cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Penambahan Virgin Coconut Oil, Minyak Ikan dan Minyak Zaitun dalam Pengencer Tris terhadap Kualitas Semen Cair Babi Landrace A. B. Lawa; T. M. Hine; W. M. Nalley
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.135-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kombinasi pengencer dan antioksidan terbaik dalam pengencer tris dalam mempertahankan kualitas semen cair babi landrace. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan: P0 (tris kuning telur), P1 (tris kuning telur + VCO 6%), P2(tris kuning telur + minyak iakan 6%) dan P3(tris kuning telur + minyak zaitun 12%) dengan 5 kali ejakulat dari 3 ekor ternak babi Landrace jantan berumur 3-4 tahun. Semen segar yang ditampung dievaluasi secara makrosopis dan mikroskopis kemuadian diencerkan dan holding time selam 2 jam. Setelah holding time kemudian disimpan pada suhu 18-200C dan dievaluasi setiap 8 jam terhadap motilitas, viabilitas dan membran plasma utuh (MPU) hingga motilitas 40%. Hasil penelitian ini disimulkan bahwa kombinasi pengencer dan antioksidan terbaik dalam pengencer tris untuk mempertahankan kualitas semen babi landrace hingga jam ke-56 adalah P3:tris kuning telur + minyak zaitun 12% (T-KT + MZ) karena memiliki presentasi motilitas (44.00±1.41%), viabilitas (54.78±1.50%) dan MPU (55.66±1.64%) yang tertinggi dibandingkan dengan kombinasi pengencer lainyan.
Analisis Usaha Sapi Potong CV. Ridho Ilahi di Desa Sidodadi Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko O. Panduwijaya; B. Sumantri; M. Suryanty
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.294-301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi penjualan daging sapi, nilai titik impas dan pendapatan usaha sapi potongCV.Ridho Ilahi di Desa Sidodadi Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko. Analisis data penelitian ini adalah harga pokok produksi (HPP), harga pokok penjualan, Break Even Point (BEP) dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total HPP usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi pada bulan Februari-Maret 2019 adalah sebesar Rp.381.302.660. Harga pokok produksi untuk per kg adalah sebesar Rp.103.606,191. Nilai harga pokok produksi usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi sudah berada dibawah harga jual, artinya usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi sudah mendapatkan keuntungan.Harga pokok penjualan usaha sapi potong CV.Ridho Ilahi diperoleh dari penjumlahan persediaan barang dalam proses awal dengan persediaan akhir barang jadi. Nilai harga pokok penjualan produk usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi adalah sebesar Rp.381.302.660. Nilai titik impas yang diperoleh adalah sebesar Rp.380.712.726 atau sebesar 3.048Kg. Nilai titik impas tersebut telah menunjukkan bahwa usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi sudah menguntungkan karena nilai rill sudah berada diatas titik impas.  Pendapatan diperoleh dari pengurangan total penerimaan yaitu sebesar Rp.478.440.000/bulan dengan total biaya yaitu sebesar Rp.381.302.660/bulan.  Pendapatan usaha sapi potong CV. Ridho Ilahi adalah sebesar Rp.97.137.340/bulan.
Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House pada Ketinggian Dataran Berbeda Prasetyo, B.; Mahfudz, L .D.; Nasoetion, M. H.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.61-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketinggian dataran terhadap kualitas fisik daging ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house. Percobaan dilakukan dengan menggunakan kandang closed house dengan ketinggian dataran berbeda dengan lama pemeliharaan 28 hari. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 kandang closed house. Data dianalisis ragam dengan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan yaitu: T1 (dataran rendah, <400 mdpl), T2 (dataran sedang, 400 – 700 mdpl) dan T3 (dataran tinggi, >700 mdpl). Parameter yang diukur yaitu water holding capacity (WHC), pH, susut masak, drip loss dan warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi (Ampel) memiliki susut masak, drip loss dan kecerahan warna daging dada nyata (P?0,05) lebih baik dibandingkan pada dataran rendah (Demak). Nilai pH daging yang mendekati normal pada ketinggian dataran sedang (Gunungpati). Ketinggian dataran tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat kemerahan dan kekuningan daging paha ayam broiler. Simpulannya adalah ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi memiliki kualitas fisik daging yang paling baik.
Pengaruh Penambahan Aditif Pakan Berupa Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat terhadap Pemanfaatan Protein Ransum Ayam Broiler S. A. Putri; E. Suprijatna; L.D. Mahfudz
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.287-293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan aditif pakan berupa kulit singkong dan bakteri asam laktat terhadap pemanfaatan protein ransum ayam broiler.  Materi yang digunakan dalam penelitian ini 144 ekor ayam broiler umur 10 hari unsexed dengan bobot rata-rata 198,59±5,82 g. Ransum yang diberikan mengandung protein 18,9%  dan energi metabolis 3.044,9 Kkal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap unit percobaan diisi 6 ekor ayam. Perlakuan yang diterapkan adalah aditif pakan sebagai berikut  T0: ransum basal; T1: ransum basal + 50 ml/kg; T2: ransum basal + 100 ml/kg; T3: ransum basal + 150 ml/kg. Parameter yang diamati meliputi konsumsi protein, kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein daging. Data hasil penelitian dianalisis ragam dengan uji F dilanjutkan uji Duncan pada probabilitas 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan aditif pakan berupa kulit singkong dan bakteri asam laktat s/d 150 ml/kg pakan belum mampu meningkatkan pemanfaatan protein ransum ayam broiler.
Performans Reproduksi Induk Sapi Bali yang Dikawinkan dengan Pejantan Impor (Exotic Boced) dan Lokal Secara Inseminasi Buatan di Wilayah Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Nubatonis, A.; Dethan, A. A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.55-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performans Reproduksi Induk Sapi Bali yang dikawinkan dengan Pejantan Impor (exotic  boced) dan  (lokal) secara Inseminasi Buatan  di Wilayah Insana  Kabupaten Timor Tengah Utara. Aspek Performance Reproduksi yang diukur diantaranya conception rate (CR), service per conception(S/C), lama kebuntingan, calving rate (CvR) dan Calving interval (CI). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai Informasi dan bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pengembangan dan peningkatan produktivitas sapi potong. Materi penelitian ini adalah induk sapi bali yang telah dikawinkan secara IB menggunakan semen pejantan Limousin sebanyak 36 ekor, Brangus 32 ekor  dan  pejantan  Bali Murni (lokal) sebanyak  50 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan penentuan sampelnya menggunakan metode sensus. Hasil Penelitian ini menunjukkan performace reproduksi yang cukup efisien dengan masing-masing  angka Conception rate (%) : 66,67 ± 0,43; 71,87 ± 0,44 dan 70,59 ± 0,88; Servive per conception (S/C) : 1,88 ; 1,91 dan 1,45; lama kebuntingan (hari) : 280 ± 0,35; 279 ± 0,35; 279 ± 0,35 dan Calving rate (%) :  63,89± 0,48; 65,62 ± 0,50; 68,63 ± 0,41 serta  jarak beranak/Calving interval (hari) yaitu  446, 28 ± 182,45; 431,7± 197,9;  380,4± 145,3. Kesimpulan penelitian adalah Induk sapi bali yang dikawinkan dengan Pejantan  Impor (exotic  boced) Limousin, Brangus  dan  (lokal) Bali Murni   secara Inseminasi Buatan  di Wilayah Insana  Kabupaten Timor Tengah Utara  cukup efisien dari aspek CR, S/C, lama kebuntingan dan Calving rate, namun tergolong belum efisien apabila diukur dari aspek jarak beranak/Calving interval.
Karakteristik Silase Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) dengan Penambahan Jenis Karbohidrat Terlarut yang Berbeda G. F. Bira; P. K. Tahuk; K. W. Kia; S. K. Hartun; F. Nitsae
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.367-374

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik silase semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang ditambahkan jenis karbohdirat terlarut yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (30%) (kontrol), R1 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Dedak Padi (10%), R2 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Tepung Gaplek (10%), R3 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Tepung Jagung (10%), Persentase dedak padi, tepung jagung dan tepung gaplek dihitung berdasarkan berat cacahan daun SBP dan lamtoro dalam kondisi layu. Variabel yang diteliti adalah karakteristik fisik (organoleptik) dan kimia (proksimat) silase semak bunga putih. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karbohidrat terlarut berpengaruh nyata terhadap karaktersitik fisik dan kimia silase. Disimpulkan bahwa penambahan tepung gaplek berpengaruh dan nyata lebih tinggi dalam menghasilkan karakteristik fisik silase semak bunga putih yang terbaik. sedangkan karakteristik kimia, penambahan dedak padi sebagai karbohidrat terlarut nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tepung gaplek dan tepung jagung. 
Efek Perbedaan Dataran terhadap Kualitas Litter Closed House Ayam Broiler A. S. Hasibuan; L. D. Mahfudz; T. A. Sarjana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.171-179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek ketinggian dataran yang berbeda terhadap kualitas litter ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house. Materi yang digunakan adalah peternakan ayam broiler yang dipelihara di kandang closed house pada dataran tinggi, sedang dan rendah dengan standard operation procedure (SOP) yang sama.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu: kandang di dataran rendah 0-400 Mdpl (Meter di atas permukaan laut) (T1), kandang di dataran sedang 400-700 Mdpl (Meter di atas permukaan laut) (T2), dan kandang di dataran tinggi >700 Mdpl (Meter di atas permukaan laut) (T3). Parameter yang diuji meliputi kadar amonia, kadar air, suhu dan pH litter, serta footpad dermatitis (FPD). Data diolah dengan analisis ragam dengan uji F pada taraf signifikansi 5%, apabila ada pengaruh perlakuan diuji lanjut dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dataran berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kadar ammonia, pH litter umur 14 hari, sedangkan kadar air litter dan FPD tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Perbedaan dataran berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kadar air dan pH litter, namun, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar amonia litter dan FPD pada umur 28 hari. Simpulan dari penelitian ini adalah kualitas litter paling buruk berada pada dataran tinggi sedangkan paling baik pada dataran rendah dilihat dari beberapa aspek yaitu kadar amonia, kadar air, pH dan FPD pada ayam broiler.
Pemberian Ransum dengan Protein dan Kalsium Mikropartikel Ditambah Lactobacillus acidophilus atau acidifier terhadap Ketahanan Tubuh dan Bobot Karkas Broiler O. N. Ain; N. Suthama; B. Sukamto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.348-354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ransum menggunakan protein dan kalsium mikropartikel yang ditambah probiotik Lactobacillus acidophillus atau acidifier terhadap organ limfoid, rasio heterofil-limfosit (H/L) dan bobot karkas pada ayam broiler. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini 160 ekor ayam broiler umur 15 hari (bobot badan 343,53± 9,57g). Perlakuan yang diterapkan yaitu T0:(ransum protein standar 21%).T1: (ransum protein non mikropartikel 18% + Lactobacillus acidophilus 1,2 ml (108 cfu/ml)) T2: (ransum protein non mikropartikel 18% + asam sitrat 1,2 %.) T3: (ransum protein mikropartikel 18% + Lactobacillus acidophilus 1,2 ml (108 cfu/ml), dan T4: (ransum protein mikropartikel 18%  + asam sitrat 1,2 %.) Parameter yang diamati adalah bobot relatif organ limfoid (bursa fabrisius, timus dan limfa), rasio H/L dan bobot karkas. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 8 ekor ayam broiler. Data dianalisis ragam (analysis of variance) pada taraf 5 % dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ransum protein mikropartikel 18% ditambah asam sitrat (T4)  nyata (P<0,05)  meningkatkan bobot relatif timus (0,22%), bursa fabrisius (0,18%) dan limfa (0,30%), dengan bobot karkas paling tinggi pada perlakuan kontrol (T0) (1079,50 g) namun tidak nyata terhadap rasio H/L. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian ransum mikropartikel dengan protein 18%  yang ditambah acidifier mampu mempertahankan ketahanan tubuh tetap stabil berdasarkan rasio H/L, dan meningkatkan bobot relatif bursa dan timus, namun menurunkan bobot karkas.
Efek pemberian Air rebusan Kunyit (Curcuma Domestica) dan Daun Sirih di dalam air minum (Piper betle linn) dan kombinasi keduanya terhadap bobot karkas dan lemak abdominal ayam Broiler M. P. Alhadi; E. Erwan; Elviriadi Elviriadi; M. Rodiallah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.148-155

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica) dan daun sirih dapat memberikan manfaat sebagai tanaman herbal yang dapat merangsang aktivitas antioksidan khususnya didalam organ pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh pemberian rebusan kunyit atau daun sirih, serta campuran keduanya terhadap bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, lemak abdominal dan persentase lemak abdominal ayam broiler. Jumlah ayam broiler yang digunakan adalah sebanyak 80 ekor dan pemberian perlakuan dimulai ayam umur 7 sampai 28 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan yakni P0 (air biasa), P1 (air larutan kunyit 25% di tambah 1 liter air), P2 (air larutan daun sirih 25% di tambah 1 liter air), P3 (campuran air larutan kunyit dan air larutan daun sirih 25% di tambah 1 liter air). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan akhir, bobot karkas, lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Dapat disimpulkan bahwa pemberian larutan kunyit atau air daun sirih atau campuran larutan kunyit dan larutan daun sirih pada level 25% didalam air minum belum memberikan perubahan terhadap bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas serta belum mampu meminimalkan bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal ayam broiler.
Analisis Potensi Pakan untuk Pengembangan Ternak Ruminansia di Provinsi Jawa Timur Didik Nur Edi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.251-258

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi pakan untuk pengembangan ternak ruminansia di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dari dinas terkait kemudian disusun dan dianalisis menjadi informasi yang dapat dijelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki populasi ternak ruminansia (sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing dan domba) sebanyak 3.892.540 satuan ternak. Potensi pakan di Provinsi Jawa Timur adalah 16.167.651 ton bahan kering/tahun yang terdiri atas 2.217.979 ton bahan kering/tahun pakan alami (rumput) dan 13.949.672 ton bahan kering/tahun hasil samping pertanian (jerami). Daya tampung ternak mencapai 4.869.774 satuan ternak, yang berarti bahwa terdapat potensi pengembangan sebesar 977.234 satuan ternak. Nilai Indek Daya Dukung Pakan di Provinsi Jawa Timur adalah 1,3. Dapat disimpulkan bahwa potensi pakan di Provinsi Jawa Timur termasuk dalam kriteria kritis, yang berarti bahwa ternak ruminansia telah mempunyai pilihan untuk memanfaatkan sumber daya pakan tetapi aspek konservasinya belum terpenuhi.