cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN KELAS DAN KUALITAS INTERAKSI KELAS MELALUI PELAKSANAAN LESSON STUDY I NENGAH GUNADA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) kualitas pelaksanaan lesson study; 2) peningkatan kemampuan pengelolaan kelas guru IPA dan kualitas interaksi kelas. Subjek penelitian ini adalah 2 guru IPA dan satu buah kelas VIII di SMP Negeri 6 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Objek penelitian adalah kemampuan pengelolaan kelas, kualitas interaksi kelas, dan kualitas lesson study. Jenis penelitian ini adalah case study dengan analisis deskriftif kualitatif. Kualitas lesson study, diperoleh melalui observasi plan, do, dan see. Kemampuan pengelolaan kelas (KPK) dan kualitas interaksi kelas (KIK) diperoleh dengan angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kualitas pelaksanaan lesson study sangat baik. 2) Terdapat peningkatan kemampuan pengelolaan kelas guru IPA dan kualitas interaksi kelas di SMP Negeri 6 Singaraja sebelum dan setelah lesson study. Kata Kunci : Interaksi Kelas, Lesson Study, Pengelolaan Kelas. The study aimed to describing: 1) quality of implementation lesson study; 2) improvement of science teacher classroom management ability and classroom interaction quality. The subject was two science teacher and one VIII Class at SMP Negeri 6 Singaraja on 2015/2016 academic years. The object was classroom management ability, classroom interaction quality, and quality of lesson study. The kind of study was case study by qualitative descriftive analized. Classroom management ability and classroom interaction quality was measured by observation, interview, and questioner. The result of study is: 1) the quality of lesson study is excellent. 2) There were improvement of science teacher classroom management ability and classroom interaction quality at SMP Negeri 6 Singaraja before and after lesson study.keyword : Clasroom Interaction, Lesson Study, Classroom Management
PENINGKATAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE DAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PELAKSANAAN LESSON STUDY KADEK DWI HENDRATMA GUNAWAN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) kualitas pelaksanaan lesson study, 2) peningkatan pengetahuan pedagogical content knowledge guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study, dan 3) peningkatan kualitas pembelajaran IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian yang digunakan dalah deskriptisi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru IPA SMP Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 3 orang. Objek Penelitian ini adalah kualitas lesson study, pengetahuan PCK guru, dan kualitas pembelajaran IPA. Data dikumpulkan dengan observasi, tes, dan wawancara. Triangulasi dilakukan untuk keabsahan dan keajegan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kualitas lesson study berada pada kualifikasi sangat baik; 2) terjadi peningkatan pengetahuan PCK guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study; 3) terjadi peningkatan kualitas pembelajaran guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study.Kata Kunci : kualitas pembelajaran, lesson study, pedagogical content knowledge (PCK). This study aimed to describing: 1) quality of lesson study, 2) improvement of science teachers’ pedagogical content knowledge (PCK) before and after the implementation of lesson study, and 3) improvement of science teachers’ quality of learning before and after the implementation of lesson study. The kind of this study used case study approach. Method of this study was descriptive qualitative. Subject of this study is science teacher at SMPN 1 Singaraja that consist by three teachers. Object of this study are quality of lesson study, teachers’ PCK knowledge, and quality of learning. The data collected by observation, test, and interview. The results of this study show that: 1) quality of lesson study is in very good categorized; 2) an increase of science teachers’ PCK knowledge before and after the implementation of lesson study; 3) an increase of science teachers’ quality of learning before and after the implementation of lesson study.keyword : quality of learnng, lesson study, pedagogical content knowledge (PCK)
ANALISIS STANDAR KEBUTUHAN LABORATORIUM KIMIA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KABUPATEN BANGLI I WAYAN DARSANA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.006 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kondisi alat/bahan laboratorium Kimia mengacu pada kurikulum 2013, use factor dalam proses pembelajaran serta efektifitasnya terhadap capaian hasil belajar. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, pencatatan dokumen, dan wawancara yang dilengkapi dengan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan penyimpulannya didasarkan atas persentase serta dideskriptifkan secara kualitatif. Rata-rata persentase ketersediaan alat/bahan baru mencapai 81,2 % tergolong masih dibawah standar yang ditetapkan pemerintah, identifikasi kebutuhan alat/bahan praktikkum sesuai kurikulum 2013 terdapat 20 judul praktikkum. Kondisi ketersediaan alat sudah mencapai 81,2%, sehingga optimis kurikulum 2013 diimplementasikan. Use Factor alat/bahan terhadap judul praktikkum per tingkat/kelas per semster diperoleh rata-rata used factor 25% tergolong dalam kualifikasi sangat kurang. Efektifitas dari intensitas use factor berada pada kualifikasi sangat kurang dibandingkan dengan rata-rata nilai Ujian Nasional tiga tahun terakhir sehingga dapat disimpulkan efektifitas dari intensitas penggunaan laboratorium tidak memiliki dampak langsung terhadap capaian hasil belajar peserta didik.Kata Kunci : Standar Kebutuhan Alat/Bahan Laboratorium, Implementasi Kurikulum 2013, Capaian hasil belajar Kimia. This study aims to describe and analyze the condition suitability of equipment/materials chemistry laboratory which refers to 2013 Curriculum, use factor in the learning process and laboratory effectiveness against achievement of learning outcomes. Data were collected through observation, recording of documents, and interviews which equipped with a questionnaire. Data were analyzed descriptively and concluded based on percentages and described qualitatively. Average percentage of availability of tools/materials reached 81.2 % which classified as still below the standards setted by the government with 20 titles practicum are used so optimistic that 2013 curriculum to be implemented. Use Factor tools/materials the title practicum per level/per semester gained an average of 25 %, relatively lacking in qualifications. Effectiveness of use factor are at very less qualification if compared to the average value of the National Examination in the last three years so we can conclude the effectiveness of the intensity of the use of Chemistry laboratories do not have a direct impact on the achievement of student learning outcomes.keyword : Standard Needs Equipment / Materials Laboratory , Implementation of Curriculum 2013, The achievement of learning outcomes of Chemistry .
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS MASALAH PADA TOPIK KLASIFIKASI BENDA UNTUK SISWA KELAS VII SMP Ni Luh Gede Karang Widiastuti; I Wayan Subagia; I Nyoman Tika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.348 KB)

Abstract

Abstrak:          Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA berbasis masalah pada topik klasifikasi benda untuk siswa kelas VII SMP yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development), dengan mengikuti langkah pengembangan dari Sugiyono (2011). Proses dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan pokok pengembangan yaitu: (1) penyusunan draf bahan ajar, (2) uji ahli, (3) uji lapangan dalam skala terbatas. Penelitian ini dilakukan di SMP N 4 Abiansemal pada kelas VIIA dengan jumlah siswa 36 orang.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar IPAyang dikembangkan dinyatakan valid dilihat dari nilai validitas buku siswa adalah 4,83 dan validitas buku guru adalah 4,86 dari skor maksimum yang ditetapkan 5,00, (2) Bahan ajar IPA dinyatakan praktis dilihat dari keterlaksanaan bahan ajar, respon guru, dan respon siswa terhadap bahan ajar dengan skor rata-rata 3,87 (praktis); 3,94 (praktis); 3,76 (praktis) dari skor maksimum yang ditetapkan 5,00, (3) bahan ajar IPAdinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari skor rata-rata posttest yang diperoleh sebesar 86,74 dan nilai gain ternomalisasi sebesar 0,77 yang dapat dikategorikan sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPA berbasis masalah yang dikembangkan telah memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar kelayakan bahan ajar yang meliputi tiga aspek yaitu valid, praktis dan efektif. Kata-kata kunci: bahan ajar, IPA, berbasis masalah. Abstract: This study aims to produce science-based teaching materials problem on the topic of object classification for class VII students who are valid, practical and effective in learning. This research is a research and development, by following the development steps of Sugiyono (2011). The process in this study consisted of three main stages of development, namely: (1) preparation of the draft teaching materials, (2) expert testing, (3) field testing on a limited scale. This research was conducted at SMP N 4 Abiansemal in class VIIA with a total of 36 students. The results of this study indicate that: (1) the science teaching material developed was declared valid based on the value of the validity of student books is 4.83 and the validity of teacher's books was 4, 86 of the maximum score set of 5.00, (2) Natural science teaching materials are expressed practically in terms of the implementation of teaching materials, teacher responses, and student responses to teaching materials with an average score of 3.87 (practical); 3.94 (practical); 3.76 (practical) of the maximum score set of 5.00, (3) IPAD teaching materials are declared to be effective in improving student learning outcomes seen from the average posttest score obtained by 86.74 and the nominal gain value of 0.77 which can be categorized very good. Based on the results of these studies it can be concluded that the problem-based science teaching materials developed have good quality and meet the standards of teaching material eligibility which include three aspects, namely valid, practical and effective. Keywords: teaching materials, Integrated Science, problem base learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA NI WAYAN MANIK HERMAWATI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.745 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ( direct instruction), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar biologi siswa terhadap penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa, (3) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya tinggi, (4) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya rendah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental semu(Quasi Experimental) dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Lab Undiksha  semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Penentuan sampel dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep biologi, angket minat belajar dan sikap ilmiah siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Multivariat Analyze of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ( F= 9,264, p= 0,001 < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar biologi siswa terhadap penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa ( F = 14,428, p = 0,001 < 0,05 ), (3) Terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya tinggi ( F = 25,652,  p = 0,001 < 0,05 ), (4) Tidak terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya rendah ( F = 0,650,  p = 0,526 > 0,05 ). Kata-kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Minat Belajar, Penguasaan Konsep Biologi dan Sikap Ilmiah. ABSTRACT The study was aimed at finding out: (1) the difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were treated using inquiry strategy and the students who were treated using direct instruction, (2) the effect of interaction between learning instruction and students’ biology learning interest toward biological concepts mastery and students’ scientific attitude, (3) the difference of biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had high learning interest, (4) the difference of biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had low learning interest. The study was designed in Quasi Experimental study using Posttest Only Control Group Design. The population of the study was grade X students of SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the second semester year 2010/2011. The sample was chosen by simple random sampling method.  The data were obtained using biological concepts mastery test, learning interest and scientific attitudes questioner. The data being obtained were analyzed using Multivariate Analyze of Variance (MANOVA). The analysis resulted that (1) There was a significant difference of biological concepts mastery and students’ scientific attitude between were treated using inquiry strategy and the students who were treated using direct instruction (F = 9, 246, p = 0,001 < 0,05); (2) There was an interaction effect between learning strategy and students’ Biology learning interest toward biological concepts mastery and students’ scientific attitudes (F = 14,428, p = 0,001 < 0,05); (3) There was a difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had high learning interest (F = 14, 428, p = 0,001 < 0,05); (4) There was no significance difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had low learning interest (F = 0,650, p = 0,526 > 0,05). Keywords: Inquiry Strategy, Learning Interest, Biological Concepts Mastery, and Teacher’s Professional Competency.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM KOMUNITAS SCIENCE CLUB UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP MADE KRISNA WISESA YUDA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran berbasis proyek dalam komunitas science club. Kegiatan ilmiah tidak terlihat dalam kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler sains. Penelitian ini melibatkan beberapa subyek, yakni validator yang terdiri dari para ahli dan guru-guru praktisi, serta siswa kelas VIII ekstrakurikuler sains di SMP Negeri 1 Negara. Validitas empiris berdasarkan masukan para ahli dan praktisi diperoleh melalui FGD (Focus Group Discussion). Skala validitas diperoleh melalui lembar validasi modul. Kepraktisan modul diperoleh melalui angket observasi keterlaksanaan modul, angket respon guru, dan angket respon siswa. Efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui penelitian pra-eksperimen dengan melakukan pretest dan post-test yang selanjutnya diuji secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, yakni: 1) modul tergolong sangat valid dengan skor rata-rata 4,40; 2) modul tergolong sangat praktis dengan skor rata-rata keterlaksanaan 4,38, tergolong sangat praktis dengan skor rata-rata respon guru 4,54, dan tergolong sangat praktis dengan skor rata-rata respon siswa 4,40; dan 3) modul tergolong efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP berdasarkan hasil uji-t nilai pretest dan post-test (t=16,67; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN KARAKTER TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA EKA DORA RIANI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.796 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dalam pembelajaran biologi bermuatan karakter dan model pembelajaran DI. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2013/2014. Sampel yang digunakan sebanyak 82 siswa. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang belajar dengan MP.STM dalam pembelajaran biologi bermuatan karakter dan MP.DI (F= 76,528; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAINT)TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN SIKAP ILMIAH DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA M. P. RESTAMI; K. SUMA; M. Pujani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap  pemahaman konsep fisika dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan the post-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 57 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang terbagi dalam dua kelompok yaitu, kelompok eksperimen dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran POE dan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep, sikap ilmiah, gaya belajar,  dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan MANOVA dua jalur dengan desain factorial 2x3. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap pemahaman konsep fisika dan sikap ilmiah siswa (F=1,236;p<0,05). Kata Kunci: Model POE, pemahaman konsep, sikap ilmiah, dan gaya belajar ABSTRACT This study purpose to now the interaction between learning model and learning style to the understanding of physics concepts and scientific attitude. The research classified as a quasi experimental design by the post-test only control group design. The samples in grade X class with 57 students at SMAN 3 Singaraja academic year 2012/2013.  The Samples were taken by simple random sampling technique is divided into two group, experiment group  by using POE models in learning and control group by using conventional models in learning. Data were collected with a concepts understanding test, scientific attitude, learning style, and observation sheets. Data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis testing using MANOVA and two lines with 2x3 factorial design. The results show an interaction effect between learning models and learning styles to the understanding of physics concepts and scientific attitude of students (F= 1.236, p <0,05).   Keywords: POE model, understanding the concept, scientific attitudes, and learning styles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI HIPOTETIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA K. A. Astiti; I. W. Sadia; K. Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2495.28 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis (KBK) dan keterampilan proses (KP) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional, (2) perbedaan keterampilan berpikir kritis (KBK) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional, (3) perbedaan keterampilan proses (KP) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x1 posttest only control group design. Data KBK dikumpulkan melalui tes, data KP siswa dikumpulkan melalui tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dengan hasil (1) terdapat perbedaan KBK dan KP siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan model pembelajaran konvensional (F=59,161; p<0,05), (2) terdapat perbedaan KBK siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan konvensional (F=22,219; p<0,05), (3) terdapat perbedaan KP siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan konvensional (F=113.559; p<0,05) Keyword: inkuiri hipotetik, keterampilan berpikir kritis, keterampilan proses sains     Abstract The purpose of this research was to analyze: (1) the difference of critical thinking skills (CTS) and science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model, (2) the difference of critical thinking skills (CTS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model, (3) the difference of science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model. This research was quasi experiments with post-test only control group design factorial 2x1. Data of critical think skill were collected by using test and data of science process skills collected by using test and observation. Data analyzed by using descriptive analyze and one way MANOVA. It was found: (1) there was significant difference of critical thinking skills (CTS) and science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=59,161; p<0,05), (2) there was significant difference of critical thinking skills (CTS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=22,219; p<0,05), (3) there was significant difference of science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=113.559; p<0,05).   Keyword: hypothetical inquiry model, critical thinking skill, science process skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI MINAT OUTDOOR PADA SISWA KELAS IV Kadek Hengki Primayana; I Wayan Lasmawan; Putu Budi Adnyana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.179 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti Model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Penelitian ini tergolong jenis kuasi eksperimen dengan rancangan two factor design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 143 orang. Sampel penelitian diambil secara acak yang berjumlah 80 orang. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar untuk memperoleh data hasil belajar dan kuesioner minat untuk memperoleh data minat outdoor siswa. Teknik analisis data menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pada hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran kovensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat outdoor terhadap hasil belajar IPA, (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan siswa mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa minat outdoor tinggi, (4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa minat outdoor rendah. Kata kunci: Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan, Hasil Belajar IPA, Minat Outdoor AbstractThis research aim at investigating the difference of science learning achievement between students following contextual learning model based on environment and students following conventional learning model of fourth grade students at cluster XIV Buleleng District. It was a quasi-experiment of the two factor design. The popular on was 143 students, while the sample was 80 students gathered randomly. The data were collected by using test for learning achievement data and questionnaire for outdoor interest data. The data were analyzed by using two-way anova. The result shows that: (1) there is a difference of science learning achievement between student following contextual learning model based on environment and students following conventional learning model, (2) there is an interaction between learning model and outdoor interest on science learning achievement, (3) for students with high outdoor interest, there is a difference of science learning achievement between students following contextual learning model based on environment and  students following conventional learning model, (4) for students with low outdoor interest, there is a difference of science learning achievement between students following contextual learning model based on environment and  students following conventional learning model. Keywords: Contextual Learning Model Based on Environment, Learning Science’s Outcomes, Outdoor Interest