cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
STUDI KOMPARASI MODEL PROBLEM SOLVING DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR DITUNJAU DARI SELF EFFICACY PADA SISWA AGUNG MADHI PRAYOGA .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbandingan antara model pembelajaran problem solving dan model problem based learning terhadap hasil belajar ditinjau dari self efficacy siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 274 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik cluster random sampling yang terdiri atas 2 kelas eksperimen I dan 2 kelas eksperimen II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan desain faktorial 2 x 2. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang signifikan antara kelas eksperimen I dan eksperimen II pada materi reaksi redoks dengan nilai sig. 0,001, (2) pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi, nilai sig. 0,033, dan (3) pada siswa yang memiliki self efficacy rendah, nilai sig. 0,041. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar model pembelajaran problem solving lebih baik dibandingkan model problem based learning dilihat dari self efficacyKata Kunci : model problem solving, model problem based learning, self efficacy, hasil belajar This study aimed to describe and explain the comparison between the two models of learning toward learning achievement viewed from students self efficacy. The population of the study were all students of grade X which the total amount of 274 students. A sample was established using the cluster sampling technique consisting of 2 experimental classes I and 2 experimental classes II. This research was a quasi-experimental research with 2 x 2 factorial design. The data were collected through multiple choice test. Data were analyzed by using two-way ANAVA test. The results showed; (1) there is a significant difference of learning result between experiment classes I and experiment classes II on redox reaction material with significant score is 0,001, (2) in student having high self efficacy, a significant score is 0,033, and (3) in student having low self efficacy, a significant score is 0,041. Based on the results of data analysis, it can be concluded that learning achievement of problem solving model is better than problem based learning model viewed from self efficacy.keyword : problem solving model, problem based learning model, self efficacy, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP I Nyoman Adi Suarjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.789 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran pemecahan masalah dan konvensional. (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional. (3) untuk menganalisis perbedaankemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswakelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelaspenelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisisdengan statistic deskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, adapengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabelpemehaman konsep dan keterampilan berfikir kreatif secara bersama-sama (F=5,133;p<0,05). Kedua terdapat perbedaan signifikan model pembelajaranpemecahan masalah terhadap pemahaman konsep siswa (F = 4,085;p < 0,05).Ketiga terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran pemecahan terhadapketerampilan berfikir kreatif siswa (F= 8,809; p<0,05).Kata kunci: Pemecahan masalah, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikirkreatif.
PENGARUH PEMBUATAN PARTICIPATORY VIDEO BERBASIS LANSKAP BUDAYA SUBAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SALINGTEMAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA DITINJAU DARI KEMAUAN KERJA SAMA THALIA PRASETYA .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar antara siswa yang membuat participatory video (PV) berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas (sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat) dengan siswa yang tanpa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas serta mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemauan kerja sama terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa kelas X di SMA N 2 Mengwi tahun ajaran 2015/2016 dan dipilih empat kelas sebagai sampel. Data dianalisis dengan uji analisis varians (ANAVA) dan dilanjutkan uji Scheffe jika ditemukan pengaruh interaksi. Dari analisis data, menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara siswa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dengan siswa yang tanpa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dan hasil uji juga menunjukkan adanya pengaruh pembuatan PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dan kemauan kerja sama terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembuatan PV berbasis lanskap budaya subak dapat meningkatkan hasil belajar serta membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.Kata Kunci : participatory video, subak, salingtemas, hasil belajar This study aimed at describing and explaining the difference of learning achievement between students that made participatory video (PV) based on subak landscape through SETS (sains, environment, technology and society) learning model and students that did not make any PV based on subak landscape through SETS learning model as well as describing and explaining the influence of interaction between the learning models and cooperation willingness towards students learning achievement. This study was an experiment research using Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of the study was tenth grade students of SMA N 2 Mengwi in the academic year 2015/2016 and four class were selected as the sample. The data was analyzed by ANAVA test and continued by Scheffe test if the influence of interaction was found. From data analysis, indicated the difference of learning achievement between students that made PV based on subak landscape through SETS learning model and students that did not make any PV based on subak landscape through SETS learning model and the test result showed there was influence of PV making based on subak landscape through SETS learning model and teamwork willingness towards students learning achievement. From the result can be concluded that PV making based on subak landscape can improve learning achievement and make learning process become more meaningful.keyword : participatory video, subak, SETS, learning achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Lingkungan Dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Self-efficacy Siswa SMA NI WAYAN NITA ULANTARI .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat llingkungan (STML) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design. Populasi adalah kelas X IPA SMA Negeri Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 244 siswa, Sampel berjumlah 128 orang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan MPSTML dan dengan MPK (Fhitung=55,54),(P
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE TREFFINGER BERBASIS PENILAIN KINERJA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD GUGUS DEWI SARTIKA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I Gusti Ayu Made Yunitasari; Ni Wayan Suniasih; DB. Kt. Ngr. Semara Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.98 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilaian kinerja terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 327 siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 64 siswa yang terdiri dari siswa kelas V SDN 7 Kesiman sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SDN 3 Kesiman sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes yakni tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilain kinerja terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji-t, diperolehthitung = 5,559 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 32+32-2 =62 diperoleh nilai ttabel = 2,000. Jadi thitung = 5,559 > t tabel = 2,000, serta rerata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen = 85,48 >= 68,14 kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bawha hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian yang relevan khususnya sebagai penunjang peneliti dengan kajian yang lebih luas lagi dan memperdalam teori mengenai model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilain kinerja.Kata-katakunci :treffinger, penilainkinerja, IPAAbstract            This research amed to find out the effect of treffinger based performance assessment toward competence of natural science in v grade class SD Gugus Dewi Sartika school year 2017/2018. This research was quasi-experimental research with nonequivalent control group design. Population used in this research were 327 students in v class SD Gugus Dewi Sartika. Whereas samples used in this research were 64 students consist of students from V Grade class SDN 7 Kesiman as experiment class and students of VA grade class SDN 3 Kesiman as control group. Collecting data was conducted by using model test of multiple choice in which obtained data was analyzed using t-test analysis. so that it can be interpreted that there were treffinger type learning model based performance assessment toward competence of natural science of V grade students SD Gugus Dewi Sartika school year 2017/2018. This is evidenced by the results of calculations using t-test, Based on the analysis, it was obtained  tcount = 5,559 with significance level of 5%for dk = n1+n2-2 = 62 ttable = 2,000. As well as the average competence of natural science= 85,48 >= 68,14 control group. based on the result of the research, it is suggested the the result of this research should be able to be the relevant study, especially as researcher’s suport for larger study and deepen the theory about treffinger type learning model based performance assessment.Key Words:  treffinger , Performance Assessment, natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DAN KONSEP DIRI SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF I Wayan Madiya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.932 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa: (1) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksplorasi, elaborasi, konfirmasi (EEK), (2) terhadap pengaruh interaksi model pembelajaran dengan gaya kognitif, (3) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik intake kelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran terhadap variabel prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa secara bersama-sama (F=2,944; p<0,05). Artinya, prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antara model pembelajaran; (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif secara bersama sama terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa (F=47,456; p<0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (F=34,337; p<0,05); (4) terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (F=17,912; p<0,05). Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, gaya kognitif, prestasi belajar kimia, konsep diri siswa   ABSTRACT The aims of this study were to analyze differences in (1) chemistry study achievement and students self-concept between students who studied through problem based learning (PBL) model and their counterparts who studied through exploration, elaboration, confirmation (EEC) learning model, (2) the interaction effect between the learning influence and cognitive styles, (3) chemistry study achievement and student’s self-concept between students who studied through PBL model and their counterparts who studied through EEC learning model on students who have field independent cognitive style, and (4) chemistry study achievement and student’s self-concept between students who studied through PBL model and their counterparts who studied through direct instruction learning model on students who have field dependent cognitive style.  This study was an experimental and  using the  2x2 factorial posttest-only control group design. The subject of this study were the student of the class X SMAN 1 Singaraja academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on class intake technique. The data were analyzed by descriptive statistics and two way MANOVA. The results showed that (1) there are significant differences in learning model of chemistry study achievement and student’s self-concept together (F=2.944, p<0.05), in which, chemistry study achievement and student’s self-concept together showed significant differences between the learning model, (2) there are interaction between learning model and cognitive style and collectively equal to chemistry study achievement and self-concept students (F=47.456, p<0.05), (3) there are significant differences variable chemistry study achievement and student’s self-concept for students who have field independent cognitive style (F=34.337, p<0.05), (4) there are significant differences variable in chemistry study achievement and student’s self-concept for students who have field dependent cognitive style (F=17.912, p<0.05).   Key Words: problem based learning, cognitive style, chemistry study achievement, students self-concept
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA SURAYANAH .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong eksperimen semu pada siswa kelas X SMA N 1 Seririt tahun pelajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil uji kesetaraan kelas, digunakan rancangan eksperimen post test only control group design untuk dua kelompok sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan pemecahan masalah siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning dan konvensional (F=70,253;p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP KONSEP DIRI DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SMP KADEK YULI ARTAMA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsep diri dan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas bermuatan pendidikan karakter dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilaksanakan penelitian eksperimen dengan populasi penelitian siswa kelas VIII semester genap di SMP Harapan Nusantara Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian ini mengikuti rancangan eksperimen pretest posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII B1 sebagai kelompok eksperimen dan VIII B2 sebagai kelompok kontrol. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji Manova. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh temuan: 1).Terdapat perbedaan konsep diri dan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri bebas bermuatan pendidikan karakter dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F= 162,2; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERBANTUAN ASESSMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA I.K. A. Winaya Winaya; I G. Margunayasa; I N. Kusmariyatni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.409 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Posing berbantuan asesmen portofolio dan siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2017/2018.Penelitian ini berjenis eksperimen semu dan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan penelitian diperoleh hasil rata-rata kelompok ekperimen sebesar 22,36, sedangkan pada kelompok kontrol memperoleh rata-rata skor sebesar 16,83. Berdasarkan kategori data hasil belajar IPA diketahui bahwa hasil belajar IPA pada kelompok eksperimen termasuk ke dalam kategori sangat tinggi, sedangkan data hasil  belajar IPA kelompok kontrol termasuk ke dalam kategori sedang.Berdasarkan analisis diperoleh thitung = 5,07, dan ttabel = 2,04. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing berbantuan asessmen portifolio dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional pada siswa kelas V semester Genap di SD Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: Asessmen Portofolio, IPA, Problem Posing Abstract This research was aimed to determinated the significant different between the outcome of sience learning of the students who are taught with problem possing learning model assisted by portofolio assessment and of students taught by convencional learning in grade V students in elementary school of gugus IV Sukasada Distric. This research is quasi experimental and using non equivalent post test only control group design. Based on research gained average score amount 22,36 while in control group gained average score amount 16,83. Based on data category outcome of sience learning noted that data experimental category including to very high category. While data learning sience in group control including to medium category. Based on analysis gained tcount = 5,07, dan ttable = 2,04. That means there were differentce of outcome of sience learning between students who had been taught with problem posing asissted by portofolio assessment and student with conventional learning in the grade five students in elementary school of gugus IV Sukasada Districk in academic year 2017/2018. Keywords: Portofolio Assessment, Sience, Problem Possing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KINERJA ILMIAH SISWA NI LUH PUTU MERY MARLINDA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.798 KB)

Abstract

ABSTRAK   Marlinda, Ni Luh Putu Mery Marlinda. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kinerja Ilmiah Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.   Tesis ini sudah dikoreksi dan disetujui oleh Pembimbing I:  Prof. Dr. I Wayan Sadia, M. Pd., dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Wayan Suastra, M. Pd.   Kata kunci: model pembelajaran berbasis proyek (MPjBL), model pembelajaran konvensional (MPK), kemampuan berpikir kreatif, dan kinerja ilmiah.   Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan: (1) kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, (2) kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, dan (3) kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK. Fokus masalah penelitian ini adalah pengaruh model pembelajaran pembelajaran berbasis proyyek terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa pada kelas VII SMP Dwijendara Denpasar tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri atas 225 siswa. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA one-way. Sebagai tindak lanjut dari MANOVA one-way, maka digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 21,68; p<0,05). Secara deskriptif, kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelompok MPjBL memperoleh skor rata-rata sebesar 28,86, sedangkan pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata sebesar 26,73. Kemudian, skor rata-rata kinerja ilmiah yang diperoleh siswa pada kelompok MPjBL adalah 21,96, sedangkan siswa pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata sebesar 19,49. Kedua, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 16,58; p<0,05) dengan LSD = 0,519; Δμ = 2,128. Ketiga, terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 28,87; p<0,05) dengan LSD = 0,897; Δμ = 2,475.   ABSTRACT Marlinda, Ni Luh Putu Marlinda Mery. 2012. The Effect of Project-based Learning Model on Creative Thinking Ability and Students’ Scientific Performance. Thesis. Science Education Study Program, Post-graduate Program of Ganesha University of Education.   This thesis has been corrected and approved by the Supervisor I: Prof. Dr. I Wayan Sadia, M. Pd., and Supervisor II: Prof. Dr. I Wayan Suastra, M. Pd. Keywords: project-based learning model (MPjBL), conventional learning model (MPK), the ability to think creatively, and scientific performance. The purpose of this study was to analyze the differences of: (1) creative thinking skills and scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK, (2) the ability of creative thinking among the students who studied using MPjBL and groups of students who studied using MPK, and (3) scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK. The focus of this research problem is the influence of the learning model of learning based on the ability to think creatively and the science performance of students. This study uses experimental design of non-equivalent post-test only control group design. The population in this study were seventh grade students of Dwijendra Junior High School, Denpasar in the academic year 2011/2012 consisting of 225 students. The sample was taken using random sampling techniques. The data obtained were then analyzed using descriptive statistics and one-way MANOVA. As the follow-up of one-way MANOVA, Least Significant Difference (LSD) was used to test the significance of differences of the average scores of each treatment group. The result of the analyses shows that: there are differences in the ability to think creatively and science performance among groups of students who studied with MPjBL and groups of students who studied with the MPK (F = 21.68, p <0.05). Descriptively, the creative thinking of students in the group of MPjBL obtain the average score of 28.86, while, the creative thinking of students in the group of MPK obtain the average score of 26.73. Further, the scientific performance of students in the group of MPjBL obtain the average score of 21.96, while, the scientific performance of students in the group of MPK obtain the average score of 19.49. Second, there is a difference in creative thinking between groups of students who studied with MPjBL and groups of students who learnt using MPK (F = 16.58, p <0.05) by LSD = 0.519; Δμ = 2.128. Third, there is a difference in scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK (F = 28.87, p <0.05) by LSD = 0.897; Δμ = 2.475.