cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN PETA KONSEP PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS XI SMK ., I GUSTI PUTU ARI SUGIANTARA; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.418 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran matematika realistik dengan peta konsep pada materi trigonometri di kelas XI SMK yang meliputi: buku siswa, buku petunjuk guru, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas XI SMK. Validitas perangkat pembelajaran didasarkan atas pendapat validator, kepraktisan didasarkan atas keterlaksanaan, respons guru dan siswa, dan keefektivan didasarkan atas hasil belajar matematika siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) investigasi awal; (2) desain; (3) realisasi/konstruksi; (4) tes, evaluasi, dan revisi; dan (5) implementasi. Dalam penelitian ini, tahapan yang dilakukan hanya sampai menghasilkan produk final dan tidak dilakukan implementasi secara luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika realistik ini telah valid, praktis, dan efektif yang memiliki karakteristik sebagai berikut. Buku siswa memiliki karakteristik: (1) berorientasi pada masalah realistik dan (2) disusun secara hierarkis dan sistematis melalui peta konsep. Buku petunjuk guru memiliki karakteristik: (1) memberikan gambaran mangenai keruntutan materi melalui peta konsep dan (2) memberikan gambaran mengenai kegiatan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran memiliki karakteristik yaitu disusun sesuai dengan karakteristik pembelajaran matematika realistikKata Kunci : pembelajaran matematika realistik, peta konsep,trigonometri, hasil belajar matematika This study aimed at developing products which were considering realistic mathematics teaching-learning instruments with concept map for trigonometry concepts at eleventh grade of vocational school which consist of student?s textbook, teacher?s guidance book, and lesson plan. This was a developmental research. The subjects of this study were experts, teachers, and students of eleventh grade at vocational school. The quality of the teaching-learning instruments is considered from three aspects; validity, practicality, and effectiveness. The developmental of the teaching-learning instruments is based on the procedure of developing product by Plomp which includs five phases: (1) preliminary investigation; (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, and revision; and (5) implementation. This study was conducted until gaining the final product and was not widely implemented yet. The result of this study showed that the developed realistic mathematics teaching-learning instruments had been valid, practics, and effective. The characteristics of students? textbook were (1) mathematics realistic problems oriented and (2) designed hierarchically and systematically with the concept map. The characteristics of teachers? textbook were (1) giving an overview of a coherent materials and (2) giving an overview of teaching-learning activities. The characteristics of lesson plan is designed based on the realistic mathematics educationkeyword : realistic mathematic education, the concept map, trigonometry, mathematic learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 UBUD ., NI WAYAN YUNIK WIDIA ASTUTI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ARIAS dan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 ubud. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment (eksperimen semu) yang dilaksanakan di SMPN 3 Ubud dengan melibatkan seluruh siswa kelas VIII yang totalnya 264 siswa yang terbagi menjadi 8 kelas serta memiliki sampel penelitian sebanyak 3 kelas yang totalnya 99 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar matematika. Data yang telah terkumpul, dianalisis menggunakan uji-t yang didasarkan pada perbedaan rata-rata kedua kelompok dengan taraf signifikansi pengujian ditetapkan sebesar dan ANAVA satu jalur yang didasarkan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara setiap individu populasi dengan taraf signifikansi pengujian sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VIII yang menggunakan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dan yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional di SMP Negeri 3 Ubud. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VIII yang menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional di SMP Negeri 3 Ubud. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VIII yang menggunakan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dan yang menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Negeri 3 Ubud. (4) Hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran ARIAS lebih baik dari pada model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran ARIAS, model pembelajaran berbasis masalah, hasil belajara matematika siswa. The research aimed to find out the influences of ARIAS learning and Problem Based Learning model to the Mathematic achivevement of the 8th grade students of SMP Negeri 3 Ubud. The study was a quasi experiment conducted at SMP Negeri 3 Ubud which covered all the 8th grade students. The total number of the students are 264 people divided into 8 classes. This study only used 3 classes as the sample of the study totally consisted of 99 students. The sample was carried out through random sampling technique. The instruments used in this research were pre-test and post-test. The data obtained were analyzed using t-test with significance level in the amount of 0,05 based on the mean value difference of two groups and one way ANAVA with a 5% significance level to find out whether there was the difference between each individual of the population or not. The study found out that there was the difference in mathematic achievements of 8th grade students using ARIAS learning and conventional learning model at SMP Negeri 3 Ubud. Moreover, there was also the difference in mathematic achievements of 8th grade students using problem based learning and conventional learning model at SMP Negeri 3 Ubud. The distinction was also discovered in mathematic achievements of 8th grade students using ARIAS Learning and problem based learning model at SMP Negeri 3 Ubud. Finally, the mathematics achievements of 8th grade students who applied ARIAS learning were better than using problem based learning and conventional learning.keyword : ARIAS learning, problem-based learning, achievements in Mathematics.
Kontribusi Bakat Numerik, Kecerdasan Spasial, dan Kecerdasan Logis Matematis Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SD Negeri di Kabupaten Buleleng ., I GST A NGURAH TRISNA JAYANTIKA; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.864 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.981

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi bakat numerik, kecerdasan spasial dan kecerdasan logis matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di kabupaten Buleleng sebanyak 83554 orang. Penentuan banyaknya titik sampel didasarkan pada rumus Slavin yang didapatkan sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel untuk tiap daerahnya dilakukan dengan menggunakan teknik proporsive random sampling. Data dikumpulkan dengan tes bakat numerik, tes kecerdasan spasial, tes kecerdasan logis matematis dan dokumen dari guru berupa nilai raport. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bakat numerik siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata skor 22,860. (2) kecerdasan spasial siswa tergolong baik dengan rata-rata skor 22,390. (3) kecerdasan logis matematis siswa tergolong baik dengan rata-rata skor 22,350. (4) prestasi belajar matematika siswa tergolong baik dengan nilai rata-rata 71,970. (5) kontribusi bakat numerik terhadap kecerdasan logis matematis sebesar 25,3%. (6) kontribusi kecerdasan spasial terhadap kecerdasan logis matematis sebesar 27,4%. (7) kontribusi langsung bakat numerik terhadap prestasi belajar matematika sebesar 27,5% dan kontribusi tidak langsung bakat numerik terhadap prestasi belajar matematika sebesar 7,0% sehingga kontribusi total sebesar 34,5%. (8) kontribusi langsung kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar matematika sebesar 29,1% dan kontribusi tidak langsung kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar matematika sebesar 7,6% sehingga kontribusi total sebesar 36,7%. (9) kontribusi kecerdasan logis matematis terhadap prestasi belajar matematika sebesar 27,7%. (10) bakat numerik dan kecerdasan logis matematis berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 36,7%. (11) kecerdasan spasial dan kecerdasan logsi matematis berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 37,2%. (12) bakat numerik, kecerdasan spasial dan kecerdasan logis matematis berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 42,8%.Kata Kunci : bakat numerik, kecerdasan spasial, kecerdasan logis matematis dan prestasi belajar matematika The main purpose of this research was to find out the contribution numerical talent, spatial intelligence and logical-mathematical intelligence toward mathematical achievement. The population of this research was fifth grade of elementary school in buleleng regency as many as 83554 students. Slavin formula was used to determine the sample of this research, which altogether 100 students. The sample for every region was determined by proporsive random sampling technique. Data was collected by numerical talent test, spatial intelligence test and logical-mathematical intelligence test, especially for mathematical achievement data was collected by using the students? first semester score in the odd semester. Data was analyzed by path analysis. The result indicate that: (1) the students? numerical talent was classified very good level with an average score of 22,860. (2) the students? spatial intelligence was classified good level with an 22,390 average score of 22,390. (3) the students? logical-mathematical intelligence was classified good level with an average score of 22,350. (4) the students? mathematical achievement was classified good level with an average score of 71,970. (5) the contribution numerical talent toward logical-mathematical intelligence is 25,3%. (6) the contribution spatial intelligence toward logical-mathematical intelligence is 27,4%. (7) the direct contribution numerical talent toward mathematical achievement is 27,5% and indirect contribution is 7,0%, so the total contribution numerical talent toward mathematical achievement is 36,7%. (8) the direct contribution spatial intelligence toward mathematical achievement is 29,1% and the indirect contribution is 7,6%, so the total contribution spatial intelligence toward mathematical achievement is 36,7%. (9) the contribution logical-mathematical intelligence toward mathematical achievement is 27,7%. (10) numerical talent and logical-mathematical intelligence contributing simultaneously and significantly toward mathematical achievement by 36,7%. (11) spatial intelligence and logical-mathematical intelligence contributing simultaneously and significantly toward mathematical achievement by 37,2%. (12) numerical talent, spatial intelligence and logical-mathematical intelligence contributing simultaneously and significantly toward mathematical achievement by 42,8%.keyword : numerical talent, spatial intelligence, logical-mathematical intelligence and mathematical achievement
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS Hertina, S.A.M; Parwati, N.; Astawa, I W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.528 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli setelah diterapkan model pembelajaran ARIAS dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 36 orang. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi, sedangkan data pemahaman konsep matematika dan respon siswa dikumpulkan dengan tes dan angket. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli. Rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 54,40 pada siklus I menjadi 57,33 pada siklus II dan 66,82 pada siklus III serta tergolong aktif. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 33,33% pada siklus I menjadi 58,33% pada siklus II dan terakhir menjadi 77,78% pada siklus III dan melebihi indikator ketuntasan belajar minimal yaitu 75%. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS berkategori positif. Peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena: fase-fase dalam model pembelajaran ARIAS mendukung peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa dan mempermudah siswa mengaitkan antar konsep serta dapat mengaplikasikan konsep yang telah mereka peroleh. Kata kunci: model pembelajaran ARIAS, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika siswa
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kontruktivis dan Jenis Penilaian Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 ., NI WAYAN AYU WULANSARI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran PMRI dan yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran Penemuan Terbimbing, (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian diri dan yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian portofolio, (3) terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran berbasis kontruktivis dengan jenis penilaian terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Abiansemal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan uji Anava Dua Jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran PMRI dan yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran Penemuan Terbimbing. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran PMRI lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran Penemuan Terbimbing. (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian diri dan yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian portofolio. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian porotofolio lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan penilaian diri. (3) terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran berbasis kontruktivis dengan jenis penilaian terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.Kata Kunci : PMRI, Penemuan, Penilaian Diri, Penilaian Portofolio dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. ABSTRACT The aims of this study were : (1) the differences of problem solving ability on the students who were taught by PMRI learning approach and those who were thought by guided Inquiry learning approach, (2) the differences of problem solving ability on the students who were taught using self assesment and those who were taught using portfolio assesment, (3) the interaction between constructivism based learning toward Mathematics problem solving ability. This study is a quantitative research especialy experimental research which used 2 x 2 factorial design and was done in SMP N 4 Abiansemal. The data of this study was collected through Mathematics problem solving test and was assesed through two ways Anava. The result of this study showed that : (1) there was difference on problem solving ability between the students who were taught by PMRI learning approach and those who were thought by guided Inquiry learning approach. The students who were taught using PMRI learning approach had better Mathematics problem solving ability than those who were taught using guided learning approach. (2) there was difference on problem solving ability between the students who were taught using self assesment and those who were taught using portfolio assesment. The students who were taught using portfolio assessment had better Mathematics problem solving ability than those who ere taught using self assesment . (3) there was interaction between between constructivism based learning toward Mathematics problem solving ability.keyword : PMRI, Guided Inquiry, self assesment, portfolio assesment, and the ability to solve Mathematics problems
PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBANTUAN SCHOOLOGY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A1 SMP NEGERI 6 SINGARAJA Purwitasari, D.I; Astawa, I.W.P; Sudiarta, I.G.P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.582 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2852

Abstract

AbstrakPenelitian dengan menerapkan Blended Learning berbantuan Schoology ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yakni (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, serta (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 32 orang siswa. Pengumpulan data untuk keaktifan belajar siswa menggunakan lembar observasi sedangkan pengumpulan data prestasi belajar siswa menggunakan tes prestasi belajar berbentuk uraian. Hasil dari penelitian ini adalah persentase skor keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan di setiap siklus yaitu 51,08%, 52,08%, dan 62,74%. Skor rata-rata dari tes prestasi belajar siswa dari siklus ke siklus yaitu 52,19; 85,16 dan 95,54 dimana 96,86% siswa memperoleh skor diatas KKM pada akhir siklus. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Blended Learning berbantuan Schoology dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.   Kata Kunci: Blended learning, Schoology, keaktifan belajar, prestasi belajar  AbstractThe research by implementing Schoology's and assisted by Blended learning is aims to find out the improvement of students' activeness and mathematics learning achievement. This research is about class action that conducted in three cycles, define by four stages, which is (1) planning, (2) action, (3) observation and evaluation, and (4) reflection. The subjects of this study were class VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja at period 2018/2019 with total 32 students. Data for student learning activeness collected using observation sheets while data student learning achievement collect using form with detail descriptions. The results of this study are the percentage of students' learning activeness score has increased in each cycle, which is 51.08%, 52.08%, and 62.74%. The average score of the student achievement test from cycle to cycle is 52.19; 85.16 and 95.54 where 96.86% of students score above the standard (KKM) at the end of the cycle. This shows that the application of Schoology-assisted Blended learning can improve student activity and learning achievement. Keywords : Blended learning, Schoology, learning activeness, learning achievement
Analisis Hubungan Jenis Kelamin, Literasi Matematika, dan Disposisi Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Peserta Didik SMA Negeri di Denpasar ., MADE WIDYA SURYAPRANI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2472

Abstract

Pembelajaran matematika bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat pandangan di masyarakat bahwa perbedaan jenis kelamin berakibat pada perbedaan kemampuan dalam belajar matematika. Secara spesifik dipercaya bahwa perempuan tidak cukup berhasil mempelajari matematika dibandingkan dengan laki-laki terutama dalam bidang geometri. Selain itu diyakini pula perempuan lebih tertarik pada masalah praktis dan hampir tidak pernah mempunyai ketertarikan yang menyeluruh pada soal-soal teoritis seperti halnya laki-laki. Akan tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit wanita yang sukses dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) hubungan antara jenis kelamin dengan kemampuan literasi matematika peserta didik, 2) hubungan antara jenis kelamin dengan disposisi matematika peserta didik, 3) hubungan jenis kelamin, kemampuan literasi matematika, dan disposisi matematika peserta didik dengan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 2931 dan diambil sampel dengan teknik multistage random sampling yaitu perwakilan siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 312 siswa yang terdiri dari 39 siswa di tiap sekolah. Data jenis kelamin diperoleh dari dokumen sekolah, data literasi matematika diperoleh dari tes literasi matematika, data disposisi matematika siswa diperoleh dari pengisian kuisioner, dan data prestasi diambil dari skor UAS semester ganjil 2016/2017 siswa. Data dianalisis menggunakan path analysis dengan menentukan besar koefisien jalur dari model yang dibuat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : 1) Jenis kelamin berkontribusi secara signifikan terhadap literasi matematika siswa dengan besar kontrribusi 30%, 2) jenis kelamin berkontribusi secara signifikan terhadap disposisi matematika siswa dengan besar kontribusi 34%, 3) jenis kelamin, literasi matematika, dan disposisi matematika berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan besar kontribusi 33,5%.%.Kata Kunci : Jenis Kelamin, Literasi, Disposisi , Prestasi Mathematics learning aim to prepare students to be able to use mathematics and mathematical mindset in everyday life. Gender differences result in differences gaining knowledge of mathematics. Some of the notion that women are not quite managed to learn math than men. In addition, women almost never have a thorough interest in theoretical questions such as the male. Women are more interested in practical matters than the theoretical. But on the other hand, not a few female students who have success in math skills. This study aims to determine at : 1) The relationship between gender and students mathematic literacy skill, 2) the relationship between gender and students mathematic disposition, 3) the relationship between gender, mathematic literacy skill, and mathematic disposition with students mathematics learning achievement of students. This research is expost facto research with population in this research is all students of class X SMA Negeri in Denpasar academic year 2016/2017 as much as 2931 and take sample with multi stage random sampling technique that is representation of student of class X SMA Negeri in Denpasar year 2016 / 2017 as many as 312 students consisting of 39 students in each school. Gender data were collected from school documents, the mathematic literacy data were collected using mathematic literacy skill tests, the disposition mathematic data were collected using observation sheet, and mathematics learning achievement data taken from UAS in odd semester 2016/2017. Analized data using path analysis with determine the path coefficient of the model. The results of the research showed that: 1) Gender contributes significantly to students mathematic literacy by 30%, 2) Gender contributes significantly to students mathematic disposition by 34%, and 3) Gender, mathematic literacy, and mathematic dispositon, simultaneously and significantly on student's mathematics learning achievement with 33.5% contribution.Mathematics learning aim to prepare students to be able to use mathematics and mathematical mindset in everyday life. Gender differences result in differences gaining knowledge of mathematics. Some of the notion that women are not quite managed to learn math than men. In addition, women almost never have a thorough interest in theoretical questions such as the male. Women are more interested in practical matters than the theoretical. But on the other hand, not a few female students who have success in math skills. This study aims to determine at : 1) The relationship between gender and students mathematic literacy skill, 2) the relationship between gender and students mathematic disposition, 3) the relationship between gender, mathematic literacy skill, and mathematic disposition with students mathematics learning achievement of students. This research is expost facto research with population in this research is all students of class X SMA Negeri in Denpasar academic year 2016/2017 as much as 2931 and take sample with multi stage random sampling technique that is representation of student of class X SMA Negeri in Denpasar year 2016 / 2017 as many as 312 students consisting of 39 students in each school. Gender data were collected from school documents, the mathematic literacy data were collected using mathematic literacy skill tests, the disposition mathematic data were collected using observation sheet, and mathematics learning achievement data taken from UAS in odd semester 2016/2017. Analized data using path analysis with determine the path coefficient of the model. The results of the research showed that: 1) Gender contributes significantly to students mathematic literacy by 30%, 2) Gender contributes significantly to students mathematic disposition by 34%, and 3) Gender, mathematic literacy, and mathematic dispositon, simultaneously and significantly on student's mathematics learning achievement with 33.5% contribution.keyword : Gender, Literacy, Disposition, Achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting Berbantuan Index Card Match Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sukasada Setiawati, D. A. O; Sudiarta, I. G. P; Ardana, I. M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.419 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2845

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran probing prompting berbantuan index card match lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 202 orang siswa yang tersebar ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 50 orang siswa yang tersebar ke dalam 2 kelas sebagai sampel penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Group Design. Data prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes prestasi belajar matematika. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t satu ekor dengan taraf signifikan 5%, karena data prestasi belajar matematika siswa berdistirbusi normal dan homogen. Uji-t yang telah dilakukan memberikan hasil yaitu thitung = 6,8713 dan nilai ttabel = 0,063. Karena nilai mutlak |thitung| > ttabel ,maka pada taraf signifikan 5%, Ho ditolak. Artinya pada taraf signifikan 5%, prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran probing prompting berbantuan index card match lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran konvensional.           Kata kunci: Probing Prompting, Index Card Match, Prestasi Belajar AbstractThe study was aimed at finding out whether the achievement of the mathematics learning of tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada who learn mathematics following probing prompting learning model that is assisted by index card match better than the achievement of mathematics learning of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada who learn mathematics following the conventional learning. The population of this study was the thenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada on academic year 2017/2018 consisted of 202 students that is distributed into 7 classes. This research was using cluster random sampling technique to get the sample and the result was the 50 students that is spread into 2 classes as the subject of this research. The sample in this research were the students of class namely X MIA 1 as the control class and the students of class namely MIA 3 as the experimental class. This research was using Post Test Only Control Group Design. The data of the mathematics learning achievements were obtained through mathematics learning achievement test. The data were analyzed by using one tailed t-test that is using significance level of 5%, because of the data of the students? mathematics learning achievements were normally and homogenously distributed. The result of the t-test is the tscore = 6,8713 and the ttable 0,063. Because of |thitung| > ttabel, then H0 is rejected. This means that at a significance level of 5%, the achievement of the mathematics learning of tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada who learn mathematics following probing prompting learning model that is assisted by index card match better than the achievement of mathematics learning of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada who learn mathematics following the conventional learning. Keywords: Probing Prompting, Index Card Match, Learning Achievement.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN SQ4R (SURVEY, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, AND REVIEW) BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA N 2 SINGARAJA Antini, N. K. J.; Ardana, I. M.; Hartawan, I. G. N. Y.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.907 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i1.2841

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran SQ4R berbantuan peta konsep lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 313 orang siswa yang tersebar ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 66 orang siswa yang tersebar ke dalam 2 kelas sebagai sampel penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraian. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 3, 3418 lebih dari ttabel = 1, 9977, sehingga H0 ditolak. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran SQ4R berbantuan peta konsep lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata kunci: peta konsep, pemahaman konsep matematika, SQ4R.  AbstractThe aimed of this study is to find out whether students? comprehension of mathematical concept taught by using SQ4R strategy assisted by concept mapping is better than students comprehension of mathematical concept taught by using conventional strategy at tenth grade students of SMA Negeri 2 Singaraja. This study was an experimental study and the design of this study was posttest only control group design. The population of this study was tenth grade students of SMA Negeri 2 Singaraja which consist of 313 students which distributed into ten classes. The sampling technique of this study was cluster random sampling technique to get two classes as the sample of this study. Then, the samples of this study were X MIPA 1 as experimental group and X MIPA 2 as control group. The data of students? comprehension of mathematical concept was acquired by conducting test in form of essay. The data were analyzed by using One-tailed T-test at significant standard 5%. The result of hypothesis test showed that tcount = 3.3418 more than ttable = 1.9977, therefore H0 was refused. From the result of data analyzed can be concluded that students? comprehension of mathematical concept taught by using SQ4R strategy assisted by concept mapping is better than students? comprehension of mathematical concept taught by using conventional strategy at tenth grade students of SMA Negeri 2 Singaraja. Keywords: concept mapping, comprehension of mathematical concept, SQ4R.
PENERAPAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MIND MAPPING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-13 SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ayulia, D. A. S.; Puja Astawa, I. W.; Sukajaya, I. N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.464 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2836

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dengan strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping dan tanggapan siswa terhadap penerapan stretegi tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII-13 SMP Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 37 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang berupa tes pemahaman konsep dan angket tanggapan siswa. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep siswa dari 32,26 menjadi 81,31 dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat dari 5,41% menjadi 81,08%. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa disebabkan oleh upaya perbaikan yang dilaksanakan pada setiap siklus. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami, mengklarifikasi dan memprediksi pengembangan konsep matematika yang dipelajarinya. Proses pembelajaran yang dilaksanakan menjadikan siswa belajar secara bermakna sehingga siswa lebih ingat dan lebih paham dalam jangka waktu yang lama. Hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. (2) tanggapan siswa terhadap strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping dalam pembelajaran berada dalam kategori sangat positif dengan rata-rata skor tanggapan siswa adalah 49,95. Kata kunci: strategi Reciprocal Teaching, Mind Mapping, pemahaman konsep Abstrack            This study aims to determine the improvement of students's understanding of mathematical concepts with the strategy of Reciprocal Teaching with Mind Mapping and students's respons to the application of that strategy. The research conducted is a Classroom Action Research, which is carried out in three cycles. The subject of this research is the students of class VIII-13 SMP Negeri 2 Singaraja which amounts to 37 students. The data were collected using the instrument in the form of concept comprehension test and student response questionnaire. The data that has been collected is then analyzed descriptively. The results of this study indicate that: (1) there is an increase in the average value of student's concept understanding from 32.26 to 81.31 and student's learning completeness classically increased from 5.41% to 81.08%. Improved understanding of students' mathematical concepts is due to improvement efforts being carried out at each cycle. Increased understanding of student's mathematical concepts occurs because Reciprocal Teaching strategy with Mind Mapping has the advantage that at each stage it gives students the opportunity to discover, understand, clarify and predict the development of mathematical concepts they learn. The learning process undertaken makes students learn meaningfully so that students remember more and understand more in the long term. This has an impact on improving student's understanding of mathematical concepts. (2) students' responses to Reciprocal Teaching strategy with Mind Mapping in learning are in very positive category with average student response score is 49.95. Keywords: Reciprocal Teaching strategy, Mind Mapping, concept comprehension

Page 11 of 18 | Total Record : 176