cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Pengaruh Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual Berbasis Asesmen Kinerja Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kebiasaan Belajar Siswa SMP Dwijendra Bualu ., I WAYAN MULIANA; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.016 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar siswa SMP Dwijendra Bualu. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Data dianalisis dengan menggunakan Anakova satu jalur. Sampel penelitian sebanyak 63 siswa kelas VIII SMP Dwijendra Bualu. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar dan kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, (2) setelah kebiasaan belajar dikendalikan terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, dan (3) terdapat kontribusi kebiasaan belajar terhadap hasil belajar matematika. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar siswa SMP Dwijendra BualuKata Kunci : pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja, hasil belajar matematika, dan kebiasaan belajar. This research aims at investigating the effect of the implementation approach contextual based the performance assessment of mathematic?s achievement that viewed by habitally learning of SMP Dwijendra Bualu students. This research used quasi experimental with the post test only control group design. The data was collected using test method. The data was collected using mathematic?s achievement and learning habitually. The data were analyzed using Anacova one way. The research samples are 63 eighth grade students in SMP Dwijendra Bualu. The result of this study showing that: (1) there is a difference of mathematic?s achievement between the students following contextual approach learning based on the performance assessment with student following contextual learning, (2) there is a difference of mathematic?s achievement between the students following contextual approach learning based on the performance assessment with student following contextual learning after the habitually learning controlled, and (3) there is a contribution of the learning habitually towards mathematics learning result. Based on those findings can be concluded that there is an effect of the implementation approach contextual based the performance assessment to the mathematic?s achievement that viewed by learning habitually of SMP Dwijendra Bualu studentskeyword : contextual approach based the performance assessment, mathematic?s achievement, and learning habitually
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Strategi REACT Disertai Asesmen Autentik Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Statistika dan Peluang Kelas X SMA ., IKA DESI BUDIARTI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis, dan efektif, serta untuk mengetahui bagaimana pembelajaran berbasis strategi REACT disertai asesmen autentik dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Plomp. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kualitas valid, praktis, dan efektif. Dengan karakteristik Buku Siswa yaitu, (1) mengawali setiap konsep dengan menunjukkan kaitan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, (2) menyajikan pengantar materi yang mendorong siswa untuk belajar di rumah sendiri, (3) menyajikan aktivitas yang harus dikerjakan siswa secara terurut dan detail, dan (4) permasalahan yang diajukan adalah masalah yang dekat dengan keseharian siswa. Sedangkan karakteristik Buku Guru yaitu, (1) memberikan petunjuk dan arahan kepada guru tentang langkah yang harus dilakukan guru selama kegiatan pembelajaran, (2) menggunakan bahasa yang jelas, logis, praktis dan sistematis untuk menghindari multitafsir jika buku digunakan oleh guru lain, (3) diberikan alternatif penyelesaian permasalahan yang diajukan, dan (3) RPP yang tidak dibukukan terpisah. Selain itu pula, motivasi dan hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan dengan pembelajaran berbasis strategi REACT disertai asesmen autentik, dengan karakteristik pembelajaran yaitu sebagai berikut, (1) mengawali pembelajaran dengan mengaitkan masalah dalam kehidupan sehari-hari siswa dengan materi yang dipelajari, (2) siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan siswa lainnya, (3) siswa diberikan kesempatan dalam proses penemuan konsep, (4) guru memberikan penghargaan terhadap setiap hasil kerja siswa, dan (5) penilaian yang dilakukan secara kontinu pada setiap pertemuan. Kata Kunci : pengembangan perangkat pembelajaran, strategi REACT, asesmen autentik, motivasi belajar, hasil belajar This research aimed to development and to obtain the learning device with valid, practical, and effective qualities, and also at knowing how the learning based on REACT strategy accompanied by authentic assessment can improve motivation and the result of students learning in mathematics. The type of this research was development research which used Plomps? development model. The result of the research showed that the learning device, that was developed brought impact to increase motivation and result of student learning in mathematics. Beside that, the developed learning device had reached valid, practical, and effective qualities. The characteristics of Students? Book were (1) beginning every concept by showing the correlation betwen the material that was being studied and everyday life, (2) presenting the introduction of material that can stimulate students to learn at home, ( 3) presenting the activites that should be conducted by students in certain step and details, and (4) the exposed problems were the daily problems of students. Moreover the characteristics of Teachers? Book were, (1) providing guidance dan clear direction for teachers about the steps that must be conducted by teacher during the learning activities, (2) using logical, practical, as well as systematic language, (3) giving the altenatif solutions for the exposed problems, and (4) Lesson Plan was not recorded separately. Beside that, the result of the research showed that the motivation and the result of students learning in mathematics has increased by using the learning based on REACT strategy accompanied with authentic assessment with the characteristics of learning such as, (1) start the learning by relating the problems in the students? daily life with the concept was that being studied, (2) the students were given opportunity to interact with other students, (3) the students were given opportunity during the discovery process, (3) teacher gave reward to every students? work, and (4) assessments were conducted continously in every learning activites.keyword : development of learning device, REACT strategy, authentic assesment, motivation of learning, result of learning.
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ., I MADE ADI YASA; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.811 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.890

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh pendidikan matematika realistik terhadap prestasi belajar matematika siswa, 2) pengaruh gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) interaksi antara pendidikan matematika realistik dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester I SMP Negeri 1 Kediri. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain Posttest Only Control Group Design, dan melibatkan sampel sebanyak 164 orang siswa. Data tentang gaya kognitif dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes gaya kognitif, sedangkan data prestasi belajar dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar dalam bentuk tes objektif pilihan ganda. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik uji ANAVA dua jalur dan uji sceffe sebagai uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan matematika realistik terhadap prestasi belajar matematika siswa, 2) terdapat pengaruh yang signifikan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) terdapat interaksi antara pendidikan matematika realistik dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : pendidikan matematika realistik, pembelajaran kooperatif tipe STAD, gaya kognitif, prestasi belajar. The purpose of this study was to determine 1) the effect of applying realistic mathematical learning model to mathematics student?s achievement, 2) the influence of cognitive style on mathematics student?s achievement, 3) the interaction of realistic mathematical models of learning and cognitive style on mathematics achievement of students of class VII first semester of SMP Negeri 1 Kediri. This study was an experimental research that using Posttest Only Control Group Design, and involved a sample of 164 students. The data of cognitive styles in this study was collected by tests of cognitive style, while learning achievement data was collected by achievement tests in multiple choice form. The data in this study were analyzed by TWO WAY ANOVA and then continued bay a sceffe test as advanced test. The results show that 1) there is a significant effect of realistic mathematical learning model for mathematics student?s achievement, 2) there is a significant effect of cognitive style on mathematics student?s achievement, 3) the interaction of realistic mathematical learning models and cognitive style on mathematics student?s achievement. keyword : realistic mathematic education, cooperative learning with STAD type, cognitive style, learning achievement.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MID (MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN) BERORIENTASIMIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 4 SERIRIT Sekarini, I.G.A; Suparta, I.N; Astawa, I W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.271 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran MID (Meaningful Instructional Design) berorientasi mind mapping pada siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, yang setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt sebanyak 30 orang. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa padasetiap siklus mampu mencapai nilai KKM 70. Hasil Siklus I mencapai nilai 70,28, Siklus II mencapai 71,11, dan Siklus III mencapai 75,00. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena model pembelajaran MID berorientasi mind mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami dan mengerti konsep matematika yang dipelajarinya. Dengan menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan pada LKS, siswa juga dilatih untuk kesiapan maupun keaktifannya. Hal tersebut disebabkan karena siswa menggunakan pengalaman dan pengetahuan awalnya untuk menerima, memproses, dan menyimpan suatu konsep sehingga lebih bermakna dalam proses belajar mengajar. Di mana hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model pemebelajaran MID berorientasi mind mapping  dalam pembelajaran matematika tergolong positif dengan rata-rata skor respon sebesar 59,60. Kata-kata kunci :Model pembelajaran MID, mind mapping,  pemahaman konsep matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MID (MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN) BERORIENTASIMIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 4 SERIRIT Suparta, I.N; Astawa, I W. P; Sekarini, I.G.A
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.271 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran MID (Meaningful Instructional Design) berorientasi mind mapping pada siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, yang setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt sebanyak 30 orang. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa padasetiap siklus mampu mencapai nilai KKM 70. Hasil Siklus I mencapai nilai 70,28, Siklus II mencapai 71,11, dan Siklus III mencapai 75,00. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena model pembelajaran MID berorientasi mind mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami dan mengerti konsep matematika yang dipelajarinya. Dengan menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan pada LKS, siswa juga dilatih untuk kesiapan maupun keaktifannya. Hal tersebut disebabkan karena siswa menggunakan pengalaman dan pengetahuan awalnya untuk menerima, memproses, dan menyimpan suatu konsep sehingga lebih bermakna dalam proses belajar mengajar. Di mana hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model pemebelajaran MID berorientasi mind mapping  dalam pembelajaran matematika tergolong positif dengan rata-rata skor respon sebesar 59,60. Kata-kata kunci :Model pembelajaran MID, mind mapping,  pemahaman konsep matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA BERBASIS TIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 BANGLI Yuliastuti, N. P; Sukajaya, I. N; Mertasari, N. M. S
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.039 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2855

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving berbantuan media berbasis TIK terhadap kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Bangli tahun ajaran 2018/2019.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII E yang diambil menggunakkan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan berpikir kreatif yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf siginifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sehingga  ditolak. Ini berarti, kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran creative problem solving berbantuan media berbasis TIK lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran creative problem solving berbantuan media berbasis TIK terhadap kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika siswa. Kata kunci: model pembelajaran creative problem solving, media berbasis TIK, berpikir kreatif  AbstractThis study aims to determine the effect of creative problem soving learning model supported by ICT-based media  to student?s creative thinking abilities in mathematical problem solving. Quasi-experiment was used in this study with posttest only control group design. The population of this study was all students of class VIII SMPN 1 Bangli in the academic year 2018/2019. VIII A and VIII E classes were selected to be the sample of this study by using cluster random sampling technique. Data were collected through test of creativity thinking abilities given to in the form of essay test and given at the end of study. Data from the test results of creativity thinking ability were analyzed using one-tailed t-test with a significance level of 5%. The result showed that the  was rejected. This means that the creative thinking abilities in mathematical problem solving who are taught by creative problem soving learning model supported by ICT-based media are better than students? mathematical problem solving abilities taught by conventional learning model, so it can be conclude that there is an effect of creative problem soving learning model supported by ICT-based media to students? creative thinking abilities in mathematical problem solving.  Keywords: creative problem soving learning model, ICT-based media, creative thinking.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN TEORI VAN HIELE PADA POKOK BAHASAN NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM Kurniawan, I G. D; Sugiarta, I M; Suweken, G
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.379 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2850

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran matematika berbasis Geogebra dengan pendekatan teori van Hiele pada pokok bahasan nilai maksimum dan minimum. Model pengembangan yang digunakan adalah Model 4-D (define, design, develop, disseminate) tetapi hanya dilaksanakan hingga tahap 3 (develop).Teknik anaisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Negara dengan melibatkan 9 orang sebagai peserta uji coba. Terdapat tiga aspek yang dikaji dalam pengembangan media pembelajaran ini, yaitu: (1) kevalidan, (2) kepraktisan, dan (3) keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor dari ahli media pembelajaran adalah 4,67(sangat tinggi), oleh pengajar adalah 4,30 (sangat tinggi), persentase kepraktisan oleh guru 97,75% (sangat tinggi),persentase kepraktisan siswa sebesar 90% (sangat tinggi), dan hasil tes efektifitas media pembelajaran adalah 88,89%.Berdasarkan hasil uji coba tersebut media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam pokok bahasan nilai maksimum dan minimum. KataKunci:Geogebra, Maksimum, Media, Minimum, Teori van Hiele  AbstractThis research is a development research that aimed to produce Geogebra-based mathematics learning media based on the van Hiele learning theory, subject of maximum and minimum values. The development model used is the 4-D Model (define, design, develop, disseminate) but the model is only execated up to the third stage (i.e. development stage). Data analysis used are qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques. The study was conducted in SMA N 2 Negara involving 9 people as trial participants. There are three aspects studied in the development of this learning media, namely: (1) validity, (2) practicality, and (3) effectiveness. The results showed that the average score of the learning media expert is 4.67 (very high), by the teacher is 4.30 (very high), the percentage of practicality by the teacher is 97.75% (very high), the percentage of student practicality is 90% (very high), and the results of the learning media effectiveness test are 88.89%. Based on the results of the trial, the developed media meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness in the subject matter of maximum and minimum values. Keywords: Geogebra, Maxsimum, Media, Minimum, van Hiele Theory
EFEKTIVITAS PENDEKATAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING DENGAN SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Widiastika, M; Mertasari, N.M.S; Ardana, I.M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.281 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2848

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan Double Loop Problem Solving dengan Scaffolding terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Sukasada tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 239 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling , diperoleh sampel penelitian sebanyak 61 siswa. Dari data post-test diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Double Loop Problem Solving dengan Scaffolding adalah 29,38 dan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional adalah 26,83. Dari hasil analisis data menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa . Hal ini berarti kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Double Loop Problem Solving dengan Scaffolding lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Dengan kata lain, pendekatan DLPS dengan Scaffolding efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Pendekatan Konvensional, Pendekatan Double Loop Problem Solving dengan Scaffolding  AbstractThe study aims to determine the effectiveness of Double Loop Problem Solving approach with Scaffolding on student?s mathematical problem solving abilities. This study was a quasi experimental research with post-test only control group design. The population of this study was all students of VIII grade in SMP N 1 Sukasada in 2017/2018 academic year totaling 132 students?. The sample was 61 students? which were chosen through cluster random sampling technique. The data were collected through a test of mathematical problem solving ability in a form of essay. The data from the post-test shows that the average score for the students who use Double Loop Problem Solving Approach with Scaffolding is 29.38 and the average score of the students who use conventional approach is 26.83. The data from T-test one tail with 5% significant level shows that  .The findings above indicate that the mathematical problem solving ability of students who use Double Loop Problem Solving Approach with Scaffolding show better result rather than the students who use conventional approach. So, DLPS approach with Scaffolding is effective in improving students? mathematical problem solving abilities. Keywords: Problem solving ability, Conventional Approach, Double Loop Problem Solving Approach with Scaffolding. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 5 SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN GRAPHIC ORGANIZER Damayanti, K. D; Astawa, I. W. P; Hartawan, I. G. N. Y
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.754 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja, dan (2) tanggapan siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran CORE berbantuan Graphic Organizer. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja pada semester genap Tahun Ajaran 2017/2018 sebanyak 30 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja meningkat dari siklus I, siklus II, hingga siklus III, yaitu 59,29 pada siklus I, 74,55 pada siklus II, dan 78,89 pada siklus III, ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I, siklus II, hingga siklus III, yaitu 26,67% pada siklus I, 63,33% pada siklus II, dan 80 % pada siklus III. Peningkatan optimal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus III terjadi karena guru lebih menekankan pada: 1) pertanyaan-pertanyaan pancingan dalam mengidentifikasi permasalahan, 2) menyelesaikan rencana penyelesaian sesuai strategi yang telah disusun dengan benar, 3) pemberian bimbingan dan motivasi kepada siswa, serta 4) pemberian masalah yang dapat memberikan pengalaman belajar lebih  banyak. Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran CORE berbantuan graphic organizer tergolong sangat positif dengan skor rata-rata tanggapan siswa 49,03. Kata kunci: model pembelajaran CORE, graphic organizer, kemampuan pemecahan masalah matematika, tanggapanAbstractThis study was aimed to describe: (1) the improvement of students? mathematical problem solving ability in class VIII B SMP Negeri 5 Singaraja through the application of CORE assisted graphic organizer, and (2) the response of students in class VIII B SMP Negeri 5 Singaraja toward mathematics learning through the implementation of CORE assisted graphic organizer. The type of this research was classroom action research conducted in three cycles. The subjects of research were students in class VIII B SMP Negeri 5 Singaraja on the second semester of academic year 2017/2018 consisted of 30 students. Data of students? mathematical problem solving ability were collected using mathematical problem solving ability test and students? response were collected using questionnaire. Furthermore, the collected data were analyzed descriptively. The result showed their score was slightly increased in 1st cycle, 2nd cycle, until 3rd cycle, such as 59,29 on the 1st cycles, 74,55 on the 2nd cycle, and 78,89 on the 3rd cycle. Their achievements also reached high percentage, they were 26,67% on the 1st cycles, 63,33%  on the 2nd cycle, and 80%  on the 3rd cycle. The ultimate score occurred on the 3rd cycle because the teacher focused on : 1) giving stimulated questions in problem identification, 2) executing lesson plan correctly, 3) motivating the students, and 4) giving the case studies for sustainable learning. Moreover, the response of students towards CORE  assisted graphic organizer was positive within score 49,03. Keywords: CORE learning model, graphic organizer, mathematical problem solving ability, response
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 8 SINGARAJA Astuti, I. A. D.; Sukajaya, I. N.; Sudiarta, I. G. P.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.646 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2839

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran matematika dan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran probing-prompting, serta tanggapan siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 31 orang siswa kelas VII B SMP Negeri 8 Singaraja sebagai subyek penelitian. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Data kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran matematika dikumpulkan menggunakan kuesioner kepercayaan diri, data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep, dan data tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket tanggapan. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran matematika mengalami peningkatan dari rata-rata skor 67,8 pada siklus I menjadi 71,9 pada siklus II dan menjadi 72,9 pada siklus III. Pemahaman konsep matematika siswa juga mengalami peningkatan dari rata-rata 61,8 pada siklus I menjadi 71,8 pada siklus II dan menjadi 74,2 pada siklus III. Penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena pada siklus III indikator pencapaian telah terlampaui, yakni 87,1% siswa memiliki kategori kepercayaan diri lebih dari sedang, 77% siswa memiliki rata-rata nilai pemahaman konsep di atas KKM, dan 90,3% siswa memiliki tanggapan yang positif terhadap penerapan model pembelajaran probing-prompting. Kata kunci: Model Pembelajaran Probing-Prompting, Kepercayaan Diri Siswa dalam Pembelajaran Matematika, Pemahaman Konsep Matematika AbstractThis study aimed to determine the improvement of students? self-confidence in mathematics learning and students? mathematics conceptual understanding through the application of probing-prompting learning model, also student?s response about the implementation of learning model which applied. The type of this study is classroom action research which involved 31 students of VII B class of SMP Negeri 8 Singaraja as the subject. The study held at the even semester, acamedic year of 2017/2018. Data of students? self confidence in mathematics learning collected by questionnaire, data of students? mathematical concept understanding collected by essay test, and data of students? response collected by questionnaire. Collected datas analyzed descriptively. The result showed that students? average score of self-confidence in mathematics learning improved from 67,8 in first cycle being 71,9 in second cycle and being 72,9 in third cycle. Students? average marks of mathematical concept ability was improved also from 61,8 in first cycle, being 71,8 in second cycle, and being 74,1 in third cycle. Impementation of probing-prompting learning model was successful because in third cycle the achievement indicator has been exceeded. 87,1% of students had more than enough self-confidence category, 77% of students had more than minimum completeness criteria, and 90,3% of students had positive responses due to the implementation of probing-prompting learning model. Keywords: Probing-Prompting Learning Model, Student?s Self-Confidence in  Mathematics Learning, Mathematics Conceptual Understanding