cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 29 Documents clear
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE TEAMWORK LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA ANIK ARIANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan Model Collaborative Teamwork Learning (MCTL) dan kelompok siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kecerdasan emosional siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa, (3) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK untuk kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, (4) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK untuk kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 288 siswa. Sampel penelitian 4 kelas (X3, X5, X7 dan X8) dengan jumlah 141 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah fisika dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah fisika. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji ANAVA 2 jalur. Hasil penelitian menunjukkan, (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 4,644; p
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu dengan Setting Inquiry Laboratorium Bermuatan Content Local Genius untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP KETUT SRI KUSUMA WARDANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajara inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswaKata Kunci : inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses This research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skillskeyword : laboratory inquiry, content local genius, understanding concepts, process skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA NUR RAMADIYANTI .; Dr.DRS. I WAYAN MUDERAWAN, MS. .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan : (1) perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap di MTs Negeri Patas tahun ajaran 2015/2016 yang teridi dari 4 kelas dengan jumlah siswa 117 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran laPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap di MTs Negeri Patas tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Proyek, keterampilan berpikir kritis, dan prestasi belajar This study aims to describe and explain: (1) differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model, (2) differences in critical thinking skills among the groups of students who study with the project-based learning model and direct learning model, (3) the differences of learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and learning model directly. This study was design post-test only control group design. Data were collected by critical thinking skills and learning achievement test. Data were analyzed by descriptive statistics and one way MANOVA. The results showed that: (1) there were differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model (F = 59,161; p
PENGARUH MODEL SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA I KADEK YUDI WIHARDI MARDITHA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model self-regulated learning dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy sedangkan variabel bebas dengan dua level yaitu model self-regulated learning dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sukawati Tahun Ajaran 2015/2016 dengan jumlah total 376 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling sehingga diperoleh kelas X4 (40 siswa) sebagai kelas kelas eksperimen dan kelas X6 (40 siswa) sebagai kelas kontrol. Teknik statistika dalam penelitian ini menggunakan teknik MANOVA. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa antara yang belajar dengan model self-regulated learning dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung (F = 24,495; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA SMP NEGERI 2 PUPUAN NI WAYAN UMI UTARI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pupuan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 125 siswa. Sampel penelitian berjumlah 99 siswa yang diambil dengan teknik random kelas. Data yang dikumpulkan meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur, dengan taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan proses keterampilan proses yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dan model pembelajaran langsung (F=11,578; p
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA I GUSTI AYU PUTU ADI LAKSMIDEWI .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pada keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan model problem based learning dan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini adalah quasi experimental research yang digunakan posttest only control group desain. Populasi adalah siswa kelas VIII dari SMPN 1 Kediri. Secara total, ada 410 siswa sebagai populasi, sedangkan sampel menggunakan teknik kluster acak, sehingga memperoleh sampel adalah 60 siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis MANOVA dengan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (LSD). nilai yang signifikan adalah 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada model berpengaruh signifikan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains siswa bersama-sama (F = 1.498, p
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NI WAYAN INTAN PRADNYANDARI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi berbasis model pembelajaran sains teknologi dan masyarakat yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan rancangan penelitian termasuk Pre-experimental menggunakan One-group pretest-posttest design. Pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4-D menurut Tiagarajan dkk meliputi : 1) define; 2) design; 3) develop; dan 4) disseminate. Dalam penelitian ini hanya dilakukan 3 tahapan yaitu define, design, dan develop, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu. Hasil penelitian yang diperoleh produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas dengan skor rata-rata 4,23 dengan kategori sangat valid. Produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan dengan skor rata-rata keterlaksanaan modul pembelajaran dari empat kali pertemuan sebesar 4,25 dengan kategori sangat praktis, respon guru terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 4,4 yang termasuk dalam kategori sangat praktis, dan skor rata-rata respon siswa terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran yang dikembangkan adalah 4,08 berada pada kategori praktis. Produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat efektivitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis 85,92 dengan kriteria tuntas dan hasil uji t memperoleh p value < 0,05 menunjukkan modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis secara signifikan. Dengan demikian modul pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari segi validitas, kepraktisan dan efektivitas.Kata Kunci : modul pembelajaran, sains teknologi dan masyarakat, keterampilan berpikir kritis This research aims to generate biology learning module with the Science-Technology-Society learning model that has validity, practicality and affectivity requirement to improve student critical thinking skill. This research and development included to Pre-experimental used One-group pretest-posttest design. Learning module development uses 4-D model .According Tiagarajan et al (1974) elements of 4-D model development include: 1) define; 2) design; 3) develope; and 4) disseminate. In this research only carried three stages, that is define, design and develope, while the disseminate stage is not carried due to limited time. The research results obtained: 1) learning module were developed based on validation by experts and practitioners to obtain an average score of 4.23 which includes a very valid category, 2) learning module meet the practical criteria based on the results of the feasibility study obtain an average score of 4.25 with the very practical categories, the average score of teachers response are 4.4 in the category of very practical and student responses are 4.08 in the category of practical, 3) the modul meets the criteria for effective learning based on the test results which indicated by students critical thinking skill. This is evident from average value of student critical thinking skill test are 85.92, and based on t test obtained value p value < 0.05 which indicated that modul effective to increase student critical thinking skill. Based on the research concluded that biology learning module fulfill criteria of valid, practical and effective for increase student critical thinking skills.keyword : learning module, sains technology and society, student critical thinking skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 11 DENPASAR RIKARDUS HERAK .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil random sampling, terpilih kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung; 2) terdapat perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung; 3) terdapat perbedaan hasil belajar aspek keterampilan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model pembelajaran experiential, hasil belajar, pengetahuan, keterampilan The study aimed at describing and explaining the differences of the achievement of cognitive and psychomotor aspects between a group of students learning by the use of experiential instructional model and those learning based on direct model. It is a quasi experimental type of study designed based on Pretest Posttest Non-equivalent Control Group Design. The population of the study consisted of all students of class VIII SMP Negeri 11 Denpasar during the academic year of 2015/2016. Based on the result of the random sampling, class VIII F was selected as the experimental class and class VIII E as the control class. The data obtained was analyzed based on descriptive and multivariate system.The results indicated that: 1) there was a difference of the students learning achievement on the aspects of cognitive and psychomotor when learning by using experiential instructional model and those when learning based on direct instruction model; 2) there was a difference in learning achievement on the aspect of cognitive between the students learning based on experiential instructional model and those learning based on direct instruction model; 3) there was a difference in learning achievement on the aspect of psychomotor between the students learning based on experiential instructional model and those learning based on direct instruction modelkeyword : Key Words: Experiential learning model, learning outcomes, cognitive, psycomotor.
KOMPARASI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, SHARE) ANTARA PERLAKUAN SETING KELOMPOK DENGAN PERLAKUAN SETING INDIVIDU TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMP NEGERI 2 TEGALLALANG NI MADE ADI KENCANA WATI TIRA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan model pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, Share) antara perlakuan seting kelompok dan seting individu, (2) menganalisis perbedaan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan model pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, Share) antara perlakuan seting kelompok dan seting individu, dan (3) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan model pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, Share) antara perlakuan seting kelompok dan seting individu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 189 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 62 siswa. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda pemahaman konsep dan tes keterampilan proses sains. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan analisis MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SSCS dengan perlakuan seting kelompok dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SSCS dengan perlakuan seting individu, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SSCS dengan perlakuan seting kelompok dan siswa yang belajar menggunakan model SSCS dengan perlakuan seting individu, dan (3) terdapat perbedaan keterampilan proses sains yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SSCS dengan perlakuan seting kelompok dan siswa yang belajar menggunakan model SSCS dengan perlakuan seting individu. Berdasarkan analisis LSD, menunjukkan bahwa model SSCS dengan perlakuan seting kelompok lebih baik dibandingkan model SSCS dengan perlakuan seting individu baik dalam pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : Keterampilan Proses Sains, Model Pembelajaran SSCS, Pemahaman Konsep, Seting Individu, Seting Kelompok This research had purpose such as: (1) analyzing the differences understanding concept and science process skills of students who learned using SSCS (Search, Solve, Create, Share) learning model between the treatment of group and individual setting, (2) analyze the differences concepts understanding of students that learned using SSCS (Search, Solve, Create, Share) learning model between the treatment of group and individual setting, and (3) analyze the differences science process skills students that learned using SSCS (Search, Solve, Create, Share) learning model between the treatment of group and individual setting. This research was a quasi experimental design with non equivalent pre-test post-test control group design. The population in this research were 189 students and the sample used 62 students. The data was collected by a multiple choice test concept understanding and science process skills test. Data were analyzed using descriptive analyzing and statistical analyzing MANOVA. The results of this study show that: (1) there are a significant differences in concept understanding and science process skills between the students who learned using SSCS learning model of group and individual setting treatment, (2) there are significant differences in concept understanding between the students who learned using SSCS learning model of group setting treatment and students who learned using SSCS learning model of individual setting treatment, and (3) there are a significant differences in science process skills between the students who learned using SSCS learning model of group setting treatment and students who learned using SSCS learning model of individual setting treatment. Based on LSD analysis show the SSCS model with group setting treatment better than SSCS model with individual setting treatment in concept understanding and science process skills.keyword : Concept Understanding, Group Setting, Individual Setting, Science Process Skills, SSCS Learning Model

Page 3 of 3 | Total Record : 29