cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 KUTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., NI WAYAN YULI ASTUTI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui: (1) perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa, (2) motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method tipe Explanatory Sequential, dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kuta Selatan, dengan populasi sebanyak 288 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling, dengan kelas VII 3 sebagai kelompok eksperimen I dan kelas VII 4 sebagai kelompok eksperimen II. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar dan wawancara dan data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran berbasis proyek. (2) Siswa yang berkemampuan tinggi cenderung telah memenuhi empat komponen motivasi belajar (Attention, Relevamce, Confidence, Satisfaction) dan telah mampu memenuhi tiga komponen pemahaman konsep matematika (menjelaskan konsep dalam kata-kata sendiri, mengidentifikasi atau memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep, menggunakan konsep secara tepat dalam situasi sehari-hari), siswa yang berkemampuan sedang cenderung memenuhi tiga komponen motivasi belajar (Attention, Relevamce, Confidence) dan mampu memenuhi dua komponen pemahaman konsep matematika (menjelaskan konsep dalam kata-kata sendiri, mengidentifikasi atau memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep), sedangkan siswa yang berkemampuan rendah cenderung hanya memenuhi satu komponen motivasi belajar (Attention) dan memenuhi dua komponen pemahaman konsep matematika yaitu (menjelaskan konsep dalam kata-kata sendiri, mengidentifikasi atau memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep) meski belum sepenuhnya benar.Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran berbasis proyek, motivasi belajar, pemahaman konsep matematika The purpose of this research for knowing: (1) Differences of student?s learning motivatioan and understanding mathematics concept by using Problem Based Learning and Project Based Learning, (2) Knowing how far the influence of Problem Based Learning and Project Based Learning for student?s learning motivatioan and understanding mathematics concept who has high, everage and low ability. Mixed method tipe Explanatory Sequential is used in this research, designed with completely randomized design. Which had been held in SMP Negeri 4 Kuta Selatan, with 288 participants. The sampling method in this research used cluster random sampling technique with student?s of VII 3 as an experiment group I dan student?s of VII 4 as an experiment group II. The student?s learning motivation data is collected by questionarie and interview. The student?s understanding mathematics concept is collected by understanding concept test. Collected data were analyzed by MANOVA. The result of this research: (1) There are differences of student?s learning motivatioan and understanding mathematics concept by using Problem Based Learning and Project Based Learning. (2) Student with high ability had been showed four learning motivation aspects (Attention, Relevamce, Confidence, Satisfaction) and had been showed three understanding mathematics concept aspects (describe concepts in their own words, identify or give examples and nonexamples of concepts, use concepts correctly in a variety of situations), student with everage ability had been showed three learning motivation aspects (Attention, Relevamce, Confidence) and had been showed two understanding mathematics concept aspects (describe concepts in their own words, identify or give examples and nonexamples of concepts), student with low ability had been showed one learning motivation aspects (Attention) and had been showed two understanding mathematics concept aspects (describe concepts in their own words, identify or give examples and nonexamples of concepts) Though not entirely true.keyword : problem based learning, project based learning, learning motivation, understanding mathematics concept
PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) BERBANTUAN MASALAH OPEN ENDEDUNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Dewi, L. G. A. K; Hartawan, I. G. N. Y.; Astawa, I. W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.658 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2851

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswadan mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran MEAs berbantuan masalah open ended. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Baturiti sebanyak 34 siswa pada semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Data pemahaman konsep matematika siswa diukur menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep tiap siklusnya, yaitu 66,20; 69,70; 75,20 dengan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya, yaitu 38,24%; 52,94%; 67,65% . Peningkatan ini tercapai karena adanya pengkolaborasian antara pembelajaran MEAs dengan masalah open ended yang membantu siswa mengembangkan kreatifitas dalam mengekpresikan ide ataupun gagasannya yang akan menjadikan peningkatan pemahamankonsep siswa optimal. Selain itu siswa merepon positif penerapan model eliciting activities (MEAs)berbantuan masalah open ended.Kata-kata Kunci:MEAs,open ended, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswaAbstractThis study aimed to describe the increase in understanding of students' mathematical concepts and to know student responses through the application of model eliciting activities (MEAs) assisted by open ended problems. This type of research used classroom action research conducted in three cycles. The subjects of this study were 34 students of class X IPA 3 SMA Negeri 1 Baturiti in the odd semester of Academic Year 2018/2019. Data understanding of students' mathematical concepts was measured using concept comprehension tests in the form of descriptions. Student response data was measured using a questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that average value of understanding concepts from cycle to cycle in a row, namely 66.2, 69.70, 75.20 with an students' mastery learning had increased from cycle to cycle respectively, namely 38.24%, 52.94%, 67.65%. This increase was achieved because of the collaboration between MEAs learning with open ended problems that helped students develop their creativity in expressing their ideas ehich would improving students? understanding concepts optimally. In addition, students responded positively to model eliciting activities (MEAs) with the help of open ended problems. Key words: MEAs, open ended, concept understanding, student responses
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 1 KEDIRI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK DENGAN SETTING KOOPERATIF BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR Prastyani, N.W.A; Ariawan, I.P.W; Suharta, I. G. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.981 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2849

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran RESIK(Realistik Dengan Setting Kooperatif) Berbantuan LKS Terstruktur dan (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran RESIK Berbantuan LKS Terstruktur. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Kediri sebanyak 36 orang siswa pada semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Pengumpulan data pemahaman konsep matematika siswa pada penelitian ini menggunakan tes uraian, dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan rata-rata skor 77,93 dan ketuntasan belajar 83,33%. Peningkatan yang optimal pada siklus III terjadi karena, (1) guru melakukan kegiatan tanya jawab sehingga siswa dapat memberikan alasan atas jawaban yang disampaikan, (2) guru memberikan penjelasan kembali terkait konsep yang belum dipahami oleh siswa, (3) memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan kepada siswa dan memberikan tugas mandiri untuk dikerjakan di rumah agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika.(4) Pembelajaran menggunakan masalah kontekstual yang diangkat pada awal pembelajaran. Selain itu tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran RESIK Berbantuan LKS Terstruktur ditinjau dari rata-rata skor tanggapan siswa sebesar 52,55  berada dalam kategori sangat positif. Kata Kunci : pemahaman konsep matematika, model pembelajaran RESIK berbantuan LKS Terstruktur, tanggapan siswa This study is conducted to determine: (1) the improvement of students? comprehension of math concepts through the implementation of RESIK (Realistic With Cooperative Setting) learning model assisted by Structured LKS and (2) students? responses toward the implementation of RESIK learning model assisted by Structured LKS. This kind of study is a classroom activity research that conducted in three cycles. The subjects were 36 students of X Mathematics 2 class at SMA Negeri 1 Kediri in the first semester of 2018/2019. The data collection of this study using an essay test, and student responses were collected using a questionnaire. The collected data is analyzed descriptively. The result shows that the significant enhancement arises in third cycle with an average score of 77, 93 and 83.33% completeness of learning. This significant enhancement is arose by several things, (1) teacher conducting a question and answer activity that encourages students to give reasonable argument toward their answer, (2) the teacher retells related concepts that have not been understood by the students, (3) the teacher provides stimulus questions and give individual homework to make the students understand the mathematical concepts better.(4) Learning uses contextual problems that are raised at the beginning of learning In addition, the average score of students? responses toward the implementation of RESIK assisted by Structured LKS is 52.55 which belong to positive category.  Keywords: Comprehension of mathematical concepts, RESIK learning model assisted by Structured LKS, students? responses
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-A SMP NEGERI 1 SAWAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN PORTOFOLIO Dewi, N. K. M. S; Sugiarta, M; Suharta, I. G. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.056 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2844

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Sawan dan (2) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran creative problem solving berbantuan portofolio. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Sawan sebanyak 32 orang siwa pada semester genap Tahun Ajaran 2017/2018. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan data tentang respon siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 70,05; 75,26; 81,08. Peningkatan optimal pada siklus III terjadi karena guru lebih menekankan pada pertanyan arahan dalam mengemukakan gagasan-gagasan, memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyelesaikan permasalahan sesuai dengan cara mereka sendiri, memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, penggunaan portofolio untuk membantu siswa lebih terlatih dalam menyelesaikan soal non-rutin dengan pemberian feedback (komentar) yang diberikan guru sehingga siswa mengetahui kekurangannya untuk segera diperbaiki, serta memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran creative problem solving berbantuan portofolio tergolong positif dengan rata-rata respon siswa sebesar 57,41 Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, model creative problem solving  dan  portofolio.  AbstractThis research was intended to describe: (1) improvement mathematical problem solving ability of students in SMP Negeri 1 Sawan and (2) students response to the application of creative problem solving model assisted portfolio. This type of research is a classroom action research conducted in three. The subjects of this research were students of VIII-A class in SMP Negeri 1 Sawan which consists 32 students in the even semester of the academic year 2017/2018. The data of mathematical problem solving ability were collected by using mathematical problem solving tests and the data of students responses were collected by questionnaire. The data that has been collected is the alayzed descriptively.  The results of this research show that the average value of problem solving ability of students has increased from cycle to cycle, in cycle I, cycle II, and cycle III respectively: 70,05; 75,26; 81,08. Optimal improvement in cycle III because teachers focus more on questions directed in expressing ideas, giving students the freedom to solve problems according to their own way, giving students more opportunities to express their opinions, the use of portfolios to help students are better trained in solving non-routine problems by giving feedback (comments) provided by the teacher so that students know the shortcomings to be repaired immediately, and provide guidance and motivation to students. In addition, students responses to the application of creative problem solving learning model assisted portfolio was positif with the average student response of 57,41. Keywords: problem solving ability, creative problem solving model, and portfolio.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN OSBORN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Udayani, L. G. W.; Sariyasa, Sariyasa; Ardana, I M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.088 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2840

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Osborn dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 69 siswa dan tersebar ke dalam 3 kelas. Sampel dipilih sebanyak 46 siswa dengan teknik cluster random sampling. Data prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan uji t satu skor dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai thitung = 2,428 dengan ttabel = 2,015 sehingga H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Osborn lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajaran Osborn efektif dalam meningkatkan  prestasi belajar matematika siswa. Kata kunci: model pembelajaran Osborn, pembelajaran konvensional, prestasi belajar matematika AbstractThe research is aimed at determine the effectiveness of the Osborn learning model in improving student?s mathematics learning achievement. The research used post test only control group design. The population of this research is students of class XI MIA SMA Negeri 1 Sukasada on academic year 2018/2019 which are 69 student and divided into 3 classes. The sample of the research selected as much 46 students by cluster random sampling technique. The data of student?s learning achievement in mathematics is obtained through a description test. The one-tailed t test with 5% significance level is used for analysing the data. The result of test is tcount = 2,428 with ttable = 2,015 so H0 is rejected. it can be concluded that student?s learning achievement in mathematics who followed the learning with Osborn learning model is better than the student?s learning achievement in mathematics who learn with conventional learning. So it means the Osborn learning model is effective in improved student?s mathematics learning achievement. Keywords: conventional learning, learning achievement in mathematics, Osborn learning model 
PENGARUH PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TEJAKULA Setiawan, K. A.; Mertasari, N. M. S.; Sukajaya, I. N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.422 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2835

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan metaphorical thinking terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian   adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tejakula. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang diambil 2 kelompok kemudian diuji kesetaraannya. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan tes berbentuk essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 25,511 dan Sig. = 0,000 < ? = 0,05); kedua, terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 37,680 dan Sig. = 0,000 < ? = 0,05); ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 8,425dan Sig. = 0,005 < ? = 0,05). Dengan demikian pendekatan metaphorical thinking berpengaruh positif terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa, pengaruh positif ini dilihat dari rata-rata skor motivasi belajar dan rata-rata nilai prestasi belajar. Kata kunci: pendekatan metaphorical thinking, motivasi belajar, prestasi belajar matematika  AbstractThis research has purpose for explaining the effect of metaphorical thinking approach towards motivation and achievement in learning mathematic. This research categoryze as quasi-experiment research with post-test only control group design. The population of the research is VII grade students of SMP Negeri 1 Tejakula. The sample is determined by using cluster random sampling technique which was taken 2 groups then was tested the equality. The motivation to learn data were collected by using questionnaire, while achievements learning mathematic data were collected by using essay. The data which were obtained and analyzed through MANOVA test. The result of analysis shows that: first, there is difference within motivation and achievement in learning mathematic between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who follow learning through conventional approach (F = 25,511 and Sig.= 0,000< ? = 0,05); second, there is difference in motivation to learn between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who followed learning through conventional learning (F = 37,680 and Sig. = 0,000< ? = 0,05); third, there is difference in achievement of mathematic learning between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who followed learning through conventional learning (F = 8,425 and Sig. = 0,005< ? = 0,05).  Thus, metaphorical thinking approach take effect positive towards motivation and achievement of mathematic learning student, this positive effect can be seen from average score of motivation learning and averages score of achievement learning. Keywords: metaphorical learning approach, motivation to learn, achievement of mathematic learning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP MATEMATIKA ., I MADE BUDIADNYANA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematika antara peserta didik yang mengikuti model Creative Problem Solving (CPS) dan model Inkuiri Terbimbing, dan (2) proses pemecahan masalah dan sikap matematika peserta didik yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving (CPS) dan model Inkuiri Terbimbing. Jenis penelitian ini adalah mixed method research tipe concurrent embedded design, dengan rancangan completely randomized design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 6 Denpasar, dengan populasi seluruh peserta didik kelas XI Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 369 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dengan kelas XI IPA 7 sebanyak 35 orang sebagai kelompok eksperimen I dan kelas XI IPA 8 sebanyak 35 orang sebagai kelompok eksperimen II. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, sedangkan data proses pemecahan masalahnya dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan. Data sikap metematika dikumpulkan menggunakan angket sikap matematika dan wawancara. Pengujian hipotesis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis data menunjukkan : (1) kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematika peserta didik yang belajar dengan model Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari peserta didik yang belajar dengan model Inkuiri Terbimbing; (2) Peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan pembelajaran Inkuiri Terbimbing sama-sama mengalami peningkatan pada proses pemecahan masalah di setiap pertemuan. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) melaksanakan penyelesaian masalah menggunakan prosedur dan solusi yang tepat dalam proses pemecahan masalah, sehingga hasil yang diperoleh terlihat lebih baik dari peserta didik yang mengikuti pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Sikap matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terlihat lebih baik pada indikator menyatakan sikap diri terhadap pengetahuan matematika yang telah dimiliki, menyatakan perasaannya dalam menghadapi pembelajaran matematika dan memberikan reaksi atau respon atas pengetahuan dan perasaannya terhadap pembelajaran matematika dari pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran Inkuiri Terbimbing.Kata Kunci : Creative Problem Solving, Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Sikap Matematika This study aims to find out: (1) the difference between problem solving abilities and mathematics attitudes among learners who attend Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry model, and (2) problem solving process and mathematics attitude of learners taught through Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry model.This type of research is mixed method research type concurrent embedded design , with completely randomized design .This research was conducted at SMAN 6 Denpasar, with total population of class XI Learners in academic year of 2016/2017 amounting of 369 learners. Sampling was collected by cluster random sampling technique , with class XI IPA 7 of 35 persons as experiment group I and class XI IPA 8 of 35 persons as experiment group II.Data of problem solving abilities were collected using problem-solving tests, while the data of problem-solving process were collected using an observation sheet. Data on mathematics attitudes were collected using questionnaires of mathematics attitudes and interviews. The hypothesis is tested using MANOVA test. The results of data analysis show that: (1) problem solving ability and mathematics attitude of learners who study with Creative Problem Solving (CPS) model are better than learners who study with Guided Inquiry model; (2) Both learners who attend Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry Learning experience improvement in problem solving process at each meeting.Learners who attend Creative Problem Solving (CPS) learning solve problems applying accurate procedures and solutions in problem solving process, so the results obtained seem better than learners who attend Guided Inquiry learning.Learners' mathematics attitude attending Creative Problem Solving (CPS) learning seems better on indicators expressing their own attitudes toward mathematics knowledge they have, expressing their feelings in facing mathematics learning and reacting or responding to knowledge and feelings toward mathematics learning than learners attending Guided Inquiry learning.keyword : Creative Problem Solving , Guided Inquiry, Mathematics Problem Solving Ability, Mathematics Attitude.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI DISCOVERY INQUIRY POKOK BAHASAN “LINGKARAN” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII Oka Yadnya, I Gusti Agung
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.075 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v1i1.416

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaranpokok bahasan ?Lingkaran? berorientasi discovery inquiry, yang valid, praktis, danefektif. Perangkat ini terdiri atas media pembelajaran, LKS, dan Buku PeganganGuru (BPG). Pengembangannya mengikuti prosedur pengembangan Plomp (2010),yang melewati tahapan: (1) investigasi awal, (2) perancangan dan realisasi, dan (3)uji coba dan penilaian. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswakelas VIIIA2, VIIIA3, dan VIIIA5 SMP Negeri 1 Singaraja.Produk yang dihasilkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dankeefektifan. Karakteristik dari perangkat pembelajaran yang dihasilkan adalah: (1)media pembelajaran: mendukung sebagian besar konsep ?Lingkaran? di SMP,dapat diotak-atik dan mudah dioperasikan, digunakan untuk peragaan, eksperimen,dan konfirmasi dalam pembelajaran, (2) LKS: dominan memuat persoalan yangberhubungan dengan praktik, menuntun siswa dalam melakukan penyelidikan dalamrangka menemukan dan membangun konsep, prinsif, maupun formula, saranapelaksanaan ekslporasi, elaborasi, dan konfirmasi dalam pembelajaran, (3) BPG:sebagai panduan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran berorientasidiscovery inquiry, memuat jawaban standar atas permasalahan dalam LKS.Kata kunci: perangkat pembelajaran, discovery inquiry, aktivitas, hasil belajar.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR DISERTAI PENILAIAN PORTOFOLIO Patni, L. Diah Praba; Parwati, N. N; Suharta, I. G. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.321 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio, (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing ? masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-i SMP Negeri 5 Singaraja sebanyak 28 orang siswa pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017. Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan nilai pemahaman konsep matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yakni 32% pada siklus I, 54% pada siklus II, dan 79% pada siklus III. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan persentase ketuntasan sebesar 79% dan rata ? rata skor tanggapan siswa berada dalam kategori positif. Peningkatan optimal yang terjadi pada siklus III karena guru menekankan pada: (1) Memberikan motivasi dan dorongan pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran, (2) Memperbanyak latihan soal dengan memberikan latihan, kuis dan tugas rumah untuk menerapkan konsep, (3) Memberi pertanyaan ? pertanyaan yang berkaitan dengan konsep lama yang telah dipelajari untuk mempermudah memahami konsep baru yang akan dipelajari, dan (4) Penilaian portofolio yang dapat membantu siswa melakukan refleksi diri serta membantu guru memantau perkembangan siswa terkait pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Kata kunci: model pembelajaran AIR, penilaian portofolio, pemahaman konsep matematika
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII Nopiyanti, Ni Luh Putu Ayu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.838 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v1i2.448

Abstract

ABSTRAK   Kata kunci: perangkat pembelajaran geometri, GeoGebra, keterlibatan, prestasi belajar   Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran geometri berbantuan GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa SMP kelas VII. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa, buku petunjuk guru, dan media pembelajaran yang dibuat dengan software GeoGebra. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal; (2) desain; (3) realisasi/konstruksi; (4) tes, evaluasi, dan revisi; dan (5) implementasi. Namun, penelitian ini dilaksanakan sampai pada tahap (4) sehingga hasilnya hanya sampai mendapatkan prototipe final suatu perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan validitas buku siswa dalam kategori valid, buku petunjuk guru dalam kategori sangat valid, dan media pembelajaran dalam kategori valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran diukur dengan dengan respons guru dan respons siswa. Berdasarkan hasilnya, perangkat pembelajaran dapat dikatakan praktis. Keefektifan perangkat pembelajaran berkaitan dengan prestasi belajar matematika siswa dan keterlibatan siswa. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal dan keterlibatan siswa berada pada kategori sangat tinggi. Oleh karena itu, efektivitas perangkat pembelajaran dapat dikatakan efektif. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, disarankan agar pembelajaran geometri di kelas VII menggunakan perangkat pembelajaran geometri berbantuan GeoGebra. Selain itu, perangkat pembelajaran yang telah berhasil dikembangkan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang diterapkannya baik dari segi prosedur pengembangan maupun proses untuk melihat kualitas perangkat pembelajaran.  ABSTRACT Key words: geometry teaching learning materials, GeoGebra, engagement, students? achievement The aims of this study are to develop a valid, practical, and effective geometry teaching learning materials using GeoGebra for the seventh grade student. In this study student?s handbooks, teacher?s instructional guide, and teaching media were developed. Plomp?s development procedure is applied to develope teaching learning materials which consist of five stages, namely: (1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, and revision, and (5) implementation. However, this development was conducted until the forth stage so that the result of the study is in the form of final prototype, which is ready to be implemented in wider area. Based on the results found during the try out, the geometry teaching learning materials being developed is found to be valid, effective, and practical to be used. The result of validation process revealed that the student?s handbooks was categorized as a valid, teacher?s instructional guide was categorized as a very valid, and media teaching was categorized as a valid. Practicality of teaching learning materials are measured using teacher and students responses. Based on the results, the material turns out to be practical. Effectiveness of teaching learning materials are measured using students? achievement in learning math and students? engagement in learning math. Based on the result of the test it revealed that standard score in math was achieved and students? engagement in learning math was also high. Considering the good result of the try out, it is suggested that the geometry teaching learning materials develoved by using GeoGebra should be implemented in teaching mathematics in the seventh grade. Moreover, teaching learning materials that have been successfully developed in this study, can be used as a guidelines by teachers to develop teaching learning mathematics suitable with the characteristic of the instructional both in term of developing procedures and process to see the quality of the teaching learning materials.