cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
KONTRIBUSI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS, KETERAMPILAN METAKOGNITIF, DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA ., DESAK PUTU PRAMI MEITRIANI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2506

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kontribusi kecerdasan logis matematis, keterampilan metakognitif, dan motivasi belajar matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, serta menggali kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan teknik analisis jalur. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri di Kecamatan Denpasar Utara tahun 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Besarnya sampel penelitian adalah 695 orang. Data tentang kecerdasan logis matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika dikumpulkan melalui tes, keterampilan metakognitif dan motivasi belajar matematika dikumpulkan dengan angket. Selanjutnya, tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis guna menggali kesalahan yang dilakukan oleh siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kecerdasan logis matematis berkontribusi secara langsung terhadap motivasi belajar matematika sebesar 70.5%, (2) keterampilan metakognitif berkontribusi secara langsung terhadap motivasi belajar matematika sebesar 60.2%, (3) kecerdasan logis matematis berkontribusi secara langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 24%, (4) keterampilan metakognitif berkontribusi secara langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 60%, (5) motivasi belajar matematika berkontribusi secara langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 33.5%, (6) kecerdasan logis matematis dan keterampilan metakognitif berkontribusi secara simultan terhadap motivasi belajar matematika sebesar 88.4%, (7) kecerdasan logis matematis berkontribusi secara tidak langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika melalui motivasi belajar matematika sebesar 23.6 %, (8) kontribusi keterampilan metakognitif secara tidak langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika melalui motivasi belajar matematika sebesar 20.2%, (9) kontribusi kecerdasan logis matematis, keterampilan metakognitif, dan motivasi belajar matematika secara simultan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 90.5%. Kata Kunci : kecerdasan, metakognitif, motivasi, dan pemecahan masalah The aims of this research was to determine the contribution of logical-mathematical intelligence, metacognitive skills, motivation to learn mathematics toward mathematics problem solving ability, and to explore student?s mistakes in solving mathematical problems. This research is an ex post facto research with technical path analysis. The population were IX grade student of secondary school in Denpasar Utara in the academic year 2016/2017. Sampling technique used is stratified cluster random sampling. The sample consisted of 695 students. Logical-mathematical intelligence and mathematics problem solving ability data were collected through an test, metacognitive skills and motivation to learn mathematics were got by using a Likert scale questionnaire. Furthermore, the test result of the students about the mathematics problem solving ability were analyzed to explore the mistake types made by the student. The result showed that: (1) logical-mathematical intelligence contributed directly toward motivation to learn mathematics at 70.5%, (2) metacognitive skills contributed directly toward motivation to learn mathematics at 60.2%, (3) logical-mathematical intelligence contributed directly toward mathematics problem solving ability at 24%, (4) metacognitive skills contributed directly toward mathematics problem solving ability at 60%, (5) motivation to learn mathematics contributed directly toward mathematics problem solving ability at 33.5%, (6) both, logical-mathematical intelligence and metacognitive skills simultaneously contributed toward motivation to learn mathematics at 88.4%, (7) logical-mathematical intelligence gave contribution indirectly toward mathematics problem solving ability through motivation to learn mathematics at 23.6%, (8) metacognitive skills gave contribution indirectly toward mathematics problem solving ability through motivation to learn mathematics at 20.2%, (9) logical-mathematical intelligence, metacognitive skills, and motivation to learn mathematics contributed simultaneously toward mathematics problem solving ability at 90.5%.keyword : Intelligence, Metacognitive, Motivation, and Problem Solving
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN ASESMEN OTENTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Kurniawan, Gede Benny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.649 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v1i1.415

Abstract

AbstrakPembelajaran Berbasis Masalah dan Asesmen Otentik TerhadapPrestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan prestasi belajar antarasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik dengansiswa yang mengikuti model pembelajaran dan asesmen konvensional, (2) interaksiantara model pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis terhadap prestasi belajarmatematika, (3) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaranberbasis masalah dan asesmen otentik dengan siswa yang mengikuti modelpembelajaran dan asesmen konvensional pada siswa yang memiliki keterampilanberpikir kritis tinggi, dan (4) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikutipembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik dengan siswa yang mengikutimodel pembelajaran dan asesmen konvensional pada siswa yang memilikiketerampilan berpikir kritis rendah. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitiankuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan posttest only control group designyang melibatkan sampel sebanyak 158 orang siswa pada kelas X SMKN 1 Singaraja.Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tesketerampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisisdengan menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaranberbasis masalah dan asesmen otentik dengan siswa yang mengikuti modelpembelajaran dan asesmen konvensional, (2) terdapat interaksi antara modelpembelajaran dengan keterampilan berpikir kritis terhadap prestasi belajarmatematika, (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikutipembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik dengan siswa yang mengikutimodel pembelajaran dan asesmen konvensional pada siswa yang memilikiketerampilan berpikir kritis tinggi, dan (4) tidak terdapat perbedaan prestasi belajarantara siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentikdengan siswa yang mengikuti model pembelajaran dan asesmen konvensional padasiswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Pramayudi, A.A.A.S; Mertasari, N.M.S; Yudi Hartawan, I G N
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.608 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) berbantuan mind map terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja sebanyak 316 orang siswa. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang sebelumnya telah dilakukan uji kesetaraan menggunakan uji ANAVA satu jalur sehingga sebanyak 2 kelas terpilih sebagai sampel dengan ukuran sampel 70 siswa yaitu kelas VIII B8 dan VIII B7. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan post-test only control group. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Hasil penelitian data diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa kelas eksperimen adalah 42,675 sedangkan pada kelas kontrol adalah 31,933. Selanjutnya, data tersebut di analisis menggunakan uji U Mann-Whitney yang dikonversi ke Z karena  sampel yang besar sehingga berdistribusi normal dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan  nilai |Ztabel(1,645)|< |Zhitung(-2,8623|. Dengan demikian H0 ditolak sehingga, pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CORE berbantuan mind map lebih baik dari pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE berbantuan mind map berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja.Kata kunci: mind map, model pembelajaran CORE, kemampuan pemahaman konsep matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Puspadewi, Kadek Rahayu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.703 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v1i2.447

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian post test only control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ada tidaknya pengaruh model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD No. 3 Banjar Jawa pada semester genap Tahun Ajaran 2011/2012. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kecerdasan logis matematis serta tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh positif penerapan model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.   Kata kunci : Model IKRAR, kearifan lokal, kecerdasan logis matematis, kemampuan pemecahan masalah matematika   Abstract This research was a quasi experiment with post test only control group design. The purpose of this research was to study the effect of IKRAR teaching-learning model with local-wisdom oriented and logical mathematical intelligence to students? mathematical problem solving ability. The population of this research was the second semester of grade V of the students at SD No. 3 Banjar Jawa in academic year 2011/2012, meanwhile random sampling technique was used to determine the sample. Two packages of test namely the logical mathematical intelligence test and mathematical problem solving test were used to gathered the data. The data were analyzed by two ways of ANAVA. The research findings show that, (1) the IKRAR teaching-learning model with local-wisdom oriented has a positive influence to the students? mathematical problem solving ability, (2) there is no interaction between teaching-learning model and logical mathematical intelligence toward the students? mathematical problem solving ability.   Key word        : IKRAR teaching-learning model, local-wisdom, logical mathematical intelligence, mathematical problem solving ability
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DAN PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA JULIASTA, I PUTU EKA WAHYU; SarIyasa, Prof; Suharta, I Gusti Putu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.811

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran matematika Kelas VIII yang  valid, praktis, dan efektif sertamendeskripsikan karakteristik media pembelajaran tersebut dan karakteristik pembelajaran menggunakan media tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian disesuaikan dengan tahap-tahap pengembangan. Subjek penelitian pada tahap investigasi awal adalah siswa dan guru di Kelas VIII SMP Negeri 1 Melaya dan SMP Negeri 5 Melaya. Subjek penelitian pada tahap uji coba lapangan adalah siswa dan guru di Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Melaya dan VIIIA SMP Negeri 5 Melaya. Data dikumpulkan menggunakan 4 jenis instrumen yaitu menggunakan lembar validitas, lembar observasi, angket dan tes. Lembar validitas digunakan untuk mengumpulkan data validitas media dan buku petunjuk penggunaan media. Data kepraktisan media dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan media serta angket tanggapan siswa dan guru terhadap media pembelajaran. Data keefektivan media dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif.  Karakteristik media pembelajaran yang dihasilkan antara lain sesuai dengan tujuan pembelajaran, interaktif, eksploratif, memuat latihan soal yang disertai dengan refleksi dan mudah digunakan. Karakteristik pembelajaran menggunakan media ini adalah pembelajaran berkelompok yang dimulai dengan memberi kesempatan siswa untuk melakukan eksplorasi konsep melalui percobaan atau simulasi dalam media. selanjutnya siswa diarahkan untuk mengerjakan latihan soal yang ditampilkan media pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa ., IDA AYU AGUNG SULISTIAWATI; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan kemampuan berpikir kreatif secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah anggota 357 orang yang terdiri dari 12 kelas. Sampel penelitian diambil dengan teknikcluster random sampling. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika yang dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan data kemampuan berpikir kreatif yang dikumpulkan dengan tes kemampuan berpikir kreatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan analisis uji-t? untuk hipotesis 1 dan hipotesis 2, dan uji MANOVA untuk hipotesis 3. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan kemampuan berpikir kreatif secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif This study was aimed at: (1) investigating whether the mathematical problem solving ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (2) investigating whether the creative thinking ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (3) investigating the differences of mathematical problem solving and creative thinking ability simultaneously between students who learned using problem based learning model compared to the students who learned using conventional learning model. This research was a quasi experimental research with posttest only control group design. The population of this study was all seventh grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016 which consist of 357 students divided into 12 classes. Sample was taken using cluster sampling technique. The data of students? mathematical problem solving ability were collected using the mathematical problem solving ability test and the data of students? creative thinking ability were collected using the creative thinking ability test. For hypothesis 1 and hypotesis 2, the data were analyzed descriptively using t-test, while the third hypotesis was tested using MANOVA. The data analysis showed that: (1) the mathematical problem solving ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (2) the creative thinking ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (3) there are the differences of mathematical problem solving and creative thinking ability simultaneously between students who learned using problem based learning model compared to the students who learned using conventional learning model.keyword : Problem Based Learning Model, Students? Mathematical Problem Solving Ability and Creative Thinking Ability
PENGEMBANGAN PERANGAKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR PADA SISWA KELAS XI SMK ., K. DEADY IRMAWAN; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.629 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk yang berupa perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik berbantuan LKS Terstruktur pada siswa kelas XI SMK yang meliputi: buku siswa dan buku petunjuk guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI SMK. Validitas perangkat pembelajaran didasarkan atas pendapat validator, kepraktisan didasarkan atas keterlaksanaan, respons guru dan siswa, dan keefektivan didasarkan atas hasil belajar matematika siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yang meliputi tiga tahap, yaitu: (1) investigasi awal; (2) prototipe, dan (3) penilaian semi sumatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika ini telah valid, praktis, dan efektif, yang memiliki kelebihan sebagai berikut: (1) berorientasi pada masalah matematika realistik, (2) memberikan kemudahan bagi siswa untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika melalui kegiatan siswa yang telah dirancang sesuai dengan karakteristik dari pembelajaran matematika realistik berbantuan LKS terstruktur, (3) memberikan kemudahan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran karena kegiatan-kegiatan telah disusun dan dirancang dengan jelas dan mudah untuk dilaksanakan, dan (4) meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci : perangkat pembelajaran matematika, pendekatan matematika realistik, LKS terstruktur, hasil belajar matematika This study aimes to develop a product wich were considering realistic mathematics learning approach with structurally student worksheet for student in eleventh grade of vocational high school wich include: student book and teacher guide. This research is a research design. The subjects of this study were teachers and the student in eleventh grade of tourism study program. The validity of the study are based on the opinion of the validator, practicality based on feasibility, teacher and student responses, and affectiveness based on students' mathematics learning outcomes. The development of the learning device was based on the procedure of developing product by Plomp which consists of three phases: (1) preliminary investigation; (2) prototyping, and (3) assessment. The result showed that the learning of mathematics had been valid, practical, and effective, which has the following advantages: (1) ralistic mathematics problem-oriented, (2) makes it easy for students to find back of math concepts with student activities that have been designed according to the characteristics of realistic mathematics learning assisted structured worksheets, (3) makes it easy for teachers to implement learning activities because activities has been conceived and designed with a clear and easy to be implemented, and (4) improve students' mathematics learning outcomes. keyword : mathematic teaching-learning instruments, realistic mathematic approach, structurally student worksheet, mathematic learning outcomes.
PENGARUH PENERAPAN MODEL MMP (MISSOURI MATHEMATICS PROJECT) BERBANTUAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS MOODLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model MMP (Missouri Mathematics Project) berbantuan media e-learning berbasis moodle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian the nonequivalent posttest only control group design, dan rancangan analisis datanya menggunakan treatment by level. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ubud dengan melibatkan sampel sebanyak 80 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data gaya kognitif diperoleh melalui hasil tes GEFT dan data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes pemecahan masalah matematika. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Model MMP berbantuan media e-learning berbasis moodle lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional; (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (3) pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI), kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Model MMP berbantuan media e-Learning berbasis moodle lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (4) pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD), kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Model MMP berbantuan media e-Learning berbasis moodle.Kata Kunci : MMP, E-Learning, Moodle, Gaya Kognitif, Pemecahan Masalah The purpose of this research is to know the effect of MMP (Missouri Mathematics Project) with moodle-based e-learning media towards mathematical problem solving ability in terms of student?s cognitive styles. This research was quasi experimental with the nonequivalent posttest only control group design, and the design of data analysis using treatment by level. This research conducted at SMA Negeri 1 Ubud and involved a sample of 80 students. Selection of classes conducted by cluster random sampling technique. Data of student?s cognitive style is obtained by GEFT test and data of student?s mathematical problem solving ability is obtained by problem solving test. The collected data was analyzed by using analysis of variance (two-way ANAVA) with 5% level of significance, followed by tukey?s test. The results of this research showed that: (1) the student?s problem solving ability who joined learning process by using MMP with moodle-based e-learning media was better than the student?s problem solving ability who joined learning process by using conventional learning model; (2) there was an interaction between learning model and cognitive style on student?s problem solving ability; (3) the students who have field independent cognitive style (FI), their problem solving ability who learned by MMP with moodle-based e-learning media was better than the student?s problem solving ability who learned by conventional learning model; (4) the students who have field dependent cognitive style (FD), their problem solving ability who learned by conventional learning model was better than the student?s problem solving ability who learned by MMP with moodle-based e-learning media.keyword : MMP, e-learning, moodle, cognitive style, problem solving
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GEOMETRI DIMENSI TIGA BERWAWASAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERORIENTASI BLENDED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK ., I WAYAN SUMANDYA; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.268 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga berwawasan Pendidikan Matematika Realistik Berorientasi Blended Learning yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain. Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga berupa Buku Siswa, Buku Petunjuk Guru, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian, teknik pengambilannya menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Wira Harapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode angket, dan metode tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, angket respons siswa dan guru, lembar pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran, dan tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik, Blended Learning This study is aimed to develop obtain the three-dimensional geometry instrument based on Realistic Mathematics Education oriented to Blended Learning is order to improve student, activity dan student achievement. This present study is was development. In this study, the three-dimensional geometry learning a Student Book, Teacher Guidebook and Lesson Plan are developed. This research was conducted at SMK Wira Harapan. The method used are observation, questionnaire, and test methods. In this study the validation sheet, observation sheets as enforceability of study, questionnaire as responses of students and teachers, observation sheet for students? learning activity, and achievement test are alers mind. The data have been collected by descriptive processed. In this study, the instrument for learning three-dimensional geometry that are validity, practically, and effectively.keyword : Realistic Mathematics Education, Blended Learning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PBP) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA SMK NEGERI 3 SINGARAJA Adhiyasa, I K. T; Suweken, G.; Suryawan, I P. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.447 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang diterapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini  adalah siswa kelas X MM1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas X MM2 sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design.Skor tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung  (5,57566) > ttabel (1,6736). Akibatnya H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang diterapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), pembelajaran konvensional, pemahaman konsep