cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 46 Documents clear
Realisasi Kesantunan Berbahasa antara Siswa dan Warga Sekolah Lainnya di SMA Negeri 3 Singaraja ., NI LUH ARIASTINI; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa antara siswa dan siswa, siswa dan guru, serta siswa dan pegawai di SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami oleh siswa dan warga sekolah lainnya di SMA Negeri 3 Singaraja dalam dalam merealisasi kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan pegawai di SMA Negeri 3 Singaraja yang ditentukan dengan teknik accidental sampling, sedangkan objek penelitian yang digunakan adalah kesantunan berbahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) realisasi kesantunan berbahasa antara siswa dan siswa di SMA Negeri 3 Singaraja belum baik karena terdapat 11 tuturan yang melanggar kaidah-kaidah maksim, baik maksim kesantunan Leech maupun maksim kerja sama Grice; (2) realisasi kesantunan berbahasa antara siswa dan guru di SMA Negeri 3 Singaraja belum baik karena terdapat 11 tuturan yang melanggar kaidah-kaidah maksim kesantunan Leech maupun maksim kerja sama Grice; (3) realisasi kesantunan berbahasa antara siswa dan pegawai di SMA Negeri 3 Singaraja juga belumditerapkan dengan baik karena ada satu dari 22 tuturan yang melanggar maksim, yaitu maksim kualitas; serta (4) terdapat delapan kendala yang dialami oleh siswa, guru, dan pegawai di SMA Negeri 3 Singaraja dalam merealisasi kesantunan berbahasa, yaitu sudah terbiasa menggunakan bahasa sehari-hari yang cenderung kurang mematuhi teori kesantunan; adanya pengaruh dari teman; kurangnya penguasaan kosa kata yang santun; gugup berbicara dengan santun; kurangnya lingkungan yang mendukung untuk berbahasa dengan santun; susah berbicara santun dengan orang yang kali pertama diajak bertemu; sikap yang acuh tak acuh dengan orang yang diajak berbicara; serta kadang membuat penutur kesulitan menyampaikan sesuatu. Dengan demikian, peneliti menyarankan kepada guru dan pegawai hendaknya membimbing para siswa agar mereka memahami kesantunan dalam berbahasa.Kata Kunci : realisasi kesantunan berbahasa, maksim kesantunan Leech, maksim kerja sama Grice, kendala-kendala, tuturan siswa, guru, dan pegawai This study intended to (1) describe the realization of polite speech between students and students, students and teachers, and students and staff of SMA Negeri 3 Singaraja; (2) describe obstacles experienced by students and other school communities of SMA Negeri 3 Singaraja which is defined by accidental sampling, meanwhile the object of this study was polite speech. Method which is used to analyze data was descriptive analysis method. Findings of this study showed that (1) realization of politeness in speaking among the students of SMA N 3 Singaraja is not good enough. There were 11 utterances of 59 utterances researcher analyzed that violate the rules of maxims of Leech politeness and Grice cooperation; (2) realization of politeness between students and teachers of SMA Negeri 3 Singaraja is not good enough. There were 11 utterances of 88 utterances researcher analyzed that violates the rules of maxims of Leech politeness and Grice cooperation ; (3) realization of politeness in speaking between the students and staff of SMA Negeri 3 Singaraja is also not good enough because there are some irregularities of maxim in speech that violates the maxim of quality which is based on the teory of Grice; and (4) There were eight obstacles experienced by students, teachers and staff of SMA Negeri 3 Singaraja in realizing politeness of speaking that is familiarity in using daily language which is not appropriate with the theory of politeness; influence of fellow; limitation of maintaining politeness vocabularies; nervousness of polite speech; lack of supporting environment to speak politely; difficulty in speaking politely to people for the first meeting; indifference towards people who are talking with; and sometimes makes speakers hard to convey something. Therefore, researcher suggests teachers and staffs to guide the students to comprehend politeness in speaking.keyword : The realization of polite speech, maxim of Lech politeness, maxim of Grice Cooperation, obstacles, utterance of students, teachers and staff
PENGARUH SIKAP BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA TERHADAP PRESTASI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SMP DAN III SMA PESERTA BIMBINGAN BELAJAR TRITON DENPASAR ., PUTU AYU MERTASARI PINATIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan motivasi belajar bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, dan (3) mendeskripsikan ada tidaknya pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas III SMP dan III SMA yang mengikuti bimbingan belajar di Triton Denpasar, yaitu 1719 siswa. Penetapan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik proposif ramdom sampling. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mencari data sikap bahasa dan motivasi belajar serta menggunakan teknik dokumentasi untuk mencari nilai siswa. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sikap bahasa siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung negatif terhadap bahasa Indonesia, (2) motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung rendah, dan (3) terdapat pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar sebesar 79% untuk kelas III SMP dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 51,35% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 27,65%, sedangkan untuk kelas III SMA sebesar 52% dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 25,48% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 26,52%.Kata Kunci : sikap bahasa, motivasi belajar bahasa, prestasi bahasa Indonesiar The purposes of this study are (1) to describe language attitude of students having in learning bahasa Indonesia, (2) to describe the motivation of students in learning bahasa Indonesia, (3) to describe the influence of language attitude and motivation in learning bahasa Indonesia upon achievement of third grade of junior high school and third grade of senior high school students in Triton Denpasar (learning course). Population of this study is all of students in third grade of junior high school and third grade of senior high school students who takes course in Triton Denpasar Learning Course in period 2015/2016, 1719 students all together. The method of sampling uses Probability Sampling with proposif ramdom sampling technique. This research is designed in a form of Ex-post Facto research. The data are collected by using questionnaire to find students language attitude and motivation in learning, and documentation to collect students score. The analysis of data uses double regression test. The result of this study shows that (1) the language attitude of research participation on bahasa Indonesia is tend to negative, (2) the motivation of learning of the participant is tend to low, (3) it is found the influence of of language attitude and motivation in learning Bahasa Indonesia of the research participant, for third grade of junior high school students, 79% with effective discrimination of language attitude 51,35% and effective discrimination of language learning motivation 27,65%.keyword : language attitude, language learning motivation, achievement in Bahasa Indonesia
KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS VII SMP NEGERI 9 DENPASAR TAHUN AJARAN 2015/2016 ., NI LUH PUTU RATIH KARTIKA DEWI; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan rancangan deskriptif evaluatif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan mengenai (1) kemampuan guru merencanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) kemampuan guru melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; dan (3) hambatan-hambatan yang dialami guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar. Subjek penelitiannya adalah satu orang guru bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar. Objek dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan penilaian autentik yang meliputi, penilaian autentik dalam perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi (untuk memperoleh data kemampuan guru merencanakan penilaian autentik), observasi (untuk memperoleh data kemampuan guru melaksanakan penilaian autentik), dan wawancara (untuk memperoleh data hambatan-hambatan guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik). Data dianalisis secara deskriptif evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Guru mendapat skor 84 dengan predikat sangat baik dalam merencanakan penilaian autentik; (2) Guru mendapat skor 88 dengan predikat sangat baik dalam melaksanakan penilaian autentik; dan (3) hambatan guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik adalah pembuatan rubrik, penyusunan soal yang banyak, penilaian sikap sering terlupakan, dan format yang terlalu rumit membuat guru kewalahan dalam melaksanakan penilaian. Berdasarkan temuan-temuan dan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa (1) guru memiliki kemampuan yang baik dalam merencanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) guru memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) Meskipun guru sudah masuk dalam kategori baik, tetapi masih ada hambatan dalam merencanakan penilaian autentik, yaitu membuat rubrik, penyusunan soal yang terlalu banyak untuk mewakili setiap indikator, dalam melaksanakan penilaian autentik, yaitu penilaian sikap sering terlupakan, format yang terlalu rumit. Saran secara praktis bagi guru, hendaknya penilaian autentik disusun dan dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci : kemampuan guru, penilaian autentik, pembelajaran bahasa Indonesia. Evaluative research with descriptive design aims to get an overview and explanation of (1) the ability of teachers to plan an authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) the ability of teachers to implement authentic assessment in learning Indonesian language (Bahasa) in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) the barriers experienced by teachers in planning and implementing authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar. This research in an Indonesian teacher in class VII SMP Negeri 9 Denpasar. The object of this research is the implementation of learning the Indonesian language by using authentic assessment covering, authentic assessment in lesson planning Indonesian language. Method that is used to collect data is the documentation (to obtain data on the ability of teachers to plan an authentic assessment), observations (to obtain data on the ability of teachers implement authentic assessment), and interviews (to obtain data on barriers teachers in planning and implementing authentic assessment). Data were analyzed descriptively evaluative. The results of this study indicate that (1) Teachers got a score of 84 with honors very well in planning an authentic assessment; (2) Teachers got a score of 88 with honors very well in implementing authentic assessment; and (3) the constraints of teachers in planning and implementing authentic assessment rubric is the manufacture, preparation of questions that a lot, often forgotten, the assessment, and the format is too complicated to make it difficult to carry out the assessment of teachers. Based on the findings and results of the discussion, it can be concluded that (1) the teacher has a good ability to plan an authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) the teacher has a good ability to implement authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) although the teacher had been categorized as good, but still there are obstacles in planning for authentic assessment, it is so create rubrics, preparation of questions that are too many represent each indicator, in implementing authentic assessment, assessment of attitudes often forgotten, the format is too complicated. Practical advice for teacher, authentic assessment should be prepared an implemented.keyword : the ability of teachers, authentic assessment, Indonesian learning.
An Analysis of Speech Act used by Male and Female Students in Teaching Learning English at Primary Level of Universal School Denpasar ., NI LUH RANIATI; ., PROF. DR. PUTU KERTI NITIASIH, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa (1) jenis-jenis tindak tutur yang dihasilkan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah Universal dan (2) fungsi tindak tutur yang dihasilkan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah Universal. Di sini, teori Searle (1979) digunakan sebagai teori pokok dalam menganalisa jenis-jenis tindak tutur dan teori Leech (1983) untuk fungsi tindak tutur. Subjek penelitian berjumlah 16 yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 8 perempuan. Untuk memperoleh data, ada tiga metode yang digunakan, yaitu: pengamatan, merekam dan mencatat. Sementara ada tiga instrumen yang digunakan yaitu, peneliti sendiri, lembar pengamatan dan perekam video. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan pendekatan deskriptive kualitatif. Penelitian ini menghasilkan dua temuan sesuai tujuan penelitian. pertama, jenis speech act yang sering dihasilkan adalah direktif, yang diikuti oleh representatif, komisif, ekspresif dan deklarasi. Secara spesifik, (1) perempuan lebih banyak menghasilkan direktif daripada laki-laki, (2) perempuan lebih banyak menghasilkan asertif daripada laki-laki, (3) perempuan lebih banyak menghasilkan komisif daripada laki-laki, (4) perempuan lebih banyak menghasilkan ekspresif daripada laki-laki dan (5) baik laki-laki maupun perempuan tidak menghasilkan deklarasi dalam berkomunikasi. Kedua, anak laki-laki dan perempuan paling banyak menggunakan tindak tutur dengan fungsi kompetitif, disusul fungsi kolaboratif, fungsi keramahtamahan, dan fungsi konfliktif. Secara spesifik, (1) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi kompetitif daripada laki-laki, (2) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi kolaboratif daripada laki-laki, (3) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi keramahtamahan daripada laki-laki dan (4) laki-laki lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi konfliktif daripada perempuan. Kata Kunci : jenis tindak tutur, fungsi tindak tutur, gender This study aimed at describing and analyzing the types of speech act produced by male and female students and the functions of speech act produced by male and female students in Universal School Denpasar. Here, theory of Searle (1979) is used as the grand theory for analysis of speech act type and Leech (1983) is used for the function of speech act. The research was conducted at Universal School Denpasar. The subjects of the research are 16 students consisting of 8 male students and 8 female students. To obtained the intended data, three methods were used, namely: observation, recording, and note taking. There are three instruments used, namely: researcher, observation sheet and video recorder. The data obtained were analyzed by using descriptive qualitative method. This research discovers two findings as the aims of this research. First, the most frequent speech act types used by male and female children is directive, which are followed by representative, commisive, expressive, and declaration. Specifically, (1) female uses more directive than male, (2) female uses more representative than male, (3) female uses more commisive than male, (4) female uses more expressive than male, and (5) both male and female do not use declaration in their communication. Second, male and female children mostly create speech act for the competitive function, which are followed by collaborative function, convivial function, and conflictive function. Specifically, (1) female uses more speech act than male for competitive function, (2) female uses more speech act than male for collaborative function, (3) female uses more speech act than male for convivial function, and (4) male uses more speech act than female for conflictive function.keyword : type of speech acts, function of speech act, gender
Politeness Strategies Used By Native and Non Native English Teachers in EFL Teaching In Dyatmika School ., I DEWA PUTU BAYU PRADNYA PARAMITHA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di sekolah Dyatmika sebagai sekolah dengan program bilingual. Mengingat sekolah Dyatmika memiliki para siswa dan guru yang datang dari berbagai kebangsaan serta budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. (2) jenis motif kesopanan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli bahasa Inggris dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa inggris dan (3) perbedaan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam strategi kesopanan yang digunakan dalam kelas multikultural. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun data pada penelitian ini didapat dari percakapan pada proses belajar dan mengajar di dalam kelas. Data analisis menggunakan strategi kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan yang menyatakan terus terang (bald on Record) dan di dukung dengan motif motivasi, sedangkan bukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan positif dan di dukung dengan motif ekstrinsik (lingkungan). Dan juga ditemukan beberapa perbedaan yang terjadi dalam kelas multikultural, yang didapatkan dari hasil pengamatan, wawancara dengan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli Bahasa Inggris dan siswa.Kata Kunci : strategi kesantunan, motif, perbedaan This study was carried out at Dyatmika School as a school with bilingual program. Since Dyatmika School provided as a setting where the students and teacher come from different nationalities. This study aimed at finding out (1) The kinds of politeness strategies are used by the Native and Nonnative English teacher in the English teaching and learning activities. (2) The Native and Nonnative teacher?s motives of using politeness strategies in the English teaching and learning activities. (3) The differences of politeness strategies used by Native and Nonnative English teachers in Dyatmika School, in term of strategies used in teaching multicultural student. This study used a descriptive qualitative. The data were taken from the conversations of the teaching and learning process in the classroom. The data were analyzed by using Politeness Strategies by Brown & Levinson (1987). The results indicated that Native English teacher mostly dominant used bald on record and supported by the motivation motive, while the Nonnative English teachers mostly dominant used positive politeness strategy and supported by environment motive (extrinsic motive). And also found some differences that occur in multicultural class that obtained from observations interviews with the both Native and Nonnative English teachers and students. keyword : politeness strategies, motives, differences
*An Analysis of Politeness Strategies in the Communication among the Servants and Noble Characters of Cenk Blonk puppet show entitled Lata Mahosadhi* ., I KOMANG GEDE AGUS PRANATA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

*Penelitian in menggunakan deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk: a) menjelaskan strategi kesantunan yang dilakukan oleh tokoh protagonis dan antagonis dalam komunikasi pada pertunjukan wayang Cenk Blonk berjudul Lata Mahosadhi. Penelitian ini diterapkan dalam model penelitian deskriptif-kualitatif yang diusulkan oleh Miles dan Huberman (1994). Penelitian ini dibatasi pada analisis strategi kesantunan yang diterapkan dalam komunikasi antara punakawan dan tokoh petinggi kerajaan dengan mengikuti teori Brown dan Levinson (1987) yang dibagi sebagai protagonis (PC) dan antagonis (AC) karakter. Data utama yang diperoleh dari DVD pertunjukan wayang Cenk Blonk, terutama dalam percakapan yang dilakukan oleh karakter protagonis (Tualen, Mredah, Nang Klenceng, Nang Ceblong Sang Rama Dewa, Sang Laksamana, Sang Hanuman, Sang Wibisana, dan Widyadara) dan karakter antagonis (Sang Rahwana, Sang Meghanada, Sang Patih Raksasa, Kala Bang, Kala Ireng, Delem dan Sangut). Data yang diperoleh dalam bentuk transkrip yang dibagi menjadi tiga bagian; Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3 berdasarkan jumlah DVD yang diidentifikasi dan dianalisis untuk mengetahui strategi kesantunan yang diterapkan di pertunjukan wayang Cenk Blonk. Hasil dari penelitian ini telah menunjukkan bahwa karakter protagonis (PC) yang paling banyak digunakan strategi kesantunan positif dalam komunikasi, khususnya pada setiap ucapan lisan yang disampaikan dan untuk karakter antagonis (AC), ungkapan langsung (bald on-record) adalah strategi yang sering digunakan dalam percakapan menggunakan ucapan langsung saat berkomunikasi.*Kata Kunci : *Komunikasi, Wayang Cenk Blonk, Pragmatik, Kesopanan.* * Using descriptive-qualitative research, this study was aimed at : a) describing, explaining the politeness strategy conveyed by the protagonist and antagonist characters in the communication in Cenk Blonk puppet show entitled Lata Mahosadhi. This study applied in descriptive-qualitative research model which proposed by Miles and Huberman (1994). This present study was limited on the analysis of politeness strategy that applied in communication by the servant and noble characters by following the theory of Brown and Levinson (1987) which was divided as protagonist (PC) and antagonist (AC) characters. The main data were taken from the DVD of Cenk Blonk puppet show, especially in the conversation done by the protagonist characters (i.e. Tualen, Mredah, Nang Klenceng, Nang Ceblong Sang Rama Dewa, Sang Laksamana, Sang Hanuman, Sang Wibisana, and Widyadara) and the antagonist characters (i.e. Sang Rahwana, Sang Meghanada, Sang Patih Raksasa, Kala Bang, Kala Ireng, Delem and Sangut). The data obtained were in the form of transcript that divided into three parts; part 1, part 2, part 3 based on the numbers of DVD which were identified and analyzed to know the politeness strategy were applied in Cenk Blonk puppet show. As the result has shown that the protagonist characters (PC) most widely used positive politeness strategy in their comunication, especially on every utterance spoken and for the antagonist characters (AC), bald-on record was the most strategy that applied in conversation as the direct utterances in communication* keyword : *Communication, Cenk Blonk Puppet Show, Pragmatics, Politeness*
The Implementation Of Cooperative Learning Method on Speaking Class of Grade Eight SMPN 9 Denpasar : A Descriptive Study on Speaking Competence of Different Gender ., LUH GEDE TRISNAWATI; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., DR. I GEDE BUDASI, M.Ed.DIP APPLIN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bahasa Inggris penting untuk dipelajari karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Dalam era globalisasi ini, guru bahasa Inggris dibutuhkan untuk membuat siswa mampu berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Tetapi sebagai pendidik guru dihadapkan dengan banyak masalah dalam proses pembelajaran, termasuk perbedaan dalam kemampuan siswa dengan berbagai jenis kelamin. Sehingga sebagai pendidik, guru harus melakukan upaya untuk menemukan metode pembelajaran yang tepat. Metode bernomor Head Together dan Tiga Langkah Wawancara merupakan salah satu metode Cooperative Learning dan bisa menjadi metode pengajaran alternatif untuk guru. Proses strategi Pembelajaran Kooperatif dengan metode ini memiliki karakteristik seperti saling ketergantungan yang positif di kalangan siswa dalam kelompok, tanggung jawab individu, interaksi tatap muka, keterampilan sosial, kerja sama tim dan pengolahan kelompok juga harus diperhitungkan. Jadi selama beberapa dekade terakhir, pendidik telah menerapkan strategi Pembelajaran Kooperatif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan literasi siswa dan kemampuan berbicara dalam menyajikan pendapat mereka. teknik Pembelajaran kooperatif telah dipelajari selama lebih dari 50 tahun dan telah dikaitkan secara positif dengan kinerja siswa. Teknik- teknik dalam Pembelajaran Kooperatif juga telah ditunjukkan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan belajar siswa. Metode pembelajaran kooperatif dapat memiliki dampak positif pada kelas. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Kooperatif, Gender, Kompetensi Berbicara ABSTRACT English is important to be learned Because English is the International language. In this era of globalization, teacher of English language is required to make students able to speak English as an international language. But as educators of teachers are faced with many problems in the learning process, including the differences in the abilities of students with different gender. So that as educators, teachers should make efforts to find appropriate learning methods. Methods Numbered Head Together and Three Step Interview is one method of Cooperative Learning and could be alternative teaching methods for teachers. The process of Cooperative Learning strategies with this method has characteristics such as positive interdependence among students in a group, individual responsibility, face-to-face interaction, social skills, teamwork and group processing should also be taken into account. Thus during the past few decades, educators have implemented Cooperative Learning strategies in an effort to improve student achievement, improve student literacy and speaking competence in presenting their opinions. Cooperative Learning techniques have been studied for over 50 years and has been positively linked to the performance of students .Techniques of Cooperative Learning have also been shown to increase student motivation and skills of learning materials. Meanwhile, further research needs to be done, cooperative learning method can have a positive impact on the class. keyword : Cooperative Learning Method, Gender, Speaking Competence
THE EFFECT OF SCIENTIFIC APPROACH COMBINED WITH ERRQ STRATEGY VIEWED FROM TEXT TYPES ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ READING COMPETENCY AT SMP SANTO YOSEPH DENPASAR ., LUH WIDIANI; ., PROF. DR. DEWA KOMANG TANTRA, M.Sc.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada 1) pengaruh pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dalam kemampuan membaca siswa kelas delapan ; 2) perbedaan pengaruh pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dilihat dari jenis teks dalam kemampuan membaca siswa kelas delapan. Metode penelitian ini meliputi. Populasi yang digunakan adalah siswa dari SMP Santo Yoseph Denpasar. Sampel penelitian pada kelas 8 SMP Santo Yoseph Denpasar dengan menggunakan Random Sampling. Data yang dianalisis menggunakan One-Way-ANOVA. Hasil menunjukan bahwa : 1) ada pengaruh signifikan pada pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dalam kemampuan membaca siswa dengan total nilai mean (X: 77.27) (?:0.01) ;2) perbedaan pengaruh pada pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dilihat dari jenis teks dalam kemampuan membaca siswa namanya naratif teks (X 76.47), recoun teks (X:78.78), diskriptif teks (X: 76.83). Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Pendekatan Ilmiah, Strategi ERRQ, dan Jenis Teks The problems were focused on the following, they are: 1) the main effect of scientific approach combined with ERRQ strategy on the eighth graders? reading competency, 2) the differences of the effect of scientific approach combined with ERRQ strategy viewed from text types on the eighth graders students? reading competency. The research methods were the following. The population included students at SMP Santo Yoseph Denpasar. The samples were recruited from the eighth grade of SMP Santo Yoseph Denpasar. They were recruited using a Random Sampling. Data were collected by means a Posttest. The obtained data were analyzed by means of One-Way ANOVA. The results show the following: 1) there is a significant effect of scientific approach combined with ERRQ strategy on the students? reading competency which total mean score (X: 77.27) (?: 0.01) ; 2) The differences of the effect of scientific approach combined with ERRQ strategy viewed from text types on the students? reading competency could be arranged consecutively as follows: narrative text (X 76.47), recount text (X:78.78), descriptive text (X: 76.83). keyword : Reading Competency, Scientific Approach, ERRQ Strategy, Text Types
Kualitas Butir Soal Pilihan Ganda Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas XII SMK Saraswati Denpasar ., NI PUTU NITRA PRIYANTHINI; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu (1) kesesuaian penulisan butir soal pilihan ganda dengan kaidah penulisan butir soal pilihan ganda, (2) daya beda, dan (3) tingkat kesukaran. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah dua bundel berkas, yaitu dua berkas kisi-kisi, dua berkas soal ujian akhir semester ganjil, dua berkas kunci jawaban, dan dua berkas lembar jawaban siswa. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu (1) kesesuaian penulisan butir soal pilihan ganda dengan kaidah penulisan butir soal pilihan ganda, (2) daya beda, dan (3) tingkat kesukaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini, (1) kesesuaian butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Saraswati Denpasar adalah sangat tinggi dari segi materi, tinggi dari segi konstruksi, dan sangat tinggi dari segi bahasa, (2) daya beda butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ujian akhir semester ganjil di SMK Saraswati 1 Denpasar adalah 4% baik, 30 % cukup/sedang, 52 % jelek, dan 14% jelek sekali dan daya beda butir soal di SMK Saraswati 2 Denpasar adalah 6 % baik, 32% cukup/sedang, 48% jelek, dan 14% jelek sekali, dan (3) tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ujian akhir semester ganjil di SMK Saraswati 1 Denpasar adalah 6% terlalu sukar, 74% sedang/cukup, dan 20% terlalu mudah dan tingkat kesukaran di SMK Saraswati 2 Denpasar adalah 4% terlau sukar, 86% sedang/cukup, dan 10% terlalu mudah.Kata Kunci : kesesuaian penulisan, daya beda, dan tingkat kesukaran. This study aims to find out a few things, namely (1) the suitability of writing multiple-choice items with the rules of writing multiple-choice items, (2) different power, and (3) the level of difficulty. The research subjects in this study were two bundles of files, two grilles file, two files odd semester final exams, two key file an answer, and the two beams of student answer sheets. The research objects in this study, namely (1) the suitability of writing multiple-choice items with the rules of writing multiple-choice items, (2) different power, and (3) the level of difficulty. The data were analyzed by the method of documentation method. Data collected were analyzed using statistic description. The result of this study, (1) the suitability of grain multiple choice questions Indonesian subjects in SMK Saraswati Denpasar is very high in terms of material, tend to be high in terms of contraction, and is very high on the language, (2) different power point multiple choice questions Indonesian subjects odd semester the final exams in SMK Saraswati 1 Denpasar is 4% excellent, 30% satisfactory, 52% poor, and 14% negative/very poor and different power items in SMK Saraswati 2 Denpasar is 6% excellent, 32% satisfactory, 48% poor, and 14% negative/very poor, and (3) the difficulty level item multiple choice questions Indonesian odd subjects in the final exams in SMK Saraswati 1 Denpasar is 6% too difficult, 74% sufficient/moderate, and 20% is to easy, and the level of difficulty in SMK Saraswati 2 Denpasar is 4% too difficult, 86% sufficient/moderate, and 10% is too easy.keyword : compatibility of writing, ability to differentiate, and level of difficulty.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN BALI POST PADA SISWA KELAS XI SMA (SLUA) SARASWATI 1 DENPASAR ., NI MADE RINAYANTHI; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari buku siswa. Penelitian ini dilaksanakam di SMA (Slua) Saraswati 1 Denpasar, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon siswa dan guru, tes indikator membaca dan mengukur kemampuan membaca cepat. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian adalah bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? yang berkualitas valid, praktis dan efektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) hasil validasi dari 2 ahli pakar menunjukan 3,0 yang berarti valid dan dapat digunakan dalam uji coba terbatas dan uji coba luas 2) hasil kepraktisan bahan ajar yang diberikan berupa angket respon guru dan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba luas dengan subjek siswa memberikan skor rata-rata 3.2 dan skor rata-rata dari guru 3.4 maka dengan demikian dapat dikatakan bahan ajar ini praktis dapat digunakan. 3)hasil keefektifan bahan ajar membaca dihitung dari hasil tes siswa yang kemudian digunakan sebagai hasil persentase untuk mengukur kemampuan kecepatan membaca siswa maka hasil yang diperoleh efektif digunakan dengan nilai rata-rata siswa 38,95 dan merupakan kriteria sangat baik dan kemampuan rata-rata siswa dalam membaca cepat adalah 200 kata permenit (Kpm). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan secara signifikan terhadap bahan ajar yang digunakan berdasarkan 3 aspek yang sudah diuji cobakan, dengan demikian bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? berupa Buku Siswa dapat digunakan secara mandiri dan kelompok karena menarik dan efektif untuk pembelajaran membaca. Kata Kunci : Pengembangan bahan ajar, Membaca cepat, Bali Post This aims of this research to obtain a speed reading instructional materials by using "Bali Post" is a valid, practical, and effective. The type of this research is development research. Teaching materials developed consists of student books. This study is implemented in Saraswati high school (Slua) 1 Denpasar, the research subjects adapted to the stages of research. The instrument used in this research is the validation sheet, questionnaire responses of students and teachers, test indicator measures the ability to read and a quick read. Processed data collected by qualitative descriptive. Results of the research is a quick read teaching materials using the "Bali Post" is a valid quality, practical and effective. These results indicate that: 1) the results of two expert validation shows 3.0 which means a valid and can be used in limited trials and extensive testing 2) the results of the practicality of teaching materials in the form of questionnaire responses of teachers and students on a limited trial and extensive trials with subjects students gave an average score of 3.2 and an average score of 3.4, the teacher can thus be said this practical teaching materials can be used. 3) read the results of the effectiveness of instructional materials was calculated from the results of tests students are then used as the results for the percentage of students reading speed capability then effectively use the results obtained with an average value of 38.95 students and an excellent criterion and average ability students speed reading is 200 words per minute (KPM). Based on these findings it can be concluded that there are significant improvements in the use of teaching materials based on 3 aspects that has been tested, thus teaching materials read quickly by using the "Bali Post" Students Books can be used independently and as interesting and effective group learning read.keyword : The development of teaching materials, reading quickly,