cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TABANAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Putrawan, D.G.A.; Ariawan, IP.W.; Hartawan, IG.N.Y.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.445 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2834

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning  terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017 yang belajar pada waktu pagi hari yang terdistribusi ke dalam 5 kelas.Uji kesetaraan populasi menggunakan uji Anava. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemapuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraiandan sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Data kemampuan pemecahan masalahdiuji normalitas dan homogenitasnya selanjutnya dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa lebih dari . Sehingga ditolak.Dengan demikian rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experiential Learning lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experiential Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: model pembelajaran Experiential Learning, kemampuan pemecahan masalah. AbstractThis research aims to determine the effect of Experiential Learning model upon students? Mathematics problems solving skill. This research was quasi experimental by Post Test Only Control Group Design. The population of this study was the eighth grade students at SMP Negeri 3 Tabanan in the Academic Year 2016/2017 who studied in the morning wich distributed in 5 classes. Cluster random sampling technique was used to obtain 2 classes as the sample. It?s data was obtained by using test wich valid and reliable. Further more,it?s data was examined for normality,homogeneity and then, it?s analyzed by using One Tail T-test at significant level of 5%. The hypothesis testing result showed that  more than , so that the  was rejected. Therefore, the average of students? Mathematics problems solving skill that were taught by using Experiential Learning model is higher than the average of the students? Mathematics problems solving skill that were taught by using conventional learning. It can be concluded that students? Mathematics problems solving skill that were taught by using Experiential learning model is better than students? Mathematics problems solving skill that were taught by using conventional learning. Keywords: Experiential learning, students? Mathematics problems solving skill
Developing English Materials for nursing students of SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar ., I GEDE ARIS PRATAMA PUTRA; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., DR. I GEDE BUDASI, M.Ed.DIP APPLIN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2513

Abstract

This study aimed at: a) developing materials for teaching English for nursing students of SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar; b) knowing the quality of the developed materials for teaching English for nursing students of SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar as perceived by expert judges. This study used R & D model proposed by Sugiyono (2013). Step 1 (identifying the potency & problem phase or need analysis phase) of Sugiyono Model of R&D Design used Hutchinson & Waters?s Learning-Centered Need Analysis Framework (1987) in order to be used to analyze target and learning needs of English for nursing students. The present study was limited into developing the product and expert judgment. Therefore, the field test was not conducted in the present study. The materials were designed by following the model of ESP material design of Hutchinson and Waters (1987:108) which consisted of input, content focus, language focus, and task. The findings of this study showed that there were 8 units of English for nursing students? material had been developed. Those were; (1) Establishing a Relationship; (2) Giving Directions in Hospital; (3) Health Problems; 4) Dimension of Symptoms; 5) Diagnosing Health Problems; 6) Sharing Observation; (7) General Assessment; (8) Patient Assessment. The materials were focused on developing the students? speaking ability. The quality of the product was very good (Product Quality = 4.13) and had met the criteria of material evaluation checklist proposed by McDonough et al (2013).Kata Kunci : materials, students, nursing Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengembangkan materi bahasa inggris keperawatan untuk pengajaran mata pelajaran bahasa inggris keperawatan siswaSMK Kesehatan Bali Medika Denpasar; (b) mengetahui kualitas materi bahasa inggris keperawatan untuk pengajaran mata pelajaran bahasa inggris keperawatan siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dari penilaian para ahli. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian dan Pengembangan model Sugiyono (2013). Tahap pertama Penelititan dan Pengembangan model Sugiyono (tahap mengindentifikasi potensi dan masalah atau analisis kebutuhan) menggunakan model analisis kebutuhan Learning Centered Hutchinson dan Waters (1987) untuk digunakan untuk menganalisa kebutuhan target dan belajar mata kuliah bahasa inggris keperawatan. Penelitian ini hanya terbatas dalam pengembangan produk dan uji pakar. Sehingga penelitian ini tidak diarahkan untuk menguji coba produk di lapangan. Materi ajar didesain mengunakan model Hutchinson dan Waters (1987:108) yang terdiri dari input, content focus, language focus, dan task. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 unit materi bahasa inggris keperawatan yang sudah dikembangkan. Materi-materi tersebut adalah: (1) Establishing a Relationship; (2) Giving Directions in Hospital; (3) Health Problems; 4) Dimension of Symptoms; 5) Diagnosing Health Problems; 6) Sharing Observation; (7) General Assessment; (8) Patient Assessment. Materi tersebut difokuskan untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa inggris siswa. Kualitas produk sangat bagus (kualitas produk = 4.13) dan sudah memenuhi kriteria evaluasi materi McDonough dkk (2013).keyword : materi, mahasiswa, keperawatan
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERPENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA SMP KELAS VII Darma Putra, I Kd.Dwi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.742 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v1i1.417

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Perangkat Model PembelajaranMetakognitif Berpendekatan Pemecahan Masalah yang valid, praktis, dan efektif bagi siswaSMP Kelas VII. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Buku Siswa, BukuPetunjuk Guru, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pengembangan perangkatpembelajaran tersebut mengikuti prosedur pengembangan Plomp, yang meliputi lima tahapyaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi,dan (5) implementasi. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelasVIIB SMP Negeri 1 Melaya.Setelah penilaian ahli dan pelaksanaan uji coba di lapangan, hasil penelitianmenunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini telahmemenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan.Adapun karakteristik dari perangkat Model Pembelajaran Metakognitif BerpendekatanPemecahan Masalah yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Buku Siswa memuat: (1) StandarKompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan Kurikulum, (2) Tujuan pembelajaran yang ingindicapai pada setiap kegiatan pembelajaran, (3) Berbagai Masalah Matematika yang diurut darimasalah matematika tipe kognitif, dan dilanjutkan dengan tipe Metakognitif, (4) Lembar Kreatifitassiswa yang membantu siswa melakukan penemuan-penemuan terhadap konsep matematika, (5)Berbagai jenis Latihan soal yang menantang, yang pada buku siswa ditandai dengan: kata-katamotivasi seperti: ?Pikirkan dan Diskusikan!, ?Kaitan dengan dunia nyata!, ?Berfikir Kritis!?,?Berfikir Terbuka!?, ?Cek Pemahaman!?. Buku Petunjuk Guru memuat : (1) Standar Kompetensi danKompetensi Dasar sesuai dengan Kurikulum, (2) Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada setiapkegiatan pembelajaran, (3) Perlengkapan yang diperlukan, (4) Prosedur penyelesaian tugas dari BukuSiswa dan tindak lanjut.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memuat langkah-langkah kegiatanpembelajaran: (1) Pendahuluan dimana guru menggali pengetahuan awal siswa, (2) Pengembangankemampuan kognitif, (3) Pengembangan kemampuan metakognitif, (4) Penutup.Kata kunci: Perangkat Pembelajaran,Pembelajaran Metakognitif, Aktivitas Siswa, Prestasi Belajar.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 6 SINGARAJA CIPTAWATI., L.P.E; SUGIARTA., I.M; SUARSANA, I.M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.114 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2809

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa dengan metode pembelajaran Example Non Example lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Desaign. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII (non unggulan) SMP N 6 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 dengan jumalh siswa 307 orang yang tersebar ke dalam 10 kelas. Sementara sampel penelitian diplih menggunakan multistage random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas VIIB6 sebagai kelas kontrol dan VIIB7 sebagai kelas eksperimen. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah dengan menggunakan tes prestasi belajar berupa tes uraian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata skor prestasi belajar matematika untuk kelas eksperimen = 78,727 dan kelas kontrol = 70,818. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t satu ekor, dan diperoleh nilai t-hitung = 2,030 sementara nilai t-tabel= 1,684 (df = 42; = 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang mengikuti metode pembelajaran Example Non Example berbantuan LKS tidak terstruktur lebih tinggi dari pada prestasi belajar siswa dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci : metode pembelajaran Example Non Example, LKS tidak terstruktur, prestasi belajar matematika
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BILINGUAL TIPE PARTIAL IMMERSION DENGAN SETING PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Wiratini, Ni Putu Ari; Suparta, I Nengah; Sadra, I Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.969 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.761

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika bilingual dengan seting pembelajaran kooperatif tipe STAD bagi siswa SMA kelas X. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa, dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat tersebut mengikuti prosedur dari Plomp yang mengandung lima tahap yaitu: (1) investigasi awal; (2) desain; (3) realisasi; (4) tes, evaluasi, dan revisi; dan (5) implementasi. Pada penelitian ini tahap implementasi tidak dilaksanakan karena keterbatasan peneliti. Perangkat yang dikembangkan sudah memiliki kualitas yang baik, karena telah memenuhi tiga aspek; validitas, kepraktisan, dan keefektivan. Skor validitas perangkat pembelajaran berupa buku siswa adalah 3,63 dan skor validitas buku petunjuk guru 3,77. Skor buku siswa dan buku petunjuk guru termasuk dalam interval 3,5?Sr<4,0 sehingga berkatagori sangat valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran dianalisis  melalui skor pengamatan keterlaksaan perangkat pembelajaran, respons guru, dan respons siswa. Skor pengamatan keterlaksanaan pembelajaran siklus I adalah 3,29  masuk dalam interval 2,5?Sr<3,5 sehingga masuk dalam katagori praktis. Pada siklus II dan III, skor pengamatan keterlaksanaan pembelajaran adalah 3,61 dan 3,83 yang masuk dalam interval 3,5?Sr<4,0 sehingga berkatagori sangat praktis. Skor respons guru adalah 3,65 masuk dalam interval 3,5?Sr<4,0 sehingga berkatagori sangat praktis.Skor respons siswa adalah 3,44 masuk dalam interval 2,5?Sr<3,5 sehingga berkatagori praktis. Efektivitas  perangkat pembelajaran dianalisis dari hasil belajar siswa yaitu ranah kognitif dan afektif. Skor hasil belajar siswa ranah kognitif siklus I adalah 83,2, siklus II 86,13, dan siklus III 88,83. Skor afektif siswa termasuk dalam katagori efektif.   Kata kunci: kooperatif, STAD, bilingual   Abstract This research was a developmental research which was aimed at developing bilingual mathematics teaching-learning instruments  based on STAD cooperative learning setting for grade X senior high school students. In this study the students? handbooks and teacher?s instructional guides were developed following Plomp?s developmental procedure which consists of five stages: (1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization, (4) test, evaluation, and revision, and (5) implementation.  In this study the implementation stage was not involved because of the research limitations. According to research findings the instruments which had been developed have good quality based on the consideration of  three aspects: validity, practicality, and effectiveness. The validity score of students? handbook was 3,63 and the one of  teacher?s instructional guide was 3,77. These scores were in the range of 3,5?Sr<4, showing that students? and teacher?s handbooks were very valid. The practical aspect of instruments was analysed using teaching-learning observations, teacher?s response and students? response. The observations average score of using those instrument in the first learning cycle was 3,29 which was  in the range of 2,5?Sr<3,5.  This showed that the practical aspect of using instruments was in practise catagory. In the second and third cycles, the observations? average scores of the teaching learning process were  3,61 and 3,83 which both were in the range of 3,5?Sr<4,0. These indicated that the practical aspect of instruments were very practicable. The score of teacher?s response was 3,65 which was in the range of 3,5?Sr<4,0. This indicates that the practical aspect of instruments was very practicable. The score of students? response was 3,44 which was in the range of 2,5?Sr<3,5 showing that practical aspect of  instruments was in practise catagory. Morever, instruments effectiveness was measured using students achievement in cognitive and affective domain. The score of students achievement in the cognitive domain in the first cycle was 83,2, the second cycle was 86,13, and in the third cycle was 88,83. The students score in affective domain was effective.   Keywords : cooperative, STAD, bilingual
Pengembangan Perangkat Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika Otentik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa Kelas X SMK ., I KADEK YOGI MAYUDANA; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat model pembelajaran pemecahan masalah matematika otentik yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dan buku petunjuk guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMK TI Bali Global Denpasar, dengan subjek penelitian guru matematika dan siswa kelas X SMK. Validitas perangkat pembelajaran didasarkan atas pendapat validator, kepraktisan didasarkan atas keterlaksanaan, respons guru dan siswa, dan keefektivan didasarkan atas hasil tes kemampuan pemecahan masalah. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yang meliputi tiga tahap, yaitu: (1) investigasi awal; (2) prototipe, dan (3) penilaian semi sumatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika ini telah valid, praktis, dan efektif, yang memiliki karakteristik sebagai berikut. Buku siswa memiliki karakteristik: (1) berisi peta konsep; (2) berisi kompetensi dasar; (3) berisi indikator yang ingin dicapai; (4) berisi kegiatan siswa (5) urutan isi materi di awali dengan memberikan suatu permasalahan matematika otentik. Karakteristik buku petunjuk guru adalah (1) berisi langkah ? langkah pembelajaran, (2) dilengkapi dengan RPP, (3) berisi alternatif jawaban dari kegiatan siswa dan latihan soal. Sedangkan karakteristik pembelajarannya adalah: (1) Orientasi siswa pada masalah matematika otentik (2) Mengorganisasi siswa dalam belajar pemecahan masalah, (3) Membimbing penyelidikan, baik secara individual maupun di dalam kelompok, (4) Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya, (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.Kata Kunci : Model Pembelajaran, Masalah Matematika Otentik, Kemampuan Pemecahan Masalah The purpose of this research is to get a valid, practical, and effective learning model of authentic mathematics problem solving. The type of research is design research. The instrument that is studied consist of student book and teacher guidelines book. This research had been held at SMK TI Bali Global Denpasar, with the subject mathematics teachers and students of Class X SMK. The validity is based on the validator?s point of view, the practical procedure is based on the implementation and the students or teacher?s responses, and the effectiveness is based on the ability the result of problem solving. The development of the teaching manual followed the product development procedure from Plomp, which covers three stages such as: (1) pre-investigation, (2) prototype, (3) semi-sumative assessment.The result of the study showed that the mathematic teaching manual is valid, practical and effective with some characteristics as follows: The students? book has its own features such as (1) contain consept of the maps; (2) contain of basic competence; (3) contain of indicator to be achieved; (4) contain of students activity; (5) order of material content begin with giving a problem of mathematics authentic. The characteristics of the teacher guidelines book are (1) contains of the learning activity, (2) completed with lesson plan, (3) contains of the alternative answer from students activities and key answer from exercises. Meanwhile the characteristics learning are (1) student orientation that mathematics authentic problem, (2) organize student to learning problem solving, (3) guiding the investigation either individually or in groups, (4) develop and present work, (5) analyze and evaluate the problem solving processkeyword : Learning Model, Authentic Mathematics Problem, Problem Solving Ability
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IKRAR BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA ., I NENGAH AGUS SURYANATHA; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.575 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perangkat pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal bagi sekolah dasar kelas V yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur pengembangan Plomp, meliputi: (1) penelitian awal, (2) fase prototipe, dan (3) fase penilaian (evaluasi semi-sumatif). Subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 3 Subagan tahun pelajaran 2012/2013. Data kualitas perangkat pembelajaran dikumpulkan dengan lembar validasi, lembar keterlaksanaan, angket respons guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Perangkat pembelajaran tersebut memiliki karakteristik setiap kegiatan pembelajaran dan materi pelajaran yang disajikan pada buku siswa, buku petunjuk guru, maupun RPP sesuai dengan tahapan model pembelajaran IKRAR, yakni inisiasi, konstruksi-rekonstruksi, aplikasi, dan refleksi, serta disusun sebagai intensifikasi konsep kearifan lokal Tri Pramana dan Catur Paramita.Kata Kunci : perangkat pembelajaran, model pembelajaran IKRAR, kearifan lokal, kemampuan berpikir kritis The aim of this research was to identify the characteristic of a set of learning instruments based on IKRAR teaching-learning model with local wisdom oriented which has criteria valid, practically, and effective for the fifth grade of elementary school students. Plomp?s development procedure was used to develop it, which consisted several phases, i.e: (1) preliminary research, (2) prototyping phase, and (3) assessment phase (semi-summative evaluation). The subjects of this research were the mathematics teacher and the fifth grade students of SD Negeri 3 Subagan 2012/2013 academic year. The quality of the set of learning instruments data were collected by validation instrument, practically instrument, teacher and students questionnaire, and mathematics critical thinking tests. The result of this research was indicated the charactesitics of the sets of learning instruments were served as the IKRAR teaching-learning model phase and also arranged as the intensification of Tri Pramana and Catur Paramita concepts from local wisdom.keyword : the set of learning instruments, IKRAR Teaching-Learning Model, local wisdom, Critical Thinking of Mathematics
STUDI KUANTITATIF DAN KUALITATIF TENTANG PENGARUH BLENDED LEARNING BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DENPASAR ., I PUTU SANCITA; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi dengan menggunakan concurrent embedded design mixed methods. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design sementara penelitian kualitatif mengunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP N 1 Denpasar tahun ajaran 2016/2017 yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemandirian belajar siswa diperoleh menggunakan angket dan data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian serta data kualitatif menggunakan lembar observasi, angket, dan komentar siswa. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung = 28,36, nilai F tabel (?= 0,05) = 4,03 dan F tabel(?= 0,01) = 7,31), (2) pada siswa yang memiliki kemandirian belajar lebih tinggi, siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 2,87, nilai Qtabel (?= 0,05; 1; 52) = 2,86), (3) pada siswa yang memiliki kemandirian belajar lebih rendah, siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,41, nilai Qtabel (0,05;1;52) = 2,86), (4) tidak ada interaksi antara penerapan strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB hitung = 6,83, nilai Ftabel( 0,05) = 4,03 dan Ftabel (0,01)= 7,31). Hal ini didukung oleh temuan ? temuan selama pelaksanaan pembelajaran yaitu (1) prestasi belajar matematikayang lebih tinggi pada pembelajaran blended learning, (2) kepercayaan diri siswa yang tinggi dalam mengemukakan pendapat pada pembelajaran blended learning, (3) komunikasi dalam pembelajaran blended learning menjadi lebih terarah, (4) kemandirian siswa dalam mencari informasi terkait materi pembelajaranKata Kunci : blended learning, video pembelajaran matematika, prestasi belajar matematika, kemandirian belajar This research aimed at determining whether the students mathematics achievement who take the blended learning based on video learning is better than the students who take the conventional learning. The type of this research is combined with concurrent embedded design using mixed methods. The quantitative research was a Post Test Only Control Group Design and the qualitative uses descriptive research. The population of this research were students in grade VIII of SMPN 1 Denpasar in academic year 2016/2017 that divided into seven classes. Two classes were selected as sample taken by using cluster random sampling technique. The data of this quantitative research were gathered by essay test and qualitative data using observation sheet, questionnaire and comment of the students. The results of quantitative research showed that: (1) the mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than the mathematics achievement of students who take conventional learning (Fhitung = 28.36, the value of F tabel (?= 0,05) = 4,03 and Ftable(?= 0,01) = 7,31), (2) the students who have the independence of higher learning, mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than students who take conventional learning (Qhitung = 2,87, the value Qtable (?= 0,05; 1; 52) = 2,86), (3) the students who have the independence of lower learning, mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than the students who take the conventional learning (Qhitung = 8,41, the value Qtable (0,05;1;52) = 2,86), (4) there is no interaction between the application of blended learning based on video learning and independence learning with mathematics achievement (FAB hitung = 6,83, the value of Ftable(0,05) = 4,03 and Ftable (0,01)= 7,31). This is supported by the findings during the implementation of learning, namely (1) the achievement of learning higher mathematics learning blended learning, (2) confidence high student in expressing opinions on the learning blended learning, (3) communication in the learning blended learning into more focused, (4) the independence of the students in finding information related learning materialskeyword : blended learning, video learning, mathematics achievement, independence learning
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berorientasi Kearifan Lokal terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas VIII di SMP Kecamatan Kuta Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa ., I KETUT GEDE BIRAWA ANURAGA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.252 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) berorientasi kearifan lokal terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar matematika kelas VIII di SMP Kecamatan Kuta ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kuta Badung dan SMPK Soverdi Tuban Badung semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, dengan rancangan randomized subjects posttest only control group design dan faktorial 2x3 sebagai desain analisisnya. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukandengan teknik random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran kooperatif tipe stad yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan motivasi belajar berperan sebagai variabel moderator, yang dipilah menjadi tiga tingkatan, yaitu motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah. Sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar matematika. Data motivasi belajar siswa dikumpulkandengan kuisioner motivasi belajar dan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan varians (ANAVA ) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Secara keseluruhan, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad ( Fh = 17,297 lebih besar dari Ft = 3,912), (2) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 3,567 lebih besar dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260), (3) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 2,284 lebih tinggi daripada dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260, (4) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 2,371 lebih tinggi daripada dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260, (5) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB = 3,134 lebih besar dari Ft = 3,064) Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Selanjutnya disarankan kepada guru matematika untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Matematika. This research has to determine the effect of the application of cooperative learning model student teams achievement divisions (STAD) local -wisdom oriented towards mathematics achievement in terms of motivation to learn mathematics in the junior class VIII Kuta district in terms of motivation to learn. This experimental study conducted at SMP Negeri 2 Kuta Badung and SMPK soverdi Tuban 1st semester of academic year 2012/2013, with randomized subjects posttest only control group design and as a 2x3 factorial design analysis. The classes which were used as a sample were determined by random sampling technic. The independent variable in this study, cooperative learning model stad oriented local wisdom imposed in the experimental group and cooperative learning model stad imposed in the control group. Motivation to learn while acting as a moderator variable, which is divided into three levels, namely motivation high, medium and low. The dependent variable was mathematics achievement. The data of students motivation to learn were gathered by using motivation to learn quisioners. The data of students mathematics achievement were collected by using a math achievement test. The collected data were analyzed by variance (ANOVA) two paths. . The results showed as follows. (1) Overall, the mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local knowledge is higher than the cooperative learning model stad (Fb = 17.297 is greater than Ft = 3.912), (2) In the group of students who have the motivation to learn high mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count is larger than the 3.567 t Dunnet same table with 2,260), (3) In the group of students who have moderate learning motivation, learning mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count was 2,284 higher than that of the same table with the Dunnet t 2.260, (4) In the group of students which has a low learning motivation, learning mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count was 2,371 higher than that of the same table with the Dunnet t 2.260, (5) There is significant interaction effect between the model of learning and motivation to learn the mathematics achievement of students (FAB = 3.134 greater than Ft = 3.064). Based on these research findings, it was concluded that the model of learning and motivation has a significant effect on mathematics achievement. Suggested to math teachers to use cooperative learning model stad oriented local knowledge as an alternative in learning mathematics. keyword : Learning Method, Motivation of Learning, and Mathematical Learning Achievement.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJARMATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN GEOGEBRA Indrawan, I.K.M.A; Parwati, N.N; Suryawan, I P. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.996 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan ModelARIAS berbantuan geogebra dan mengetahui tanggapan siswa tentang model pembelajaran tersebut. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, obervasi dan evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X BABUD semester genap tahun ajaran 2017/2018, sebanyak 35 orang. Data penelitian ini adalah data prestasi belajar dan tanggapan siswa. Data prestasi belajar matematika siswa diukur menggunakan tes prestasi belajar tipe uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ARIAS berbantuan geogebra dalam kategori positif. Rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika pada siklus I sebesar 54,28 dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 22,85%, kemudian pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika menjadi 64,28, dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 62,85%. Pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika menjadi 75,71 dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 82,85%. Hal tersebut terjadi karena langkah?langkah pada model ARIAS yakni yakni (1) Assurance, membangkitkan rasa percaya diri dan memotivasi siswa. (2)  Relevance,menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. (3) Interest, dalam tahap ini siswa diajak memelihara ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dan melakukan eksplorasi konsep yang mereka pelajari dengan bantuan media geogebra. (4) Assessment, menguji sejauh mana siswa memahami konsep yang telah dipelajari. (5) Satisfaction,memberikan penguatan dan penghargaan bagi siswa. Kata kunci:ARIAS, prestasi belajar, software geogebra,tanggapan siswa,.