cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Seleksi Pejantan Ayam Kampung Berdasarkan Breeding Value terhadap Gerak Massa, Abnormalitas dan Motilitas Spermatozoa A. A. Zen; Y.S. Ondho; Sutiyono Sutiyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.339-347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dari masing - masing pejantan ayam kampung berdasarkan gerak massa, abnormalitas dan motilitas spermatozoa. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10 ekor ayam kampung berumur 10-12 bulan, berdasarkan panjang taji 2-3 cm serta bobot badan berkisar 2 – 2,5 kg. Alat yang akan digunakan adalah kandang individu, tempat makan, tempat minum, tabung evendof, bekker glass, pipet, mikroskop, bunsen, object glass, cover glass dan handtally counter. Bahan yang digunakan antara lain semen, tisu, eosin 2% dan pengencer NaCl. Penelitian  menggunakan rancangan non parametrik yaitu One Way ANOVA dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen dari masing-masing pejantan berbeda nyata (P?0,05), sedangkan pH, warna, konsistensi, bau, gerak massa, abnomalitas dan motilitas tidak berbeda nyata (P?0,05). Hasil analisis dari kualitatif dan kuantitatif spermatozoa masing-masing pejantan memiliki total nilai breeding value yaitu ayam 2(42), 6(42), 7(42), 8(42), 9(42), dan 10(42). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ayam yang dipilih adalah dari penilian total breeding value adalah ayam 2, 6, 7, 8, 9 dan 10.
Kualitas Semen Cair Babi Duroc dalam Pengencer Durasperm yang Disuplementasi Air Buah Lontar dan Sari Tebu Banamtuan, A. N.; Nalley, W. M.; Hine, T. M.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.41-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi air buah lontar (AbL) dan sari tebu (ST) dalam pengencer  durasperm terhadap kualitas semen cair babi duroc. Semen berasal dari tiga ekor babi jantan Duroc berumur dewasa yaitu  2-3 tahun dan dikoleksi dengan menggunakan glove hand method dua kali seminggu. Semen dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis, semen yang berkualitas baik dibagi menjadi tiga bagian dan dikenakan perlakuan: durasperm (PO), durasperm + AbL (P1), durasperm + ST (P2), selanjutnya disimpan dalam kotak Styrofoam bersuhu 18o - 20 oC. Pengamatan dilakukan setiap delapan jam sekali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase motilitas pada jam ke 64 menunjukan P1 40% lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (35.00±1.82) dan P0 (27.50±2.88). P1 memiliki persentase viabilitas spermatozoa 50.94±0.79 lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (45.50±1.94) dan P0 (37.75±3.48). P1 memiliki MPU 52.92±0.61 lebih tinggi dengan P2 (47.38±1.47) dan P0 (40.49±3.47). Abnormalitas dan pH tidak ada perbedaan nyata (P?0,05). Disimpulkan bahwa pengencer suplementasi air buah lontar (P1) efektif untuk mempertahankan motilitas, viabilitas, Abnormalitas, MPU dan menjaga pH tetap stabil.
Pengukuran Performa Produksi Ayam Pedaging pada Closed House System dan Open House System di Kabupaten Malang Jawa Timur Indonesia S. Pakage; B. Hartono; Z. Fanani; B. A. Nugroho; D. A. Iyai; J. A. Palulungan; A. R. Ollong; D. Nurhayati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.383-389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks performan, tingkat mortalitas, pencapaian bobot badan dan feed convertion ratio yang dicapai oleh peternak yang menggunakan closed house system dan open house system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mortalitas pada peternak open house system lebih baik dibanding dengan closed house system. Bobot Badan ayam pedaging pada closed house system lebih tinggi dibanding dengan open house system pada umur rata-rata umur panen 32 hari. Feed Convertion Ratio (FCR) pada peternakan closed house system lebih baik bila dibandingkan dengan open house system. Indeks performan pada peternakan dengan closed house system lebih tinggi bila dibanding dengan open house system, namun keduanya termasuk dalam kategori sangat baik.
Potensi Bawang Putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus sebagai Sinbiotik untuk Meningkatkan Performans Ayam Broiler T. Puspitaningrum; L. D. Mahfudz; M. H. Nasoetion
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.210-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kombinasi ekstrak bawang putih (Alium sativum) dengan Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik yang diberikan pada ayam broiler untuk meningkatkan performans ayam broiler. Percobaan dilakukan menggunakan 144 ekor ayam broiler unsexed strain Cobb 500, umur 7 hari dengan bobot awal 218,49±8,87 g. Ransum basal yang digunakan terdiri dari jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, dedak, dan premix. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Data dianalisis ragam (ANOVA) dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan nyata dilanjutkan uji berjarak Duncan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0=(ransum basal), T1= (ransum basal + sinbiotik 2 ml/kg), T2= (ransum basal + sinbiotik 4 ml/kgParameter  yaitu; konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 4ml sinbiotik (T2) kombinasi bawang putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi ransum dan PBB, sementara konversi ransum semakin menurun (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4ml (T2) sinbiotik dari kombinasi ekstrak bawang putih dan Lactobacillus acidophilus meningkatkan performans ayam broiler.
Pengaruh Penambahan Kombinasi Kulit Singkong dan Lactobacillus sp. Sebagai Aditif pakan Terhadap Performa Awal Produksi Telur Puyuh H. H. Sihombing; E. Suprijatna; L. D. Mahfudz
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.390-397

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh penambahan aditif pakan berupa kulit singkong yang dikombinasikan dengan Bakteri Asam Laktat terhadap performa awal produksi telur puyuh. Materi yang digunakan 240 ekor puyuh betina berumur 4 minggu dengan bobot badan rata-rata 98,70 ± 2,30 g, aditif pakan berupa kulit singkong yang dikombinasikan dengan Bakteri Asam Laktat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor puyuh petelur. Perlakuan yang diterapkan adalah pemberian aditif pakan  sebagai berikut : T0 : Ransum basal, T1 : Ransum basal + aditif pakan 100 ml/kg, T2 : Ransum basal + aditif pakan 150 ml/kg, T3 : Ransum basal + aditif pakan 200 ml/kg. Parameter yang diamati yaitu bobot badan, bobot telur, produksi telur, konsumsi ransum dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf  signifikan 5% melalui uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif pakan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan konsumsi ransum, bobot badan, produksi telur dan konversi ransum saat awal produksi namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur. Kesimpulan penelitian ini penambahan aditif pakan berupa kulit singkong yang dikombinasikan dengan Lactobacillus sp. dapat memperbaiki performa awal produksi telur puyuh hingga level 150 ml/kg ransum.
Kualitas Daging Se’i Sapi yang Diproses Menggunakan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) Kering Matahari T. R. Zainal; P. R. Kale; G. E. M. Malelak
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.194-201

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji penggunaan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) kering matahari terhadap kualitas daging se’i sapi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor pola 4x4 yang terdiri dari 4 faktor level pemberian buah belimbing wuluh kering matahari 0% (kontrol), 1,5%, 3%, 4,5% (w/w) dan 4 faktor lama penyimpanan 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Kombinasi Kedua faktor ini menghasilkan 16 kombinasi setiap perlakuan terdiri atas 3 ulangan, dengan demikian akan diperoleh 48 unit. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah pH, oksidasi lemak (TBA), aktivitas antioksidan, total plate count (TPC). Data analisis menggunakan Anova, apabila berpangaruh sangat nyata (P<0,01) dilakukan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan dengan software SPSS 23. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa interaksi antara faktor level buah belimbing wuluh kering matahari dan faktor lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, oksidasi lemak (TBA), aktivitas antioksidan, total plate count (TPC). Level pemberian buah belimbing wuluh kering matahari 4,5% memberikan hasil tertinggi pada aktivitas antioksidan, dan nilai terendah pada pH, oksidasi lemak (TBA) dan total plate count (TPC). Pada level 1,5% sampai 4,5% menekan laju oksidasi lemak (TBA) dan total plate count (TPC) pada setiap lama penyimpanan hari ke 7, 14, 21 dan 28, sebaliknya pada nilai aktivitas antioksidan cenderung meningkat seiring penambahan level buah belimbing kering matahari pada lama penyimpanan yang berbeda.
Profil Stres pada Induk Kambing Peranakan Ettawah (PE) Pasca Melahirkan S. Ali; Mudawamah Mudawamah; Sumartono Sumartono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.237-241

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil stres pada induk kambing Peranakan Ettawah pasca melahirkan tunggal dan kembar berdasarkan kondisi faali (suhu rektal, denyut nadi dan respirasi) serta jumlah komponen darah yang meliputi leukosit, neutrofil dan limfosit. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen, pengambilan data sampel 22 ekor induk kambing umur 2-3 tahun, pengamatan profile stress berupa suhu rektal, denyut nadi dan respirasi dilakukan pada induk kambing pasca melahirkan dengan rentan waktu 1-4 jam, pengambilan darah untuk mengukur kadar leukosit, neutrofil dan limfosit dilakukan setelah pengamatan kondisi faali, uji kadar Leukosit dan beberapa komponennya menggunakan alat uji darah Nihon Kohden Celltac a MEK -7222k dengan Reagen Isotonac 3 serta menggunakan metode Elektronic Impedance (Focused flow Impedance), Analisis data menggunakan Uji-t tidak berpasangan, dengan menggunakan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan kambing kelahiran tunggal berbeda sangat nyata (P<0,01) lebih rendah dibdaningkan dengan induk kelahiran kembar, Nilai rata-rata tertinggi pada induk kambing kelahiran kembar yaitu suhu rektal mencapai 43,17 ? C, denyut nadi 97,27 kali/menit dan respirasi 64,1 kali/menit. Komposisi darah (Leukosit, Neutrofil dan Limfosit) induk kelahiran tunggal berbeda sangat nyata lebih rendah (P<0,01) dibdaningkan dengan induk kambing kelahiran kembar. Hasil rata-rata tertinggi pada induk kambing kelahiran kembar yaitu leukosit 37.858 Sel/µL. Diferensiasi neutrofil dan limfosit didapat hasil 5,4 %. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa profil stress pada induk kambing pasca kelahiran tunggal lebih rendah dari pada induk kambing  pasca kelahiran kembar.
Kualitas Telur Puyuh yang Diberikan Ransum dengan Penambahan Silase Tepung Daun Ubi Kayu Satria, W.; Harahap, A. E.; Adelina, T.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.26-33

Abstract

Telur adalah produk unggas yang mempunyai nilai gizi tinggi dan mudah dicerna.  Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan silase tepung daun ubi kayu dalam ransum berbentuk mash terhadap kualitas telur puyuh.  Penelitian menggunakan metode Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari: 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor burung  puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 0%), T1 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 3%), T2 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 6%), T3 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 9%). Parameter yang diamati indeks putih telur, indeks kuning telur, bobot telur, dan nilai haugh unit. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan silase tepung daun ubi kayu dalam formulasi burung puyuh sampai 9% belum mampu meningkatkan indeks putih telur, indeks kuning telur dan  nilai haugh unit tetapi dapat meningkatkan bobot telur puyuh. Perlakuan terbaik pada taraf 3% karena dapat meningkatkan indeks putih telur, indeks kuning telur, dan nilai haugh unit.
Potensi Bawang Putih (Alium Sativum) dan Lactobacillus achidophilus sebagai Sinbiotik terhadap Kadar Kalsium, Protein serta Masa Kalsium, Protein Daging Ayam Broiler Indraeni, H. J.; Mahfudz, L. D.; Sunarti, D.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.93-97

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh bawang putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik terhadap kadar kalsium, protein serta masa kalsium, protein daging ayam broiler. Percobaan menggunakan 144 ekor DOC umur 7 hari strain Cobb dengan merk dagang CP 707 unsexed  dengan bobot 218,5 ± 8,87g,  digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 : ransum basal; T1 : ransum basal + 2 ml sinbiotik; T2 : ransum basal + 4 ml sinbiotik. Parameter yang diukur yaitu kadar kalsium, masa kalsium serta kadar kalsium protein daging. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji beda wilayah ganda Duncan, dengan bantuan statistical analysis system (SAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik ekstrak bawang putih dan Lactobacillus acidophilus dalam ransum dengan level 2 ml/1 kg ransum mampu meningkatkan masa protein daging serta penambahan sinbotik 4 ml/1 kg ransum mampu meningkatkan kadar protein daging namun belum mampu meningkatkan kadar serta massa kalsium daging.
Efek Perbedaan Dataran terhadap Produksi Karkas Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House F. Nurhidayat; L. D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.406-413

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada kandang closed house yang yang memiliki Standard Operation Procedure (SOP) sama, closed house yang digunakan berasal dari dataran yang berbeda yaitu: didataran rendah, sedang dan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh makroklimat terhadap mikroklimate dan produksi karkas ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (T1: Pemeliharaan ayam di Demak, T2: pemeliharaan di Gunungpati dan T3: pemeliharaan di Ampel.) dan 8 ulangan. Data diolah menggunakan analisis ragam pada taraf signifikasi 5%, jika perlakuan berpengaruh nyata nyata dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan dataran berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot potong yaitu pada dataran rendah 1560.13g (a) lebih baik dari dataran sedang 1477,94g (b) dan dataran tinggi 1454,38g (b). Bobot karkas juga berpengaruh nyata (P<0,05) yaitu pada dataran rendah 1060.58g (a) lebih baik dari dataran sedang 1029.11g (ab), dan dataran tinggi 1006,01g (b). Persentase karkas, lemak abdominal dan kualitas karkas tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perbedaan dataran berpengaruh terhadap kondisi mikroklimat kandang, sehingga menghasilkan bobot potong dan produksi karkas ayam broiler yang paling baik pada dataran rendah.