cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMP NI KADEK DWI KARINA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.656 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dengan konvensional, (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dengan konvensional, dan (3) kemampuan kecerdasan emosional antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dengan konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan desain penelitian pretest posttest control group design. Pengambilan kelas penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional (F=41,134; p
PENERAPAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA Ni Luh Gede Widyaningsih; I. G. N. Japa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.67 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui penerapan mind mapping berbantuan media gambar  pada siswa kelas V SD Negeri 2 Baha tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Rancangan setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Baha yang berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 16 laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data mengenai motivasi belajar dikumpulkan dengan metode kuesioner dan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes bentuk essay. Data motivasi dan hasil belajar IPA dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dari 72% pada siklus I dengan kriteria sedang menjadi 84,09% pada siklus II dengan kriteria tinggi. Untuk hasil belajar IPA pada siklus I sebesar 72,04% dengan kriteria sedang,  menjadi 82,50% dengan kriteria tinggi pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan mind mapping berbantuan media gambar pada siswa kelas V SD Negeri 2 Baha.Kata kunci: mind mapping, media gambar, motivasi, dan hasil belajar IPA. AbstractThis research was aimed to improve the students motivation and  learning outcomes of natural science by using the application of mind mapping assited by image property to the fifth grade students of 2 Baha Elementary School in school year of 2016/2017. The type of this research was classroom action research (CAR) that implemented into two cycles while each cycles was divided into three times of meeting. Each cycles formed by four steps, there were planning, implementing (action), observationing, and reflecting. The subject of this study were the fifth grade students of 2 Baha Elementary School in total of 22 students that consist of 16 male students and 6 female students. The data about learning motivation were collected by using questionnaire and data about natural science learing outcomes was analyzed by using descriptive quantitative analysis method. The result of this research shows the improvement of students learning motivation average percentation from 72% in the first cycle that belongs to medium criteria to 84,09% in second cycle that belongs to high criteria. Learning outcomes of natural science also improved from 72,04% in the first cycle with medium criteria, increased to 82,50% with high criteria in the second cycles. From this result can be concluded that there are improvements of students learning motivation and learning outcomes by using the application of mind mapping assisted by images property to the fifth grade students of 2 Baha Elementary School.Keywords: mind mapping, images property, motivation, learning outcomes of natural science.
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Eka Yayuk Fransiska Simak
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.547 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis perbedaanpemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaranquantum teaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 2)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 3) menganalisisperbedaan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi pada siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Petang dengan design non-equivalent pre-test post-test control groupdesign yang dapat digunakan untuk pengontrolan secara statistik serta melihatpengaruh perlakuan terhadap capaian skor (gain score) pada data pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kreatif. Sampel yang digunakan sebanyak duakelas (N=68), yaitu kelas eksperimen (n=33), dan kelas kontrol (n=35). Teknikanalisis dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik MANOVA dilanjutkandengan uji LSD.Analisis data ditemukan sbb: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsepdan keterampilan berpikir kreatif antara model QT dengan DI, dengan F=11,35;p<0,05; 2) terdapat perbedaan PK antara model QT dengan DI, (F=15,28;p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,08<0,15 (p<0,05) yang berarti model QTmemberikan hasil PK lebih baik dibandingkan DI; 3) terdapat perbedaan KBKantara model QT dengan DI (F=7,32; p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,06<0,09(p<0,05) yang berarti model QT memberikan hasil KBK lebih baik dibandingkanDI. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model QTsebagai model alternatif dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA danketerampilan berpikir kreatif.Kata kunci: QT, DI, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kreatif.
METODE DISKUSI KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA Ni Ketut Sri Ratnadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.895 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa maka perlu dilakukan sebuah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode belajar salah satunya adalah Metode Diskusi Kelompok Kecil. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kerambitan-Tabanan, dengan menggunakan kelas VII.C semester I yang nilai rata-rata kelas mata pelajaran IPAnya masih rendah yaitu 65,3. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah Metode Diskusi kelompok Kecil dapat meningkatkan prestasi hasil belajar IPAsiswa SMP Negeri 2 Kerambitan-Tabanan di Kelas VII.Csemester  I  Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajarIPA siswa. Metode analisis datanya adalah deskriptif.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Metode Diskusi Kelompok Kecil dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang dibuktikan dari hasil yang sebelumnya diperoleh dengan rata-rata kelas 65,3 dan prosentase ketuntasan belajar adalah 21,8%, pada siklus I meningkat menjadi71,4 dengan prosentase sebesar 62,5% dan pada siklus II meningkat kembali dengan rata-rata kelas 82,0 dengan prosentase sebesar 100%.Hasil tersebut setelah dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa menggunakan Metode Diskusi Kelompok Kecil dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar IPA siswa kelas VII.C semester I SMP Negeri 2 Kerambitan-Tabanan. Kata kunci: Metode Diskusi Kelompok Kecil, Prestasi Belajar
PENGARUH PENGAJARAN KUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KARAKTER SISWA SMP NI WAYAN MASIH .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.684 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar biologi dan karakter antara kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran kuantum dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI), Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas (VIIIA dan VIIIB) dengan jumlah sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji MANOVA yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan karakter siswa (F=80,935; p < 0,05), terdapat perbedaan hasil belajar Biologi (F= 39,256; p
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KINGDOM PLANTAE DENGAN SETTING INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PUTU NOVI KURNIAWATI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4D (define, design, develope, disseminate) Thiagarajan (1974), meliputi 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap, pengembangan, dan tahap diseminasi. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, sedngakan tahap penyebaran tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran, dan tes keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah statistik deskriptif dan uji t satu pihak (one sample t test). Hasil penelitian: (1) validitas modul 4,10 dengan kategori valid; (2) kepraktisan modul 4,29 dengan kategori sangat praktis; dan (3) efektivitas modul memiliki rata-rata keterampilan proses sains 83,98 dengan kategori efektif karena melampaui KKM dengan persentase 96,77%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh nilai t 7,554 > t tabel 2,042 yang menunjukkan bahwa Ha gagal ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research aims to generate biology learning module in guided inquiry setting to improve student science process skill. This kind of research is research and development (R&D). Procedure of learning module development uses 4D Model according to Thiagarajan (1974), and divided into 4 stages i.e. 1) define; 2) design; 3) develope; 4) disseminate. This research only carried three stages, that is define, design, and develope, while the disseminate stage is not carried due to the limited of time. Data collecting instrument uses in this research that is learning module validation sheet, learning modul feasibility observation sheet, teacher response questionnaire, student response, and science process skill test. Data analysis methods used to analyze the effectivity of learning module is as follows, such as descriptive statistic and one sample t test. The research results obtain: (1) validity of learning module were develop based on validation by experts and practitioners obtain an average score of 4,10 which is valid; (2) learning module meets the practical criteria based on three results i.e. a) feasibility study; b) teacher response; and c) students response obtain 4,29 score which is very practical; (3) the module meets the criteria for effective learning based on the test results which is indicated by student achievement of science process skill. This is evident by average value of science process skill test are 83,98 which is fulfill the minimum score (78,00) by the percentage of 96,77%, and based on one sample t test obtained value 7,554 > 2,042 (t table). Based on the results concluded that learning module fulfill the criteria valid, practical, and effective way to increase student’s science process skill.keyword : learning module, guided inquiry, science process skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE GUIDED INQUIRY LABS DAN INDIVIDUAL GUIDED INQUIRY LABS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF I Made Ari Mertayasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.689 KB)

Abstract

ABSTRAKKata kunci: cooperative guided inquiry labs, gaya kognitif, pemahaman konsep, danketerampilan berpikir kritis.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan (1) pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction, (2) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yangmemililiki gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD), (3) pengaruhinteraksi model pembelajaran dengan gaya kognitif terhadap pemahaman konsep danketerampilan berpikir kritis, (4) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritisantara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs,individual guided inquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gayakognitif FI, dan (5) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gaya kognitif FD, (6)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction dan (7) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x3posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIIISMP Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistikdeskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) Terdapatpengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel PK dan KBKsecara bersama-sama (F=5,058; p<0,05). Artinya, PK dan KBK secara bersama-samamenunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran. (2) Terdapat perbedaanPK dan KBK antara siswa yang memiliki gaya kognitif FI dengan siswa yang memilikigaya kognitif FD (F=16,593; p<0,05). (3) Terdapat interaksi antara model dan gayakognitif secara bersama sama terhadap PK dan KBK (F=2,450; p<0,05). Berdasarkan ujiLSD diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa pada MP-CGIL lebih baik dari MPIGILdan lebih baik dari MP-DI dan keterampilan berpikir kritis siswa pada MP-CGILlebih baik dari MP-IGIL dan lebih baik dari MP-DI.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KARAKTER SISWA SMP I GUSTI NGURAH YUDA PRANATA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan keterampilan proses sains dan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung, (2) perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung, (3) perbedaan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung.Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah304 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 76 siswa. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan proses sains dan lembar observasi karakter siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan analisis MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa.(1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal keterampilan proses sains dan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung (F = 1,114; p
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO YOUTUBE DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA I WAYAN IWANTARA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.53 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video youtube dalam pembelajaran IPA terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi adalah siswa kelas IX di SMP N 1 Abiansemal dengan sampel 105 siswa yang terdiri dari 2 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Data yang diperoleh berupa skor N-gain motivasi belajar dan pemahaman konsep. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media riil, media video dan media charta (F=19,630; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN VIDEO EDUKASI TERHADAP KREATIVITAS DAN PENERAPAN KONSEP IPA SMP I GST AGUNG AYU NOVA DWI MARHAENI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah megetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing berbantuan video edukasi terhadap kreativitas dan penerapan konsep IPA. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Tabanan tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 392 orang dan terbagi dalam 12 kelas, dari 12 kelas diambil 3 kelas sebagai sampel dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh 1 kelas eksperimen yang belajar dengan Model Pembelajaran Role playing berbantuan video edukasi (A1), 1 kelas eksperimen yang belajar dengan Model pembelajaran Role playing tanpa video edukasi (A2) dan 1 kelas kontrol yang belajar dengan Direct Instruction (A3). Pengumpulan data menggunakan Instrumen berupa tes kreativitas dan tes penerapan konsep IPA. Data dianalisis dengan menggunakan uji MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas dan penerapan konsep antara kelompok A1, A2 dan A3 (p