cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
STUDI EVALUASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Studi Pada Tiga Sek SENTOSA, I PUTU PRANATHA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.601 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.378

Abstract

ABSTRAKPranatha.2012. Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) Pembimbing I Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd Pembimbing II Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A Kata Kunci : Studi Evaluasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).   Penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik. (2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik. (4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal agar seluruh stakeholder yang ada dapat mengerti dan memahami program MBS secara benar sehingga mereka mempunyai perhatian/kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap keberadaan dan keberlangsungan program MBS yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. ABSTRACT Pranatha. 2012.     An Evaluation Study of the Implementation of School  Based Management on Secondary Schools in Jembrana Regency. First advisor, Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd         Second advisor, Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A  Key words : Evaluation Study, School Based Management.  This study aims to find out the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in Jembrana Regency and to find out the difficulties faced in implementing the program. To achieve these objectives, data from the three State Secondary Schools in Jembrana Regency. This research is ex post facto. The data were collected using questionnaires, interviews, observation and document.  The data collected through questionnaires were analyzed descriptively and quantitatively, whereas for the secondary data collected through interviews, observations, and document analyses were analyzed qualitatively. The result of study showed that: (1) The value of context component was 4.058. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ?context? was  very good, (2) The value of input component was 4,047. So, the effectiveness of the implementation of  School Based Management Program in terms of component ?input? was very good, (3) The value of process component was 3,904. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ?process? was  good, (4) The value of process component was 3,823. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ?product? was good, (5) the problems encountered in the  implementation of School Based Management Program were linked to the mindset of some stakeholders that were not commitment in addressing the changes of the government policy on education field, and (6) in order to solve the problem, some efforts can be done such as optimal collaboration between the schools and committee, teachers? assembly, students? parents, and society?s leader so that all the stakeholders can understand the School Based Management Program and have attention, awareness, and responsibility to the existence and sustainability of School Based Management Program that can improve the quality of education.
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG MENGACU PADA STANDAR PROSES DI SLB NEGERI GIANYAR ., ANAK AGUNG KERESNAWATI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., Dr. I NYOMAN JAMPEL, M.Pd.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.384 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v5i1.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada standar proses di SLB Negeri Gianyar ditinjau dari segi konteks, input, proses dan produk dengan menggunakan evaluasi model CIPP dan untuk mengetahui kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada standar proses di SLB Negeri Gianyar. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi, dan metode kuesioner. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada standar proses di SLB Negeri Gianyar ditinjau dari segi konteks input, proses dan produk termasuk katagori termasuk katagori sangat tidak baik. Kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada standar proses di SLB Negeri Gianyar antara lain: (1) masih rendahnya pemahaman guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang mengacu pada standar proses, (2) sangat sulit melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada standar proses karena kondisi siswa yang unik dengan beragam ketunaan, dan (3) kurangnya pembinaan dari kepala sekolah dan pengawas binaan.Kata Kunci : Pelaksanaan Pembelajaran, Standar Proses, Studi Evaluasi The research was aimed to analyse and evaluate the teaching and learning process refers on the standard process in SLB Negeri Gianyar, in terms of contexts, input, process and products, also finding out the obstacles in implementing the teaching and learning process refers to the standard process in SLB Negeri Gianyar using CIPP Evaluation Model. The data was collected by the observation method, document studies, interview, and questionnaire. The data analysis showed that the teaching and learning process refers to the standard process in SLB Negeri Gianyar in terms of context, input, process, and product was categorized asvery poor. The obstacles which hindered the implementation of teaching learning process refers to the standard process in SLB Negeri Gianyar were: (1) teachers? poor comprehension in designing the teaching kit refers to the standard process, (2) difficulties in implementing the teaching learning process refers to the standard process due to students? various impairment conditions, and (3) lack of trainings from principal and the school superintendent. keyword : Teaching and Learning Process, Standard Process, EvaluationStudy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ASESMEN KINERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK PGRI 1 GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012 APRIYUNI, KOMANG SRI YAYUK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.53 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.383

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 88 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (FA = 4,23 dengan p < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan (FAB = 14,85 dengan p < 0,05). Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Qhit = 10,07 > Qtabel = 2,86). Namun, pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja (Qhit = 3,06 > Qtabel = 2,86). Berdasarkan hasil temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja dan motivasi berprestasi dapat meningkatkan prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran kewirausahaan, dan penerapan model pembelajaran problem based learning dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan.   Kata kunci :     Pembelajaran Berbasis Masalah, Konvensional, Asesmen  Kinerja, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Kewirausahaan.     ABSTRACT   This study goal to determine and analyze the influence of the learning model of problem based learning and performance-based assessment of achievement motivation to school performance entrepreneurship. It was held at XI grade of SMK PGRI 1 Gianyar using the draft of Post Test Only Control Group Design. The research sample amounted to 88 people are selected using Random Sampling Techniques. The process of the data obtained using analysis of variance (ANAVA) two ways through the F test followed by Tukey test. The results of the research are overall, entrepreneurial learning achievements of students studying the problem based learning model of performance-based assessment showing that it is higher than students who studied with conventional learning model (FA = 4,23 with p< 0,05). The research also indicated there is an interaction effect between learning model with achievement motivation to entrepreneurial learning achievement of students (FAB = 14,85 with p < 0,05). The motivation of high-achieving students, entrepreneurial learning achievements of students who use a learning model based assessment of problem based learning performed better than students who learn using conventional learning models (Qhit = 10,07 with p < 0,05). In other way the students who have low achievement motivation, entrepreneurial learning achievements of students who use conventional learning model  better than students who studied with problem-based learning model of learning-based assessment performed (Qhit = 3,06 with p < 0,05). From the research found and conclude that the model of problem based learning and learning achievement motivation influence learning achievement entrepreneurial of XI class SMK PGRI 1 GR. This study provides implications there are problem based learning model is a model of performance-based assessment of learning that needs to be considered and implemented in the process of entrepreneurial learning, and application of problem based learning model of learning and achievement motivation influence on entrepreneurial learning achievement of students.   Key word : problem based learning, conventional, performance assessment, achievement motivation, and school performance entrepreneurship
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC TERHADAP MINAT BACA DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN PADA SISWA KELAS VI DI SEKOLAH DASAR GUGUS BURUAN ., NI MADE YUDASMINI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., Dr. I NYOMAN JAMPEL, M.Pd.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.383 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v5i1.1578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) terhadap minat baca dan kemampuan memahami bacaan pada siswa kelas VI di Sekolah Dasar Gugus Buruan. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI Gugus Buruan yang berjumlah 106 orang. Penentuan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling sederhana yang berjumlah 71 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner untuk variabel minat baca dan tes pilihan ganda untuk variabel kemampuan memahami bacaan. Metode analisis data yang digunakan adalah Manova satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan minat baca siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di Sekolah Dasar Gugus Buruan, (2) terdapat perbedaan kemampuan memahami bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di Sekolah Dasar Gugus Buruan, dan (3) terdapat perbedaan secara bersama-sama minat baca dan kemampuan memahami bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di Sekolah Dasar Gugus Buruan.Kata Kunci : kemampuan memahami bacaan, minat baca, model pembelajaran CIRC This research aims to investigate the effect of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model towards reading interest and reading comprehension skill of sixth grade students in cluster VI Buruan. This is an experimental research using Post-Test Only Control Group design. Population in this research was the entire sixth grade students in cluster VI Buruan which consisted of 106 students. Seventy one students were selected as sample using random sampling technique. Data were collected using questionnaire on reading interest and multiple choice test on reading comprehension skill. The data analysis was done using One-Way Manova. The results show that: First, there is a difference in reading interest between sixth grade students in Buruan cluster who learned using CIRC learning model and students who learned using conventional learning model. Second, there is a difference in reading comprehension skill between sixth grade students in Buruan cluster who learned using CIRC learning model and students who learned using conventional learning model. Third, there is a simultaneous difference in reading interest and reading comprehension skill between sixth grade students in Buruan cluster who learned using CIRC learning model and students who learned using conventional learning model).keyword : CIRC, reading comprehension ability, reading interest
PENGARUH MODEL PAKEM BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VI SD 4 TONJA DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BELAJAR ., NI MADE DWI SARASWATI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., PROF.DR.I NYOMAN NATAJAYA, M.Pd.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.904 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v5i1.1583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model PAKEM berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional sebelum dan setelah variabel motivasi belajar dikendalikan dan besar kontribusi motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti model PAKEM berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa siswa kelas VI SD 4 Tonja Denpasar. penentuankan sampel digunakan teknik random sampling. Data dianalisis dengan analisis varians satu jalan dan analisis kovarian (Anakova) 1 jalan dengan uji-F. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan? post-test only control group design?.Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model PAKEM berbantuan media gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, (2) perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pelajaran menggunakan model PAKEM berbantuan media gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah dikendalikan pengaruh motivasi belajar dan (3) kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Kata Kunci : media gambar, model PAKEM, model pembelajaran konvensional, motivasi belajar This study aims at discovering the difference of social study learning achievement between students who were following PAKEM teaching model assissted with picture media and students who were following conventional teaching model after and before the learning motivation toward social study learning achievement were controlled. The population of this study was all students of Class VI SD 4 Tonja Denpasar. The sample was chosen by using random sampling technique. The collected data were analyzed by using One-Way ANOVA and One-Way ANACOVA with F-test. This is an experiment research of post-test only control group design. Based on the data analysis, it was found that: (1) there is a difference of social study learning achievement between students who were following PAKEM teaching model assissted with picture media and students who were following conventional teaching model, (2) there is a difference of social study learning achievement between students who were following PAKEM teaching model assissted with picture media and students who were following conventional teaching model after the contribution of learning motivation was controlled and (3) there is a positive and significant contribution between students? learning motivation and social study learning achievement.keyword : conventional teaching, learning motivation, PAKEM teaching , picture media
PENGARUH PENERAPAN MODEL CORE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN KOVARIABEL PENALARAN SISTEMATIS PADA SISWA KELAS III GUGUS RADEN AJENG KARTINI KECAMATAN DENPASAR BARAT ., GUSTI AYU NYOMAN DEWI SATRIANI; ., PROF. DR. NYOMAN DANTES; ., Dr. I NYOMAN JAMPEL, M.Pd.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.558 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v5i1.1588

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pengaruh model CORE dengan kovariabel penalaran sistematis. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 748 siswa. Sampel yang diambil jumlah 78 siswa dengan tehnik random sampling. Desain penelitian ini adalah single factor independent groups design with use of covariat. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan penalaran sistematis dikumpulkan melalui tes, dan dianalisis menggunakan uji t untuk hipotesis pertama, uji anakova untuk hipotesis kedua dan uji regresi untuk hipotesis ketiga. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CORE dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, (2) setelah penalaran sistematis dikendalikan terdapat perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang mengikuti model CORE dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (3) terdapat kontribusi penalaran sistematis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah matematika, model CORE, penalaran sistematis. This research aims to investigate the difference in mathematics problem solving skill through the effect of CORE model with systematic thinking covariable. Population in this research was the entire third grade students Cluster Raden Ajeng KartiniKecamatan Denpasar Barat which consisted of 748 students. Seventy eight students were selected as sample using random sampling technique. The research design was single factor independent groups design with the use of covariate. Data on mathematics problem solving skill and systematic thinking were gathered using test and analyzed using t-test for hypothesis I, ANACOVA for hypothesis II, and regression for hypothesis III. The results show that: First, there is a difference in mathematics problem solving skill between students who learned using CORE learning model and students who learned using conventional learning model. Second, after systematic thinking being controlled, there is a difference in mathematics problem solving skill between students who learned using CORE learning model and students who learned using conventional learning model. Third, there is a contribution of systematic thinking on students? mathematics problem solving skill.keyword : CORE model, mathematics problem solving skill, and systematic thinking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARN KOOPERATIF TIPE STAD DAN MOTIVASI PRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMPNEGERI 2 SEMARAPURA ASTITI, NI WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.334 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i1.31

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARN KOOPERATIF TIPE STAD DAN MOTIVASI PRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMPNEGERI 2 SEMARAPURA   Oleh   NI WAYAN ASTITI   ABSTRAK   Kata-kata kunci : Kooperatif Tipe STAD, Motivasi Berprestasi, hasil belajar IPS   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD ditinjau dari motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 2 Semarapura dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan model pembelajaran  kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (2) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (3) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berprestasi  berpengaruh terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran IPS, dan 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD hendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi berprestasi siswa. THE EFFECT OF STAD TYPED COOPERATIVELEARNING MODEL AND                   PRESTIGE MOTIVATION ON THE INCREASE OF LEARNING ACHIEVEMENT IN IPS TEACHING AND  LEARNING AT CLASS  VII SMP NEGERI2 SEMARAPURA.     ABSTRACT   Key Words : STAD Type Cooperativr Learning Model, Prestige Motivation,   IPS learning achievement   This study aimed at finding out and analyzing the effect of STAD Typed Cooperative Learning Model And Prestige Motivation on the increase of IPS learning chievement in IPS teaching and learning. This study was conducted at SMP Negeri 2 Semarapura with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 80 students  that were selected by using Random Sampling. The data obtained were analyzed by ANAVA two path (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the  achievement of IPS of the students who studied by STAD Typed Cooperative Learning Model was higher than those who studied by conventional , (2) the student who had high prestige motivation and studied by STAD Typed Cooperative Learning Model had higher on IPS learning achievement  than those who had high prestige motivation and studied by conventional ,  (3) the student who had low prestige motivation and studied by conventional had higher on IPS learning achievement  than those who had low prestige motivation and studied STAD Typed Cooperative Learning Model and (4) there  was an interaction effect between the use of teaching learning model and prestige motivation From the result of the study, it can be concluded that the STAD Typed Cooperative Learning Model And Prestige Motivation effected the increase of learning achievement in IPS teaching and learning at class VII SMP Negeri 2 Semarapura Some implications of this study were : 1) the STAD Typed Cooperative Learning Model is one of the teaching learning model must be used in learning IPS and 2) in applying STAD Typed Cooperative Learning Model, one should consider the prestige motivation.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Budiada, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.323 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i1.36

Abstract

PENGARUH  PENERAPAN  MODEL  PEMBELAJARAN  INKUIRI  TERBIMBING BERBASIS  ASESMEN  PORTOFOLIO  TERHADAP  HASIL  BELAJAR  KIMIA  SISWA  KELAS  X  DITINJAU  DARI  ADVERSITY QUOTIENT Oleh I Wayan Budiada ABSTRAK Kata-kata kunci:  Model Pembelajaran, Hasil Belajar Kimia, dan Adversity Quotient Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada, semester  2 tahun pelajaran 2010/2011. Jumlah sampel 80 siswa yang  terdiri dari dua kelas kelompok kontrol dan dua kelas kelompok eksperimen. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Post test Only Control Group Design, dan sebagai desain analisisnya adalah analisis varians dua jalur (ANAVA AB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Fh  =  6,011   >  Ft  =  3,96) pada taraf signifikansi 0,05, nilai rata-rata hasil belajar kimia yang diperoleh oleh kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio sebesar  68,77  dan rata-rata nilai hasil belajar kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 64,83, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih baik dari hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang memiliki adversity quotient tinggi dan siswa yang memiliki adversity quotient rendah, FB hitung =  19,973, sedangkan F tabel pada  dbB = 1 dan db dalam =  76 pada taraf signifikansi 0,05  =  3,96; (3)Terdapat  interaksi antara model pembelajaran dan adversity quotient dalam mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia, harga FAB hitung =  11,031, > dari Ftabel = 3,96); (4) Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient tinggi,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih tinggi dari pada  siswa yang mengikuti model   pembelajaran   konvensional. Dengan   menggunakan uji  t-Scheffe,       nilai (t hitung = 4,083   >   t tabel = 1,671);  (5)  Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient rendah,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih rendah dari pada  siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t-Scheffe, (t hitung = 0,614  <   t tabel = 1,671).     THE EFFECT OF IMPLEMENTING PORTOFILIO ASSESMENT-BASED GUIDED INQUIRY INSTRUCTIONAL MODEL TOWARDS CHEMISTRY LEARNING ACHEVEMENT OF THE STUDENTS IN GRADE  X  VIEWED FROM ADVERSITY QUOTIENT   ABSTRACT   Key words      : instructional models, chemistry learning achievement, and adversity quotient. The study aimed at finding out the effect of implementing portfolio assessment-based guided inquiry instructional model towards chemistry learning achievement viewed from adversity quotient. The study was conducted at SMA Negeri 1 Sukasada, at the second semester in 2010/2011 involving a total number of 80 students as the samples which were classified into two different groups such as experimental and control groups. A post-test only control group design was utilized, while two line variant analysis (ANAVA AB) was used as an analysis design. The results showed that: (1) there was a difference in chemistry learning achievement between the students group joining portfolio assessment-based guided inquiry instructional model from another one joining a conventional model (Fh = 6.011 > Ft = 3.96) at 0.05 significant level, the average scores obtained by the students of experimental group, those joining portfolio assessment-based guided inquiry instructional model was 68.77 and the average scores obtained by the students of control group, those joining a conventional model was about 64.83. Therefore the students learning achievement joining portfolio assessment-based guided inquiry instructional model was better than those joining a conventional one; (2) There was a difference in chemistry learning achievement of the students having higher adversity quotient from those having lower adversity quotient, FB-counted=19.973, while F-table on dbB=1 and db internal = 76 on 0.05 significant level; (3) There was an interacting effect between instructional models and the adversity quotient towards the students chemistry learning achievement (FABcounted = 11.031> Ftable = 3.96); (4) Chemistry learning achievement for the group of students having high adversity quotient when joining portfolio assessment-based guided inquiry instructional model was found higher than the other group joining a conventional one. Based on the t-Scheffe test the value was (t-counted=4.083>t-table=1.671); (5) Chemistry learning achievement for the group of students having lower adversity quotient when joining portfolio assessment-based guided inquiry instructional model was found lower than the other group joining a conventional one. Based on the t-Scheffe test the value indicated that           (t-counted=0.614<t-table=1.671).
Pengaruh Pelatihan Plaiometrik Terhadap Hasil Lompat Jauh Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada SMP Negeri 3 Sawan tahun pelajaran 2010/2011 Bagiasa, I Komang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.724 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i2.58

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan  antara hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dengan siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan semester II tahun ajaran 2010/2011 berjumlah 221 orang. Sampel diambil dengan cara random, jumlah sampel 76 orang dengan rincian putra  40 orang dan putri 36 orang. Sampel dibagi sebanyak dua kelas yaitu 38 orang pada kelas eksperimen (VIIIB), dan 38 orang pada kelas kontrol (VIIIF). Rancangan penelitian menggunakan post test only control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan pengukuran. Setelah eksperimen berakhir data dianalisis dengan analisis statistik anakova satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ditemukan 1) Sebelum dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai, terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 84.006 > Ftabel 3.98). Dan rata-rata hitung pelatihan plaiometrik diketahui 36.55 sedangkan pelatihan konvensional 34.55 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 2) Setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 71.60 > Ftabel 3,98). Dan rata-rata residu yang diperoleh untuk pelatihan plaiometrik 266.96 sedangkan pelatihan konvensional 262.63 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 3) Kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik sebesar 39.80% dan pada pelatihan konvensional sebesar 10.80% sedangkan secara keseluruhan kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh adalah sebesar 26.80%. Berdasarkan temuan tersebut diatas, disimpulkan bahwa pelatihan plaiometrik berpengaruh terhadap hasil lompat jauh, baik sebelum maupun setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai.   Abstract   I Komang Bagiasa: Effect of Training Plaiometrik Against Long Jump Results Judging from the explosive power leg muscles in SMP Negeri 3 Sawan school year 2010/2011. Thesis: Graduate Program UNDIKSHA 2011. This thesis has been corrected and I diperikasa by Supervisor: Prof. Dr. I Wayan Koyan, M. Pd, and Advisor II: Prof. Dr. I Nyoman Kanca, M.S. Key words: Training plaiometrik, explosive power leg muscles, the long jump. This study aims to determine the difference between the results of the long jump at the students who attended training plaiometrik with students who follow conventional training. The study population was all class VIII students of SMP Negeri 3 Sawan second semester of the school year 2010/2011 amounted to 221 people. Samples were taken with a random manner, the number of samples of 76 people with the details of the sons and daughters 40 people 36 people. The sample was divided by two classes of 38 people in the class of experiments (VIIIB), and 38 people in the control class (VIIIF). The study design using a post test only control group design. The collection of data using the test methods and measurement. After the experiment ended data were analyzed with statistical analysis anakova one lane. Based on the results of data analysis and discussion are found 1) Before kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles, there are differences in the long jump results between students who attended training and conventional training plaiometrik (Fhitung 84 006> Ftabel 3.98). And the arithmetic mean of training known plaiometrik 36.55 34.55 whereas conventional training this means that the results of students taking the long jump training plaiometrik better than students who followed the conventional training. 2) After kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles there are differences in the long jump results between students who attended training and conventional training plaiometrik (Fhitung 71.60> Ftabel 3.98). And the average residue obtained for the training of conventional training plaiometrik 262.63 266.96 whereas this means that the results of students taking the long jump training plaiometrik better than students who followed the conventional training. 3) Contribution of leg muscle explosive power of the long jump results in students who attended training plaiometrik of 39.80% and the conventional training of 10.80% while the overall explosive power contribution to limb muscles is a result of the long jump of 26.80%. Based on the above findings, it was concluded that training plaiometrik effect on the results of the long jump, both before and after kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA KELAS XI IPA SMAN I KUTA KABUPATEN BADUNG TAHUN PELAJARAN 2009 - 2010 ., SULISTYOWATI
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.112 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i1.64

Abstract

ABSTRAK   SULISTYOWATI, Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dan Gaya Kognitif terhadap Sikap Nasionalisme Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuta Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2009-2010 . Tesis, Singaraja: Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha   (Undiksha ) Singaraja, 2011.   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd  dan Pembimbing II: Prof. Dr.  Nyoman Dantes.   Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Gaya Kognitif dan Sikap Nasionalisme.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Kontekstual dan Gaya Kognitif terhadap Sikap nasionalisme Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta,Badung menggunakan metode eksperimen semu dengan desain post test only control group design. Instrumen berupa inventory gaya kognitif digunakan untuk mengukur tingkatan gaya kognitif field independent maupun field dependent siswa, dan tes sikap nasionalisme digunakan untuk mengukur sikap nasionalisme siswa. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling memperoleh sampel 90 orang kelompok eksperimen dan 90 orang kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis varians(Anava) dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara umum sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan FA(hitung) =112,17 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara  pembelajaran Kontekstual dan gaya kognitif siswa terhadap sikap nasionalisme dengan FAB(Hitung) = 254,358 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%, (3) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dengan sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan Q(Hitung) 26,54 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (4) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih baik dengan sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan Q(Hitung) 5,358 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dan gaya kognitif dapat meningkatkan sikap nasionalisme siswa. ABSTRACT     SULISTYOWATI, The Effect of Implementing CTL (Contextual Teaching and Learning) and Cognitive Style on Nationalism Behavior in Student Class XI IPA SMA Negeri 1 Kuta, Badung Regency, in the Academic year of 2009/2010. Thesis, Singaraja: The Research Methodology and Educational Evaluation Study Program, Post Graduate Studies of Ganesha Educational University (Undiksha) Singaraja, 2011.trument of cognitive style inventor   This thesis has been corrected by Supervisor I: Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd and Supervisor II: Prof. Dr. Nyoman Dantes.   Key words: Contextual Teaching and Learning, Cognitive Style and Nationalism Behavior.   This research is aimed to determine the influence of contextual learning and cognitive style on student nationalism behavior. This research was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Badung by using quasi-experimental method with design post test only control group design. The instrument of cognitive style inventory used for measuring student cognitive style level of field independent, field dependent and nationalism behavior test used for measuring student nationalism behavior. The sample took by random sampling technique, involving sample 90 people in experiment group and 90 people in control group. Data analysis was done by using variants analysis (Anava) dual band and Tukey test. The research revealed that: (1) generally nationalism behavior in students who followed contextual teaching was better than students who followed conventional teaching with FA(count) =112,17, significant on signification level 5%; (2) there were significant interaction influence between contextual teaching and student cognitive style on nationalism behavior with FAB (count) = 254,358 significant on signification level 5%; (3) for student who have cognitive style field independent, nationalism behavior student who followed contextual teaching better than nationalism behavior student who followed conventional teaching with Q(count) 26,54 significant on signification level 5%; (4) for student who have cognitive style field dependent, nationalism behavior students who followed conventional teaching was better than nationalism behavior of the students who followed contextual teaching with Q(count) 5,358 significant on signification level 5%. Based on the finding of this research, we can come to conclusion that contextual teaching and cognitive style were able to increase student nationalism behavior.