberikan pengaruh yang nyata lebih tinggi terhadap kecernaan protein kasar. Kata Kunci : level, McDougall, cairan rumen, in vitro
Strategi Pemasaran Madu Berdasarkan Karakteristik Konsumen di Kota Bengkulu D. Suherman; S. Kadarsih; M. G. Gusmantoro
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.171-183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran madu di dan menganalisis segmentasi pasar madu.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2016 di beberapa outlet madu di Kota Bengkulu. Hasil analisis SWOT padapemasaran madu di Kota Bengkulu berdasarkan karakteristik konsumen mendapatkannilai (X= 3,4537; Y= 0,8260) yang terletak pada kuadran I, yaitu mendukung kebijakan yang agresif (growth oriented strategy) atau menggunakan strategi strength – opportunity (strategi – so). Berdasarkan pilihan strategi (strategic choice) dalam pemasaran maka dirumuskan;strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk madu, memaksimal promosi produk unggulanterutama madu lokal,lebih aktif mendekati segmen pasar dan calon pembeli potensial, dan kerja keras menjaga serta mempertahankan kepercayaan konsumen.Strategi pemasaran di masa akan datang antara lain;meningkatkan penjualan produk dan kegiatan promosi serta distribusi pemasaran,membuat layanan konsumen (customer care), danmenambahvarians produk. Kata kunci: SWOT, Karakteristik Konsumen, Kebijakan Agresif 
Tingkah Laku Estrus Rusa Timor (Cervus timorensis) Betina yang di Suplementasi dengan Magnesium, Seng dan Selenium pada Satu Siklus Estrus A. Setiyono; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.8-19

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui tingkah laku rusa Timor betina selama satu siklus estrus dan mengetahui pengaruh suplementasi mineral seng (Zn), Selenium (Se) dan Magnesium (Mg) terhadap tingkah laku rusa Timor betina selama siklus estrus. Materi yang digunakan adalah rusa Timor (Cervus timorensis) betina sebanyak 10 ekor, poel 2 dan BCS 2,5-3,25 dengan kriteria penampilan fisik sehat dan sudah pernah partus. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 (kontrol) tanpa suplementasi mineral, dan T1 dengan suplementasi mineral. Parameter tingkah laku yang diamati adalah urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, shouting, standing heat, makan dan minum. Data tingkah laku urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, shouting, standing heat, makan dan minum dianalisis dengan uji Mann Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap shouting, sedangkan pada urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, makan dan minum menunjukan perbedaan yang nyata (P<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah  selama satu siklus estrus rusa Timor menunjukkan tingkah laku urinasi,  following, kissing other female, walking around the fence, shouting, makan dan minum serta suplementasi magnesium, seng dan selenium dapat mempengaruhi tingkah laku estrus rusa Timor betina. Kata Kunci:Suplementasi mineral, lendir serviks, Rusa Timor, pH, NaCl
Peran Usaha Pembibitan Sapi Potong Program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Perak) dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Ngada R. L. R. Rimbing; M. Krova; M. Y. Luruk
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.14-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK terhadap peningkatan populasi sapi potong; 2) mengetahui peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK terhadap pendapatan peternak; 3) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan populasi pembibitan sapi potong program PERAK; 4) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK ; dan 3) merumuskan strategi pengembangan usaha pembibitan sapi potong program PERAK. Penelitian dilakukan pada 3 kecamatan, 6 desa atau kelurahan, dan 8 kelompok usaha pembibitan sapi potong program PERAK di Kabupaten Ngada. Pemilihan lokasi ditentukan secara purposive dengan pertimbangan kelompok yang masih aktif. Responden penelitian sebanyak 52 orang dari total 2.466 orang peternak pembibitan sapi potong program PERAK dan difokuskan pada responden penerima program PERAK tahun 2011.Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif (korelasi-regresi) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK memberikan kontribusi terhadap perkembangan populasi sapi potong di Kabupaten Ngada sebesar 10% dari total populasi; 2) peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK memberikan kontribusi terhadap pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK di Kabupaten Ngada sebesar 18% dari total pendapatan peternak; 3) hasil uji-t membuktikan bahwa secara parsial dengan tingkat keyakinan 95% faktor calving interval (X5) berpengaruh sangat nyata terhadap perkembangan populasi pembibitan sapi potong program PERAK; 4) hasil uji-t membuktikan bahwa secara parsial dengan tingkat keyakinan 99% faktor jumlah ternak sapi yang dijual (X4) berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK; dan 5) strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pembibitan sapi potong pembibitan program PERAK di Kabupaten Ngada adalah strategi peningkatan populasi ternak sapi potong pembibitan program PERAK, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, optimalisasi penggunaan sumberdaya alam, pengembangan dan penerapan teknologi, pengembangan pemasaran, dan strategi keberlanjutan usaha ternak sapi potong program PERAK.Kata kunci: Program PERAK, Populasi, Pendapatan, Usaha Pembibitan Sapi Potong, Strategi Pengembangan
Fermentasi: Metode untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Jerami Padi Yanuartono Yanuartono; S. Indarjulianto; H. Purnamaningsih; A. Nururrozi; S. Raharjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.49-60

Abstract

Sebagian besar ransum ternak ruminansia di Asia Tenggara berasal dari limbah tanaman bijian. Jerami padi adalah limbah utama yang biasanya disimpan dan digunakan oleh peternak sebagai pakan ternak ruminansia di daerah tropis saat musim kemarau panjang dimana hijauan segar sulit diperoleh. Namun demikian, pemberian pakan jerami padi tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk ruminansia bahkan untuk hidup pokok karena nilai gizi yang rendah. Nilai gizi jerami padi dibatasi oleh rendahnya tingkat asupan dan lambatnya kecernaan serta rendahnya kandungan energi, protein, mineral dan vitamin. Berbagai macam metode perlakuan telah digunakan untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi termasuk fisik, biologis dan kimiawi. Salah satu diantaranya adalah teknologi fermentasi yang dapat meningkatkan nutrisi jerami padi. Ulasan ini bertujuan untuk memaparkan aspek praktis dari proses fermentasi berdasarkan hasil hasil penelitian  terdahulu  tentang jerami padi untuk meningkatkan nilai gizinya.Kata kunci: ternak, jerami padi, ruminansia, nilai nutrisi, fermentasi
Degradabilitas Ruminal Secara In Vitro terhadap Pakan Berbasis Bagase Amoniasi dengan Suplementasi Karbohidrat Mudah Tersedia yang Berbeda F. Musyafaah; Surahmanto Surahmanto; J. Achmadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji degradabilitas rumen secara in vitro dari pakan komplit berbasis bagasse amoniasi dengan suplementasi karbohidrat mudah tersedia yang berbeda. Pakan komplit yang digunakan mengandung 12% protein kasar (PK) dan 60% Total Digestible Nutrient (TDN) dengan suplementasi molases atau tepung bonggol pisang. Pakan komplit dengan suplementasi molasses atau tepung bonggol pisang memiliki kandungan Non Fibre Carbohydrate (NFC) yang sama. Sampel pakan komplit di uji secara in vitro dan difermentasi  selama 48 jam secara anaerob dengan cairan rumen kambing. Parameter yang di ukur meliputi degradabilitas bahan kering dan bahan organik, produksi protein mikrobia dan pH rumen. Pakan komplit berbasis bagasse amoniasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda pada degradabilitas bahan kering dan bahan organik, produksi protein mikrobia, dan pH rumen ketika ditambahkan molases atau bonggol pisang. Tepung bonggol pisang mampu digunakan sebagai substitusi molases dalam pakan komplit.Kata kunci : bagasse, molases, tepung bonggol pisang, degradabilitas.
Kajian Sifat Pertumbuhan dan Kadar Kolestrol Ayam Broiler yang Mendapat Substitusi Tepung Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Terfermentasi Effective Microorganisms-4 (Em4) dalam Ransum Basal M. Nggena; F.M.S. Telupere; N.T. Tiba
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.75-90

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2017 s/d 29 Januari 2018  untuk mengetahui pertumbuhan dan kadar kolesterol ayam broiler diberi pakan komersial yang disubstitusi dengan tepung daun lamtoro terfermentasi effective microorganisms-4 (EM-4). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan 4 empat ulangan dan setiap ulangan ada 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang dimaksud adalah: P0 = (100% pakan komersial), P5=(95% pakan komersial + 5% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4), P10=(90% pakan komersial+10% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4), P15= (85% pakan komersial + 15% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4, P20 =(80% pakan komersial +20% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian pakan komersial oleh tepung daun lamtoro terfermentasi EM-4 pada taraf  20 % tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan dan analisis Income over Feed cost and chick cost, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot lemak abdominal dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu penelitian. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian sebagian pakan dasar oleh tepung daun lamtoro terfermentasi EM-4 dalam ransum komersial pada level 20% dapat meningkatkan produksi ternak ayam broiler, menurunkan bobot lemak abdominal dan menurunkan kadar kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu penelitian. Sedangkan analisis Income over Feed cos and chick cost pada penjualan ayam hidup lebih menguntungkan yakni mencapai Rp. 27.392 dari pada penjualan karkas yakni: Rp 11.643Katta kunci: Substitusi, TDLF EM-4, Pertumbuhan, Kolestrol dan IOFC
Model Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah Berdasarkan Faktor Aksesibilitas Sumber Daya Amam Amam; M. W. Jadmiko; P. A. Harsita; M. S. Poerwoko
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.61-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan usaha ternak sapi perah berdasarkan aksesibilitas peternak terhadap sumber daya. Penelitian dilakukan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirtasari Kresna Gemilang Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2018. Variabel penelitian terdiri dari sumber daya ekonomi (X1), sumber daya lingkungan (X2), sumber daya sosial (X3), SDM peternak (Z1), dan pengembangan usaha ternak sapi perah (Y1). Responden adalah semua peternak sapi perah anggota KUB, yaitu sebanyak 174 peternak sapi perah. Analisis data menggunakan metode SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berpengaruh secara langsung terhadap pengembangan usaha ternak sapi perah sebesar 10.8%, sedangkan aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berpengaruh secara tidak langsung melalui SDM peternak terhadap pengembangan usaha ternak sapi perah sebesar 34.1%. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berperan penting terhadap pengembangan usaha ternak.Kata kunci: sumber daya, ekonomi, lingkungan, sosial, dan SDM.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap dalam Ransum terhadap Kualitas Eksterior Telur Itik Mojosari B. Aminuddin; L.D. Mahfudz; R. Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.113-118

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ampas kecap terhadap  kualitas eksterior telur itik. Materi yang digunakan yaitu Itik Mojosari  sebanyak 240 ekor dengan umur 24 minggu dengan berat badan awal rata – rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV = 9,44%). Bahan penyusun ransum meliputi bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, premix dan ampas kecap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga ada 24 unit percobaan dan setiap unit ada 10 ekor itik. Perlakuan ampas kecap ke dalam ransum adalah sebagai berikut (T0 : 0%, T1 : 5%, T2 : 7,5% dan T3 : 10%). Parameter yang diamati adalah kualitas eksterior telur itik yang  meliputi: berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur. Analisis data menggunakan analisis ragam atau analisis of variance (ANOVA) dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukan tidak berbeda nyata, terhadap berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur. Kesimpulan ampas kecap dalam ransum itik Mojosari sampai batas 10% dapat dimanfaatkan tanpa memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas eksterior telur (berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur).Kata kunci : itik mojosari, ampas kecap, eksterior telur
Profil Leukosit Rusa Timor (Cervus timorensis) Betina pada Tiap Fase Berahi yang Disuplementasi Magnesium (Mg), Zinc (Zn), dan Selenium (Se) R. Indriastuti; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.91-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Magnesium (Mg), Zinc (Zn), dan Selenium (Se) terhadap total leukosit dan diferensial leukosit (persentase neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit) Rusa Timor pada tiap fase berahi. Materi yang digunakan adalah 10 ekor Rusa Timor betina dan darah dari masing-masing rusa tersebut. Rusa diadaptasikan dan sebanyak 5 ekor diberi perlakuan suplementasi Mg, Zn, dan Se (T1) dan kontrol (T0) selama 8 minggu. Rusa disinkronisasi berahinya menggunakan implan Medroxy Progesteron Acetat (MPA) selama 16 hari. Sampel darah diambil pada tiap fase berahi untuk dianalisis kandungan mineral darah serta dihitung total leukosit dan diferensial leukositnya. Analisis data menggunaakan metode Ttest dan Mann Whitney U-test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa total leukosit dan diferensial leukosit Rusa Timor tidak berbeda nyata (p>0.05) pada kedua kelompok. simpulan yang diperoleh adalah hampir semua parammeter menunjukkan nilai tertinggi pada fase estrus, kecuali eosinofil dan monosit yang tinggi pada fase diestrus dan metestrus. Mg, Zn, dan Se tidak berpengaruh nyata dalam merubah jumlah leukosit dan diferensial leukosit Rusa Timor. Kata kunci: Rusa Timor, leukosit, estrus, suplementasi mineral.