cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK PEMBELAJARAN PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI SMP Putra, I.P.D.; ., Sariyasa; Sukajaya, I.N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.097 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2808

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan rancangan media pembelajaran persamaan linier dua variabel; (2) Mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran menggunakan GeoGebra sebagai media eksplorasi, Lectora Inspire sebagai aplikasi pembuat layout dan latihan soal; (3) Mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media Pembelajaran persamaan linier dua variabel. Model pengembangan yang digunakan adalah Model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, develop, implementation, evaluation. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan rata-rata skor dari ahli perangkat pembelajaran sebesar 2,70 dengan kriteria valid, dan rata-rata skor dari ahli materi sebesar 2,66 dengan kriteria valid. Rata-rata skor kepraktisan media pembelajaran berdasarkan analisis angket respon siswa sebesar 3,24 dengan kriteria baik dan rata-rata kepraktisan berdasarkan angket respon guru sebesar 3,30 dengan kriteria baik. Persentase skor efektivitas dari kelompok siswa yang dipilih secara random sebesar 93,33% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan dapat diterima sebagai media pembelajaran dan diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada topik bahasan persamaan linier dua variabel baik oleh siswa maupun guru.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN PERTANYAAN METAKOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI. ., Evi Dwi Krisna; ., I Gst Putu Sudiarta; ., Gede Suweken
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.981 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati  dengan melibatkan sampel sebanyak 90 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Intrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner motivasi berprestasi dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik dari  prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. 2)Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi maupun motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik daripada  prestasi belajar siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran berbasis masalah. 3)Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa.   Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, pertanyaan metakognitif, motivasi berprestasi, prestasi belajar   Abstract The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by metacognitive question on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research is a quasi experimental research with 2 x 2 factorial designs conducted at SMP Negeri 2 Sukawati and involved a sample of 90 students. The sample of this research was determined by random sampling technique. The instrument use in this research was achievement motivation questionnaire and mathematics achievement tests. The data Collected were analyzed using two way ANAVA. The results showed that: 1) mathematics learning achievement of student who follow learning using problem based learning model aided by  metacognitive questions  is better than students who follow the model of problem-based learning. 2) At students with is a achievement motivation high or the motivation low achievers, mathematics learning achievement of student who follow  the learning with learning model problem based learning aided by the question metacognitive better than students which follow the with model of problem-based learning. 3) There is no interaction between the model of learning in terms of achievement motivation.   Keywords :problem based learning, metacognitive question, achievement motivation, mathematics achievement.
Perbedaan Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dan Interactive Conceptual Instruction (ICI) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Denpasar. ., I PUTU SURYA ADI PUTRA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan keterampilan berfikir kritis matematika dan kecerdasan logis matematis yang dibelajarkan dengan model Problem based learning (PBL) dan model Interactive Conceptul Instruction (ICI).,(2) bagaimana proses penyelesaian masalah kelompok peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis lebih baik. Jenis penelitian ini mengikuti rancangan penelitian mixed methot tipe Eksplanatory Sequential dengan rancangan completely randomized design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Denpasar dengan populasi seluruh peserta didik kelas X tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 320 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, pada kelas X-MIPA1 sebanyak 33 orang sebagai kelompok eksperimen I dan kelas X-MIPA 3 sebanyak 33 orang sebagai kelompok eksperimen II. Data keterampilan berfikir kritis matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berfikir kritis matematika, sedangkan data proses penyelesaian masalah dalam kaitanya dengan keterampilan berfikir kritis matematika digunakan lembar pengamatan dan didukung oleh hasil wawancara peserta didik. Data kecerdasan logis matematis dikumpulkan dengan menggunakan tes kecerdasan logis matematis dan didukung dengan angket kecerdasan logis matematis. Pengujian hipotesis menggunakan Uji MANOVA. Hasil analisis data pengujian adalah (1) keterampilan berfikir kritis matematika dan kecerdasan logis matematis peserta didik yang dibelajarkan dengan model PBL lebih baik dari peserta didik yang dibelajarkan denga model ICI; (2) PBL dalam penerapanya dapat mendorong peserta didik menjadi aktif dan kreatif terutama pada proses penyelesaian masalah matematika dalam kaitannya degan keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis. peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis lebih tinggi sangat baik dalam penyelesaian masalah matematika, diantaranya mampu memfokuskan permasalahan matematika, menyelesaikan masalah menggunakan prosedur dan sistematis, mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil penyelesaian masalah serta bekerja secara cepat dan tepat. Hal ini tidak terdapat pada peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis lebih rendahKata Kunci : Problem Based Learning, Interactive Conceptual Instruction, Keterampilan berpikir kritis matematika, Kecerdasan Logis matematis. This study aimed at: (1) knowing whether there were differences between mathematical critical thinking skill and mathematical logical intelligence in the model of Problem Based Learning (PBL) and the model of interactive Conceptual Instruction (ICI). (2) knowing the final result stage of problem solving process in relation to the ability of critical thinking and mathematical logical intelligence of the learners after PBL were implemented. The study used sequential explanatory mixed method research design with completely randomized design. This study was conducted in SMAN 4 Denpasar. The population of the study was tenth grade students in academic year 2016/2017 which consisted of 320 students. Cluster random sampling was used to determine the sample of the research. The samples of the research were X MIPA 1 and X MIPA 3. X MIPA 1 was used as experimental group I which consisted of 33 students whereas X MIPA 3 was used as an experimental group II which consisted of 33 people. The mathematical critical thinking data were collected using mathematical critical thinking skills test in the form of essay, while critical thinking process of mathematical problems data were collected using observation sheet and supported by learner interview. Mathematical logical intelligence data were collected using mathematical logical intelligence tests, and was supported by mathematical logical intelligence questionnaire. MANOVA test was used in hypothesis testing. The results of the research showed that: (1) the ability of critical thinking and mathematical logical intelligence of the learners which were treated by PBL model instruction achieved better result than learners who were treated by ICI model instruction; (2) Critical thinking skills and mathematical logical intelligence of students who followed the model PBL achieved better result in solving math problem with correct procedure, accurate analysis; therefore, the students ?output was also correct. keyword : Problem Based Learning, Interactive Conceptual Instruction, Mathematics Critical Thinking Skill, Mathematical Logical Intelligence.
KONTRIBUSI KEMAMPUAN KONEKSI, KEMAMPUAN REPRESENTASI, DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA SWASTA DI KABUPATEN MANGGARAI ., KANISIUS MANDUR; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.718 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.885

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kontribusi kemampuan koneksi matematis terhadap prestasi belajar matematika melalui disposisi matematis, (2) kontribusi kemampuan representasi matematis terhadap prestasi belajar matematika melalui disposisi matematis, (3) kontribusi kemampuan koneksi dan kemampuan representasi matematis secara simultan terhadap disposisi matematis, dan (4) kontribusi kemampuan koneksi, kemampuan representasi, dan disposisi matematis secara simultan terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA swasta di Kabupaten Manggarai tahun pelajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster sampling. Jumlah anggota sampel penelitian adalah 230 orang. Data kemampuan koneksi dan kemampuan representasi matematis dikumpulkan dengan tes uraian. Data disposisi matematis dikumpulkan dengan angket. Data prestasi belajar matematika diperoleh dari nilai raport semester satu siswa kelas XI IPA. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) besar kontribusi kemampuan koneksi matematis terhadap prestasi belajar matematika melalui disposisi matematis adalah 19,36%, (2) besar kontribusi kemampuan representasi matematis terhadap prestasi belajar matematika melalui disposisi matematis adalah 14,12%, (3) besar kontribusi kemampuan koneksi dan kemampuan representasi terhadap disposisi matematis adalah 83,7%, dan (4) besar kontribusi kemampuan koneksi, kemampuan representasi, dan disposisi matematis terhadap prestasi belajar adalah 81,3%. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa kemampuan koneksi, kemampuan representasi, dan disposisi matematis berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA di Kabupaten Manggarai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata Kunci : Kata kunci: kontribusi, kemampuan koneksi, kemampuan representasi, disposisi matematis, dan prestasi belajar matematika Abstract This research aimed at investigating: 1) the contribution of mathematical connection ability toward mathematics achievement through mathematical disposition, 2) the contribution of mathematical representation ability toward mathematics achievement through mathematical disposition, 3) the contribution of mathematical connection and representation mathematical ability toward mathematical disposition simultaneously, and 4) the contribution of the connection ability, representation ability and mathematical disposition toward students? mathematics achievement simultaneously. The research applied ex post facto design. The population of this research was second year students? of science program of private senior high schools in Manggarai regency in the academic year 2012/2013. The total members of sample was 230 which chosen using cluster sampling technique. The data of the connection and representation mathematical abilities were gathered using essay test. The data of mathematical disposition were collected by questionnaire. The data of students? mathematics achievement were collected by using students? first semester score. The data were analyzed using Path Analysis. The result indicated that: 1) the contribution of mathematical connection ability toward students? mathematics achievement through mathematical disposition is 19,36%, 2) the contribution of mathematical representation ability toward students? mathematics achievement through mathematical disposition is 14,12%, 3) the contribution of mathematical connection and representation ability toward mathematical disposition is 83,7%, and 4) the contribution of connection ability, representation ability, and mathematical disposition toward students? mathematics achievement is 81,3%. Based on these research findings, it was concluded that connection ability, representation ability, and mathematical dispositions contribute significantly to mathematics achievement of grade XI science students of Manggarai directly or indirectly. keyword : Key words: contribution, connection ability, representation ability, disposition mathematical, and mathematics achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Integratif Berbantuan Asesmen Kinerja Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Denpasar ., PUTU EKA DWIPAYANA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah : (1) keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih baik dari pada keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model Konvensional, (2) keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih baik dari pada keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model Konvensional, serta (3) terdapat perbedaan secara simultan dari keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Denpasar Tahun Ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 320 orang, yang terdiri dari atas kelompok MIPA sebanyak 9 kelas dan kelompok IPS sebanyak 1 kelas. Sampel penelitian diambil dengan mengunakan teknik cluster random sampling. Data pada penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif yang dimiliki siswa, yang mana kedua data dikumpulkan dengan menggunakan tes. Untuk hipotesis I dan hipotesis II data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan uji-t satu ekor dan untuk hipotesis III data dianalisis menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa : (1) keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional, (2) keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional, serta (3) terdapat perbedaan secara simultan dari keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Integratif, Asesmen Kinerja, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berpikir Kreatif This study aimed to determine whether : (1) student?s critical thinking skills who studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment is better than student?s critical thinking skills who studied with Conventional Learning Model, (2) student?s creative thinking skills who studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment is better than student?s creative thinking skills who studied with Conventional Learning Model , and (3) there are differences simultaneous delivery of critical thinking skills and creative thinking skills among students who s studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment by students who studied with Conventional Learning Models. This research is a quasi experimental design with posttest only control group design. The population of this study was all students of tenth grade of SMAN 4 Denpasar in akademic year 2016/2017 with the number of students 320 people, consisting of MIPA group as much as 9 classes and IPS groups as much as 1 class. Samples were taken by using cluster random sampling technique. The data are needed in this study such as students?s critical thinking skills and creative thinking skills, in which both of them collected using by test. For the first hypothesis and the second hypothesis, data have been obtained would analyzed descriptively by using one tailed of t-test and the third hypothesis, data were analyzed by using MANOVA. Based on the results of the analysis showed that : (1) student?s critical thinking skills who studied by Integrative Learning Model aided with Assessment Performance is higher than the students who learning with Conventional Learning Model, (2) student?s creative thinking skills who learning with Integrative Learning Model aided Assessment Performance is higher than students who learning with Conventional Learning Models, and (3) there is a difference simultaneous delivery of critical thinking skills and creative thinking skills among students who study with an integrative teaching model aided by the performance assessment of students learning with conventional learning modelskeyword : Integrative Learning Model, Performance Assessment, Critical Thinking Skills, Creative Thinking Skills
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN DAYA MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL SISWA SMP NASIONAL PLUS JEMBATAN BUDAYA ., I NYOMAN DHARMA; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.548 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pemahaman konsep dan daya matematika antara siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik (PMR) dan pembelajaran kooperatif, dan (2) interaksi antara pendekatan pembelajaran dan pengetahuan awal terhadap pemahaman konsep dan daya matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Nasional Plus Jembatan Budaya pada siswa kelas VII semester I tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan the nonequivalent postest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode group simple random sampling. Data post test pemahaman konsep dan daya matematika dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan pendekatan pembelajaran terhadap variabel-variabel pemahaman konsep dan daya matematika secara bersama-sama (F=6,954; p0,05). Berdasarkan temuan penelitian di atas disarankan agar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah menggunakan pendidikan matematika realistik karena dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan daya matmatika siswa. Kata Kunci : PMR, Pemahaman Konsep, Daya Matematika The aims of the research to determine: (1) the differences in from conceptual understanding and mathematical power between the students who have learnt realistic mathematics education (RME) and cooperative learning, (2) interaction between learning approach and initial knowledge to conceptual understanding and mathematical power. This research has been done for the students of VII grade in first term of academic year 2011/2012 in SMP Nasional Plus Jembatan Budaya. The type of this research is a quasi experiment, which arranged by the nonequivalent pos test only control group design. The sample was taken with the group random sampling method. The conceptual understanding and mathematical power data post test were analyzed by using descriptive statistic and MANOVA test. Based on the analyzed result, it has been found such as, (1) there is difference from learnt approach to conceptual understanding and mathematical power variables in gathering (F=6.954; p0.05). Based on the result of this research it can be suggested that the students who have learnt realistic mathematics education because that can be improve conceptual understanding and mathematical power for student?s. keyword : RME, conceptual understanding, mathematical power
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-3 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Wulandari, N.D.T.U; Waluyo, D.; SUARSANA, I.M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.037 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) peningkatan aktivitas belajar matematika siswa 2) peningkatan prestasi belajar matematika siswa dan 3) respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran IMPROVE Kelas VIII 3 SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII 3 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja sebanyak 33 orang. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan lembar observasi dan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,86 , yaitu dari 55,50 menjadi 58,36, dan peningkatan dari siklus II ke siklus III sebesar 9,09, yaitu 58,36 menjadi 67,45. Peningkatan ini terjadi akibat adanya diskusi secara terus menerus yang mengakibatkan meningkatnya aktivitas belajar siswa. Selain aktivitas belajar, rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa juga meningkat, dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 18,64, yaitu dari 48,03 menjadi 66,67 dan dari siklus II ke siklus III terjadi peningkatan sebesar 10,15 yaitu dari 66,67 menjadi 76,82. Terjadinya peningkatan prestasi belajar diakibatkan oleh pemberian metacognitive questioning pada diskusi kelompok yang dapat membantu siswa untuk menemukan suatu konsep.  Adapun respon positif yang diperoleh dari penerapan metode pembelajaran IMPROVE yang menunjukkan bahwa siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dengan skor rata-rata adalah 69,03. Kata kunci: metode pembelajaran improve, prestasi belajar matematika, aktivitas belajar matematika
PENGARUH PENERAPAN METODE RECIPROCAL TEACHING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA ., NI PUTU WIRUSMINI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan penalaran matematika dan motivasi berprestasi antara siswa yang mengikuti metode Reciprocal Teaching dengan siswa yang mengikuti metode Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan mengambil populasi penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 3 Amlapura tahun pelajaran 2016/2017 yang terdistribusi dalam tujuh kelas. Selanjutnya diambil dua kelas sebagai sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil random diperoleh kelas XE sebagai kelompok eksperimen yang belajar dengan menggunakan metode Reciprocal Teaching dan kelas XB sebagi kelompok kontrol yang belajar dengan menggunakan metode Pembelajaran Konvensional. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika dengan menggunakan tes kemampuan penalaran dan data motivasi berprestasi dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji t dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tHitung =5,606 > tTabel = 2,042 pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematika antara siswa yang mengikuti metode Reciprocal Teaching dengan siswa yang mengikuti metode Pembelajaran Konvensional. 2) tHitung =12,522 > tTabel = 2,042 pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan motivasi berprestasi antara siswa yang mengikuti metode Reciprocal Teaching dengan siswa yang mengikuti metode Pembelajaran Konvensional. 3) ?* = 0,248 dan Hotelling's Trace FHitung = 95,679 lebih besar dari FTabel¬ = 3,14, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematika dan motivasi berprestasi secara simultan antara siswa yang mengikuti metode Reciprocal Teaching dengan siswa yang mengikuti metode Pembelajaran Konvensional. Kata Kunci : Metode Reciprocal Teaching, Kemampuan Penalaran Matematika, Motivasi Berprestasi This study aims to determine whether there are differences in the ability of mathematical reasoning and Achievement motivation between students who learn with Reciprocal Teaching method and those who follow conventional methods. The population of this study are the students of class X in SMA Negeri 3 Amlapura academic year 2016/2017 which is distributed in seven classes with homogeneous ability. Two classes were taken as sample by using cluster random sampling technique. Based on the results obtained that XE class as an experimental group and class XB as a control group. This research uses two analytical techniques namely descriptive analysis and MANOVA.The data collected in this research for mathematical reasoning ability by using reasoning ability test and motivation data by using questionnaire. The collected data were analyzed using t-test and multivariate analysis technique. The results obtained are: 1) tcount = 5.606 > tTable = 2.042 at 5% significance level, so it could be concluded there were differences in mathematical reasoning ability among students who studied using Reciprocal Teaching Method with students who studied using conventional Learning Method. 2) tcount = 12.522 > tTable = 2.042 at the level of significance 5%, so it could concluded there were differences in achievement motivation between students who studied using Reciprocal Teaching Method with students who studied using conventional Learning Method. 3) ?* = 0,248 and Hotelling's Trace FCount = 95,679 bigger than FTabel = 3,14, so it could be concluded there was difference of mathematic reasoning ability and achievement motivation together between student who Reciprocal Teaching Method with students who studied using conventional Learning Method.keyword : Reciprocal Teaching Method, Mathematical Reasoning ability, achievement motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWAN Krisnahari, K. L; Astawa, G.R. I. W. P; Gita, I. N
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.426 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v8i2.2853

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model investigasi kelompok berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampel rumpun  dan didapatkan 2 kelas sampel, yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis berupa empat butir soal uraian. Data hasil tes kemampuan berpikir kritis matematika dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf siginifikansi 5%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sehingga  ditolak. Ini berarti, kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran investigasi kelompok berbantuan LKPD lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan  pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Kata kunci: Investigasi kelompok, LKPD, kemampuan berpikir kritis AbstractThis study aims to determine the effect of the LKPD-assisted group investigation model on mathematical critical thinking skills of students at SMPN 2 Sawan. The type of this study was a quasi-experiment. The population of this study is all students of class VIII SMPN 2 Sawan in the academic year 2018/2019. The samples were determined by cluster sampling and acquired 2 sample class, grade VIIIA  as experimental group and grade VIIIB as control group. The research instrument consisted of a critical thinking skills test in the form of four item  description.  Data from the test results of mathematical critical thinking ability were analyzed using one-tailed t-test with a significance level of 5%. The result showed that the was rejected. This means that mathematical critical thinking abilitifes who are taught by group investigation model supported by LKPD are better than students mathematica critical thinking abilitifes taught by conventional learning, so it can be conclude that there is an effect of group investigation learning model supported by LKPD to students mathematical critical thinking abilities.Keywords: Group investigation model, LKPD, mathematical critical thinking skill 
Analisis Hubungan Jenis Kelamin, Literasi Matematika, dan Disposisi Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Peserta Didik SMA Negeri di Denpasar ., MADE WIDYA SURYAPRANI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2471

Abstract

Pembelajaran matematika bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat pandangan di masyarakat bahwa perbedaan jenis kelamin berakibat pada perbedaan kemampuan dalam belajar matematika. Secara spesifik dipercaya bahwa perempuan tidak cukup berhasil mempelajari matematika dibandingkan dengan laki-laki terutama dalam bidang geometri. Selain itu diyakini pula perempuan lebih tertarik pada masalah praktis dan hampir tidak pernah mempunyai ketertarikan yang menyeluruh pada soal-soal teoritis seperti halnya laki-laki. Akan tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit wanita yang sukses dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) hubungan antara jenis kelamin dengan kemampuan literasi matematika peserta didik, 2) hubungan antara jenis kelamin dengan disposisi matematika peserta didik, 3) hubungan jenis kelamin, kemampuan literasi matematika, dan disposisi matematika peserta didik dengan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 2931 dan diambil sampel dengan teknik multistage random sampling yaitu perwakilan siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 312 siswa yang terdiri dari 39 siswa di tiap sekolah. Data jenis kelamin diperoleh dari dokumen sekolah, data literasi matematika diperoleh dari tes literasi matematika, data disposisi matematika siswa diperoleh dari pengisian kuisioner, dan data prestasi diambil dari skor UAS semester ganjil 2016/2017 siswa. Data dianalisis menggunakan path analysis dengan menentukan besar koefisien jalur dari model yang dibuat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : 1) Jenis kelamin berkontribusi secara signifikan terhadap literasi matematika siswa dengan besar kontrribusi 30%, 2) jenis kelamin berkontribusi secara signifikan terhadap disposisi matematika siswa dengan besar kontribusi 34%, 3) jenis kelamin, literasi matematika, dan disposisi matematika berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan besar kontribusi 33,5%.%.Kata Kunci : Jenis Kelamin, Literasi, Disposisi , Prestasi Mathematics learning aim to prepare students to be able to use mathematics and mathematical mindset in everyday life. Gender differences result in differences gaining knowledge of mathematics. Some of the notion that women are not quite managed to learn math than men. In addition, women almost never have a thorough interest in theoretical questions such as the male. Women are more interested in practical matters than the theoretical. But on the other hand, not a few female students who have success in math skills. This study aims to determine at : 1) The relationship between gender and students mathematic literacy skill, 2) the relationship between gender and students mathematic disposition, 3) the relationship between gender, mathematic literacy skill, and mathematic disposition with students mathematics learning achievement of students. This research is expost facto research with population in this research is all students of class X SMA Negeri in Denpasar academic year 2016/2017 as much as 2931 and take sample with multi stage random sampling technique that is representation of student of class X SMA Negeri in Denpasar year 2016 / 2017 as many as 312 students consisting of 39 students in each school. Gender data were collected from school documents, the mathematic literacy data were collected using mathematic literacy skill tests, the disposition mathematic data were collected using observation sheet, and mathematics learning achievement data taken from UAS in odd semester 2016/2017. Analized data using path analysis with determine the path coefficient of the model. The results of the research showed that: 1) Gender contributes significantly to students mathematic literacy by 30%, 2) Gender contributes significantly to students mathematic disposition by 34%, and 3) Gender, mathematic literacy, and mathematic dispositon, simultaneously and significantly on student's mathematics learning achievement with 33.5% contribution.Mathematics learning aim to prepare students to be able to use mathematics and mathematical mindset in everyday life. Gender differences result in differences gaining knowledge of mathematics. Some of the notion that women are not quite managed to learn math than men. In addition, women almost never have a thorough interest in theoretical questions such as the male. Women are more interested in practical matters than the theoretical. But on the other hand, not a few female students who have success in math skills. This study aims to determine at : 1) The relationship between gender and students mathematic literacy skill, 2) the relationship between gender and students mathematic disposition, 3) the relationship between gender, mathematic literacy skill, and mathematic disposition with students mathematics learning achievement of students. This research is expost facto research with population in this research is all students of class X SMA Negeri in Denpasar academic year 2016/2017 as much as 2931 and take sample with multi stage random sampling technique that is representation of student of class X SMA Negeri in Denpasar year 2016 / 2017 as many as 312 students consisting of 39 students in each school. Gender data were collected from school documents, the mathematic literacy data were collected using mathematic literacy skill tests, the disposition mathematic data were collected using observation sheet, and mathematics learning achievement data taken from UAS in odd semester 2016/2017. Analized data using path analysis with determine the path coefficient of the model. The results of the research showed that: 1) Gender contributes significantly to students mathematic literacy by 30%, 2) Gender contributes significantly to students mathematic disposition by 34%, and 3) Gender, mathematic literacy, and mathematic dispositon, simultaneously and significantly on student's mathematics learning achievement with 33.5% contribution.keyword : Gender, Literacy, Disposition, Achievement