cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
KONTRIBUSI TES KEMAMPUAN AKADEMIK, INTELIGENSI, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PADA SMA NEGERI 1 BANGLI EKA SUJANA .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.276 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tes kemampuan akademik, inteligensi, dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Kimia pada SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto, dengan sampel sebanyak 182 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kontribusi kemampuan akademik terhadap motivasi berprestasi sebesar 6,8 %, 2) kontribusi intelegensi terhadap motivasi berprestasi sebesar 27,6%, 3) kontribusi kemampuan akademik terhadap hasil belajar kimia sebesar 1,7%, 4) kontribusi intelegensi terhadap hasil belajar kimia sebesar 5,8%, 5) kontribusi motivasi berprestasi terhadap hasil belajar kimia sebesar 33,9%. Dari tiga variabel yang digunakan sebagai prediktor hasil belajar, diketahui variabel motivasi sebagai variabel terkuat yang mengkontribusi hasil belajar siswa dibanding dua variabel lain yaitu kemampuan akademik dan inteligensi. Motivasi Berprestasi siswa perlu mendapat perhatian yang serius. Guru sebagai fasilitator hendaknya dapat mengakomodasikan motivasi berprestasi siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.Kata Kunci : kemampuan akademik, intelegensi, motivasi, hasil belajar kimia. This study aims to determine the contribution of the academic ability, intelligence, achieve-ment motivation toward chemistry learning outcomes at SMAN 1 Bangli. This study is an ex-post facto, with 182 student samples. Samples were taken with a random sampling technique. Data were analyzed using path analysis at a significance level of 5 %. The results showed that: 1) the contribution academic ability toward achievement motivation of 6,8%, 2) the contribution intelligence toward achievement motivation of 27,6%, 3) the contribution academic ability toward chemistry learning outcomes of 1,7%, 4) the contribution intelligence toward chemistry learning outcomes of 5,8%, 5) the contribution achievement motivation toward chemistry learning outcomes of 33,9%. Of the three variables used as predictors of learning outcomes, motivation variable is known as the strongest variables that contribute to student learning outcomes than the two other variables, namely academic ability and intelligence. Achievement motivation students need serious attention. Teacher as facilitator should be able to accommodate students' achievement motivation so as to achieve maximum learning results.keyword : academic ability, intelligence, motivation, chemistry learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF G. A. N. K Sukiastini; I W. Sadia; I W. Suastra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.873 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative integrated reading and composition terhadap kemampuan pemecahan masalah  dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent  control group design. Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi. Instrumen yang digunakan berupa tes. Analisis statistik yang digunakan MANOVA satu jalur dengan hasil: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F= 114,927; p<0,05). 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F=204,873; p < 0,05). 3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F = 29,627; p < 0,05).   Kata kunci: CIRC, pemecahan masalah,  berpikir kreatif     Abstract     This study aimed to determine the effect of cooperative integrated reading and composition learning model on the students’ problem solving ability and creative thinking skills. This  research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent  control group design. There is an increase based on the analysis of the average gain scores. The instrument used in the form  of test. Statistical analysis used MANOVA one way with results: 1) there are significant differences in the problem solving and creative thinking skills between students who studied with CIRC and students who studied with conventional learning model (F = 114.927; p < 0.05). 2) there are differences students’ problem solving ability among the students who studied with CIRC and the students who studied with conventional learning model (F = 204.873; p < 0.05). 3) there is a difference between students’ creative thinking skills among students who studied with CIRC and students who studied with conventional learning model (F = 204.873; p < 0.05).     Keywords : CIRC, problem solving, creative thinking
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS GREEN CHEMISTRY UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER GENAP NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia berbasis green chemistry yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA kelas XI semester genap. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Model pengembangan penelitian ini terdiri atas enam tahapan yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) desain produk awal; 3) validasi produk; 4) revisi produk; 5) uji coba produk; dan 6) revisi (produk akhir). Rancangan penelitian pre-experimental digunakan untuk menguji efektivitas, dengan desain penelitian One Shoot Case Study. Petunjuk praktikum kimia yang dikembangkan terdiri atas enam judul praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kevalidan (skor rata-rata 3,58) dengan kategori sangat valid. Produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan dilihat dari hasil observasi keterlaksanaan, respon guru dan juga didukung oleh skor rata-rata respon siswa (3,90) yang berada pada kategori sangat praktis. Selain itu, produk yang dikembangkan juga efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (71,88%) yang berada pada kategori efektif. Selain itu, hal tersebut juga didukung oleh hasil penilaian aspek keterampilan dan aspek sikap yang berada pada kategori baik. Dengan demikian, petunjuk praktikum yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : petunjuk praktikum, green chemistry, hasil belajar The aim of this study was to develop a chemistry practicum manual based on green chemistry principles which fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve the Grade 11 High School Student’s achievement in the second semester. The type of this study was Research and Development (R&D). The model of this study consists of six steps, namely: 1) need analysis; 2) initial product design; 3) product validation; 4) product revision; 5) product trial; and 6) revision (final product). Pre-experimental design was used to test the effectivity by using one shoot case study design. The manual book which was developed consists of six titles of practicum. The results of the study showed that the developed product has fulfilled the validity requirements (average score 3.58) which categorized as high validity. The developed product has fulfilled the practicality requirements, this could be seen from the observation result, teacher’s response, and also supported by the average score of the students’ response (3.90) which means very practical. Besides, the developed product also effectively improved students’ achievement. This can be seen from the percentage of the students who passed the minimum criteria (71.88%) that was in effective category. Besides, it also supported by the assessment result of physicomotor and affective aspect that were in a good category. Therefore, the developed practicum manual is fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve students’ achievement.keyword : practicum manual, green chemistry, students’ achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DIPADUKAN DENGAN KECERDASAN GANDA TERHADAP AKTIVITAS DAN MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA SMP DEWA GDE BERATHA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis tiga hal pokok, yaitu (1) perbedaan aktivitas dan motivasi belajar siswa secara simultan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan kecerdasan ganda (MPBPKG) dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan aktivitas belajar siswa antara siswa yang belajar dengan MPBPKG dan model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan motivasi belajar siswa antara siswa yang belajar dengan MPBPKG dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan nonequivalent posttest-only control group design. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen pada 3 kelas setara di kelas VIII SMP Negeri 1 Gianyar. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar dan motivasi belajar siswa. Aktivitas belajar diukur dengan observasi menggunakan pedoman observasi yang menggunakan rentang nilai skala 4. Motivasi belajar diukur dengan teknik kuisioner dengan menggunakan kuisioner motivasi yang terdiri dari 30 pernyataan dalam bentuk skala likert dengan 5 pilihan jawaban dengan reliabilitas 0,898 yang berkategori sangat tinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan analisis varian multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan aktivitas dan motivasi belajar siswa antara siswa yang belajar dengan MPBPKG dan model pembelajaran konvensional (F=13,952; p<0,05), (2) terdapat perbedaan yang signifikan aktivitas belajar siswa antara siswa yang belajar dengan MPBPKG dan model pembelajaran konvensional (F=22,476; p<0,05) di mana aktivitas belajar pada MPBPKG (M=47,61; SD=3,72) lebih baik dibandingkan dengan MPK (M=43,71; SD=3,44), (3) terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa antara siswa yang belajar dengan MPBPKG dan model pembelajaran konvensional (F=7,895; p<0,05) di mana motivasi belajar pada MPBPKG (M=116,55; SD=8,17) lebih baik dibandingkan dengan MPK (M=110,58; SD=10,25).   Kata kunci: Pembelajaran berbasis proyek, kecerdasan ganda, aktivitas belajar dan motivasi belajar.           ABSTRACT   This research aimed of analyzing three main points, i.e.: (1) the differences of students’ activity and motivation in learning simultaneous between students that learning with Multiple Intelligences supported Project-Based Learning (MIPBL) and conventional learning model, (2) the differences of students’ activity in learning between students that learning with MIPBL and conventional learning model, (3) ) the differences of students’ motivation in learning between students that learning with MIPBL and conventional learning model. This research utilizes nonequivalent posttest-only control group design.  Simple random sampling method utilized to determine control class and experiment class on 3 equal classes at eight degree in SMP Negeri 1 Gianyar. Variable that is measured in this research is students’ activity and students’ motivation in learning. Students’ activity in learning is measured by observation utilizes activity observation guidance that utilize scale value range 4. Meanwhile, the students’ motivation in learning is measured by questionnaire tech by use of questionnaire motivates that consisting of 30 statements in likert's scales with 5 answer option with reliability 0,898 that are being in very high categories. Descriptive and MANOVA analyzes were used to analyzed data. The results find that (1) there was a significant differences in students’ activity and motivation among students that learned by MIPBL and conventional learning model simultaneously (F =13,952; P<0,05), (2) there was a significant differences in students’ activity among students that learned by MIPBL and conventional learning model (F=22,476; p<0,05) whereabouts students’ activity on MPBPKG (M=47,61; SD=3,72) was better than  MPK (M=43,71; SD=3,44), (3) there was a significant differences in students’ motivation among students that learned by MIPBL and conventional learning model (F=7,895; p<0,05) whereabouts students motivation on MPBPKG (M=116,55; SD=8,17) was better than MPK (M=110,58; SD=10,25). Key words: Project-based learning, multiple intelligences, activity and motivation in learning.
PENGARUH PEMBELAJARAN KUANTUM (QUANTUM LEARNING) DAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NI LUH RATNA TIRTAWATI .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M.K .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum (Quantum Learning) dan peta pikiran (mind mapping) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung (Direct Instruction). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian yaitu pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X semester II di SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 70 orang yang diambil dengan teknik random sampling assigment. Instrumen pengambilan data berupa tes keterampilan berpikir kreatif dan tes hasil belajar biologi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji Manova pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum dan peta pikiran dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung (2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum dan peta pikiran dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung, (3) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum dan peta pikiran dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung. Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukan bahwa pembelajaran kuantum dan peta pikiran lebih baik dalam mengukur keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi. Kata Kunci : keterampilan berpikir kreatif, hasil belajar biologi, pembelajaran kuantum, peta pikiran. The objective of this research is to determine the difference of creative thinking and the student’s achievement in biology between students who learned through quantum learning and mind mapping and those who learned through direct instruction. This research applied quasi experiment with “pretest-posttest control group design”. The sample of this study was student grade X at SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung in academic year 2013/2014 which consisted of two classes with the amount 70 students.The instruments used were in form of test in creative thinking skill and the result of learning biology. The data analysis was done through descriptive statistic and MANOVA with significant level 5%. The result of the study showed that (1) there was a difference of creative thinking skill and the student’s achievement in biology between the students who learned through quantum learning and mind mapping and those who learned through direct instruction, (2) a difference was found on creative thinking skill between students who learned through quantum learning and mind mapping and those who was taught through direct instruction, (3) There was a difference student’s achievement in biology between students who learned through quantum learning and mind mapping and those who learned through direct instruction, Based on the result above, it can be conceded that quantum learning and mind mapping was better that direct instruction in training creative thinking students and the student’s achievement in biology keyword : Creative thinking skill, the result of learning biology, quantum learning and mind mapping.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK (GROUP INVESTIGATION) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SAINS SISWA SMP I Ketut Wiratana; Wayan Sadia; Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.66 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan keterampilan proses  serta hasil belajar  siswa yang melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini termasuk eksperimen  semu. Desain penelitian ini adalah  preetest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII  di SMP Negeri 1 Negara dengan sampel sebanyak 60 orang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan proses dengan reliabilitas 0,748, tes hasil belajar dengan reliabilitas 0,736 . Data dianalisis dengan menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) terdapat perbedaan keterampilan proses dan hasil belajar sains antara siswa yang melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran secara konvensional(F=12,85; P< 0,05), (2) terdapat perbedaan keterampilan proses antara siswa yang belajar dengan  model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang belajar secara konvensional(F=18,152; P< 0,05), (3) terdapat perbedaan hasil  belajar sains  siswa yang melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran secara konvensional(F=9,039; P<0,05).   Kata kunci :   Model  Pembelajaran, Keterampilan Proses , Hasil Belajar     ABSTRACT This study aimed at determining the difference of process skill and learning outcomes of students who carried out learning with cooperative learning model GI, with students who carried out learning with conventional model. This included quasi-experimental study. The design of this study was Pre-test and post-test design. The population in this study was the eighth grade students of SMP Negeri 1 Negara, the sample of this study was 60 students. Data in this study were collected using the skills test of reliability coefficient equals 0,748, achievement test of reliability coefficient equals 0,736. The data were analyzed using the MANOVA test with significance level 0,05. * Penulis koresponden Email: wayan.sadia@pasca.undiksha.ac.id The results of this study concluded : (1) there were differences in process skills and science learning outcomes between students who undertook cooperative learning model GI with students who undertook learning with the conventional model(F= 12,85; P < 0,05), (2) there was a difference between the process skills of students who learned with cooperative learning model GI type with students who studied conventionally(F=18,152; P < 0,05), (3) there was a difference in science learning
PENGEMBANGAN LKS SAINS DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN EFIKASI DIRI SISWA SMP I GUSTI LANANG AGUNG ADI PRANA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS sains yang memenuhi syarat validitas, kepraktisan dan efektivitas dengan setting model pembelajaran PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keyakinan diri siswa SMP. Pengembangan LKS ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang disarankan oleh Thiagarajan et al. (1974) yaitu define, design, develop dan disseminate. Validasi instrumen dan produk dilakukan oleh dua orang tenaga ahli dan sebelas orang praktisi. Kepraktisan dinilai oleh guru dan siswa, dan data keefektifan didapatkan dari 38 orang siswa. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan LKS. Efektivitas LKS dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas LKS dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) LKS dinyatakan valid dengan skor rata-rata validitas 3,40, (2) LKS dinyatakan praktis dengan skor rata-rata kepraktisan 3,30, (3) LKS dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan thitung > ttabel (13,407 > 1,684) dan (4) LKS dinyatakan efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa dengan thitung > ttabel (16,838 > 1,687). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS sains telah memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan efektivitas dengan setting model pembelajaran PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan efikasi diri siswa SMP.Kata Kunci : Lembar Kerja Siswa, Problem Based Learning, Keterampilan berpikir kritis, Efikasi diri The purpose of this research was to produce a science student worksheet (LKS) that fulfills validity, practicality, and effectiveness requirements based on problem based learning model setting to improve junior high school students’ critical thinking skill and self-efficacy. The development of this student worksheet (LKS) was based on 4D development model suggested by Thiagarajan et al. (1974) they are define, design, develop and disseminate. The tests in this student worksheet were validated by two experts and eleven practitioners. The practicality was scored by the three teachers and the students, and the effectiveness data was acquired from 38 students. The data analysis method was done by using descriptive quantitative analysis toward the validity and the effectiveness of the student worksheet (LKS). The student worksheet effectiveness was done by using one group pretest posttest design. The student worksheet effectiveness was analyzed by using right side t-test. The result of the research shows that (1) the student worksheet (LKS) is valid with average score of the validity is 3.40, (2) the student worksheet (LKS) is practical with average score of the practicality is 3.30, (3) the student worksheet (LKS) is effective to improve students’ critical thinking skill with tcount > ttabel (13,407 > 1,684) and (4) the student worksheet (LKS) is effective to improve students’ self-efficacy with tcount > ttabel (16,838 > 1,687). Based on the result of this research, it can be concluded that science student worksheet (LKS) has fulfilled validity, practicality, and effectiveness based on problem based learning model setting requirements to improve students’ critical thinking skill and students’ self-efficacy.keyword : Student Worksheet, Problem Based Learning, Critical Thinking Skills, Self-efficacy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KUTA) LUH KADEK AGUNG ASEANY
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan teknologi informasi dan komunikasi terhadap hasil belajar biologi siswa ditinjau dari motivasi belajar siswa..  Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta dengan menggunakan metode eksperimen semu dengan desain posttest only control group design. Instrumen berupa inventory motivasi belajar digunakan untuk mengukur tingkatan motivasi belajar siswa, dan tes hasil belajar biologi digunakan untuk mengukur hasil  belajar biologi siswa. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling memperoleh sampel 89 orang kelompok  eksperimen dan 92 orang kelompok control. Setelah diberi inventory motivasi belajar pada kedua kelompok, sebanyak 27% sebagai kelompok atas yaitu siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan sebanyak 27% sebagai kelompok bawah yaitu siswa memiliki motivasi belajar rendah. Analisis data menggunakan analisis varians (Anava) dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara umum hasil belajar biologi siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi lebih tinggi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung dengan FA(hitung) =12,199 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara  model pembelajaran dan motivasi belajar  terhadap hasil  belajar biologi siswa dengan FAB(Hitung) = 95,358 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (3) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, hasil belajar biologi siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan teknologi informasi dan komunikasi lebih tinggi dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran langsung  dengan Q(Hitung) 12,103 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (4) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar  rendah  hasil belajar biologi  siswa yang mengikuti pembelajaran langsung  lebih tinggi dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan teknologi informasi dan komunikasi  dengan Q(Hitung) 5,726  yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa  model pembelajaran dan motivasi belajar  siswa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hasil belajar biologi terutama untuk siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuta. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan teknologi informasi dan komunikasi , motivasi belajar dan hasil belajar biologi. THE EFFECT OF COOPERATIVE JIGSAW MODEL TEACHING ASSISTED BY INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY  TOWARD THE STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN BIOLOGY BASED ON LEARNING MOTIVATION OF HIGH SCHOOL STUDENTS ( An Experimental Study of Class XI IPA Students of SMA Negeri 1 Kuta )   This study aimed at finding out the effect of peer coopeartif Jigsaw model teaching assisted by information and communication technology  toward the student learning achievement in biology based on learning motivation student. This study was conducted at SMA Negeri 1 Kuta by using quasi-experimental method and posttest only control group design. The instrument was in the form of an inventory of learning motivation and a test of learning achievement in biologys was used to measure the student’s learning achievement in biologys. The sample was drawn by random sampling technique and through this technique a sample that consisted of 89 students of experimental group and other 92 students of control group. Was gotten  an inventory of learning motivation and to the two groups, 27% them belonged to the upper group or the students with a high  learning  motivation and other 27% belonged to the lower group or the students with a low learning  motivation. The data were analyzed by two-way ANOVA and Tukey Test. The results showed that (1) in general the learning achievement in biologys of the students who learned through cooperative Jigsaw model  teaching assisted by information and communication  technology  was higer than that of those who learned direct instruction teaching, FA(observed) = 12,199, significant at 5% level of significance; (2) there was a significant interaction effect of instructional model  and learning motivation upon students’ learning achievement in biologys, FAB (observed) = 95,358, significant at 5% level of significance;  (3) for the students with a high learning motivation, the learning achievement of those who learned cooperatif Jigsaw model teaching assisted by information and communication technology  was higer than that of those who learned direct instruction teaching, Q(observed)= 12,103, significant at 5% level of significance (4) ;  for the students with a low learning motivation, the learning achievement of those who learned direct instruction  teaching was higer than that of those who learned cooperative Jigsaw model teaching  assisted by information and communication technology  teaching, Q(observed) = 5,726 , significant at 5% level of significance. Hence it can be concluded that instructional model and student’s learning motivation have a reasonably high effect on biology learning achievement, particularly for the students of Class XI IPA of SMA Negeri 1 Kuta. Key words : cooperatif Jigsaw model teaching assisted by information and  communication technology, learning motivation and learning achievement in biology.
PENGARUH PENGGUNAAN MATERI AJAR BERBASIS SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT TERHADAP PENGUASAAN MATERI DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan penguasaan materi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan materi ajar berbasis STM dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan sumber belajar lain, ditinjau dari keterampilan berpikir kreatifnya. Populasi berjumlah 60 orang siswa kelas X setara SMA dari dua sekolah pendidikan nonformal di Kabupaten Buleleng, dan semuanya digunakan sebagai sampel. Desain penelitian menggunakan Non-equivalent pretest-postest control group. Data dikumpulkan berupa hasil tes penguasaan materi. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur dan uji Tukey, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan materi ajar berbasis STM memiliki penguasaan materi yang lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan sumber belajar lain, ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan materi ajar berbasis STM terhadap penguasaan materi ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif siswa pendidikan nonformal di Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : materi ajar STM, penguasaan materi, berpikir kreatif This research aim was to describe differences of student achievement between the groups of student learned by using STM -based teaching materials and and the group of students who learned by using other learning resources, vewed from students' creative thinking skills. Population of 60 students of grade X equivalent to senior high school from two school non-formal education in Buleleng district, and all of them are used as samples. Design of research by using non-equivalent pretest-posttest control group. Data were collected in the results of student achievement test that have been validated. Data were analyzed by using two-ways ANOVA and Tukey test, with a significance level of 5%. The research result revealed that there was a difference of student’s achievement in a better between the group of students who learned by using STM-based teaching materials and the group of students who learned to use other learning resources, in terms of creative thinking skills. Based on these findings, it was concluded that there was a significant effect of the use of the STM -based learning materials on student achievement vewed from students' creative thinking skills of non-formal education in Buleleng regency.keyword : STM learning materials, student achievement, creative thinking
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR SETTING 5E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA I KETUT SUASTIKA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan sikap ilmiah dan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar setting 5E dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model siklus belajar setting 5E dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model siklus belajar setting 5E dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Banjarangkan pada tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah populasi sebanyak 96 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas, siswa kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen, serta kelas XI IPA2 sebagai kelompok kontrol. Instumen pengumpul data berupa tes pemahaman konsep fisika dan kuisioner sikap ilmiah. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, dan uji MANOVA pada taraf signifikan 5%, yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran model siklus belajar setting 5E dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F = 53,726; p