cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Pemberian Suplemen dan Teat Dipping Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap Konsumsi Pakan dan Produksi Susu Sapi Laktasi Mastitis Subklinis N. E. Kharisa; R. Hartanto; D.W. Harjanti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.327-332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplemen dan antiseptik teat dipping temulawak terhadap konsumsi pakan dan produksi susu sapi laktasi penderita mastitis subklinis. Materi penelitian adalah 12 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) penderita mastitis subklinis, laktasi ke 3-5 dan bulan laktasi ke 5-6 dengan rata-rata bobot badan 466,49±44,99 (CV = 9,75%) kg dan produksi susu awal 6,90±2,70 (CV = 39,34%) liter. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok yang didasarkan produksi susu yaitu rendah, sedang dan tinggi. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 = tanpa perlakuan, T1 = Pakan basal + suplemen temulawak 1% kebutuhan BK, T2 = Pakan basal + antiseptik teat dipping temulawak dan T3 = Pakan basal +suplemen temulawak 1% kebutuhan BK + antiseptik teat dipping temulawak. Parameter penelitian ini yaitu konsumsi bahan kering pakan dan produksi susu. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi BK dan produksi susu. Simpulan dari penelitian adalah pemberian suplemen 1% kebutuhan BK dan antiseptik teat dipping temulawak belum mampu meningkatkan konsumsi BK dan produksi susu sapi perah laktasi penderita mastitis subklinis.
Penambahan Nukleotida pada Ransum Broiler yang Dipelihara pada Suhu Lingkungan Berbeda terhadap Performa Organ Imunitas R. L. Hakim; L. D. Mahfudz; R. Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.164-170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa organ imunitas akibat penambahan nukleotida pada ransum ayam broiler yang dipelihara pada kondisi suhu lingkungan yang berbeda. Materi yang digunakan yaitu 165 ekor ayam broiler unsexed berumur 15 hari dengan bobot rata-rata 462,20±9 g (CV 3,95%). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola faktorial 3×3 dengan 5 ulangan. Faktor utama yaitu penambahan nukleotida, T0= 0g/kg pakan, T1= 0,5g/kg pakan dan T2= 1g/kg pakan, dan faktor kedua yaitu suhu lingkungan, S1=32±1°C, S2=23±1°C dan S3=24 – 34°C. Parameter yang diamati berupa ukuran bobot relatif organ imunitas yaitu bursa fabricius, timus, dan limpa. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji beda wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya (P>0,05) pengaruh interaksi antara suhu lingkungan dengan pemberian level nukleotida. Kondisi suhu lingkungan yang nyamaan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatnya bobot relatif timus, tetapi suhu lingkungan yang panas menurunkan bobot relatif timus dan bursa serta meningkatkan bobot relatif limpa. Simpulan dari penelitian ini adalah pemeliharaan pada suhu lingkungan nyaman mendukung performa organ imunitas dan suhu lingkungan panas menghambat performa organ imunitas.
Penurunan Kadar Tanin Silase Kulit Pisang dengan Menggunakan Berbagai Aditif T. N. I. Koni; T. A. Y. Foenay
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.333-338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan karbohidrat mudah larut sebagai aditif terhadap kandungan tanin, bahan kering protein kasar dan lemak kasar silase kulit pisang. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Tiga perlakuan adalah (P0) silase kulit pisang tanpa aditif; (P1) silase kulit pisang dengan penambahan bekatul 5%; (P2) silase kulit pisang dengan penambahan tapioka 5%. Parameter yang diukur adalah tanin, bahan kering, dan kadar protein kasar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi 5% dan tapioka 5% menurunkan tanin masing-masing 41% dan 43% tanin bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif,peningkatan kandungan protein sebesar 19,7% dan 46,4% dan peningkatan kadar lemak kasar sebesar 6,95% dan 33,3% bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif.
Effect of vitamin E supplementation to diet containing herbal mixture on performance and carcass quality of broiler chickens Santoso, U.; Fenita, Y.; Kususiyah, Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.34-40

Abstract

The present study was conducted to evaluate the effect of vitamin E supplementation to diet containing herbal mixture on performance, meat quality, hematological status and fat deposition of broiler chickens. Eighty 15-day-old female broilers were distributed into 2 treatment groups with 4 replications (10 female broilers of each replication) as follows. Feed with FSBL plus 1 g of turmeric and 2 g garlic (P1) and Feed of P1 plus vitamin E (P2). Vitamin E supplementation had no effect on performance, carcass weight, meat bone ratio, drip loss and cooking loss, gizzard, spleen, proventriculus, gallbladder, heart, caecum, intestine, fat depot in abdomen, sartorial, neck, heart, proventriculus, and liver as expressed by fatty liver score, blood triglyceride, cholesterol, LDL and HDL concentrations, moisture, and fat and ash contents of meats.  However, it reduced liver weight, toxicity score, gizzard fat depot and meat protein. In conclusion, vitamin E supplementation to  diet containg herbal mixture reduced meat protein, toxicity score, and gizzard fat depot.
Kualitas dan Kuantitas Produksi Susu Sapi di Kemitraan PT. Greenfields Indonesia Ditinjau dari Ketinggian Tempat D. A. Setyorini; S. E. Rochmi; T. W. Suprayogi; M. Lamid
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.426-433

Abstract

Produksi susu sapi di Indonesia tidak memenuhi konsumsi susu sapi nasional. Sehingga menyebabkan impor susu Indonesia terus meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengkaji pengaruh ketinggian tempat terhadap kualitas dan kuantitas produksi susu sapi. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi dengan ketinggian berbeda, yaitu dataran tinggi (1065 mdpl), dataran sedang (789 mdpl) dan dataran rendah (499 mdpl). Sebanyak 10 sapi FH dari masing-masing peternakan dalam kondisi laktasi normal digunakan dalam penelitian ini. Aspek lingkungan meliputi suhu dan kelembapan lingkungan dicatat selama 30 hari pada pagi (07.00 WIB), siang (12.00 WIB), dan sore (17.00 WIB).  Data suhu dan kelembapan lingkungan kemudian dikonversikan ke nilai index suhu dan kelembapan/Temperature Humidity Index (THI). Berdasarkan nilai THI, dataran rendah memberikan dampak cekaman sedang, sedangkan dataran sedang dan tinggi memberikan dampak cekaman panas ringan pada sapi perah. Kualitas susu di ketiga lokasi penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Hal ini disebabkan karena komposisi ransum pakan yang diberikan oleh ketiga peternakan tersebut sama. Produksi susu di ketiga lokasi penelitian berbeda nyata (P<0,05). Dengan produksi tertinggi di dataran tinggi (14,36 liter/ekor/hari), dataran sedang (12,10 liter/ekor/hari), dan dataran rendah (10,48 liter/ekor/hari). Ketinggian tempat dapat mempengaruhi produksi susu sapi di ketiga lokasi peternakan.
Pengelolaan Sumber Daya Genetik Kambing sebagai Potensi Biologik dan Nilai Ekonomi S. Rusdiana; U. Adiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.222-227

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan sumber daya genetik kambing sebagai potensi biologik dan nilai ekonomi. Penelitian dilakukan di kandang percobaan Ciawi-Bogor 2018. Penelitian menggunakan kambing PE 35 ekor, betina 30 ekor dan jantan 5 ekor. Kambing AN 35 ekor, betina 30 ekor dan jantan 5 ekor. Metoda analisa data dilakukan secara deskriprif, kuantitatif dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata bobot badan kawin kambing betina PE s 40,71±9,94 kg dan kambing betina AN43,10±12,13 kg. Rata-rata bobot badan kambing betina PEsetelah beranak 41,84±9,18 kg dan rata-rata bobot badan kambing betina AN setelah beranak 42,81±9,42kg. Produksi anak kambing jantan PE 26,48%. Sedangkan anak kambing betina PE 22,22%. Anak kambing jantan AN  28,79%, sedangkan anak kambing betina AN 24,24%. Keuntungan dari usaha kambing PE Rp.17.730.000/tahun  R/C 1,52. Keuntunagn dari usaha kambing AN  Rp.16.126.670/tahun R/C  1,44. Kambing PE dan kambing AN dapat dipelihara selama >5 tahun, kambing PE dan AN dapat berproduksi susu dan daging serta dapat beranak 2 kali dalam 1.5 tahun, dan secara ekonomi usaha kambing layak diusahakan.
Potensi Bawang Putih dan Lactobacillus achidophilus sebagai Sinbiotik terhadap Karakteristik Tulang Ayam Broiler N. E. Aurora; L. D. Mahfudz; T. A. Sarjana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.375-382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sinbiotik dari bawang putih (Alium sativum) dan Lactobacillus achidophilus terhadap karakteristik tulang ayam broiler. Materi yang digunakan sebanyak 144 ekor ayam broiler strain Cobb unsex umur 7 hari dengan bobot badan 218,5 ± 8,87 gram, dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 : pakan kontrol (tanpa penambahan sinbiotik); T1 : pakan kontrol + 2ml sinbiotik; T2 : pakan kontrol + 4ml sinbiotik. Parameter yang diamati meliputi panjang dan bobot tulang tibia, femur, kekuatan tulang dan masa Ca tulang. Data yang diperoleh dianalisis statistik dan data yang menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata di uji lanjut dengan uji wilayah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik hingga taraf 4ml tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang femur, bobot tibia dan femur, serta massa kalsium, namun nyata meningkatkan (P<0,05) panjang tibia, kekuatan tulang tibia dan femur. Kesimpulannya adalah penambahan sinbiotik dari ekstrak bawang putih dan Lactobacillus achidophilus sebanyak 2 ml/kg ransum dalam ransum ayam broiler sudah cukup mampu untuk memperbaiki karakteristik tulang ayam broiler.
Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum Domba yang Mengandung Kulit Buah Melinjo F. S. F. Hasanah; R. Septiana; R. Ardiansyah; R. B. A. Eryanto; T. Dhalika; R. Hidayat; A. R. Tarmidi; I. Hernaman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.130-134

Abstract

Kulit buah melinjo memiliki potensi sebagai pakan sumber energi untuk ruminansia, namun saat ini belum banyak yang memanfaatkannya. Penelitian bertujuan untuk mengukur total digestible nutrient (TDN) ransum yang mengandung kulit buah melinjo. Dua puluh ekor domba betina dialokasikan ke dalam 5 macam ransum perlakuan yang mengandung 0% (R1), 5% (R2), 10% (R3), 15% (R4), dan 20% (R5) tepung kulit buah melinjo. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap, data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Peubah yang diukur adalah kecernaan protein kasar, kecernaan lemak kasar, kecernaan serat kasar, kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan TDN. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kecernaan lemak kasar, kecernaan BETN dan TDN dan tidak terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Ransum yang menggunakan kulit buah melinjo sebanyak 20% (R5) menghasilkan kecernaan BETN yang paling tinggi (P<0,05) sama dengan perlakuan R3 dan R4. Sementara itu, lemak kasar dan TDN memiliki nilai yang paling rendah (P<0,05) diantara perlakuan, akan tetapi nilai TDN (70,17%) tersebut masih dalam kisaran kebutuhan domba. Kesimpulan menunjukkan bahwa tepung kulit buah melinjo sebanyak 20% dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan dalam ransum domba dan menghasilkan nilai TDN yang optimal. 
Nilai Ekonomi Substitusi Jagung Lokal dalam Ransum Komersial pada Ayam F1 Hasil Persilangan Berbeda Strain F. Lopi; R.L. Ulrikus; F. M. S. Telupere
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.308-314

Abstract

Penelitiaan ini telah dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomi substitusi jagung lokal dalam ransum komersial ayam F1 hasil silangan pejantan lokal yang berbeda strain dengan ras petelur Isa Brown. Silangan ini menghasilkan 72 ekor ayam yang digunakan sebagai materi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor pola 3x2 yakni: 3 faktor strain pejantan (pejantan Sabu >< Isa Brown = Saras, Bangkok >< Isa Brown = Bakoras dan Legund >< Isa Brown = Leguras) dan 2 faktor pakan (pakan komersial 100% = P1 dan pakan komersial 70% + 30% jagung lokal = P2). Kombinasi kedua faktor ini menghasilkan 6 kombinasi perlakuan yakni: ayam Saras diberi pakan P1 (SP1), ayam Saras diberi pakan P2 (SP2), ayam Bakoras diberi pakan P1 (BP1), ayam Bakoras diberi pakan P2 (BP2), ayam Leguras diberi pakan P1 (LP1) dan ayam Leguras diberi pakan P2 (LP2). Variabel nilai ekonomi dalam penelitian ini adalah indeks performa (IP) dan income over feed and chick cost (IOFCC). Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam, apabila berpengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antara kombinasi perlakuan dengan aplikasi microsoft excel dan SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara faktor strain dan faktor pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai IP dan IOFCC per ekor ayam Saras, Bakoras dan Leguras. Kombinasi perlakuan terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada perlakuan BP1 dengan nilai IP 82,94 dan IOFCC sebesar Rp93.955,15/ekor. 
Produksi Biogas dari Limbah Black Water dan Kotoran Ternak Menggunakan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) Wardhani, P. K.; Amizera, S.; Prima, F. H.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.108-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi produksi biogas serta efisiensi penyisihan BOD, COD, TSS, dan keberadaan organisme patogen (E. coli) dari limbah black water dan kotoran ternak menggunakan reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) pada temperatur mesofilik (28 - 30 C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD, TSS, dan BOD sebesar 67,8 %, 92, 5 %, dan 36, 9 %. Biogas yang dihasilkan pada hari ke 7, hari ke 14 dan hari ke 21 meliputi 12 %, 51 %, dan 64 % untuk metan, sementara karbon dioksida sebesar 21 %, 34 %,  dan 33 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah black water dan kotoran ternak secara anaerobik dapat diterapkan dengan menggunakan reaktor UASB. Selain itu, pengolahan limbah black water dan kotoran ternak secara anaerobik dengan reaktor UASB memberikan manfaat yang besar dalam menghasilkan metan.